Sabtu, Februari 21, 2026

luruskan barisan waktu salat ke 7

 

هو محمد بن بشار بن عثمان بن داود بن كيسان العبدي البصري، أبو بكر المعروف ببندار، من حفاظ الحديث الثقات، لم يخرج من البصرة أكثر عمره برا بأمه، فلمَّا ماتت ارتحل، فكان يقول: «أردت الخروج فمنعتني أمي، فأطعتها، فبورك لي فيه»، وكان يحدث وهو ابن ثماني عشرة سنة، وكان أهل البصرة يقدمون عليه، وكان كثير الحديث، فيقول أبو داود: «كتبت عن بندار نحوا من خمسين ألف حديث»، وكان يحفظ حديثه، ويقرؤه من حفظه، وكان مكثرًا فيوجد عنده ما ليس عند غيره، روى عنه البخاري 205 حديثًا في صحيحه، ومسلم 460 حديثًا في صحيحه.

Dia adalah Muhammad ibn Bashar ibn Uthman ibn Dawud ibn Kaysan al-Abdi al-Basri, Abu Bakr, yang dikenal sebagai Bundar, salah satu penghafal hadits yang terpercaya. Ia tidak meninggalkan Basra hampir sepanjang hidupnya karena ketaatannya kepada ibunya. Ketika ibunya meninggal, ia melakukan perjalanan. Ia  berkata: “Aku ingin pergi, tetapi ibuku mencegahku, jadi aku menaatinya, dan aku diberkati karenanya.” Ia  meriwayatkan hadits ketika berusia delapan belas tahun, dan penduduk Basra biasa mendatanginya. Ia memiliki banyak hadits, dan Abu Dawud berkata: “Aku telah mencatat sekitar lima puluh ribu hadits dari Bundar.” Ia biasa menghafal hadits-haditsnya dan membacanya dari hafalan. Ia sangat produktif, sehingga ia memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain. Al-Bukhari meriwayatkan 205 hadits darinya dalam kitab Shahihnya, dan Muslim meriwayatkan 460 hadits darinya dalam kitab Shahihnya.

Pada tahun sekitar 200 H hadis itu tidak di kenal orang di Medinah atau Mekkah dan hanya Muhammad bin Basysyar yang tahu.  Hadis itu atau atsar itu memang bukan Nabi yang bersabda tapi Ibnu Abbas. Karena Rasul tidak bersabda  seperti itu ( merapatkan bau waktu salat), maka di ambillah kata Ibnu Abbas. ini Namanya atsar bukan hadis tidak bisa di buat sandaran. Kalau di pakai pegangan untuk merapatkan bau dalam salat sama dengan orang bodoh tentang ilmu hadis ,  pak  turut belaka an ikut orang banyak atau lingkungan.

Makanya Imam hadis tidak banyak yang meriwayatkan > Imam Maik , Bukhari an Muslim tidak meriwayatkan dalam kitab mereka . Imam Malik itu tokoh penduduk Medinah mengapa tidak tahu atsar itu.

ATsar tunggal , gharib, tidak perlu di ambil ,tapi buang saja agar tidak menyesatkan orang banyak

 

 

٣ - خيارُكم ألينُكم مناكِبَ في الصَّلاةِ

الراوي: عبدالله بن عمر • البزار، البحر الزخار (١٢/٢١٨) • لا نعلم رواه عن نافع إلا ليث • أخرجه الطبراني في (١٢/٤٠٥) (١٣٤٩٤)، وأخرجه ابن شاهين في ((الترغيب في فضائل الأعمال)) (٤٧٤)، والديلمي في ((الفردوس)) (٢٨٥٨) مطولاً

3 - Sebaik-baik di antara kalian adalah orang-orang yang bahunya paling lembut ( tidak kaku ) saat shalat.

 

Diriwayatkan oleh: Abdullah ibn Umar • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (12/218) • Kami tidak mengetahui ada yang meriwayatkannya dari Nafi’ kecuali Layth • Diriwayatkan oleh Al-Tabarani dalam (12/405) (13494), dan oleh Ibn Shahin dalam “Al-Targhib fi Fada’il Al-A’mal” (474), dan oleh Al-Daylami dalam “Al-Firdaws” (2858) secara panjang lebar

Komentarku ( Marus ali ) :

Perawi tunggalnya adalah Laits yang lemah. Tinggalkan saja hadis itu dan tidak perlu I pungut atau di ambil. Ia bikin orang sesat dari jalan lurus menuju jalan serong.

طريق الرواية: ليث بن أبي سليم، عن نافع (مولى ابن عمر)، عن ابن عمر رضي الله عنهما.

حكم الإسناد: ضعيف

Jenis periwayatan: Layth ibn Abi Sulaym, dari Nafi' (budak yang dibebaskan oleh Ibn Umar), dari Ibn Umar (semoga Allah meridai keduanya).

 

Hukum mengenai rantai periwayatan: Lemah

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan