Sabtu, Februari 28, 2026

Salat jumat dua rakaat dalilnya lemah

 

ركعة الجمعة عند الألباني

 يرى الشيخ الألباني أن صلاة الجمعة ركعتان جهريتان، ومن أدرك ركعة واحدة مع الإمام فقد أدرك الجمعة. لا توجد سنة قبلية راتبة، بل نفل مطلق (مثنى مثنى) حتى صعود الخطيب المنبر. السنة البعدية ركعتان أو أربع، والأفضل صلاتها في البيت ركعتين، ويجوز في المسجد أربع

Shalat Jumat Menurut Al-Albani

 

Sheikh Al-Albani meyakini bahwa shalat Jumat terdiri dari dua rakaat yang dibaca dengan keras. Siapa pun yang mengikuti satu rakaat bersama imam telah memenuhi syarat shalat Jumat. Tidak ada sunnah pra-shalat yang tetap ( ratib ), melainkan shalat sunnah ( dua rakat – dua rakaat ) dilakukan hingga imam naik ke mimbar. Sunnah ba`diyah terdiri dari dua atau empat rakaat, dan lebih baik shalat dua rakaat di rumah, sedangkan empat rakaat diperbolehkan di masjid.

Komentarku ( Mahrus ali ) .

Di sini syaikh Al albani menyatakan dua rakaat salat jumat tanpa dalil dan ini bukan kebiasaan al bani . Mengapa kali ini statemen tanpa dalil. Cukup bilang dengan kesepakatan. Kita perlu bertamya kesepakatan siapa ?  tabiin atau sahibat ?. Pada hal pendapat al bani bila di terima kita ini akan menjadi orang bodoh lagi, tidak mengikuti ajaran al bani lagi yang menganjurkan selalu berpegangan kepada dalil. Kita ini akan di ajak mundur.

Bila ada dalil nya mengapa tidak di tampakkan , malah  berlaku seperti itu, dalilnya mana ? sudah hilang  lenyap malunya. Di tempat lain, al bani menyatakan landasan nya adalah kesepakatan .

Beliau wafat  paaa tahun 1999 M maka kesepakatan  ulama  itu kapan an di mana .  Jelas bukan kesepakatan sahabat , tabiin atau ulama salaf dahulu.  Dan albani tidak menuturkan kapan kesepakatan itu . Mengapa ? Pada hal kesepakatan bukan dalil dan tidak bisa di buat landasan hukum baik dari al qur an atau hadis.

توفي المحدث الشيخ محمد ناصر الدين الألباني في 2 أكتوبر 1999 (22 جمادى الآخرة 1420هـ) في عمان، الأردن، عن عمر ناهز 85 عاماً. دفن سريعاً بعد صلاة العشاء في نفس يوم وفاته تنفيذًا لوصيته، رغم عدم إشهار وفاته، إلا أن آلاف المصلين شاركوا في جنازته. كان رحمه الله علماً في الحديث.

اريخ الوفاة: 22 جمادى الآخرة 1420 هـ / 2 أكتوبر 1999.

مكان الوفاة: عمان، الأردن (حي ماركا الجنوبية).

العمر: 85 عامًا.

سبب دفنه السريع: تنفيذًا لوصيته، وخوفاً من تأخر الدفن لشدة الحرارة.

مكانته: يعد مجدد علم الحديث في عصره.

رحم الله الشيخ الألباني رحمة واسعة.

Ulama Hadits terkemuka, Syekh Muhammad Nasir al-Din al-Albani, wafat pada tanggal 2 Oktober 1999 (22 Jumada al-Thani 1420 H) di Amman, Yordania, pada usia 85 tahun. Beliau dimakamkan dengan cepat setelah shalat Isya pada hari yang sama, sesuai dengan wasiatnya. Meskipun kematiannya tidak diumumkan secara publik, ribuan jamaah menghadiri pemakamannya. Semoga Allah merahmatinya. Beliau adalah tokoh terkemuka di bidang Hadits

Tanggal wafat: 22 Jumada al-Thani 1420 H / 2 Oktober 1999.

Tempat wafat: Amman, Yordania (lingkungan Marka al-Janoubiya).

Usia: 85 tahun.

 

 

Alasan pemakaman cepat: Sesuai dengan wasiatnya, dan karena khawatir panas yang menyengat akan menunda pemakaman.

Status: Beliau dianggap sebagai pembaharu studi Hadits pada zamannya.

Semoga Tuhan mengampuni Syekh al-Albani.

 

 

ركعة الجمعة عند ابن تيمية

صلاة الجمعة ركعتان باتفاق، ويرى ابن تيمية أن سنة الجمعة البعدية ركعتان في البيت وأربع في المسجد، ويجوز التنفل قبلها مطلقاً. من أدرك ركعة مع الإمام أتمها جمعة، ومن فاتته الركعتان صلاها ظهراً.

Shalat Jumat menurut Ibnu Taymiyyah: Shalat jum at terdiri dari dua rakaat menurut konsensus. Ibnu Taymiyyah berpendapat bahwa shalat sunnah setelah shalat Jumat adalah dua rakaat di rumah dan empat rakaat di masjid, dan bahwa shalat sunnah sebelum shalat Jumat diperbolehkan dalam segala keadaan. Siapa pun yang mengikuti satu rakaat bersama imam, maka ia melengkapinya sebagai shalat Jumat, dan siapa pun yang melewatkan dua rakaat tersebut, maka ia melaksanakannya sebagai shalat Zuhur.

Komentarku ( Marus ali ): Disini Ibnu Taimiya menytakan salat Jumat dua rakaat tanpa dalil. Kayaknya sekedar pendapat yang tidak bias di buat pegangan tapi lepaskan saja. Khawatir menyesatkan > bila ada ddalil pasti dI tulis dengan jelas.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan