Selasa, Agustus 25, 2026

Mayat di beritahu amalan kerabatnya di dunia ?

 

Mayat di beri tahu amal perbuatan kerabatnya di dunia ?

إنْ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى أَقَارِبِكُمْ وَعَشَائِرِكُمْ مِنَ الْأَمْوَاتِ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا بِهِ، وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوا: اللَّهُمَّ لِاتِّمُتَّهَم حَتَّى تَهْدِيَهُمْ كَمَا هَدَيْتَنَا.

الرَّاوِي: أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ • الأَلبَانيّ، السِّلْسِلَة الضَّعِيفَة (٨٦٣) • ضَعِيفٌ [ ثُمَّ تَرَاجِع الشَّيْخ وَصَحَّحَه، اُنْظُرْ الصَّحِيحَة: 6 / 605 ] • أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ (١٢٦٨٣) وَاللَّفْظُ لَهُ، وَالْحَكِيمُ التِّرْمِذِيُّ فِي ((نَوَادِرِ الْأُصُولِ)) (٢/٢٦٠) بِاخْتِلَافِ يَسِير

3. Amal perbuatanmu diperlihatkan kepada kerabat dan sanak saudaramu yang telah meninggal. Jika amal perbuatanmu baik, mereka akan bergembira. Jika sebaliknya, mereka akan berkata, “Ya Allah, jangan biarkan mereka meninggal sebelum Engkau memberi mereka petunjuk sebagaimana Engkau telah memberi kami petunjuk.”

 

Diriwayatkan oleh: Anas ibn Malik • Al-Albani, Al-Silsilah al-Da’ifah (863) • Lemah [Kemudian Syekh mencabut dan mengesahkannya. Lihat Al-Sahihah: 6/605] • Diriwayatkan oleh Ahmad (12683), dan redaksinya adalah miliknya, dan oleh Al-Hakim Al-Tirmidhi dalam “Nawadir al-Usul” (2/260) dengan sedikit perbedaan

ابْنُ مُفْلِحٍ، الْفُرُوع لِابْنِ مُفْلِحٍ (٣/ ٤١٥) • ضَعِيف

Ibn Muflih, Al-Furu’ karya Ibn Muflih (3/415) • Lemah

الْهَيْثَمِيّ، مَجْمَعِ الزَّوَائِدِ (٢/٣٣١) • فِيهِ رَجُلٌ لَمْ يُسَمِّ

Al-Haythami, Majma' al-Zawa'id (2/331) • ini memuat seorang pria yang tidak disebutkan namanya. ( Lemah )

شُعَيْبُ إلَّارنووط، تَخْرِيجُ الْمُسْنَد لِشُعَيْب (١٢٦٨٣) • إسْنَادُهُ ضَعِيفٌ

 

Shu'ayb al-Arna'ut, Takhrij al-Musnad li Shu'ayb (12683) • Rantai sanadnya lemah

تخريج أحاديث الإحياء = المغني عن حمل الأسفار (ص: 1881)

أخرجه ابْن أبي الدُّنْيَا والمحاملي بِإِسْنَاد ضَعِيف

Rantai periwayatan hadits Ihya' Ulum al-Din = Al-Mughni 'an Haml al-Asfar (hlm. 1881)

Diriwayatkan oleh Ibn Abi al-Dunya dan al-Mahamili dengan rantai periwayatan yang lemah.

 

Komentarku ( Mahrus ali ) :

 

Menurut KH Ma`ruf khozin tokoh nu Jatim dengan hadis tsb mayat di kuburan masih bisa berdoa

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Sebetulnya hadis tersebut hanya dari Anas.  Albani mengatakan dhaif . Kemudian mencabutnya dan kelirulah al bani dalam  mencabut itu,  karena secara lafadh hadis ini bertentangan juga dengan Alquran. Amal perbuatanmu diatur dan diperlihatkan kepada kerabat-kerabatmu yang mati, seandainya baik mereka  gembira. kalau jelek maka mereka berdoa :Ya Allah jangan matikan mereka sehingga mereka engkau beri hidayah seperti Engkau telah memberi hidayah pada kami.Hadis itu diriwayatkan oleh imam Ahmad dan banyak yang melemahkan seperti ini . Dalam kitab al-Furu` itu juga menyatakan hadis ini lemah . Dalam kitab Al Hatsami  dikatatakan ada perawi yang tidak disebut namanya yang tidak dikenal orang jujur apa orang pendusta.  Syuaib  sendiri menyatakan  hadis ini lemah . J adi hadis ini dari segi makna bahwa perbuatan manusia disampaikan kepada mayat di kuburan dan mayat di kuburan itu bisa gembira dan bisa mendoakan yang baik. Hadis ini bertentangan dengan ayat mayat akan dibangkitkan nanti di hari kiamat bukan pada waktu sekarang dikuburan  lalu bagaimana mayat bisa berdoa. Padahal di kuburan tempat istirahat. Hadis ini menurut kyai haji ma'ruf  tokoh NU Jawa timur menunjukkan bahwa mayat itu bisa berdoa sebagaimana orang hidup . Kalau diikuti maka kita ini bertentangan dengan ayat yang menyatakan bahwa kita ini tidak dibangkitkan di kuburan, tapi nanti di hari kiamat. Bila manusia dibangkitkan di kuburan siapa yang memberi makan, siapa yang memberi minum siapa yang memenuhi kebutuhannya.  Di katakana dalam al quran .

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

karena itu Muhammad juga akan mati dan mereka pun juga akan mati

 Sudah mati jangan dikatakan hidup  apalagi bisa berdoa . Kyai ma'ruf yang berpegangan kepada hadis ini hadis ini sudah jelas lemah. makanya imam Malik tidak ngerti dan hanya diriwayatkan oleh Sofyan dari orang lain dari Anas . Orang lain ini tidak disebutkan siapa itu apa orang jujur apa orang pendusta. Sedemikian ini dikatakan hadits lemah tidak boleh tidak boleh dibuat pegangan tapi lepaskan saja dan tidak usah diajarkan tapi kalau mengajarkan bilang bahwa hadis ini adalah lemah, tidak boleh dibuat pegangan , kalau dibuat pegangan kita ini akan bertentangan dengan Alquran yang

Lalu.

Berdoa itu ibadah , mayat apakah di beri pahala? Padahal dia sudah tidak di wajibkan ibadah dan tidak di sunahkan, bahkan tidak bias beribadan sebagaimana ayat :

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

hingga datang kepada kami kematian

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

( 43 )   Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

( 44 )   dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,

( 45 )   dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,

( 46 )   dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ

 

( 47 )   hingga datang kepada kami kematian".

Apa keuntungannya mayat-mayat diberitahu tentang kebaikan kerabatnya dan mayat tidak bisa berbuat kebaikan juga tidak bisa berbuat kejahatan, untuk apa diberitahu, terus kapan tidurnya mayat-mayat itu kalau mereka itu dikatakan masih hidup di kuburan. Kerabat-kerabat itu diberitahu tentang perbuatan kita di dunia saja tidak bisa menolong ,dan tidak mendoakan apalagi nanti di akhirat.

 

 

 

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan