Senin, Juli 06, 2026

orang kafir masuk surga benarkah ?

 

Hadis orang kafir masuk surga benar ?

٣- قال رجُلٌ لمْ يعمَلْ خيرًا قَطُّ لأهلِهِ، إذا ما مات، فأحرِقوهُ، فذَرُّوا نِصفَهُ في البَرِّ، ونِصفَهُ في البَحرِ، فواللهِ لَئِنْ قدَر اللهُ عليه لَيُعَذِّبَنَّهُ عذابًا لا يُعَذِّبُهُ أحَدًا منَ العالَمِينَ، فلمّا مات فعَلوا، فأمَر اللهُ البَحرَ فجمَع ما فيه، وأمَر البَرَّ فجمَع ما فيه، ثمَّ قال: لِمَ فعَلْتَ هذا؟ قال: مِن خَشْيَتِكَ يا ربِّ، وأنتَ أعلَمُ، فغفَر له.

الراوي: أبو هريرة • شعيب الأرنؤوط، تخريج مشكل الآثار (٥٦٣) • إسناده صحيح على شرطهما • أخرجه الطحاوي في  ((شرح مشكل الآثار)) (٥٦٣) واللفظ له، والبخاري (٣٤٨١)، ومسلم (٢٧٥٦) كلاهما بنحوه.

جامع الأصول (8/ 42)

«كان رجل يُسْرِفُ على نَفسِه، فلما حَضَرَهُ الموتُ،

جامع الأصول (8/ 42)

قال رجل لم يعمل حسنة قَطُّ لأهله: إذا مات فَحرِّقُوه

Jami' al-Usul (8/42)

 

"Ada seorang pria yang sangat sombong.(  melewati batas dalam kjelekan ) Ketika kematian menghampirinya,

Jami' al-Usul (8/42)

Seorang pria yang tidak pernah berbuat baik kepada keluarganya berkata: 'Ketika dia meninggal, bakarlah dia.'"

 

 

 Seorang pria yang tidak pernah berbuat baik kepada keluarganya berkata, “Ketika aku mati, bakarlah aku, lalu sebarkanlah separuh abuku di darat dan separuhnya lagi di laut. Karena demi Allah, jika Allah mempunyai kuasa atas aku, Ia akan menghukumku dengan hukuman yang tidak seperti hukuman apa pun di dunia.” Maka ketika ia mati, mereka melakukan seperti yang diperintahkannya. Kemudian Allah memerintahkan laut untuk mengumpulkan apa yang ada di dalamnya, dan Ia memerintahkan darat untuk mengumpulkan apa yang ada di dalamnya. Kemudian Ia berkata, “Mengapa kamu melakukan ini?” Ia menjawab, “Karena takut kepada-Mu, ya Tuhan, dan Engkau Maha Mengetahui.” Maka Allah mengampuninya.

 

Perawi: Abu Hurairah • Shuaib Al-Arna’ut, Takhrij Mushkil Al-Athar (563) • Rantai periwayatannya sahih menurut syarat-syarat mereka • Diriwayatkan oleh Al-Tahawi dalam Sharh Mushkil Al-Athar (563) dan redaksinya sama dengan miliknya, dan oleh Al-Bukhari (3481), dan Muslim (2756), keduanya dengan redaksi yang serupa.

 

ابن عبد البر، الاستذكار (٢/٦١٩) • روي موقوفاً والصواب رفعه، وقد روي من طرق كثيرة • أخرجه البخاري (٧٥٠٦)، ومسلم (٢٧٥٦)

Ibn Abd al-Barr, Al-Istidhkar (2/619) • Diriwayatkan sebagai pernyataan seorang Sahabat,( Mauquf ) namun pandangan yang benar adalah bahwa itu adalah pernyataan Nabi. Diriwayatkan melalui banyak rantai periwayatan. • Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7506) dan Muslim (2756).

الألباني، صحيح النسائي (٢٠٧٨) • صحيح • أخرجه مسلم (٢٧٥٦) باختلاف يسير، والنسائي (٢٠٧٩) واللفظ له • شرح حديث مشابه

Al-Albani, Sahih An-Nasa'i (2078) • Sahih • Diriwayatkan oleh Muslim (2756) dengan sedikit perbedaan, dan An-Nasa'i (2079) dengan redaksi seperti di atas • Penjelasan hadits serupa

[Perawi tungggal hadis tsb adalah Zuhri dan beliau adalah

[هو الإمام أبو بكر محمد بن مسلم بن شهاب الزهري. قُرَشيّ من بني زُهرة. وُلد في المدينة المنورة سنة 50 للهجرة

Beliau adalah Imam Abu Bakr Muhammad ibn Muslim ibn Shihab al-Zuhri. Seorang Quraisy dari Bani Zuhrah. Beliau lahir di Madinah pada tahun 50 Hijriah.

وفاته: توفي الزهري سنة مئة وأربع وعشرين للهجرة، في شغب بين الحجاز وفلسطين

 

رحمه الله تعالى ورضي عنه، وهيّأ للأمّة العلماء الزهّاد الكرماء الناصحين.

Wafatnya: Al-Zuhri wafat pada tahun 124 Hijriah, di staghob  antara Hijaz dan Palestina.

Semoga Allah merahmatinya dan meridainya, serta menganugerahkan kepada umat Muslim para ulama yang saleh, dermawan, dan tulus.bertempat tinggal d suria

Hadis tersebut kadang diriwayatkan oleh az-zuhri yaitu orang Syam Suriah kadang diriwayatkan oleh imam Malik masing-masing dari abu Hurairah sanadnya  masih dikatakan bagus,Bararti bukan perawi tunggal karena imam malik meriwayatkan .  boleh juga di shahihkan, tapi hadis itu  tidak hanya sanadnya yang bagus tapi kalimatnya tidak bertentangan dengan al quran. Ada perbedaan kalimat dari hadis tersebut dari satu perawi yaitu abu Hurairah mana yang benar. kita tidak tahu kalimatnya sebagaimana di sebutkan di atas.

Arti musrifin juga di sebut dalm al quran seperti Firaun sbb ;

فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

[10.02, 24/6/2026] Mahrus ali: Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui bat

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Lelaki dalam hadis tersebut adalah kafir, kalau dia muslim akan mengerjakan kebaikan, salat puasa dan lain-lain. Tapi  dia tidak melakukan kebaikan sama sekali, makanya saya katakan lelaki itu kafir,  dia melanggar juga dengan wasiat agar tubuhnya dibakar. Dalam Islam membakar tubuh mayat itu tidak diperkenankan dan tidak dilakukan oleh para nabi atau sahabat. Anehnya hadis itu dimasukkan di dalam shahih Bukhari an muslim dan Albani sendiri menshahehkan . Mestinya hadits tersebut adalah lemah. tinggalkan saja jangan dibuat pegangandan jangan dipercaya, tapi ragukan saja buang saja walaupun ia muttafaq alih diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dalam kitab shahihnya . Kalau kita ini percaya pada hadis tersebut berbahaya karena orang kafir kok masuk surga

bila dosa lelaki itu sudah diampun. sudah tentu tidak dimasukkan ke neraka tapi ke surge.  Untuk apa pengampunan dosa lalu tetap dimasukkan ke dalam neraka. Kalau dia dimasukkan ke surga maka akan ditiru oleh kaum muslimin.  kalau disahihkan akan dibuat pedoman oleh bangsa sekarang, makanya hadis tersebut tidak benar tapi kok disahihkan oleh Albani, tepatlah apa yang dikatakan oleh syekh Mahfud dalam kitab manhaj dzawin nadhor bahwa ahli hadis itu bodoh-bodoh.

 Dan tidak mengerti makna matan atau arti redaksi hadits itu, karena itu jangan terlalu percaya dengan omongan ahli hadis yang tidak mengerti makna hadits kalau dipercaya kita yang berbahaya. Percayalah ahi quran yang alim.

 

Masuk surge cukup baca kalimat tauhid di akhir hayatnya , benarkah ?

 

Masuk surge cukup baca kalimat tauhid di akhir hayatnya , benarkah ?

٤- من كان آخرُ كلامِه لا إله إلا اللهُ، دخل الجنَّةَ

الراوي: معاذ بن جبل • الألباني، صحيح الجامع (٦٤٧٩) • صحيح • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢4

. Barang siapa yang mengucapkan kata-kata terakhirnya "Tidak ada Tuhan selain Allah," maka ia akan masuk Surga.

Diriwayatkan oleh: Mu'adz ibn Jabal • Al-Albani, Sahih al-Jami' (6479) • Sahih • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116) dan redaksinya adalah miliknya, dan Ahmad (22034)٢٠٣٤)

ابن العربي، عارضة الأحوذي (٢/٣٦٩) • ثابت صحيح من طرق كثيرة • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه

Ibn al-Arabi, 'Aridat al-Ahwadhi (2/369) • Otentik dan sahih menurut banyak sanad • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116), dan redaksi haditsnya  miliknya, dan Ahmad (22034) • Penjelasan hadits serupa

 

ابن الملقن، تحفة المحتاج (١/٥٨١) • صحيح أو حسن [كما اشترط على نفسه في المقدمة] • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه

Ibn al-Mulaqqin, Tuhfat al-Muhtaj (1/581) • sahih atau baik [sebagaimana yang beliau tetapkan dalam pendahuluan] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116), dan redaksi haditsnya adalah miliknya, dan Ahmad (22034) • Penjelasan hadits serupa

الألباني، شرح الطحاوية (٧٨) • حسن أو صحيح • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه

Al-Albani, Syarh al-Tahawiyyah (78) • Hasan atau Sahih • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116) dan redaksi haditsnya sama dengan hadits Ahmad (22034) • Penjelasan hadits serupa

محمد جار الله الصعدي، النوافح العطرة (٤٠٠) • صحيح

Muhammad Jarallah Al-Sa'di, Al-Nawafih Al-'Atirah (400) • Sahih

لسبكي (الابن)، فيض القدير (٦/ ٢٠٦) • صحيح • -

Al-Subki (putra), Fayd al-Qadir (6/206) • Sahih

السيوطي، الجامع الصغير (٨٩٤٦) • صحيح

Al-Suyuti, Al-Jami’ Al-Saghir (8946) • Sahih

الحاكم ، المستدرك على الصحيحين (١٣١٧) • صحيح الإسناد

Al-Hakim, Al-Mustadrak 'ala al-Sahihayn (1317) • Rantai periwayatan yang sahih

 

Komentarku ( Mahrus ali ) :

   AL hakim hanya menyatakan rantai sanadnya yang sahih bukan matannya atau redaksinya.

 

ابن الملقن، البدر المنير (٥/١٨٨) • صحيح

Ibnu al-Mulaqqin, al-Badr al-Munir (5/188) •

Shahih

 

الألباني، هداية الرواة (١٥٦٤) • إسناده صحيح

Al-Albani, Hidayat al-Ruwat (1564) • Rantai periwayatannya sahih

 Komentarku ( Mahrus ali ) :

Al bani kadang menyatakan sanadnya saja yang sahih, kadang hasan kadang sahih. Jadi belum ada kepastian, masih ragu.

شعيب الأرنؤوط، تخريج شرح الطحاوية (٢٣) • سنده حسن

Shu'ayb al-Arna'ut, Takhrij Sharh al-Tahawiyyah (23) • Rantai sanadnya hasan .

ابن حجر العسقلاني، هداية الرواة (٢/١٨٨) • [حسن كما قال في المقدمة]

Ibnu Hajar al-Asqalani, Hidayat al-Ruwat (2/188) • [Hasan seperti yang dikatakannya pada pendahuluan]

ابن تيمية، مجموع الفتاوى (١٠/٢٢٧) • ثابت

Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa (10/227) • Tsabit ( seperti sahih ).

ابن القطان، فيض القدير (٦/ ٢٠٦) • [فيه] صالح بن أبي عريب لا يعرف حاله ولا يعرف من روى عنه غير عبد الحميد

Ibn al-Qattan, Fayd al-Qadir (6/206) • [Kitab ini memuat] Salih ibn Abi Urayb, yang statusnya tidak diketahui,( perawi yang tidak di kenal ) dan tidak ada seorang pun selain Abd al-Hamid yang diketahui meriwayatkan darinya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Hadis tsb sangat lemah sekalipun banyak ulama yang mensahihkan, sebab ada perawi shalih bin Abi Urab yang tidak dikenal > perawi sedemikian ini biasanya hadis tsb di katakan palsu. Apalagi dia juga perawi tunggalnya. Hadisnya gharib dan tidak bisa dikatakan sahih tapi mungkar. Bukhari , Muslim , Imam Malik dan penduduk Madinah tidak tahu  tidak tahu hadis tsb.

Siapakah shalih bin Abi Uraib itu ?

صالح بن أبي عريب قليب بن حرمل الحضرمي

الحياة والتاريخ

الميلاد:

غير معروف

الوفاة:

غير معروف

الفترة:

بين ٢٠ هـ (٦٤٠م) و ١٢٠ هـ (٧٣٧م)

 

الأماكن

أماكن الإقامة:

حضرموت, اليمن

Salih ibn Abi Urayb Qulayb ibn Harmal al-Hadrami

Kehidupan dan Sejarah

Kelahiran:

Tidak diketahui

Kematian:

Tidak diketahui

Periode:

Antara 20 H (640 M) dan 120 H (737 M)

Tempat

Tempat Tinggal:

Hadramawt, Yaman

Sekitar seratus tahun hijriyah tida ada yang mengerti hadis tsb kecuali satu orang itu. Penduduk Madinah saja tidak ada yang tahu .

Bila kita percaya pada hadis tersebut maka kita akan bertentangan dengan ayat yang menerangkan bahwa Firaun itu akhir hayatnya membaca kalimat lailahaillallah tapi dia masih dikatakan kafir

وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ

 وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.  90 -91 Yunus

 

Firaun saja sudah menyatakan kalimat tauhid  dan sudah menyatakan muslim, namun tidak diterima oleh Allah, bila kita menyatakan orang yang  akhir hayatnya membaca kalimat tauhid maka masuk surga padahal orang tersebut mungkin sekali sebelumnya tidak salat tidak zakat dan tidak menjalankan kebaikan sama sekali, namun cukup membaca kalimat tauhid dalam akhir hayatnya. lalu dimasukkan ke surga ini sangat bertentangan dengan banyak ayat . Apalagi surga itu untuk orang-orang yang bertakwa , bukan orang yang waktu hidupnya bejat rusak moralnya dan tidak pernah menjalankan kebaikan lalu dimasukkan surga karena diakhiri dengan kalimat tauhid waktu akan meninggal

Ada toko ahli bidah yang menyatakan walaupun banyak kalangan NU itu menjalankan kebidanan tapi akhir hayatnya membaca kalimat tauhid dan jelas surge. Ada yang mengatakan kamu jangan menghina atau meremehkan kepada orang-orang yang bertahlilan mereka itu ketika akan meninggal dunia membaca kalimat tauhid walaupun tidak salat, tapi kalau akhir hayatnya membaca kalimat tauhid itu menurut mereka akan dimasukkan ke surge. Itu adalah kesalahan dan tidak benar berbahaya bukan menyelamatkan

Bersambung …