أتِمُّوا
الرُّكوعَ والسجودَ، فواللهِ إنِّي لأراكم من خلفِ ظهري، في ركوعِكم وسجودِكم
الراوي:
أنس بن مالك • الألباني، صحيح النسائي (١١١٦) • صحيح • أخرجه النسائي (١١١٧)
واللفظ له، وأخرجه البخاري (٦٦٤٤)، ومسلم (٤٢٥) باختلاف يسير • شرح حديث مشابه
Sempurnakan rukuk dan sujudmu, karena
demi Allah, aku melihatmu dari belakangku, dalam rukuk dan sujudmu.
Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik •
Al-Albani, Sahih An-Nasa’i (1116) • Sahih • Diriwayatkan oleh An-Nasa’i (1117)
dengan redaksi ini, dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6644) dan Muslim (425)
dengan sedikit variasi • Penjelasan hadits serupa
أتمُّوا
الرُّكوعَ والسُّجودَ إذا رَكعتُم وسجدتُم
الراوي:
أنس بن مالك • الألباني، صحيح النسائي (١٠٥٣) • صحيح • أخرجه النسائي (١٠٥٤) • شرح
حديث مشابه
Sempurnakan rukuk dan sujudmu ketika kamu rukuk dan sujud.
Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik •
Al-Albani, Sahih An-Nasa'i (1053) • Sahih • Diriwayatkan oleh An-Nasa'i (1054)
• Penjelasan hadits serupa
Ternyata
Imam Malik , Abu awud, Tirmidzi tidak meriwayatkannya > Penduduk Madinah I
masa Imam Malik tidak mengertinya.
Mālik
ibn Anas bin Malik bin 'Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas, Bahasa Arab: مالك بن أنس, lahir di Madinah pada tahun 711 M
/ 90H dan meninggal pada tahun 795M / 174H. Ia adalah pakar ilmu fikih dan
hadis, serta pendiri Mazhab Maliki. Juga merupakan guru dari Muhammad bin Idris
pendiri Madzhab Syafi'i. Wikipedia
Kelahiran:
711 M, Madinah, Arab Saudi
Meninggal:
795 M, Madinah, Arab Saudi
Buku:
Al-Mudawwana al-Kubra
Orang
tua: Anas ibn Malik, Aaliyah bint Shurayk al-Azdiyya
Anak:
Fatimah binti Malik bin Anas
Tempat
pemakaman: Al Baqi Cemetery, Madinah, Arab Saudi
Murid:
Imam Asy-Syafi'i../... 29+
Hadis
tsb hanya qatadah yang tahu. Beliau lahir pada tahun 60 H Wafat 117 H.
hadis ini nyeleneh, mungkar, tidak bisa dibuat pegangan, tapi lepaskan
saja , anggap tidak ada. Bagaimana mengetahui manusi a dari belakangnya >
Rasul adalah manusia biasa, bukan yang aneh, bukan jin dll. Lihat ayat sbb :
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ
أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ
وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ
Katakanlah:
"Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku
bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang
lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah
bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, fusshilat 6.
Rasul
itu mamusia biasa , tidak punya mata di belakang pungggungnya , tapi di wajahnya seperti kita
. Bila kita menyatakan bahwa beliau punya mata di belakang punggungnya atau
bisa memelihat dari belakang, maka kita ini mendustakan ayat itu, tidak beriman
keadanya . Dan ini bahaya sekai , tidak bikin kita aman di alam baqa`. Kita
beriman kepad ayat dan tidak mendustakannya lalu membenarkan perkataan
perawi Perawi menyalahi al quran maka
kita akan berpegangan kepaanya. Bukan sebaliknya.
Hadis
itu muttafaq alaih tapi artinya atau maknanya tidak bisa di benarkan an harus
disalahkan . Terus manusia mana yang bisa memandang dari belakang mulai dulu
sampai sekarang. Kita ini jadi kurang cerdas dan bikin kita di bodohi orang
lalu kita tidak menoolak , malah percaya.
Kalau di tinjau riwayat Qatadah yang dulu jelas
tanpa menggunakan kalimat Rasul melihat daribelakang punggung. Ini tambahan
perwi . Bila tdak , mengapa ada kalimat tersebut sedang riwayat yang awal tidak
ada. Ini sama dengan kedustan atas nama Rasul.
لا تَكْذِبُوا عَلَيَّ، فإنَّه مَن كَذَبَ عَلَيَّ
فَلْيَلِجِ النّارَ.
الراوي: علي بن أبي طالب • البخاري، صحيح البخاري (١٠٦) • [صحيح] • شرح
الحديث
Janganlah
kalian berdusta kepadaku, karena barangsiapa berdusta kepadaku akan masuk neraka.
Diriwayatkan
oleh: Ali ibn Abi Talib • Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (106) • [Sahih] •
Penjelasan Hadits
Berdusta
kepada orang tidak diperkenankan apalagi terhadap Rasul. Berekatakalah yang
sungguh bila menyampaikan hadis, jangan di tambah atau di kurangi, ini Namanya
I korupsi. jangan menyebarkan hadis hadis yang hakikatnya tidak sahih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan