Konentarku kepada syaikh bin baz
Situs web bin baz
إثبات عذاب
القبر ونعيمه
السؤال
لهن قضية حول
عذاب القبر ونعيمه سماحة الشيخ: سؤالهن على قدر ما استطعن أن يكتبن، يقلن:
عندما يدفن
الميت هل ترجع روحه إليه في القبر؟ وإذا كان الأمر كذلك، فإلى متى يبقى الميت في
العذاب؟
أم تصعد روحه
إلى السماء العليا؟ وهل تبقى أم يستمر العذاب حتى يوم الحساب؟ أفيدونا؛ لأن الذين
ماتوا منذ زمان بعيد منذ قرون مضت هل يبقون في العذاب، أم ينتظر حتى يوم الحساب
نريد أن توضحوا
لنا هذا الأمر، جزاكم الله خيرًا.
Bukti
Siksaan dan Kebahagiaan di Kubur
Pertanyaan:
Mereka( Kaum wanita ) memiliki
pertanyaan mengenai siksaan dan kebahagiaan di kubur, Yang Mulia. Pertanyaan
mereka, sejauh yang dapat mereka tulis, adalah sebagai berikut:
Ketika seseorang dikuburkan, apakah jiwanya kembali kepadanya di kubur?
Jika demikian, berapa lama orang yang meninggal tersebut tetap berada dalam
siksaan?
Atau apakah jiwanya naik ke surga tertinggi? Dan apakah jiwanya tetap di
sana, atau apakah siksaan berlanjut hingga Hari Kiamat? Mohon berikan nasihat kepada
kami, karena mereka yang meninggal sejak lama, berabad-abad yang lalu—apakah
mereka tetap berada dalam siksaan, atau apakah mereka menunggu hingga Hari
Kiamat?
Kami ingin Anda menjelaskan masalah ini kepada kami. Semoga Allah
membalas Anda.
الجواب:
القبر إما روضة
من رياض الجنة، أو حفرة من حفر النار، كما جاءت به الأحاديث عن رسول الله -عليه
الصلاة والسلام- فالمؤمن ينعم في قبره، المؤمن في نعيم في قبره، وروحه في نعيم في
الجنة، تنقل إلى الجنة، أرواح المؤمنين تكون في الجنة في شكل طائر يرد الجنة،
ويأكل من ثمارها، تكون هذه الأرواح بشكل طائر ترد الجنة، وتأكل من ثمارها.
ويردها الله إلى
الجسد إذا شاء عند السؤال، وفي الأوقات الأخرى التي
يشاؤها الله -جل وعلا-.
وهو
في نعيم أبدًا، وهو في نعيم وجسده ما دام باقيًا، فهو في نعيم، يناله نصيب من
النعيم، كما يشاء الله سبحانه، والكافر في عذاب روحه في عذاب، وينال جسده نصيبه من
العذاب
Jawaban:
Kuburan itu bisa berupa taman dari taman-taman Surga atau lubang dari
lubang-lubang Neraka, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits dari
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam. Orang beriman diberkati di dalam
kuburnya; orang beriman berada dalam kebahagiaan di dalam kuburnya, dan jiwanya
berada dalam kebahagiaan di Surga. Jiwanya diangkat ke Surga. Jiwa orang-orang
beriman berada di Surga dalam bentuk burung-burung yang mengunjungi Surga dan
memakan buah-buahannya. Jiwa-jiwa ini berada dalam bentuk burung-burung yang
mengunjungi Surga dan memakan buah-buahannya.
Dan Allah mengembalikannya ke dalam tubuh ketika Dia kehendaki, pada
saat ditanya, dan pada waktu-waktu lain yang Dia, Yang Maha Tinggi, kehendaki.
Ia berada dalam kebahagiaan abadi, dan tubuhnya berada dalam kebahagiaan
selama masih ada. Ia menerima bagian kebahagiaan, sebagaimana yang dikehendaki
Allah Yang Maha Agung. Adapun orang kafir, jiwanya berada dalam siksaan, dan
tubuhnya menerima bagian siksaannya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Barangkali bin bas itu berpegangan kepada hadis sebagai berikut:
١- القبْرُ رَوضةٌ مِن رِياضِ الجنَّةِ،
أو حُفرةٌ مِن حُفَرِ النارِ.
الراوي: سعيد بن
جبير • شعيب الأرنؤوط، تخريج منهاج القاصدين (٣٩٩) • [في سنده ضعيفان
1-
Kuburan itu bisa berupa taman dari taman-taman Surga atau lubang dari
lubang-lubang Neraka.
Diriwayatkan oleh: Sa'id ibn Jubayr • Shu'ayb
al-Arna'ut, Takhrij Minhaj al-Qasidin (399) • [Rantai periwayatannya mengandung
dua perawi lemah]
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ia hadis lemah.
٣-
القبرُ رَوضَةٌ من رياضِ الجنةِ، أو حُفرَةٌ من حُفَرِ النارِ
الراوي: أبو
سعيد الخدري وأبو هريرة • السخاوي، المقاصد الحسنة (٣٥٩) • إسناده ضعيف • أخرجه
الترمذي (٢٤٦٠) واللفظ له.
3. Kuburan itu bisa berupa taman dari taman-taman Surga, atau lubang
dari lubang-lubang Neraka.
Diriwayatkan oleh: Abu Sa'id al-Khudri dan Abu Hurayrah • Al-Sakhawi,
Al-Maqasid al-Hasanah (359) • Sanad periwayatannya lemah • Juga diriwayatkan
oleh al-Tirmidhi (2460), dan redaksinya adalah redaksi beliau.
[عن سعيد بن جبير:] القبرُ روضَةٌ من
رياضِ الجنَّةِ أو حفرةٌ من حُفَرِ النّارِ.
الشوكاني، الفوائد المجموعة (٢٦٩) • لم
يصب من ذكره في الموضوعات فقد أخرجه الترمذي والطبراني وفي إسناده ضعف
[Dari Sa'id ibn Jubayr:] Kuburan itu adalah taman dari taman-taman Surga
atau lubang dari lubang-lubang Neraka.
Al-Shawkani, Al-Fawa'id al-Majmu'ah (269) • Siapa pun yang memasukkannya
ke dalam buku hadits palsu telah keliru, karena hadits ini diriwayatkan oleh
al-Tirmidhi dan al-Tabarani, dan sanadnya lemah.
Jadi kuburan itu bukan kenikmatan atau tempat siksa an tapi kuburan itu
tidak ada siksaan dan tidak ada kenikmatan, karena manusia di dalam kuburan
adalah tidur seperti orang tidur tapi rohnya sudah dicabut sudah mati
sebagaimana ayat
Ayat 15ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ
لَمَيِّتُونَ
Al mukminun
Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
Bila
manusia di kuburan mendapatkan kenikmatan , apakah kenikmatan itu berupa
minuman lalu mereka minum atau berupa bidadari lalu mereka bertemu dengannya
atau bersenang-senang dengannya atau kenikmatan lain ada kasurnya ada air yang
dingin dan lain-lain.Bila berupa siksaan maka siksaan itu berupa apa, apakah
api yang menyala atau cambuk dan lain-lain Ternyata yang benar di kuburan itu
nggak ada kenikmatan dan tidak ada siksaan sebagaimana ayat sebagai berikut
52قَالُوا
يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ
وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ
Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan
kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang
Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya). Yasin 51
Bersambung……………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan