Sabtu, Maret 14, 2026

Bahaya perawi tunggal

 

تفرد الراوي عند المتقدمين (كأحمد، والقطان، وابن معين) لا يعتبر علة مطلقة، لكنه مدعاة للتوقف والنقد، حيث يميلون لرد تفرد الراوي -وإن كان صدوقاً- إذا لم يتابع عليه، خاصة في الأصول أو إذا كان شيخه مكثراً، ويعتبرونه علة (نكارتاً) حتى تثبت المتابعة، بخلاف المتأخرين الذين يقبلون تفرد الثقة.

Perawi tunggal di kalangan ulama terdahulu (seperti Ahmad, Al-Qattan, dan Ibn Ma’in) tidak dianggap sebagai cacat mutlak, tetapi menjadi alasan untuk ragu dan mengkritik ( boleh di keritik ), karena mereka cenderung menolak perawi tunggal tersebut – walaupun ia jujur ​​- jika tidak ada tindak lanjut ( dukungan ), terutama dalam hal-hal mendasar atau jika gurunya produktif ( banyak meriwayatkan hadis), dan mereka menganggapnya sebagai cacat (ketidakadilan) sampai tindak lanjut tersebut ( dukungan hadis lain ) terbukti, tidak seperti ulama kemudian yang menerima  tunggal  orang yang dapat dipercaya.

Komentarku ( Mahrus ali ):

 Ahli hadis belakangan ini gegabah dalam menilai hadis dan tidak ketat seperti ulama hadis yang dulu. Bila di ikuti maka kita ini tidak logis. Ahli hadis dulu mengatakan hadis yang perawinya tunggal sebagai hadis gharib , nyeleneh bahkan mungkar . Lalu ulama sekarang berani mensahihkan.

Masak penduduk Madinah tidak mengerti hadis yang hanya di riwayatkan satu orang dari penduduk Irak di tahun 200 H suatu misal lalu di sahihkan. Bila di ikuti, ini tidak logic.

 

 

 

شبكة الألوكة

 أبرز ضوابط وتفصيلات تفرد الراوي عند المتقدمين:

التوقف لا الرد المطلق: لا يرد المتقدمون كل تفرد، بل يتوقفون فيه للنظر (هل خالف؟ هل أخطأ؟).

Jaringan Al-Aluka

Pedoman dan Detail Utama Mengenai Perawi tunggal Menurut Ulama Awal / dulu:

Penangguhan, Bukan Penolakan Mutlak: Ulama awal tidak menolak setiap riwayat yang  perawinya tunggal ; melainkan, mereka berhenti sejenak untuk mempertimbangkannya (Apakah ia bertentangan dengan yang lain? Apakah ia melakukan kesalahan?).

منهج النقاد (القطان وأحمد): النكارة عند يحيى القطان والإمام أحمد لا تزول إلا بالمتابعة، فما انفرد به الثقة أو الصدوق يتوقف فيه.

Metodologi Kritikus (Al-Qattan dan Ahmad): Menurut Yahya Al-Qattan dan Imam Ahmad, sebuah riwayat yang dianggap tidak biasa ( tunggal ) hanya dapat dibantah dengan penguat ( dukungan hadis lain ). Oleh karena itu, ketika seorang perawi yang terpercaya atau jujur ​​meriwayatkan sesuatu secara sendirian, masalah tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

 قدّم فيها الإمام مالك بن أنس عمل أهل المدينة (التابعين وتابعيهم) على بعض أحاديث الآحاد، أو اعتمد قواعد أصولية جعلته لا يعمل بحديث معين، رغم ثبوته عند غيره. من أشهر الأمثلة:

قبض اليدين في الصلاة: عندما سُئل عنه قال "لا أعرفه"، مفضلاً الإرسال (السدل) الذي اعتاده أهل المدينة، رغم وجود أحاديث الضم.

صيام الست من شوال: أنكره مالك، وذكرت بعض الآثار أن سبب ذلك هو عدم معرفته به أو عمل أهل المدينة بخلافه.

يُذكر أن الإمام مالك كان يرى أن عمل أهل المدينة أقوى من حديث الآحاد، وهذا لا يعني بالضرورة جهله بالحديث، بل يراه غير معمول به

Ungkapan "Malik tidak mengetahui hadits ini" sering merujuk pada situasi di mana Imam Malik bin Anas memprioritaskan praktik penduduk Madinah (para Penerus dan pengikut mereka ( Tabi`in dan pengikut mereka) daripada hadits-hadits tertentu yang diriwayatkan oleh satu perawi (ahad), atau di mana beliau mengandalkan prinsip-prinsip fiqih yang membuatnya mengabaikan hadits tertentu, meskipun hadits tersebut sahih menurut ulama lain. Di antara contoh yang paling terkenal adalah: Melipat tangan dalam shalat ( Bersedekap ): Ketika ditanya tentang hal itu, beliau berkata, "Saya tidak mengetahuinya," lebih memilih praktik membiarkan tangan menjuntai (sidl) yang biasa dilakukan penduduk Madinah, meskipun ada hadits yang menganjurkan melipat tangan.

 

Puasa enam hari di bulan Syawal: Malik tidak menyetujui hal ini, dan beberapa riwayat menunjukkan bahwa alasannya adalah kurangnya pengetahuan beliau tentang hal itu atau praktik yang bertentangan di kalangan penduduk Madinah.

Para ikhwan , setiap tahun kami mengadakan zakat fitrah kurma an kami salurkan kepada yang berhak. Tahun ini harga kurma fitrah seratus ribu per orang / 2 kilo setengah kurma . Bila ada yang ikut silahkan di transfer ke rekening bca saya 2160591725 an mahrus ali , atau telp 088989362502 . Semoga Allah memberikan kemudahan kepada mu untuk melaksanan tuntunan yang jelas dalilnya yaitu fitrah dengan kurma bukan beras yang tidak ada dalilnya.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan