Tampilkan postingan dengan label Garuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garuda. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 20, 2014

SMS dari Samarinda tentang menghormati lambang Garuda



dan bagaimana hukumnya hormat sama patung garuda dan bendera yang biasa dilakukan pada masyarakat di Indonesia saat ini, Syirik?
Itu saja pertanyaan ana, Barakallahu fikum

Saya jawab:
jangan ikut menghurmat  itu lambang negara  kufur

Komentarku ( Mahrus ali): 
Boleh lihat disini:
Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat, KH A. Cholil Ridwan mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kapada bendera dan lagu kebangsaan.
Pernyataan Cholil ini dimuat dalam Tabloid Suara Islam edisi 109 (tanggal 18 Maret-1 April 2011). Ia menjawab pertanyaan pembaca dalam Rubrik Konsultasi Ulama. Si pembaca mengangkat kasus seorang temannya yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara tak mau hormat bendera saat upacara.
Cholil menyatakan bahwa dalam Islam, menghormati bendera memang tak diizinkan. Cholil merujuk pada fatwa Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian dan Riset Fatwa pada Desember 2003 yang mengharamkan bagi seorang Muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan.
Ada sejumlah argumen yang dikemukakan.
Pertama, memberi hormat kepada bendera termasuk perbuatan bid’ah yang tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah ataupun pada Khulafa’ ar-Rasyidun (masa kepemimpinan empat sahabat Nabi).
Kedua, menghormati bendera bertentangan dengan tauhid yang wajib sempurna dan keikhlasan di dalam mengagungkan Allah semata.

Ketiga, menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan.
Keempat, menghormati bendera merupakan kegiatan yang mengikuti tradisi yang jelek dari orang kafir, serta menyamai mereka dalam sikap berlebihan terhadap para pemimpin dan protokoler-protokoler resmi.
Cholil juga mengutip Syaikh Ibnu Jibrin (salah seorang ulama terkemuka Saudi) yang menyatakan bahwa penghormatan bendera adalah tindakan yang menganggungkan benda mati. Bahkan tindakan itu bisa dikategorikan sebagai kemusyrikan.  

Sedangkan Syaikh al Fauzan (juga ulama Saudi) menyatakan bahwa tindakan menghormati bendera adalah ‘perbuatan maksiat’.
Menurut Cholil, cara menghormati yang benar dalam Islam adalah memberi salam. Namun, tulisnya lagi, makna memberi salam adalah mendoakan, sehingga itu tak pantas dilakukan pada bendera yang merupakan benda mati.
Di akhir tulisan, Cholil menyatakan bahwa bila kita hendak menghormati negara, maka cara terbaiknya adalah dengan mendengar dan taat pada aturan negara yang tidak bernilai maksiat dan sesuai syariat Islam serta mendoakan aparatur negara agar selalu mendapat bimbingan Allah.


Komentarku ( Mahrus ali): 
Benarlah apa yang di katakan oleh ketua MUI itu. Menghormati lambang negara kufur itu ber arti menghina terhadap berdirinya negara Islam yang ingin menegakkan hukum Allah dibumi dan membinasakan hukum Thaghut, mencegah kedurhakaan bukan membiarkannya dan mengubur budaya – budaya kufur lalu di ganti dengan budaya Islam kecuali  ritual agama lain yang berada di Greja
KIta rujuk saja kepada ayat; 



وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.[1]
Di ayat lain, Allah menyatakan :
إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.[2]
Hukum adalah milik Allah , maksudnya harus berlandaskan  kepada kitabullah , bukan dari akal , argumentasi rasional atau lainnya yang tiada kaitannya dengan hukum Allah .
Di ayat lain , Allah menyatakan tiada hukum yang terbaik dari pada hukum Allah  sebagaimana ayat :
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?[3]
Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.


[1] Al maidah  49
[2]  40 Yusuf
[3] Alma idah  50
 

Senin, September 19, 2011

Muslimin Purwakarta hancurkan patung pahlawan




Allahukbar. Umat Islam Purwakarta kembali membuktikan semangatnya untuk meruntuhkan kemunkaran di kotanya. Siang ini, Minggu (18/9) massa gabungan sejumlah Ormas Islam, dan pondok pesantren merobohkan patung di sejumlah sudut kota.
Mereka menilai patung-patung tersebut tidak sesuai ajaran Islam dan merusak citra religius kota Purwakarta.
Aksi tersebut merupakan akumulasi kekesalan terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang selama ini membandel membangun patung, meskipun berkali-kali diingatkan dan dikecam oleh sejumlah ormas Islam.
Suasana Kota Purwakarta pun diliputi aksi massa yang secara berani menghancurkan satu persatu wayang yang memiliki nilai ratusan juta rupiah. Sasaran pertama mereka patung Gatot Kaca di Parapatan Comro. Dengan menggunakan tambang yang diikatkan ke bagian leher patung, massa beramai-ramai menariknya hingga roboh.
Aksi kemudian dilanjutkan ke Pertigaan Bunder dan Jalan Baru. Dua patung, masing-masing Semar dan Bima pun juga ikut roboh. Nyaris saja terjadi bentrokan dengan aparat setelah aksi penghancuran Patung Arjuna di Pertigaan Jalan BTN setelah digagalkan polisi.
“Saya minta cukup! Polisi tidak tahu urusan patung, tapi saya minta bersabar!” Kata Kapolres AKBP Bahtiar Ujang Purnama di depan massa.
Namun umat Islam, tetap bersikeras. Mereka sudah berikrar bahwa kotanya harus bersih dari patung-patung berhala. Patung pun akhirnya roboh. (pz/inilah)
Eramuslim, Minggu, 18/09/2011 19:33 WIB
***
Aneh… Daerah Mayoritas Musllim ,tapi Pemkab Purwakarta Mendirikan Patung Hindu
Minggu, 18/09/2011 20:55 WIB | Arsip | Cetak

Aksi perobohan sejumlah patung di Purwakarta, Jawa Barat, semakin membuka pandangan umat mengenai maraknya patung Hindu di Indonesia. Sebelum umat muslim merangsek untuk melucuti maraknya berhala di Purwakarta, Ustaz Toto Taufik dari Purwakarta, sudah mewanti-wanti mengenai fenomena ini
Dalam acara istighotsah di Masjid Agung, Purwakarta itu, Minggu (18/9), ustadz penuh nyali ini sempat melontarkan kata-kata bersifat ultimatum kepada pemerintah daerah setempat.
Di antaranya, jika dalam waktu dua pekan, patung berhala tersebut tidak dirobohkan, massa akan merusak dengan paksa. Hadir dalam acara tersebut Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Ustadz Athian Ali M. Beliau sempat mengatakan kedatangannya karena mendengar kabar adanya keresahan umat Islam di Purwakarta berkaitan dengan banyaknya patung.
Pasca Istighotsah, ratusan umat muslim pun bergerak untuk merobohkan patung-patung tersebut.
Berhala Itu Pun Ambruk
Dalam catatan selama ini, meski daerahnya bermayoritas muslim, Pemkab Purwakarta tergolong hobi mendirikan berhala agama Hindu. Kasus ini bukan saja kali ini terjadi. Tahun lalu, 9 Agustus 2010, Forum Umat Islam sudah meminta Pemkab merobohkan Patung Bima di tengah Kota. Dan hari ini umat muslim sudah tidak bisa lagi diam. Diantara berbagai berhala yang diruntuhkan umat muslim hari ini, tercatat mendera empat patung Hindu, yakni GatotKaca, Semar, Dharma Kusumah, dan Bima.
Dua nama perwayangan yang begitu terkenal adalah Gatotkaca dan Semar. Kesaktian Gatotkaca sendiri dikisahkan luar biasa. Ia dikatakan mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan “otot kawat tulang besi”.
Sedangkan Semar adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah Mahabharata dan Ramayana.
Nama lain yang juga dibuatkan patung oleh Pemkab Purwakarta adalah Bima. Seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dianggap sebagai seorang tokoh heroik. Ia adalah putra Dewi Kunti dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat. Begitu juga dengan nama Dharma Kusuma yang malang melintang dalam dunia perwayangan Hindu.
Akan tetapi kedigdayaan mereka dalam mitologi Hindu, luluhlantak di tangan umat muslim Purwakarta. (pz) eramuslim.com.
***
Sakti dalam Dunia Pewayangan, Mitos Gatotkaca Runtuh di Tangan Muslim Purwakarta
Keberanian Umat Muslim Purwakarta untuk memberantas Berhala patut diacungi jempol. Secara beramai-ramai, minggu (18/9), mereka meruntuhkan patung-patung yang meresahkan umat muslim di kotanya.
Menariknya, salah satu patung yang dihancurkan adalah patung Gatotkaca. Gatotkaca telah menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer di negara Indonesia. Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan “otot kawat tulang besi”. Namun ditangan umat Muslim, kesaktiannya hanya tinggal cerita. Dengan hanya menggunakan tali, kisah kehebatan tokoh dalam mitologi Hindu ini jatuh dengan sendirinya.
Menurut pantauan media, warga yang melakukan aksi ini, tidak hanya berasal dari Purwakarta. Ada pula yang berasal dari sejumlah kota seperti Bandung, Cikampek, Cianjur dan Ciamis. (pz)
ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL
Juga di ambil dari sumber http://nahimunkar.com/
Komentarku ( Mahrus ali )
  Gemar membikin patung  itu sekedar mengikuti kehendak setan dan di benci oleh Allah , karena itu  , ia membikin kaum muslim marah dan kaum nasianalis atau  kafir gembira . Ada hadis sbb :
عَنْ ‏ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  ‏، قَالَ: دَخَلَ النَبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   مَكَّةَ، وَحَوْلَ الْكَعْبَةِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ نُصُبًا، فَجَعَلَ يَطْعَنُهَا بِعُودٍ فِي يَدِهِ، وَجَعَلَ يَقُولُ: (جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ) الآيَةَ


Dari  Abdullah ibnu Mas’ud ra menuturkan : “Nabi saw tiba di kota Mekah, sedangkan pada waktu itu di seputar Ka’bah ada tiga ratus enam puluh buah patung. Beliau saw mendorong mereka dengan kayu yang ada di tangannya seraya mengucapkan : “Jaa-al Haqqu wa Zahaqal Baatilu/kini, telah datang kebenaran dan telah lenyap kebathilan.” [1]
Dalam hadis lain di jelaskan :
عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ اْلأَسَدِيِّ قَالَ: قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: أَلاَ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ, وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ .حَدَّثَنِي حَبِيبٌ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ,وَقَالَ: وَلاَ صُورَةً إِلاَّ طَمَسْتَهَا .
Abul Hayyaj Al asadi berkata : “ Ali bin Abu  Tholib ra berkata kepadaku : “ Aku mengutus kamu sebagaimana   Rasulullah  saw,   mengutus aku , bila ada  patung  hancurkan , bila ada kuburan yang tinggi ratakan dengan tanah .  Menurut  riwayat lain dengan sanad sama  ada tambahan :  Bila ada gambar  , hapuslah .[2]
Patung – patung yang bertebaran di kota – kota itu menurut hukum Nasional boleh saja , tapi menurut hukum Allah harus di robohkan . Jadi sudah  tepat perbuatan mereka dengan konsep agama .



[1] Bukhari, 46, Kitabul Madzalim, 32, bab apakah kedai penjual minuman harus dihancurkan?).
Allu`lu` wal marjan 572/1 saya tidak menjumpai komentar syekh Muhammad Nasiruddin al albani  tentang hadis tsb di kitab – kitab karyanya , tapi di kitab Tuhfatul asyraf bima`rifatil athrof , karya  al hafizh al mizzi ada keterangan hadis tsb Muttafaq alaih , nomer hadis:  9331


[2] HR Muslim  969

Senin, Mei 09, 2011

Mahasiswa NU, Pembuat Patung Garuda Istana Negara




Jepara, NU Online
Patung garuda terbaru yang bertengger di Istana Merdeka Jakarta adalah buah karya Abdul Rohman, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU) Jepara. lelaki 21 tahun asal desa Petekeyan RT 11 RW 03, kecamatan Tahunan awal mulanya sempat kaget ketika mendapat telepon dari Istana.

“Saya sempat kaget saat ditelepon Pak Mulya Hermawan yang mengaku dari Istana Negara. Setelah bicara kesana-kemari ternyata memang benar dari Istana,” akunya, Kamis (5/5).

Pesanan untuk membuat patung tersebut bermula dari website pribadinya www.garudajepara.com. Lewat website pribadi itu, ia mengunggah foto patung garuda dalam ukuran kecil, 30 Maret lalu. Boleh dibilang memang sudah menjadi rezekinya, berselang dua hari setelah di-upload ia langsung mendapatkan telepon.

Website yang dibuat Maman, sapaan akrabnya merupakan karyanya selama bergabung dengan klub i-Bizznet di kampusnya. I-Bizznet merupakan kelompok yang secara rutin mengadakan kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk berbisnis melalui internet. Pesanan konsumen melalui websitenya itu sudah beberapa kali tetapi dari Istana adalah kali pertama.

Pihak Istana meminta agar patung selesai dikerjakan dalam dua pekan. Dengan dibantu beberapa teman di desanya, akhirnya ia mengebut pengerjaannya. Patung tersebut dibuat dari kayu jati, diberi warna kuning emas, pada bagian dada diberi warna merah dan putih tepatnya pada lambang sila-sila Pancasila. Untuk tinggi 1,5 meter dan lebar 1,5 meter.  

Pada 24 April lalu pihak Istana mengambil barang buatannya di desanya. Untuk harga, mahasiswa semester IV jurusan Manajemen mengaku  menawarkan Rp. 5,2 juta. Oleh pihak Istana, harga itu tidak ditawar. “Itu harga standar buat saya. Jadi tidak saya beda-bedakan. Akhirnya harga itu tidak ditawar dan langsung disepakati. (qim)

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ali bin Abu Tholib sendiri dalam suatu hadis sbb:
عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ اْلأَسَدِيِّ قَالَ: قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: أَلاَ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ, وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ .حَدَّثَنِي حَبِيبٌ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ,وَقَالَ: وَلاَ صُورَةً إِلاَّ طَمَسْتَهَا .
Abul Hayyaj Al asadi berkata : “ Ali bin Abu  Tholib ra berkata kepadaku : “ Aku mengutus kamu sebagaimana   Rasulullah  saw,   mengutus aku , bila ada  patung  hancurkan , bila ada kuburan yang tinggi ratakan dengan tanah .  Menurut  riwayat lain dengan sanad sama  ada tambahan :  Bila ada gambar  , hapuslah .[1]
Menurut riwayat Nasai sbb :
))لاَ تَدَعَنَّ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ وَلاَ صُورَةً فِي بَيْتٍ إِلاَّ طَمَسْتَهَا ((
Jangan kamu biarkan kuburan yang tinggi  kecuali kamu ratakan dengan tanah atau gambar dirumah kecuali kamu hapus [2]

Jadi uang yang anda ambil adalah uang haram . Tidak  layak anda  sebagai  warga NU melakukan sedemikian . Ngsin- ngisini .
Lihat pula keputusan Muktamar NU 236 dalam buku Ahkamul fuqoha` .




[1] HR Muslim  969
[2] HR Nasai 2031 *