Sujud Nabi untuk
minta syafaat
لجمع بين الصحيحين (2/ 545)
وَلَكِن عَلَيْكُم بِمُحَمد، فأوتى فَأَقُول: أَنا لَهَا،
وأنطلق فَاسْتَأْذن على رَبِّي فَيُؤذن لي، فأقوم بَين يَدَيْهِ، فأحمده
بِمَحَامِد لَا أقدر عَلَيْهِ الْآن يلهمنيه الله، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا،
فَيُقَال: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع.
فَأَقُول: يَا رب، أمتِي أمتِي. فَيُقَال: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال
حَبَّة من برة أَو شعيرَة من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا.
Kumpulan Dua
Sahih (2/545)
Tetapi kamu
harus pergi kepada Muhammad. Maka aku didatangkan dan aku akan berkata: Akulah
orang yang tepat untuk itu. Dan aku
pergi dan meminta izin kepada Tuhanku, dan Dia mengabulkannya. Maka aku berdiri di
hadapan-Nya dan memuji-Nya dengan pujian yang tidak mampu kuucapkan sekarang,
tetapi Allah akan mengilhami aku dengan pujian itu. Kemudian aku akan bersujud
di hadapan-Nya, dan akan dikatakan: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan
berbicaralah, maka engkau akan didengar; mintalah, maka engkau akan diberi;
bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhan,
umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan: Pergilah, dan siapa pun yang di dalam
hatinya terdapat iman seberat sebutir gandum atau sebutir jelai, keluarkanlah
dia dari situ.
فأنطلق فأفعل، ثمَّ ارْجع إِلَى رَبِّي فأحمده
بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ
رَأسك وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: رب، أمتِي أمتِي،
فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من خَرْدَل من إِيمَان
فَأخْرجهُ مِنْهَا. فأنطلق فأفعل،
ثمَّ
أَعُود إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال
لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع.
فَأَقُول: يَا رب أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه أدنى
أدنى أدنى من مِثْقَال حَبَّة من خردلٍ من إِيمَان فَأخْرجهُ من النَّار، فأنطلق
فأفعل ".
Kumpulan Dua
Sahih (2/545)
kemudian aku
akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian
aku akan bersujud di hadapan-Nya. Kemudian akan dikatakan kepadaku: Wahai
Muhammad, angkatlah kepalamu dan berbicaralah, maka doamu akan didengar;
mintalah, maka akan diberi, bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka
aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan kepadaku:
Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil biji khordal di dalam
hatinya, keluarkanlah dia dari neraka. Maka aku akan pergi dan melakukannya,
kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian
itu, kemudian aku akan sujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan kepadaku: Wahai
Muhammad, angkatlah kepalamu, berbicaralah maka doamu akan didengar, mintalah
maka akan diberikan kepadamu, bersyafaatlah maka syafaatmu akan diterima. Maka
aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku, dan akan dikatakan kepadaku:
Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil apa pun di dalam hatinya,
bahkan kurang dari seberat biji mustard, keluarkanlah dia dari neraka, maka aku
akan pergi dan melakukannya.”
Komentarku ( Mahrus ali )
Hadis
tersebut tidak bisa dipercaya, lupakan saja atau jangan dipegang lagi, tapi
tinggalkan walaupun hadis tersebut muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim. Kebanyakan kaum muslimin sekarang ini selalu mengagumkan kepada Bukhari
dan Muslim. Apalagi diriwayatkan dalam kitab shahihnya, apalagi dikatakan
muttafaq alaih. Ada sebagian kyai bilang kalau sudah Bukhari yang meriwayatkan,
ya harus diterima dan dikatakan shahih, Begitu
itu siapa yang bicara, apa dasarnya tolong diselidiki secara ilmiah sanad dan
matan hadits tersebut. Jangan ikut-ikutan tapi mandiri lah dalam mencapai suatu
kebenaran, ikut-ikutan itu sering kali menyesatkan bangsa lalu dan akan
menyesatkan bangsa sekarang, dan tidak akan membenarkan bangsa sekarang, sudah
cukup bangsa lalu sebagai contoh.
«لا تقلدني، ولا تقلد مالكاً، ولا الشافعي،
ولا الأوزاعي، ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا».
“Jangan meniru aku, Malik, Al-Syafi’i, Al-Awza’i, dan
Al-Thawri, tetapi ambillah dari mana mereka mengambil.”
Itulah
perkataan imam Ahmad yang melarang bertaklid tapi harus beribadah yakni
mengerjakan ibadah dengan dalil bukan beribadah tanpa dalil yang membikin
kesesatan, kadang tidak ada pahalanya Hadis tersebut kalau kita ikuti ikuti
Bukhari dan Muslim yang meriwayatkannya,maka kita ini akan bertentangan dengan
Alquran tidak mencocoki perintah Allah dan tidak mengikuti perintah Allah Hadir
tersebut diriwayatkan oleh Muhammad m`abad bin hilal beliau ini meninggalnya
setelahnya imam Malik meninggal.. imam Malik lahir pada tahun 93 Hijriyah
wafatnya 179 Hijriyah setelah sakit selama 22 har, lalu disalati oleh Amir
Madinah Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim dan dimakamkan di kuburan Baqi` umurnya 86 tahun, saat itulah selang
beberapa tahun meninggalnya Muhammad di tahun sekian di tahun sekian tahun 179
Hijriyah tidak ada yang mengerti hadis tersebut dan imam Malik sendiri tidak
ngerti, hadist itu penduduk Madinah para tabiin dan tabiut tabiin juga tidak
mengerti hadis itu, Yang mengerti satu orang dan tahunya juga hampir 200
Hijriyah satu orang ini yang mengetahui hadits tentang syafaat nabi kepada
penduduk neraka dari umatnya walaupun memiliki iman satu biji paling kecil di hatinya
tanpa sholat tanpa puasa tanpa haji . Dan inilah yang jelas bertentangan dengan
hadis, dengan Alquran di mana Allah telah menyatakan bahwa orang yang berada di
neraka itu akan selamanya di sana.
169إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ
فِيهَا أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
kecuali jalan
ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian
itu adalah mudah bagi Allah. al an`am 169.
Kalau kita
ini mengikuti hadis muttafaq alaih karya Bukhari dan Muslim tersebut maka kita
ini akan bertentangan dengan ayat 169 Al an'am jadi kalau sudah dimasukkan di
neraka tidak bisa dikeluarkan dan orang yang di surga pun tidak bisa keluar
dari surge. Semuanya itu selamanya di neraka atau di surga . Dalam hadis
tersebut dikatakan Rasulullah lah yang akan mengeluarkan umatnya yang masuk
neraka, Rasulullah masuk ke neraka lalu mengeluarkan umatnya. Rasulullah itu manusia biasa tidak mampu masuk
ke neraka lalu mengeluarkan syafaat itu kalau ada maka sebelum manusia
dimasukkan ke neraka, tapi tapi tidak
bisa orang yang tidak salat dan tidak zakat tidak puasa hanya punya iman
sedikit lalu dimasukkan ke surge. Surga itu untuk orang-orang yang bertakwa
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ
عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, Ali
imran 133
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di
waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
( 135 )
Dan (juga)
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka
dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka
tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
( 136 )
Mereka itu
balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala
orang-orang yang beramal.
(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan