Senin, Agustus 10, 2026

jAWABANKU UNTUK BIN BAZ

 

Konentarku kepada syaikh bin baz

Situs web bin baz

إثبات عذاب القبر ونعيمه

السؤال

لهن قضية حول عذاب القبر ونعيمه سماحة الشيخ: سؤالهن على قدر ما استطعن أن يكتبن، يقلن:

عندما يدفن الميت هل ترجع روحه إليه في القبر؟ وإذا كان الأمر كذلك، فإلى متى يبقى الميت في العذاب؟

أم تصعد روحه إلى السماء العليا؟ وهل تبقى أم يستمر العذاب حتى يوم الحساب؟ أفيدونا؛ لأن الذين ماتوا منذ زمان بعيد منذ قرون مضت هل يبقون في العذاب، أم ينتظر حتى يوم الحساب

نريد أن توضحوا لنا هذا الأمر، جزاكم الله خيرًا.

 

Bukti Siksaan dan Kebahagiaan di Kubur

Pertanyaan:

 

Mereka( Kaum wanita ) memiliki pertanyaan mengenai siksaan dan kebahagiaan di kubur, Yang Mulia. Pertanyaan mereka, sejauh yang dapat mereka tulis, adalah sebagai berikut:

Ketika seseorang dikuburkan, apakah jiwanya kembali kepadanya di kubur? Jika demikian, berapa lama orang yang meninggal tersebut tetap berada dalam siksaan?

Atau apakah jiwanya naik ke surga tertinggi? Dan apakah jiwanya tetap di sana, atau apakah siksaan berlanjut hingga Hari Kiamat? Mohon berikan nasihat kepada kami, karena mereka yang meninggal sejak lama, berabad-abad yang lalu—apakah mereka tetap berada dalam siksaan, atau apakah mereka menunggu hingga Hari Kiamat?

Kami ingin Anda menjelaskan masalah ini kepada kami. Semoga Allah membalas Anda.

 

الجواب:

القبر إما روضة من رياض الجنة، أو حفرة من حفر النار، كما جاءت به الأحاديث عن رسول الله -عليه الصلاة والسلام- فالمؤمن ينعم في قبره، المؤمن في نعيم في قبره، وروحه في نعيم في الجنة، تنقل إلى الجنة، أرواح المؤمنين تكون في الجنة في شكل طائر يرد الجنة، ويأكل من ثمارها، تكون هذه الأرواح بشكل طائر ترد الجنة، وتأكل من ثمارها.

ويردها الله إلى الجسد إذا شاءعند السؤال، وفي الأوقات الأخرى التي يشاؤها الله -جل وعلا-.

وهو في نعيم أبدًا، وهو في نعيم وجسده ما دام باقيًا، فهو في نعيم، يناله نصيب من النعيم، كما يشاء الله سبحانه، والكافر في عذاب روحه في عذاب، وينال جسده نصيبه من العذاب

Jawaban:

Kuburan itu bisa berupa taman dari taman-taman Surga atau lubang dari lubang-lubang Neraka, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits dari Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam. Orang beriman diberkati di dalam kuburnya; orang beriman berada dalam kebahagiaan di dalam kuburnya, dan jiwanya berada dalam kebahagiaan di Surga. Jiwanya diangkat ke Surga. Jiwa orang-orang beriman berada di Surga dalam bentuk burung-burung yang mengunjungi Surga dan memakan buah-buahannya. Jiwa-jiwa ini berada dalam bentuk burung-burung yang mengunjungi Surga dan memakan buah-buahannya.

Dan Allah mengembalikannya ke dalam tubuh ketika Dia kehendaki, pada saat ditanya, dan pada waktu-waktu lain yang Dia, Yang Maha Tinggi, kehendaki.

Ia berada dalam kebahagiaan abadi, dan tubuhnya berada dalam kebahagiaan selama masih ada. Ia menerima bagian kebahagiaan, sebagaimana yang dikehendaki Allah Yang Maha Agung. Adapun orang kafir, jiwanya berada dalam siksaan, dan tubuhnya menerima bagian siksaannya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Barangkali bin bas itu berpegangan kepada hadis sebagai berikut:

١- القبْرُ رَوضةٌ مِن رِياضِ الجنَّةِ، أو حُفرةٌ مِن حُفَرِ النارِ.

الراوي: سعيد بن جبير • شعيب الأرنؤوط، تخريج منهاج القاصدين (٣٩٩) • [في سنده ضعيفان

1- Kuburan itu bisa berupa taman dari taman-taman Surga atau lubang dari lubang-lubang Neraka.

Diriwayatkan oleh: Sa'id ibn Jubayr • Shu'ayb al-Arna'ut, Takhrij Minhaj al-Qasidin (399) • [Rantai periwayatannya mengandung dua perawi lemah]

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Ia hadis lemah.

٣- القبرُ رَوضَةٌ من رياضِ الجنةِ، أو حُفرَةٌ من حُفَرِ النارِ

الراوي: أبو سعيد الخدري وأبو هريرة • السخاوي، المقاصد الحسنة (٣٥٩) • إسناده ضعيف • أخرجه الترمذي (٢٤٦٠) واللفظ له.

3. Kuburan itu bisa berupa taman dari taman-taman Surga, atau lubang dari lubang-lubang Neraka.

Diriwayatkan oleh: Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Hurayrah • Al-Sakhawi, Al-Maqasid al-Hasanah (359) • Sanad periwayatannya lemah • Juga diriwayatkan oleh al-Tirmidhi (2460), dan redaksinya adalah redaksi beliau.

[عن سعيد بن جبير:] القبرُ روضَةٌ من رياضِ الجنَّةِ أو حفرةٌ من حُفَرِ النّارِ.

الشوكاني، الفوائد المجموعة (٢٦٩) • لم يصب من ذكره في الموضوعات فقد أخرجه الترمذي والطبراني وفي إسناده ضعف

[Dari Sa'id ibn Jubayr:] Kuburan itu adalah taman dari taman-taman Surga atau lubang dari lubang-lubang Neraka.

Al-Shawkani, Al-Fawa'id al-Majmu'ah (269) • Siapa pun yang memasukkannya ke dalam buku hadits palsu telah keliru, karena hadits ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dan al-Tabarani, dan sanadnya lemah.

Jadi kuburan itu bukan kenikmatan atau tempat siksa an tapi kuburan itu tidak ada siksaan dan tidak ada kenikmatan, karena manusia di dalam kuburan adalah tidur seperti orang tidur tapi rohnya sudah dicabut sudah mati sebagaimana ayat

Ayat 15ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

Al mukminun

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.

Bila manusia di kuburan mendapatkan kenikmatan , apakah kenikmatan itu berupa minuman lalu mereka minum atau berupa bidadari lalu mereka bertemu dengannya atau bersenang-senang dengannya atau kenikmatan lain ada kasurnya ada air yang dingin dan lain-lain.Bila berupa siksaan maka siksaan itu berupa apa, apakah api yang menyala atau cambuk dan lain-lain Ternyata yang benar di kuburan itu nggak ada kenikmatan dan tidak ada siksaan sebagaimana ayat sebagai berikut

52قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya). Yasin 51

Bersambung……………..

 

 

Selasa, Juli 07, 2026

KisahAbu Thalib wafat

 

َضَرَت أبا طالِبٍ الوفاةُ

إتحاف المهرة لابن حجر (13/ 195)

حب في الخامس من الخامس: أنا ابن قتيبة، ثنا حرملة بن يحيى، ثنا ابن وهب، أنا يونس، عن ابن شهاب، أخبرني سعيد بن المسيب، عن أبيه، به.

رواه أحمد: ثنا عبد الرزاق، ثنا معمر، عن الزهري، به.

اللؤلؤ والمرجان فيما اتفق عليه الشيخان (1/ 6)

حديث المُسَيَّبِ بْنِ حَزْنٍ قَالَ: لَمّا حَضَرَتْ أَبا طَالِبٍ الْوَفاةُ جاءَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبا جَهْلِ بْنَ هِشامٍ وَعَبْدَ اللهِ بْنَ أَبي أُمَيَّةَ بْنِ المُغِيرَة، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأبي طالِبٍ يا عَمِّ قُلْ لا إِلهَ إِلاّ اللهَ كَلِمَةَ أَشْهَدُ لَكَ بِها عِنْدَ اللهِ، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللهِ بْنِ أَبي أُمَيَّةَ يا أَبا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ المُطَّلِب فَلَمْ يَزَل رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُها عَلَيْهِ، وَيَعُودَانِ بِتِلْكَ المَقالَةِ حَتّى قَالَ أَبو طَالِبٍ، آخِرَ ما كَلَّمَهُمْ، هُوَ عَلى مِلَّة عَبْدِ المُطَّلِبِ، وَأَبى أَنْ يَقُولَ لا إِلهَ إِلاّ الله، فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمّا وَاللهِ لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ ما لَمْ أُنْهَ عَنْكَ فَأَنْزَلَ اللهُ تَعالى فِيهِ (مَا كانَ لِلنَّبِي) الآية

__________

المسند الجامع (15/ 164)

11432- عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ:

لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ، جَاءَهُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَوَجَدَ عِنْدَهِ أَبَا جَهْلٍ، وَعَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، فَقَالَ: أَيْ عَمِّ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللهِ، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ: أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَلَمَ يَزَلْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ، وَيُعِيدَانِهِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ،

4772)

Diriwayatkan dari Sa'id ibn al-Musayyab, dari ayahnya, yang berkata:

Ketika Abu Talib berada di ranjang ajalnya, Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mendatanginya dan mendapati Abu Jahl dan Abdullah ibn Abi Umayyah ibn al-Mughirah bersamanya. Beliau berkata: "Wahai pamanku, ucapkanlah 'Tidak ada Tuhan selain Allah,' sebuah pernyataan yang dengannya aku dapat membelamu di hadapan Allah."

، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ: أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَلَمَ يَزَلْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ، وَيُعِيدَانِهِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ

 Abu Jahl dan Abdullah ibn Abi Umayyah berkata: "Apakah kalian berpaling dari agama Abd  Al-Muttalib’’, dan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam terus menyampaikannya kepadanya, dan mereka terus mengulangi pernyataan itu kepadanya,

حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ، آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ: عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، وَأَبَى أَنْ يَقُولُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: وَاللهِ، لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ: "مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينِ) ، وَأَنْزَلَ اللهُ فِي أَبِي طَالِبٍ، فَقَالَ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: "إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ". خ (

 

sampai Abu Talib berkata, sebagai kata-kata terakhirnya kepada mereka: "Aku berada di agama Abdul-Muttalib," dan dia menolak untuk mengatakan: "Tidak ada Tuhan selain Allah." Dia berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang melakukannya.” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya: “Bukanlah hak Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan atas dosa-dosa mereka.” (Bagi kaum musyrik), dan Allah menurunkan firman-Nya tentang Abu Talib, lalu ia berkata kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam: “Sesungguhnya kamu tidak memberi petunjuk kepada siapa yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” (4772)

بيان الوهم والإيهام في كتاب الأحكام (2/ 470)

 وَهُوَ عِنْدِي مُرْسل، لَا من جِهَة الِاحْتِمَال الَّذِي فِي قَول الصَّحَابِيّ: قَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ -، من أَن لَا يكون سمع ذَلِك، لَكِن من جِهَة أَن الْمسيب بن حزن بن أبي وهب إِنَّمَا هُوَ وَأَبوهُ من مسلمة الْفَتْح.

Penjelasan la wahm wal iham dalam Kitab Ahkam (2/470)

Menurut hemat saya, Hadis itu  adalah mursal, bukan dari sudut pandang kemungkinan sahabat berkata: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - berkata, bahwa dia tidak mendengarnya, tetapi dari sudut pandang bahwa Al-Musayyab bin Hazn bin Abi Wahb, dia dan ayahnya berasal dari orang yang masuk islam waktu penaklukan kota Mekkah.

HR BUkhari , muslim, ahmad dan nasai .

Jadi ayah Said tidak mengetahui kejaadia itu , sebab belum Masuk islam, dan tidak ada keterangan saat itu dia berada di sana. Dan benar bila di katakana haddis itu mursal, ( lemah ).

 

 

Perawi tunggalnya adalah Ibnu Syihab al zhri . .

قال علي بن المديني : له نحو من ألفي حديث . وقال أبو داود : حديثه ألفان ومائتا حديث ، النصف منها مسند

Ali bin al-Madini berkata: Beliau memiliki sekitar dua ribu hadits. Abu Dawud berkata: Hadits-haditsnya berjumlah dua ribu dua ratus, setengahnya merupakan sanad yang sahih.

 

هو الإمام أبو بكر محمد بن مسلم بن شهاب الزهري. قُرَشيّ من بني زُهرة. وُلد في المدينة المنورة سنة 50 للهجرة أو بعدها، ونشأ فيها، ثم أقام في الشام، وصَحِبَ خلفاء بني أميّة.

Beliau ( Al zuhri ) adalah Imam Abu Bakr Muhammad ibn Muslim ibn Shihab al-Zuhri. Beliau adalah seorang Quraisy dari Bani Zuhra. Beliau lahir di Madinah pada tahun 50 Hijriah atau setelahnya, dan dibesarkan di sana, kemudian beliau menetap di Levant, dan mendampingi para khalifah Umayyah.

وفاته: توفي الزهري سنة مئة وأربع وعشرين للهجرة، في شغب بين الحجاز وفلسطين.

رحمه الله تعالى ورضي عنه، وهيّأ للأمّة العلماء الزهّاد الكرماء الناصحين.

Wafatnya: Al-Zuhri wafat pada tahun 124 Hijriah, pada masa konflik antara Hijaz dan Palestina.

 

Semoga Allaerah dan meridainya, serta menganugerahkan kepada umat Muslim para ulama yang saleh, dermawan, dan tulus.

Ibnu sihap meriwayatkan hadis sampai 2200 setengahnya sahih.Saya sendiri masih meragukan , kok begitu banyak hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu syihab ini, Apalagi beliau terkenal muda llis  orang yang ahli menyelipkan perawi lemah agar hadisnya tanpak shahih-tahun 100-an bagaimana beliau bisa mengumpulkan hadis-hadis itu. Kalau dilihat abu bakar saja hadisnya sedikit sekali apalagi  abu bakar itu yang paling sering kumpul dengan nabi tapi hadisnya sedikit sekali . Ada orang mengumpulkan musnad abu bakar secara khusus  sebagai berikut

  Komentarku ( Mahrus ali ) :

والظاهر - والله أعلم - أن المؤلف قصد إلى جمع كل ما أمكن الوقوف عليه من الأحاديث المروية من طريق أبي بكر؛ فلأجل ذلك لم يتحر الصحة في المرويات.

Tampaknya—dan Allah Maha Mengetahui—penulis bermaksud mengumpulkan semua hadits yang diriwayatkan melalui Abu Bakar yang dapat ia temukan; oleh karena itu, ia tidak memverifikasi keaslian riwayat tersebut.

Jumlah hadits yang disertakan, termasuk pengulangan, adalah 140.

Pengarangnya Abu bakar al marwazi.

هذا؛ وقد بلغت جملة ما فيه من الأحاديث ١٤٠ حديثا بالمكرر

Ini; dan jumlah total hadits yang terkandung di dalamnya, termasuk pengulangan, adalah 140.

Riwayat abu Thalib itu bila dipercaya maka akan bertentangan dengan ayat 90 Yunus cerita tentang Firaun di akhir hayatnya membaca kalimat tauhid tapi tidak diterima oleh Allah .makanya nabi tidak akan menyuruh abu Thalib untuk membaca kalimat tauhid ketika menjelang wafatnya sebab beliau adalah kafir

Senin, Juli 06, 2026

orang kafir masuk surga benarkah ?

 

Hadis orang kafir masuk surga benar ?

٣- قال رجُلٌ لمْ يعمَلْ خيرًا قَطُّ لأهلِهِ، إذا ما مات، فأحرِقوهُ، فذَرُّوا نِصفَهُ في البَرِّ، ونِصفَهُ في البَحرِ، فواللهِ لَئِنْ قدَر اللهُ عليه لَيُعَذِّبَنَّهُ عذابًا لا يُعَذِّبُهُ أحَدًا منَ العالَمِينَ، فلمّا مات فعَلوا، فأمَر اللهُ البَحرَ فجمَع ما فيه، وأمَر البَرَّ فجمَع ما فيه، ثمَّ قال: لِمَ فعَلْتَ هذا؟ قال: مِن خَشْيَتِكَ يا ربِّ، وأنتَ أعلَمُ، فغفَر له.

الراوي: أبو هريرة • شعيب الأرنؤوط، تخريج مشكل الآثار (٥٦٣) • إسناده صحيح على شرطهما • أخرجه الطحاوي في  ((شرح مشكل الآثار)) (٥٦٣) واللفظ له، والبخاري (٣٤٨١)، ومسلم (٢٧٥٦) كلاهما بنحوه.

جامع الأصول (8/ 42)

«كان رجل يُسْرِفُ على نَفسِه، فلما حَضَرَهُ الموتُ،

جامع الأصول (8/ 42)

قال رجل لم يعمل حسنة قَطُّ لأهله: إذا مات فَحرِّقُوه

Jami' al-Usul (8/42)

 

"Ada seorang pria yang sangat sombong.(  melewati batas dalam kjelekan ) Ketika kematian menghampirinya,

Jami' al-Usul (8/42)

Seorang pria yang tidak pernah berbuat baik kepada keluarganya berkata: 'Ketika dia meninggal, bakarlah dia.'"

 

 

 Seorang pria yang tidak pernah berbuat baik kepada keluarganya berkata, “Ketika aku mati, bakarlah aku, lalu sebarkanlah separuh abuku di darat dan separuhnya lagi di laut. Karena demi Allah, jika Allah mempunyai kuasa atas aku, Ia akan menghukumku dengan hukuman yang tidak seperti hukuman apa pun di dunia.” Maka ketika ia mati, mereka melakukan seperti yang diperintahkannya. Kemudian Allah memerintahkan laut untuk mengumpulkan apa yang ada di dalamnya, dan Ia memerintahkan darat untuk mengumpulkan apa yang ada di dalamnya. Kemudian Ia berkata, “Mengapa kamu melakukan ini?” Ia menjawab, “Karena takut kepada-Mu, ya Tuhan, dan Engkau Maha Mengetahui.” Maka Allah mengampuninya.

 

Perawi: Abu Hurairah • Shuaib Al-Arna’ut, Takhrij Mushkil Al-Athar (563) • Rantai periwayatannya sahih menurut syarat-syarat mereka • Diriwayatkan oleh Al-Tahawi dalam Sharh Mushkil Al-Athar (563) dan redaksinya sama dengan miliknya, dan oleh Al-Bukhari (3481), dan Muslim (2756), keduanya dengan redaksi yang serupa.

 

ابن عبد البر، الاستذكار (٢/٦١٩) • روي موقوفاً والصواب رفعه، وقد روي من طرق كثيرة • أخرجه البخاري (٧٥٠٦)، ومسلم (٢٧٥٦)

Ibn Abd al-Barr, Al-Istidhkar (2/619) • Diriwayatkan sebagai pernyataan seorang Sahabat,( Mauquf ) namun pandangan yang benar adalah bahwa itu adalah pernyataan Nabi. Diriwayatkan melalui banyak rantai periwayatan. • Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7506) dan Muslim (2756).

الألباني، صحيح النسائي (٢٠٧٨) • صحيح • أخرجه مسلم (٢٧٥٦) باختلاف يسير، والنسائي (٢٠٧٩) واللفظ له • شرح حديث مشابه

Al-Albani, Sahih An-Nasa'i (2078) • Sahih • Diriwayatkan oleh Muslim (2756) dengan sedikit perbedaan, dan An-Nasa'i (2079) dengan redaksi seperti di atas • Penjelasan hadits serupa

[Perawi tungggal hadis tsb adalah Zuhri dan beliau adalah

[هو الإمام أبو بكر محمد بن مسلم بن شهاب الزهري. قُرَشيّ من بني زُهرة. وُلد في المدينة المنورة سنة 50 للهجرة

Beliau adalah Imam Abu Bakr Muhammad ibn Muslim ibn Shihab al-Zuhri. Seorang Quraisy dari Bani Zuhrah. Beliau lahir di Madinah pada tahun 50 Hijriah.

وفاته: توفي الزهري سنة مئة وأربع وعشرين للهجرة، في شغب بين الحجاز وفلسطين

 

رحمه الله تعالى ورضي عنه، وهيّأ للأمّة العلماء الزهّاد الكرماء الناصحين.

Wafatnya: Al-Zuhri wafat pada tahun 124 Hijriah, di staghob  antara Hijaz dan Palestina.

Semoga Allah merahmatinya dan meridainya, serta menganugerahkan kepada umat Muslim para ulama yang saleh, dermawan, dan tulus.bertempat tinggal d suria

Hadis tersebut kadang diriwayatkan oleh az-zuhri yaitu orang Syam Suriah kadang diriwayatkan oleh imam Malik masing-masing dari abu Hurairah sanadnya  masih dikatakan bagus,Bararti bukan perawi tunggal karena imam malik meriwayatkan .  boleh juga di shahihkan, tapi hadis itu  tidak hanya sanadnya yang bagus tapi kalimatnya tidak bertentangan dengan al quran. Ada perbedaan kalimat dari hadis tersebut dari satu perawi yaitu abu Hurairah mana yang benar. kita tidak tahu kalimatnya sebagaimana di sebutkan di atas.

Arti musrifin juga di sebut dalm al quran seperti Firaun sbb ;

فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

[10.02, 24/6/2026] Mahrus ali: Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui bat

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Lelaki dalam hadis tersebut adalah kafir, kalau dia muslim akan mengerjakan kebaikan, salat puasa dan lain-lain. Tapi  dia tidak melakukan kebaikan sama sekali, makanya saya katakan lelaki itu kafir,  dia melanggar juga dengan wasiat agar tubuhnya dibakar. Dalam Islam membakar tubuh mayat itu tidak diperkenankan dan tidak dilakukan oleh para nabi atau sahabat. Anehnya hadis itu dimasukkan di dalam shahih Bukhari an muslim dan Albani sendiri menshahehkan . Mestinya hadits tersebut adalah lemah. tinggalkan saja jangan dibuat pegangandan jangan dipercaya, tapi ragukan saja buang saja walaupun ia muttafaq alih diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dalam kitab shahihnya . Kalau kita ini percaya pada hadis tersebut berbahaya karena orang kafir kok masuk surga

bila dosa lelaki itu sudah diampun. sudah tentu tidak dimasukkan ke neraka tapi ke surge.  Untuk apa pengampunan dosa lalu tetap dimasukkan ke dalam neraka. Kalau dia dimasukkan ke surga maka akan ditiru oleh kaum muslimin.  kalau disahihkan akan dibuat pedoman oleh bangsa sekarang, makanya hadis tersebut tidak benar tapi kok disahihkan oleh Albani, tepatlah apa yang dikatakan oleh syekh Mahfud dalam kitab manhaj dzawin nadhor bahwa ahli hadis itu bodoh-bodoh.

 Dan tidak mengerti makna matan atau arti redaksi hadits itu, karena itu jangan terlalu percaya dengan omongan ahli hadis yang tidak mengerti makna hadits kalau dipercaya kita yang berbahaya. Percayalah ahi quran yang alim.

 

Masuk surge cukup baca kalimat tauhid di akhir hayatnya , benarkah ?

 

Masuk surge cukup baca kalimat tauhid di akhir hayatnya , benarkah ?

٤- من كان آخرُ كلامِه لا إله إلا اللهُ، دخل الجنَّةَ

الراوي: معاذ بن جبل • الألباني، صحيح الجامع (٦٤٧٩) • صحيح • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢4

. Barang siapa yang mengucapkan kata-kata terakhirnya "Tidak ada Tuhan selain Allah," maka ia akan masuk Surga.

Diriwayatkan oleh: Mu'adz ibn Jabal • Al-Albani, Sahih al-Jami' (6479) • Sahih • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116) dan redaksinya adalah miliknya, dan Ahmad (22034)٢٠٣٤)

ابن العربي، عارضة الأحوذي (٢/٣٦٩) • ثابت صحيح من طرق كثيرة • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه

Ibn al-Arabi, 'Aridat al-Ahwadhi (2/369) • Otentik dan sahih menurut banyak sanad • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116), dan redaksi haditsnya  miliknya, dan Ahmad (22034) • Penjelasan hadits serupa

 

ابن الملقن، تحفة المحتاج (١/٥٨١) • صحيح أو حسن [كما اشترط على نفسه في المقدمة] • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه

Ibn al-Mulaqqin, Tuhfat al-Muhtaj (1/581) • sahih atau baik [sebagaimana yang beliau tetapkan dalam pendahuluan] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116), dan redaksi haditsnya adalah miliknya, dan Ahmad (22034) • Penjelasan hadits serupa

الألباني، شرح الطحاوية (٧٨) • حسن أو صحيح • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه

Al-Albani, Syarh al-Tahawiyyah (78) • Hasan atau Sahih • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116) dan redaksi haditsnya sama dengan hadits Ahmad (22034) • Penjelasan hadits serupa

محمد جار الله الصعدي، النوافح العطرة (٤٠٠) • صحيح

Muhammad Jarallah Al-Sa'di, Al-Nawafih Al-'Atirah (400) • Sahih

لسبكي (الابن)، فيض القدير (٦/ ٢٠٦) • صحيح • -

Al-Subki (putra), Fayd al-Qadir (6/206) • Sahih

السيوطي، الجامع الصغير (٨٩٤٦) • صحيح

Al-Suyuti, Al-Jami’ Al-Saghir (8946) • Sahih

الحاكم ، المستدرك على الصحيحين (١٣١٧) • صحيح الإسناد

Al-Hakim, Al-Mustadrak 'ala al-Sahihayn (1317) • Rantai periwayatan yang sahih

 

Komentarku ( Mahrus ali ) :

   AL hakim hanya menyatakan rantai sanadnya yang sahih bukan matannya atau redaksinya.

 

ابن الملقن، البدر المنير (٥/١٨٨) • صحيح

Ibnu al-Mulaqqin, al-Badr al-Munir (5/188) •

Shahih

 

الألباني، هداية الرواة (١٥٦٤) • إسناده صحيح

Al-Albani, Hidayat al-Ruwat (1564) • Rantai periwayatannya sahih

 Komentarku ( Mahrus ali ) :

Al bani kadang menyatakan sanadnya saja yang sahih, kadang hasan kadang sahih. Jadi belum ada kepastian, masih ragu.

شعيب الأرنؤوط، تخريج شرح الطحاوية (٢٣) • سنده حسن

Shu'ayb al-Arna'ut, Takhrij Sharh al-Tahawiyyah (23) • Rantai sanadnya hasan .

ابن حجر العسقلاني، هداية الرواة (٢/١٨٨) • [حسن كما قال في المقدمة]

Ibnu Hajar al-Asqalani, Hidayat al-Ruwat (2/188) • [Hasan seperti yang dikatakannya pada pendahuluan]

ابن تيمية، مجموع الفتاوى (١٠/٢٢٧) • ثابت

Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa (10/227) • Tsabit ( seperti sahih ).

ابن القطان، فيض القدير (٦/ ٢٠٦) • [فيه] صالح بن أبي عريب لا يعرف حاله ولا يعرف من روى عنه غير عبد الحميد

Ibn al-Qattan, Fayd al-Qadir (6/206) • [Kitab ini memuat] Salih ibn Abi Urayb, yang statusnya tidak diketahui,( perawi yang tidak di kenal ) dan tidak ada seorang pun selain Abd al-Hamid yang diketahui meriwayatkan darinya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Hadis tsb sangat lemah sekalipun banyak ulama yang mensahihkan, sebab ada perawi shalih bin Abi Urab yang tidak dikenal > perawi sedemikian ini biasanya hadis tsb di katakan palsu. Apalagi dia juga perawi tunggalnya. Hadisnya gharib dan tidak bisa dikatakan sahih tapi mungkar. Bukhari , Muslim , Imam Malik dan penduduk Madinah tidak tahu  tidak tahu hadis tsb.

Siapakah shalih bin Abi Uraib itu ?

صالح بن أبي عريب قليب بن حرمل الحضرمي

الحياة والتاريخ

الميلاد:

غير معروف

الوفاة:

غير معروف

الفترة:

بين ٢٠ هـ (٦٤٠م) و ١٢٠ هـ (٧٣٧م)

 

الأماكن

أماكن الإقامة:

حضرموت, اليمن

Salih ibn Abi Urayb Qulayb ibn Harmal al-Hadrami

Kehidupan dan Sejarah

Kelahiran:

Tidak diketahui

Kematian:

Tidak diketahui

Periode:

Antara 20 H (640 M) dan 120 H (737 M)

Tempat

Tempat Tinggal:

Hadramawt, Yaman

Sekitar seratus tahun hijriyah tida ada yang mengerti hadis tsb kecuali satu orang itu. Penduduk Madinah saja tidak ada yang tahu .

Bila kita percaya pada hadis tersebut maka kita akan bertentangan dengan ayat yang menerangkan bahwa Firaun itu akhir hayatnya membaca kalimat lailahaillallah tapi dia masih dikatakan kafir

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ

 وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.  90 -91 Yunus

 

Firaun saja sudah menyatakan kalimat tauhid  dan sudah menyatakan muslim, namun tidak diterima oleh Allah, bila kita menyatakan orang yang  akhir hayatnya membaca kalimat tauhid maka masuk surga padahal orang tersebut mungkin sekali sebelumnya tidak salat tidak zakat dan tidak menjalankan kebaikan sama sekali, namun cukup membaca kalimat tauhid dalam akhir hayatnya. lalu dimasukkan ke surga ini sangat bertentangan dengan banyak ayat . Apalagi surga itu untuk orang-orang yang bertakwa , bukan orang yang waktu hidupnya bejat rusak moralnya dan tidak pernah menjalankan kebaikan lalu dimasukkan surga karena diakhiri dengan kalimat tauhid waktu akan meninggal

Ada toko ahli bidah yang menyatakan walaupun banyak kalangan NU itu menjalankan kebidanan tapi akhir hayatnya membaca kalimat tauhid dan jelas surge. Ada yang mengatakan kamu jangan menghina atau meremehkan kepada orang-orang yang bertahlilan mereka itu ketika akan meninggal dunia membaca kalimat tauhid walaupun tidak salat, tapi kalau akhir hayatnya membaca kalimat tauhid itu menurut mereka akan dimasukkan ke surge. Itu adalah kesalahan dan tidak benar berbahaya bukan menyelamatkan

Bersambung …

Rabu, Juni 17, 2026

Hadis tujuh orang dapat naungan do akhirat dusta.

 

naungan  di mahsyar lemah

جامع الأصول (9/ 564)

 (سَبعةٌ يُظِلُّهمُ اللهُ في ظِلِّه يَومَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّه: الإمامُ العادِلُ، وشابٌّ نَشَأ في عِبادةِ رَبِّه، ورَجُلٌ قَلبُه مُعَلَّقٌ في المَساجِدِ، ورَجُلانِ تَحابَّا في اللهِ اجتَمعا عليه وتَفَرَّقا عليه، ورَجُلٌ طَلَبَتْه امرَأةٌ ذاتُ مَنصِبٍ وجَمالٍ، فقال: إنِّي أخافُ اللهَ، ورَجُلٌ تَصَدَّقَ، أخفى حتَّى لا تَعلَمَ شِمالُه ما تُنفِقُ يَمينُه، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خاليًا ففاضَت عَيناه.

(Kh M T T S) Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan Allah beri naungan pada hari kiamat, di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya: seorang Imam yang adil; seorang pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah kepada Allah Yang Maha mulia dan Maha Agung; seorang laki-laki yang hatinya terikat pada masjid, sejak saat ia meninggalkannya hingga ia kembali kepadanya; dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena alasan itu; seorang laki-laki yang yang di ajak oleh seorang wanita yang berstatus tinggi dan cantik, tetapi ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’; seorang laki-laki yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya; dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian dan matanya berlinang air mata.”

 

أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة، وأخرجاه من حديث مالك عن حَفْص ابن عاصِم عن أبي سعيد، أو عن أبي هريرة نحوه، وأخرجه «الموطأ» والترمذي عن أبي هريرة أو أبي سعيد - بالشَّكِّ من حفص بن عاصم - وأخرجه النسائي مُرسلاً (1) عن حفص (2

 Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurayrah, dan mereka meriwayatkannya dari Malik dari Hafs ibn Asim dari Abu Sa'id, atau dari Abu Hurayrah dalam bentuk yang serupa. Juga diriwayatkan dalam al-Muwatta' dan oleh al-Tirmidhi dari Abu Hurayrah atau Abu Sa'id - dengan keraguan dari Hafs ibn Asim - dan diriwayatkan oleh al-Nasa'i sebagai hadits mursal (1) dari Hafs

لراوي: أبو هريرة • البزار، البحر الزخار (١٥/١٢) • لا نعلمه يروى بهذا اللفظ إلا من هذا الوجه، بهذا الإسناد • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١) بلفظه.

لراوي: أبو هريرة • الطبراني، المعجم الأوسط (٦/٢٥١) • لم يرو هذا الحديث عن سعيد بن أبي الأبيض إلا القعنبي • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١)بنحوه، والترمذي (٢٣٩١) مع التقديم والتأخير

جامع الأصول (9/ 565)

كلاهما - يحيى، ومعن - عن مالك، عن خبيب بن عبد الرحمن الأنصاري، عن حفص بن عاصم، عن أبي سعيد الخدري، أو عن أبي هريرة، فذكره

[09.11, 14/6/2026] Mahrus ali: Imam Nasai meriwayatkan hadis tsb dalam keadaan mursal ( lemah ).

لراوي: أبو هريرة • البزار، البحر الزخار (١٥/١٢) • لا نعلمه يروى بهذا اللفظ إلا من هذا الوجه، بهذا الإسناد • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١) بلفظه.

لراوي: أبو هريرة • الطبراني، المعجم الأوسط (٦/٢٥١) • لم يرو هذا الحديث عن سعيد بن أبي الأبيض إلا القعنبي

[Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (15/12) • Kami tidak mengetahui riwayat hadits ini dengan redaksi seperti ini kecuali melalui sanad ini. • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (660) dan Muslim (1031) dengan redaksi yang sama.

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • At-Tabarani, Al-Mu'jam Al-Awsat (6/251) • Hadits ini hanya diriwayatkan dari Sa'id ibn Abi Al-Abyad oleh Al-Qa'nabi.

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (15/12) • Kami tidak mengetahui riwayat hadits ini dengan redaksi seperti ini kecuali melalui sanad ini. • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (660) dan Muslim (1031) dengan redaksi yang sama.

 

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • At-Tabarani, Al-Mu'jam Al-Awsat (6/251) • Hadits ini hanya diriwayatkan dari Sa'id ibn Abi Al-Abyad oleh Al-Qa'nabi.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

  Perawi tunggal tersebut tidak di kenal, biasanya hadisnya palsu

Menurut Tabrani dalam kitab mu`jam Al ausat hadis tersebut perawi tunggalnya adalah said bin Abyah yang tidak dikenal biasanya kalau tidak dikenal hadisnya palsu, buang saja tidak usah dipegang dan tidak usah dipercaya

أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة، وأخرجاه من حديث مالك عن حَفْص ابن عاصِم عن أبي سعيد، أو عن أبي هريرة نحوه،

: Intinya dari Malik dari Hafes bin Ashim.

: ه

  Initiny ada prbedaan dalam riwayat terahir dari malik tidak langsung dai Hafes tapi dari habib ……………..

        Sanadnya kacau .

البسام بترتيب وتخريج فوائد تمام 9)

عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "سبعةٌ يُظِلُّهم اللهُ تحت عرشه يومَ القيامة: ................تصدّق بصدقةٍ فأخفاها حتى لا تعلمَ شماله ما تُنفقُ يمينُه".

في إسناده: الوليد بن الحارث السكسكي، ذكره ابن عساكر في "التاريخ" (17/ ق 409/ أ) ولم يحك فيه جرحًا ولا تعديلًا.

Al-Rawd al-Bassam, disusun dan dikompilasi oleh Tammam (3/99)

Dari Abu Sa'id al-Khudri, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh orang yang akan Allah beri naungan di bawah Arasy-Nya pada Hari Kiamat: ............orang yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan  tangan kanannya."

Dalam sanadnya terdapat al-Walid ibn al-Harith al-Saksaki, yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam "al-Tarikh" (17/ hlm. 409/a), dan tidak menyebutkan kritik atau pujian apa pun terhadapnya.

Hadis tersebut muttafaq alaih. menurut salafi di manapun mereka berada adalah hadis yang shahih   Memang salafi itu tidak ada ulama yang mau mengkaji total hadis Bukhari maupun hadis Muslim , mereka itu ikut-ikutan saja kalau sudah ada muttafaq alaih ia berarti shahih kalau kita ikuti kita ini keliru mengapa begitu karena hadis ini banyak cacatnya, yaitu perawi tunggalnya imam Malik walaupun imam Malik itu orang Madinah tapi imam Malik dari orang Irak yang tunggal di irak ndak ada orang lain .Dia  bernama Hafest bin ashim, wafatnya tahun 90 Hijriyah lebih dulu daripada imam Malik, dia terkenal ahli Quran yakni Ali qiroah dan ahli sunah ini mengikuti qiraah hafiz bin Asyim di bidang Alquran dia bagus di bidang hafalan Quran, bukan hadis. Makanya hadisnya di sini mungkar karena dia sendiri yang meriwayatkan Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari beliau dan beliau seorang diri meriwayatkan hadis ini, sudah tentu hadisnya ndak bisa dikatakan sahih , tentang 7 orang yang diberi naungan oleh Allah ini tidak benar, salah total , pertama karena tandanya cacat keduanya redaksinya ini jelek sekali , orang yang diberi naungan oleh Allah ini tidak menyebutkan para nabi padahal bila naungan dari Allah itu  mestinya lebih dahulu para nabi dan Shalihin dan syuhada sebagaimana ayat 69 Annisa barang siapa

[07.22, 15/6/2026] Mahrus ali: وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. 69 nisa`

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

[07.30, 15/6/2026] Mahrus ali: Janganlah kamu berdoa selain pada Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. 88 qashas

Segala sesuatu waktu itu sudah hancur termasuk matahari

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

: وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

: Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. 69 zumar

Mungkin orang menyangka bahwa saat di akhirat itu ada matahari seperti di dunia ini padahal tidak begitu karena matahari sudah dirusak oleh Allah sebagaimana ayat tsb

: الروض البسام بترتيب وتخريج فوائد تمام (3/ 99)

عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "سبعةٌ يُظِلُّهم اللهُ تحت عرشه يومَ القيامة: ................تصدّق بصدقةٍ فأخفاها حتى لا تعلمَ شماله ما تُنفقُ يمينُه".

في إسناده: الوليد بن الحارث السكسكي، ذكره ابن عساكر في "التاريخ" (17/ ق 409/ أ) ولم يحك فيه جرحًا ولا تعديلًا.

Al-Rawd al-Bassam, disusun dan dikompilasi oleh Tammam (3/99)

Dari Abu Sa'id al-Khudri, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh orang yang akan Allah beri naungan di bawah Arasy-Nya pada Hari Kiamat: ............orang yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan  tangan kanannya."

Dalam sanadnya terdapat al-Walid ibn al-Harith al-Saksaki, yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam "al-Tarikh" (17/ hlm. 409/a), yang tidak menyebutkan kritik atau pujian apa pun terhadapnya.

وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلۡكِتَـٰبُ وَجِا۟یۤءَ بِٱلنَّبِیِّـۧنَ وَٱلشُّهَدَاۤءِ وَقُضِیَ بَیۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ﴾ [الزمر ٦٩]