Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.
Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Senin, Maret 16, 2026
Perawi tunggal bikin hadis mungkar ( kajian salat jumat ke 9 )
Minggu, Maret 15, 2026
Pandangan ulama ulu tentang perawi tunggal
شبكة الألوكة
أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:
التوقف لا الرد
المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).
Jaringan Al-Aluka
Pedoman dan Detail Utama Mengenai
Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:
Penangguhan, Bukan Penolakan
Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti
sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain?
Apakah ia melakukan kesalahan?).
منهج النقاد (القطان
وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد
به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.
Metodologi Kritikus hadis (Al-Qattan dan
Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang dianggap
tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan hadis
lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur meriwayatkan
sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih
lanjut ( tidak langsung di terima )
قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة
(التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل بحديث
معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:
قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً
الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.
صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته
به أو عمل أهل المدينة بخلافه.
يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد،
وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به
Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk
pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk
Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka)
daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau
di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan hadits
tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara contoh
yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ): Ketika
ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak mengetahuinya,"
lebih memilih praktik membiarkan tangan ( tanpa sedekap ) menjuntai (sidl) yang
biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan melipat
tangan.
Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan
beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan
beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk
Madinah.
Perlu dicatat bahwa Imam Malik menganggap praktik penduduk Madinah lebih
kuat daripada hadits yang diriwayatkan oleh satu perawi. Ini tidak berarti
bahwa beliau tidak mengetahui hadits tersebut, tetapi lebih tepatnya beliau
tidak menganggapnya sesuai dengan hukum Islam.
Para ikhwan , setiap tahun
kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun
ini harga kurma firah setus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada
yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali ,
atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk
melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras
yang tidak ada dalilnya.
Sabtu, Maret 14, 2026
Bahaya perawi tunggal
تفرد الراوي عند
المتقدمين (كأحمد، والقطان، وابن معين) لا يعتبر علة مطلقة، لكنه مدعاة للتوقف
والنقد، حيث يميلون لرد تفرد الراوي -وإن كان صدوقاً- إذا لم يتابع عليه، خاصة في
الأصول أو إذا كان شيخه مكثراً، ويعتبرونه علة (نكارتاً) حتى تثبت المتابعة، بخلاف
المتأخرين الذين يقبلون تفرد الثقة.
Perawi tunggal di kalangan ulama
terdahulu (seperti Ahmad, Al-Qattan, dan Ibn Ma’in) tidak dianggap sebagai
cacat mutlak, tetapi menjadi alasan untuk ragu dan mengkritik ( boleh di
keritik ), karena mereka cenderung menolak perawi tunggal tersebut – walaupun ia
jujur - jika tidak ada tindak lanjut ( dukungan ), terutama dalam hal-hal
mendasar atau jika gurunya produktif ( banyak meriwayatkan hadis), dan mereka menganggapnya
sebagai cacat (ketidakadilan) sampai tindak lanjut tersebut ( dukungan hadis
lain ) terbukti, tidak seperti ulama kemudian yang menerima tunggal orang yang dapat dipercaya.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Ahli hadis belakangan ini gegabah dalam
menilai hadis dan tidak ketat seperti ulama hadis yang dulu. Bila di ikuti maka
kita ini tidak logis. Ahli hadis dulu mengatakan hadis yang perawinya tunggal
sebagai hadis gharib , nyeleneh bahkan mungkar . Lalu ulama sekarang berani
mensahihkan.
Masak penduduk Madinah tidak
mengerti hadis yang hanya di riwayatkan satu orang dari penduduk Irak di tahun
200 H suatu misal lalu di sahihkan. Bila di ikuti, ini tidak logic.
شبكة الألوكة
أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:
التوقف لا الرد
المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).
Jaringan Al-Aluka
Pedoman dan Detail Utama Mengenai
Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:
Penangguhan, Bukan Penolakan
Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti
sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain?
Apakah ia melakukan kesalahan?).
منهج النقاد (القطان
وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد
به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.
Metodologi Kritikus (Al-Qattan
dan Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang
dianggap tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan
hadis lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur
meriwayatkan sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu
dipertimbangkan lebih lanjut.
قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة
(التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل
بحديث معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:
قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً
الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.
صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته
به أو عمل أهل المدينة بخلافه.
يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد،
وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به
Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk
pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk
Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka)
daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau
di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan
hadits tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara
contoh yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ):
Ketika ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak
mengetahuinya," lebih memilih praktik membiarkan tangan menjuntai (sidl)
yang biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan
melipat tangan.
Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan
beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan
beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk
Madinah.
Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma fitrah seratus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.