(قَالَ الشَّافِعِيُّ) :
أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ
عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ «عَنْ النَّبِيِّ -
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ
{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} [الأعلى: 1] وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ
الْغَاشِيَةِ} [الغاشية: 1] »
-(Al-Shafi’i
berkata): Ibrahim bin Muhammad memberitahukan kepada kami, katanya: Mis’ar bin
Kidam memberitahuku, dari Ma’bad bin Khalid, dari Samurah bin Jundub, dari Nabi
- semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan - bahwa beliau membaca pada
hari Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A’la: 1] dan “Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari
pembalasan?
yang dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah:
1]
Di kitab manapun hadis dengan sanad seperti itu tidak ada kecuali di
kitab takhrij ahadisil ihya` ulumud din .
Komentar ( Mahrus ali ) : Perawi yang tunggal disini adalah Ma`bad bin
Khalid.
الأسم : معبد بن خالد بن ربيعة بن مريد بن جابر بن ناضرة بن عمرو بن سعد بن
علي بن رهم بن ناج
الشهرة : معبد بن خالد الجدلي , الكنيه: أبو القاسم
النسب : القيسي, الجدلي, الكوفي
الرتبة : ثقة
عاش في : القيس, الكوفة
الوظيفة : القاص
توفي عام : 118
Nama : Ma'bad bin Khalid bin Rabi'ah bin Murid bin Jabir bin Nadirah bin
'Amr bin Sa'd bin 'Ali bin Rahm bin Naj
Dikenal dengan nama : Ma'bad bin Khalid al-Jadali
Kunya: Abu al-Qasim
Hidup di : Al-Qaysi, al-Jadali, al-Kufi
Peringkat: Dapat Dipercaya
Tinggal di: Qays, Kufah
Pekerjaan: Pendongeng
Meninggal pada: 118
نَّ رسولَ اللهِ ﷺ كان يقرَأُ في صلاةِ الجمعةِ بـ ﴿سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ
الْأَعْلى﴾ [الأعلى: ١] و﴿هَلْ أَتاكَ حَدِيثُ الْغاشِيَةِ﴾ [الغاشية: ١]
الراوي: سمرة بن جندب • ابن حبان، صحيح ابن حبان (٢٨٠٨) • أخرجه في صحيحه •
أخرجه أبو داود (١١٢٥) والنسائي(١٤٢٢) وأحمد (٢٠١٥٠) بلفظه
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat
Jumat: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” [Al-A'la: 1] dan “Apakah
telah sampai kepaduuuurrrrrruuuuuuuurramu riwayat tentang peristiwa yang
dahsyat itu?” [Al-Ghashiyah: 1].
Diriwayatkan oleh: Samurah ibn Jundub • Ibn Hibban, Sahih Ibn Hibban
(2808) • Beliau memasukkannya dalam Sahihnya • Diriwayatkan oleh Abu Dawud
(1125), An-Nasa'i (1422), dan Ahmad (20150) dengan redaksi yang sama
مِسْعَرُ بْنُ كِدَامٍ
تبة : ثقة ثبت
توفي عام : 153
Mis'ar ibn Kidam
Tabba: Terpercaya dan dapat
diandalkan
Wafat pada: 153
Dia perawi tunggal kedua. Perawi tunggal
satu saja sudah boleh di katakana hadis gharib, apalagi dua perawi.Ia juga
dkatakan hadis mungkar. Pada tahun 150 H saja masih satu orang itu yang tahu
hadis tsb,
Komentarku ( Mahrus ali ):
Andaikan hadis tsb sahih mengapa penuduk Madinah saat itu tidak tahu, Imam malik sebagai tokoh madinah saja tidak mngerti , apakah imam malik mengerti lalu tidak meriwayatknnya . Dan menyimpan ilmu yang penting ini dan termasuk di laknat karena menyimpan ilmu. Bahkan Bukhari dan muslim tidak memasukkannya dalam kitab sahihnya , lalu bagaimana tidak dikatakan lemah bahkan di katakana sahih pada hal ia hadis gharib yang nyeleneh, bukan hadis yang mashur.
Imgat ! bertahun tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma , karena dailnya jelas bukan zakat fitrah beras yang tidak ada dalilnya. Kami juga akan menyalurkannya dengan cara yang tepat . Harga kurma per orang 100 ribu . BIla ingin silahkan hubungi kami no telp 088989362502 rekening bca 2160591725. Semoga Allah memberimu kemudahan untuk menjalankan zakat firahyang tepat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan