Kamis, Maret 19, 2026

Kajin salat jumat ke 10

 

{منتديات كل السلفيين}

{ Forum segenap Salafi}

https://www.kulalsalafiyeen.com › ..

 ثم يخلص من هذا إلى نتيجة إجمالية بقوله: إنه بناء على ما تقدم أصبح النقاد في المرحلة الأولى يعني المتقدمين هم العمدة والمصدر الرئيس لمباحث علو برديجي (١).

Kemudian ia menyimpulkan dari hal ini dengan hasil umum dengan mengatakan: Berdasarkan apa yang telah dipaparkan, para kritikus pada tahap pertama, yaitu para pendahulu, menjadi sumber utama dan sumber primer bagi penelitian Al Bardiji (1).

 

 

 كان يقرأُ في الجمعةِ بسبحِ اسمِ ربِّك الأعلى وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ

الراوي: أبو عنبة الخولاني • الشوكاني، نيل الأوطار (٣/٣٤٠) • في إسناده سعيد بن سنان ضعفه أحمد وابن معين وغيرهما • أخرجه ابن ماجه (١١٢٠)، واللفظ له، والترمذي تعليقا بعد حديث (٥١٩)، وابن أبي شيبة كما عند السيوطي في ((الدر المنثور)) (٨/ ٤٨٠)

- Beliau biasa membaca pada hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” (بسبحِ اسمِ ربِّك الأعلى )  dan “Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?” (وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ) Hadis lemah .

Perawi: Abu Anaba al-Khawlani • Al-Shawkani, Nayl al-Awtar (3/340) • Dalam sanadnya terdapat Saeed bin Sinan, yang oleh Ahmad, Ibn Ma’in, dan lainnya dianggap lemah • Diriwayatkan oleh Ibn Majah (1120), dan redaksinya adalah miliknya, dan oleh al-Tirmidhi sebagai riwayat yang terhenti ( hadis ta`liq )setelah hadits (519), dan oleh Ibn Abi Shaybah

sebagaimana disebutkan oleh al-Suyuti dalam “al-Durr al-Manthur” (8/480) Haddis tsb tetap lemah.

قال يحيى بن معين : قال أهل حمص : هو من كبار التابعين ، وأنكروا أن تكون له صحبة .

قلت : هذا يحمل على إنكارهم الصحبة التامة لا الصحبة العامة .

Yahya bin Ma'in berkata:  Penduduk Homs berkata: Dia adalah salah satu pengikut senior (tabiin), tetapi mereka menyangkal bahwa dia adalah seorang Sahabat.

Saya katakan: Ini menunjukkan bahwa mereka menyangkal persahabatannya secara penuh, bukan hanya persahabatan secara umum

Komentarku ( Mahrus ali ) : Hadis  tsb terputus sanadnya sebab Abu Naba al khaulani bukan sahabat. Apa lagi ada perawi yang lemah. Jadi tidak bisa di buat pegangan. Ia tidak sahih. Kembalilah kepada ayat 78 al isra`.

Imam Malik dan penduduk Madinah tidak tahu dan jarang sekali kitab kitab hadis yang memuat hadis tsb

 

 

 

 

كان رسولُ اللهِ ﷺ يقرأُ في الجمعةِ بسبحِ اسمَ ربِّكَ الأعلى وهل أتاكَ حديثُ الغاشيةِ

الراوي: سمرة بن جندب • ابن حزم، المحلى (٤/١٠٧) • احتج به ، وقال في المقدمة: (لم نحتج إلا بخبر صحيح من رواية الثقات مسند) • أخرجه أبو داود (١١٢٥)، والنسائي (١٤٢٢)، وأحمد (٢٠١٥٠) به. • شرح حديث مشابه

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam membaca dalam shalat Jumat, “Sucikanlah Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi,” dan “Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?”

 

Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hazm, Al-Muhalla (4/107) • Beliau mengutipnya sebagai bukti dan berkata dalam pengantar: “Kami hanya menggunakan hadits-hadits sahih yang diriwayatkan oleh perawi terpercaya dengan sanad yang lengkap.” • Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), An-Nasa’i (1422), dan Ahmad (20150). • Penjelasan hadits serupa

 

جمع الفوائد من جامع الأصول ومجمع الزوائد (1/ 313)

 - سَمُرَةُ بْنُ جُنْدَبٍ: أَنَّ النبي - صلى الله عليه وسلم - كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ، وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ. لأبي داود، والنسائي (1).

_________

(1)  رواه أبو داود (1125)، والنسائي 3/ 111 - 112، وصححه الألباني في «صحيح أبي داود» (1030).

(1)  Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), dan Al-Nasa’i 3/111-112, dan disahihkan oleh Al-Albani dalam “Sahih Abi Dawud” (1030).

فتح الغفار الجامع لأحكام سنة نبينا المختار (2/ 649)

 وعن سمرة: «أن النبي - صلى الله عليه وسلم - كان يقرأ في العيدين بسبح اسم ربك الأعلى، وهل أتاك حديث الغاشية» رواه أحمد (3)

Tafsir Lengkap Al-Ghaffar tentang Hukum-hukum Sunnah Nabi Pilihan Kita (2/649)

 

Dari Samurah: “Nabi (shalawat dan salam kepadanya) biasa membaca dalam dua shalat Id ‘بسبح اسم ربك الأعلى Sucikanlah Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi’ dan ‘وهل أتاك حديث الغاشية Apakah telah sampai kepadamu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?’” Diriwayatkan oleh Ahmad (3)

Komentarku ( Mahrus ali ) :

 Hadis di atas  yang katanya al bani sahih  ternyata lemah di karena kalimatnya kacau. Hadis pertama sama dari samurah bin judub menjelaskan saat itu melakuKAN SALAT  jumat. Tapi hadis kedua menerangkan Rasul tidak melakukan salat jumat tapi salat dua idul fitri. Ini namanya cacat matan atau noda klimat hadis yng termasuk signal kelemahan.  

 

Senin, Maret 16, 2026

Perawi tunggal bikin hadis mungkar ( kajian salat jumat ke 9 )

 Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.

•وقع في كلام متقدمي أئمة الحديث إطلاق وصف (المنكر) على ما يأتي: أولاً: تفرد الثقة، وقع هذا في بعض كلام أحمد بن حنبل، وقاله أبو بكر البالبرديجي من كلام المفرقين بين منهج المتقدمين والمتأخرين .. للمناقشة ...
• Istilah "Munkar" digunakan oleh para ulama hadits terdahulu untuk menggambarkan hal-hal berikut: Pertama: Riwayat dari perawi yang terpercaya yang tunggal. Hal ini muncul dalam beberapa tulisan Ahmad ibn Hanbal, dan Abu Bakr al-Baghdadi mengatakannya, di antara pernyataan-pernyataan dari mereka yang membedakan antara metodologi ulama terdahulu dan ulama belakangan.. Untuk diskusi...
{منتديات كل السلفيين}
{ Forum segenap Salafi}
ثم يخلص من هذا إلى نتيجة إجمالية بقوله: إنه بناء على ما تقدم أصبح النقاد في المرحلة الأولى يعني المتقدمين هم العمدة والمصدر الرئيس لمباحث علو برديجي (١).
Kemudian ia menyimpulkan dari hal ini dengan hasil umum dengan mengatakan: Berdasarkan apa yang telah dipaparkan, para kritikus pada tahap pertama, yaitu para pendahulu, menjadi sumber utama dan sumber primer bagi penelitian Al Bardiji (1).
Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma fitrah seratus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.
k

Minggu, Maret 15, 2026

Pandangan ulama ulu tentang perawi tunggal

 

 

شبكة الألوكة

 أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:

التوقف لا الرد المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).

Jaringan Al-Aluka

Pedoman dan Detail Utama Mengenai Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:

Penangguhan, Bukan Penolakan Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang  perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain? Apakah ia melakukan kesalahan?).

منهج النقاد (القطان وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.

Metodologi Kritikus hadis (Al-Qattan dan Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang dianggap tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan hadis lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur ​​meriwayatkan sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut ( tidak langsung di terima )

 قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة (التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل بحديث معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:

قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.

صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته به أو عمل أهل المدينة بخلافه.

يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد، وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به

Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka) daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan hadits tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara contoh yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ): Ketika ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak mengetahuinya," lebih memilih praktik membiarkan tangan ( tanpa sedekap ) menjuntai (sidl) yang biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan melipat tangan.



 

Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk Madinah.

 

Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.

Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma firah setus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.

 


Sabtu, Maret 14, 2026

Bahaya perawi tunggal

 

تفرد الراوي عند المتقدمين (كأحمد، والقطان، وابن معين) لا يعتبر علة مطلقة، لكنه مدعاة للتوقف والنقد، حيث يميلون لرد تفرد الراوي -وإن كان صدوقاً- إذا لم يتابع عليه، خاصة في الأصول أو إذا كان شيخه مكثراً، ويعتبرونه علة (نكارتاً) حتى تثبت المتابعة، بخلاف المتأخرين الذين يقبلون تفرد الثقة.

Perawi tunggal di kalangan ulama terdahulu (seperti Ahmad, Al-Qattan, dan Ibn Ma’in) tidak dianggap sebagai cacat mutlak, tetapi menjadi alasan untuk ragu dan mengkritik ( boleh di keritik ), karena mereka cenderung menolak perawi tunggal tersebut – walaupun ia jujur ​​- jika tidak ada tindak lanjut ( dukungan ), terutama dalam hal-hal mendasar atau jika gurunya produktif ( banyak meriwayatkan hadis), dan mereka menganggapnya sebagai cacat (ketidakadilan) sampai tindak lanjut tersebut ( dukungan hadis lain ) terbukti, tidak seperti ulama kemudian yang menerima  tunggal  orang yang dapat dipercaya.

Komentarku ( Mahrus ali ):

 Ahli hadis belakangan ini gegabah dalam menilai hadis dan tidak ketat seperti ulama hadis yang dulu. Bila di ikuti maka kita ini tidak logis. Ahli hadis dulu mengatakan hadis yang perawinya tunggal sebagai hadis gharib , nyeleneh bahkan mungkar . Lalu ulama sekarang berani mensahihkan.

Masak penduduk Madinah tidak mengerti hadis yang hanya di riwayatkan satu orang dari penduduk Irak di tahun 200 H suatu misal lalu di sahihkan. Bila di ikuti, ini tidak logic.

 

 

 

شبكة الألوكة

 أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:

التوقف لا الرد المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).

Jaringan Al-Aluka

Pedoman dan Detail Utama Mengenai Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:

Penangguhan, Bukan Penolakan Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang  perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain? Apakah ia melakukan kesalahan?).

منهج النقاد (القطان وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.

Metodologi Kritikus (Al-Qattan dan Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang dianggap tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan hadis lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur ​​meriwayatkan sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

 قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة (التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل بحديث معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:

قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.

صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته به أو عمل أهل المدينة بخلافه.

يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد، وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به

Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka) daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan hadits tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara contoh yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ): Ketika ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak mengetahuinya," lebih memilih praktik membiarkan tangan menjuntai (sidl) yang biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan melipat tangan.

 

Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk Madinah.

Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma fitrah seratus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.

Jumat, Maret 13, 2026

Salat jumat dua rakaat menyalahi ayat 78 al isra`

 

 

 (قَالَ الشَّافِعِيُّ) : أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ «عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} [الأعلى: 1] وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ} [الغاشية: 1] »

 -(Al-Shafi’i berkata): Ibrahim bin Muhammad memberitahukan kepada kami, katanya: Mis’ar bin Kidam memberitahuku, dari Ma’bad bin Khalid, dari Samurah bin Jundub, dari Nabi - semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan - bahwa beliau membaca pada hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A’la: 1] dan “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

 yang dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah: 1]

Di kitab manapun hadis dengan sanad seperti itu tidak ada kecuali di kitab takhrij ahadisil ihya` ulumud din .

Komentar ( Mahrus ali ) : Perawi yang tunggal disini adalah Ma`bad bin Khalid.

الأسم : معبد بن خالد بن ربيعة بن مريد بن جابر بن ناضرة بن عمرو بن سعد بن علي بن رهم بن ناج

الشهرة : معبد بن خالد الجدلي , الكنيه: أبو القاسم

النسب : القيسي, الجدلي, الكوفي

الرتبة : ثقة

عاش في : القيس, الكوفة

الوظيفة : القاص

توفي عام : 118

Nama : Ma'bad bin Khalid bin Rabi'ah bin Murid bin Jabir bin Nadirah bin 'Amr bin Sa'd bin 'Ali bin Rahm bin Naj

Dikenal dengan nama : Ma'bad bin Khalid al-Jadali

Kunya: Abu al-Qasim

Hidup di : Al-Qaysi, al-Jadali, al-Kufi

Peringkat: Dapat Dipercaya

Tinggal di: Qays, Kufah

Pekerjaan: Pendongeng

Meninggal pada: 118

نَّ رسولَ اللهِ ﷺ كان يقرَأُ في صلاةِ الجمعةِ بـ ﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلى﴾ [الأعلى: ١] و﴿هَلْ أَتاكَ حَدِيثُ الْغاشِيَةِ﴾ [الغاشية: ١]

الراوي: سمرة بن جندب • ابن حبان، صحيح ابن حبان (٢٨٠٨) • أخرجه في صحيحه • أخرجه أبو داود (١١٢٥) والنسائي(١٤٢٢) وأحمد (٢٠١٥٠) بلفظه

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A'la: 1] dan “Apakah telah sampai kepaduuuurrrrrruuuuuuuurramu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah: 1].

Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban (2808) • Beliau memasukkannya dalam Sahihnya • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), An-Nasa'i (1422), dan Ahmad (20150) dengan redaksi yang sama

 مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ

تبة : ثقة ثبت

توفي عام : 153

Mis'ar ibn Kidam

Tabba: Terpercaya dan dapat diandalkan

Wafat pada: 153

Dia perawi tunggal kedua. Perawi tunggal satu saja sudah boleh di katakana hadis gharib, apalagi dua perawi.Ia juga dkatakan hadis mungkar. Pada tahun 150 H saja masih satu orang itu yang tahu hadis tsb,

Komentarku ( Mahrus ali ):

Andaikan hadis tsb sahih mengapa penuduk Madinah saat itu tidak tahu, Imam malik sebagai tokoh madinah saja tidak mngerti , apakah imam malik mengerti lalu tidak meriwayatknnya . Dan menyimpan ilmu yang penting ini  dan termasuk di laknat karena menyimpan ilmu. Bahkan Bukhari dan muslim tidak memasukkannya dalam kitab sahihnya , lalu  bagaimana tidak dikatakan lemah bahkan di katakana sahih pada hal ia hadis gharib yang nyeleneh, bukan hadis yang mashur. 


Imgat ! bertahun tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma , karena dailnya jelas bukan zakat fitrah beras yang tidak ada dalilnya. Kami juga akan menyalurkannya dengan cara yang tepat . Harga kurma per orang 100 ribu . BIla ingin silahkan hubungi kami no telp 088989362502 rekening bca 2160591725. Semoga Allah memberimu kemudahan untuk menjalankan zakat firahyang tepat

Rabu, Maret 11, 2026

ٍsalat jumat dua rakaat tidak ada dalilnya

جامع الأصول (5/ 688)

 (م د ت) عبيد الله (1) بن أبي رافع: قال: «استخلف مروانُ أبا هريرة على المدينة، وخرج إلى مكة، فصلَّى لنا أبو هريرة الجمعة فقرأ - بعد الحمد [لله]- (سورة الجمعة) في الأولى، و {إذا جاءَك المنافقون} - في الثانية، قال: فأدركت أبا هريرة حين انصرف، فقلت له: إنك قرأت بسورتين كان علي بن أبي طالب يقرأُ بهما في الكوفة، قال أبو هريرة: فإني سمعتُ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم- يقرأُ بهما» أخرجه مسلم والترمذي وأَبو داود، إلا أن أبا داود لم يذكر حديث استخلاف مروان أبا هريرة

Jami' al-Usul (5/688)

 

(M D T) 'Ubayd Allah (1) ibn Abi Rafi' berkata: "Marwan mengangkat Abu Hurayrah sebagai wakilnya di Madinah dan pergi ke Mekah. Abu Hurayrah memimpin kami dalam shalat Jumat dan membaca – setelah Al-Hamd [Allah] – Surah Al-Jumu'ah di rakaat pertama dan Surah Al-Munafiqun di rakaat kedua. Aku menyusul Abu Hurayrah ketika dia selesai dan berkata kepadanya: 'Kamu membaca dua surah yang dibaca oleh 'Ali ibn Abi Talib di Kufa.' Abu Hurayrah berkata: 'Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam membacanya.'" Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, At-Tirmidhi, dan Abu Dawud, kecuali Abu Dawud tidak menyebutkan hadits tentang Marwan yang mengangkat Abu Hurayrah sebagai wakilnya.

 

الراوي: أبو هريرة • مسلم، صحيح مسلم (٨٧٧) • [صحيح] • من أفراد مسلم على البخاري • شرح الحديث

Perawi: Abu Hurairah • Muslim, Sahih Muslim (877) • [sAHIH] • Salah satu riwayat yang hanya dimiliki MusliM TANPA  Bukhari • Penjelasan Hadits

 

جامع الأصول (5/ 688)

عن جعفر بن محمد، عن أبيه، عن عبيد الله بن أبي رافع، فذكره

Jami' al-Usul (5/688)

Dari Ja'far ibn Muhammad, dari ayahnya, dari 'UbaId Allah ibn Abi Rafi', dan dia menyebutkannya

 

Al-Khaṭīb al-Baghdādī (d. 1071 CE) - Tārīkh Baghdādالخطيب البغدادي - تاريخ بغداد

جَعْفَر بن مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَر بن الْحَسَن بن جعفر بن الْحَسَنِ بْنِ الْحَسَنِ ابْنِ عَلِيّ بْنِ أَبِي طالب، أَبُو عَبْدِ اللَّهِ

. تَفَرَّدَ بِهِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْعَلَوِيُّ الْحَسَنِيُّ بِهَذَا الإِسْنَادِ.

خْبَرَنِي أَبُو الْحَسَن مُحَمَّد بْن عَبْد الواحد أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدٍ السُّكَّرِيُّ قَالَ: وجدت في كتاب أخي: مات أبو عَبْدِ اللَّهِ العلوي الحسني فِي سنة ثمان وثلاثمائة يوم الأربعاء أول يوم من ذي القعدة، ودفنوه يوم الخميس.

Ja`far ibn Muhammad ibn Ja`far ibn al-Hasan ibn Ja`far ibn al-Hasan ibn al-Hasan ibn `Ali ibn Abi Thalib, Abu `Abd Allah.

 

Hadits ini diriwayatkan secara unik oleh Abu `Abd Allah al-`Alawi al-Hasani dengan rantai sanad ini.

Abu al-Hasan Muhammad ibn `Abd al-Wahid memberitahukan kepadaku, ia berkata: `Ali ibn `Umar ibn Muhammad al-Sukkari menceritakan kepada kami: Aku menemukan dalam kitab saudaraku: Abu `Abd Allah al-`Alawi al-Hasani wafat pada tahun 308 H, pada hari Rabu, hari pertama Dhu al-Qi`dah, dan ia dimakamkan pada hari Kamis.

Jadi pada tahun tiga ratus hijriyah hadis itu masih satu orang yang tahu. Penduduk Irak , Madinah , mekkah tidak tahu hadis itu , hanya satu orang itu . Jadi ia munkar.

Ada lagi perawi Ibrahim bin Muhammad dia juga perawi tunggal , wafatnya pada tahun 238. Jadi pada saat itu yang tahu dari penduduk Madinah tentang hadis itu hanya dia . Ia juga dari abu Hurairah ini hanya satu orang yang tahu. Dikatakan dalam hadits ini Rasulullah membaca dalam dua rakaat Jumat dengan surat Jumat dan munafiqun . Dan bila benar hadis ini maka bisa dikatakan salat Jumat itu rakaatnya hanya dua dengan dasar Nabi hanya membaca dua surat yaitu Al munafiqun dan Al jumat.  Tapi kita kadang ditentang orang, Rasulullah dalam salat zuhur dan ashar juga baca dua surat di hadis-hadis yang ada di shahih Bukhari maupun muslim juga .  Apakah di sini rakaatnya salat zuhur dan ashar itu 2  rakaat bukan 4 rakaat . Dalam hadis Jabir bin samurai Rasulullah  salat zuhur dan ashar juga baca dua surat. Apakah salat lohor dan Asarmenjadi dua rakaat ?

Ada hadis lagi di mana abu Hurairah menjalankan salat Jumat lalu membaca surat Jumat dan munafiqun dan ini katanya abu Hurairah Rasulullah membaca nya . sebetulnya tidak sahih mengapa begitu, hadis ini hanya diriwayatkan oleh satu orang yaitu Ja'far bin Muhammad, walaupun orang Madinah tapi dia satu orang.

Bila kita menjalankan salat jumat dua rakaat, maka kita berpegangan kepada hadis mungkar ini, lalu tinggalkan 78 al isra` yang memerintahkan salat lohor di hari apapun

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 9 jumat.

Terjemahan itu dari depag dan keliru . Mestinya  untuk menunaikan salat di hari jumat . Bukan salat jumat.  Terjemahan  ini menyesatkan , tidak benar.  Salah sekali ,  harus di luruskan kasihan orang banyak. 

Senin, Maret 09, 2026

Dalil salat jumat dua rakaat lemah sekali

 

ركعة صلاة الجمعة  عند الشافعي الأم للشافعي (1/ 235)

(قَالَ الشَّافِعِيُّ) : - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى - أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي لَبِيدٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ «أَنَّ النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَرَأَ فِي رَكْعَتَيْ الْجُمُعَةِ بِسُورَةِ الْجُمُعَةِ، وَالْمُنَافِقِينَ»

Rakaat shalat Jumat menurut Al-Shafi'i, Al-Umm oleh Al-Shafi'i (1/235)

(Al-Shafi'i berkata): - semoga Allah Yang Maha tinggi merahmatinya - Ibrahim bin Muhammad memberitahukan kepada kami, katanya: Abdullah bin Abi Labid memberitahuku, dari Sa'id Al-Maqburi, dari Abu Hurayrah, “bahwa Nabi - semoga Allah memberinya rahmat - membaca dalam dua rakaat shalat Jumat Surah Al-Jumu'ah dan Surah Al-

Munafiqun.”

Perawi tunggalnya sbb:

الأسم : عبد الله بن أبي لبيد

الشهرة : عبد الله بن أبي لبيد المدني , الكنيه: أبو المغيرة

النسب : المدني

الرتبة : صدوق حسن الحديث

عاش في : المدينة, الكوفة

مات في : المدينة

مولي : مولى الأخنس بن شريق الثقفي

توفي عام : 133

Nama : Abdullah bin Abi Labid

Dikenal : Abdullah bin Abi Labid al-Madani

Kun,ya: Abu al-Mughirah

Kebangsaan: Al-Madani

Rangking: Selalu berkata benar baik perkataanya.

Tinggal di: Madinah, Kufah

Meninggal di: Madinah

Penjaga: Al-Akhnas bin Shariq al-Thaqafi

Meninggal pada: 133

 

براهيم بن محمد ( ق ، س )

 

ابن العباس بن عثمان بن شافع الإمام المحدث ، أبو إسحاق القرشي [ ص: 166 ] المطلبي المكي ، ابن عم الإمام الشافعي

وقال أبو حاتم : صدوق . مات سنة ثمان وثلاثين ومائتين . وقيل : سنة سبع

 

Ibrahim bin Muhammad (Q, S)

Ibnu al-Abbas ibn Utsman ibn Syafi’, Imam, ulama Hadits, Abu Ishaq al-Qurashi [hal. 166] al-Muttalibi al-Makki, sepupu Imam al-Syafi'i. Abu Hatim berkata: Dia adalah orang yang jujur. Beliau wafat pada tahun 238 H. Dikatakan pula: pada tahun 237 H.

Komentarku  (Mahrus Ali ) hadis tersebut tidak dikenal oleh imam Malik dan hanya satu orang dari  penduduk Madinah. Di kitab-kitab manapun. Saya tidak menjumpai hadis dengan sanad tersebut. saya hanya menjumpai dalam kitab musnad Syafi'i. Hal ini menunjukkan kelemahannya. Dan jauh dari  kesahihannya. Ada juga  dalam kitab athrof yang husus hadis hadis yang nyeleneh

أطراف الغرائب والأفراد ط. التدمرية (1/ 440)

حديث: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقرأ في الجمعة بسورة الجمعة والمنافقين. تفرد به أبو

جُنادة حصين بن مخارق عن أبي حنيفة عن مُخَوَّل بن راشد عن مسلم البَطِين عنه.

Aspek langka dan unik dari hadits ini, edisi Al-Tadmuriyyah (1/440):

Hadits: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam  membaca Surah Al-Jumu'ah dan Surah Al-Munafiqun dalam shalat Jumat. Hadits ini diriwayatkan semata-mata oleh Abu Junadah Husayn ibn Makhariq, dari Abu Hanifah, dari Mukhawwal ibn Rashid, dari Muslim Al-Batin, darinya

Komentarku ( Mahrus ali )

حُصَيْن بن مُخَارق بن وَرْقَاء أَبُو جُنَادَة

يروي عَن الْأَعْمَش

قَالَ الدَّارَقُطْنِيّ يضع الحَدِيث وَقَالَ ابْن حبَان لَا يجوز الِاحْتِجَاج بِهِ.

Husain ibn Mukharrāq ibn Warqāʾ, Abu Junādah

Diriwayatkan dari al-Aʿmash

Al-Darqutni berkata: Dia memalsukan hadits. Ibn Hibban berkata: Tidak diperbolehkan menggunakan dia sebagai bukti.

Bila kita melakukan salat jumat dua rakaat , maka kita akan bertentangan dengan ayat perintah salat lohor yaitu 78 al isra`. Ayat ini menjelaskan perintah Allah untuk melakukan salat lohor . Salat jumat dua rakaat tidak di perintahkan oleh Allah dalam al quran. Nabipun tidak memerintah.  Dalil salat jumat dua rakaat menurut ulama adalah ijma`