Rabu, September 30, 2026

Jawabanku untuk gusdur

 Jawaban untuk gus dur

 

Menurut bu sinta istri gusddur, bahwa gusdur tidak pernah perintahkan jilbab.

 

Memang sosok gusdur selulu kontro versi , ddaan saya ingin ,emjelaskan secra ringkas masalah ini .

 

جَاءَ فِي الْقَامُوسِ الْمُحِيط: وَالْجِلْبَاب كَسِرْدَاب وَسُنَّمار: الْقَمِيصُ وَثَوْب وَاسِع لِلْمَرْأَةِ دُونَ الْمِلْحَفَة أَوْ مَا تُغَطِّي بِهِ ثِيَابَهَا مِنْ فَوْقِ كَالْمِلْحَفَة أَوْ هُوَ الْخِمَار

Kamus Al-Muheet menyatakan: “Jilbab itu seperti jubah dan pakaian: kemeja  ( Gamis  ) . dan pakaian lebar untuk wanita, di atasnya jubah atau apa yang dia gunakan untuk menutupi pakaiannya dari atas, seperti jubah, atau itu adalah jilbab.”.

وَعَلَى ذَلِكَ فَحُكم لُبْسِ الْمَرْأَةِ لِلْجَلْبَاب يَنْبَنِي عَلَى وَصْفِ الْجِلْبَاب وَمَا يُحَقِّقُهُ مِنْ سَتْرِ لِبَدَن الْمَرْأَةِ، فَإِنْ الشَّرْعَ لَمْ يُعَيِّنْ لِلِّبَاس الْمَرْأَة نَوْعًا مِنْ اللِّبَاسِ، وَلَكِنْ ذَكَرَ الْعُلَمَاءُ شُرُوطًا فِي لِبَاسِ الْمِرْاةَ أَمَامَ الْأَجَانِبِ إذَا تَحَقَّقَتْ هَذِهِ الشُّرُوطِ فِي أَيِّ مَلْبُوس فَهُو الْحِجَاب الْمَشْرُوع وَإِذَا لَمْ تَتَحَقَّقْ فَهُوَ غَيْرُ جَائِزٍ، وَانْظُرِي هَذِهِ الشُّرُوطِ فِي الْفَتْوَى رَقَّم: 6745.

Oleh karena itu, hukum mengenai perempuan yang mengenakan jilbab bergantung pada deskripsi jilbab dan apa yang dicapainya dalam hal menutupi tubuh perempuan. Syariat tidak menentukan jenis pakaian tertentu untuk perempuan, tetapi para ulama menyebutkan syarat-syarat pakaian perempuan di hadapan orang asing. Jika syarat-syarat ini terpenuhi pada pakaian apa pun, maka itu adalah hijab yang sah, dan jika tidak terpenuhi, maka tidak diperbolehkan. Lihat syarat-syarat tersebut dalam Fatwa No. 6745.

الِفَرْقُ الأَسَاسِيّ بَيْنَ الْخِمَارِ وَالْجِلْبَاب يَكْمُنُ فِي مَوْضِعٍ لُبْسُه وَحَجْمِه؛ فَالْخِمَار هُوَ مَا تُغَطِّي بِهِ الْمَرْأَةُ رَأْسَهَا وَعُنُقَهَا وَمَا دُونَهُ، بَيْنَمَا الْجِلْبَاب ثَوْبٌ وَاسِعٌ وَفِضَّفاض يَلْبَسُ فَوْقَ الثِّيَابِ وَالْخِمَار لِيَسْتَوْعِب كَامِلَ الْبَدَنِ

Perbedaan utama antara khimar dan jilbab terletak pada cara pemakaian dan ukurannya; khimar digunakan wanita untuk menutupi kepala, leher, dan bawany sedangkan jilbab adalah pakaian lebar dan longgar yang dikenakan di atas pakaian, dan khimar untuk menutupi seluruh tubuh.

Definisi khimar di sini tidak digunakan untuk menutup wajah wanita,  khimar itu artinya kerudung sebagaimana yang dipakai oleh wanita Indonesia . Sedangkan jilbabnya pakaian menutupi seluruh tubuh termasuk wajah kaki dan tangan .kebiasaan ini  dilakukan oleh wanita arab di saudi.

 Kita ikut arahan Al quran tentang jilbab .

قُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

أيسر التفاسير — أبو بكر الجزائري (١٤٣٩ هـ)

                  بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ: أَيْ وَلِتَضْرِب الْمَرْأَةُ الْمُسْلِمَةُ الْحُرَّة بِخِمَارِهَا عَلَى جُيُوب أَيْ فَتَحَات الثِّيَابِ فِي الصَّدْرِ وَغَيْرِهِ حَتَّى لَا يَبْدُو شَيْءٌ مِنْ جِسْمِهَا

Dengan Khimar ( kerudung )  menutupi dada mereka: artinya, wanita Muslim yang merdeka harus menutupi  dadanya dengan khimar ( kerudung ), yaitu, bagian pakaian ( kerah )yang terbuka di dada ( kerah ) dan di tempat lain, sehingga tidak ada bagian tubuhnya yang terlihat.

  Komentarku ( Mahrus ali ) : Wanita afganistan menutupi wajahnya dengan langsung pakaian tanpa kerudung . Umtuk wanita yaman yang badu wajahnya  di tutup dengan kulit dan hanya matanya yang tampak

يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ: أَيْ يُرْخِين عَلَى وَجْهٍهن الْجِلْبَابُ حَتَّى لَا يَبْدُو مِنْ الْمَرْأَةِ إلَّا عَيْنُ وَاحِدَةٍ تَنْظُر بِهَا الطَّرِيقُ إذَا خَرَجَتْ لِحَاجَة.

ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ: أَيْ ذَلِكَ الْإِدْنَاءَ مِنْ طَرَفِ الْجِلْبَابِ عَلَى الْوَجْهِ أَقْرَبَ.

فَلَا يُؤْذِيَنَّ: أَيْ يُعْرَفْن أَنَّهُنّ حَرَائِرَ فَلَا يَتَعَرَّضُ لَهُنَّ الْمُنَافِقُون بِالْأَذَى.

Interpretasi Paling Mudah — Abu Bakr al-Jaza’iri (1439 H)

 

“Hendaknya mereka menutup rapat pakaian luar mereka”: artinya mereka hendaknya membiarkan pakaian luar mereka jatuh menutupi wajah mereka sehingga hanya satu mata yang terlihat, yang mereka gunakan untuk melihat sekeliling jika mereka keluar untuk keperluan tertentu.

 

“Itu lebih pantas agar mereka dikenali”: artinya menutup rapat ujung pakaian luar ke wajah lebih tepat.

 

“Agar mereka tidak disakiti”: artinya mereka akan dikenali sebagai wanita merdeka, dan orang-orang munafik tidak akan mengganggu mereka.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

   Kalau di Indonesia agar wanita yang bercadar itu di katakan  sebagai wanita baik yang memperhatikan ajaran agama dengan benar. Kalau di Saudi sekarang wanita memakai cadar dengan menutup seluruh wajah .

 

 

 

 

 

   

:

 

  

                 

( Wanita harus menutup wajah dan seluruh tubuhnya )

Biasanya wanita Saudi memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya lalu memakai kaos kaki sehingga tidak ada tubuhnya yang kelihatan Dan ini juga menjalar ke seluruh kota Saudi Mereka menutup wajahnya dengan kerudung.Jawaban untuk gus dur

 

Menurut bu sinta istri gusddur, bahwa gusdur tidak pernah perintahkan jilbab.

 

Memang sosok gusdur selulu kontro versi , ddaan saya ingin ,emjelaskan secra ringkas masalah ini .

 

جَاءَ فِي الْقَامُوسِ الْمُحِيط: وَالْجِلْبَاب كَسِرْدَاب وَسُنَّمار: الْقَمِيصُ وَثَوْب وَاسِع لِلْمَرْأَةِ دُونَ الْمِلْحَفَة أَوْ مَا تُغَطِّي بِهِ ثِيَابَهَا مِنْ فَوْقِ كَالْمِلْحَفَة أَوْ هُوَ الْخِمَار

Kamus Al-Muheet menyatakan: “Jilbab itu seperti jubah dan pakaian: kemeja  ( Gamis  ) . dan pakaian lebar untuk wanita, di atasnya jubah atau apa yang dia gunakan untuk menutupi pakaiannya dari atas, seperti jubah, atau itu adalah jilbab.”.

وَعَلَى ذَلِكَ فَحُكم لُبْسِ الْمَرْأَةِ لِلْجَلْبَاب يَنْبَنِي عَلَى وَصْفِ الْجِلْبَاب وَمَا يُحَقِّقُهُ مِنْ سَتْرِ لِبَدَن الْمَرْأَةِ، فَإِنْ الشَّرْعَ لَمْ يُعَيِّنْ لِلِّبَاس الْمَرْأَة نَوْعًا مِنْ اللِّبَاسِ، وَلَكِنْ ذَكَرَ الْعُلَمَاءُ شُرُوطًا فِي لِبَاسِ الْمِرْاةَ أَمَامَ الْأَجَانِبِ إذَا تَحَقَّقَتْ هَذِهِ الشُّرُوطِ فِي أَيِّ مَلْبُوس فَهُو الْحِجَاب الْمَشْرُوع وَإِذَا لَمْ تَتَحَقَّقْ فَهُوَ غَيْرُ جَائِزٍ، وَانْظُرِي هَذِهِ الشُّرُوطِ فِي الْفَتْوَى رَقَّم: 6745.

Oleh karena itu, hukum mengenai perempuan yang mengenakan jilbab bergantung pada deskripsi jilbab dan apa yang dicapainya dalam hal menutupi tubuh perempuan. Syariat tidak menentukan jenis pakaian tertentu untuk perempuan, tetapi para ulama menyebutkan syarat-syarat pakaian perempuan di hadapan orang asing. Jika syarat-syarat ini terpenuhi pada pakaian apa pun, maka itu adalah hijab yang sah, dan jika tidak terpenuhi, maka tidak diperbolehkan. Lihat syarat-syarat tersebut dalam Fatwa No. 6745.

الِفَرْقُ الأَسَاسِيّ بَيْنَ الْخِمَارِ وَالْجِلْبَاب يَكْمُنُ فِي مَوْضِعٍ لُبْسُه وَحَجْمِه؛ فَالْخِمَار هُوَ مَا تُغَطِّي بِهِ الْمَرْأَةُ رَأْسَهَا وَعُنُقَهَا وَمَا دُونَهُ، بَيْنَمَا الْجِلْبَاب ثَوْبٌ وَاسِعٌ وَفِضَّفاض يَلْبَسُ فَوْقَ الثِّيَابِ وَالْخِمَار لِيَسْتَوْعِب كَامِلَ الْبَدَنِ

Perbedaan utama antara khimar dan jilbab terletak pada cara pemakaian dan ukurannya; khimar digunakan wanita untuk menutupi kepala, leher, dan bawany sedangkan jilbab adalah pakaian lebar dan longgar yang dikenakan di atas pakaian, dan khimar untuk menutupi seluruh tubuh.

Definisi khimar di sini tidak digunakan untuk menutup wajah wanita,  khimar itu artinya kerudung sebagaimana yang dipakai oleh wanita Indonesia . Sedangkan jilbabnya pakaian menutupi seluruh tubuh termasuk wajah kaki dan tangan .kebiasaan ini  dilakukan oleh wanita arab di saudi.

 Kita ikut arahan Al quran tentang jilbab .

قُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

أيسر التفاسير — أبو بكر الجزائري (١٤٣٩ هـ)

                  بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ: أَيْ وَلِتَضْرِب الْمَرْأَةُ الْمُسْلِمَةُ الْحُرَّة بِخِمَارِهَا عَلَى جُيُوب أَيْ فَتَحَات الثِّيَابِ فِي الصَّدْرِ وَغَيْرِهِ حَتَّى لَا يَبْدُو شَيْءٌ مِنْ جِسْمِهَا

Dengan Khimar ( kerudung )  menutupi dada mereka: artinya, wanita Muslim yang merdeka harus menutupi  dadanya dengan khimar ( kerudung ), yaitu, bagian pakaian ( kerah )yang terbuka di dada ( kerah ) dan di tempat lain, sehingga tidak ada bagian tubuhnya yang terlihat.

  Komentarku ( Mahrus ali ) : Wanita afganistan menutupi wajahnya dengan langsung pakaian tanpa kerudung . Umtuk wanita yaman yang badu wajahnya  di tutup dengan kulit dan hanya matanya yang tampak

يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ: أَيْ يُرْخِين عَلَى وَجْهٍهن الْجِلْبَابُ حَتَّى لَا يَبْدُو مِنْ الْمَرْأَةِ إلَّا عَيْنُ وَاحِدَةٍ تَنْظُر بِهَا الطَّرِيقُ إذَا خَرَجَتْ لِحَاجَة.

ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ: أَيْ ذَلِكَ الْإِدْنَاءَ مِنْ طَرَفِ الْجِلْبَابِ عَلَى الْوَجْهِ أَقْرَبَ.

فَلَا يُؤْذِيَنَّ: أَيْ يُعْرَفْن أَنَّهُنّ حَرَائِرَ فَلَا يَتَعَرَّضُ لَهُنَّ الْمُنَافِقُون بِالْأَذَى.

Interpretasi Paling Mudah — Abu Bakr al-Jaza’iri (1439 H)

 

“Hendaknya mereka menutup rapat pakaian luar mereka”: artinya mereka hendaknya membiarkan pakaian luar mereka jatuh menutupi wajah mereka sehingga hanya satu mata yang terlihat, yang mereka gunakan untuk melihat sekeliling jika mereka keluar untuk keperluan tertentu.

 

“Itu lebih pantas agar mereka dikenali”: artinya menutup rapat ujung pakaian luar ke wajah lebih tepat.

 

“Agar mereka tidak disakiti”: artinya mereka akan dikenali sebagai wanita merdeka, dan orang-orang munafik tidak akan mengganggu mereka.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

   Kalau di Indonesia agar wanita yang bercadar itu di katakan  sebagai wanita baik yang memperhatikan ajaran agama dengan benar. Kalau di Saudi sekarang wanita memakai cadar dengan menutup seluruh wajah .

 

 

 

 

 

   

:

 

  

                 

( Wanita harus menutup wajah dan seluruh tubuhnya )

Biasanya wanita Saudi memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya lalu memakai kaos kaki sehingga tidak ada tubuhnya yang kelihatan Dan ini juga menjalar ke seluruh kota Saudi Mereka menutup wajahnya dengan kerudung. 

Jawaban untuk gus dur

 

Menurut bu sinta istri gusddur, bahwa gusdur tidak pernah perintahkan jilbab.

 

Memang sosok gusdur selulu kontro versi , ddaan saya ingin ,emjelaskan secra ringkas masalah ini .

 

جَاءَ فِي الْقَامُوسِ الْمُحِيط: وَالْجِلْبَاب كَسِرْدَاب وَسُنَّمار: الْقَمِيصُ وَثَوْب وَاسِع لِلْمَرْأَةِ دُونَ الْمِلْحَفَة أَوْ مَا تُغَطِّي بِهِ ثِيَابَهَا مِنْ فَوْقِ كَالْمِلْحَفَة أَوْ هُوَ الْخِمَار

Kamus Al-Muheet menyatakan: “Jilbab itu seperti jubah dan pakaian: kemeja  ( Gamis  ) . dan pakaian lebar untuk wanita, di atasnya jubah atau apa yang dia gunakan untuk menutupi pakaiannya dari atas, seperti jubah, atau itu adalah jilbab.”.

وَعَلَى ذَلِكَ فَحُكم لُبْسِ الْمَرْأَةِ لِلْجَلْبَاب يَنْبَنِي عَلَى وَصْفِ الْجِلْبَاب وَمَا يُحَقِّقُهُ مِنْ سَتْرِ لِبَدَن الْمَرْأَةِ، فَإِنْ الشَّرْعَ لَمْ يُعَيِّنْ لِلِّبَاس الْمَرْأَة نَوْعًا مِنْ اللِّبَاسِ، وَلَكِنْ ذَكَرَ الْعُلَمَاءُ شُرُوطًا فِي لِبَاسِ الْمِرْاةَ أَمَامَ الْأَجَانِبِ إذَا تَحَقَّقَتْ هَذِهِ الشُّرُوطِ فِي أَيِّ مَلْبُوس فَهُو الْحِجَاب الْمَشْرُوع وَإِذَا لَمْ تَتَحَقَّقْ فَهُوَ غَيْرُ جَائِزٍ، وَانْظُرِي هَذِهِ الشُّرُوطِ فِي الْفَتْوَى رَقَّم: 6745.

Oleh karena itu, hukum mengenai perempuan yang mengenakan jilbab bergantung pada deskripsi jilbab dan apa yang dicapainya dalam hal menutupi tubuh perempuan. Syariat tidak menentukan jenis pakaian tertentu untuk perempuan, tetapi para ulama menyebutkan syarat-syarat pakaian perempuan di hadapan orang asing. Jika syarat-syarat ini terpenuhi pada pakaian apa pun, maka itu adalah hijab yang sah, dan jika tidak terpenuhi, maka tidak diperbolehkan. Lihat syarat-syarat tersebut dalam Fatwa No. 6745.

الِفَرْقُ الأَسَاسِيّ بَيْنَ الْخِمَارِ وَالْجِلْبَاب يَكْمُنُ فِي مَوْضِعٍ لُبْسُه وَحَجْمِه؛ فَالْخِمَار هُوَ مَا تُغَطِّي بِهِ الْمَرْأَةُ رَأْسَهَا وَعُنُقَهَا وَمَا دُونَهُ، بَيْنَمَا الْجِلْبَاب ثَوْبٌ وَاسِعٌ وَفِضَّفاض يَلْبَسُ فَوْقَ الثِّيَابِ وَالْخِمَار لِيَسْتَوْعِب كَامِلَ الْبَدَنِ

Perbedaan utama antara khimar dan jilbab terletak pada cara pemakaian dan ukurannya; khimar digunakan wanita untuk menutupi kepala, leher, dan bawany sedangkan jilbab adalah pakaian lebar dan longgar yang dikenakan di atas pakaian, dan khimar untuk menutupi seluruh tubuh.

Definisi khimar di sini tidak digunakan untuk menutup wajah wanita,  khimar itu artinya kerudung sebagaimana yang dipakai oleh wanita Indonesia . Sedangkan jilbabnya pakaian menutupi seluruh tubuh termasuk wajah kaki dan tangan .kebiasaan ini  dilakukan oleh wanita arab di saudi.

 Kita ikut arahan Al quran tentang jilbab .

قُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

أيسر التفاسير — أبو بكر الجزائري (١٤٣٩ هـ)

                  بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ: أَيْ وَلِتَضْرِب الْمَرْأَةُ الْمُسْلِمَةُ الْحُرَّة بِخِمَارِهَا عَلَى جُيُوب أَيْ فَتَحَات الثِّيَابِ فِي الصَّدْرِ وَغَيْرِهِ حَتَّى لَا يَبْدُو شَيْءٌ مِنْ جِسْمِهَا

Dengan Khimar ( kerudung )  menutupi dada mereka: artinya, wanita Muslim yang merdeka harus menutupi  dadanya dengan khimar ( kerudung ), yaitu, bagian pakaian ( kerah )yang terbuka di dada ( kerah ) dan di tempat lain, sehingga tidak ada bagian tubuhnya yang terlihat.

  Komentarku ( Mahrus ali ) : Wanita afganistan menutupi wajahnya dengan langsung pakaian tanpa kerudung . Umtuk wanita yaman yang badu wajahnya  di tutup dengan kulit dan hanya matanya yang tampak

يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ: أَيْ يُرْخِين عَلَى وَجْهٍهن الْجِلْبَابُ حَتَّى لَا يَبْدُو مِنْ الْمَرْأَةِ إلَّا عَيْنُ وَاحِدَةٍ تَنْظُر بِهَا الطَّرِيقُ إذَا خَرَجَتْ لِحَاجَة.

ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ: أَيْ ذَلِكَ الْإِدْنَاءَ مِنْ طَرَفِ الْجِلْبَابِ عَلَى الْوَجْهِ أَقْرَبَ.

فَلَا يُؤْذِيَنَّ: أَيْ يُعْرَفْن أَنَّهُنّ حَرَائِرَ فَلَا يَتَعَرَّضُ لَهُنَّ الْمُنَافِقُون بِالْأَذَى.

Interpretasi Paling Mudah — Abu Bakr al-Jaza’iri (1439 H)

 

“Hendaknya mereka menutup rapat pakaian luar mereka”: artinya mereka hendaknya membiarkan pakaian luar mereka jatuh menutupi wajah mereka sehingga hanya satu mata yang terlihat, yang mereka gunakan untuk melihat sekeliling jika mereka keluar untuk keperluan tertentu.

 

“Itu lebih pantas agar mereka dikenali”: artinya menutup rapat ujung pakaian luar ke wajah lebih tepat.

 

“Agar mereka tidak disakiti”: artinya mereka akan dikenali sebagai wanita merdeka, dan orang-orang munafik tidak akan mengganggu mereka.

Komentarku ( Mahrus ali ) :

   Kalau di Indonesia agar wanita yang bercadar itu di katakan  sebagai wanita baik yang memperhatikan ajaran agama dengan benar. Kalau di Saudi sekarang wanita memakai cadar dengan menutup seluruh wajah .

 

 

 

 

 

   

:

 

  

                 

( Wanita harus menutup wajah dan seluruh tubuhnya )

Biasanya wanita Saudi memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya lalu memakai kaos kaki sehingga tidak ada tubuhnya yang kelihatan Dan ini juga menjalar ke seluruh kota Saudi Mereka menutup wajahnya dengan kerudung.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan