Kamis, Oktober 08, 2026

Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :

  

Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :

 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ « مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ، وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »

 

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.

 

Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)

 

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Itulah terjemahan dari KH Muhammad Abduh Tausikaal ‘

– إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ

pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik

komentarku (Mahrus ali ) :

 Yang benar adalah  melihat kepada lelaki yangberperang melawan musrikin. ( bukan membunuh ).

وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُم

dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani

komentarku (Mahrus ali ) :

 yang tepat adalah Dia termasuk di antara umat Muslim yang paling mandiri di antara mereka.

، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ

dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.

Komentarku (Mahrus ali ) :

Yang benar adalah sbb : Ia mempercepat kematiannya. Maka ia mengambil ujung pedangnya dan meletakkannya di antara dadanya, lalu bersandar padanya hingga pedang itu keluar dari antara bahunya.

 Komentarku (Mahrus ali ) :

Hadis tsb di kitab

تحفة الأشراف بمعرفة الأطراف (4/ 122)

الحديث. خ في القدر (5: 2) عن ابن أبي مريم - وفي الرقاق (33) عن عليِّ بن عياش - كلاهما عنه به

Tuhfat al-Ashraf bi-Ma'rifat al-Atraf (4/122)

Hadits ini terdapat dalam al-Qadr (5:2) berdasarkan riwayat Ibnu Abi Maryam - dan dalam al-Riqaq (33) berdasarkan riwayat Ali bin Ayyash - keduanya berdasarkan riwayatnya.

 Hadisitu hanya dari Al bin Ayyas

قال يعقوب الفسوي : مات سنة تسع عشرة ومائتين .

Yaqub al-Fasawi berkata: Beliau wafat pada tahun dua ratus sembilan belas.

 

الدارقطني، أحاديث من صحيح البخاري أعلها الدارقطني

Al-Daraqutni, hadits dari Sahih al-Bukhari yang dianggap cacat oleh Al-Daraqutni

Komentarku (Mahrus ali ) :

Hadis tersebut tidak layak untuk dibuat pegangan tapi lepaskan, jangan lagi dilihat buang saja, karena hadis itu menyatakan seseorang menjalankan perbuatan ahli surga tapi hakikatnya dia adalah penduduk neraka. Dan orang yang mengerjakan sesuatu menurut manusia dia adalah ahli neraka tapi hakikatnya ahli surge. Hari ini sama dengan mengatakan kalau Anda menjumpai orang sholeh maka jangan kira dia ahli surga belum tentu dia mungkin ahli neraka.Kalau Anda lihat lagi orang kafir Jangen kau lihat dia penduduk neraka tapi dia adalah penduduk surge. Hadits ini jelas membingungkan bukan menjelaskan ajaran agama tapi bikin orang bingung dengan ajaran agama. Orang sholeh dianggap Ahli neraka dan orang kafir boleh dianggap ahli surga , karena yang penting akhir hayatnya bukan penting awal hayatnya atau tengahnya-tengahnya biardia minum berzina atau mengerjakan amalan-amalan orang kafir, tapi lihat nanti akhirnya. Ini keliru sekali bertentangan dengan ayat sebagai berikut

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

( 6 )   dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

( 7 )   maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

( 8 )   Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

( 9 )   serta mendustakan pahala terbaik,

   maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

( 11 )   Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

( 12 )   Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

( 13 )   dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

Sekarang kita lihat saja kenyataannya , orang ahli bidah maka dia akan menjalankannya sampai akhir hayatnya.  itu hukum kebanyakan mesti ada pengecualian dan sebagian kecil lihatt saja orang Saudi , kebanyakan mengikuti aqidah salafi dan anti kebidanan, ya sampai akhir hayatnya dia menjalankan seperti itu, lihat saja orang-orang syiah di Iran dia akan menjalankan ajaran syiah sampai mati, ini hukum kebanyakan. Jadi kalau orang itu  suka berjudi minum maka dia akan menjalankannya sampai mati ini hukum pada umumnya . makanya hadis tersebut tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang sholeh jangan dikira dia ahli surga tapi dia hakikatnya adalah Ali neraka itu tidak benar dan itu hadisd tssb oleh Daroqutni dikatakan cacat dan itu hadis mungkar karena Ali bin ayas yang meriwayatkannya satu orang

 

Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :

 

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ « مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ، وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »

 

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.

 

Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)

 

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Itulah terjemahan dari KH Muhammad Abduh Tausikaal ‘

– إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ

pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik

komentarku (Mahrus ali ) :

 Yang benar adalah  melihat kepada lelaki yangberperang melawan musrikin. ( bukan membunuh ).

وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُم

dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani

komentarku (Mahrus ali ) :

 yang tepat adalah Dia termasuk di antara umat Muslim yang paling mandiri di antara mereka.

، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ

dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.

Komentarku (Mahrus ali ) :

Yang benar adalah sbb : Ia mempercepat kematiannya. Maka ia mengambil ujung pedangnya dan meletakkannya di antara dadanya, lalu bersandar padanya hingga pedang itu keluar dari antara bahunya.

 Komentarku (Mahrus ali ) :

Hadis tsb di kitab

تحفة الأشراف بمعرفة الأطراف (4/ 122)

الحديث. خ في القدر (5: 2) عن ابن أبي مريم - وفي الرقاق (33) عن عليِّ بن عياش - كلاهما عنه به

Tuhfat al-Ashraf bi-Ma'rifat al-Atraf (4/122)

Hadits ini terdapat dalam al-Qadr (5:2) berdasarkan riwayat Ibnu Abi Maryam - dan dalam al-Riqaq (33) berdasarkan riwayat Ali bin Ayyash - keduanya berdasarkan riwayatnya.

 Hadisitu hanya dari Al bin Ayyas

قال يعقوب الفسوي : مات سنة تسع عشرة ومائتين .

Yaqub al-Fasawi berkata: Beliau wafat pada tahun dua ratus sembilan belas.

 

الدارقطني، أحاديث من صحيح البخاري أعلها الدارقطني

Al-Daraqutni, hadits dari Sahih al-Bukhari yang dianggap cacat oleh Al-Daraqutni

Komentarku (Mahrus ali ) :

Hadis tersebut tidak layak untuk dibuat pegangan tapi lepaskan, jangan lagi dilihat buang saja, karena hadis itu menyatakan seseorang menjalankan perbuatan ahli surga tapi hakikatnya dia adalah penduduk neraka. Dan orang yang mengerjakan sesuatu menurut manusia dia adalah ahli neraka tapi hakikatnya ahli surge. Hari ini sama dengan mengatakan kalau Anda menjumpai orang sholeh maka jangan kira dia ahli surga belum tentu dia mungkin ahli neraka.Kalau Anda lihat lagi orang kafir Jangen kau lihat dia penduduk neraka tapi dia adalah penduduk surge. Hadits ini jelas membingungkan bukan menjelaskan ajaran agama tapi bikin orang bingung dengan ajaran agama. Orang sholeh dianggap Ahli neraka dan orang kafir boleh dianggap ahli surga , karena yang penting akhir hayatnya bukan penting awal hayatnya atau tengahnya-tengahnya biardia minum berzina atau mengerjakan amalan-amalan orang kafir, tapi lihat nanti akhirnya. Ini keliru sekali bertentangan dengan ayat sebagai berikut

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,

( 6 )   dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

( 7 )   maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

( 8 )   Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,

( 9 )   serta mendustakan pahala terbaik,

   maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

( 11 )   Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

( 12 )   Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,

( 13 )   dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

Sekarang kita lihat saja kenyataannya , orang ahli bidah maka dia akan menjalankannya sampai akhir hayatnya.  itu hukum kebanyakan mesti ada pengecualian dan sebagian kecil lihatt saja orang Saudi , kebanyakan mengikuti aqidah salafi dan anti kebidanan, ya sampai akhir hayatnya dia menjalankan seperti itu, lihat saja orang-orang syiah di Iran dia akan menjalankan ajaran syiah sampai mati, ini hukum kebanyakan. Jadi kalau orang itu  suka berjudi minum maka dia akan menjalankannya sampai mati ini hukum pada umumnya . makanya hadis tersebut tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang sholeh jangan dikira dia ahli surga tapi dia hakikatnya adalah Ali neraka itu tidak benar dan itu hadisd tssb oleh Daroqutni dikatakan cacat dan itu hadis mungkar karena Ali bin ayas yang meriwayatkannya satu orang