Sabtu, Maret 23, 2019

Kajian Mi`raj ke 9




Kajian  Mi`raj ke 9



Manusia,  nabi atau musuhnya hanya bisa hidup dibumi karena alasan sbb:

Bumi mengandung banyak air dan asam amino

Adanya air dan asam amino memungkinkan muncul cikal bakal kehidupan, bakteri bersel tunggal. Sejak saat itu makhluk hidup pun tumbuh semakin kompleks.

 Adanya oksigen yang mencukupi

Tersedianya oksigen yang cukup tentu merupakan anugerah terindah bagi makhluk hidup seperti manusia. Apa yang akan terjadi jika makhluk hidup kekurangan oksigen? Kepunahan adalah jawaban tepatnya.  Karbondioksida yang berperan penting dalam fotosintesis tumbuhan.

Karena itu, pertemuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan para nabi itu tidak bisa dengan keadaan tubuh dan rohnya  .
 قال شيخ الإسلام ابن تيمية – رحمه الله - :
ومعلوم أن أبدان الأنبياء في القبور ، إلا عيسى وإدريس ، وإذا كان موسى قائماً يصلِّي في قبره ثم رآه في السماء السادسة مع قرب الزمان : فهذا أمر لا يحصل للجسد .
" مجموع الفتاوى " ( 5 / 526 ، 527 ) .
Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah (semoga Allah merahmatinya) berkata:
Diketahui bahwa para nabi di kuburan, kecuali  dan Idris dan Nabi Isa , dan jika Musa berdiri melakukan salat  di kuburnya dan kemudianNabi Muhammad  melihatnya di  langit  keenam dengan waktu yang dekat  Ini tidak terjadi pada tubuh.
Majmu` fatawa   526 – 527 / 5
Komentarku ( Mahrus ali
Untuk masalah kematian Nabi Isa telah dibahas dalam kajian yang lalu. Jadi tidak perlu diulang lagi. Untuk Nabi Idris berada di langit itu perlu dalil dan sy belum menjumpai dalilnya.

قال الشيخ صالح آل الشيخ – حفظه الله - :
والأظهر من القولين عندي : أنَّ ذلك كان بالأرواح دون الأجساد ، خلا عيسى عليه السلام ؛ وذلك أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم حين التقى بالأنبياء وصلُّوا معه صلى الله عليه وسلم :
Syekh Shalih al-Syekh (semoga Allah melindungi dia) berkata:
Yang lebih cocok dengan teks dari dua pendapat itu menurutku , pertemuan itu dengan roh bukan dengan jasad kecuali nabi Isa alaihis sholatu wassalam. Nabi Muhammad  shallahu alaihi wasallam bertemu dengan para nabi dan melakukan salat bersamanya 
- إما أن يُقال : صَلَّوا معه بأجسادهم ، وقد جُمِعَت أجسادهم له من القبور ، ثم رَجعت إلى القبور وبقيت أرواحُهم في السماء .
-Boleh dikatakan : Mereka melakukan salat bersamanya dengan tubuh mereka, dan telah dikumpulkan tubuh mereka dari kuburan, kemudian kembali ke kuburan dan roh  tetap di langit.
- وإما أن يُقال : هي بالأرواح فقط ؛ لأنَّهُ لقيهم في السماء .
-Boleh dikatakan: itu hanya dengan roh sama roh, karena Rasulalaihis sholatu wassalam bertemu mereka di langit
ومعلوم أنَّ الرّفع إنما خُصَّ به عيسى عليه السلام إلى السماء رَفْعاً حيّاً ، وكونهم يُرْفَعُون بأجسادهم وأرواحهم إلى السماء دائماً ولا وجود لهم في القبور : هذا لا دليل عليه ، بل يخالف أدلة كثيرة : أنَّ الأنبياء في قبورهم إلى قيام الساعة .
Sudah diketahui secara umum bahwa pengangkatan Isa, saw dalam keadaan hidup  kelangit  dan  tubuh dan roh mereka diangkat  ke langit, dan  tidak ada di dalam kuburan. Ini tidak ada dalilnya, tetapi bertentangan dengan banyak bukti bahwa para nabi ada di kuburan.
Komentarku ( Mahrus ali
Jadi Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi dengan jasad mereka tdk memiliki dalil.

فمعنى كونهم ماتوا ودُفنوا : أنَّ أجسادهم في الأرض ، وهذا هو الأصل .
ومن قال بخلافه قال : هذا خاص بالنبي صلى الله عليه وسلم أنه بُعِثَتْ له الأنبياء فَصَلَّى بهم ولقيهم في السماء .
Artinya mereka mati dan dikuburkan, tubuh mereka ada di bumi, dan inilah asal nya.
Dan siapa pun yang mengatakan sebaliknya, dia berkata: Ini spesialisasi untuk Nabi shallahushallallahu 'alaihi wasallam) para nabi dikirim kepadanya dan  beliau melakukan salat bersama mereka, lalu bertemu dengan mereka di langit

وهذه الخصوصية لابدَّ لها من دليل واضح ، وكما ذكرتُ فالدليل التأمُّلي يعارضه
Sepesialisasi  ini harus  punya dalil yang jelas, dan seperti yang saya sebutkan argumen yang berdasarkan renungan menentangnya.
وعلى كلٍّ : هما قولان لأهل العلم من المتقدمين والمتأخرين
Jjadi dengan bagaimanapun , memang terdapat dua pendapat dari kalngan ulama  dahulu dan sekarang.
" شرح العقيدة الطحاوية " ( شريط رقم 14 ) .
والله أعلم

قال الحافظ ابن حجر – رحمه الله - :
وقد استشكل رؤية الأنبياء في السماوات ، مع أن أجسادهم مستقرة في قبورهم بالأرض ، وأجيب : بأن أرواحهم تشكلت بصور أجسادهم ، أو أحضرت أجسادهم لملاقاة النبي صلى الله عليه وسلم تلك الليلة تشريفاً له وتكريماً .
Al-Haafiz Ibn Hajar (semoga Allah merahmatinya) mengatakan:
Melihat para nabi di langit , meskipun tubuh mereka berada di kuburan mereka di tanah, direkonsiliasi, dan saya menjawab: Roh mereka dibentuk seperti gambar tubuh mereka, atau  tubuh mereka di datangkan untuk bertemu dengan Nabi pada malam itu untuk penghormatan dan memuliakan
Komentarku ( Mahrus ali
Itu sekedar pendapat . Kekeliruannya adalah roh yang dibentuk seperti tubuh pemiliknya,





قال شيخ الإسلام ابن تيمية – رحمه الله - :
وأما رؤيته – أي : رؤية موسى عليه السلام - ورؤية غيره من الأنبياء ليلة المعراج في السماء ، لما رأى آدم في السماء الدنيا ، ورأى يحيى وعيسى في السماء الثانية ، ويوسف في الثالثة ، وإدريس في الرابعة ، وهارون في الخامسة ، وموسى في السادسة ، وإبراهيم في السابعة ، أو بالعكس : فهذا رأى أرواحَهم مصوَّرة في صور أبدانهم .
وقد قال بعض الناس : لعله رأى نفس الأجساد المدفونة في القبور ؛ وهذا ليس بشيء .
" مجموع الفتاوى " ( 4 / 328 ) .
Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah (semoga Allah merahmatinya) berkata:
Melihat Musa - saw) - dan melihat para nabi  pada malam Mi`raj dilangit, ketika Rasul melihat Adam di langit terendah, dan melihat Yahya dan Isa di langit  kedua, dan Yusuf di ketiga, Idris di keempat, dan Harun di kelima, Musa di keenam, Dalam ketujuh, atau sebaliknya: ini melihat roh mereka digambarkan dalam gambar tubuh mereka.
Beberapa orang berkata: Mungkin Rasul melihat tubuh yang sama terkubur di kuburan; ini bukan apa-apa.
Majmu` fatawa 328/4
Komentarku ( Mahrus ali
Itu sekedar akal – akalan sj karena tidak berani menyalahkan hadis Bukhari dan Muslim sekalipun bertentangan dengan al quran. Perawinya sendiri tidak menyatakan seperti itu. Dan tafsiran itu sekedar takwil agar Mi`raj ini dibenarkan dan tidak boleh disalahkan. Andaikan Mi`raj itu tidak ada sebagaimana nabi – nabi yang lain juga tidak dimi`rajkan ke langit untuk menerima ajaran salat atau lainnya. Roh nabi itu menjelma atau tidak perlu dalil dan dalilnya tidak ada.
وقال الحافظ ابن رجب الحنبلي – رحمه الله - :
والذي رآه في السماء من الأنبياء عليهم السلام : إنما هو أرواحهم ، إلا عيسى ، فإنه رفع بجسده إلى السماء
Al-Haafiz Ibn Rajab al-Hanbali (semoga Allah merahmatinya) berkata:
Siapa yang dilihat oleh Nabi  di langit dari pada  para nabi, alaihis sholatu wassalam: itu adalah  roh mereka,  kecuali Isa alaihis sholatu wassalam yang diangkat ke langit.
Komentarku ( Mahrus ali
Apakah bisa melihat roh  atau menyentuhnya . Jelas tidak bisa. Allah berfirman :

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Isra` 85.
Bila pendapat para ulama itu diikuti, maka kita ini tidak punya dalil dan kita dilarang oleh ayat:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai DALIL tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Isr` 36
Kisah Mi`raj itu tidak ada, karena banyak yang bertentangan dengan dalil al quran. Bila kita mengkufuri al quran akan lebih bahaya.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan