Tampilkan postingan dengan label fitnah ahkir zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fitnah ahkir zaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, September 09, 2011

Sedang Sampaikan Khutbah, Khatib masjid di pukuli

Sedang Sampaikan Khutbah, Khatib Masjid Raya Keumala Dipukuli


REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH--Kalangan ulama meminta aparat kepolisian mengusut tegas tersangka pemukul seorang khatib yang sedang menyampaikan khutbah pada pelaksanaan shalat jumat di masjid Raya Keumala, Kabupaten Pidie Provinsi Aceh.

"Apapun alasannya, tindakan itu tidak bisa dibenarkan dan telah melecehkan syariat. Saya meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelakunya," kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Aly di Banda Aceh, Jumat malam.

Hal itu disampaikan menanggapi pemukulan terhadap Tgk Saiful Bahri, khatib shalat Jumat di masjid Keumala Kabupaten Pidie pada Jumat (9/9).

Menurut Faisal, jika memang penceramah itu menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak bisa diterima atau merugikan orang lain maka tindakan tersebut seharusnya dilaporkan kepada aparat berwajib.

"Yang memprihatinkan adalah insiden tersebut dilakukan pelaku saat khatib sedang menyampaikan khutbah dan di dalam masjid. Tindakan itu memalukan dan tidak pernah terjadi sepanjang sejarah di Aceh," kata dia menjelaskan.

Ia menjelaskan bahwa penyampaian khutbah menjelang pelaksanaan shalat Jumat itu adalah ibadah. Artinya, tindakan pelaku juga telah mengganggu ibadah orang lain yang sangat tidak bisa diterima.

Sementara itu, beberapa waktu lalu juga pernah terjadi penurunan paksa terhadap penceramah yang sedang menyampaikan ceramahnya di Pidie.

Informasi lain menyebutkan, pihak kepolisian Polres Pidie telah meminta keterangan dari korban Tgk Saiful Bahri terkait dengan aksi pemukulan sejumlah orang terhadap dirinya.

Akibat pemukulan dan penggeroyokan itu, Tgk Saiful Bahri mengalami luka robek di bagian pelipis kanan, sehingga harus dijahit.
Redaktur: taufik rachman
Sumber: antara

Komentarku ( Mahrus ali )
Ada berita lagi sbb :  

“Saya (Masih) Ingat Wajah Pemukul”

Oleh: Y. Poetry - 09/09/2011 - 18:47 WIB
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Teungku Saiful Bahri, khatib yang dipukul saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Raya Keumala Pidie, mengaku tidak mengenal pelaku pemukulan atas dirinya.
“Tapi saya mengenal wajahnya,” kata Teungku Saiful ketika dihubungi dari Banda Aceh melalui sambungan telepon selular, Jumat (9/9).
Akibat pemukulan itu, Saiful mengalami luka di pelipis dan harus dijahit. “Saya baru pulang berobat,” kata dia.
Dia mengakui telah melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian di Polsek Keumala. “Saya tidak terlalu mengenal pemukul saya,” ujar khatib asai Gapui ini. “Saya heran, mereka seperti an**ng di dalam masjid,” sambungnya.
Teungku Saiful mengalami tindak kekerasan ketika tengah menyampaikan khutbat Jumat. Dalam khutbah yang berlangsung hampir setengah jam itu, Saiful mengajak jemaah untuk tidak berperilaku pendendam dan tidak memutuskan tali persaudaraan.
Menurutnya, pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini jangan menjadi pemicu retaknya persaudaraan.
Ia juga menyinggung kasus pembunuhan. “Jangan berpikir dosa karena membunuh itu cukup dengan bertaubat. Tidak. Kita harus meminta maaf pada keluarga korban,” ujarnya.
Selain itu, ia mengkritik tajam perilaku mantan gerilyawan.
Di tengah menyampaikan khutbah, seorang jemaah tiba-tiba berdiri dan meminta Teungku Saiful turun mimbar.
“Turun, jangan kampanye di sini,” ujar pria itu.
Belakangan, ia dikeroyok segelintir jemaah. []

Komentarku ( Mahrus ali )
Ada lagi beritanya sbb :
Ulama Dayah Kecam Pemukulan Khatib Jumat
Oleh: NH - 09/09/2011 - 19:27 WIB
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pemukulan khatib salat Jumat di Masjid Raya Keumala, Pidie, menuai kecaman dari ulama. Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) menilai perilaku itu biadab dan sama dengan teroris.
Sekretaris Jendral HUDA, Teungku Faisal Ali, mengatakan pengeroyokan khatib saat khutbah Jumat sebagai perilaku orang tak beriman dan harus dijatuhi hukuman berat.
“Tindakan pemukulan khatib saat berkhutbah di masjid Keumala adalah perbuatan sangat biadab dan tak berperikemanusiaan,” katanya saat dihubungi acehkita.com, Jumat petang.
“Tindakan itu sama spt yg dilakukan oleh teroris di masjid Polres Cirebon.”
Menurut Teungku Faisal, apapun materi yang disampaikan khatib dalam khutbah tak bisa dibantah oleh jemaah. “Betul atau salah isi khutbah tidak boleh dibantah. Apalagi sampai memukuli dan menurunkan khatib dari mimbar. Itu betul-betul tindakan yang tak bisa diterima akal sehat,” ujar Faisal yang juga ketua NU Aceh.
Menurut ulama yang sering disapa Lem Faisal, ada mekanisme kalau jemaah ingin “memprotes” isi khutbah khatib Jumat. Caranya adalah setelah selesai salat, jemaah mempertanyakan kepada khatib kalau yang disampaikan salah. Kalau meras difitnah, lapor polisi karena kita negara hukum, katanya.
“Jadi, bukan main keroyok seperti yang terjadi di Keumala. Tindakan para pelaku benar-benar tak bisa diterima,” ujarnya.
Ketika menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Keumala, Teungku Saiful Bahri diturunkan dari mimbar dan dipukuli oleh segelintir jemaah yang tersinggung dengan materi khutbah. []
Komentarku ( Mahrus ali ):
Saya ingat ayat ini :
إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ(85)أَئِفْكًا ءَالِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ(86)فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ(87)فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ(88)فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ(89)فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ(90)فَرَاغَ إِلَى ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ(91)مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُونَ(92)فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ(93)فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ(94)قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ(95)وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ(96)قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ(97)فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ(98)
(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu?Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.Kemudian ia berkata: "Sesungguhnya aku sakit".Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: "Apakah kamu tidak makan? Kenapa kamu tidak menjawab?"Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu". Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.[1]
Di surat Alan`am di jelaskan sbb:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ(74)
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata".[2]
Di surat Zukhruf di jelaskan sbb:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ(26)إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ(27)وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(28)
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku". Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.[3]


[1] Asshoffat 85- 98
[2] Al an`am 74
[3] Zukhruf 26- 28

Senin, Juli 25, 2011

Penyembunyian Nazaruddin sekenario besar

 Melacak Jejak Nazaruddin dengan TI
Kolom Telematika

Penulis: Heru Sutadi – detikinet

Jakarta - Keberadaan buronan interpol yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Dan uniknya, berbeda dengan buronan interpol lainnya yang baru-baru ini juga masuk red notice, Nunun Nurbaeti--yang seakan benar-benar tak diketahui rimbanya, Nazaruddin tetap eksis berpropaganda bahwa dirinya tak bersalah dan menutup pihak-pihak lain yang harusnya lebih bertanggung jawab melalui SMS, Blackberry Messanger (BBM) dan bahkan menelepon dua stasiun televisi.

Tak hanya teks dan suara, lelaki berusia 32 tahun ini juga tampil ke publik melalui wawancara dengan Iwan Pilliang melalui aplikasi instant messaging (IM) Skype.

Demikian sulitkah Nazaruddin dilacak keberadaannya? Yang jelas, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI), Nazaruddin sadar betul untuk memanfaatkan sifat anonymous dari teknologi informasi serta kurangnya kemampuan penegak hukum mengungkap kasus yang menggunakan perkembangan TI secara tuntas dan cepat.

Padahal, meski menggunakan teknologi modern, pelacakan dapat dilakukan dengan menelusuri jejak digital yang ditinggalkan atau yang dikenal dengan digital forensic.

Mulai dari Mana?

Ketika Nazaruddin disebut-sebut mengirimkan SMS maupun BBM, itu artinya Nazaruddin telah meninggalkan jejak digital untuk dapat ditindaklanjuti. Hanya memang, kelemahannya adalah bagaimana memastikan ada pihak yang dikirimi SMS ataupun BBM dan bagaimana juga memastikan bahwa yang dikirimi SMS atau BBM itu adalah benar Nazaruddin.

Khusus untuk BBM, kesulitan memang agak bertambah mengingat BBM masih sulit untuk disadap atau dilihat rekamannya mengingat RIM sampai saat ini belum meletakkan server Blackberry di Indonesia.

Yang bisa jadi bagian puzzle penting pengungkapan keberadaan Nazaruddin adalah ketika Nazaruddin menghubungi dua stasiun televisi dan tampil suaranya.

Disebut penting karena ini menepis rumor bahwa yang mengirim SMS atau BBM sebelumnya adalah bukan Nazaruddin, karena apa yang disampaikan Nazaruddin di televisi itu hampir sama dengan rumor isi SMS maupun BBM yang beredar. Selain itu, dengan menghubungi stasiun TV, artinya ada jejak digital lain yang lebih terang untuk dielaborasi.

Dengan menghubungi telepon, baik telepon tetap maupun seluler, ini artinya ada rekaman nomor yang dihubungi dan nomor yang menghubungi. Dengan tahu nomor yang dihubungi, maka nomor yang menghubungi harusnya dapat secara cepat juga diketahui di negara mana Nazaruddin berada.

Memang ada kesulitan melacak jejaknya jika nomor yang dipakai adalah nomor dengan kode negara A, tapi dibawa roaming ke negara B. Meski begitu, bisa ditanyakan lebih lanjut ke negara A dimana posisi Nazaruddin terakhir.

Yang menarik adalah jika Nazaruddin menggunakan aplikasi Skype untuk menelepon, seperti dilakukannya saat wawancara dengan Iwan Piliang. Namun, Skype juga bukan aplikasi yang benar-benar “aman” sehingga bukan tidak bisa dijejak, pembicaraan dilakukan dari negara mana.

Melacak Lewat Skype

Skype merupakan salah satu perangkat lunak IM terkemuka untuk berkomunikasi, selain Yahoo! Messenger, AIM, ICQ, Google Talk ataupun Facebook yang kini juga dilengkapi dengan video chat.

Banyak orang menggunakan Skype untuk chatting, menelepon ke telepon tetap atau ponse--telah dianggap sebagai program aplikasi VoIP yang populer maupun ber-video conference. Skype secara definisi merupakan protokol peer-to-peer (p2p) yang membagi data kita ke seluruh dunia.

Meski disebut aman, dari sudut pandang digital forensic, ada “sidik jari” yang tertinggal melalui Skype, yang bisa dikumpulkan sebagai bagian dari puzzle dalam hal terjadi pelanggaran penggunaan komputer maupun kejahatan siber (cybercrime).

Memang karena berbasis IP (internet protocol), maka penelusuran juga akan ke arah IP address yang dipakai, apakah itu ketika misalnya Nazaruddin menghubungi nomor stasiun televisi maupun wawancara lewat konferensi video.

Tentu saja, untuk mengungkap hal ini lebih jauh, perlu kerja sama stasiun televisi untuk mengetahui nomor telepon mana yang dihubungi Nazaruddin, serta juga mengetahui akun yang dipakai Nazaruddin saat menggunakan Skype dari Iwan Pilliang bahkan file rinci rekaman wawancara.

Khusus saat konferensi video, IP address bisa lebih cepat diketahui dan bahkan lokasi di mana berada dengan beberapa aplikasi gratis yang tersedia di internet seperti Wireshark dan IP tracing.

Hanya memang, untuk mengetahui secara presisi di mana Nazaruddin berada dan menghadirkan ke tanah air tetap perlu usaha ekstra, meski TI membantu untuk mengetahui keberadaannya.

Hal lain yang juga tidak bisa diabaikan sebagai bukti digital adalah perlu segeranya aparat penegak hukum melakukan pencarian CCTV Hotel Aston saat Munas seperti yang sering disebut-sebut Nazaruddin, datangnya salah seorang pimpinan KPK ke rumah Nazaruddin, maupun memastikan back sound “tukang roti” benar dari “tukang roti” atau ring tone ponsel Nazaruddin.

Semua temuan itu merupakan potongan puzzle untuk menjawab teka-teki keberadaan Nazaruddin.
Heru Sutadi. Pengamat Teknologi Informasi. Email: herusutadi@hotmail.com . Twitter: @herusutadi

Komentarku ( Mahrus ali )
Penyembunyian Nazaruddin  masuk dalam ranah politik , bukan sesungguhnya tapi sudah di sekenario , bukan ketepatan. Bila tidak ada sekenario besar yang di lakukan oleh elit , dan Nazaruddin calon napi biasa , maka interpol sudah mampu menangkapnya tanpa kesulitan dan tidak perlu butuh  waktu yang cukup lama . tempatnya  juga tidak begitu jauh , cukup setengah jam sudah sampai ke sana dengan pesawat, bukan dengan delman . Ingat dunia ini adalah panggung sandiwara politik  sebagaimana ayat :
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ اْلآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.[1]
Rakyat ini hanya di tipu oleh elit elitnya belaka mulai dulu hingga sekarang . Anehnya ada di antara  mereka yang percaya , Ada pula yang masa bodoh dengan masalah tsb . Pegangilah ayat ini :
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.[2]


[1] Alankabut 64
[2] Al munafikun 1

Selasa, Juli 19, 2011

Amar ma`ruf untuk elit NU

18/07/2011 21:02
BUDAYA Delegasi Afganistan Dihibur Debu
Jakarta, NU Online
Dua puluh deligasi perdamian Afganistan dihibur musik dari grup Debu. Tampak di antaranya Burhanuddin Rabbani, manta presiden Afganistan. Dia duduk berdampingan dengan wakil ketua umum PBNU H As’ad Said Ali.
Lagu pertama berjudul Allahmendapatkan tepuk tangn meriah dari penonton. “Tujuan kami bermusik hanya satu, mengumandangkan la ilaha illa Allah, tiada Tuhan selain Allah,” kata Mustafa, volais Debu yang juga pegang alat musik petik khas Timur Tengah, Gambus.
Malam ini Debu menurunkan tujuh personil, masing-masing Mustafa (vokalis dan Gambus), Salim (suling), Mujahid (Bas), Daud (drum), Luthfi (perkusi, Ahmad (santur) dan Abdullah bin Mustafa (biola). Kecuali Luthfi dan Ahmad yan dari Indonesia, personil Debu berasal dari Amerika Serikat, beberapa di antaranya sudah menjadi WNI.
Sampai hari ini, debu sudah mengeluarkan tujuah album, di Indonesia 5, di Turki 1, dan di Iran 1. “Kita mesti bangga, ada orang asing yang memiliki keahlian yang naturalisasi menjadi WNI secara sukarela. Apalagi mereka menyuarakan Islam,”  komentar Bina Suhendra, bendahara PBNU.
“Saya suka musiknya, perpaduan dari mudaya yang berbeda. Kelembutan mereka juga suka. Ini cocok buat NU yang menilai semua manusia itu sama, kecuali takwanya,” tambahnya.
Di sela-sela lagu, Mustafa mengatakan, Nabi Muhammad adalah sosok yang terindah, termulia. “Beliau adalah insan kamil. Kalau kita ingin mengenal dengan nyata, maka kita hidupkan akhlah Nabi dalam diri kita. Kalau kita punya akhak baik, ke mana pun, orang akan melihat Nabi,” tegasnya.
“Fitranya manusia adalah laa ilaha illa allah, tidak kenal agamanya. Apapun agamanya laa ilaha illa allah. Pada saat ditanyakan siapa nabimu, ada banyak jawaban, sehingga ada banyak agama. Tapi, pada dasarnya semua laa ilaha illa allah. Penjelasan ini kami sampaikan kepada semua orang, tidak lihat agamanya. Dan semuanya terima,” jelasnya.
“Ucapkanlah laa ilaha illa allah,” seru Mustafa. Lagu terakhir berjudul laa ilaha illa allah diiringi tepuk tangan para penonton, sambil berseru laa ilaha illa allah. Mereka bertahlil bersama.
"Wahai Muslim dan Hindu, mari ucapkan bersama Laa ilaha illaallah. Bersatu satu irama. Laa ilaha illallah....”
Penulis: Hamzah Sahal
Komentarku ( Mahrus ali )
Mengapa tokoh – tokoh elite NU berani melanggar keputusan muktamarnya yaitu musik di haramkan , apakah  dlm muktamar haram , lalu di acara Harlah , jadi halal?. Anehnya melanggar keputusan muktamar , terkesan taat pada thaghut. Bila tokohnya mengabaikan keputusan Muktamar , pada hal mereka adalah cermin bagi bawahannya . Realitanya mereka cermin buruk . Bahkan elitnya perlu bercermin kepada kiyai bawahannya yang suka amar ma`ruf dan anti musik. Cermin buruk , cermin yang harus di singkirkan , lalu cermin baik yang harus di buat kaca hias .Anehnya  cermen buruk yang di buat berhias, jadinya hiasan menurut ahli bid`ah dan sampah menurut ahlis sunnah . Lihat keterangan saya  tentang musik sbb:
Mu`tamar NU ke 1 di Surabaya  pada tgl 13 Rabiuts tsani 1345 H – 20 Oktober 1925 . memutuskan segala macam alat alat orkes ( malahi )  seperti seruling  dll  adalah haram . Sumber hukum  mereka dari kitab Al Ithaf alal Ihya` takhrij Al Iraqi juz VI “. Dalam suatu hadis di jelaskan :.
 عَنْ أَبِي ماَلِك ،سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ *
Dari Abu Malik  berkata  : Aku mendengar Nabi SAW  bersabda  : “ Sungguh  beberapa kaum  dari umatku akan menghalalkan  farji ( perzina an akan di resmikan  dan di perdakan ) , sutra  ( untuk lelaki ) , khomer ( miras akan di beri  izin ) dan musik . Sungguh  beberapa kaum akan  bertempat di dekat puncak gunung  ,lantas datang seorang fakir yang membutuhkan sesuatu  dengan  membawa domba  atau ternak milik mereka sendiri . Mereka berkata  : “ kemblilah . kepada kita besok saja )Lantas Allah memberikan sangsi kepada mereka , gunung pun lonsor , sedang lainnya  di jadikan babi dan kera  sampai hari kiamat . HR Bukhori
       Hadis tersebut jelas menunjukkan  seorang muslim tidak diperkenankan mendengarkan musik dari radio , Cd , TV ,DVD, Tipe recorder , kaset , bel telpon , bel pintu  atau musik olahraga  pagi dan  peralatan  musik secara langsung di panggung.
Abu said Al Khudri berkata :
بَيْنَا نَحْنُ نَسِيرُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعَرْجِ إِذْ عَرَضَ شَاعِرٌ يُنْشِدُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذُوا الشَّيْطَانَ أَوْ أَمْسِكُوا الشَّيْطَانَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ رَجُلٍ قَيْحًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا *
Suatu hari kita berjalan bersama Rasulullah SAW  di Al araj ,lalu seorang penyair membawakan suatu lagu .
Rasulullah SAW  bersabda : “Peganglah setan  atau tangkaplah ,. Perut seseorang diantaramu di penuhi dengan nanah lebih baik dari pada dipenuhi dengan syair “.  [1]


[1] HR Muslim 2259

Kamis, Mei 26, 2011

Hadis tentang fitnah di akhir zaman


Ada hadis sbb :
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ كُنَّا قُعُودًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ فَذَكَرَ الْفِتَنَ فَأَكْثَرَ فِي ذِكْرِهَا حَتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الْأَحْلَاسِ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا فِتْنَةُ الْأَحْلَاسِ قَالَ هِيَ هَرَبٌ وَحَرْبٌ ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَزْعُمُ أَنَّهُ مِنِّي وَلَيْسَ مِنِّي وَإِنَّمَا أَوْلِيَائِي الْمُتَّقُونَ ثُمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ عَلَى رَجُلٍ كَوَرِكٍ عَلَى ضِلَعٍ ثُمَّ فِتْنَةُ الدُّهَيْمَاءِ لَا تَدَعُ أَحَدًا مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا لَطَمَتْهُ لَطْمَةً فَإِذَا قِيلَ انْقَضَتْ تَمَادَتْ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا حَتَّى يَصِيرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ فُسْطَاطِ إِيمَانٍ لَا نِفَاقَ فِيهِ وَفُسْطَاطِ نِفَاقٍ لَا إِيمَانَ فِيهِ فَإِذَا كَانَ ذَاكُمْ فَانْتَظِرُوا الدَّجَّالَ مِنْ يَوْمِهِ أَوْ مِنْ غَدِهِ *
Abdullah bin Umar ra  berkata : “Kami duduk disisi Rasulullah SAW , lalu menyebut fitnah dengan  panjang lebar  ,hingga beliau  menyebut fitnah Ahlas . Ada orang berkata : “ Wahai Rasulullah ! Apakah itu ? “. Beliau bersabda :”  lari dan merampas harta “  (  Maksudnya seseorang tidak mau  berkumpul dengan orang lain karena permusuhan ). Lantas fitnah sarra`    Yang  uapnya  dari dua tapak kaki seorang lelaki dari ahlul bait yang mengaku dari keturunanku ,pada hal bukan. Sesungguhnya kekasihku adalah  orang – orang yang bertakwa  .Lantas  orang  - orang sama sepakat untuk berdamai kepada seorang lelaki sebagaimana  pantat  diatas  tulang rusuk  .Lantas  terjadi lagi  fitnah  Adduhaima` yang akan menimpa seluruh umat ini . Bila telah dikatakan    selesai , maka seorang lelaki  waktu pagi mukmin  lantas  sorenya menjadi kafir .Lantas manusia menjadi dua kelompok   1. Kelompok iman yang tidak ada  kemunafikan 2.  kelompok kemunafikan yang tidak ada keimanan. Bila  demikian ,nantikanlah Dajjal  pada hari itu atau besoknya . [1]
Maksud  fitnah sarra`  menurut Al Qari adalah  fitnah  kekayaan yang melimpah ruah ,lalu banyak kemungkaran yang di jalankan.
 Maksud  : “ Seperti pantat diatas  tulang rusuk menurut Al Qari adalah perdamaian itu tidak langgeng dan akan bermusuhan lagi “.
Maksud : Seorang lelaki  waktu pagi mukmin  lantas  sorenya menjadi kafir  karena membunuh , merampas harta dan  membikin issu temannya  , kata  Al Qari
Kata al bani hadis tsb sahih , lihat 4194 Sahihul jami`


[1] HR Abu dawud  4242 . Hasan . , Addurul mansur 481/7 ,Al mustadrak 513/4 .Tahdzibul kamal 527/22 .Halyatul auliya  158/5 .  Pengarang kitab tsb menyatakan  nyeleneh .