Kamis, Juni 11, 2026

Sujud Nabi untuk minta syafaat

 

Sujud Nabi untuk minta syafaat

لجمع بين الصحيحين (2/ 545)

وَلَكِن عَلَيْكُم بِمُحَمد، فأوتى فَأَقُول: أَنا لَهَا، وأنطلق فَاسْتَأْذن على رَبِّي فَيُؤذن لي، فأقوم بَين يَدَيْهِ، فأحمده بِمَحَامِد لَا أقدر عَلَيْهِ الْآن يلهمنيه الله، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: يَا رب، أمتِي أمتِي. فَيُقَال: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من برة أَو شعيرَة من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا.

Kumpulan Dua Sahih (2/545)

Tetapi kamu harus pergi kepada Muhammad. Maka aku didatangkan dan aku akan berkata: Akulah orang yang tepat untuk itu. Dan aku  pergi dan meminta izin kepada Tuhanku, dan Dia  mengabulkannya. Maka aku berdiri di hadapan-Nya dan memuji-Nya dengan pujian yang tidak mampu kuucapkan sekarang, tetapi Allah akan mengilhami aku dengan pujian itu. Kemudian aku akan bersujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah, maka engkau akan didengar; mintalah, maka engkau akan diberi; bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhan, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan: Pergilah, dan siapa pun yang di dalam hatinya terdapat iman seberat sebutir gandum atau sebutir jelai, keluarkanlah dia dari situ.

 فأنطلق فأفعل، ثمَّ ارْجع إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: رب، أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من خَرْدَل من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا. فأنطلق فأفعل،

 

 ثمَّ أَعُود إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: يَا رب أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه أدنى أدنى أدنى من مِثْقَال حَبَّة من خردلٍ من إِيمَان فَأخْرجهُ من النَّار، فأنطلق فأفعل ".

Kumpulan Dua Sahih (2/545)

kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku akan bersujud di hadapan-Nya. Kemudian akan dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan berbicaralah, maka doamu akan didengar; mintalah, maka akan diberi, bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan kepadaku: Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil biji khordal di dalam hatinya, keluarkanlah dia dari neraka. Maka aku akan pergi dan melakukannya, kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku akan sujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berbicaralah maka doamu akan didengar, mintalah maka akan diberikan kepadamu, bersyafaatlah maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku, dan akan dikatakan kepadaku: Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil apa pun di dalam hatinya, bahkan kurang dari seberat biji mustard, keluarkanlah dia dari neraka, maka aku akan pergi dan melakukannya.”

 

Komentarku ( Mahrus ali )

Hadis tersebut tidak bisa dipercaya, lupakan saja atau jangan dipegang lagi, tapi tinggalkan walaupun hadis tersebut muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Kebanyakan kaum muslimin sekarang ini selalu mengagumkan kepada Bukhari dan Muslim. Apalagi diriwayatkan dalam kitab shahihnya, apalagi dikatakan muttafaq alaih. Ada sebagian kyai bilang kalau sudah Bukhari yang meriwayatkan, ya harus diterima dan dikatakan shahih,  Begitu itu siapa yang bicara, apa dasarnya tolong diselidiki secara ilmiah sanad dan matan hadits tersebut. Jangan ikut-ikutan tapi mandiri lah dalam mencapai suatu kebenaran, ikut-ikutan itu sering kali menyesatkan bangsa lalu dan akan menyesatkan bangsa sekarang, dan tidak akan membenarkan bangsa sekarang, sudah cukup bangsa lalu sebagai contoh.

«لا تقلدني، ولا تقلد مالكاً، ولا الشافعي، ولا الأوزاعي، ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا».

Jangan meniru aku, Malik, Al-Syafi’i, Al-Awza’i, dan Al-Thawri, tetapi ambillah dari mana mereka mengambil.”

Itulah perkataan imam Ahmad yang melarang bertaklid tapi harus beribadah yakni mengerjakan ibadah dengan dalil bukan beribadah tanpa dalil yang membikin kesesatan, kadang tidak ada pahalanya Hadis tersebut kalau kita ikuti ikuti Bukhari dan Muslim yang meriwayatkannya,maka kita ini akan bertentangan dengan Alquran tidak mencocoki perintah Allah dan tidak mengikuti perintah Allah Hadir tersebut diriwayatkan oleh Muhammad m`abad bin hilal beliau ini meninggalnya setelahnya imam Malik meninggal.. imam Malik lahir pada tahun 93 Hijriyah wafatnya 179 Hijriyah setelah sakit selama 22 har, lalu disalati oleh Amir Madinah Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim dan dimakamkan di kuburan  Baqi` umurnya 86 tahun, saat itulah selang beberapa tahun meninggalnya Muhammad di tahun sekian di tahun sekian tahun 179 Hijriyah tidak ada yang mengerti hadis tersebut dan imam Malik sendiri tidak ngerti, hadist itu penduduk Madinah para tabiin dan tabiut tabiin juga tidak mengerti hadis itu, Yang mengerti satu orang dan tahunya juga hampir 200 Hijriyah satu orang ini yang mengetahui hadits tentang syafaat nabi kepada penduduk neraka dari umatnya walaupun memiliki iman satu biji paling kecil di hatinya tanpa sholat tanpa puasa tanpa haji . Dan inilah yang jelas bertentangan dengan hadis, dengan Alquran di mana Allah telah menyatakan bahwa orang yang berada di neraka itu akan selamanya di sana.

169إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. al an`am 169.

Kalau kita ini mengikuti hadis muttafaq alaih karya Bukhari dan Muslim tersebut maka kita ini akan bertentangan dengan ayat 169 Al an'am jadi kalau sudah dimasukkan di neraka tidak bisa dikeluarkan dan orang yang di surga pun tidak bisa keluar dari surge. Semuanya itu selamanya di neraka atau di surga . Dalam hadis tersebut dikatakan Rasulullah lah yang akan mengeluarkan umatnya yang masuk neraka, Rasulullah masuk ke neraka lalu mengeluarkan umatnya.  Rasulullah itu manusia biasa tidak mampu masuk ke neraka lalu mengeluarkan syafaat itu kalau ada maka sebelum manusia dimasukkan ke neraka,  tapi tapi tidak bisa orang yang tidak salat dan tidak zakat tidak puasa hanya punya iman sedikit lalu dimasukkan ke surge. Surga itu untuk orang-orang yang bertakwa

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, Ali imran 133

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

( 135 )   Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

( 136 )   Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

(