Mayat di beri tahu amal perbuatan kerabatnya di dunia ?
إنْ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى أَقَارِبِكُمْ
وَعَشَائِرِكُمْ مِنَ الْأَمْوَاتِ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا بِهِ،
وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوا: اللَّهُمَّ لِاتِّمُتَّهَم حَتَّى
تَهْدِيَهُمْ كَمَا هَدَيْتَنَا.
الرَّاوِي: أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ •
الأَلبَانيّ، السِّلْسِلَة الضَّعِيفَة (٨٦٣) • ضَعِيفٌ [ ثُمَّ تَرَاجِع الشَّيْخ
وَصَحَّحَه، اُنْظُرْ الصَّحِيحَة: 6 / 605 ] • أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ (١٢٦٨٣)
وَاللَّفْظُ لَهُ، وَالْحَكِيمُ التِّرْمِذِيُّ فِي ((نَوَادِرِ الْأُصُولِ))
(٢/٢٦٠) بِاخْتِلَافِ يَسِير
3. Amal perbuatanmu diperlihatkan kepada
kerabat dan sanak saudaramu yang telah meninggal. Jika amal perbuatanmu baik,
mereka akan bergembira. Jika sebaliknya, mereka akan berkata, “Ya Allah, jangan
biarkan mereka meninggal sebelum Engkau memberi mereka petunjuk sebagaimana
Engkau telah memberi kami petunjuk.”
Diriwayatkan oleh: Anas ibn Malik • Al-Albani, Al-Silsilah al-Da’ifah
(863) • Lemah [Kemudian Syekh mencabut dan mengesahkannya. Lihat Al-Sahihah:
6/605] • Diriwayatkan oleh Ahmad (12683), dan redaksinya adalah miliknya, dan
oleh Al-Hakim Al-Tirmidhi dalam “Nawadir al-Usul” (2/260) dengan sedikit
perbedaan
ابْنُ
مُفْلِحٍ، الْفُرُوع لِابْنِ مُفْلِحٍ (٣/ ٤١٥) • ضَعِيف
Ibn Muflih, Al-Furu’ karya Ibn Muflih (3/415) • Lemah
الْهَيْثَمِيّ، مَجْمَعِ الزَّوَائِدِ
(٢/٣٣١) • فِيهِ رَجُلٌ لَمْ يُسَمِّ
Al-Haythami, Majma' al-Zawa'id (2/331) • ini memuat seorang pria yang
tidak disebutkan namanya. ( Lemah )
شُعَيْبُ إلَّارنووط، تَخْرِيجُ الْمُسْنَد لِشُعَيْب (١٢٦٨٣) • إسْنَادُهُ
ضَعِيفٌ
Shu'ayb
al-Arna'ut, Takhrij al-Musnad li Shu'ayb (12683) • Rantai sanadnya lemah
تخريج أحاديث الإحياء = المغني عن حمل الأسفار (ص: 1881)
أخرجه ابْن أبي الدُّنْيَا والمحاملي بِإِسْنَاد ضَعِيف
Rantai
periwayatan hadits Ihya' Ulum al-Din = Al-Mughni 'an Haml al-Asfar (hlm. 1881)
Diriwayatkan
oleh Ibn Abi al-Dunya dan al-Mahamili dengan rantai periwayatan yang lemah.
Komentarku
( Mahrus ali ) :
Menurut
KH Ma`ruf khozin tokoh nu Jatim dengan hadis tsb mayat di kuburan masih bisa
berdoa
Komentarku
( Mahrus ali ) :
Sebetulnya
hadis tersebut hanya dari Anas. Albani
mengatakan dhaif . Kemudian mencabutnya dan kelirulah al bani dalam mencabut itu,
karena secara lafadh hadis ini bertentangan juga dengan Alquran. Amal
perbuatanmu diatur dan diperlihatkan kepada kerabat-kerabatmu yang mati,
seandainya baik mereka gembira. kalau
jelek maka mereka berdoa :Ya Allah jangan matikan mereka sehingga mereka engkau
beri hidayah seperti Engkau telah memberi hidayah pada kami.Hadis itu
diriwayatkan oleh imam Ahmad dan banyak yang melemahkan seperti ini . Dalam
kitab al-Furu` itu juga menyatakan hadis ini lemah . Dalam kitab Al
Hatsami dikatatakan ada perawi yang
tidak disebut namanya yang tidak dikenal orang jujur apa orang pendusta. Syuaib
sendiri menyatakan hadis ini
lemah . J adi hadis ini dari segi makna bahwa perbuatan manusia disampaikan
kepada mayat di kuburan dan mayat di kuburan itu bisa gembira dan bisa
mendoakan yang baik. Hadis ini bertentangan dengan ayat mayat akan dibangkitkan
nanti di hari kiamat bukan pada waktu sekarang dikuburan lalu bagaimana mayat bisa berdoa. Padahal di
kuburan tempat istirahat. Hadis ini menurut kyai haji ma'ruf tokoh NU Jawa timur menunjukkan bahwa mayat
itu bisa berdoa sebagaimana orang hidup . Kalau diikuti maka kita ini
bertentangan dengan ayat yang menyatakan bahwa kita ini tidak dibangkitkan di
kuburan, tapi nanti di hari kiamat. Bila manusia dibangkitkan di kuburan siapa
yang memberi makan, siapa yang memberi minum siapa yang memenuhi kebutuhannya. Di katakana dalam al quran .
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
karena
itu Muhammad juga akan mati dan mereka pun juga akan mati
Sudah mati jangan dikatakan hidup apalagi bisa berdoa . Kyai ma'ruf yang
berpegangan kepada hadis ini hadis ini sudah jelas lemah. makanya imam Malik
tidak ngerti dan hanya diriwayatkan oleh Sofyan dari orang lain dari Anas . Orang
lain ini tidak disebutkan siapa itu apa orang jujur apa orang pendusta. Sedemikian
ini dikatakan hadits lemah tidak boleh tidak boleh dibuat pegangan tapi
lepaskan saja dan tidak usah diajarkan tapi kalau mengajarkan bilang bahwa
hadis ini adalah lemah, tidak boleh dibuat pegangan , kalau dibuat pegangan
kita ini akan bertentangan dengan Alquran yang
Lalu.
Berdoa
itu ibadah , mayat apakah di beri pahala? Padahal dia sudah tidak di wajibkan ibadah
dan tidak di sunahkan, bahkan tidak bias beribadan sebagaimana ayat :
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
hingga datang kepada kami kematian
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar
(neraka)?"
( 43 )
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang
mengerjakan shalat,
( 44 )
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
( 45 )
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang
yang membicarakannya,
( 46 )
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
حَتَّىٰ
أَتَانَا الْيَقِينُ
( 47 )
hingga datang kepada kami
kematian".
Apa
keuntungannya mayat-mayat diberitahu tentang kebaikan kerabatnya dan mayat
tidak bisa berbuat kebaikan juga tidak bisa berbuat kejahatan, untuk apa
diberitahu, terus kapan tidurnya mayat-mayat itu kalau mereka itu dikatakan
masih hidup di kuburan. Kerabat-kerabat itu diberitahu tentang perbuatan kita
di dunia saja tidak bisa menolong ,dan tidak mendoakan apalagi nanti di akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan