Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ
قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ
الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ
« مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ
إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ،
فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ
ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ .
فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا
يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ،
وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ
الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »
Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan
salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah
berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang
ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi
terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada
seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni
surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba
yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun
berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari
akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itulah terjemahan dari KH
Muhammad Abduh Tausikaal ‘
– إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ
pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik
komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah melihat kepada lelaki yangberperang melawan
musrikin. ( bukan membunuh ).
وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ
غَنَاءً عَنْهُم
dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani
komentarku (Mahrus ali ) :
yang tepat adalah Dia termasuk di
antara umat Muslim yang paling mandiri di antara mereka.
، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ
بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ،
حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ
dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah sbb : Ia mempercepat kematiannya. Maka ia mengambil
ujung pedangnya dan meletakkannya di antara dadanya, lalu bersandar padanya
hingga pedang itu keluar dari antara bahunya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tsb di kitab
تحفة الأشراف بمعرفة الأطراف (4/ 122)
الحديث. خ في القدر (5: 2) عن ابن أبي
مريم - وفي الرقاق (33) عن عليِّ بن عياش - كلاهما عنه به
Tuhfat al-Ashraf bi-Ma'rifat al-Atraf (4/122)
Hadits ini terdapat dalam al-Qadr
(5:2) berdasarkan riwayat Ibnu Abi Maryam - dan dalam al-Riqaq (33) berdasarkan
riwayat Ali bin Ayyash - keduanya berdasarkan riwayatnya.
Hadisitu hanya dari Al bin Ayyas
قال يعقوب الفسوي : مات سنة تسع عشرة
ومائتين .
Yaqub al-Fasawi berkata: Beliau wafat pada tahun dua ratus sembilan
belas.
الدارقطني، أحاديث من صحيح البخاري
أعلها الدارقطني
Al-Daraqutni, hadits dari Sahih al-Bukhari yang dianggap cacat oleh
Al-Daraqutni
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tersebut tidak layak untuk dibuat pegangan tapi lepaskan, jangan
lagi dilihat buang saja, karena hadis itu menyatakan seseorang menjalankan
perbuatan ahli surga tapi hakikatnya dia adalah penduduk neraka. Dan orang yang
mengerjakan sesuatu menurut manusia dia adalah ahli neraka tapi hakikatnya ahli
surge. Hari ini sama dengan mengatakan kalau Anda menjumpai orang sholeh maka
jangan kira dia ahli surga belum tentu dia mungkin ahli neraka.Kalau Anda lihat
lagi orang kafir Jangen kau lihat dia penduduk neraka tapi dia adalah penduduk surge.
Hadits ini jelas membingungkan bukan menjelaskan ajaran agama tapi bikin orang
bingung dengan ajaran agama. Orang sholeh dianggap Ahli neraka dan orang kafir
boleh dianggap ahli surga , karena yang penting akhir hayatnya bukan penting
awal hayatnya atau tengahnya-tengahnya biardia minum berzina atau mengerjakan
amalan-amalan orang kafir, tapi lihat nanti akhirnya. Ini keliru sekali
bertentangan dengan ayat sebagai berikut
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
( 6 ) dan membenarkan adanya
pahala yang terbaik (surga),
( 7 ) maka Kami kelak akan
menyiapkan baginya jalan yang mudah.
( 8 ) Dan adapun orang-orang
yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
( 9 ) serta mendustakan pahala
terbaik,
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
( 11 ) Dan hartanya tidak
bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
( 12 ) Sesungguhnya kewajiban
Kamilah memberi petunjuk,
( 13 ) dan sesungguhnya
kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
Sekarang kita lihat saja kenyataannya , orang ahli bidah maka dia akan
menjalankannya sampai akhir hayatnya. itu hukum kebanyakan mesti ada pengecualian
dan sebagian kecil lihatt saja orang Saudi , kebanyakan mengikuti aqidah salafi
dan anti kebidanan, ya sampai akhir hayatnya dia menjalankan seperti itu, lihat
saja orang-orang syiah di Iran dia akan menjalankan ajaran syiah sampai mati,
ini hukum kebanyakan. Jadi kalau orang itu suka berjudi minum maka dia akan
menjalankannya sampai mati ini hukum pada umumnya . makanya hadis tersebut
tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang sholeh jangan dikira dia ahli surga
tapi dia hakikatnya adalah Ali neraka itu tidak benar dan itu hadisd tssb oleh Daroqutni
dikatakan cacat dan itu hadis mungkar karena Ali bin ayas yang meriwayatkannya
satu orang
Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ
قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ
الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ
« مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ
إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ،
فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ
ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ .
فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا
يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ،
وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ
الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »
Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan
salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah
berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang
ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi
terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada
seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni
surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba
yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun
berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari
akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itulah terjemahan dari KH
Muhammad Abduh Tausikaal ‘
– إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ
pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik
komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah melihat kepada lelaki yangberperang melawan
musrikin. ( bukan membunuh ).
وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ
غَنَاءً عَنْهُم
dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani
komentarku (Mahrus ali ) :
yang tepat adalah Dia termasuk di
antara umat Muslim yang paling mandiri di antara mereka.
، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ
بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ،
حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ
dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah sbb : Ia mempercepat kematiannya. Maka ia mengambil
ujung pedangnya dan meletakkannya di antara dadanya, lalu bersandar padanya
hingga pedang itu keluar dari antara bahunya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tsb di kitab
تحفة الأشراف بمعرفة الأطراف (4/ 122)
الحديث. خ في القدر (5: 2) عن ابن أبي
مريم - وفي الرقاق (33) عن عليِّ بن عياش - كلاهما عنه به
Tuhfat al-Ashraf bi-Ma'rifat al-Atraf (4/122)
Hadits ini terdapat dalam al-Qadr
(5:2) berdasarkan riwayat Ibnu Abi Maryam - dan dalam al-Riqaq (33) berdasarkan
riwayat Ali bin Ayyash - keduanya berdasarkan riwayatnya.
Hadisitu hanya dari Al bin Ayyas
قال يعقوب الفسوي : مات سنة تسع عشرة
ومائتين .
Yaqub al-Fasawi berkata: Beliau wafat pada tahun dua ratus sembilan
belas.
الدارقطني، أحاديث من صحيح البخاري
أعلها الدارقطني
Al-Daraqutni, hadits dari Sahih al-Bukhari yang dianggap cacat oleh
Al-Daraqutni
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tersebut tidak layak untuk dibuat pegangan tapi lepaskan, jangan
lagi dilihat buang saja, karena hadis itu menyatakan seseorang menjalankan
perbuatan ahli surga tapi hakikatnya dia adalah penduduk neraka. Dan orang yang
mengerjakan sesuatu menurut manusia dia adalah ahli neraka tapi hakikatnya ahli
surge. Hari ini sama dengan mengatakan kalau Anda menjumpai orang sholeh maka
jangan kira dia ahli surga belum tentu dia mungkin ahli neraka.Kalau Anda lihat
lagi orang kafir Jangen kau lihat dia penduduk neraka tapi dia adalah penduduk surge.
Hadits ini jelas membingungkan bukan menjelaskan ajaran agama tapi bikin orang
bingung dengan ajaran agama. Orang sholeh dianggap Ahli neraka dan orang kafir
boleh dianggap ahli surga , karena yang penting akhir hayatnya bukan penting
awal hayatnya atau tengahnya-tengahnya biardia minum berzina atau mengerjakan
amalan-amalan orang kafir, tapi lihat nanti akhirnya. Ini keliru sekali
bertentangan dengan ayat sebagai berikut
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
( 6 ) dan membenarkan adanya
pahala yang terbaik (surga),
( 7 ) maka Kami kelak akan
menyiapkan baginya jalan yang mudah.
( 8 ) Dan adapun orang-orang
yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
( 9 ) serta mendustakan pahala
terbaik,
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
( 11 ) Dan hartanya tidak
bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
( 12 ) Sesungguhnya kewajiban
Kamilah memberi petunjuk,
( 13 ) dan sesungguhnya
kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
Sekarang kita lihat saja kenyataannya , orang ahli bidah maka dia akan
menjalankannya sampai akhir hayatnya. itu hukum kebanyakan mesti ada pengecualian
dan sebagian kecil lihatt saja orang Saudi , kebanyakan mengikuti aqidah salafi
dan anti kebidanan, ya sampai akhir hayatnya dia menjalankan seperti itu, lihat
saja orang-orang syiah di Iran dia akan menjalankan ajaran syiah sampai mati,
ini hukum kebanyakan. Jadi kalau orang itu suka berjudi minum maka dia akan
menjalankannya sampai mati ini hukum pada umumnya . makanya hadis tersebut
tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang sholeh jangan dikira dia ahli surga
tapi dia hakikatnya adalah Ali neraka itu tidak benar dan itu hadisd tssb oleh Daroqutni
dikatakan cacat dan itu hadis mungkar karena Ali bin ayas yang meriwayatkannya
satu orang