Jumat, Agustus 19, 2011

إلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً Siapa penciptanya ?


Abu Nuwas seorang yang suka berbuat dosa dan noda , suka meminum khamer bukan orang saleh yang menghindari miras telah menggubah syair – syair yang biasanya di baca sebelum salat wajib di masjid atau langgar  ahli bid`ah bukan ahli hadis dan quran . Syairnya sbb :

اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً٭وَلاَ أَقْوَى عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةًً ًوَاغْفِرْ ذُنُوْبِي٭ فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
ذُنُوْبِِي مِثْلُ عَدَدِ الرِّمَالِ٭فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً ًيَا ذَا الْجَلاَلِ
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ٭وَذَنْبِي زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِي
اِلَهِي عَبْدُكَ الْعَاصِي أَتَاكَ٭ مُقِرًّابِاالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
وَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ٭ وَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْ سِوَاكَ


Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga Firdaus,
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku,
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar,
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka berilah aku  taubat Wahai Pemilik Keagungan,
Umurku berkurang setiap hari,
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya,
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu,
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni,
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku,
Kepada siapa lagi aku berharap selain  kepada-MU


اِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهلاً


وَ لاَ اَقْوَي عَلَي نَارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةً وَ اغْفِرْ ذُنُوْبِي
فَاِنَّكَ غَافِرُ الذَنْبِ الْعَظِيْمِ
وَ عَامِلْنِي مُعامَلةَ الْكَرِيْمِ
وَ ثَبِّتْنِي عَلَي النَّهْج الْقَوِيْمِ
ذُنُوْبِي مِثْلُ اَعْدَادِ الرِّمَالِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَا ذَاالْجَلالِ
 وَ عُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ
وَ ذَنْبِي زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِي
اِلهِي عبْدُكَ الْعَاصِي اٰتَاك
مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَ قَدْ دَ عَاكَ
وَاِنْ تَغْفِرْ وَ اَنْتَ لِذاكَ اَهْلٌ
وَ ِانْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِواكَ

Ada perbedaan dalam blog tsb yaitu kalimat yang saya kasih garis sbb :
وَ عَامِلْنِي مُعامَلةَ الْكَرِيْمِ
وَ ثَبِّتْنِي عَلَي النَّهْج الْقَوِيْمِ
Perlakukanlah aku sebagaimana perlakuan Tuhan Yang Maha Mulia
Dan teguhkan aku di atas manhaj yang lurus .

Lalu ada keterangan :

الْقَائِلُ : اَبُو نُوَاسٍ كَتَبَ الشِّعْرَ قَبْلَ وَفَاتِهِ
Penggubah syair tsb adalah Abu Nuwas (Abu Nawas menurut nama  yang populer di kalangan masarakat ). Dia menulis syair itu  sebelum wafatnya .
Komentarku ( Mahrus ali )

Syair tsb sering di baca di langgar atau masjid ketika akan melakukan salat wajib pada malam jumat atau siangnya . Bukan dimalam atau hari lainnya . Biasanya dengan menggunakan pengeras suara sehingga bacaannya ber sahut – sahutan antara masjid dan langgar . Di sebagian tempat juga dibaca ketika setelah salat Jumat , bukan setelah lohor , Asar atau Isya`.
Ada di sebagian tempat hanya husus di baca malam jumat  ketika akan melakukan salat dengan pengeras suara . Itulah budaya setahu saya hanya di kalangan masjid atau langgar ahli bid`ah bukan ahli hadis dan al quran , di kalangan orang – orang yang menerima bid`ah bukan kalangan  orang yang ingin ajaran Islam yang asli bukan  ajaran kufur asli  atau ajaran Islam palsu .
  Sosok Abu Nuwas itu tidak sebagaimana yang kita bayangkan atau gambarkan  yaitu sosok pelawak atau yang lucu dan biasanya kisahnya di gandengkan dengan Raja Harun Rasyid. Kisah seperti ini , saya  tidak tahu refrensinya . Saya hanya mendengar  dari guru ke guru ahli bid`ah bukan guru saya di Mekkah yang ahli hadis dan al quran.
Kalau kisah aslinya sebagaimana pernah saya baca di buku bahasa arab karya Abbas Mahmud Al aqqad dari Mesir ,  Abu Nuwas adalah orang yang beromo corah , tenggelam dlm dosa dan noda , bahkan suka minum – minuman keras . Cuman ahli syair dan pencipta lagu yang handal .

Dalam http://vb.islam2all.com/showthread.php?t=33418 terdapat keterangan sbb:
قَالَ مَالِكُ بْنُ دِيْنَارٍ رَحِمَهُ الْلَّهُ : أَتَيْتُ الْمَقَابِرَ يَوْمًا لِأَنْظُرَ فِي الْمَوْتِ وَأَعْتَبِرُ وَأَتَفَكَّرُ فِيْهَا وَأَنْزَجِرُ فَأَنْشَدْتُ أَقُوْلُ:
Malik bin Dinar rahimahullah  berkata,  Pada suatu hari Aku datang ke kuburan untuk memikirkan tentang    kematian dan mengambil teladan , merenungkan , lalu aku bisa mengendalikan diri
 Aku melagukan syair  sbb :
أَتَيْتُ الْمَقَابِرَ نَادَيْتُهَا فَأَيْنَ الْمُعَظَّمُ وَالْمُفْتَخَرْ
وَأَيْنَ الْمُدَلُّ بِسُلْطَانِهِ وَأَيْنَ الْعَزِيْزُ إِذَا مَا قُدِّرَ ؟؟؟
وَأَيْنَ الْمُلَبِّي إِذَا مَا دَعَا وَأَيْنَ الْمُزَكِّي إِذَا حَضَرَ؟؟؟

Saya datang  ke makam , aku panggil – panggil  dimana orang yang di agungkan dan di banggakan ?
Dimana orang yang di manja karena kekuasaannya dan dimana orang yang mulia
jika takdir telah tiba.
Di mana orang yang mengabulkan ketika dia memanggil
Dan di mana orang yang memujinya  bila  telah datang ajalnya?

Lalu ada suara sbb :

إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلَا وَلَا أَقْوَىْ عَلَىَ نَارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِيَ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ فَإِنَكَ غَافِرَ الْذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
Komentarku ( Mahrus ali )
Itulah anekdot sufiyah bukan kisah kepahlawanan para sahabat Nabi SAW , biasa sekali dlm kisah – kisah ahli tasawwuf bukan ahli hadis memiliki kisah – kisah yang sulit di nalar dengan pikiran yang waras bukan akal yang setengah gila setengah waras. Mungkin sekali itu suara jin  atau kisah itu fiftif belaka  bertujuan untuk memberikan peringatan kepada orang – orang yang masih hidup di bumi . Bukan kisah realistis untuk peringatan tsb . Begitulah ahli bid`ah bukan ahli hadis dan Quran dlm rangka memberi peringatan atau kabar gembira kepada manusia dengan menggunakan  tehnis kedustaan untuk merangkul manusia. Bukan kejujuran karena hawatir di anggap extrim , kuno dll.

Dalam fatwa Komite tetap Penelitian Akademik dan Fatwa - (Juz 4 / h. 194)

فَتَاوَىْ الْلَّجْنَةِ الْدَّائِمَةِ لِلْبُحُوْثِ الْعِلْمِيَّةِ وَالْإِفْتَاءِ - (جَ 4 / صَ 194)
قِرَاءِةُ أَبْيَاتٍ مُعَيَّنَةٍ بَعْدَ صَلَاةِ الْجُمْعَةِ
الْسُّؤَالُ الْأَوَّلُ مِنَ الْفَتْوَىْ رَقِمٌ (9953):
سَ1: يَقُوْلُ الْنَّاسُ فِيْ كُلِّ أُسْبُوْعٍ بَعْدَ الْجُمُعَةِ أَبْيَاتًا هَلْ يَجُوْزُ أَمْ لَا؟ أَقُوْلُ تِلْكَ الْبُيُوتُ:
Bacaan syair – syair tertentu  setelah shalat Jumat
Pertanyaan pertama dari No fatwa  (9953):
1: Orang -orang  mengatakan setiap minggu setelah hari Jumat,  syair 2  Apakah diperbolehkan atau tidak?  Syair tsb sbb : :


إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلا ... وَلَا أَقْوَىْ عَلَى نَارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ ... فَإِنَّكَ غَافِرُ الْذَّنْبِ الْعَظِيْمِ

Jawab :

جَ1: يُشَرَّعُ لِلْمُسْلِمِ الْدُّعَاءُ وَالْتَّضَرُّعُ إِلَىَ الْلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِيْ كُلِّ وَقْتٍ وَفِيْ جَمِيْعِ أَحْيَانِهِ، قَالَ تَعَالَىْ: { وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ } (1
Jawab :  Di anjurkan bagi muslim untuk berdoa  dan merendahkan diri  kepada Allah SWT sepanjang waktu dan dalam  semua masa ,   Allah berfirman :  {Dan Tuhanmu berkata: berdoalah kepadaKU  (Call Me ) aku akan merespon anda} (1)

) وَقَالَ: { وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّيْ فَإِنِّي قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الْدَّاعِ إِذَا دَعَانِ } (2)
Allah berfirman :

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku." (QS. Al Baqarah: 186)

 وَفِيْ الْحَدِيْثِ عَنِ الْنَّبِيِّ صَلَّى الْلَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « الْدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ » ، لَكِنْ إِنْشَادُ ذَلِكَ الْشِّعْرِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ وَاتِّخَاذُ ذَلِكَ سُنَّةً لَيْسَ بِمَشْرُوْعِ، بَلْ بِدْعَةٌ مِنَ الْبِدَعِ الْمَمْنُوْعَةِ،
Dalam suatu hadis dari Nabi SAW  : Doa adalah ibadah “
Melagukanm syair tsb setelah jumat lalu di bikin kebiasaan adalah bid`ah yang tidak di syariatkan . Bahkan  bid`ah termasuk bid`ah yang di larang .

وَقَدْ ثَبَتَ عَنْ الْنَّبِيِّ صَلَّىَ الْلَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: « مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ » .
Ada hadis  dari Nabi SAW , bahwa beliau bersabda :
Barang siapa mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya tertolak * 

وَبِاللَّهِ الْتَّوْفِيْقُ. وَصَلَّىَ الْلَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَآَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اللَّجْنَةُ الدَّائِمَةِ لِلْبُحُوْثِ الْعِلْمِيَّةِ وَالْإِفْتَاءِ

Allahlah yang memberikan taufik . Semoga Allah memberkati kita Nabi Muhammad, keluarganya dan dia.
 Komite Riset Ilmiah dan Fatwa ( Majlis ulama  Saudia )

Bacaan syair ilahilas tulil firdausi ahlan ketika akan menjalankan salat adalah bid`ah . Isi  syair tsb adalah  doa , mengapa di baca dengan keras, bukankah Allah memerintah agar berdoa dengan suara pelan . Allah berfirman :
قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ(63)قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَ(64)

Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."
Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."[1]
     Manakah dalil berdoa  dengan suara keras seperti itu ?
       Ahli bid`ah menjawab : Dalilnya  banyak orang yang menjalankannya dan ulama  diam saja . .
         Itu bukan dalil , ia dalil menurutmu , bukan menurut dalil . Apakah anda tidak tahu dengan ayat :
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي اْلأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخَْرُصُون
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).[2]
 Jangan ikut orang banyak , ikutilah minoritas yang selalu menggunakan  dalil  
Apakah kamu  ingat UU Thaghut dan lupa ayat ini :
فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.[3]


[1] Al an`am 63-64
[2] Al an`am 166
[3] Yunus 116
Artikel Terkait

36 komentar:

  1. Ustadz, kalau berkenan mohon tanggapan atas artikel ini :
    http://jurnaltoddoppuli.wordpress.com/2011/08/19/islam-benar-vs-islam-salah/

    BalasHapus
  2. syukron ilmunya Alhamdulillah

    BalasHapus
  3. kalau ada waktu yang cukup akan saya jawab insya Allah

    BalasHapus
  4. wheleh - wheleh kebeh kok bid'ah,ki seng bener seng ngendi? do ngaku bener kebeh ki!

    BalasHapus
  5. maksih teks sya'irnya kang... indah....

    BalasHapus
  6. akhi2, akhi mengkalim orang lain ahli bid'ah padahal akhi sendiri itu bid'ah, gmana ce.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah ahli bid`ah itu dikatakan ahli sunnah saja?

      Hapus
  7. Sebenarnya, pada paham gak sih...??? apa itu bid"ah

    BalasHapus
  8. semua tergantung niat aza....
    mw percaya ya monggo...
    mw g percaya ya monggo....
    kebenaran hanya milik ALLAH SWT....
    manusia hny bs membahas aja....
    g perlu diributkan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya tergantung dan amalan itu. Bila bid`ah sekalipun diniati baik tetap tertolak dan berdosa.

      Hapus
  9. Alhamdulillah... :) Saya nyari-nyari teks arabnya. akhirnya nemu juga di sini.. Syukron :)
    Pengen saya hafalin. bagus banget buat doa :)

    BalasHapus
  10. Bang yang ahli pinter mengatakan bid'ah... identitas Anda juga bid'ah sepertinya... jgan menyebar kebencian... dan jgn memaksakan kehendak.. hanya Allah yg Maha Tahu segalanya..jika syair itu Baik dan tidak membawa kejelekan maka silahkan dipakai... jika itu Telor meski keluarnya maaf dr dubur Ayam... maka Ambillah Telor itu..manfaatkan untuk kebaikan...jalin silaturrahim bukan kebencian dan memvonis hal tertentu dan hanya Allah yg Maha Tahu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini amar ma`ruf dan naahi munkar, bukan menyebar kebencian, tapi mengingatkan

      Hapus
  11. Bismillah..
    Untuk suatu Hal yang baik harus dimulai & diakiri dengan Cara yang baik pula, narasumbernya tidak jelas di kawatirkan ini akan menjadi sumber fitnah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mana yang tidak jelas tunjukkan, boleh dibuktikan nara sumbernya, jangan berdusta

      Hapus
  12. astagfirullah hal adzim..
    apakah anda merasa paling benar... sehinggap memanggap pujian yang merdu ini bid'ah.. baca dengan dengan perasaanmu...apa ini mengjak untuk berbuat jelek..
    pujian ini yang dilakukan pada muslim NU khusunya.. sangat bermanfaat untuk parah jamaah yang hadir kemasjid atau langgar...
    ingatlah... mengingatkan sesama kepada Allah itu sangat mulia..
    jangan anda merasa sok benar.. karena sesungguhnya ilmu yang kau miliki hanya setetes dari seluas samudra.
    saya orang NU.. tidak akan mempedulikan bahwa itu bid'ah menurut anda.
    karena sesungguhnya.. ini sngat menenangkan hati ku>
    dan saya orang NU tidak pernah merasa benar kami pasrahkan semua kepadaNya.
    dan jika anda merasa benar.. jangan pernah mengkafirkan SESAMA MUSLIM. itu lebih keji daripada orang KAFIR.
    Wasslamu'alaikum Wr. Wb

    BalasHapus
  13. IKutilah para nabi dan sahabat, tabiin lebih baik. Jangan ikut orang sekarang apalagi dari kalangan ahli bid`ah. IKutilah ayat ini:
    السَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Tobat 100

    BalasHapus
  14. demikian keberadaan umat Islam saat ini sangat mudah percaya yang datangnya dari kata orang, sedangkan Firman Allah ditinggal begitru saja, Allah pun berlepas diri dari orang-orang itu,coba cocokkan sama AlQuran bertentangan tidak, artidan maksudnya, itukan hanya ucapan basa-basi karena yang buat manusia, sedangkan Allah tidak pernah basa-basi kepada manusia, jadi ucapan itu hanya main-main karena bagi Allah yang banyak dosanya akan masuk neraka, dan yang ringan dosanya akan dimasukkan Allah ke Syurga, malah kata-kat tersebut dimasukkan syurga enggak pantes, itu adalah kata-kata kesombongan karena menolak secara halus pemberian Allah yang mulia, sementara dineraka nggak tahan, bagi Allah tahan nggak tahan memang bagianmu dineraka rasakan saja,jangan ngomong nggak kuat

    BalasHapus
  15. makasih pak, akhirnya ketemu jga teks arab dan artinya...biar lebih fasih dan menghayati saat membaca...

    BalasHapus
  16. memang orang-orang dalam ber Diinullah senang berbasa basi, dibuatlah syair sepertinya mau ngeledek Allah, padahal apapun yang terlintas alam benak dan hati kita Allah mengetahuinya, ngomong aja yang jelas seperti antara yang Halal dan Haram jelas.

    BalasHapus
  17. apa pak ,,,khasiat dari ilailas sendiri,,,

    BalasHapus
  18. Semoga allah mengampuni kita semua..bid'ah itu apa? Ajaran diluar sunnah rosul,tp ulama adalah pewaris nabi jd selain qur'an dan sunah ada jg pendapat ulama yg harus jd rujukan, karena banyak masalah di zaman sekarang yg tidak di temukan di zaman nabi...contoh pengeras suara saya mau tanya apakah anda menggunakan pengeras suara waktu anda mengajar untuk jamaah anda kalau anda memakai berarti anda jg menyetujui bid' ah, klo bid'ah itu baik knapa ga kita ikuti klo bid'ah itu buruk ya jangan diikuti gitu aja kok repot

    BalasHapus
  19. Semoga allah merahmati kita semua, selain alqur'an dan sunah ada jg rujukan yaitu ijtima ulama dan ulama adalah pewaris nabi, apa itu bid'ah bid'ah adalah ajaran yg tidak ada dijaman rasululloh SAW,tetapi kita harus tahu ada beberapa masalah jg yg tidak kita temukan dijaman rasululloh contoh pengeras suara,handphone, sya mo tanya sama mantan kyai NU anda menggunakan alat itu tidak, jika anda menggunakan berarti ada jg sudah menggunakan bid'ah, saya mau menyarankan selama itu baik knapa kita melarangnya, begitu jg syiir abu nawas, gitu aja kok repot

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Syarifulloh Syava
      Speaker itu sarana bukan ajaran agama.
      Klil disini: http://mantankyainu.blogspot.com/2011/07/internet-dan-laptop-bidah-menurut-orang.html
      Internet dan laptop bid`ah menurut orang bodoh

      Hapus
    2. Nastaghfirullaah...
      Ada mereka yg tertawa sambil menepuk tangan disana, melihat yang sesama islam sedang berbeda pendapat, akan ada lagi cara mereka untuk menghancurkan Islam... Saudaraku, ada baiknya kita dalami ilmu dan cerna dengan hati, jangan asal menyebarkan sesuatu yg anda belum tau betul...
      Mintalah petunjuk ALLAH sebelum kita menyiarkan agamanya agar apa yang kita syiarkan itu benar menurut ajaran agama.
      Syair ilahilastulilfirdaus ilakh,, itu bukankah syair yg bagus untuk orang yang ingin bertaubat pada ALLAH, lagipula syair ini berupa do'a yg berisi pnyesalan2 krn tlah berani berbuat dosa...
      Orang yang sombong adalah orang tidak berdo'a pada ALLAH.
      Dan bid'ah itu memiliki makna, smoga anda tau apa makna bid'ah karna anda sudah pernah mengatakan kata2 bid'ah tersebut.
      Syukran

      Hapus
  20. Wah salut banget saya..... ada orang yang berani menyampaikan kebenaran dengan terang²an..... saya sudah lama heran dengan orang Islam di Indonesia.... katanya Islam itu asalnya Mekkah Madinah.... tapi kok nggak sama dengan Mekkah Madinah... nggak sama dengan Al-Quran dan Hadits.... kalau di cek nggak benar.... salut angkat topi semoga Allah menolong orang² yang berani menegakkan kebenaran seperti Anda.... amin ya robbal alamin......

    BalasHapus
  21. beruntunglah mengakui kesalahanya, dari pada salah tapi gak ngaku salahg......

    BalasHapus
  22. He kang ngaji dulu yang bener, jangan asal bid'ahin orang . ngaji itu yang talaqy to biar tahu runtutan ilmu sampean dari Nabi Muhammad atau dari Abu jahal. orang NU punya dasar sendiri kang . saran saya sampean jangan keblinger sama mahrus ali yang berani mengatakan kyai NU itu sesat . wong mahrus ali tiap kali di undang untuk mempertanggung jawabkan fatwanya gak,pernah datang. itu bukti kalo dia sadar semua fatwanya itu salah. dari pada sampean bidah2in NU urusin tu Aliran yang halalin daging anjing dan membolehkan zina dari pada dzikir dalam majlis.
    kurang gawean tauk.!

    BalasHapus
    Balasan
    1. UNtuk wong bagus
      Ahli bid`ah yang punya sanad guru dari guru, malah banyak yang syirik, ini relaita.
      Bila yang ngundang saya bukan orang Nu, tapi pemerintah pusat yang independen, saya akan datang. Silahkan adakan.

      Hapus
  23. Sangat jelas akhirnya sekarang ini syair bukan doa yg bukan datang dari nabi jadi tidak usah dicontoh atau diikuti karena tidak ada dasar landasan nya dalam beribadah,karena doa itu bagian dari ibadah juga..jazakumullah khair

    BalasHapus
  24. Klo ssuatu yg dtulis admin itu bner berarti admin kena dosa ghiba' (rasan2) kalo admin brarti kena dosa fitnah....

    Mohon hati2 ustadz

    BalasHapus
  25. mas bro mohon penjelasannya, Islam yang "ASLI" itu yang berdaasrkan Hadist? berdasarkan Al-Qur`an? atau Dari Allah dan RasulNya? atau bgmn? Mohon penjelasannya.

    BalasHapus
  26. Berarti anda menlecehkan Syaikh Nawawi Al Bantani Ulama yang pada Waktu Di saudi Arabia pernah menjadi Imam Di Masjidil Haram dan dijuluki Sayyidu Ulama Hijaz, yang dalam kitabnya (Nashoihul Ibad) mencantumkan Nadzom Ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang yg mencantumkan nadhoman itu di kitab karya Nawawi itu penerbit bukan beliau. Telitilah dulu

      Hapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan