Tampilkan postingan dengan label Komunis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunis. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juni 29, 2014

Prijanto: Jangan Beri Peluang Komunis Berkuasa


By Asqi Resnawan on 12:49 PM

Dalam masa kampanye Pilpres ini ada beberapa peristiwa yang dapat dinilai sebagai indikasi bangkitnya komunis PKI di Indonesia. Peristiwa tersebut dapat ditelusuri sejak Oktober 2002.

Saat itu, kader PDIP Ribka Tjiptaning menulis buku dengan judul yang sangat provokatif 'Aku Bangga Jadi Anak PKI'.

Menyusul kemudian Juni 2010, pertemuan anak PKI dari berbagai kota yang turut dihadiri oleh anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka di Banyuwangi, Jawa Timur. Terakhir dikabarkan anak eks-PKI terbang ke China guna belajar politik dari partai komunis di sana.

"Sepertinya komunisme sedang lakukan rekonsolidasi secara serius dan terencana di Indonesia," ujar mantan Aster Kasad Mayjen TNI Purn Prijanto di Jakarta, Minggu (29/6/2014).

Menurutnya, istilah petugas partai yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Jokowi juga dinilai modus komunisme. Sebab, istilah petugas partai mirip dengan pekerja partai yang pernah digunakan tokoh PKI DN Aidit.

"Dalam otak orang PKI, Babinsa adalah salah satu dari '7 Setan Desa' yang harus dimusnahkan. Adu domba, saling fitnah, lempar isu sembunyi tangan, mengobok-obak institusi TNI AD mirip dengan suasana kebatinan saat PKI akan lakukan kudeta tahun 1965," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2007-2012 tersebut.

Menurut Prijanto, pelan-pelan rakyat dijauhkan dari TNI di saat yang sama alutsista TNI dilemahkan.

"Tank Leopard yang dibutuhkan TNI AD ditolak. Dalam sejarah, TNI-AD memang adalah musuh bebuyutan komunis-PKI. Sepertinya ada aktor tertentu yang secara terbuka ataupun tersembunyi memanfaatkan kebebasan dalam Pilpres untuk memfitnah dan adu domba. Ada apa? Siapa yang bermain?," jelas dia.

Dia menjelaskan, rangkaian petistiwa tersebut patut dinilai komunis PKI menggeliat. Ancaman laten komunis sangat nyata, perlu kita waspadai. "Bagi saya hanya satu kalimat yang paling tepat, jangan pernah beri peluang untuk komunis berkuasa di Indonesia," tandasnya.[ris/inilah]

Kamis, Februari 07, 2013

Penolakan Ulama Betawi Terhadap Pengkafiran




ULAMA BETAWI Tolak PengkafiranTanggal 10 Nopember 1957, ulama betawi berkumpul di sebuah bangunan bernama Gosrul Wafidin, Jalan Bidaracina, Jakarta Timur. Mereka dikumpulkan oleh tiga pertanyaan yang dipicu dari fatwa hasil Muktamar Alim Ulama di Palembang, 11 September 1957.
Pertama, Kabinet Gotong Rojong jang terdiri dari berbagai matjam aliran Partai Politik seperti: Aliran Agama, Aliran Nasionalis, dan Aliran Sosialis. Adakah kabinet (pemerintah jang sematjam itu Haram menurut Agama Islam?

Kedua, Dewan Nasional jang menjadi suatu Madjelis Pertimbangan da Penasehat dalam Negara RI jang anggouta2nja terdiri dari berbagai matjam aliran Partai Politik seperti, Aliran Agama, Aliran Nasionalis, dan Aliran Sosialis. Adakah Dewan Nasional jang sematjam itu Haram hukumnja menurut Agama Islam?
Ketiga, Bagaimana mengufurkan seseorang jang masih mengakui Agama Islam dan menghadap kiblat ketika sembayang. Adakah dan dapatkah orang itu dipastikan kufur dengan begitu sadja?
Di bawah pimpinan Habib Salim bin Jindan dan KH Hasbiyallah sebagai sekretaris, menelaah dengan seksama dari pagi hingga malam. Kitab berjilid-jilid diangkut dari rumah masing-masing dan disajikan meja-meja layaknya makanan. Lalu dibuka satu-satu, dibacakan dengan fasih hingga hadirin paham. Perkara di atas memang serius, tidak baen-baen: tuduhan haram kabinet dan vonis kafir kepada mukmin. Apa jawaban ulama Betawi atas tiga persoalan di atas?
            




Pertanyaan pertama dijawab jelas, sistem Kabinet Gotong Royong yang dibentuk Soekarno itu mubah saja, tiada haram sama sekali. “Tidak ada alasan dalam agama bagi seseorang jang dapat mengharamkan hal itu, terketjuali ada alasan2 dalil2 dan Kuran, Hadist Nabi Muhammad s.a.w jang sohih beserta dengan Idjma Kaul Ulama.”
Ulama Betawi menyodorkan delapan dalil untuk menguatkan padangannya tersebut, lima berupa hadits dan tiga ayat Al-Qur’an.
“Sesungguhnya kehalalan dan keharaman sudah jelas. Dan tiap-tiap yang sudah ditetapkan Rasulullah itulah sebaik-baiknya hukum. Dan tidak boleh bagi seorang muslim menyembunyikan suatu hukum, kecuali Allah dan Rasulnya yang menambahkan dalam hukum syara’,” demikian di antara hadits yang disodorkan sebagai dukungan jawaban. Dan ayat suci yang dikemukakan “ma yuridullahu liyaj’ala ‘alaikum min haraj, sesungguhnya allah tidak menghendaki atas kalian kesusahan.”
Untuk pertanyaan kedua, ulama Betawi mengambil keputusan bahwa anggota dewan nasional dengan macam-macam aliran tidak ada masalah, karena tak ditemukan ayat Al-Qur’an ataupun hadits menghukumi masalah tersebut.
Masalah ketiga, yakni, mengufurkan (menghakimi kafir kepada seseorang) yang sesungguhnya tidak main-main, karena jika benar, bisa berdampak pada banyak aspek kehidupan, dari soal perkawinan hingga hak mengurus anak, bahkan dapat berujung pada vonis mati. Apa jawabanya ulama Betawi terhadap masalah ini?
“Adapun mengufurkan seorang Muslim jang belum diketahui dan diselidiki jang sedalam2nja menorut pedoman Kuran-Hadis Nabi Muhammad s.a.w. beserta Idjma Ulama adalah tidak boleh,” demikianlah jawabannya.
Jawaban tersebut disandarkan pada delapan qoul atau pendapat mujtahid, satu atsar atau pendapat Sahabat Nabi, tujah hadits Nabi SAW, dan satu firman Tuhan.
Di antara pendapatnya adalah sesungguhnya mengafirkan seseorang mukmin adalah tidak sah dengan jalan apapun. Pendapat ini dikemukakan Syekh Bachit bin Heusen dari Al-Azhar Mesir dalam kitabnya Al-Bida. 
“Kufur itu dosa yang sangat besar. Maka janganlah mudah, gampang sekali mencap seorang mukmin itu kafir. Dan sekalipun kamu mengetahui riwayatnya orang itu, hendaknya tidak boleh dikufurkan,” kata Az-Zaila’i dalam kitab Syahrul Kanzi. Sementara Nabi Muhammad memberi peringatan,”Siapa yang mengafirkan seorang mukmin, maka dialah yang kafir.”
***
Hasil musyawarah ulama Betawi itu didokumentasikan dalam risalah berjudul “Penolakan Putusan Muktamar Alim Ulama di Palembang”. Risalah empat belas halaman itu ditulis dengan bahasa Indonesia, dengan aksara Latin dan Pego.
Rasanya, risalah lawas itu amat penting hukumnya dikabarkan kembali kepada khalayak ramai, tak terkecuali ulama dan umara. Sebab, akhir-akhir ini terjadi fenomena yang mengacaukan kehidupan beragama. Kita tidak habis berpikir, bagaimana mungkin ada ulama gampang memutuskan perkara serius dalam agama? Kenapa sering sekali terjadi ada sekompok orang beriman mengkuyo-kuyo orang yang mengaku beriman? Kenapa juga pemandangan pencegahan orang yang hendak beribadah menjadi biasa? Dan seterusnya dan seterusnya.
Sumber: (Hamzah Sahal/NU Online)
Komentarku ( Mahrus ali): 
Menurut saya tidak perlu banyak kitab arab yang diangkut ke forum ulama Betawi, tapi yang penting angkut saja uang ke sana, tinggalkan quran dan ambillah pesan sponsor. Tidak perlu mengumpulkan ulama se Betawi, tapi kumpulkan saja juhala` dari Jawa timur. Masalah tsb mudah sekali bukan sulit  untuk  diputuskan, Tinggalkan kitab – kitab arab, inggris atau pego lalu ambillah satu ayat sbb:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Maidah 44
  Habaib atau cucu Abu Jahal yang mendekat kepada Thaghut akan jauh dengan Allah, berpegangan kepada ajaran Thaghut dan buang ajaran Allah. Mereka akan menjadi kaca hias hitam yang bila diikuti akan menyesatkan bukan kaca hias putih yang bisa di buat berdandan.  Mereka bukan panutan yang layak ditiru tapi harus dibuang. Ingat saja ayat:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ(36)
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).Nahel.


Dan kliklah 4 shared mp3 atau di panahnya
 




PUTUSAN MUKTAMAR ALIM ULAMA SELURUH INDONESIA DI PALEMBANG DARI TGL 8 S/D 11 SEPTEMBER 1957




PUTUSAN MUKTAMAR ALIM ULAMA SELURUH INDONESIA DI PALEMBANG DARI TGL 8 S/D 11 SEPTEMBER 1957
oleh Front Anti Komunis Indonesia pada 10 Desember 2009 pukul 12:08 ·
Muktamar ALim Ulama seluruh Indonesia yang berlangsung dari tanggal 8 s/d 11 September 1957 di Palembang (dengan peserta sebanyak 325 orang dan peninjau sebanyak 284 orang), setelah mendengar dan membahas secara mendalam tentang ideologi / ajaran komunisme, mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Ideologi / ajaran komunisme dalam lapangan falsafah berisi atheisme, anti Tuhan dan anti agama,
2. Ideologi / ajaran komunisme dalam lapangan poitik adalah anti demokrasi (diktator proletariat / istibdad),
3, Ideologi / ajaran komunisme dalam lapangan sosial menganjurkan pertentangan dan perjuangan kelas,
4. Ideologi / ajaran komunisme dalam lapangan ekonomi menghilangkan hak perseorangan,
5. Ideologi / ajaran komunisme yang demikian itu bukan saja berlawanan dengan ajaran Islam pada khususnya dan agama-agama laiinya pada umumnya, akan tetapi merupakan tantangan dan serangan terhadap hidup keagamaan umumnya,
MEMUTUSKAN
1. Ideologi / ajaran komunisme adalah kufur hukumnya, dan haram bagi umat Islam menganutnya,
2. Bagi orang yang menganut Ideologi / ajaran komunisme dengan keyakinan dan kesadaran, kafirlah dia, tidak sah menikah dan menikahkan orang Islam, tiada pula pusaka mempusakai dan haram jenazahnya diselenggarakan secara Islam,
3. Bagi orang yang memasuki organisasi / partai yang berideologi komunisme (PKI, SOBSI, Pemuda, Rakyat, dll) tidak dengan keyakinan dan kesadaran, sesatlah dia dan wajib bagi umat Islam menyeru mereka meninggalkan organisasi dan partai tersebut.
4. Walaupun Republik Indonesia belum menjadi negara Islam, namun haram hukumnya bagi ummat Islam mengangkat / memilih kepala negara / pemerintah yang berideologi komunisme,
5. Memperingatkan kepada Pemerinta RI agar bersikap waspada terhadap gerakan aksi subversif asing yang membantu perjuangan kaum komunis / atheis Indonesia,
6. Mendesak kepada Presiden RI untuk mengeluarkan dekrit menyatakan PKI dan mantel organisasinya sebagai partai terlarang di Indonesia.
Majelis Pimpinan Alim Ulama Seluruh Indonesia
Palembang, 11 September 1957
Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=191991604657

Komentarku ( Mahrus ali): 
Ajaran komunisme itu bertentangan dengan surat al ihlas sbb:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Jadi kaum komunis bertujuan hidup didunia untuk memeraktekkan ajaran Karl marx lalu menginjak injak ajaran Allah. Mereka ingin membasmi segala macam agama samawi untuk menampakkan ajaran Karl marx tadi. Ingat ayat sbb:
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.[1]
Perilaku mereka itu identik dengan kaum kafir sebagaimana ayat :

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.[2]
Begitu juga kaum yang durja sebagaimana ayat :
وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).[3]
Dan kliklah 4 shared mp3 atau di panahnya.

[1] Shof 9
[2] Taubat  32
[3] Yunus 82

Sabtu, September 22, 2012

Larang Jilbab dan kupluk Yahudi




eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Pemimpin sayap kanan Perancis Marine Le Pen Jumat kemarin (21/9) untuk melarang pemakaian jilbab dan kupluk Yahudi di masyarakat Perancis, sehingga menambah ketegangan agama yang dipicu oleh kartun Nabi Muhammad.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Monde Pen, Le menyerukan penutp kepala berdasarkan agama harus dilarang di toko-toko, di angkutan umum dan di jalanan.

Ditanya apakah larangan tersebut harus diterapkan pada kupluk Yahudi, yang dikenal sebagai kippah atau yarmulke, serta jilbab, ia berkata: "Sudah jelas bahwa jika jilbab dilarang, kippah juga dilarang di tempat umum juga."

Le Pen, yang mengejutkan elit Perancis dengan memenangkan hampir 18% pada putaran pertama pemilihan presiden tahun ini, juga mengulangi seruannya untuk larangan shalat di tempat publik, larangan makanan halal di sekolah-sekolah dan pembiayaan pemerintah asing terhadap masjid di Prancis.

Namun Presiden Francois Hollande mengecam pernyataannya, dan menolak seruannya tersebut.

Jean-Francois Cope, yang memimpin partai sayap kanan, mengatakan Le Pen menunjukkan hanya memiliki sedikit pemahaman terhadap tradisi sekuler Perancis.

"Marine Le Pen ingin melarang simbol-simbol agama di jalanan, dimulai dengan jilbab dan kippah. Dengan melakukan hal ini, menunjukkan bahwa dia tidak mengerti tentang sekularisme. Sekularisme bukanlah penghapusan semua ekspresi keagamaan di dalam masyarakat."(fq/afp)

Komentarku ( Mahrus ali): 
Prancis adalah negara atheis bukan negara agama baik Islam,kristen atau Katholik. Negara sedemikian negara terjelek, anti  ketuhanan  seperti negara komunis. Negara  terbaik adalah negara yang beragama Islam bukan kristen, yahudi atau Katholik. Ini nama nya  baldah toyyibah sebagaimana dalam al quran:
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ(15)فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ(16)ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلاَّ الْكَفُورَ
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".Tetapi mereka berpaling,(meremehkan dan menginjak injak ajaran Allah ) maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.  

Pergilah ke blog kedua www.mantankyainu2.blogspot.com
Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.