Tampilkan postingan dengan label barisan salat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label barisan salat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 14, 2026

luruskan barisan salat ke 7

 

Hadis  hadis tentang merapatkan bau, mata kaki  tidak memiliki sandaran yang kuat. Seluruhnya lemah , bahkan mungkar. Karena itu kita lihat salat di masjidil haram , maddinah , masjid  NU Muhammaiyah ldii dll salatnya biasa masih ada celahnya . Barisan rapat dalam salat berjamaah itu mengakibatkam sulit sujud bahkan berdesakan. Begitu juga dua mata kaki yang rapat . Mana mungkin bisa di jalankan bagi orang yang melakukan salat dengan sandal. Para sahabat menjalankan salat tidak di atas sajadah dan mereka mengenakan sandal , hingga tak mungkin bisa merapatkan antara mata kaki. Mustahil, tidak logis dan bodoh sekali.

إنَّ أحبَّكم إلى اللهِ ألْينُكم ركبًا في الناسِ وألينُكم مناكبَ في الصفوفِ

الراوي: عائشة أم المؤمنين • ابن عدي، الكامل في الضعفاء (٥/٣٠٤) • غير محفوظ • لم نقف عليه إلا عند ابن عدي في ((الكامل في الضعفاء)) (٤/ ١٨٤).

Orang yang paling dicintai Allah di antara kalian adalah orang-orang yang paling lemah lembut sikapnya dan paling lemas bahunya saat shalat.

 

Diriwayatkan oleh: Aisyah, Ummul Mukminin • Ibnu Adi, Al-Kamil fi al-Du'afa' (5/304) • Tidak sahih • Kami hanya menemukannya pada Ibnu Adi dalam Al-Kamil fi al-Du'afa' (4/184)

Kaimat ini ( Kami hanya menemukannya pada Ibnu Adi dalam Al-Kamil fi al-Du'afa' (4/184)

 

Kaimat ini : Kami hanya menemukannya pada Ibnu Adi dalam Al-Kamil fi al-Du'afa' (4/184  )

tanda hadis itu gharib atau nyeleneh dan mungkar

 

 ٢ - خيارُكم ألينُكم مناكبَ في الصلاةِ

الراوي: عبدالله بن عباس • أبو داود، سنن أبي داود (٦٧٢) • سكت عنه [وقد قال في رسالته لأهل مكة كل ما سكت عنه فهو صالح] • أخرجه أبو داود (٦٧٢)، والبزار (٥١٩٥) واللفظ لهما، وابن خزيمة (١٥٦٦)

Sebaik-baik di antara kalian adalah mereka yang paling rileks bahunya saat shalat.

 

Diriwayatkan oleh: Abdullah ibn Abbas • Abu Dawud, Sunan Abi Dawud (672) • Beliau diam saja tentang hal itu [dan beliau berkata dalam suratnya kepada penduduk Mekah, "Segala sesuatu yang saya diamkan adalah dapat diterima"] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (672), al-Bazzar (5195), dan Ibn Khuzaymah

 (1566)

المسند الجامع (8/ 440)

كلاهما (أبو داود، وابن خزيمة) عن بندار محمد بن بشار، حدثنا أبو عاصم، حدثنا جعفر بن يحيى بن ثوبان. قال: حدثنا عمي عُمارة بن ثوبان، عن عطاء، فذكره

Al-Musnad al-Jami’ (8/440)

Keduanya (Abu Dawud dan Ibn Khuzaymah) meriwayatkan dari Bundar Muhammad ibn Bashar, yang berkata: Abu Asim memberi tahu kami, yang berkata: Ja’far ibn Yahya ibn Thawban memberi tahu kami. Dia berkata: Pamanku, ‘Umarah ibn Thawban, memberi tahu kami, dari ‘Ata’, dan dia menyebutkannya.

Perawi tungggal disini adalah  Bundar atau bandar.

الراوي

محمد بن بشار بن عثمان بن داود...

اللقب : بندار

 

الرتبة : ثقة حافظ

 

ولد عام : 167 , توفي عام : 252

Perawi

Muhammad bin Bashar bin Utsman bin Dawud...

Laqab : Bundar

 

Rangking : Dapat dipercaya, penghafal

Selasa, Februari 10, 2026

luruskan barisan salat ke 5

المسند الجامع (16/ 726)

- وفي رواية: " (صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الظُّهْرَ، فَلَمَّا سَلَّمَ، نَادَى رَجُلاً كَانَ فِي آخِرِ الصُّفُوفِ، فَقَالَ: يَا فُلاَنُ، أَلاَ تَتَّقِي اللهَ، أَلاَ تَنْظُرُ كَيْفَ تُصَلِّي، إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي، إِنَّمَا يَقُومُ يُنَاجِي رَبَّهُ، فَلْيَنْظُرُ كَيْفَ يُنَاجِيهِ، إِنَّكُمْ تَرَوْنَ إِنِّي لاَ أَرَاكُمْ، إِنِّي وَاللهِ لأَرَى مِنْ خَلْفِ ظَهْرِي كَمَا أَرَى مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ.) ".

- Dan dalam sebuah riwayat: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memimpin kami dalam shalat Zuhur. Setelah selesai, beliau memanggil seorang laki-laki yang berada di belakang barisan dan berkata: ‘Wahai fulan, tidakkah engkau takut kepada Allah? Tidakkah engkau melihat bagaimana engkau shalat? Ketika salah seorang dari kalian berdiri untuk shalat, ia hanya berdiri untuk berbisik dengan Tuhannya, maka perhatikanlah bagaimana ia berbisik dengan-Nya. Engkau melihat bahwa aku tidak melihatmu, tetapi demi Allah, aku melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku melihat apa yang ada di depanku.’”

Sama lemahnya karena ada perawi Said bin Abu Said yang menunggal. Seluruh penduuk Madinah tidak tahu hadis itu kecuali beliau. Ini mustahil karena kondisinya dalam salat berjamaah.

- وفي رواية: " (صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْعَصْرَ، فَبَصَرَ بِرَجُلٍ يُصَلِّي، فَقَالَ: يَا فُلاَنُ، اتَّقِ اللهَ، أَحْسِنْ صَلاَتَكَ، أَتَرَوْنَ أَنِّي لأَرَاكُمْ، إِنِّي لأَرَى مِنْ خَلْفِي كَمَا أَرَى مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، أَحْسِنُوا صَلاَتَكُمْ، وَأَتِمُّوا رُكُوعَكُمْ وَسُجُودَكُمْ.) ".

أخرجه مسلم (888) قال: حدَّثنا أبو كريب، محمد بن العلاء الهمداني، حدَّثنا أبو أسامة، عن الوليد، يعني ابن كثير. و ((النَّسائي

Dan dalam riwayat lain: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memimpin kami dalam shalat Ashar, dan beliau melihat seorang laki-laki sedang shalat. Beliau berkata, ‘Wahai fulan, takutlah kepada Allah dan sempurnakan shalatmu. Apakah kamu pikir aku dapat melihatmu? Aku melihat di belakangku sebagaimana aku melihat di depanku. Sempurnakan shalatmu dan sempurnakan rukuk dan sujudmu.’”

 

Diriwayatkan oleh Muslim (888). Beliau berkata: Abu Kurayb, Muhammad ibn al-‘Ala’ al-Hamdani, meriwayatkan kepada kami, Abu Usamah meriwayatkan kepada kami, dari al-Walid, yaitu Ibn Kathir. Dan (An-Nasa’i)

Komentarku ( Mahrus ali ) : redaksi hadis kacau belau , dan ini kelemahannya  tidak bisa di saihihkan. Perawinya juga manunggal kepada saad . Bukhari , Imam malik tidk meriwayatkannya .

رُصُّوا صفوفَكم وقارِبوا بينها وحاذُوا بالأعناقِ فوالذي نفسي بيدِه إني لَأَرى الشيطانَ يدخلُ من خللِ الصفِّ كأنها الحذفُ

 

Rapatkan barisanmu, berdirilah berdekatan, dan sejajarkan lehermu, karena demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku melihat Setan masuk melalui celah-celah barisan seolah-olah dia adalah umpan.( Kambing kecil  ).

“

(HR. Abu Daud 667, Ibn Hibban 2166, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

الراوي: أنس بن مالك • أبو داود، سنن أبي داود (٦٦٧) • سكت عنه [وقد قال في رسالته لأهل مكة كل ما سكت عنه فهو صالح] • أخرجه أبو داود (٦٦٧) واللفظ له، والنسائي (٨١٥)، وأحمد (١٣٧٦١). Perawi: Anas bin Malik

• Abu Dawud, Sunan Abi Dawud (667) • Dia tetap diam mengenai hal itu [dan dia berkata dalam suratnya kepada penduduk Mekah bahwa segala sesuatu yang dia diamkan adalah dapat diterima] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (667) dan redaksinya adalah miliknya, dan oleh Al-Nasa’i (815), dan Ahmad (13761).



الراوي: أنس بن مالك • المنذري، الترغيب والترهيب (١/٢٣١) • [ لا ينزل عن درجة الحسن وقد يكون على شرط الصحيحين أو أحدهما] • أخرجه أبو داود (٦٦٧) واللفظ له، والنسائي (٨١٥)، وأحمد (١٣٧٦١). • شرح حديث مشابه

Perawi: Anas ibn Malik • Al-Mundhiri, At-Targhib wa At-Tarhib (1/231) • [Hadits ini tidak termasuk dalam kategori Hasan ( maksudnya tidak sampai lemah )dan mungkin juga dapat memenuhi syarat kedua kitab Sahih atau salah satunya] • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (667), dan redaksi hadits ini adalah miliknya, An-Nasa'i (815), dan Ahmad (13761). • Penjelasan hadits serupa

بن حجر العسقلاني، هداية الرواة (١/٤٧٧) • [حسن كما قال في المقدمة]

Ibnu Hajar al-Asqalani, Hidayat al-Ruwat (1/477) • [Hasan seperti yang dikatakannya pada pendahuluan]

المحرر في الحديث (ص: 249)

رَوَاهُ أَحْمد، وَأَبُو دَاوُد، النَّسَائِيّ وَابْن حبَان البستي

 

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, al-Nasa'i, dan Ibnu Hibban al-Busti

Komentsrku : Mahrus ali ) : Aneh sekaii mengapa imam Malik tokoh ulama medinah tidak meriwayatkan dan tidak tahu. Bahkan seluruh penduduk Medinah tidakmengetahuinya , malah seorang perawi dari Irak yang tahu. Ini tidak logis sekali.

Kedua, hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyiapkan shaf shalat jamaah. Beliau memerintahkan makmum,

أَقِيمُوا الصُّفُوفَ فَإِنَّمَا تَصُفُّونَ بِصُفُوفِ الْمَلاَئِكَةِ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا فِى أَيْدِى إِخْوَانِكُمْ وَلاَ تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ

Luruskan shaf, agar kalian bisa meniru shafnya malaikat. Luruskan pundak-pundak, tutup setiap celah, dan buat pundak kalian luwes untuk teman kalian. Serta jangan tinggalkan celah-celah untuk setan. Siapa yang menyambung shaf maka Allah Ta’ala akan menyambungnya dan siapa yang memutus shaf, Allah akan memutusnya. (HR. Ahmad 5724, Abu Daud 666, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Ketiga, hadis dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika merapatkan shaf, beliau mengatakan,

وَسُدُّوا الْخَلَلَ؛ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ فِيمَا بَيْنَكُمْ بِمَنْزِلَةِ الْحَذَفِ

“Tutup setiap celah shaf, karena setan masuk di antara shaf kalian, seperti anak kambing.” (HR. Ahmad 22263 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Aneh sekali dalam hais itu dimana Rasul memandang setan di sela sela  barisan salat . Melihat dari mana , dari muka apa dari belakang . Rasul itu manusia biasa , tidakmelihat setan sebagimana  ayat :

27يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

27 Wahai anak Adam, janganlah setan menggoda kamu sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua orang tuamu dari surga, dengan menelanjangi mereka dan menyingkapkan aurat mereka. Sesungguhnya ia dan kaumnya melihat kamu dari tempat yang tidak kamu lihat. Kami telah menjadikan setan sebagai sekutu orang-orang yang tidak beriman. Al a`raf 27. 

Kamis, Februari 05, 2026

luruskan barisan salat ke 2

 

 

أتِمُّوا الرُّكوعَ والسجودَ، فواللهِ إنِّي لأراكم من خلفِ ظهري، في ركوعِكم وسجودِكم

الراوي: أنس بن مالك • الألباني، صحيح النسائي (١١١٦) • صحيح • أخرجه النسائي (١١١٧) واللفظ له، وأخرجه البخاري (٦٦٤٤)، ومسلم (٤٢٥) باختلاف يسير • شرح حديث مشابه

Sempurnakan rukuk dan sujudmu, karena demi Allah, aku melihatmu dari belakangku, dalam rukuk dan sujudmu.

 

Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik • Al-Albani, Sahih An-Nasa’i (1116) • Sahih • Diriwayatkan oleh An-Nasa’i (1117) dengan redaksi ini, dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6644) dan Muslim (425) dengan sedikit variasi • Penjelasan hadits serupa

أتمُّوا الرُّكوعَ والسُّجودَ إذا رَكعتُم وسجدتُم

الراوي: أنس بن مالك • الألباني، صحيح النسائي (١٠٥٣) • صحيح • أخرجه النسائي (١٠٥٤) • شرح حديث مشابه

Sempurnakan rukuk dan sujudmu ketika kamu rukuk dan sujud.

 

Diriwayatkan oleh: Anas bin Malik • Al-Albani, Sahih An-Nasa'i (1053) • Sahih • Diriwayatkan oleh An-Nasa'i (1054) • Penjelasan hadits serupa

Ternyata Imam Malik , Abu awud, Tirmidzi tidak meriwayatkannya > Penduduk Madinah I masa Imam Malik tidak mengertinya.

Mālik ibn Anas bin Malik bin 'Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas, Bahasa Arab: مالك بن أنس, lahir di Madinah pada tahun 711 M / 90H dan meninggal pada tahun 795M / 174H. Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadis, serta pendiri Mazhab Maliki. Juga merupakan guru dari Muhammad bin Idris pendiri Madzhab Syafi'i. Wikipedia

Kelahiran: 711 M, Madinah, Arab Saudi

Meninggal: 795 M, Madinah, Arab Saudi

Buku: Al-Mudawwana al-Kubra

Orang tua: Anas ibn Malik, Aaliyah bint Shurayk al-Azdiyya

Anak: Fatimah binti Malik bin Anas

Tempat pemakaman: Al Baqi Cemetery, Madinah, Arab Saudi

Murid: Imam Asy-Syafi'i../... 29+

Hadis tsb hanya qatadah yang tahu. Beliau lahir pada tahun 60 H Wafat  117 H.  hadis ini nyeleneh, mungkar, tidak bisa dibuat pegangan, tapi lepaskan saja , anggap tidak ada. Bagaimana mengetahui manusi a dari belakangnya > Rasul adalah manusia biasa, bukan yang aneh, bukan jin dll. Lihat ayat sbb :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, fusshilat 6.

 

Rasul itu mamusia biasa , tidak punya mata di belakang  pungggungnya , tapi di wajahnya seperti kita . Bila kita menyatakan bahwa beliau punya mata di belakang punggungnya atau bisa memelihat dari belakang, maka kita ini mendustakan ayat itu, tidak beriman keadanya . Dan ini bahaya sekai , tidak bikin kita aman di alam baqa`. Kita beriman kepad ayat dan tidak mendustakannya lalu membenarkan perkataan perawi  Perawi menyalahi al quran maka kita akan berpegangan kepaanya. Bukan sebaliknya.

Hadis itu muttafaq alaih tapi artinya atau maknanya tidak bisa di benarkan an harus disalahkan . Terus manusia mana yang bisa memandang dari belakang mulai dulu sampai sekarang. Kita ini jadi kurang cerdas dan bikin kita di bodohi orang lalu kita tidak menoolak , malah percaya.

 Kalau di tinjau riwayat Qatadah yang dulu jelas tanpa menggunakan kalimat Rasul melihat daribelakang punggung. Ini tambahan perwi . Bila tdak , mengapa ada kalimat tersebut sedang riwayat yang awal tidak ada. Ini sama dengan kedustan atas nama Rasul.

لا تَكْذِبُوا عَلَيَّ، فإنَّه مَن كَذَبَ عَلَيَّ فَلْيَلِجِ النّارَ.

الراوي: علي بن أبي طالب • البخاري، صحيح البخاري (١٠٦) • [صحيح] • شرح الحديث

 

Janganlah kalian berdusta kepadaku, karena barangsiapa berdusta kepadaku  akan masuk neraka.

 

Diriwayatkan oleh: Ali ibn Abi Talib • Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (106) • [Sahih] • Penjelasan Hadits

Berdusta kepada orang tidak diperkenankan apalagi terhadap Rasul. Berekatakalah yang sungguh bila menyampaikan hadis, jangan di tambah atau di kurangi, ini Namanya I korupsi. jangan menyebarkan hadis hadis yang hakikatnya tidak sahih.