Minggu, April 20, 2014

Makin Jelas Pengaruh Cukong dan Asing terhadap Capres PDIP Jokowi -



Terungkapnya pertemuan itu, kata Zaki, membuat masyarakat semakin melek dengan ambisi Jokowi menjadi penguasa di Indonesia. Semakin memperjelas ada kepentingan asing di belakang mantan Wali Kota Solo itu.
“Pertemuan tersebut difasilitasi konglomerat besar. Makin jelas pengaruh cukong dalam gerakan pemenangan Jokowi,” tegas Zaki.
“Makin jelas bahwa Jokowi hanya sekadar boneka Megawati. Ia diminta hadir dalam pertemuan tersebut oleh Mega, tapi tak kuasa menolak,” kata Zaki menduga.

Berikut ini beritanya.
***
Inilah Sisi Gelap Pencapresan Jokowi
Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) dinilai blunder terkait pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) Robert O Blacke serta beberapa dubes asing di kediaman pengusaha Jacob Soetoyo.
Pertemuan yang seharusnya dilakukan secara diam-diam alias rahasia itu rupanya tercium oleh media massa. Otomatis, pertemuan tersebut menimbulkan spekulasi jelang Pilpres 2014.
Sebab, pertemuan dengan beberapa dubes asing itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi) selaku capres partai berlambang banteng moncong putih itu.
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak menilai, pertemuan itu kesalahan besar bagi PDIP. Sebab, hal itu semakin mempertegas dugaan publik terhadap kepentingan asing atas pencapresan Jokowi.
“Itu (pertemuan dubes asing) langkah blunder PDIP. Ini menpertegas sisi gelap pencapresan Jokowi,” kata Zaki, kepada INILAHCOM, di Jakarta, Selasa (15/4/2014) malam.
Terungkapnya pertemuan itu, kata Zaki, membuat masyarakat semakin melek dengan ambisi Jokowi menjadi penguasa di Indonesia. Semakin memperjelas ada kepentingan asing di belakang mantan Wali Kota Solo itu.
“Pertemuan tersebut difasilitasi konglomerat besar. Makin jelas pengaruh cukong dalam gerakan pemenangan Jokowi,” tegas Zaki.
“Makin jelas bahwa Jokowi hanya sekadar boneka Megawati. Ia diminta hadir dalam pertemuan tersebut oleh Mega, tapi tak kuasa menolak,” kata Zaki menduga.
Untuk itu, Capres PDIP itu diminta untuk memperjelas maksud dan tujuan dari pertemuan tersebut. Hal itu guna menghindari dugaan publik terhadap kepentingan asing di Pilpres 2014 nanti.
“Sebagai calon presiden Jokowi berkewajiban menjelaskan kepada publik apa agenda pertemuan tersebut. Semakin ditutupi, semakin menggerus kepercayaan publik,” demikian Zaki.
Diketahui, seusai pertemuan itu, Jokowi beserta Megawati dan Puan Maharani tampak terkejut karena telah ditunggu media di halaman rumah Jacob, di Jalan Sircon, Jakarta Selatan.
Jokowi bersama Megawati dan Puan menaiki mobil Mercy B 609 HPM warna putih. Jokowi yang biasa akrab menyapa wartawan, justru malam itu Jokowi tampak bersembunyi dan menghindari awak media. Sementara, Megawati yang duduk di bangku belakang hanya melemparkan senyuman pada awak media.
Adapun tujuh dubes yang ikut hadir terlihat dari beberapa mobil yang terparkir di halaman rumah yang cukup besar itu; CD 12 merupakan Kedubes AS, CD 15 Vatikan, CD 18 Myanmar, CD 19 RRC, CD 42 Meksiko, CD 48 Turki, dan CD 108 Peru. [mes]
Oleh: Marlen Sitompul
INILAHCOM,nasional – Rabu, 16 April 2014 | 04:03 WIB
(nahimunkar.com)