Rabu, Juni 17, 2026

Hadis tujuh orang dapat naungan do akhirat dusta.

 

naungan  di mahsyar lemah

جامع الأصول (9/ 564)

 (سَبعةٌ يُظِلُّهمُ اللهُ في ظِلِّه يَومَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّه: الإمامُ العادِلُ، وشابٌّ نَشَأ في عِبادةِ رَبِّه، ورَجُلٌ قَلبُه مُعَلَّقٌ في المَساجِدِ، ورَجُلانِ تَحابَّا في اللهِ اجتَمعا عليه وتَفَرَّقا عليه، ورَجُلٌ طَلَبَتْه امرَأةٌ ذاتُ مَنصِبٍ وجَمالٍ، فقال: إنِّي أخافُ اللهَ، ورَجُلٌ تَصَدَّقَ، أخفى حتَّى لا تَعلَمَ شِمالُه ما تُنفِقُ يَمينُه، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خاليًا ففاضَت عَيناه.

(Kh M T T S) Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan Allah beri naungan pada hari kiamat, di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya: seorang Imam yang adil; seorang pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah kepada Allah Yang Maha mulia dan Maha Agung; seorang laki-laki yang hatinya terikat pada masjid, sejak saat ia meninggalkannya hingga ia kembali kepadanya; dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena alasan itu; seorang laki-laki yang yang di ajak oleh seorang wanita yang berstatus tinggi dan cantik, tetapi ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’; seorang laki-laki yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya; dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian dan matanya berlinang air mata.”

 

أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة، وأخرجاه من حديث مالك عن حَفْص ابن عاصِم عن أبي سعيد، أو عن أبي هريرة نحوه، وأخرجه «الموطأ» والترمذي عن أبي هريرة أو أبي سعيد - بالشَّكِّ من حفص بن عاصم - وأخرجه النسائي مُرسلاً (1) عن حفص (2

 Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurayrah, dan mereka meriwayatkannya dari Malik dari Hafs ibn Asim dari Abu Sa'id, atau dari Abu Hurayrah dalam bentuk yang serupa. Juga diriwayatkan dalam al-Muwatta' dan oleh al-Tirmidhi dari Abu Hurayrah atau Abu Sa'id - dengan keraguan dari Hafs ibn Asim - dan diriwayatkan oleh al-Nasa'i sebagai hadits mursal (1) dari Hafs

لراوي: أبو هريرة • البزار، البحر الزخار (١٥/١٢) • لا نعلمه يروى بهذا اللفظ إلا من هذا الوجه، بهذا الإسناد • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١) بلفظه.

لراوي: أبو هريرة • الطبراني، المعجم الأوسط (٦/٢٥١) • لم يرو هذا الحديث عن سعيد بن أبي الأبيض إلا القعنبي • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١)بنحوه، والترمذي (٢٣٩١) مع التقديم والتأخير

جامع الأصول (9/ 565)

كلاهما - يحيى، ومعن - عن مالك، عن خبيب بن عبد الرحمن الأنصاري، عن حفص بن عاصم، عن أبي سعيد الخدري، أو عن أبي هريرة، فذكره

[09.11, 14/6/2026] Mahrus ali: Imam Nasai meriwayatkan hadis tsb dalam keadaan mursal ( lemah ).

لراوي: أبو هريرة • البزار، البحر الزخار (١٥/١٢) • لا نعلمه يروى بهذا اللفظ إلا من هذا الوجه، بهذا الإسناد • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١) بلفظه.

لراوي: أبو هريرة • الطبراني، المعجم الأوسط (٦/٢٥١) • لم يرو هذا الحديث عن سعيد بن أبي الأبيض إلا القعنبي

[Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (15/12) • Kami tidak mengetahui riwayat hadits ini dengan redaksi seperti ini kecuali melalui sanad ini. • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (660) dan Muslim (1031) dengan redaksi yang sama.

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • At-Tabarani, Al-Mu'jam Al-Awsat (6/251) • Hadits ini hanya diriwayatkan dari Sa'id ibn Abi Al-Abyad oleh Al-Qa'nabi.

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (15/12) • Kami tidak mengetahui riwayat hadits ini dengan redaksi seperti ini kecuali melalui sanad ini. • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (660) dan Muslim (1031) dengan redaksi yang sama.

 

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • At-Tabarani, Al-Mu'jam Al-Awsat (6/251) • Hadits ini hanya diriwayatkan dari Sa'id ibn Abi Al-Abyad oleh Al-Qa'nabi.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

  Perawi tunggal tersebut tidak di kenal, biasanya hadisnya palsu

Menurut Tabrani dalam kitab mu`jam Al ausat hadis tersebut perawi tunggalnya adalah said bin Abyah yang tidak dikenal biasanya kalau tidak dikenal hadisnya palsu, buang saja tidak usah dipegang dan tidak usah dipercaya

أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة، وأخرجاه من حديث مالك عن حَفْص ابن عاصِم عن أبي سعيد، أو عن أبي هريرة نحوه،

: Intinya dari Malik dari Hafes bin Ashim.

: ه

  Initiny ada prbedaan dalam riwayat terahir dari malik tidak langsung dai Hafes tapi dari habib ……………..

        Sanadnya kacau .

البسام بترتيب وتخريج فوائد تمام 9)

عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "سبعةٌ يُظِلُّهم اللهُ تحت عرشه يومَ القيامة: ................تصدّق بصدقةٍ فأخفاها حتى لا تعلمَ شماله ما تُنفقُ يمينُه".

في إسناده: الوليد بن الحارث السكسكي، ذكره ابن عساكر في "التاريخ" (17/ ق 409/ أ) ولم يحك فيه جرحًا ولا تعديلًا.

Al-Rawd al-Bassam, disusun dan dikompilasi oleh Tammam (3/99)

Dari Abu Sa'id al-Khudri, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh orang yang akan Allah beri naungan di bawah Arasy-Nya pada Hari Kiamat: ............orang yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan  tangan kanannya."

Dalam sanadnya terdapat al-Walid ibn al-Harith al-Saksaki, yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam "al-Tarikh" (17/ hlm. 409/a), dan tidak menyebutkan kritik atau pujian apa pun terhadapnya.

Hadis tersebut muttafaq alaih. menurut salafi di manapun mereka berada adalah hadis yang shahih   Memang salafi itu tidak ada ulama yang mau mengkaji total hadis Bukhari maupun hadis Muslim , mereka itu ikut-ikutan saja kalau sudah ada muttafaq alaih ia berarti shahih kalau kita ikuti kita ini keliru mengapa begitu karena hadis ini banyak cacatnya, yaitu perawi tunggalnya imam Malik walaupun imam Malik itu orang Madinah tapi imam Malik dari orang Irak yang tunggal di irak ndak ada orang lain .Dia  bernama Hafest bin ashim, wafatnya tahun 90 Hijriyah lebih dulu daripada imam Malik, dia terkenal ahli Quran yakni Ali qiroah dan ahli sunah ini mengikuti qiraah hafiz bin Asyim di bidang Alquran dia bagus di bidang hafalan Quran, bukan hadis. Makanya hadisnya di sini mungkar karena dia sendiri yang meriwayatkan Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari beliau dan beliau seorang diri meriwayatkan hadis ini, sudah tentu hadisnya ndak bisa dikatakan sahih , tentang 7 orang yang diberi naungan oleh Allah ini tidak benar, salah total , pertama karena tandanya cacat keduanya redaksinya ini jelek sekali , orang yang diberi naungan oleh Allah ini tidak menyebutkan para nabi padahal bila naungan dari Allah itu  mestinya lebih dahulu para nabi dan Shalihin dan syuhada sebagaimana ayat 69 Annisa barang siapa

[07.22, 15/6/2026] Mahrus ali: وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. 69 nisa`

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

[07.30, 15/6/2026] Mahrus ali: Janganlah kamu berdoa selain pada Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. 88 qashas

Segala sesuatu waktu itu sudah hancur termasuk matahari

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

: وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

: Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. 69 zumar

Mungkin orang menyangka bahwa saat di akhirat itu ada matahari seperti di dunia ini padahal tidak begitu karena matahari sudah dirusak oleh Allah sebagaimana ayat tsb

: الروض البسام بترتيب وتخريج فوائد تمام (3/ 99)

عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "سبعةٌ يُظِلُّهم اللهُ تحت عرشه يومَ القيامة: ................تصدّق بصدقةٍ فأخفاها حتى لا تعلمَ شماله ما تُنفقُ يمينُه".

في إسناده: الوليد بن الحارث السكسكي، ذكره ابن عساكر في "التاريخ" (17/ ق 409/ أ) ولم يحك فيه جرحًا ولا تعديلًا.

Al-Rawd al-Bassam, disusun dan dikompilasi oleh Tammam (3/99)

Dari Abu Sa'id al-Khudri, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh orang yang akan Allah beri naungan di bawah Arasy-Nya pada Hari Kiamat: ............orang yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan  tangan kanannya."

Dalam sanadnya terdapat al-Walid ibn al-Harith al-Saksaki, yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam "al-Tarikh" (17/ hlm. 409/a), yang tidak menyebutkan kritik atau pujian apa pun terhadapnya.

وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلۡكِتَـٰبُ وَجِا۟یۤءَ بِٱلنَّبِیِّـۧنَ وَٱلشُّهَدَاۤءِ وَقُضِیَ بَیۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ﴾ [الزمر ٦٩]

 

 

 

Jumat, Juni 12, 2026

Syafaat Nabi Untuk penduduk Neraka bisa ?

 

مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ شَعِيرَةٍ مِن خَيْرٍ، ويَخْرُجُ مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ بُرَّةٍ مِن خَيْرٍ، ويَخْرُجُ مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ ذَرَّةٍ مِن خَيْرٍ.

 

[-  keluar dari api neraka orang yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dan di dalam hatinya ada satu sa`ir ( mirip gandum) kebaikan, dan akan keluar dari api neraka orang yang mengatakan Tiada tuhan selain Allah, di dalam hatinya  satu gandum kebaikan, dan keluar  dari api orang-orang yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dan di dalam hatinya ada satu  zarrah kebaikan. Kebaikan.

وقال: قال أبان: حدثنا قتادة حدثنا أنس عن النبي ﷺ (من إيمان) مكان من (خير)

الراوي: أنس بن مالك • البخاري، صحيح البخاري (٤٤) • [صحيح] • أخرجه البخاري (٤٤)، ومسلم (١٩٣)

Dan dia menjawab:  Aban  berkata: bercerita kepada kami Qatadah bercerita kepada kami Anas dari Nabi (shalawat dan salam Allah kepadanya) (dari Iman )  sebagai ganti dari (baik)

Perawi: Anas ibn Malik • Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (44) • [Sahih] • Diriwayatkan oleh al-Bukhari (44), dan Muslim (193)

/

[: sanadnya sbb :

: التوحيد لابن خزيمة (2/ 701)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: ثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ، قَالَ: ثَنَا هِشَامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «

: Dari Muhammad bin Yahya berkata bercerita kepada kami Abdul Somad berkata bercerita kepada kami  Hisyam dari Qataada dari Anas berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda seperti hadis di atas

Hadis tersebut tidak diketahui penduduk Madinah waktu dulu bahkan imam Malik tidak mengetahuinya, Hadis itu 100 tahun Hijriyah hanya Qotadah yang mengetahuinya -  orang Irak bukan orang Makkah atau orang Madinah Hadis sedemikian ini dikatakan hadis gharib Bukhari hadis itu tidak boleh dibuat pegangan, lepaskan saja menyesatkan, tidak mengarahkan kepada jalan yang baik tapi jalan sesat.  orang yang percaya kepadanya termasuk orang sesat, karena itu buanglah Menurut salafi  hadis  sedemikian ini shahih dengan jelas, harus dipercaya tidak boleh diragukan sesatlah orang yang meragukan.

Salafi dalam hal ini sangat keliru dan tidak benar bagaimana hadis yang penduduk Madinah tidak tahu dan imam Malik tidak tahu lalu dikatakan benar itu hadis hanya satu orang Irak yang tahu.

28الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِن سُوءٍ ۚ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

 28 )   (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan".  Annakhel  28

فاد]ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

Masuklahke pintu jahannam , kamu kekal disana . Sungguh jelek tempat orang – orng yang sombong

: Dalam ayat 29 an nahl ini telah dinyatakan orang yang masuk neraka itu akan kekal bukan sementaram tidak dikeluarkan lalu masuk ke surge. tapi tidak akan masuk surga selamanya dan akan berada di neraka selamanya, Karena itu kalau ada cerita-cerita bahwa orang yang masuk neraka itu dosanya selalu dikikis habis dan dikeluarkan dari neraka lalu masuk surge, maka jangan didengarkan itu menyesatkan, tidak mengarahkan kepada kebaikan atau surga tapi kepada neraka.

Bahwa orang yang akan masuk  neraka itu baca lailahaillallah saja sudah bisa dikeluarkan dan akhirnya masuk surga tapi sedemikian ini faham salafi yang sesat tidak benar dan menyesatkan orang banyak

مع الأصول (10/ 551)

(خ د ت) عمران بن حصين - رضي الله عنه - أنَّ النبيَّ - صلى الله عليه وسلم- قال: «يخرُجُ قوم من النار بشفاعة محمد - صلى الله عليه وسلم-، فيدخلون الجنةَ يُسمَّون الجَهَنَّميِّين» أخرجه البخاري وأبو داود والترمذي

[: Jami' al-Usul (10/551)

 

'Imran bin Husayn - semoga Allah meridainya - meriwayatkan bahwa Nabi - shalawat dan salam kepadanya - bersabda: “Sekelompok orang akan dikeluarkan dari Neraka melalui syafaat Muhammad - shalawat dan salam kepadanya - dan akan masuk Surga. Mereka akan disebut penghuni Neraka.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Dawud, dan al-Tirmidhi

الراوي: عمران بن الحصين • الألباني، صحيح الجامع (٨٠٥٥) • صحيح • أخرجه البخاري (٦٥٦٦

Perawi : Imran bin Husain • Al-Albani, Sahih al-Jami’ (8055) • Sahih • Riwayat al-Bukhari (6566)

[01.20, 4/6/2026] Mahrus ali: ولد في أول سنة عشرين ومائة

إYahya bin Said  al qatthan lahir pada tahun pertama tahun seratus dua puluh.

 Perawi tunggalnya hadis tersebut di mana suatu saat akan dikeluarkan dari neraka dengan syafaat Muhammad prawi tunggalnya adalah Yahya bin said Al Khattan orang dari Irak dari Basrah bukan orang Madinah penduduk Madinah saat itu tidak mengetahui hadis tersebut . Makanya imam Malik tidak tahu dan tidak meriwayatkan Albani mengatakan sahih, 100 tahun Hijriyah lebih masih satu orang yang meriwayatkan dan tidak dikenal oleh penduduk Madinah . Jadi gadis itu menurut ahli hadis yang dulu  mungkar, buang saja tidak usah dikerjakan walaupun diriwayatkan oleh abu Daud karena satu orang Irak yang meriwayatkan. Sebab nabi Muhammad tidak bisa mengeluarkan orang dari neraka. bila dipercaya maka akan bertentangan dengan ayat 29 dan ayat-ayat yang menyatakan manusia di neraka itu selamanya tidak akan dimasukkan ke surge. Hadis ini bila dibuat pegangan kita akan bertentangan dengan sanad hadits itu di mana penduduk Madinah tidak mengetahui hadis itu dan imam Malik juga tidak mengetahuinya dan bertentangan dengan ayat 29  Nahel. orang yang sudah di neraka itu wajahnya sudah rusak terbakar dan hitam lalu bagaimana bisa masuk surge. Makanya hadis-hadis sedemikian ini bila dipercaya kita ini bisa dosa besar karena ingkar kepada hayat Alquran.  Golongan-golongan salafi dan lainnya akan masuk neraka selamanya kalau percaya kepada hadis itu dan ingkar kepada ayat yang menyatakan kekalnya penduduk neraka

 Syafaat itu ada nanti di akhirat dilakukan oleh nabi dan orang-orang mukmin tapi sebelum dimasukkan ke neraka mungkin ketika hisab

 

[19أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي النَّارِ

ali: Apakah (kamu hendak merubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka 18 zumar

: Ayat 19 Zumar ini menegaskan bahwa Rasulullah tidak bisa memberikan syafaat pada orang yang berada di neraka .kalau kita percaya bahwa Rasul bisa mengeluarkan orang yang di neraka kita berarti kufur kepada ayat 19 zumar. Dan salafi kebanyakan iman seperti itu karena mereka sangat percaya kepada hadis dan mereka kebanyakan tidak tahu hadis yang bertentangan dengan ayat Alquran juga tidak mengerti hadis ini shahih apa yang  mereka mengerti hanya tahu Albani menyatakan sahih padahal itu adalah ahli hadis yang mengikuti manhaj orang-orang belakangan, tidak mengikuti ahli hadis yang dulu.  makanya sering berbeda dengan saya dan banyak ulama ahli hadis dan saya mengikuti ahli  hadis yang dulu kalau menurut Albani walaupun penduduk Madinah tidak tahu imam Malik tidak tahu tidak ada masalah yang penting orangnya jujur

 

I Al bani keluar dari teknis atau cara ulama dulu dan kalau ikut Albani kita ini berarti ingkar kepada ayat 19 Zumar makanya saya katakan tokoh salafi banyak yang tidak mengerti hadis. Merek hanya ikut ikutan belaka . Tidak penting bertentangan dengan ayat Alquran atau tidak makanya. Ppengarang kitab manhaj Nadhar  menyatakan ahli hadis kebanyakan  bodoh. Mereka hanya mementingkan sanad tidak mengerti makna hadis yang sebenarnya

 

Kamis, Juni 11, 2026

Sujud Nabi untuk minta syafaat

 

Sujud Nabi untuk minta syafaat

لجمع بين الصحيحين (2/ 545)

وَلَكِن عَلَيْكُم بِمُحَمد، فأوتى فَأَقُول: أَنا لَهَا، وأنطلق فَاسْتَأْذن على رَبِّي فَيُؤذن لي، فأقوم بَين يَدَيْهِ، فأحمده بِمَحَامِد لَا أقدر عَلَيْهِ الْآن يلهمنيه الله، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: يَا رب، أمتِي أمتِي. فَيُقَال: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من برة أَو شعيرَة من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا.

Kumpulan Dua Sahih (2/545)

Tetapi kamu harus pergi kepada Muhammad. Maka aku didatangkan dan aku akan berkata: Akulah orang yang tepat untuk itu. Dan aku  pergi dan meminta izin kepada Tuhanku, dan Dia  mengabulkannya. Maka aku berdiri di hadapan-Nya dan memuji-Nya dengan pujian yang tidak mampu kuucapkan sekarang, tetapi Allah akan mengilhami aku dengan pujian itu. Kemudian aku akan bersujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah, maka engkau akan didengar; mintalah, maka engkau akan diberi; bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhan, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan: Pergilah, dan siapa pun yang di dalam hatinya terdapat iman seberat sebutir gandum atau sebutir jelai, keluarkanlah dia dari situ.

 فأنطلق فأفعل، ثمَّ ارْجع إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: رب، أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من خَرْدَل من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا. فأنطلق فأفعل،

 

 ثمَّ أَعُود إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: يَا رب أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه أدنى أدنى أدنى من مِثْقَال حَبَّة من خردلٍ من إِيمَان فَأخْرجهُ من النَّار، فأنطلق فأفعل ".

Kumpulan Dua Sahih (2/545)

kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku akan bersujud di hadapan-Nya. Kemudian akan dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan berbicaralah, maka doamu akan didengar; mintalah, maka akan diberi, bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan kepadaku: Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil biji khordal di dalam hatinya, keluarkanlah dia dari neraka. Maka aku akan pergi dan melakukannya, kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku akan sujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berbicaralah maka doamu akan didengar, mintalah maka akan diberikan kepadamu, bersyafaatlah maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku, dan akan dikatakan kepadaku: Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil apa pun di dalam hatinya, bahkan kurang dari seberat biji mustard, keluarkanlah dia dari neraka, maka aku akan pergi dan melakukannya.”

 

Komentarku ( Mahrus ali )

Hadis tersebut tidak bisa dipercaya, lupakan saja atau jangan dipegang lagi, tapi tinggalkan walaupun hadis tersebut muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Kebanyakan kaum muslimin sekarang ini selalu mengagumkan kepada Bukhari dan Muslim. Apalagi diriwayatkan dalam kitab shahihnya, apalagi dikatakan muttafaq alaih. Ada sebagian kyai bilang kalau sudah Bukhari yang meriwayatkan, ya harus diterima dan dikatakan shahih,  Begitu itu siapa yang bicara, apa dasarnya tolong diselidiki secara ilmiah sanad dan matan hadits tersebut. Jangan ikut-ikutan tapi mandiri lah dalam mencapai suatu kebenaran, ikut-ikutan itu sering kali menyesatkan bangsa lalu dan akan menyesatkan bangsa sekarang, dan tidak akan membenarkan bangsa sekarang, sudah cukup bangsa lalu sebagai contoh.

«لا تقلدني، ولا تقلد مالكاً، ولا الشافعي، ولا الأوزاعي، ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا».

Jangan meniru aku, Malik, Al-Syafi’i, Al-Awza’i, dan Al-Thawri, tetapi ambillah dari mana mereka mengambil.”

Itulah perkataan imam Ahmad yang melarang bertaklid tapi harus beribadah yakni mengerjakan ibadah dengan dalil bukan beribadah tanpa dalil yang membikin kesesatan, kadang tidak ada pahalanya Hadis tersebut kalau kita ikuti ikuti Bukhari dan Muslim yang meriwayatkannya,maka kita ini akan bertentangan dengan Alquran tidak mencocoki perintah Allah dan tidak mengikuti perintah Allah Hadir tersebut diriwayatkan oleh Muhammad m`abad bin hilal beliau ini meninggalnya setelahnya imam Malik meninggal.. imam Malik lahir pada tahun 93 Hijriyah wafatnya 179 Hijriyah setelah sakit selama 22 har, lalu disalati oleh Amir Madinah Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim dan dimakamkan di kuburan  Baqi` umurnya 86 tahun, saat itulah selang beberapa tahun meninggalnya Muhammad di tahun sekian di tahun sekian tahun 179 Hijriyah tidak ada yang mengerti hadis tersebut dan imam Malik sendiri tidak ngerti, hadist itu penduduk Madinah para tabiin dan tabiut tabiin juga tidak mengerti hadis itu, Yang mengerti satu orang dan tahunya juga hampir 200 Hijriyah satu orang ini yang mengetahui hadits tentang syafaat nabi kepada penduduk neraka dari umatnya walaupun memiliki iman satu biji paling kecil di hatinya tanpa sholat tanpa puasa tanpa haji . Dan inilah yang jelas bertentangan dengan hadis, dengan Alquran di mana Allah telah menyatakan bahwa orang yang berada di neraka itu akan selamanya di sana.

169إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. al an`am 169.

Kalau kita ini mengikuti hadis muttafaq alaih karya Bukhari dan Muslim tersebut maka kita ini akan bertentangan dengan ayat 169 Al an'am jadi kalau sudah dimasukkan di neraka tidak bisa dikeluarkan dan orang yang di surga pun tidak bisa keluar dari surge. Semuanya itu selamanya di neraka atau di surga . Dalam hadis tersebut dikatakan Rasulullah lah yang akan mengeluarkan umatnya yang masuk neraka, Rasulullah masuk ke neraka lalu mengeluarkan umatnya.  Rasulullah itu manusia biasa tidak mampu masuk ke neraka lalu mengeluarkan syafaat itu kalau ada maka sebelum manusia dimasukkan ke neraka,  tapi tapi tidak bisa orang yang tidak salat dan tidak zakat tidak puasa hanya punya iman sedikit lalu dimasukkan ke surge. Surga itu untuk orang-orang yang bertakwa

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, Ali imran 133

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

( 135 )   Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

( 136 )   Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

(

Minggu, Maret 22, 2026

kajian salat jumat ke 11

 

 

أن النبي صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان يقرأ في العيدين والجمعة ب { سبح اسم ربك الأعلى } و{ هل أتاك حديثُ الغاشية } وربما اجتمعا في يوم فيقرأ بهما

خلاصة حكم المحدث : صحيح

الراوي : النعمان بن بشير | المحدث : البخاري | المصدر : العلل الكبير | الصفحة أو الرقم : 92

| التخريج : أخرجه أبو داود (1122)، والنسائي (1568)، والطبراني في ((المعجم الكبير)) (21/ 134) (166)، والبيهقي (6262)، والترمذي في ((العلل)) (152) جميعا بلفظه.

سنن النسائي (3/ 112)

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam membaca Surah Al-A'la (87) dan Surah Al-Ghashiyah (88) pada kedua shalat Id dan shalat Jumat. Terkadang, jika shalat Id dan Jumat bertepatan, beliau membacanya bersama-sama.

Pendapat ulama hadits: Sahih

Perawi: Nu'man bin Bashir | Diriwayatkan oleh: Al-Bukhari | Sumber: Al-'Ilal Al-Kabir | Halaman atau Nomor: 92

| Referensi: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1122), An-Nasa'i (1568), At-Tabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir (21/134) (166), Al-Bayhaqi (6262), dan At-Tirmidhi dalam Al-'Ilal (152), muanya dengan redaksi yang sama.

Sunan An-Nasa'i (3/112)

المسند الجامع (15/ 508)

ستتهم (سُفْيَان الثَّوْرِي، وجَرِير، وأبو عَوَانَة، ومِسْعَر، وشُعْبة، وسُفْيان بن عُيَيْنَة) عن إبراهيم بن مُحَمد بن المُنْتَشِر، عن أبيه، عن حَبِيب بن سالم، فذكره

Al-Musnad al-Jami' (15/508)

Enam diantaranya (Sufyan al-Tsawri, Jarir, Abu ‘Awanah, Mis’ar, Shu’bah, dan Sufyan bin ‘Uyaynah) meriwayatkan dari Ibrahim bin Muhammad bin al-Muntashir, dari ayahnya, dari Habib bin Salim, dan beliau menyebutkannya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Intinya perawi tunggalnya adalah Ibrahim bin Muhammad tidak ada tabiin atau pengikutnya di Madinah yang  tahu hadis itu.

لأسم : إبراهيم بن محمد بن المنتشر بن الأجدع

الشهرة : إبراهيم بن محمد الهمداني

النسب : الكوفي, الهمداني

الرتبة : ثقة

عاش في : الكوفة

 

Nama : Ibrahim bin Muhammad bin al-Muntasyir bin al-Ajda'

Dikenal sebagai: Ibrahim bin Muhammad al-Hamdani

Kebangsaan: Kufan, al-Hamdani

Peringkat: Dapat Dipercaya

Tinggal di: Kufah

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Ibrahim bn Muhammad memilik murid banyak juga antara lain Imam Abu Hanifah yang wafat pada tahun 150 . Berarti sebelum tahun itulah hadis tsb masih di ketahu satu orang. Ini namanya hadis gharib, nyeleneh

حكم تفرد الثقة الذي لم يخالف فيما تفرد به.

ذهب الخليلي إلى أن الحديث الذي تفرد به الثقة: “يتوقف فيه، ولا يحتج به”.

واعتبر أبو عبد الله الحاكم ما تفرد به الثقة من قبيل الشاذ، فقال: “فأما الشاذ فإنه الحديث يتفرد به ثقة من الثقات وليس للحديث أصل متابع لذلك الثقة”.

Hukum mengenai riwayat tunggal dari perawi terpercaya yang tidak pernah menyelisihi dalam apa yang diriwayatkannya sendiri.

Al-Khalili berpendapat bahwa hadits yang diriwayatkan hanya oleh perawi yang tunggal terpercaya harus diperlakukan dengan hati-hati ( di tangguhkan ) dan tidak digunakan sebagai bukti ( hujjah atau pegangan )

Abu Abdullah al-Hakim menganggap apa yang diriwayatkan  oleh perawi terpercaya yang tunggal sebagai sesuatu yang anomali, dengan mengatakan: “Adapun hadits anomali, yaitu hadits yang diriwayatkan hanya oleh satu  perawi terpercaya yang tidak memiliki riwayat pendukung.”

توفي الإمام أبو حنيفة النعمان في بغداد عام 150 هـ (767 م) عن عمر ناهز 70 عاماً، ودفن في مقبرة الخيزران (بمنطقة الأعظمية حالياً)، وذلك في عهد الخليفة العباسي أبي جعفر المنصور. وتذكر المصادر أنه توفي في السجن إثر سجنه بسبب رفضه تولي القضاء، وصلى عليه نحو 50 ألف شخص

 Imam Abu Hanifa al-Nu'man wafat di Baghdad pada tahun 150 H (767 M) pada usia sekitar 70 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman al-Khayzuran (di distrik al-Adhamiya saat ini) pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah Abu Ja'far al-Mansur. Sumber-sumber menunjukkan bahwa beliau wafat di penjara setelah dipenjara karena menolak menduduki jabatan hakim. Sekitar 50.000 orang menghadiri salat jenazahnya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Hadis itu tidak bias di buat sandaran karena riwayat tunggal . Dan ulama ahli haadis dulu tidak memperbolehkan untuk membuat pegangan kepada hadis riwayat tunggal . harus di tangguhkan hingga ketemu riwayat lain yang mendukung da tidak di temukan. Sebab masa sebelum Abu Hanifah wafat saja yaitu 150 hijriyah masih di ketahui satu orang , yaitu Ibrahim bin Muhammad.

Kita tetap berpegangna kepada ayat 78 Al isra` :

78أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir

Ayat ini untuk hari kamis , jumat atau hari lainnya,lalu mengapa pada hari jumat ayat ini di non aftifkan . Mengapa ia hanya ddi lakukan pada hari lainnya. Bila kita tidak melakukan salat lohor pada hari jumat  , maka kita akan berdosa karena kita melalaikan ayat itu tanpa dasar izin dari Allah.

Kamis, Maret 19, 2026

Kajin salat jumat ke 10

 

{منتديات كل السلفيين}

{ Forum segenap Salafi}

https://www.kulalsalafiyeen.com › ..

 ثم يخلص من هذا إلى نتيجة إجمالية بقوله: إنه بناء على ما تقدم أصبح النقاد في المرحلة الأولى يعني المتقدمين هم العمدة والمصدر الرئيس لمباحث علو برديجي (١).

Kemudian ia menyimpulkan dari hal ini dengan hasil umum dengan mengatakan: Berdasarkan apa yang telah dipaparkan, para kritikus pada tahap pertama, yaitu para pendahulu, menjadi sumber utama dan sumber primer bagi penelitian Al Bardiji (1).

 

 

 كان يقرأُ في الجمعةِ بسبحِ اسمِ ربِّك الأعلى وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ

الراوي: أبو عنبة الخولاني • الشوكاني، نيل الأوطار (٣/٣٤٠) • في إسناده سعيد بن سنان ضعفه أحمد وابن معين وغيرهما • أخرجه ابن ماجه (١١٢٠)، واللفظ له، والترمذي تعليقا بعد حديث (٥١٩)، وابن أبي شيبة كما عند السيوطي في ((الدر المنثور)) (٨/ ٤٨٠)

- Beliau biasa membaca pada hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” (بسبحِ اسمِ ربِّك الأعلى )  dan “Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?” (وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ) Hadis lemah .

Perawi: Abu Anaba al-Khawlani • Al-Shawkani, Nayl al-Awtar (3/340) • Dalam sanadnya terdapat Saeed bin Sinan, yang oleh Ahmad, Ibn Ma’in, dan lainnya dianggap lemah • Diriwayatkan oleh Ibn Majah (1120), dan redaksinya adalah miliknya, dan oleh al-Tirmidhi sebagai riwayat yang terhenti ( hadis ta`liq )setelah hadits (519), dan oleh Ibn Abi Shaybah

sebagaimana disebutkan oleh al-Suyuti dalam “al-Durr al-Manthur” (8/480) Haddis tsb tetap lemah.

قال يحيى بن معين : قال أهل حمص : هو من كبار التابعين ، وأنكروا أن تكون له صحبة .

قلت : هذا يحمل على إنكارهم الصحبة التامة لا الصحبة العامة .

Yahya bin Ma'in berkata:  Penduduk Homs berkata: Dia adalah salah satu pengikut senior (tabiin), tetapi mereka menyangkal bahwa dia adalah seorang Sahabat.

Saya katakan: Ini menunjukkan bahwa mereka menyangkal persahabatannya secara penuh, bukan hanya persahabatan secara umum

Komentarku ( Mahrus ali ) : Hadis  tsb terputus sanadnya sebab Abu Naba al khaulani bukan sahabat. Apa lagi ada perawi yang lemah. Jadi tidak bisa di buat pegangan. Ia tidak sahih. Kembalilah kepada ayat 78 al isra`.

Imam Malik dan penduduk Madinah tidak tahu dan jarang sekali kitab kitab hadis yang memuat hadis tsb

 

 

 

 

كان رسولُ اللهِ ﷺ يقرأُ في الجمعةِ بسبحِ اسمَ ربِّكَ الأعلى وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ

الراوي: سمرة بن جندب • ابن حزم، المحلى (٤/١٠٧) • احتج به ، وقال في المقدمة: (لم نحتج إلا بخبر صحيح من رواية الثقات مسند) • أخرجه أبو داود (١١٢٥)، والنسائي (١٤٢٢)، وأحمد (٢٠١٥٠) به. • شرح حديث مشابه

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam membaca dalam shalat Jumat, “Sucikanlah Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,” dan “Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?”

 

Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hazm, Al-Muhalla (4/107) • Beliau mengutipnya sebagai bukti dan berkata dalam pengantar: “Kami hanya menggunakan hadits-hadits sahih yang diriwayatkan oleh perawi terpercaya dengan sanad yang lengkap.” • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), An-Nasa’i (1422), dan Ahmad (20150). • Penjelasan hadits serupa

 

جمع الفوائد من جامع الأصول ومجمع الزوائد (1/ 313)

 - سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ: أَنَّ النبي - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ، وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ. لأبي داود، والنسائي (1).

_________

(1)  رواه أبو داود (1125)، والنسائي 3/ 111 - 112، وصححه الألباني في «صحيح أبي داود» (1030).

(1)  Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), dan Al-Nasa’i 3/111-112, dan disahihkan oleh Al-Albani dalam “Sahih Abi Dawud” (1030).

فتح الغفار الجامع لأحكام سنة نبينا المختار (2/ 649)

 وعن سمرة: «أن النبي - صلى الله عليه وسلم - كان يقرأ في العيدين بسبح اسم ربك الأعلى، وهل أتاك حديث الغاشية» رواه أحمد (3)

Tafsir Lengkap Al-Ghaffar tentang Hukum-hukum Sunnah Nabi Pilihan Kita (2/649)

 

Dari Samurah: “Nabi (shalawat dan salam kepadanya) biasa membaca dalam dua shalat Id ‘بسبح اسم ربك الأعلى Sucikanlah Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi’ dan ‘وهل أتاك حديث الغاشية Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?’” Diriwayatkan oleh Ahmad (3)

Komentarku ( Mahrus ali ) :

 Hadis di atas  yang katanya al bani sahih  ternyata lemah di karena kalimatnya kacau. Hadis pertama sama dari samurah bin judub menjelaskan saat itu melakuKAN SALAT  jumat. Tapi hadis kedua menerangkan Rasul tidak melakukan salat jumat tapi salat dua idul fitri. Ini namanya cacat matan atau noda klimat hadis yng termasuk signal kelemahan.  

 

Senin, Maret 16, 2026

Perawi tunggal bikin hadis mungkar ( kajian salat jumat ke 9 )

 Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.

•وقع في كلام متقدمي أئمة الحديث إطلاق وصف (المنكر) على ما يأتي: أولاً: تفرد الثقة، وقع هذا في بعض كلام أحمد بن حنبل، وقاله أبو بكر البالبرديجي من كلام المفرقين بين منهج المتقدمين والمتأخرين .. للمناقشة ...
• Istilah "Munkar" digunakan oleh para ulama hadits terdahulu untuk menggambarkan hal-hal berikut: Pertama: Riwayat dari perawi yang terpercaya yang tunggal. Hal ini muncul dalam beberapa tulisan Ahmad ibn Hanbal, dan Abu Bakr al-Baghdadi mengatakannya, di antara pernyataan-pernyataan dari mereka yang membedakan antara metodologi ulama terdahulu dan ulama belakangan.. Untuk diskusi...
{منتديات كل السلفيين}
{ Forum segenap Salafi}
ثم يخلص من هذا إلى نتيجة إجمالية بقوله: إنه بناء على ما تقدم أصبح النقاد في المرحلة الأولى يعني المتقدمين هم العمدة والمصدر الرئيس لمباحث علو برديجي (١).
Kemudian ia menyimpulkan dari hal ini dengan hasil umum dengan mengatakan: Berdasarkan apa yang telah dipaparkan, para kritikus pada tahap pertama, yaitu para pendahulu, menjadi sumber utama dan sumber primer bagi penelitian Al Bardiji (1).
Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma fitrah seratus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.
k