Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Minggu, Juli 19, 2026
Selasa, Juli 07, 2026
KisahAbu Thalib wafat
َضَرَت أبا طالِبٍ الوفاةُ
إتحاف المهرة لابن حجر (13/ 195)
حب في الخامس من الخامس: أنا ابن
قتيبة، ثنا حرملة بن يحيى، ثنا ابن وهب، أنا يونس، عن ابن شهاب، أخبرني سعيد بن
المسيب، عن أبيه، به.
رواه أحمد: ثنا عبد الرزاق، ثنا معمر،
عن الزهري، به.
اللؤلؤ والمرجان فيما اتفق عليه
الشيخان (1/ 6)
حديث المُسَيَّبِ بْنِ حَزْنٍ قَالَ:
لَمّا حَضَرَتْ أَبا طَالِبٍ الْوَفاةُ جاءَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبا جَهْلِ بْنَ هِشامٍ وَعَبْدَ اللهِ
بْنَ أَبي أُمَيَّةَ بْنِ المُغِيرَة، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لأبي طالِبٍ يا عَمِّ قُلْ لا إِلهَ إِلاّ اللهَ كَلِمَةَ
أَشْهَدُ لَكَ بِها عِنْدَ اللهِ، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللهِ بْنِ أَبي
أُمَيَّةَ يا أَبا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ المُطَّلِب فَلَمْ
يَزَل رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُها عَلَيْهِ،
وَيَعُودَانِ بِتِلْكَ المَقالَةِ حَتّى قَالَ أَبو طَالِبٍ، آخِرَ ما
كَلَّمَهُمْ، هُوَ عَلى مِلَّة عَبْدِ المُطَّلِبِ، وَأَبى أَنْ يَقُولَ لا إِلهَ
إِلاّ الله، فَقالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَمّا
وَاللهِ لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ ما لَمْ أُنْهَ عَنْكَ فَأَنْزَلَ اللهُ تَعالى
فِيهِ (مَا كانَ لِلنَّبِي) الآية
__________
المسند الجامع (15/ 164)
11432- عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ
أَبِيهِ، قَالَ:
لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ
الْوَفَاةُ، جَاءَهُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَوَجَدَ عِنْدَهِ أَبَا
جَهْلٍ، وَعَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، فَقَالَ: أَيْ عَمِّ،
قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللهِ،
فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ، وَعَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ: أَتَرْغَبُ عَنْ
مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَلَمَ يَزَلْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ، وَيُعِيدَانِهِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ،
4772)
Diriwayatkan dari Sa'id ibn al-Musayyab, dari ayahnya, yang berkata:
Ketika Abu Talib berada di ranjang ajalnya, Rasulullah shalla Allahu
alaihi wa sallam mendatanginya dan mendapati Abu Jahl dan Abdullah ibn Abi Umayyah
ibn al-Mughirah bersamanya. Beliau berkata: "Wahai pamanku, ucapkanlah
'Tidak ada Tuhan selain Allah,' sebuah pernyataan yang dengannya aku dapat
membelamu di hadapan Allah."
، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ، وَعَبْدُ
اللهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ: أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَلَمَ
يَزَلْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ، وَيُعِيدَانِهِ
بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ
Abu
Jahl dan Abdullah ibn Abi Umayyah berkata: "Apakah kalian berpaling dari
agama Abd
Al-Muttalib’’, dan Rasulullah shalla
Allahu alaihi wa sallam terus menyampaikannya kepadanya, dan mereka terus
mengulangi pernyataan itu kepadanya,
حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ، آخِرَ مَا
كَلَّمَهُمْ: عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، وَأَبَى أَنْ يَقُولُ: لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: وَاللهِ،
لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ: "مَا كَانَ
لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينِ) ،
وَأَنْزَلَ اللهُ فِي أَبِي طَالِبٍ، فَقَالَ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم:
"إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ
يَشَاءُ". خ (
sampai Abu Talib berkata, sebagai kata-kata terakhirnya kepada mereka:
"Aku berada di agama Abdul-Muttalib," dan dia menolak untuk
mengatakan: "Tidak ada Tuhan selain Allah." Dia berkata: Rasulullah
shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, aku akan memohonkan
ampunan untukmu selama aku tidak dilarang melakukannya.” Kemudian Allah
menurunkan firman-Nya: “Bukanlah hak Nabi dan orang-orang yang beriman untuk
memohonkan ampunan atas dosa-dosa mereka.” (Bagi kaum musyrik), dan Allah
menurunkan firman-Nya tentang Abu Talib, lalu ia berkata kepada Rasulullah
shalla Allahu alaihi wa sallam: “Sesungguhnya kamu tidak memberi petunjuk
kepada siapa yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang
Dia kehendaki.” (4772)
بيان الوهم
والإيهام في كتاب الأحكام (2/ 470)
وَهُوَ عِنْدِي مُرْسل، لَا من جِهَة
الِاحْتِمَال الَّذِي فِي قَول الصَّحَابِيّ: قَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّم َ -، من أَن لَا يكون سمع ذَلِك، لَكِن من جِهَة أَن الْمسيب بن
حزن بن أبي وهب إِنَّمَا هُوَ وَأَبوهُ من مسلمة الْفَتْح.
Penjelasan la wahm wal iham dalam Kitab Ahkam (2/470)
Menurut hemat saya, Hadis itu adalah mursal, bukan dari sudut pandang
kemungkinan sahabat berkata: Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam -
berkata, bahwa dia tidak mendengarnya, tetapi dari sudut pandang bahwa
Al-Musayyab bin Hazn bin Abi Wahb, dia dan ayahnya berasal dari orang yang masuk islam waktu penaklukan kota
Mekkah.
HR BUkhari , muslim, ahmad dan nasai .
Jadi ayah Said tidak mengetahui kejaadia itu , sebab belum Masuk islam,
dan tidak ada keterangan saat itu dia berada di sana. Dan benar bila di
katakana haddis itu mursal, ( lemah ).
Perawi tunggalnya adalah Ibnu Syihab al zhri . .
قال علي بن المديني : له نحو من ألفي
حديث . وقال أبو داود : حديثه ألفان ومائتا حديث ، النصف منها مسند
Ali bin al-Madini berkata: Beliau
memiliki sekitar dua ribu hadits. Abu Dawud berkata: Hadits-haditsnya berjumlah
dua ribu dua ratus, setengahnya merupakan sanad yang sahih.
هو الإمام أبو
بكر محمد بن مسلم بن شهاب الزهري. قُرَشيّ من بني زُهرة. وُلد في المدينة المنورة
سنة 50 للهجرة أو بعدها، ونشأ فيها، ثم أقام في الشام، وصَحِبَ خلفاء بني أميّة.
Beliau ( Al zuhri ) adalah Imam
Abu Bakr Muhammad ibn Muslim ibn Shihab al-Zuhri. Beliau adalah seorang Quraisy
dari Bani Zuhra. Beliau lahir di Madinah pada tahun 50 Hijriah atau setelahnya,
dan dibesarkan di sana, kemudian beliau menetap di Levant, dan mendampingi para
khalifah Umayyah.
وفاته: توفي
الزهري سنة مئة وأربع وعشرين للهجرة، في شغب بين الحجاز وفلسطين.
رحمه الله تعالى
ورضي عنه، وهيّأ للأمّة العلماء الزهّاد الكرماء الناصحين.
Wafatnya: Al-Zuhri wafat pada tahun 124 Hijriah, pada masa konflik
antara Hijaz dan Palestina.
Semoga Allaerah dan
meridainya, serta menganugerahkan kepada umat Muslim para ulama yang saleh,
dermawan, dan tulus.
Ibnu sihap meriwayatkan hadis sampai 2200 setengahnya sahih.Saya sendiri
masih meragukan , kok begitu banyak hadis yang diriwayatkan oleh
Ibnu syihab ini, Apalagi beliau terkenal muda llis orang yang ahli menyelipkan perawi lemah agar
hadisnya tanpak shahih-tahun 100-an bagaimana beliau bisa mengumpulkan
hadis-hadis itu. Kalau dilihat abu bakar saja hadisnya sedikit sekali apalagi abu bakar itu yang paling sering kumpul dengan
nabi tapi hadisnya sedikit sekali . Ada orang mengumpulkan musnad abu bakar secara
khusus sebagai berikut
Komentarku ( Mahrus ali ) :
والظاهر - والله
أعلم - أن المؤلف قصد إلى جمع كل ما أمكن الوقوف عليه من الأحاديث المروية من طريق
أبي بكر؛ فلأجل ذلك لم يتحر الصحة في المرويات.
Tampaknya—dan Allah Maha Mengetahui—penulis bermaksud mengumpulkan semua
hadits yang diriwayatkan melalui Abu Bakar yang dapat ia temukan; oleh karena
itu, ia tidak memverifikasi keaslian riwayat tersebut.
Jumlah hadits yang disertakan, termasuk pengulangan, adalah 140.
Pengarangnya Abu bakar al marwazi.
هذا؛ وقد بلغت جملة
ما فيه من الأحاديث ١٤٠ حديثا بالمكرر
Ini; dan jumlah total hadits yang terkandung di dalamnya, termasuk
pengulangan, adalah 140.
Riwayat abu Thalib itu bila dipercaya maka akan bertentangan dengan ayat
90 Yunus cerita tentang Firaun di akhir hayatnya membaca kalimat tauhid tapi
tidak diterima oleh Allah .makanya nabi tidak akan menyuruh abu Thalib untuk
membaca kalimat tauhid ketika menjelang wafatnya sebab beliau adalah kafir
Senin, Juli 06, 2026
orang kafir masuk surga benarkah ?
Hadis orang kafir masuk surga benar ?
٣- قال رجُلٌ لمْ يعمَلْ
خيرًا قَطُّ لأهلِهِ، إذا ما مات، فأحرِقوهُ، فذَرُّوا نِصفَهُ في البَرِّ،
ونِصفَهُ في البَحرِ، فواللهِ لَئِنْ قدَر اللهُ عليه لَيُعَذِّبَنَّهُ عذابًا لا
يُعَذِّبُهُ أحَدًا منَ العالَمِينَ، فلمّا مات فعَلوا، فأمَر اللهُ البَحرَ فجمَع
ما فيه، وأمَر البَرَّ فجمَع ما فيه، ثمَّ قال: لِمَ فعَلْتَ هذا؟ قال: مِن
خَشْيَتِكَ يا ربِّ، وأنتَ أعلَمُ، فغفَر له.
الراوي: أبو هريرة • شعيب الأرنؤوط، تخريج مشكل الآثار
(٥٦٣) • إسناده صحيح على شرطهما • أخرجه الطحاوي في ((شرح مشكل الآثار)) (٥٦٣) واللفظ له، والبخاري
(٣٤٨١)، ومسلم (٢٧٥٦) كلاهما بنحوه.
جامع الأصول (8/ 42)
«كان رجل يُسْرِفُ على
نَفسِه، فلما حَضَرَهُ الموتُ،
جامع الأصول (8/ 42)
قال رجل لم يعمل حسنة قَطُّ لأهله: إذا مات فَحرِّقُوه
Jami' al-Usul (8/42)
"Ada seorang pria yang sangat
sombong.( melewati batas dalam kjelekan
) Ketika kematian menghampirinya,
Jami' al-Usul (8/42)
Seorang pria yang tidak pernah berbuat baik kepada keluarganya
berkata: 'Ketika dia meninggal, bakarlah dia.'"
Seorang pria yang tidak pernah berbuat baik
kepada keluarganya berkata, “Ketika aku mati, bakarlah aku, lalu sebarkanlah
separuh abuku di darat dan separuhnya lagi di laut. Karena demi Allah, jika
Allah mempunyai kuasa atas aku, Ia akan menghukumku dengan hukuman yang tidak
seperti hukuman apa pun di dunia.” Maka ketika ia mati, mereka melakukan
seperti yang diperintahkannya. Kemudian Allah memerintahkan laut untuk mengumpulkan
apa yang ada di dalamnya, dan Ia memerintahkan darat untuk mengumpulkan apa
yang ada di dalamnya. Kemudian Ia berkata, “Mengapa kamu melakukan ini?” Ia
menjawab, “Karena takut kepada-Mu, ya Tuhan, dan Engkau Maha Mengetahui.” Maka
Allah mengampuninya.
Perawi: Abu Hurairah • Shuaib Al-Arna’ut, Takhrij Mushkil
Al-Athar (563) • Rantai periwayatannya sahih menurut syarat-syarat mereka •
Diriwayatkan oleh Al-Tahawi dalam Sharh Mushkil Al-Athar (563) dan redaksinya
sama dengan miliknya, dan oleh Al-Bukhari (3481), dan Muslim (2756), keduanya
dengan redaksi yang serupa.
ابن
عبد البر، الاستذكار (٢/٦١٩) • روي موقوفاً والصواب رفعه، وقد روي من طرق كثيرة •
أخرجه البخاري (٧٥٠٦)، ومسلم (٢٧٥٦)
Ibn Abd al-Barr, Al-Istidhkar (2/619) • Diriwayatkan sebagai
pernyataan seorang Sahabat,( Mauquf ) namun pandangan yang benar adalah bahwa
itu adalah pernyataan Nabi. Diriwayatkan melalui banyak rantai periwayatan. •
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7506) dan Muslim (2756).
الألباني، صحيح النسائي (٢٠٧٨) • صحيح • أخرجه مسلم (٢٧٥٦)
باختلاف يسير، والنسائي (٢٠٧٩) واللفظ له • شرح حديث مشابه
Al-Albani, Sahih An-Nasa'i (2078) • Sahih • Diriwayatkan oleh
Muslim (2756) dengan sedikit perbedaan, dan An-Nasa'i (2079) dengan redaksi
seperti di atas • Penjelasan hadits serupa
[Perawi tungggal hadis tsb adalah Zuhri dan beliau adalah
[هو الإمام أبو بكر محمد بن مسلم
بن شهاب الزهري. قُرَشيّ من بني زُهرة. وُلد في المدينة المنورة سنة 50 للهجرة
Beliau adalah Imam Abu Bakr Muhammad ibn Muslim ibn Shihab
al-Zuhri. Seorang Quraisy dari Bani Zuhrah. Beliau lahir di Madinah pada tahun
50 Hijriah.
وفاته: توفي الزهري سنة مئة وأربع وعشرين للهجرة، في شغب
بين الحجاز وفلسطين
رحمه الله تعالى ورضي عنه، وهيّأ للأمّة العلماء الزهّاد
الكرماء الناصحين.
Wafatnya: Al-Zuhri wafat pada tahun 124 Hijriah, di staghob antara Hijaz dan Palestina.
Semoga Allah merahmatinya dan meridainya, serta menganugerahkan
kepada umat Muslim para ulama yang saleh, dermawan, dan tulus.bertempat tinggal
d suria
Hadis tersebut kadang diriwayatkan oleh az-zuhri yaitu orang
Syam Suriah kadang diriwayatkan oleh imam Malik masing-masing dari abu Hurairah
sanadnya masih dikatakan bagus,Bararti
bukan perawi tunggal karena imam malik meriwayatkan . boleh juga di shahihkan, tapi hadis itu tidak hanya sanadnya yang bagus tapi
kalimatnya tidak bertentangan dengan al quran. Ada perbedaan kalimat dari hadis
tersebut dari satu perawi yaitu abu Hurairah mana yang benar. kita tidak tahu
kalimatnya sebagaimana di sebutkan di atas.
Arti musrifin juga di sebut dalm al quran seperti Firaun sbb ;
فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ
عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ
فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ
[10.02, 24/6/2026] Mahrus ali: Maka tidak
ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam
keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka.
Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya
dia termasuk orang-orang yang melampaui bat
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Lelaki dalam hadis tersebut adalah kafir, kalau dia muslim akan
mengerjakan kebaikan, salat puasa dan lain-lain. Tapi dia tidak melakukan kebaikan sama sekali,
makanya saya katakan lelaki itu kafir,
dia melanggar juga dengan wasiat agar tubuhnya dibakar. Dalam Islam
membakar tubuh mayat itu tidak diperkenankan dan tidak dilakukan oleh para nabi
atau sahabat. Anehnya hadis itu dimasukkan di dalam shahih Bukhari an muslim
dan Albani sendiri menshahehkan . Mestinya hadits tersebut adalah lemah.
tinggalkan saja jangan dibuat pegangandan jangan dipercaya, tapi ragukan saja
buang saja walaupun ia muttafaq alih diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dalam
kitab shahihnya . Kalau kita ini percaya pada hadis tersebut berbahaya karena
orang kafir kok masuk surga
bila dosa lelaki itu sudah diampun. sudah tentu tidak dimasukkan
ke neraka tapi ke surge. Untuk apa
pengampunan dosa lalu tetap dimasukkan ke dalam neraka. Kalau dia dimasukkan ke
surga maka akan ditiru oleh kaum muslimin.
kalau disahihkan akan dibuat pedoman oleh bangsa sekarang, makanya hadis
tersebut tidak benar tapi kok disahihkan oleh Albani, tepatlah apa yang
dikatakan oleh syekh Mahfud dalam kitab manhaj dzawin nadhor bahwa ahli hadis
itu bodoh-bodoh.
Dan tidak mengerti makna
matan atau arti redaksi hadits itu, karena itu jangan terlalu percaya dengan
omongan ahli hadis yang tidak mengerti makna hadits kalau dipercaya kita yang
berbahaya. Percayalah ahi quran yang alim.
Masuk surge cukup baca kalimat tauhid di akhir hayatnya , benarkah ?
Masuk surge cukup baca kalimat tauhid di akhir hayatnya , benarkah ?
٤- من كان آخرُ كلامِه لا إله إلا اللهُ،
دخل الجنَّةَ
الراوي:
معاذ بن جبل • الألباني، صحيح الجامع (٦٤٧٩) • صحيح • أخرجه أبو داود (٣١١٦)
واللفظ له، وأحمد (٢4
. Barang siapa yang mengucapkan kata-kata terakhirnya "Tidak ada
Tuhan selain Allah," maka ia akan masuk Surga.
Diriwayatkan oleh: Mu'adz ibn Jabal • Al-Albani, Sahih al-Jami' (6479) •
Sahih • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116) dan redaksinya adalah miliknya, dan
Ahmad (22034)٢٠٣٤)
ابن
العربي، عارضة الأحوذي (٢/٣٦٩) • ثابت صحيح من طرق كثيرة • أخرجه أبو داود (٣١١٦)
واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه
Ibn al-Arabi, 'Aridat al-Ahwadhi (2/369) • Otentik dan sahih menurut
banyak sanad • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116), dan redaksi haditsnya miliknya, dan Ahmad (22034) • Penjelasan
hadits serupa
ابن
الملقن، تحفة المحتاج (١/٥٨١) • صحيح أو حسن [كما اشترط على نفسه في المقدمة] •
أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد (٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه
Ibn al-Mulaqqin, Tuhfat al-Muhtaj (1/581) • sahih atau baik [sebagaimana
yang beliau tetapkan dalam pendahuluan] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3116),
dan redaksi haditsnya adalah miliknya, dan Ahmad (22034) • Penjelasan hadits
serupa
الألباني،
شرح الطحاوية (٧٨) • حسن أو صحيح • أخرجه أبو داود (٣١١٦) واللفظ له، وأحمد
(٢٢٠٣٤) • شرح حديث مشابه
Al-Albani, Syarh al-Tahawiyyah (78) • Hasan atau Sahih • Diriwayatkan
oleh Abu Dawud (3116) dan redaksi haditsnya sama dengan hadits Ahmad (22034) •
Penjelasan hadits serupa
محمد
جار الله الصعدي، النوافح العطرة (٤٠٠) • صحيح
Muhammad Jarallah Al-Sa'di, Al-Nawafih Al-'Atirah (400) • Sahih
لسبكي
(الابن)، فيض القدير (٦/ ٢٠٦) • صحيح • -
Al-Subki (putra), Fayd al-Qadir (6/206) • Sahih
السيوطي،
الجامع الصغير (٨٩٤٦) • صحيح
Al-Suyuti, Al-Jami’ Al-Saghir (8946) • Sahih
الحاكم
، المستدرك على الصحيحين (١٣١٧) • صحيح الإسناد
Al-Hakim, Al-Mustadrak 'ala al-Sahihayn (1317) • Rantai periwayatan yang
sahih
Komentarku ( Mahrus ali ) :
AL hakim hanya menyatakan
rantai sanadnya yang sahih bukan matannya atau redaksinya.
ابن
الملقن، البدر المنير (٥/١٨٨) • صحيح –
Ibnu al-Mulaqqin, al-Badr al-Munir (5/188) •
Shahih
الألباني،
هداية الرواة (١٥٦٤) • إسناده صحيح
Al-Albani, Hidayat al-Ruwat (1564) • Rantai periwayatannya sahih
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Al bani kadang menyatakan sanadnya saja yang sahih, kadang hasan kadang
sahih. Jadi belum ada kepastian, masih ragu.
شعيب
الأرنؤوط، تخريج شرح الطحاوية (٢٣) • سنده حسن
Shu'ayb al-Arna'ut, Takhrij Sharh al-Tahawiyyah (23) • Rantai sanadnya
hasan .
ابن
حجر العسقلاني، هداية الرواة (٢/١٨٨) • [حسن كما قال في المقدمة]
Ibnu Hajar al-Asqalani, Hidayat al-Ruwat (2/188) • [Hasan seperti yang
dikatakannya pada pendahuluan]
ابن
تيمية، مجموع الفتاوى (١٠/٢٢٧) • ثابت
Ibnu Taimiyah, Majmu' al-Fatawa (10/227) • Tsabit ( seperti sahih ).
ابن
القطان، فيض القدير (٦/ ٢٠٦) • [فيه] صالح بن أبي عريب لا يعرف حاله ولا يعرف من
روى عنه غير عبد الحميد
Ibn al-Qattan, Fayd al-Qadir (6/206) • [Kitab ini memuat] Salih ibn Abi
Urayb, yang statusnya tidak diketahui,( perawi yang tidak di kenal ) dan tidak
ada seorang pun selain Abd al-Hamid yang diketahui meriwayatkan darinya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Hadis tsb sangat lemah sekalipun banyak ulama yang mensahihkan, sebab
ada perawi shalih bin Abi Urab yang tidak dikenal > perawi sedemikian ini
biasanya hadis tsb di katakan palsu. Apalagi dia juga perawi tunggalnya.
Hadisnya gharib dan tidak bisa dikatakan sahih tapi mungkar. Bukhari , Muslim ,
Imam Malik dan penduduk Madinah tidak tahu
tidak tahu hadis tsb.
Siapakah shalih bin Abi Uraib itu ?
صالح
بن أبي عريب قليب بن حرمل الحضرمي
الحياة
والتاريخ
الميلاد:
غير
معروف
الوفاة:
غير
معروف
الفترة:
بين
٢٠ هـ (٦٤٠م) و ١٢٠ هـ (٧٣٧م)
الأماكن
أماكن
الإقامة:
حضرموت,
اليمن
Salih ibn Abi Urayb Qulayb ibn Harmal al-Hadrami
Kehidupan dan Sejarah
Kelahiran:
Tidak diketahui
Kematian:
Tidak diketahui
Periode:
Antara 20 H (640 M) dan 120 H (737 M)
Tempat
Tempat Tinggal:
Hadramawt, Yaman
Sekitar seratus tahun hijriyah tida ada yang mengerti hadis tsb kecuali
satu orang itu. Penduduk Madinah saja tidak ada yang tahu .
Bila kita percaya pada hadis tersebut maka kita akan bertentangan dengan
ayat yang menerangkan bahwa Firaun itu akhir hayatnya membaca kalimat
lailahaillallah tapi dia masih dikatakan kafir
وَجَاوَزْنَا
بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا
وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ
إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh
Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka);
hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya
percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil,
dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Dan Kami
memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan
bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila
Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa
tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya
termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
آلْآنَ
وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ
وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah
durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat
kerusakan. 90 -91 Yunus
Firaun saja sudah menyatakan kalimat tauhid dan sudah menyatakan muslim, namun tidak
diterima oleh Allah, bila kita menyatakan orang yang akhir hayatnya membaca kalimat tauhid maka
masuk surga padahal orang tersebut mungkin sekali sebelumnya tidak salat tidak
zakat dan tidak menjalankan kebaikan sama sekali, namun cukup membaca kalimat
tauhid dalam akhir hayatnya. lalu dimasukkan ke surga ini sangat bertentangan
dengan banyak ayat . Apalagi surga itu untuk orang-orang yang bertakwa , bukan
orang yang waktu hidupnya bejat rusak moralnya dan tidak pernah menjalankan
kebaikan lalu dimasukkan surga karena diakhiri dengan kalimat tauhid waktu akan
meninggal
Ada toko ahli bidah yang menyatakan walaupun banyak kalangan NU itu
menjalankan kebidanan tapi akhir hayatnya membaca kalimat tauhid dan jelas
surge. Ada yang mengatakan kamu jangan menghina atau meremehkan kepada
orang-orang yang bertahlilan mereka itu ketika akan meninggal dunia membaca
kalimat tauhid walaupun tidak salat, tapi kalau akhir hayatnya membaca kalimat
tauhid itu menurut mereka akan dimasukkan ke surge. Itu adalah kesalahan dan
tidak benar berbahaya bukan menyelamatkan
Bersambung
…