Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah.
Menggugat sholawat dan dzikir syirik.
Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah
Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Rabu, 11/05/2011 16:31 WIB
Diklarifikasi
Lia Harahap - detikNews
- Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah melakukan penelitian terhadap Pondok Pesantren Al Zaytun yang dipimpin Panji Gumilang pada tahun 2002. Dari penelitian itu, MUI menemukan adanya penyimpangan.
"Kita lakukan penelitian tahun 2002 terhadap Ma'had Al-Zaytun. Tim terdiri dari 11 orang dan saya ketua timnya," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin dalam jumpa pers di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2011).
Penelitian itu diambil dari saksi sejumlah orang seperti mantan anggota atau petinggi NII KW 9, orangtua atau keluarga korban serta mantan guru yang pernah mengajar di ponpes tersebut. MUI kemudian menelusuri informasi dari saksi-saksi tersebut.
"Kita mempelajari berbagai dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan objek permasalahan," jelasnya.
Dari penelitian tersebut, ada 6 hasil yang ditemukan. Keenamnya yakni:
1. Ditemukan indikasi kuat adanya hubungan antara ma'had Al Zaytun dengan organisasi NII KW 9. Hubungan tersebut bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.
Untuk hubungan historis, kelahiran Al Zaytun memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW 9.
Untuk hubungan finansial, ada aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII yang menjadi sumber signifikan bagi kelahiran organisasi NII KW 9.
Untuk hubungan kepemimpinan, ada hubungan kepemimpinan Al Zaytun dengan pemimpin NII KW 9 Terutama pada figur Panji Gumilang.
2. Ada penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktekkan NII. Misalnya mobilisasi dana yang mengatasnamakan ajaran Islam. Penafsiran ayat Al Quran yang menyimpang dan mengkafirkan kelompok di luar mereka
3. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan paham keagamaan. Terkait dalam hal ini masalah zakat fitrah dan kurban.
4. Dari segi sistem pendidikan ponpes, belum ditemukan adanya penyimpangan ajaran Islam.
5. Dari aspek kepemimpinan, pemimpin Al Zaytun Panji Gumilang memang terkait NII KW 9.
6. Ada keterkaitan koordinator wilayah yang bertugas untuk merekrut santri ponpes dengan organisasi NII KW 9.
Dari 6 hasil penelitian tersebut, MUI memberikan rekomendasi. Rekomendasi MUI yaitu:
1. Merekomendasikan agar pemimpin ponpes Al Zaytun Panji Gumilang dimintai klarifikasi atas temuan MUI.
2. MUI bisa mengambil keputusan yang bijak dan arif untuk menyelamatkan ponpes ini berdasarkan kemasalahatan umat dengan cara membenahi masalah kepemimpinan di ponpes.
Penelitian ini pada tahun 2002 sudah pernah disampaikan ke pemerintah. Bahkan Panji pun sudah dipanggil. Namun Panji tidak pernah memenuhi panggilan MUI.
"Tanggapan pemerintah ya itu, tidak ada tindak lanjutnya," sesalnya.
(gus/nrl)
Komentarku ( Mahrus ali )
Banyak strategi yang di lakukan oleh Thaghut dulu sampai di masa Sudomo yang sangat mendiskriditkan umat Islam lalu strategi issu komando Jihad di luncurkan . Pada hal hakikatnya ingin menangkapi aktivis muslim . lalu Issu terorisme di pasarkan dan di tanggapi oleh masarakat , tahu – tahu terorisme itu sebagai ganti issu komando Jihad . Ini sekarang NII di buat bola yang di gelindingkan ke masarakat untuk memperburuk wajah negara yang berlandaskan sariat dengan tehnis NII yang suka menekan dan menjadi prompak . Ahirnya thoghut yang berkoar – koar dan actor intelektualnya menurut Gus Sholah adalah jangan – jangan inteljen sendiri . Banyak teori untuk mempertahankan NKRI berlandaskan warisan hukum Belanda yang di jadikan landasan untuk menolak Negara yang berlandaskan sariat Allah , hakikatnya yang mencetuskan teori itu bukan kaum muslimin sendiri , kadang dari kalangan antek – antek musuh Allah .
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.[1]
Menag Surya Dharma Ali bersama Panji Gumilang di Pondok Alzaitun, kemarin (11/5). Foto; Hilmi Setiawan / JAWA POS
Di Indonesia, mungkin hanya Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, yang penjagaannya sangat ketat. Apalagi, ketika pondok itu disebut-sebut sebagai markas NII (Negara Islam Indonesia) Komandemen Wilayah IX (KW IX). Kalaupun wartawan kemarin bisa masuk ke pondok tersebut, itu karena ikut rombongan menteri agama.
Hilmi Setiawan-Agung Putu, Indramayu
KEMEGAHAN Kemegahan Ma"had Al-Zaytun terlihat sejak belasan kilometer menjelang kompleks pesantren. Kubah Masjid Rahmatan Lil"Alamin, masjid enam lantai yang mampu menampung 150 ribu jamaah itu, tampak menonjol di hamparan pesawahan. Ketika dilihat lebih dekat, rimbunnya pepohonan di balik pagar kompleks pesantren seluas 1.200 hektare tersebut menghalangi pandangan langsung ke bangunan-bangunan di areal pondok.
Tak sembarang orang bisa masuk kompleks pesantren. Kompleks seluas itu hanya memiliki satu pintu utama yang dijaga belasan petugas berseragam hitam-hitam. Dari pengalaman Jawa Pos, mungkin baru Al-Zaytun pesantren yang dijaga begitu ketat.
Puluhan petugas lain berjaga di sekeliling pesantren. Tanpa ada perjanjian khusus dengan pengurus pondok, kecil kemungkinan orang luar bisa masuk.
Para pengurus sangat selektif menerima tamu, terutama dari media. Minggu lalu (8/5) Jawa Pos berupaya berkunjung ke pondok tanpa perjanjian. Namun, seorang pengurus langsung menolak. Bersama Jawa Pos, sejumlah kru stasiun televisi juga ditolak masuk meski sudah mengantongi izin. Itu karena pengurus pondok tiba-tiba membatalkan janji wawancara. "Kesediaan wawancara itu hak pengurus. Kami hanya mengamankan," kata Nasokha A.R, salah seorang petugas keamanan.
Salah seorang warga menuturkan, pascamaraknya berita penculikan dan tudingan Al-Zaytun sebagai markas NII KW IX, pengamanan diperketat. Hal itu pula yang dirasakan Jawa Pos. Semua wali murid yang masuk pondok harus mengisi form khusus kunjungan yang bernama Lembar Izin Tinggal (LIT). Data keluarga ditulis sangat detail. "Anak-anak juga harus dilaporkan. Seperti laki-laki berapa, cewek berapa," kata salah seorang wali murid.
Pengunjung yang datang untuk menjenguk keluarga yang mondok pun tak bisa sembarang masuk. Selain memerlukan izin, hanya pengunjung yang menggunakan mobil yang diizinkan. Tujuannya agar seorang petugas keamanan bisa ikut di dalam mobil dan menyertai pengunjung berkeliling. "Biar tidak tersesat," kelit Nasokha.
Ketentuan serupa ternyata diterapkan bagi para santri dan mahasiswa yang 24 jam tinggal di kompleks pondok. Mereka juga tidak bisa sembarangan keluar-masuk. Pegawai, karyawan, dan siswa Zaytun memiliki Buku Izin Tinggal (BIT) yang berfungsi sebagai "paspor" keluar masuk areal pondok. Bentuk buku bersampul merah itu pun mirip buku paspor dengan ketebalan 40 halaman.
Dalam BIT terdapat nama pemilik, foto, nomor induk, dan pekerjaan yang bersangkutan. Halaman selebihnya kosong, yang digunakan untuk stempel petugas keamanan. Setiap kali keluar akan ditulis di BIT dalam rangka apa keluar, berapa lama, dan ke mana tujuannya. "Ini untuk mempermudah pengawasan. Jadi, setiap aktivitas keluar-masuk bisa dipantau," terangnya.
Bagi pengunjung nonanggota, ada satu lagi prosedurnya; pemeriksaan bawaan dan meninggalkan kartu identitas pribadi. Mirip pemeriksaan imigrasi, semua barang bawaan pengunjung diperiksa petugas keamanan. Tujuannya mencari barang-barang yang terlarang dibawa masuk ke areal pondok, seperti rokok.
Rokok memang menjadi barang yang sangat terlarang dibawa masuk ke areal pondok, seperti terlarangnya membawa narkoba ke bandara. Seluruh area pondok memang dinyatakan bebas asap rokok, dan seluruh petugas keamanan sangat disiplin menegakkan aturan tersebut, tak terkecuali bagi pengunjung.
Gagal masuk Minggu lalu (8/5), Jawa Pos kemarin sekitar pukul 10.00 berhasil berkunjung ke Al-Zaytun, karena bersama rombongan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA). Begitu rombongan masuk areal pondok, ribuan santri berbaris mengapit jalan sejak pintu gerbang hingga kediaman Syaikh Al-Zaytun AS Panji Gumilang di bagian belakang kompleks. Sambil menyungging senyum, para santri itu melambai-lambaikan bendera merah putih kecil.
Kediaman Syaikh Zaytun yang sekaligus kantor pengelola pondok cukup mewah. Lantai bangunan dua lantai itu ditutup keramik putih mengilap. Di bagian dalam, sebagian lantai ditutup karpet tebal. Kediaman Panji tersebut juga dihiasi aneka ukiran. Tidak ketinggalan foto presiden RI, mulai Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono.
Seusai sarapan, Panji Gumilang mengajak SDA berkeliling pesantren, termasuk ke areal penggilingan gabah milik pondok. Selain memiliki sawah dan peternakan sapi dan kambing sendiri, pondok memang memiliki penggilingan padi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi enam ribu santri dan ribuan pegawai setiap hari. "Dalam sehari, beras yang dimasak sampai 3,5 ton. Kami juga masak tiga ekor sapi setiap hari," terangnya.
Dari 1.200 hektare lahan yang dimiliki, hanya sekitar 200 hektare yang digunakan untuk sarana pendidikan. Sisanya digunakan sebagai area pendukung, mulai perkebunan, pertanian, kolam, industri makanan ternak, industri kecil, dan lain-lain. Di areal tersebut tertanam lebih dari 500 ribu pohon jati. Mayoritas telah diijon oleh dermawan dengan harga Rp 5 juta per barang. Lahan pertanian juga ditanami jeruk siam dan jagung manis yang menjadi salah satu sumber pemasukan bagi pondok.
Titik selanjutnya yang disinggahi adalah pusat data santri. Di tempat ini terdapat lima rak buku tinggi yang digunakan untuk menyimpan data santri. Khususnya data laporan perkembangan menghafal Alquran santri. "Pengembangan sekarang, data dimasukkan ke sistem komputer," pamer Panji. Suami Farida al Widad itu mengatakan, santri yang lulus Al-Zaytun minimal harus hafal Juz Amma.
Sebagai sarana pendidikan, Al-Zaytun mendidik anak-anak mulai tingkat SD hingga SMU. Di dalam pondok telah berdiri Madrasah Ma?had Al-Zaytun untuk anak seusia SD. Selain itu, ada gedung madrasah tsanawiyah, dan SMP negeri, serta madrasah aliyah negeri, dan SMU negeri.
Saat ini Al-Zaytun telah menanggalkan kata ma"had (pesantren) di depan namanya. Ini karena sejak beberapa tahun lalu berdiri Universitas Al-Zaytun di dalam kompleks tersebut. Sejumlah fakultas, mulai teknik hingga kedokteran, dimiliki universitas yang rektornya juga Syaikh Al-Zaytun A.S. Panji Gumilang.
Al-Zaytun tidak menerima "siswa sambungan". Yakni, siswa yang masuk Al-Zaytun di tengah-tengah kelas. Siswa harus memulai dari tahun pertama SMP alias kelas tujuh. Pondok itu tidak menerima siswa yang baru masuk saat kelas sembilan (kelas tiga SMP) dan kelas sepuluh (kelas satu SMA). Namun, untuk siswa SD, kelas berapa pun diterima.
Murid juga membayar mahal untuk bisa bersekolah di Al-Zaytun. Untuk semua tingkatan, orang tua siswa dan mahasiswa harus membayar USD 3.500 (sekitar Rp 29 juta). Biaya sebesar itu digunakan untuk membayar biaya pendidikan dan biaya-biaya lain selama tinggal di pondok selama masa belajar. "Itu tidak mahal. Biayanya bisa dicicil, bisa 12 bulan, atau 24 bulan. Paling sebulan kena Rp 600 ribu," kata Nasokha.
Setelah berkeliling, SDA kemarin mengungkapkan bahwa dirinya datang ke Al-Zaytun untuk tabayyun atau klarifikasi. "Di luar, kabar tentang Al-Zaytun sudah marak. Apakah ada kaitannya pesantren ini dengan NII?" tutur SDA. Selain itu, SDA menanyakan apakah soal pendanaan juga menggunakan sistem NII.
Panji terlihat cukup enteng menjawab pertanyaan tersebut. Dengan tegas dia menyangkal bahwa pesantrennya disebut menjadi bagian atau terlibat gerakan NII. "Gerakan itu (NII) memang pernah ada di negara ini. Tapi, sejak 1962 sudah dibubarkan," tandas Panji. Para petinggi gerakan yang didirikan pada 1949 itu sudah meminta seluruh anggotanya masuk lagi ke NKRI.
Lalu secara individu apakah Panji pernah masuk NII? Dia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah masuk atau keluar NII. "Bagaimana saya keluar, wong tidak pernah masuk,? jelas alumnus Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo itu.
Terkait dengan persoalan finansial, Panji menjelaskan, semuanya didapat dari uang siswa dan usaha ekonomi pesantren. Misalnya, pertanian padi dan perkebunan jati. Selain itu, dia mengatakan bahwa beberapa sahabatnya memberikan bantuan dana. Tapi, Panji enggan membebernya. Dari beberapa dokumentasi foto di kediamannya, jumlah foto Soeharto tampak lebih banyak. Foto tokoh nasional lain yang terpajang adalah B.J. Habibie dan Jusuf Kalla.
Tentang materi pendidikan sendiri, pesantten yang mengelola pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi itu berlandaskan Alquran dan hadis. Selain itu, pesantren yang beroperasi sejak 1999 itu mengajarkan materi keindonesiaan.
Panji menjelaskan, dia punya cara lain untuk mengenalkan sistem pemerintahan kepada para santri. Yaitu, membentuk sistem presiden santri. Presiden di Al-Zaytun itu juga dibantu beberapa menteri. Panji menilai, tidak ada yang salah atau sampai menjurus makar dengan konsep tadi. "Perusahaan taksi saja dipimpin oleh presiden dan tidak ada yang mempersoalkannya," kata Panji.
SDA sendiri tidak memandang negatif sistem presiden dan menteri di Al-Zaytun. "Partai politik saja punya pemimpin, yang posisinya bisa seperti presiden," terang SDA. (c2/kum)
Komentarku ( Mahrus ali )
Saya tidak akan menggantungkan foto – foto peresiden mulai Soukarno sampai SBY. Sebab saya tidak suka dengan mereka yang menjadi presiden Negara Jahiliyah – Negara yang anti kepada sariat Islam sebagai landasan kenegaraan . Tapi suka dengan warisan hukum Belanda. Karena itu, mereka adalah figur – figure yang zalim menurut al quran . Allah berfirman :
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. [3]
Kita juga tidak diperkenankan simpati kepada orang zalim sebagaimana ayat :
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. HUd 113
Jakarta - Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 Tahun 1997-2003 Imam Supriyanto meminta pemerintah bertindak tegas terhadap Panji Gumilang. Selama ini aksi Panji Gumilang atau Abu Toto sudah meresahkan umat Islam.
"Umat Islam yang tercoreng. Jangan sampai umat Islam ini tercoreng hanya karena NII," kata Imam kepada wartawan usai bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/5/2011).
Imam yang pernah bekerjasama dengan Panji Gumilang ini menuturkan, mantan sejawatnya itu diyakini berkonspirasi dengan intelijen dalam beraktivitas sehingga bisa bebas melakukan tindakan yang menyimpang.
"Kedatangan saya ke DPR adalah bentuk pertangunganjawaban saya, setelah saya keluar dari NII KW 9 untuk taubatan nasuha pada tahun 2007. Selama ini saya lebih mengutamakan nasihat dari pimpinan saya Panji Gumilang ketimbang ibu saya," urai pria yang pernah menjadi wakil ketua yayasan Al Zaytun itu.
Imam mengaku, selama menjadi pentolan NII KW 9 dia melupakan keluarga dan terutama ibunya. Dia berharap, anak-anak yang sudah terjerumus kelompok NII KW 9 bisa bebas dan kembali ke keluarga.
"Saya terpanggil, akhirnya saya berinisiatif sebagai pimpinan supaya apa yang saya ungkap di media mendapat penyelesaian yang serius, supaya kader umat benar-benar tidak terganggu dalam masalah pendidikannya," tuturnya.
Saat ditemui beberapa wartawan, Jumat (29/4) Panji Gumilang membantah dia terkait NII. Bahkan dia menyebut NII sudah tamat. Dia juga membantah dirinya sebagai Abu Toto, pimpinan NII KW 9.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 Tahun 1997-2003 Imam Supriyanto menyatakan :
Imam yang pernah bekerjasama dengan Panji Gumilang ini menuturkan, mantan sejawatnya itu diyakini berkonspirasi dengan intelijen dalam beraktivitas sehingga bisa bebas melakukan tindakan yang menyimpang.
Jadi inteljen itu sudah tahu aktivitas NII , dan memang di buat untuk mencoreng NII sendiri sehingga rakyat masih tetap mempertahankan NKRI yang berlandaskan hukum warisan Belanda dari pada mendirikan negara yang berlandaskan al quran tapi bukan pimpinan Panji Gumilang yang akrab dengan pentolan – pentolan Inteljen .
Menurut hukum agama yang saya kethui , hakikatnya para intel itu termasuk orang -orang yang sangat berbahaya di akhirat , karena mereka benteng utama untuk kelanjutan NKRI yang jahiliyah ini dan penghalang besar untuk berdirinya negara yang berlandaskan sariat yang sudah jelas akan memakmurkan bangsa Indonesia ini .
Artinya "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih." (QS. At-Taubah : 34).
: "Sesungguhnya saya takut kepada para pemimpin yang menyesatkan akan menimpa umatku".[1] [Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam sunannya] ini adalah hadits yang shahih.
Tujuan kita ini amat bagus karena bukan untuk pribadi tapi untuk kemakmuran dan kebahagiaan rakyat banyak setelah mereka selalu di rundung dengan ketakutan dan kelaparan.
[1] Saya katakan , sahih , lihat Assahihah karya al albani 1582 . HR Ahmad 27525 Majmauz zawa`id 339/5 Ibnu Asakir 254/ 19 Thoyalisi 975 Jami`ul ahadis 152/7
Depok, NU Online
Dengan adanya perekrtutan mahasiswa Depok terkait penyebaran dan korban doktrin organisasi Negara Islam Indonesia (NII) di kota Depok, perlu adanya sikat tegas. Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok Ust. Raden Salamun meminta agar semua elemen mensikapi gerakan NII.
Menurutnya, pemkot perlu gerak cepat dalam mengangani masalah ini. “Pemerintah harus bertindak secara cepat, sebelum banyak korban berjatuhan. Bagi yang sudah diketahui sebagai pelaku harus diproses dengan cepat dan cermat. Kalau perlu di publis agar masyarakat itu tahu. Sebab, NKRI adalah harga mati dan Pancasila adalah satu-satunya asas,” jelasnya, Kamis (5/5).
Salamun menegaskan, berdasarkan Muktamar NU tahun 1984 bahwa Pancasila merupakan dasar negara. Dalam artian, jika ada kelompok yang berupaya menggugurkan azas ataupun dasar negara berarti telah bertindak makar. Menurutnya, perlu mendapatkan sikap nyata dan tegas.
“Sudah jelas, kalau ada yang menggugurkan asas negara berarti berbuat makar. Tentunya, sudah mengkhianati founding father (pendiri bangsa) yang telah bersusah payah berjuang. Ini harus disikapi, oleh semua pihak seperti: pemerintah, intelijen, ulama, dan masyarakat,” paparnya.
Menurutnya, saat ini masyarakat membutuhkan sikap yang riil dan bukan sekadar fatwa dari ulama. Meski begitu, lanjutnya, fatwa ulama pada generasi muda merupakan suatu keharusan. Kalau sikap yang diambil lamban, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan menambah daftar panjang korban NII di masyarakat. Ia menambahkan, fatwa bisa juga sebagai sikap preventif dari serangan dan perekrutan yang terus berjalan.
“Kita sepakat ulama bergerak cepat, karena ini adalah soal identitas negara yang merupakan harga mati. Kita sepakat semua berjuang pertahankan NKRI, kok tiba-tiba ada pengkhianat didiamkan saja. Karena NII luar biasa hebatnya, dalam perekrutannya bisa membuat orang lupa segalanya dan cepat menjadi korban,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Depok Idris Abdul Somad mengungkapkan adanya upaya perekrutan NII pada kalangan mahasiswa di Depok yang dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan serta kafe.
Menurutnya perlu ditindak lanjuti lebih jauh lagi. Salah satunya dengan berupaya untuk meningkatkan pendekatan dialog dan penyuluhan kepada para orang tua. Hanya saja, sebagai Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum perlu mengeluarkan fatwa pada generasi muda.
“Kami belum akan mengeluarkan fatwa khusus belum ada terkait ideologi mereka, tetapi untuk NII sudah jelas-jelas menyimpang dan menculik generasi muda, sehingga tak perlu fatwa,” tegasnya. (aan)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menyatakan :
“Kita sepakat ulama bergerak cepat, karena ini adalah soal identitas negara yang merupakan harga mati. Kita sepakat semua berjuang pertahankan NKRI, kok tiba-tiba ada pengkhianat didiamkan saja. Karena NII luar biasa hebatnya, dalam perekrutannya bisa membuat orang lupa segalanya dan cepat menjadi korban,” ujarnya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kamu katakan NKRI harga mati dan kamu pertahankan selamanya . Ini sulit di pahami . Relaitanya NKRI belum bisa membikin rakyat makmur . Bahkan rakyat serba takut dan lapar karena negara ini berperinsip dengan undang – undang warisan Belanda yang sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam . Allah berfirman :
.Tetapi mereka berpaling,(meremehkan dan menginjak injak ajaran Allah ) maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.[1]
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari ni`mat-ni`mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.[2]
Kita sudah lama mencoba NKRI dengan standar hukum warisan Belanda ternyata hasilnya telah kita rasakan bersama . Yaitu rakyat serba takut dan kelaparan . Apa salahnya bila kita coba meninggalkan hukum warisan Belanda tersebut , lalu di ganti dengan hukum Allah yang telah membikin bangsa arab dahulu jaya dan bisa mengembangkan sayap kekuasaan sampai Eropa .
Negara akan makmur bila menggunakan hukum Allah , lihat ayat sbb :
Jikalau sekiranya penduduk desa / negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami anugerahkan kepada (kehidupan) mereka barokah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS AI-A'rof ayat 96)
Allah memberikan berkah langit dan bumi karena penduduk desa mau beriman dan bertakwa . Tapi bila mereka menentang ajaran Allah , maka barokah tidak di turunkan dan terjadi masa krisis sandang pangan berkepanjangan atau hasil banyak tapi selalu tidak mencukupi dan sawah ladang yang di anggap bisa menghasilkan ternyata wereng menyerang atau banjir datang . Jadi kasihan pak tani dan keluarganya .
Pemimpin tertinggi atau presiden dalam Negara Islam Indonesia (NII) disebut sebagai khalifah atau Imam. Saat ini khalifah NII dipegang oleh Panji Gumilang, pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Demikian disampaikan mantan anggota NII Bachtiar.
“Semua anggota (NII) tahu, pemimpin NII gadungan ini pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang atau Abdussalam atau Syamsul Alam,” ujar Bachtiar Rivai.
Meski mengatasnamakan Islam, menurut Bachtiar, NII justru tidak menjalankan ajaran Islam dengan benar. Bahkan, para pengikutnya diminta mengumpulkan sejumlah dana dengan cara apa pun berdalih sedekah.
“Pengumpulan dana menggunakan cara apa pun, bahkan meski bertentangan dengan Syariat Islam, seperti mencuri atau menipu,” ujar Bachtiar yang juga pernah menjabat sebagai Camat di NII.
Jadi konsekuensinya, kata Bachtiar, anggota NII harus membiayai aparat negaranya dengan cara apa pun. Sebab Selain presiden, NII juga memiliki sejumlah kementerian, gubernur, bupati, camat, lurah, hingga ketua RW dan ketua RT yang harus digaji
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Cara dana seperti itu jelas haram , sebab dana itu di ambil dengan cara berdusta yang di larang dalam Islam . Allah menyatakan :
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. ( Annakhel 105 ).
Tiga orang , Allah tidak melihat kepada mereka di hari kiamat , dan tidak mengampun dosanya . Mereka mendapat siksaan yang amat pedih . Kami berkata :” Siapakah mereka wahai Rasulullah ! Sungguh mereka sia – sia dan rugi . Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang suka mengungkit – ungkit pemberian , orang yang menurunkan kainnya hingga di bawah mata kaki dan orang melariskan dagangannya dengan sumpah palsu [1]
Jakarta - Keberadaan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW9) sudah lama dikenal akrab dengan pejabat dan penguasa. Bahkan NII KW9 tak jarang mendapat kunjungan 'khusus' penguasa.
Pengamat Sejarah Darul Islam/NII Solahudin mengatakan, mengapa keberadaan NII KW9 tetap eksis saat ini salah satunya karena memang dipelihara oleh penguasa. Eksistensi NII KW9 yang mempunyai banyak pengikut membuat politikus tertarik untuk 'bersahabat'.
"Banyak kasus kedekatan dengan para politisi dan penguasa dan para penguasa. Ada kedekatan Al Zaytun dengan Soeharto. Karena ada gedung di dalam pesantren itu namanya Muhammad Soeharto. Penguasa mengerti betull bahwa NII memiliki basis," kata Solahudin saat diskusi 'Polemik Trijaya' di restoran warung daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/4/2011).
Sebagai contoh, Solahudin menceritakan saat Wiranto menang mutlak di pesantren Al Zaytun pada Pilpres 2004 lalu. "Kenyataannya kalau Wiranto menang seratus persen di Al Zaytun. Ya itulah kenyataannya," jelasnya.
Solahudin tidak menampik NII KW9 sengaja dipelihara oleh penguasa karena memang memiliki kader dengan basis yang kuat. Kekuatan kader ini yang memancing pejabat atau siapa saja secara politik sangat menguntungkan.
"Memang Al Zaytun ini ada hubungan yang misterius dengan politisi dan penguasa. Kenapa bisa cukup dekat? Lebih pada sebuah kekuatan politik yang dianggap signifikan," imbuhnya.
Sayangnya, kata Solahudin, sikap pragmatis penguasa itulah yang justru membuat masalah NII KW9 semakin besar. Dampak keutuhan Pancasila dan korban-korban NII KW9 seharusnya menjadi prinsip pemerintah dan penguasa menentukan sikap yang tegas.
"Justru semestinya penguasa atau pejabat menekan agar NII KW 9 ini tidak malah menyebar. Karena akan sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI," tegasnya.
Aktivis Moderat Muslim Society Zuhairi Misrawi menambahkan, pemerintah harus memastikan agar penanganan NII KW9 bebas dari kepentingan. Jangan sampai, pemerintah memelihara atau bahkan membiarkan korban NII berjatuhan.
"Ini yang harus dipertanyakan. Apa memang NII KW9 ini dipelihara penguasa? Saya rasa harus ada tindakan tegas untuk mereka (NII)," tambahnya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
NII itu sekedar simbol untuk menkut nakuti orang untuk mendirikan negara Islam , maksudnya agar negara Jahiliyah yang menggunakan undang – undang peninggalan penjajah ini tetap eksis . Ini salah satu strategi orang – orang durja . Boleh jadi NII itu di rawat oleh Inteljen sendiri , gunanya untuk menangkapi aktivis muslim sebagaimana kasus teroris di mana – mana sejatinya bukan untuk bela Islam , tapi bela agama – agama yang batil. Dengan adanya kasus terorisme , banyak kalangan kaum muslimin di curigai lalu pesantren akan di geledah >Ia mirip dengan komando jihad yang lalu
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai ada kesan pembiaran dan pemeliharaan NII KW 9 di Indonesia. Hal itu dilakukan oleh pejabat atau pun mantan pejabat negara.
"Itulah yang kami nyatakan dalam pernyataan bersama adanya pembiaran dan bahkan pemeliharaan. Pembiaran sebagian besar seperti isu islam radikal DI/ TII, NII, Komando Jihad pernah dijadikan komoditas politik oleh rezim yang berkuasa untuk mendiskreditkan umat Islam," ujar Din kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Jakarta, Jumat (29/4/2011).
Din meminta pemerintah SBY mengambil sikap tegas terhadap keberadaan NII KW 9. Karena selama ini, menurut Din, ada sejumlah pejabat tinggi yang terkesan memelihara "organisasi" itu.
"Kasus NII ini ada pembelaan dari pejabat, mantan penjabat terhadap lembaga, institusi figur, yang bahkan memberi peluang kepercayaan diri figur tersebut untuk berkembang. Pejabat tingkat pusat, nggak bisa disebut satu-per satu. Saya juga lupa nama mereka karena banyak urusan," tuturnya.
Ia mengimbau pemerintah tidak main-main menyoal NII KW9. Karena kalau dibiarkan, menurut Din, justru bisa menimbulkan ancaman yang lebih besar.
"Kami imbau agar pemerintah jangan kembangkan hal seperti itu karena sangat riskan bisa menimbulkan ancaman terhadap integritas bangsa. Pemerintah harus tangani masalah NII dengan sungguh-sungguh sesuai dengan hukum yang berlaku," imbaunya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Pada prinsipnya, musuh – musuh islam itutidak suka mereka terpencil atau ajaran mereka tersingkirkan lalu di ganti dengan sariat Islam yang membudaya . Allah telah berfirman :
Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.[2]
Mereka bikin siasatuntuk menghabisi Rasulullah ryang menjadi kekasih dan utusan yang di percaya.Sudah tentu , Allah bikin siasat pula untuk memberikan kemenangan kepada kekasih dan orang – orang yang beriman dengannya, lalu mampuslah kaum kafir dantinggal sejarah hitamnya belakadan pemerintahan mereka juga telah berahir dan telah gulung tikar .
Jakarta - Beragam cara yang dilakukan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengirim wanita berjilbab ke aneka tempat umum seperti SPBU dan ATM untuk meminta dana kepada masyarakat, dengan berkedok yayasan panti asuhan.
"Untuk mencari dana, NII KW 9 mengirimkan wanita berjilbab ke tempat-tempat umum seperti SPBU dan ATM. Mereka mengaku sebagai utusan yayasan yatim piatu. Mereka mengedarkan amplop kosong dan meminta orang untuk mengisinya," kata mantan Camat NII KW 9 wilayah Tebet, Sukanto, kepada detikcom, Rabu (27/4/2011).
Pria yang biasa dipanggil Anto ini mengaku memantau sendiri kehadiran petugas yayasan asli tapi palsu alias aspal tersebut. Mereka beroperasi di sekitar Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Mereka berani menggunakan nama yayasan asli beraktekan notaris. Bahkan mereka mengontrak sebuah rumah untuk dijadikan kantor yayasan. Fisiknya benar ada tapi dana yang terkumpulkan 90 persen untuk membiayai NII. Hanya 10 persen yang digunakan untuk administrasi yayasan," imbuhnya.
Menurut Anto, modus tersebut mulai digunakan NII KW 9 sejak tahun 1996 dan meledak di tahun 2004 pasca bencana tsunami yang melanda Aceh. Saat bencana tersebut, yayasan abal-abal itu merengkuh dana hingga miliaran rupiah.
"Melihat hal itu, NII KW 9 menggalakkan kembali modus yayasan abal-abal untuk mencari dana. Gerakannya dilakukan serentak di SPBU dan ATM yang tersebar di berbagai wilayah seperti Solo, Malang dan Jakarta," tutup Anto.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
NII itu hanyasimbol untuk mengeruk kekayaan . Sayatidak percaya karena praktek yang di gunakan tidak sesuai dengan ajaran Islam , banyak kasus wanita yang di rekrut untuk membayar kepada NII mau bunuh diri karena tidak mampu membayar pajak dan tekanan yang di alaminya . Masalahsalatnyakurang diperhatikan, dan banyak kedustaan terhadap orang tua. Hal ini termasuk kejahatan yang sangat dan dosa besar. Allah berfirman :
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.[1]
Ayat tsb menganjurkan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Di ayat lain di jelaskan sbb:
Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.[2]