Jumat, Juni 12, 2026

Syafaat Nabi Untuk penduduk Neraka bisa ?

 

مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ شَعِيرَةٍ مِن خَيْرٍ، ويَخْرُجُ مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ بُرَّةٍ مِن خَيْرٍ، ويَخْرُجُ مِنَ النّارِ مَن قالَ لا إلَهَ إلّا اللَّهُ، وفي قَلْبِهِ وزْنُ ذَرَّةٍ مِن خَيْرٍ.

 

[-  keluar dari api neraka orang yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dan di dalam hatinya ada satu sa`ir ( mirip gandum) kebaikan, dan akan keluar dari api neraka orang yang mengatakan Tiada tuhan selain Allah, di dalam hatinya  satu gandum kebaikan, dan keluar  dari api orang-orang yang mengatakan tidak ada Tuhan selain Allah, dan di dalam hatinya ada satu  zarrah kebaikan. Kebaikan.

وقال: قال أبان: حدثنا قتادة حدثنا أنس عن النبي ﷺ (من إيمان) مكان من (خير)

الراوي: أنس بن مالك • البخاري، صحيح البخاري (٤٤) • [صحيح] • أخرجه البخاري (٤٤)، ومسلم (١٩٣)

Dan dia menjawab:  Aban  berkata: bercerita kepada kami Qatadah bercerita kepada kami Anas dari Nabi (shalawat dan salam Allah kepadanya) (dari Iman )  sebagai ganti dari (baik)

Perawi: Anas ibn Malik • Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (44) • [Sahih] • Diriwayatkan oleh al-Bukhari (44), dan Muslim (193)

/

[: sanadnya sbb :

: التوحيد لابن خزيمة (2/ 701)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: ثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ، قَالَ: ثَنَا هِشَامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «

: Dari Muhammad bin Yahya berkata bercerita kepada kami Abdul Somad berkata bercerita kepada kami  Hisyam dari Qataada dari Anas berkata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda seperti hadis di atas

Hadis tersebut tidak diketahui penduduk Madinah waktu dulu bahkan imam Malik tidak mengetahuinya, Hadis itu 100 tahun Hijriyah hanya Qotadah yang mengetahuinya -  orang Irak bukan orang Makkah atau orang Madinah Hadis sedemikian ini dikatakan hadis gharib Bukhari hadis itu tidak boleh dibuat pegangan, lepaskan saja menyesatkan, tidak mengarahkan kepada jalan yang baik tapi jalan sesat.  orang yang percaya kepadanya termasuk orang sesat, karena itu buanglah Menurut salafi  hadis  sedemikian ini shahih dengan jelas, harus dipercaya tidak boleh diragukan sesatlah orang yang meragukan.

Salafi dalam hal ini sangat keliru dan tidak benar bagaimana hadis yang penduduk Madinah tidak tahu dan imam Malik tidak tahu lalu dikatakan benar itu hadis hanya satu orang Irak yang tahu.

28الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِن سُوءٍ ۚ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

 28 )   (yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan".  Annakhel  28

فاد]ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

Masuklahke pintu jahannam , kamu kekal disana . Sungguh jelek tempat orang – orng yang sombong

: Dalam ayat 29 an nahl ini telah dinyatakan orang yang masuk neraka itu akan kekal bukan sementaram tidak dikeluarkan lalu masuk ke surge. tapi tidak akan masuk surga selamanya dan akan berada di neraka selamanya, Karena itu kalau ada cerita-cerita bahwa orang yang masuk neraka itu dosanya selalu dikikis habis dan dikeluarkan dari neraka lalu masuk surge, maka jangan didengarkan itu menyesatkan, tidak mengarahkan kepada kebaikan atau surga tapi kepada neraka.

Bahwa orang yang akan masuk  neraka itu baca lailahaillallah saja sudah bisa dikeluarkan dan akhirnya masuk surga tapi sedemikian ini faham salafi yang sesat tidak benar dan menyesatkan orang banyak

مع الأصول (10/ 551)

(خ د ت) عمران بن حصين - رضي الله عنه - أنَّ النبيَّ - صلى الله عليه وسلم- قال: «يخرُجُ قوم من النار بشفاعة محمد - صلى الله عليه وسلم-، فيدخلون الجنةَ يُسمَّون الجَهَنَّميِّين» أخرجه البخاري وأبو داود والترمذي

[: Jami' al-Usul (10/551)

 

'Imran bin Husayn - semoga Allah meridainya - meriwayatkan bahwa Nabi - shalawat dan salam kepadanya - bersabda: “Sekelompok orang akan dikeluarkan dari Neraka melalui syafaat Muhammad - shalawat dan salam kepadanya - dan akan masuk Surga. Mereka akan disebut penghuni Neraka.” Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Dawud, dan al-Tirmidhi

الراوي: عمران بن الحصين • الألباني، صحيح الجامع (٨٠٥٥) • صحيح • أخرجه البخاري (٦٥٦٦

Perawi : Imran bin Husain • Al-Albani, Sahih al-Jami’ (8055) • Sahih • Riwayat al-Bukhari (6566)

[01.20, 4/6/2026] Mahrus ali: ولد في أول سنة عشرين ومائة

إYahya bin Said  al qatthan lahir pada tahun pertama tahun seratus dua puluh.

 Perawi tunggalnya hadis tersebut di mana suatu saat akan dikeluarkan dari neraka dengan syafaat Muhammad prawi tunggalnya adalah Yahya bin said Al Khattan orang dari Irak dari Basrah bukan orang Madinah penduduk Madinah saat itu tidak mengetahui hadis tersebut . Makanya imam Malik tidak tahu dan tidak meriwayatkan Albani mengatakan sahih, 100 tahun Hijriyah lebih masih satu orang yang meriwayatkan dan tidak dikenal oleh penduduk Madinah . Jadi gadis itu menurut ahli hadis yang dulu  mungkar, buang saja tidak usah dikerjakan walaupun diriwayatkan oleh abu Daud karena satu orang Irak yang meriwayatkan. Sebab nabi Muhammad tidak bisa mengeluarkan orang dari neraka. bila dipercaya maka akan bertentangan dengan ayat 29 dan ayat-ayat yang menyatakan manusia di neraka itu selamanya tidak akan dimasukkan ke surge. Hadis ini bila dibuat pegangan kita akan bertentangan dengan sanad hadits itu di mana penduduk Madinah tidak mengetahui hadis itu dan imam Malik juga tidak mengetahuinya dan bertentangan dengan ayat 29  Nahel. orang yang sudah di neraka itu wajahnya sudah rusak terbakar dan hitam lalu bagaimana bisa masuk surge. Makanya hadis-hadis sedemikian ini bila dipercaya kita ini bisa dosa besar karena ingkar kepada hayat Alquran.  Golongan-golongan salafi dan lainnya akan masuk neraka selamanya kalau percaya kepada hadis itu dan ingkar kepada ayat yang menyatakan kekalnya penduduk neraka

 Syafaat itu ada nanti di akhirat dilakukan oleh nabi dan orang-orang mukmin tapi sebelum dimasukkan ke neraka mungkin ketika hisab

 

[19أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي النَّارِ

ali: Apakah (kamu hendak merubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka 18 zumar

: Ayat 19 Zumar ini menegaskan bahwa Rasulullah tidak bisa memberikan syafaat pada orang yang berada di neraka .kalau kita percaya bahwa Rasul bisa mengeluarkan orang yang di neraka kita berarti kufur kepada ayat 19 zumar. Dan salafi kebanyakan iman seperti itu karena mereka sangat percaya kepada hadis dan mereka kebanyakan tidak tahu hadis yang bertentangan dengan ayat Alquran juga tidak mengerti hadis ini shahih apa yang  mereka mengerti hanya tahu Albani menyatakan sahih padahal itu adalah ahli hadis yang mengikuti manhaj orang-orang belakangan, tidak mengikuti ahli hadis yang dulu.  makanya sering berbeda dengan saya dan banyak ulama ahli hadis dan saya mengikuti ahli  hadis yang dulu kalau menurut Albani walaupun penduduk Madinah tidak tahu imam Malik tidak tahu tidak ada masalah yang penting orangnya jujur

 

I Al bani keluar dari teknis atau cara ulama dulu dan kalau ikut Albani kita ini berarti ingkar kepada ayat 19 Zumar makanya saya katakan tokoh salafi banyak yang tidak mengerti hadis. Merek hanya ikut ikutan belaka . Tidak penting bertentangan dengan ayat Alquran atau tidak makanya. Ppengarang kitab manhaj Nadhar  menyatakan ahli hadis kebanyakan  bodoh. Mereka hanya mementingkan sanad tidak mengerti makna hadis yang sebenarnya

 

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan