حديث "لا يركب
البحر إلا غاز أو حاج أو معتمر" يُروى من طريق ليث بن أبي سليم عن نافع عن
ابن عمر مرفوعاً، وهو إسناد ضعيف. ليث (بن أبي سليم) ضعيف ومختلط، وقد اضطرب فيه،
وأخرجه البزار وغيره، بينما ذكره البعض موقوفاً من قول مجاهد.
تفاصيل الحديث
والإسناد:
نص الحديث: "لا
يركب البحر إلا غاز أو حاج أو معتمر".
طريق الرواية: ليث بن
أبي سليم، عن نافع (مولى ابن عمر)، عن ابن عمر رضي الله عنهما.
حكم الإسناد: ضعيف
Hadits, "Tidak seorang pun boleh naik lewat
laut kecuali seorang pejuang ( berperang ) , seorang peziarah (haji ), atau
orang yang sedang melaksanakan umrah," diriwayatkan melalui Layth ibn Abi
Sulaym, dari Nafi', dari Ibn Umar, sebagai sabda Nabi (shalawat dan salam
kepadanya). Rantai periwayatan ini lemah. Layth (ibn Abi Sulaym) dianggap lemah
dan tidak dapat diandalkan, dan riwayatnya tidak konsisten. Hadits ini
dimasukkan oleh al-Bazzar dan lainnya, sementara sebagian mengutipnya sebagai
pernyataan Mujahid (semoga Allah meridainya).
Atsar lemah. Bukan Rasul yang bersabda tapi Ibnu
Umar dan sahabat lainnya tidak bicara begitu.
Rincian hadits dan rantai periwayatannya:
Teks hadits: "Tidak seorang pun boleh naik
ke laut kecuali seorang pejuang,( berperang ) seorang peziarah ( haji ), atau
orang yang sedang melaksanakan umrah."
Begitu juga hadis sbb :
Sebaik-baik di antara kalian adalah orang-orang
yang bahunya paling lembut ( tidak kaku ) saat shalat
خيرُكُم ألينُكُم مَناكبَ في الصَّلاةِ
الراوي: عبدالله بن عباس • ابن خزيمة، صحيح ابن
خزيمة (٣/ ٨٠) • أخرجه في صحيحه • شرح حديث مشابه
٢ -
خيرُكم ألينُكم مناكِبَ في الصَّلاةِ
الراوي: عبدالله بن عباس • ابن حبان، صحيح ابن
حبان (١٧٥٦) • أخرجه في صحيحه • أخرجه أبو داود (٦٧٢)، وابن خزيمة (١٥٦٦)،
والبيهقي (٥٣٩٣) • شرح حديث مشابه
Sebaik-baik
di antara kalian adalah orang-orang yang paling rileks bahunya saat shalat.
Diriwayatkan
oleh: Abdullah ibn Abbas • Ibn Khuzaymah, Sahih Ibn Khuzaymah (3/80) • Beliau
memasukkannya ke dalam kitab Sahihnya • Penjelasan hadits serupa
نعم، يُصنَّف الإمام ابن حبان (ت 354هـ) عند
كثير من علماء الحديث، لا سيما المتأخرين منهم، بأنه متساهل في التوثيق،،. ومع
كونه إماماً حافظاً وصاحب كتاب "الصحيح"، إلا أنه يُوثّق بعض المجاهيل
(الرواة غير المعروفين) ويدرجهم في كتابه الثقات، ويعتبر أن الأصل في الراوي
العدالة ما لم يُجرح.
Ya, Imam Ibn Hibban
(wafat 354 H) dianggap oleh banyak ulama hadits, terutama ulama hadits generasi
belakangan, sebagai ulama yang longgar dalam otentikasi ( tashih ) haditsnya.
Meskipun merupakan ulama hadits terkemuka dan penulis "Sahih ,"
beliau mengotentikasi ( menyatakan terpercaya )beberapa perawi yang tidak
dikenal (yang tidak banyak diketahui) dan memasukkan mereka dalam bukunya
"al-Thiqat" (Para Perawi Terpercaya), dengan mempertimbangkan asumsi
standar integritas seorang perawi kecuali jika terbukti sebaliknya.
ابن حبان محدّثٌ جهبذٌ، واسع الإطلاع كثيراً، وما نقم عليه من تساهل إنّما
هو بسبب توثيقه للمجاهيل، فإن الأصل في الراوي عند ابن حبان العدالة، والجرح طارئ؛
فعلى هذا وثّق كثيراً من المجاهيل. (انظر على سبيل المثال: الثقات 4/ 318 و 6/ 146
و 168 و 178)، وأخرج لهم في صحيحه مما أدّى إلى انتقاده ووصفه بالتساهل، وكتابه:
" المجروحين " يدلّ على رسوخ قدمه وعمق نظره وتضلعه في علل الحديث الذي
هو رأس علم الحديث.
--------
ص143 - أرشيف ملتقى أهل الحديث - تساهل ابن حبان - المكتبة الشاملة الحديثة
Ibn Hibban adalah
seorang ulama hadits yang sangat terampil dengan pengetahuan yang luas. Kritik
yang ditujukan kepadanya karena dianggap terlalu lunak dalam mentashih perawi
yang tidak dikenal. Menurut Ibn Hibban, asumsi dasar mengenai seorang perawi
adalah integritas, dan kritik apa pun dianggap sebagai anomali. Berdasarkan
prinsip ini, ia menpercayai banyak perawi yang tidak dikenal. (Lihat, misalnya,
Al-Thiqat 4/318 dan 6/146, 168, dan 178). Ia memasukkan beberapa riwayat mereka
dalam kitab Shahihnya, yang menyebabkan kritik dan tuduhan terlalu lunak.
Kitabnya, Al-Majruhin (Yang cacat), menunjukkan pengetahuannya yang mendalam,
wawasan yang tajam, dan penguasaannya terhadap cacat hadits, yang merupakan
landasan ilmu hadits.
- ...