Rabu, Juni 17, 2026

Hadis tujuh orang dapat naungan do akhirat dusta.

 

naungan  di mahsyar lemah

جامع الأصول (9/ 564)

 (سَبعةٌ يُظِلُّهمُ اللهُ في ظِلِّه يَومَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّه: الإمامُ العادِلُ، وشابٌّ نَشَأ في عِبادةِ رَبِّه، ورَجُلٌ قَلبُه مُعَلَّقٌ في المَساجِدِ، ورَجُلانِ تَحابَّا في اللهِ اجتَمعا عليه وتَفَرَّقا عليه، ورَجُلٌ طَلَبَتْه امرَأةٌ ذاتُ مَنصِبٍ وجَمالٍ، فقال: إنِّي أخافُ اللهَ، ورَجُلٌ تَصَدَّقَ، أخفى حتَّى لا تَعلَمَ شِمالُه ما تُنفِقُ يَمينُه، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خاليًا ففاضَت عَيناه.

(Kh M T T S) Abu Hurairah (semoga Allah meridainya) berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan Allah beri naungan pada hari kiamat, di mana tidak ada naungan selain naungan-Nya: seorang Imam yang adil; seorang pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah kepada Allah Yang Maha mulia dan Maha Agung; seorang laki-laki yang hatinya terikat pada masjid, sejak saat ia meninggalkannya hingga ia kembali kepadanya; dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena alasan itu; seorang laki-laki yang yang di ajak oleh seorang wanita yang berstatus tinggi dan cantik, tetapi ia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’; seorang laki-laki yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya; dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian dan matanya berlinang air mata.”

 

أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة، وأخرجاه من حديث مالك عن حَفْص ابن عاصِم عن أبي سعيد، أو عن أبي هريرة نحوه، وأخرجه «الموطأ» والترمذي عن أبي هريرة أو أبي سعيد - بالشَّكِّ من حفص بن عاصم - وأخرجه النسائي مُرسلاً (1) عن حفص (2

 Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurayrah, dan mereka meriwayatkannya dari Malik dari Hafs ibn Asim dari Abu Sa'id, atau dari Abu Hurayrah dalam bentuk yang serupa. Juga diriwayatkan dalam al-Muwatta' dan oleh al-Tirmidhi dari Abu Hurayrah atau Abu Sa'id - dengan keraguan dari Hafs ibn Asim - dan diriwayatkan oleh al-Nasa'i sebagai hadits mursal (1) dari Hafs

لراوي: أبو هريرة • البزار، البحر الزخار (١٥/١٢) • لا نعلمه يروى بهذا اللفظ إلا من هذا الوجه، بهذا الإسناد • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١) بلفظه.

لراوي: أبو هريرة • الطبراني، المعجم الأوسط (٦/٢٥١) • لم يرو هذا الحديث عن سعيد بن أبي الأبيض إلا القعنبي • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١)بنحوه، والترمذي (٢٣٩١) مع التقديم والتأخير

جامع الأصول (9/ 565)

كلاهما - يحيى، ومعن - عن مالك، عن خبيب بن عبد الرحمن الأنصاري، عن حفص بن عاصم، عن أبي سعيد الخدري، أو عن أبي هريرة، فذكره

[09.11, 14/6/2026] Mahrus ali: Imam Nasai meriwayatkan hadis tsb dalam keadaan mursal ( lemah ).

لراوي: أبو هريرة • البزار، البحر الزخار (١٥/١٢) • لا نعلمه يروى بهذا اللفظ إلا من هذا الوجه، بهذا الإسناد • أخرجه البخاري (٦٦٠)، ومسلم (١٠٣١) بلفظه.

لراوي: أبو هريرة • الطبراني، المعجم الأوسط (٦/٢٥١) • لم يرو هذا الحديث عن سعيد بن أبي الأبيض إلا القعنبي

[Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (15/12) • Kami tidak mengetahui riwayat hadits ini dengan redaksi seperti ini kecuali melalui sanad ini. • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (660) dan Muslim (1031) dengan redaksi yang sama.

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • At-Tabarani, Al-Mu'jam Al-Awsat (6/251) • Hadits ini hanya diriwayatkan dari Sa'id ibn Abi Al-Abyad oleh Al-Qa'nabi.

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • Al-Bazzar, Al-Bahr Al-Zakhkhar (15/12) • Kami tidak mengetahui riwayat hadits ini dengan redaksi seperti ini kecuali melalui sanad ini. • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (660) dan Muslim (1031) dengan redaksi yang sama.

 

Diriwayatkan oleh: Abu Hurayrah • At-Tabarani, Al-Mu'jam Al-Awsat (6/251) • Hadits ini hanya diriwayatkan dari Sa'id ibn Abi Al-Abyad oleh Al-Qa'nabi.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

  Perawi tunggal tersebut tidak di kenal, biasanya hadisnya palsu

Menurut Tabrani dalam kitab mu`jam Al ausat hadis tersebut perawi tunggalnya adalah said bin Abyah yang tidak dikenal biasanya kalau tidak dikenal hadisnya palsu, buang saja tidak usah dipegang dan tidak usah dipercaya

أخرجه البخاري ومسلم عن أبي هريرة، وأخرجاه من حديث مالك عن حَفْص ابن عاصِم عن أبي سعيد، أو عن أبي هريرة نحوه،

: Intinya dari Malik dari Hafes bin Ashim.

: ه

  Initiny ada prbedaan dalam riwayat terahir dari malik tidak langsung dai Hafes tapi dari habib ……………..

        Sanadnya kacau .

البسام بترتيب وتخريج فوائد تمام 9)

عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "سبعةٌ يُظِلُّهم اللهُ تحت عرشه يومَ القيامة: ................تصدّق بصدقةٍ فأخفاها حتى لا تعلمَ شماله ما تُنفقُ يمينُه".

في إسناده: الوليد بن الحارث السكسكي، ذكره ابن عساكر في "التاريخ" (17/ ق 409/ أ) ولم يحك فيه جرحًا ولا تعديلًا.

Al-Rawd al-Bassam, disusun dan dikompilasi oleh Tammam (3/99)

Dari Abu Sa'id al-Khudri, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh orang yang akan Allah beri naungan di bawah Arasy-Nya pada Hari Kiamat: ............orang yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan  tangan kanannya."

Dalam sanadnya terdapat al-Walid ibn al-Harith al-Saksaki, yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam "al-Tarikh" (17/ hlm. 409/a), dan tidak menyebutkan kritik atau pujian apa pun terhadapnya.

Hadis tersebut muttafaq alaih. menurut salafi di manapun mereka berada adalah hadis yang shahih   Memang salafi itu tidak ada ulama yang mau mengkaji total hadis Bukhari maupun hadis Muslim , mereka itu ikut-ikutan saja kalau sudah ada muttafaq alaih ia berarti shahih kalau kita ikuti kita ini keliru mengapa begitu karena hadis ini banyak cacatnya, yaitu perawi tunggalnya imam Malik walaupun imam Malik itu orang Madinah tapi imam Malik dari orang Irak yang tunggal di irak ndak ada orang lain .Dia  bernama Hafest bin ashim, wafatnya tahun 90 Hijriyah lebih dulu daripada imam Malik, dia terkenal ahli Quran yakni Ali qiroah dan ahli sunah ini mengikuti qiraah hafiz bin Asyim di bidang Alquran dia bagus di bidang hafalan Quran, bukan hadis. Makanya hadisnya di sini mungkar karena dia sendiri yang meriwayatkan Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari beliau dan beliau seorang diri meriwayatkan hadis ini, sudah tentu hadisnya ndak bisa dikatakan sahih , tentang 7 orang yang diberi naungan oleh Allah ini tidak benar, salah total , pertama karena tandanya cacat keduanya redaksinya ini jelek sekali , orang yang diberi naungan oleh Allah ini tidak menyebutkan para nabi padahal bila naungan dari Allah itu  mestinya lebih dahulu para nabi dan Shalihin dan syuhada sebagaimana ayat 69 Annisa barang siapa

[07.22, 15/6/2026] Mahrus ali: وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. 69 nisa`

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

[07.30, 15/6/2026] Mahrus ali: Janganlah kamu berdoa selain pada Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. 88 qashas

Segala sesuatu waktu itu sudah hancur termasuk matahari

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

: وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

: Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. 69 zumar

Mungkin orang menyangka bahwa saat di akhirat itu ada matahari seperti di dunia ini padahal tidak begitu karena matahari sudah dirusak oleh Allah sebagaimana ayat tsb

: الروض البسام بترتيب وتخريج فوائد تمام (3/ 99)

عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: "سبعةٌ يُظِلُّهم اللهُ تحت عرشه يومَ القيامة: ................تصدّق بصدقةٍ فأخفاها حتى لا تعلمَ شماله ما تُنفقُ يمينُه".

في إسناده: الوليد بن الحارث السكسكي، ذكره ابن عساكر في "التاريخ" (17/ ق 409/ أ) ولم يحك فيه جرحًا ولا تعديلًا.

Al-Rawd al-Bassam, disusun dan dikompilasi oleh Tammam (3/99)

Dari Abu Sa'id al-Khudri, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada tujuh orang yang akan Allah beri naungan di bawah Arasy-Nya pada Hari Kiamat: ............orang yang memberi sedekah secara diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan  tangan kanannya."

Dalam sanadnya terdapat al-Walid ibn al-Harith al-Saksaki, yang disebutkan oleh Ibnu Asakir dalam "al-Tarikh" (17/ hlm. 409/a), yang tidak menyebutkan kritik atau pujian apa pun terhadapnya.

وَأَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ ٱلۡكِتَـٰبُ وَجِا۟یۤءَ بِٱلنَّبِیِّـۧنَ وَٱلشُّهَدَاۤءِ وَقُضِیَ بَیۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ لَا یُظۡلَمُونَ﴾ [الزمر ٦٩]

 

 

 

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan