Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Jumat, Oktober 23, 2026
Ajaran Allah vs ajaran manusia
Ajaran
Allah vs ajaran manusia
ثُمَّ
جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ
أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas
suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu
dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. 18 Jatsiyah
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ -أَيُّهَا الرَّسُولُ- عَلَى
مِنْهَاجِ وَاضِح مِنْ أَمْرِ الدِّينِ،
فَاتُّبِع الشَّرِيعَةً الَّتِي جَعَلْنَاك عَلَيْهَا، وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ
الْجَاهِلِين بِشَرْعِ اللَّهِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ. وَفِي
الْايَةِ دَلَالَةٌ عَظِيمَةٌ عَلَى كَمَالِ هَذَا الدَّيْنِ وَشَرَفِه، وَوُجُوبِ
الِانْقِيَادِ لِحُكْمِه، وَعَدَمِ الْمَيْلِ إلَى أَهْوَاء الْكَفَرَة
وَالْمُلْحِدِين
.
Kemudian
Kami telah menempatkanmu, [wahai Rasul], di jalan agama yang jelas. Maka
ikutilah hukum yang telah Kami tetapkan untukmu, dan janganlah kamu mengikuti
hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui hukum Allah dan tidak mengetahui
kebenaran. Ayat ini merupakan indikasi yang kuat tentang kesempurnaan dan
kemuliaan agama ini, kewajiban untuk tunduk pada hukum-hukumnya, dan larangan
untuk condong kepada hawa nafsu orang-orang kafir dan ateis.
Ayat
18 Gracia tersebut menunjukkan bahwa ajaran islam itu dari Allah bukan dari
manusia bukan dari jin dan bukan dari setan . Karena itu Allah memerintah
kepada nabi untuk mengikuti syariat tersebut , tidak boleh membikin sendiri
tapi ikutilah ajaran dari Allah tersebut
dan ada larangan mengikuti ajaran hawa
nafsu orang-orang bodoh. Maksudnya ikutilah ajaran dari Allah ini jangan
mengikuti kebidahan yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, orang-orang yang
tidak berilmu atau berilmu tapi ilmunya salah, bukan ilmu yang benar tapi
menyesatkan. Ayat ini juga menganjurkan
kita untuk berpegangan kepada ajaran Allah dan menghindari kebidahan , jangan sampai diikuti tapi tinggalkan saja
kebidanan itu. Seba kebidahan bukan dari orang yang berilmu tapi dari
orang-orang bodoh.
إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي
الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Aku
tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah
sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak
memikirkan(nya)?"
Al
an`am 50
Maka
dari itu cerita-cerita yang bertentangan dengan Alquran . Jangan dipercaya
sebab nabi tidak mengatakan seperti itu . Apa yang dikatakan oleh nabi itu
hanya mengikuti Wahyu. maksudnya cocok dengan ayat . Banyak hadis-hadis yang
menentang Alquran itu harus ditinggalkan karena itu bikinan orang, bukan dari
nabi dan bukan ajarannya.
Saya
mendengar perkataan pimpinan pondok
pesantren Gontor kyai haji Abdullah Sahal yang menyatakan santri Gontor yang
dari rumah nu maka kembali ke rumah akan tetap menjadi NU dan yang asalnya dari rumah Muhammadiyah maka akan
kembali ke desanya menjadi Muhammadiyah. Juga 4 menantu saya itu orang-orang NU
semua. Perkataan sedemikian ini berarti ajaran Gontor ini tidak murni cocok
dengan ajaran Allah tapi dicampur dengan ajaran-ajaran manusia atau populernya dikatakan ajaran kebidahan dan
Sunnah.
Kamis, Oktober 15, 2026
Kamis, Oktober 08, 2026
Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :
Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ
قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ
الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ
« مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ
إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ،
فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ
ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ .
فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا
يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ،
وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ
الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »
Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan
salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah
berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang
ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi
terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada
seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni
surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba
yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun
berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari
akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itulah terjemahan dari KH
Muhammad Abduh Tausikaal ‘
– إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ
pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik
komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah melihat kepada lelaki yangberperang melawan
musrikin. ( bukan membunuh ).
وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ
غَنَاءً عَنْهُم
dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani
komentarku (Mahrus ali ) :
yang tepat adalah Dia termasuk di
antara umat Muslim yang paling mandiri di antara mereka.
، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ
بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ،
حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ
dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah sbb : Ia mempercepat kematiannya. Maka ia mengambil
ujung pedangnya dan meletakkannya di antara dadanya, lalu bersandar padanya
hingga pedang itu keluar dari antara bahunya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tsb di kitab
تحفة الأشراف بمعرفة الأطراف (4/ 122)
الحديث. خ في القدر (5: 2) عن ابن أبي
مريم - وفي الرقاق (33) عن عليِّ بن عياش - كلاهما عنه به
Tuhfat al-Ashraf bi-Ma'rifat al-Atraf (4/122)
Hadits ini terdapat dalam al-Qadr
(5:2) berdasarkan riwayat Ibnu Abi Maryam - dan dalam al-Riqaq (33) berdasarkan
riwayat Ali bin Ayyash - keduanya berdasarkan riwayatnya.
Hadisitu hanya dari Al bin Ayyas
قال يعقوب الفسوي : مات سنة تسع عشرة
ومائتين .
Yaqub al-Fasawi berkata: Beliau wafat pada tahun dua ratus sembilan
belas.
الدارقطني، أحاديث من صحيح البخاري
أعلها الدارقطني
Al-Daraqutni, hadits dari Sahih al-Bukhari yang dianggap cacat oleh
Al-Daraqutni
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tersebut tidak layak untuk dibuat pegangan tapi lepaskan, jangan
lagi dilihat buang saja, karena hadis itu menyatakan seseorang menjalankan
perbuatan ahli surga tapi hakikatnya dia adalah penduduk neraka. Dan orang yang
mengerjakan sesuatu menurut manusia dia adalah ahli neraka tapi hakikatnya ahli
surge. Hari ini sama dengan mengatakan kalau Anda menjumpai orang sholeh maka
jangan kira dia ahli surga belum tentu dia mungkin ahli neraka.Kalau Anda lihat
lagi orang kafir Jangen kau lihat dia penduduk neraka tapi dia adalah penduduk surge.
Hadits ini jelas membingungkan bukan menjelaskan ajaran agama tapi bikin orang
bingung dengan ajaran agama. Orang sholeh dianggap Ahli neraka dan orang kafir
boleh dianggap ahli surga , karena yang penting akhir hayatnya bukan penting
awal hayatnya atau tengahnya-tengahnya biardia minum berzina atau mengerjakan
amalan-amalan orang kafir, tapi lihat nanti akhirnya. Ini keliru sekali
bertentangan dengan ayat sebagai berikut
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
( 6 ) dan membenarkan adanya
pahala yang terbaik (surga),
( 7 ) maka Kami kelak akan
menyiapkan baginya jalan yang mudah.
( 8 ) Dan adapun orang-orang
yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
( 9 ) serta mendustakan pahala
terbaik,
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
( 11 ) Dan hartanya tidak
bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
( 12 ) Sesungguhnya kewajiban
Kamilah memberi petunjuk,
( 13 ) dan sesungguhnya
kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
Sekarang kita lihat saja kenyataannya , orang ahli bidah maka dia akan
menjalankannya sampai akhir hayatnya. itu hukum kebanyakan mesti ada pengecualian
dan sebagian kecil lihatt saja orang Saudi , kebanyakan mengikuti aqidah salafi
dan anti kebidanan, ya sampai akhir hayatnya dia menjalankan seperti itu, lihat
saja orang-orang syiah di Iran dia akan menjalankan ajaran syiah sampai mati,
ini hukum kebanyakan. Jadi kalau orang itu suka berjudi minum maka dia akan
menjalankannya sampai mati ini hukum pada umumnya . makanya hadis tersebut
tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang sholeh jangan dikira dia ahli surga
tapi dia hakikatnya adalah Ali neraka itu tidak benar dan itu hadisd tssb oleh Daroqutni
dikatakan cacat dan itu hadis mungkar karena Ali bin ayas yang meriwayatkannya
satu orang
Jawaban untuk dr kh muhammad abduh tuasikal st m sc tentang hadis sbb :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ
قَالَ نَظَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ
الْمُشْرِكِينَ ، وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ غَنَاءً عَنْهُمْ فَقَالَ
« مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَلْيَنْظُرْ
إِلَى هَذَا » . فَتَبِعَهُ رَجُلٌ فَلَمْ يَزَلْ عَلَى ذَلِكَ حَتَّى جُرِحَ ،
فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ
ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ، حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ .
فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « إِنَّ الْعَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا
يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ ،
وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهْوَ مِنْ أَهْلِ
الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا »
Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik dan ia merupakan
salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani. Namun anehnya beliau malah
berujar, “Siapa yang ingin melihat seorang penduduk neraka, silakan lihat orang
ini.” Kontan seseorang menguntitnya, dan terus ia kuntit hingga prajurit tadi
terluka dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada
seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni
surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba
yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun
berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari
akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6493)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itulah terjemahan dari KH
Muhammad Abduh Tausikaal ‘
– إِلَى رَجُلٍ يُقَاتِلُ الْمُشْرِكِينَ
pernah melihat ada yang membunuh orang-orang musyrik
komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah melihat kepada lelaki yangberperang melawan
musrikin. ( bukan membunuh ).
وَكَانَ مِنْ أَعْظَمِ الْمُسْلِمِينَ
غَنَاءً عَنْهُم
dan ia merupakan salah seorang prajurit muslimin yang gagah berani
komentarku (Mahrus ali ) :
yang tepat adalah Dia termasuk di
antara umat Muslim yang paling mandiri di antara mereka.
، فَاسْتَعْجَلَ الْمَوْتَ . فَقَالَ
بِذُبَابَةِ سَيْفِهِ ، فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ ، فَتَحَامَلَ عَلَيْهِ ،
حَتَّى خَرَجَ مِنْ بَيْنِ كَتِفَيْهِ
dan ia sendiri ingin segera mati (tak kuat menahan sakit, pen.). Lalu
serta merta, ia ambil ujung pedangnya dan ia letakkan di dadanya, lantas ia
hunjamkan hingga menembus di antara kedua lengannya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Yang benar adalah sbb : Ia mempercepat kematiannya. Maka ia mengambil
ujung pedangnya dan meletakkannya di antara dadanya, lalu bersandar padanya
hingga pedang itu keluar dari antara bahunya.
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tsb di kitab
تحفة الأشراف بمعرفة الأطراف (4/ 122)
الحديث. خ في القدر (5: 2) عن ابن أبي
مريم - وفي الرقاق (33) عن عليِّ بن عياش - كلاهما عنه به
Tuhfat al-Ashraf bi-Ma'rifat al-Atraf (4/122)
Hadits ini terdapat dalam al-Qadr
(5:2) berdasarkan riwayat Ibnu Abi Maryam - dan dalam al-Riqaq (33) berdasarkan
riwayat Ali bin Ayyash - keduanya berdasarkan riwayatnya.
Hadisitu hanya dari Al bin Ayyas
قال يعقوب الفسوي : مات سنة تسع عشرة
ومائتين .
Yaqub al-Fasawi berkata: Beliau wafat pada tahun dua ratus sembilan
belas.
الدارقطني، أحاديث من صحيح البخاري
أعلها الدارقطني
Al-Daraqutni, hadits dari Sahih al-Bukhari yang dianggap cacat oleh
Al-Daraqutni
Komentarku (Mahrus ali ) :
Hadis tersebut tidak layak untuk dibuat pegangan tapi lepaskan, jangan
lagi dilihat buang saja, karena hadis itu menyatakan seseorang menjalankan
perbuatan ahli surga tapi hakikatnya dia adalah penduduk neraka. Dan orang yang
mengerjakan sesuatu menurut manusia dia adalah ahli neraka tapi hakikatnya ahli
surge. Hari ini sama dengan mengatakan kalau Anda menjumpai orang sholeh maka
jangan kira dia ahli surga belum tentu dia mungkin ahli neraka.Kalau Anda lihat
lagi orang kafir Jangen kau lihat dia penduduk neraka tapi dia adalah penduduk surge.
Hadits ini jelas membingungkan bukan menjelaskan ajaran agama tapi bikin orang
bingung dengan ajaran agama. Orang sholeh dianggap Ahli neraka dan orang kafir
boleh dianggap ahli surga , karena yang penting akhir hayatnya bukan penting
awal hayatnya atau tengahnya-tengahnya biardia minum berzina atau mengerjakan
amalan-amalan orang kafir, tapi lihat nanti akhirnya. Ini keliru sekali
bertentangan dengan ayat sebagai berikut
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
( 6 ) dan membenarkan adanya
pahala yang terbaik (surga),
( 7 ) maka Kami kelak akan
menyiapkan baginya jalan yang mudah.
( 8 ) Dan adapun orang-orang
yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
( 9 ) serta mendustakan pahala
terbaik,
maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.
( 11 ) Dan hartanya tidak
bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
( 12 ) Sesungguhnya kewajiban
Kamilah memberi petunjuk,
( 13 ) dan sesungguhnya
kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
Sekarang kita lihat saja kenyataannya , orang ahli bidah maka dia akan
menjalankannya sampai akhir hayatnya. itu hukum kebanyakan mesti ada pengecualian
dan sebagian kecil lihatt saja orang Saudi , kebanyakan mengikuti aqidah salafi
dan anti kebidanan, ya sampai akhir hayatnya dia menjalankan seperti itu, lihat
saja orang-orang syiah di Iran dia akan menjalankan ajaran syiah sampai mati,
ini hukum kebanyakan. Jadi kalau orang itu suka berjudi minum maka dia akan
menjalankannya sampai mati ini hukum pada umumnya . makanya hadis tersebut
tidak sesuai dengan kenyataan bahwa orang sholeh jangan dikira dia ahli surga
tapi dia hakikatnya adalah Ali neraka itu tidak benar dan itu hadisd tssb oleh Daroqutni
dikatakan cacat dan itu hadis mungkar karena Ali bin ayas yang meriwayatkannya
satu orang