هو محمد بن بشار بن
عثمان بن داود بن كيسان العبدي البصري، أبو بكر المعروف ببندار، من حفاظ الحديث
الثقات، لم يخرج من البصرة أكثر عمره برا بأمه، فلمَّا ماتت ارتحل، فكان يقول:
«أردت الخروج فمنعتني أمي، فأطعتها، فبورك لي فيه»، وكان يحدث وهو ابن ثماني عشرة
سنة، وكان أهل البصرة يقدمون عليه، وكان كثير الحديث، فيقول أبو داود: «كتبت عن
بندار نحوا من خمسين ألف حديث»، وكان يحفظ حديثه، ويقرؤه من حفظه، وكان مكثرًا
فيوجد عنده ما ليس عند غيره، روى عنه البخاري 205 حديثًا في صحيحه، ومسلم 460
حديثًا في صحيحه.
Dia adalah Muhammad ibn Bashar ibn Uthman ibn
Dawud ibn Kaysan al-Abdi al-Basri, Abu Bakr, yang dikenal sebagai Bundar, salah
satu penghafal hadits yang terpercaya. Ia tidak meninggalkan Basra hampir
sepanjang hidupnya karena ketaatannya kepada ibunya. Ketika ibunya meninggal,
ia melakukan perjalanan. Ia berkata:
“Aku ingin pergi, tetapi ibuku mencegahku, jadi aku menaatinya, dan aku
diberkati karenanya.” Ia meriwayatkan
hadits ketika berusia delapan belas tahun, dan penduduk Basra biasa
mendatanginya. Ia memiliki banyak hadits, dan Abu Dawud berkata: “Aku telah
mencatat sekitar lima puluh ribu hadits dari Bundar.” Ia biasa menghafal
hadits-haditsnya dan membacanya dari hafalan. Ia sangat produktif, sehingga ia
memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain. Al-Bukhari meriwayatkan 205 hadits
darinya dalam kitab Shahihnya, dan Muslim meriwayatkan 460 hadits darinya dalam
kitab Shahihnya.
Pada tahun sekitar 200 H hadis itu tidak di
kenal orang di Medinah atau Mekkah dan hanya Muhammad bin Basysyar yang
tahu. Hadis itu atau atsar itu memang
bukan Nabi yang bersabda tapi Ibnu Abbas. Karena Rasul tidak bersabda seperti itu ( merapatkan bau waktu salat),
maka di ambillah kata Ibnu Abbas. ini Namanya atsar bukan hadis tidak bisa di
buat sandaran. Kalau di pakai pegangan untuk merapatkan bau dalam salat sama
dengan orang bodoh tentang ilmu hadis ,
pak turut belaka an ikut orang
banyak atau lingkungan.
Makanya Imam hadis tidak banyak yang
meriwayatkan > Imam Maik , Bukhari an Muslim tidak meriwayatkan dalam kitab
mereka . Imam Malik itu tokoh penduduk Medinah mengapa tidak tahu atsar itu.
ATsar tunggal , gharib, tidak perlu di ambil
,tapi buang saja agar tidak menyesatkan orang banyak
٣ - خيارُكم
ألينُكم مناكِبَ في الصَّلاةِ
الراوي: عبدالله بن
عمر • البزار، البحر الزخار (١٢/٢١٨) • لا نعلم رواه عن نافع إلا ليث • أخرجه
الطبراني في (١٢/٤٠٥) (١٣٤٩٤)، وأخرجه ابن شاهين في ((الترغيب في فضائل الأعمال))
(٤٧٤)، والديلمي في ((الفردوس)) (٢٨٥٨) مطولاً
Diriwayatkan oleh: Abdullah ibn Umar •
Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (12/218) • Kami tidak mengetahui ada yang
meriwayatkannya dari Nafi’ kecuali Layth • Diriwayatkan oleh Al-Tabarani dalam
(12/405) (13494), dan oleh Ibn Shahin dalam “Al-Targhib fi Fada’il Al-A’mal”
(474), dan oleh Al-Daylami dalam “Al-Firdaws” (2858) secara panjang lebar
Komentarku ( Marus ali ) :
Perawi tunggalnya adalah Laits yang lemah.
Tinggalkan saja hadis itu dan tidak perlu I pungut atau di ambil. Ia bikin
orang sesat dari jalan lurus menuju jalan serong.
طريق الرواية: ليث بن أبي سليم، عن نافع (مولى ابن عمر)،
عن ابن عمر رضي الله عنهما.
حكم الإسناد: ضعيف
Jenis periwayatan: Layth ibn Abi Sulaym, dari
Nafi' (budak yang dibebaskan oleh Ibn Umar), dari Ibn Umar (semoga Allah
meridai keduanya).
Hukum mengenai rantai periwayatan: Lemah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan