Jumat, Maret 13, 2026

Salat jumat dua rakaat menyalahi ayat 78 al isra`

 

 

 (قَالَ الشَّافِعِيُّ) : أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ «عَنْ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} [الأعلى: 1] وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ} [الغاشية: 1] »

 -(Al-Shafi’i berkata): Ibrahim bin Muhammad memberitahukan kepada kami, katanya: Mis’ar bin Kidam memberitahuku, dari Ma’bad bin Khalid, dari Samurah bin Jundub, dari Nabi - semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan - bahwa beliau membaca pada hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A’la: 1] dan “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

 yang dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah: 1]

Di kitab manapun hadis dengan sanad seperti itu tidak ada kecuali di kitab takhrij ahadisil ihya` ulumud din .

Komentar ( Mahrus ali ) : Perawi yang tunggal disini adalah Ma`bad bin Khalid.

الأسم : معبد بن خالد بن ربيعة بن مريد بن جابر بن ناضرة بن عمرو بن سعد بن علي بن رهم بن ناج

الشهرة : معبد بن خالد الجدلي , الكنيه: أبو القاسم

النسب : القيسي, الجدلي, الكوفي

الرتبة : ثقة

عاش في : القيس, الكوفة

الوظيفة : القاص

توفي عام : 118

Nama : Ma'bad bin Khalid bin Rabi'ah bin Murid bin Jabir bin Nadirah bin 'Amr bin Sa'd bin 'Ali bin Rahm bin Naj

Dikenal dengan nama : Ma'bad bin Khalid al-Jadali

Kunya: Abu al-Qasim

Hidup di : Al-Qaysi, al-Jadali, al-Kufi

Peringkat: Dapat Dipercaya

Tinggal di: Qays, Kufah

Pekerjaan: Pendongeng

Meninggal pada: 118

نَّ رسولَ اللهِ ﷺ كان يقرَأُ في صلاةِ الجمعةِ بـ ﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلى﴾ [الأعلى: ١] و﴿هَلْ أَتاكَ حَدِيثُ الْغاشِيَةِ﴾ [الغاشية: ١]

الراوي: سمرة بن جندب • ابن حبان، صحيح ابن حبان (٢٨٠٨) • أخرجه في صحيحه • أخرجه أبو داود (١١٢٥) والنسائي(١٤٢٢) وأحمد (٢٠١٥٠) بلفظه

Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A'la: 1] dan “Apakah telah sampai kepaduuuurrrrrruuuuuuuurramu riwayat tentang peristiwa yang dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah: 1].

Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban (2808) • Beliau memasukkannya dalam Sahihnya • Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1125), An-Nasa'i (1422), dan Ahmad (20150) dengan redaksi yang sama

 مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ

تبة : ثقة ثبت

توفي عام : 153

Mis'ar ibn Kidam

Tabba: Terpercaya dan dapat diandalkan

Wafat pada: 153

Dia perawi tunggal kedua. Perawi tunggal satu saja sudah boleh di katakana hadis gharib, apalagi dua perawi.Ia juga dkatakan hadis mungkar. Pada tahun 150 H saja masih satu orang itu yang tahu hadis tsb,

Komentarku ( Mahrus ali ):

Andaikan hadis tsb sahih mengapa penuduk Madinah saat itu tidak tahu, Imam malik sebagai tokoh madinah saja tidak mngerti , apakah imam malik mengerti lalu tidak meriwayatknnya . Dan menyimpan ilmu yang penting ini  dan termasuk di laknat karena menyimpan ilmu. Bahkan Bukhari dan muslim tidak memasukkannya dalam kitab sahihnya , lalu  bagaimana tidak dikatakan lemah bahkan di katakana sahih pada hal ia hadis gharib yang nyeleneh, bukan hadis yang mashur. 


Imgat ! bertahun tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma , karena dailnya jelas bukan zakat fitrah beras yang tidak ada dalilnya. Kami juga akan menyalurkannya dengan cara yang tepat . Harga kurma per orang 100 ribu . BIla ingin silahkan hubungi kami no telp 088989362502 rekening bca 2160591725. Semoga Allah memberimu kemudahan untuk menjalankan zakat firahyang tepat

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan