سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فإنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِن إقامَةِ الصَّلاةِ.
الراوي: أنس بن مالك • البخاري، صحيح البخاري (٧٢٣) • [صحيح] • أخرجه البخاري (٧٢٣)، ومسلم
(٤٣٣) • شرح الحديث
Luruskan
barisan salat kalian, karena meluruskan barisan salat adalah bagian dari
mendirikan salat.
Diriwayatkan
oleh: Anas bin Malik • Al-Bukhari, Sahih Al-Bukhari (723) • [Sahih] •
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (723) dan Muslim (433) • Penjelasan Hadits
الراوي: أنس بن مالك • مسلم، صحيح مسلم (٤٣٣) • [صحيح] • أخرجه البخاري (٧٢٣)، ومسلم
(٤٣٣). • شرح
حديث مشابه
Perawi:
Anas ibn Malik • Muslim, Sahih Muslim (433) • • Diriwayatkan oleh al-Bukhari
(723) dan Muslim (433). • Penjelasan hadits serupa
Hadis
tersebut diriwayatkan oleh imam Ahmad , Bukhari, Muslim ,Abdullah bin Ahmad
sjuga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan abu Daud. Anehnya imam Malik sebagai
tokoh penduduk Madinah tidak meriwayatkannya. ulama di luar Madinah meriwayatkan tapi imam
Malik tidak mengerti hadis tersebut .
.
المسند الجامع (1/
337)
عَنْ قَتَادَةَ،
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ مِنْ
حُسْنِ الصَّلاَةِ إِقَامَةَ الصُّفُوفِ.
- وفي
رواية: سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ.
- وفي
رواية: أَتِمُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ، يَعْنِي، مِنْ
تَمَامِ الصَّلاَةِ.
- وفي
رواية: سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ إِقَامَةِ
الصَّلاَةِ.
- وفي
رواية: إِنَّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ، إِقَامَةَ الصَّفِّ.
Al-Musnad
al-Jami' (1/337)
Dari
Qatadah, dari Anas ibn Malik, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa
sallam bersabda: “Luruskanlah barisan salat kalian, karena meluruskan barisan
salat adalah bagian dari kebaikan salat.”
-
Dalam riwayat lain: “Luruskanlah barisan salat kalian, karena meluruskan salat
adalah bagian dari kesempurnaan salat.”
-
Dalam riwayat lain: “Sempurnakanlah barisan salat kalian, karena meluruskan
barisan salat adalah bagian dari kesempurnaan salat.” - Dan dalam riwayat lain:
Luruskanlah barisan salat kalian, karena meluruskan salat adalah bagian dari
mendirikan salat.
-
Dan dalam riwayat lain: Sesungguhnya, meluruskan salat adalah bagian dari
kesempurnaan salat.
Hadis
tsb hanya dari qatadah dari Irak ,
namanya sbb:
لشهرة : قتادة بن دعامة السدوسي , الكنيه: أبو الخطاب
النسب : البصري, السدوسي
الرتبة : ثقة ثبت مشهور بالتدليس
عاش في : واسط, البصرة
مات في : واسط
ولد عام : 61
توفي عام : 117
Terkenal: Qatada ibn Di'ama al-Sadusi, nama panggilan: Abu
al-Khattab
Kebangsaan: Basra, al-Sadusi
Tingkatan : Terpercaya, kuat hapalannya , dikenal karena tadlis
(menyembunyikan kekurangan dalam rantai periwayatan)
Tinggal di: Wasit, Basra
Wafat di: Wasit
Lahir pada: 61 H
Wafat pada: 117 H
قتادة بن
دعامة السدوسي (60-118 هـ) هو أحد كبار أئمة التابعين، مفسر، ومحدث، وحافظ
بصري ضرير أكمه، ولقب بـ"حافظ عصره" لشدة حفظه وقوة
ذاكرته. كان ثقة حجة في الحديث، ومن أوعية العلم في العربية وأنساب العرب، أخذ
العلم عن أنس بن مالك والحسن البصري، وتوفي بالطاعون.
Qatadah ibn Di'amah al-Sadusi (60-118 H) adalah salah satu ulama
terkemuka dari kalangan Tabi'in (generasi setelah para Sahabat Nabi), seorang
penafsir Al-Quran, ahli hadits, dan penghafal, buta dari Basra. Ia dikenal
sebagai "penghafal di zamannya" karena daya ingatnya yang luar biasa
dan kemampuannya yang hebat dalam mengingat informasi. Ia adalah seorang ahli
hadits yang terpercaya dan gudang pengetahuan dalam tata bahasa Arab dan
silsilah Arab. Ia belajar di bawah bimbingan Anas ibn Malik dan al-Hasan
al-Basri. Ia meninggal karena wabah penyakit.
Walaupun ia terpercaya tapi meriwayatkan hadis tersebut dlam
keadaan menunggal atau sendirian, hingga hadisnya di namai gharib atau nyeleneh
, boleh dikatakan mungkar menurut ulama hadis dahulu, bukan sekarang . Penduduk
Madinah , Mesir dan Mekkah tidak mengerti hadis tersebut dan hanya satu orang
dari Irak ini .
تفرد
الصدوق (المرتبة الأدنى): إذا
تفرد الصدوق (دون الثقة) بحديث، توقف العلماء فيه، وغالباً ما يُعد من قبيل الضعيف
أو المنكر
Riwayat tunggal dari perawi terpercaya (peringkat lebih rendah):
Jika seorang perawi terpercaya (di bawah tingkat keandalan) adalah satu-satunya
perawi hadits, para ulama menangguhkan penilaian terhadapnya, dan hadits
tersebut sering dianggap lemah atau ditolak.
والملاحظ في النصوص السالفة أن بعضها
صَرَّح بالرد، والبعض صرح بالتوقف، وكلا الأمرين يجمعهما عدم الاحتجاج بالحديث
ابتداءً، إلا أنني
آثرتُ استعمال لفظ (التوقف) في عنوان المطلب لما يلي:
1 - لنص
الخليلي والذهبي وابن رجب، ومفهوم كلام الطبري عن (وجوب التثبت في الحديث المنفرد)، ولمفهوم عبارة ابن أبي حاتم: (وينظر فيه)، مما يشعر بالتوقف.
Patut dicatat bahwa beberapa teks
sebelumnya secara eksplisit menolak hadits tersebut ( hadis perawi sendirian )
, sementara yang lain menyatakan keengganan untuk menerimanya. Kedua pendekatan tersebut memiliki karakteristik yang sama, yaitu tidak
langsung bergantung pada hadits tersebut. Namun, saya memilih untuk menggunakan
istilah "keengganan" dalam judul bagian ini karena alasan berikut:
1-
Karena pernyataan al-Khalili,
al-Dhahabi, dan Ibn Rajab, dan implikasi pernyataan al-Tabari mengenai
"kewajiban untuk memverifikasi hadits yang diriwayatkan oleh satu
perawi," dan karena implikasi ungkapan Ibn Abi Hatim, "dan dia harus
memeriksanya ( mengoreksinya )," yang menunjukkan keengganan untuk
menerima hadits tersebut
Hadis tersebut selayaknya di
sabdakan oleh Nabi di muka umum bukan sendirian . Sebab kondisi waktu berjamaah
. Boleh dikataakan mulai berjamaah, bukan salat sendirian Tapi mengapa kalangan
sahabat hanya Anas bin Maik yang mendengar . Ini kejanggalan.
Lafadh hadisnya juga berbeda beda.
Dan ini sulit ditentukan mana saba nabi yang sebenarnya, dan mana yang bukan. Ini juga illat yang
bikin hadis tersebut tidak bisa di sahihkan . Walaupun pengertiannya satu. Sebab
palingmparah adalah hadis itu tidak di mengerti oleh penduduk Madinah.
جامع الأصول (5/ 609)
رواه البخاري 2 / 173 في صلاة الجماعة،
باب تسوية الصفوف عند الإقامة وبعدها، وباب إقبال الإمام على الناس عند تسوية
الصفوف، وباب إقامة الصف من تمام الصلاة، وباب إلزاق المنكب بالمنكب والقدم بالقدم
في الصف، ومسلم رقم (433) و (434) في الصلاة، باب تسوية الصفوف وإقامتها، وأبو
داود رقم (667) و (668) و (669) و (670) و (671) في الصلاة، باب تسوية الصفوف،
والنسائي 2 / 91 في الإمامة، باب كم مرة يقول: استووا، وباب حث الإمام على رص الصفوف
والمقاربة بينها، وباب الصف المؤخر.
Jami’
al-Usul (5/609)
Diriwayatkan
oleh al-Bukhari 2/173 dalam bab tentang shalat berjamaah, bab tentang
meluruskan barisan salat berjamaah ketika dan setelah iqamah, bab tentang imam
menghadap orang-orang ketika meluruskan salat berjamaah, bab tentang meluruskan
salat berjamaah sebagai bagian dari shalat, bab tentang menyelaraskan bahu ke
bahu dan kaki ke kaki dalam salat berjamaah, dan oleh Muslim No. (433) dan
(434) dalam bab tentang shalat, bab tentang meluruskan dan menyelaraskan salat
berjamaah, dan oleh Abu Dawud No. (667), (668), (669), (670) dan (671) dalam
bab tentang shalat, bab tentang meluruskan salat berjamaah, dan oleh al-Nasa’i
2/91 dalam bab tentang memimpin shalat, bab tentang berapa kali mengucapkan:
luruskan salat berjamaah, bab tentang imam menganjurkan salat berjamaah untuk
berdekatan dan bersebelahan, dan bab tentang salat baris terakhir.
Komentarku ( Mahrus ali ) : Ternyata Imam
Malik tiak meriwayatkan, berarti Imam Maik tidak mengerti hadis itu , begtu
juga imam Syafii atau Imam Abu Hanifah. Tabiin tidak ada yang mengertinya
kecuali qatadah dari IRak. Dan hadis dari orang Irak ini masih perlu di
vertivikasi.
Ada
hadis lagi sbb :
اعْتَدِلُوا سَوُّوا صفوفَكم، وعن يَسارِهِ: اعْتَدِلُوا سَوُّوا صفوفَكم
الراوي: أنس بن مالك • الألباني، هداية الرواة (١٠٥٥) • إسناده ضعيف • أخرجه أبو داود (٦٧٠)، وابن حبان
(٢١٦٨) باختلاف يسير
Luruskan
barisanmu, dan di sebelah kirinya: Luruskan barisanmu.
Diriwayatkan
oleh: Anas bin Malik • Al-Albani, Hidayat ar-Ruwat (1055) • Sanad
periwayatannya lemah • Juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (670) dan Ibn Hibban
(2168) dengan sedikit variasi
- أنَّه ﷺ كانَ يقولُ عن يمينِه
اعتدِلوا سوُّوا صفوفَكم وعن يسارِه اعتدلوا سوُّوا صفوفَكم
الراوي: أنس بن مالك • ابن حجر العسقلاني، هداية الرواة (١/٤٧٩) • [حسن كما قال في المقدمة] • أخرجه أبو داود (٦٧٠)، والبيهقي (٢٣٢٨) واللفظ لهما، وابن حبان
(٢١٦٨) بلفظه مطولًا.
-
Bahwa beliau saw biasa berkata kepada sebelah kanannya, “Luruskan barisan
kalian,” dan kepada sebelah kirinya, “Luruskan barisan kalian.”
Perawi:
Anas bin Malik • Ibn Hajar al-Asqalani, Hidayat al-Ruwat (1/479) • [Hasan
sebagaimana yang dikatakannya dalam pengantar] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud
(670), al-Bayhaqi (2328) dan redaksinya adalah milik mereka, dan Ibn Hibban
(2168) dengan redaksinya yang lebih panjang.
الراوي: أنس • شعيب الأرنؤوط، تخريج سنن أبي داود (٦٧٠) • إسناده ضعيف • أخرجه أبو داود (٦٧٠) واللفظ له، والبخاري
(٧١٩)، ومسلم (٤٣٣) بنحوه.
Perawi: Anas • Shuaib Al-Arna’ut,
Takhrij Sunan Abi Dawud (670) • Rantai periwayatannya lemah • Diriwayatkan oleh
Abu Dawud (670) dan redaksinya sama, dan oleh Al-Bukhari (719), dan Muslim
(433) dengan redaksi yang serupa.
Komentarku ( Marus ali ) Hadis itu
walau muttafaq alaih tapi lemah.
جاء أنسٌ فقعدَ مكانكَ
فقال: تدرونَ ما هذا العودُ؟ قلنا: لا. قال: إن رسولَ اللهِ ﷺ كان إذا قامَ إلى
الصلاةِ أخذهُ بيمينِهِ فقال: اعتدلوا وسوّوا صفوفكُم. ثم
أخذهُ بيسارهِ فقال: اعتدلوا وسوّوا صفوفكُم. فلما
هدمَ المسجدُ فُقِدَ فالتمسهُ عمرُ فوجدهُ وقد أخذهُ بنو عمرو بن عوفٍ فجعلوهُ في
مسجدهِم فأخذهُ فأعادهُ.
Anas datang dan duduk di tempatmu lalu
berkata: Apakah kalian tahu apa tongkat ini? Kami menjawab: Tidak. Dia berkata:
Ketika Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, beliau
mengambilnya dengan tangan kanannya dan berkata: Luruskan barisan salat kalian.
Kemudian beliau mengambilnya dengan tangan kirinya dan berkata: Luruskan salat
kalian. Ketika masjid dihancurkan, tongkat itu hilang, lalu Umar mencarinya dan
menemukannya. Putra-putra Amr bin Awf telah mengambilnya dan menaruhnya di
masjid mereka, lalu Umar mengambilnya dan mengembalikannya.
لراوي: أنس بن مالك • الذهبي، المهذب في اختصار السنن (٢/١٠٦٤) • تابعه حاتم بن إسماعيل , عن مصعب , وقد ضعف ابن معين وأحمد
مصعباً • أخرجه أبو داود (٦٦٩)، وأحمد
(١٣٦٦٩)، والطحاوي في ((شرح مشكل الآثار)) (٥٦٢٨)، وابن حبان (٢١٦٨) بمعناه.
Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik •
Al-Dhahabi, Al-Muhadhdhab fi Ikhtisar Al-Sunan (2/1064) • Diikuti oleh Hatim
bin Ismail, dari Musab, dan Ibnu Ma’in dan Ahmad menganggap Musab lemah •
Diriwayatkan oleh Abu Dawud (669), Ahmad (13669), Al-Tahawi dalam Sharh Mushkil
Al-Athar (5628), dan Ibnu Hibban (2168) dengan arti yang sama. ( Hadis lemah ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan