Hadis
hadis tentang merapatkan bau, mata kaki
tidak memiliki sandaran yang kuat. Seluruhnya lemah , bahkan mungkar.
Karena itu kita lihat salat di masjidil haram , maddinah , masjid NU Muhammaiyah ldii dll salatnya biasa masih
ada celahnya . Barisan rapat dalam salat berjamaah itu mengakibatkam sulit
sujud bahkan berdesakan. Begitu juga dua mata kaki yang rapat . Mana mungkin bisa
di jalankan bagi orang yang melakukan salat dengan sandal. Para sahabat
menjalankan salat tidak di atas sajadah dan mereka mengenakan sandal , hingga
tak mungkin bisa merapatkan antara mata kaki. Mustahil, tidak logis dan bodoh
sekali.
إنَّ أحبَّكم إلى
اللهِ ألْينُكم ركبًا في الناسِ وألينُكم مناكبَ في الصفوفِ
الراوي: عائشة أم
المؤمنين • ابن عدي، الكامل في الضعفاء (٥/٣٠٤) • غير محفوظ • لم نقف عليه إلا عند
ابن عدي في ((الكامل في الضعفاء)) (٤/ ١٨٤).
Orang yang paling dicintai Allah di antara
kalian adalah orang-orang yang paling lemah lembut sikapnya dan paling lemas
bahunya saat shalat.
Diriwayatkan oleh: Aisyah, Ummul Mukminin • Ibnu
Adi, Al-Kamil fi al-Du'afa' (5/304) • Tidak sahih • Kami hanya menemukannya
pada Ibnu Adi dalam Al-Kamil fi al-Du'afa' (4/184)
Kaimat ini ( Kami hanya menemukannya pada Ibnu
Adi dalam Al-Kamil fi al-Du'afa' (4/184)
Kaimat ini : Kami hanya menemukannya pada Ibnu
Adi dalam Al-Kamil fi al-Du'afa' (4/184
)
tanda hadis itu gharib atau nyeleneh dan mungkar
٢ - خيارُكم ألينُكم مناكبَ في الصلاةِ
الراوي: عبدالله بن
عباس • أبو داود، سنن أبي داود (٦٧٢) • سكت عنه [وقد قال في رسالته لأهل مكة كل ما
سكت عنه فهو صالح] • أخرجه أبو داود (٦٧٢)، والبزار (٥١٩٥) واللفظ لهما، وابن
خزيمة (١٥٦٦)
Sebaik-baik di antara kalian adalah mereka yang
paling rileks bahunya saat shalat.
Diriwayatkan oleh: Abdullah ibn Abbas • Abu
Dawud, Sunan Abi Dawud (672) • Beliau diam saja tentang hal itu [dan beliau
berkata dalam suratnya kepada penduduk Mekah, "Segala sesuatu yang saya
diamkan adalah dapat diterima"] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (672),
al-Bazzar (5195), dan Ibn Khuzaymah
(1566)
المسند الجامع (8/
440)
كلاهما (أبو داود،
وابن خزيمة) عن بندار محمد بن بشار، حدثنا أبو عاصم، حدثنا جعفر بن يحيى بن ثوبان.
قال: حدثنا عمي عُمارة بن ثوبان، عن عطاء، فذكره
Al-Musnad
al-Jami’ (8/440)
Keduanya (Abu Dawud dan Ibn Khuzaymah)
meriwayatkan dari Bundar Muhammad ibn Bashar, yang berkata: Abu Asim memberi
tahu kami, yang berkata: Ja’far ibn Yahya ibn Thawban memberi tahu kami. Dia
berkata: Pamanku, ‘Umarah ibn Thawban, memberi tahu kami, dari ‘Ata’, dan dia
menyebutkannya.
Perawi tungggal disini adalah Bundar atau bandar.
الراوي
محمد بن بشار بن عثمان
بن داود...
اللقب : بندار
الرتبة : ثقة حافظ
ولد عام : 167 , توفي
عام : 252
Perawi
Muhammad bin Bashar bin Utsman bin Dawud...
Laqab : Bundar
Rangking : Dapat dipercaya, penghafal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan