Tampilkan postingan dengan label Syafaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syafaat. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 11, 2026

Sujud Nabi untuk minta syafaat

 

Sujud Nabi untuk minta syafaat

لجمع بين الصحيحين (2/ 545)

وَلَكِن عَلَيْكُم بِمُحَمد، فأوتى فَأَقُول: أَنا لَهَا، وأنطلق فَاسْتَأْذن على رَبِّي فَيُؤذن لي، فأقوم بَين يَدَيْهِ، فأحمده بِمَحَامِد لَا أقدر عَلَيْهِ الْآن يلهمنيه الله، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: يَا رب، أمتِي أمتِي. فَيُقَال: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من برة أَو شعيرَة من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا.

Kumpulan Dua Sahih (2/545)

Tetapi kamu harus pergi kepada Muhammad. Maka aku didatangkan dan aku akan berkata: Akulah orang yang tepat untuk itu. Dan aku  pergi dan meminta izin kepada Tuhanku, dan Dia  mengabulkannya. Maka aku berdiri di hadapan-Nya dan memuji-Nya dengan pujian yang tidak mampu kuucapkan sekarang, tetapi Allah akan mengilhami aku dengan pujian itu. Kemudian aku akan bersujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, dan berbicaralah, maka engkau akan didengar; mintalah, maka engkau akan diberi; bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhan, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan: Pergilah, dan siapa pun yang di dalam hatinya terdapat iman seberat sebutir gandum atau sebutir jelai, keluarkanlah dia dari situ.

 فأنطلق فأفعل، ثمَّ ارْجع إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: رب، أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه مِثْقَال حَبَّة من خَرْدَل من إِيمَان فَأخْرجهُ مِنْهَا. فأنطلق فأفعل،

 

 ثمَّ أَعُود إِلَى رَبِّي فأحمده بِتِلْكَ المحامد، ثمَّ أخر لَهُ سَاجِدا، فَيُقَال لي: يَا مُحَمَّد، ارْفَعْ رَأسك، وَقل يسمع لَك، وسل تعطه، وَاشْفَعْ تشفع. فَأَقُول: يَا رب أمتِي أمتِي، فَيُقَال لي: انْطلق، فَمن كَانَ فِي قلبه أدنى أدنى أدنى من مِثْقَال حَبَّة من خردلٍ من إِيمَان فَأخْرجهُ من النَّار، فأنطلق فأفعل ".

Kumpulan Dua Sahih (2/545)

kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku akan bersujud di hadapan-Nya. Kemudian akan dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan berbicaralah, maka doamu akan didengar; mintalah, maka akan diberi, bersyafaatlah, maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku! Kemudian akan dikatakan kepadaku: Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil biji khordal di dalam hatinya, keluarkanlah dia dari neraka. Maka aku akan pergi dan melakukannya, kemudian aku akan kembali kepada Tuhanku dan memuji-Nya dengan pujian-pujian itu, kemudian aku akan sujud di hadapan-Nya, dan akan dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, berbicaralah maka doamu akan didengar, mintalah maka akan diberikan kepadamu, bersyafaatlah maka syafaatmu akan diterima. Maka aku akan berkata: Ya Tuhanku, umatku, umatku, dan akan dikatakan kepadaku: Pergilah, dan barangsiapa yang memiliki iman sekecil apa pun di dalam hatinya, bahkan kurang dari seberat biji mustard, keluarkanlah dia dari neraka, maka aku akan pergi dan melakukannya.”

 

Komentarku ( Mahrus ali )

Hadis tersebut tidak bisa dipercaya, lupakan saja atau jangan dipegang lagi, tapi tinggalkan walaupun hadis tersebut muttafaq alaih diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Kebanyakan kaum muslimin sekarang ini selalu mengagumkan kepada Bukhari dan Muslim. Apalagi diriwayatkan dalam kitab shahihnya, apalagi dikatakan muttafaq alaih. Ada sebagian kyai bilang kalau sudah Bukhari yang meriwayatkan, ya harus diterima dan dikatakan shahih,  Begitu itu siapa yang bicara, apa dasarnya tolong diselidiki secara ilmiah sanad dan matan hadits tersebut. Jangan ikut-ikutan tapi mandiri lah dalam mencapai suatu kebenaran, ikut-ikutan itu sering kali menyesatkan bangsa lalu dan akan menyesatkan bangsa sekarang, dan tidak akan membenarkan bangsa sekarang, sudah cukup bangsa lalu sebagai contoh.

«لا تقلدني، ولا تقلد مالكاً، ولا الشافعي، ولا الأوزاعي، ولا الثوري، وخذ من حيث أخذوا».

“Jangan meniru aku, Malik, Al-Syafi’i, Al-Awza’i, dan Al-Thawri, tetapi ambillah dari mana mereka mengambil.”

Itulah perkataan imam Ahmad yang melarang bertaklid tapi harus beribadah yakni mengerjakan ibadah dengan dalil bukan beribadah tanpa dalil yang membikin kesesatan, kadang tidak ada pahalanya Hadis tersebut kalau kita ikuti ikuti Bukhari dan Muslim yang meriwayatkannya,maka kita ini akan bertentangan dengan Alquran tidak mencocoki perintah Allah dan tidak mengikuti perintah Allah Hadir tersebut diriwayatkan oleh Muhammad m`abad bin hilal beliau ini meninggalnya setelahnya imam Malik meninggal.. imam Malik lahir pada tahun 93 Hijriyah wafatnya 179 Hijriyah setelah sakit selama 22 har, lalu disalati oleh Amir Madinah Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim dan dimakamkan di kuburan  Baqi` umurnya 86 tahun, saat itulah selang beberapa tahun meninggalnya Muhammad di tahun sekian di tahun sekian tahun 179 Hijriyah tidak ada yang mengerti hadis tersebut dan imam Malik sendiri tidak ngerti, hadist itu penduduk Madinah para tabiin dan tabiut tabiin juga tidak mengerti hadis itu, Yang mengerti satu orang dan tahunya juga hampir 200 Hijriyah satu orang ini yang mengetahui hadits tentang syafaat nabi kepada penduduk neraka dari umatnya walaupun memiliki iman satu biji paling kecil di hatinya tanpa sholat tanpa puasa tanpa haji . Dan inilah yang jelas bertentangan dengan hadis, dengan Alquran di mana Allah telah menyatakan bahwa orang yang berada di neraka itu akan selamanya di sana.

169إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. al an`am 169.

Kalau kita ini mengikuti hadis muttafaq alaih karya Bukhari dan Muslim tersebut maka kita ini akan bertentangan dengan ayat 169 Al an'am jadi kalau sudah dimasukkan di neraka tidak bisa dikeluarkan dan orang yang di surga pun tidak bisa keluar dari surge. Semuanya itu selamanya di neraka atau di surga . Dalam hadis tersebut dikatakan Rasulullah lah yang akan mengeluarkan umatnya yang masuk neraka, Rasulullah masuk ke neraka lalu mengeluarkan umatnya.  Rasulullah itu manusia biasa tidak mampu masuk ke neraka lalu mengeluarkan syafaat itu kalau ada maka sebelum manusia dimasukkan ke neraka,  tapi tapi tidak bisa orang yang tidak salat dan tidak zakat tidak puasa hanya punya iman sedikit lalu dimasukkan ke surge. Surga itu untuk orang-orang yang bertakwa

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, Ali imran 133

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

( 135 )   Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

( 136 )   Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

(

Senin, Juli 07, 2014

Hadis syafaat yang bertentangan dengan al quran



حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاسًا فِي زَمَنِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ نَرَى رَبَّنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ قَالَ هَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ بِالظَّهِيرَةِ صَحْوًا لَيْسَ مَعَهَا سَحَابٌ وَهَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ صَحْوًا لَيْسَ فِيهَا سَحَابٌ قَالُوا لاَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا كَمَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ أَحَدِهِمَا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ لِيَتَّبِعْ كُلُّ أُمَّةٍ مَا كَانَتْ تَعْبُدُ فَلاَ يَبْقَى أَحَدٌ كَانَ يَعْبُدُ غَيْرَ اللَّهِ سُبْحَانَهُ مِنَ الْأَصْنَامِ وَالْأَنْصَابِ إِلَّا يَتَسَاقَطُونَ فِي النَّارِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ إِلَّا مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ مِنْ بَرٍّ وَفَاجِرٍ وَغُبَّرِ أَهْلِ الْكِتَابِ فَيُدْعَى الْيَهُودُ فَيُقَالُ لَهُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ قَالُوا كُنَّا نَعْبُدُ عُزَيْرَ ابْنَ اللَّهِ فَيُقَالُ كَذَبْتُمْ مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ صَاحِبَةٍ وَلاَ وَلَدٍ فَمَاذَا تَبْغُونَ قَالُوا عَطِشْنَا يَا رَبَّنَا فَاسْقِنَا فَيُشَارُ إِلَيْهِمْ أَلاَ تَرِدُونَ فَيُحْشَرُونَ إِلَى النَّارِ كَأَنَّهَا سَرَابٌ يَحْطِمُ بَعْضُهَا بَعْضًا فَيَتَسَاقَطُونَ فِي النَّارِ ثُمَّ يُدْعَى النَّصَارَى فَيُقَالُ لَهُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ قَالُوا كُنَّا نَعْبُدُ الْمَسِيحَ ابْنَ اللَّهِ فَيُقَالُ لَهُمْ كَذَبْتُمْ مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ صَاحِبَةٍ وَلاَ وَلَدٍ فَيُقَالُ لَهُمْ مَاذَا تَبْغُونَ فَيَقُولُونَ عَطِشْنَا يَا رَبَّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُشَارُ إِلَيْهِمْ أَلاَ تَرِدُونَ فَيُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ كَأَنَّهَا سَرَابٌ يَحْطِمُ بَعْضُهَا بَعْضًا فَيَتَسَاقَطُونَ فِي النَّارِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَبْقَ إِلَّا مَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ بَرٍّ وَفَاجِرٍ أَتَاهُمْ رَبُّ الْعَالَمِينَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِي أَدْنَى صُورَةٍ مِنِ الَّتِي رَأَوْهُ فِيهَا قَالَ فَمَا تَنْتَظِرُونَ تَتْبَعُ كُلُّ أُمَّةٍ مَا كَانَتْ تَعْبُدُ قَالُوا يَا رَبَّنَا فَارَقْنَا النَّاسَ فِي الدُّنْيَا أَفْقَرَ مَا كُنَّا إِلَيْهِمْ وَلَمْ نُصَاحِبْهُمْ فَيَقُولُ أَنَا رَبُّكُمْ فَيَقُولُونَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ لَا نُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا حَتَّى إِنَّ بَعْضَهُمْ لَيَكَادُ أَنْ يَنْقَلِبَ فَيَقُولُ هَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ آيَةٌ فَتَعْرِفُونَهُ بِهَا فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ فَلَا يَبْقَى مَنْ كَانَ يَسْجُدُ لِلَّهِ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ إِلَّا أَذِنَ اللَّهُ لَهُ بِالسُّجُودِ وَلَا يَبْقَى مَنْ كَانَ يَسْجُدُ اتِّقَاءً وَرِيَاءً إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ ظَهْرَهُ طَبَقَةً وَاحِدَةً كُلَّمَا أَرَادَ أَنْ يَسْجُدَ خَرَّ عَلَى قَفَاهُ ثُمَّ يَرْفَعُونَ رُءُوسَهُمْ وَقَدْ تَحَوَّلَ فِي صُورَتِهِ الَّتِي رَأَوْهُ فِيهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمْ فَيَقُولُونَ أَنْتَ رَبُّنَا ثُمَّ يُضْرَبُ الْجِسْرُ عَلَى جَهَنَّمَ وَتَحِلُّ الشَّفَاعَةُ وَيَقُولُونَ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْجِسْرُ قَالَ دَحْضٌ مَزِلَّةٌ فِيهِ خَطَاطِيفُ وَكَلَالِيبُ وَحَسَكٌ تَكُونُ بِنَجْدٍ فِيهَا شُوَيْكَةٌ يُقَالُ لَهَا السَّعْدَانُ فَيَمُرُّ الْمُؤْمِنُونَ كَطَرْفِ الْعَيْنِ وَكَالْبَرْقِ وَكَالرِّيحِ وَكَالطَّيْرِ وَكَأَجَاوِيدِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَمَخْدُوشٌ مُرْسَلٌ وَمَكْدُوسٌ فِي نَارِ جَهَنَّمَ حَتَّى إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ بِأَشَدَّ مُنَاشَدَةً لِلَّهِ فِي اسْتِقْصَاءِ الْحَقِّ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لِلَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِإِخْوَانِهِمِ الَّذِينَ فِي النَّارِ يَقُولُونَ رَبَّنَا كَانُوا يَصُومُونَ مَعَنَا وَيُصَلُّونَ وَيَحُجُّونَ فَيُقَالُ لَهُمْ أَخْرِجُوا مَنْ عَرَفْتُمْ فَتُحَرَّمُ صُوَرُهُمْ عَلَى النَّارِ فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا قَدْ أَخَذَتِ النَّارُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ وَإِلَى رُكْبَتَيْهِ ثُمَّ يَقُولُونَ رَبَّنَا مَا بَقِيَ فِيهَا أَحَدٌ مِمَّنْ أَمَرْتَنَا بِهِ فَيَقُولُ ارْجِعُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ دِينَارٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا ثُمَّ يَقُولُونَ رَبَّنَا لَمْ نَذَرْ فِيهَا أَحَدًا مِمَّنْ أَمَرْتَنَا ثُمَّ يَقُولُ ارْجِعُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ نِصْفِ دِينَارٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا ثُمَّ يَقُولُونَ رَبَّنَا لَمْ نَذَرْ فِيهَا مِمَّنْ أَمَرْتَنَا أَحَدًا ثُمَّ يَقُولُ ارْجِعُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا ثُمَّ يَقُولُونَ رَبَّنَا لَمْ نَذَرْ فِيهَا خَيْرًا وَكَانَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ يَقُولُ إِنْ لَمْ تُصَدِّقُونِي بِهَذَا الْحَدِيثِ فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا ) فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَفَعَتِ الْمَلَائِكَةُ وَشَفَعَ النَّبِيُّونَ وَشَفَعَ الْمُؤْمِنُونَ وَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ فَيُخْرِجُ مِنْهَا قَوْمًا لَمْ يَعْمَلُوا خَيْرًا قَطُّ قَدْ عَادُوا حُمَمًا فَيُلْقِيهِمْ فِي نَهَرٍ فِي أَفْوَاهِ الْجَنَّةِ يُقَالُ لَهُ نَهَرُ الْحَيَاةِ فَيَخْرُجُونَ كَمَا تَخْرُجُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ أَلَا تَرَوْنَهَا تَكُونُ إِلَى الْحَجَرِ أَوْ إِلَى الشَّجَرِ مَا يَكُونُ إِلَى الشَّمْسِ أُصَيْفِرُ وَأُخَيْضِرُ وَمَا يَكُونُ مِنْهَا إِلَى الظِّلِّ يَكُونُ أَبْيَضَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّكَ كُنْتَ تَرْعَى بِالْبَادِيَةِ قَالَ فَيَخْرُجُونَ كَاللُّؤْلُؤِ فِي رِقَابِهِمُ الْخَوَاتِمُ يَعْرِفُهُمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ هَؤُلَاءِ عُتَقَاءُ اللَّهِ الَّذِينَ أَدْخَلَهُمُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ عَمَلٍ عَمِلُوهُ وَلَا خَيْرٍ قَدَّمُوهُ ثُمَّ يَقُولُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ فَمَا رَأَيْتُمُوهُ فَهُوَ لَكُمْ فَيَقُولُونَ رَبَّنَا أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ فَيَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي أَفْضَلُ مِنْ هَذَا فَيَقُولُونَ يَا رَبَّنَا أَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ هَذَا فَيَقُولُ رِضَايَ فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا * 
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Kaum muslimin pada zaman Rasulullah s.a.w telah bertanya: Wahai Rasulullah, adakah kami dapat melihat Tuhan kami nanti pada Hari Kiamat? Rasulullah s.a.w bersabda: Ya! Adakah kamu merasa sulit untuk melihat matahari pada siang hari yang cerah, yang tidak ada awan? Adakah kamu merasa sulit untuk melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa ada awan? Kaum muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu tidak akan mengalami kesulitan dalam melihat Allah Taala pada Hari Kiamat sebagaimana kamu tidak mengalami kesukaran untuk melihat salah satu dari matahari dan bulan. Apabila hari Kiamat terjadi,  para Malaikat mengumumkan: Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang mereka sembah sewaktu di dunia. Maka tidak akan kekal seorangpun dari mereka yang menyembah selain dari Allah,. Mereka akan digiring ke dalam Neraka  tinggal  orang-orang yang semasa di dunia menyembah Allah, orang-orang yang baik, orang-orang jahat dan Ahli Kitab. Maka orang-orang Yahudi. dipanggil dan ditanya : Apakah yang kamu sembah sewaktu di dunia? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair Ibnullah, lalu dikatakan kepada mereka: Kamu telah berdusta. Allah tidak pernah menjadikan  seorangpun sebagai  isteri atau anak. Mereka ditanya: Apa yang kamu inginkan? Mereka menjawab: Kami haus, wahai Tuhanku! Berilah kami minum. Lalu diisyaratkan kepada mereka: Tidakkah kamu inginkan air? Lalu mereka  digiring  ke Neraka, Neraka seolah-olah fatamorgana, sebagiannya menghancurkan sebahagian yang lain. Mereka pun sama-sama terhumbankan ke dalam Neraka. Kemudian dipanggil pula orang-orang Nasrani lalu ditanya : Apakah yang kamu sembah  di dunia?
Mereka menjawab: Kami menyembah al-Masih anak Allah, lalu dikatakan kepada mereka: Kamu telah berdusta! Allah tidak  menjadikan seorang pun sebagai teman  isteri atau anak. Mereka  ditanya: Apakah yang kamu inginkan?
Mereka menjawab: Kami haus wahai Tuhanku, berilah kami minum. Lalu ditunjukkan kepada mereka: Tidakkah kamu inginkan air?
Lalu mereka digiring  ke Neraka Jahanam. Neraka seolah-olah fatamorgana, sebagiannya menghancurkan sebahagian yang lain.
 Mereka berjatuhan  ke dalam Neraka,  tingal  orang-orang yang dahulunya menyembah Allah Taala, orang-orang baik dan orang-orang jahat. Maka Allah s.w.t, Tuhan sekalian alam datang kepada mereka dalam bentuk lain daripada bentuk yang mereka ketahui lalu berfirman: Apakah yang kamu tunggu? Setiap umat akan mengikuti apa yang dahulunya mereka sembah.
Mereka berkata: Wahai Tuhan kami! Di dunia, kami memisahan diri dari orang-orang didunia  Pada hal kami butuh kepada mereka
Allah berfirman lagi kepada mereka: Akulah Tuhan kamu! Mereka berkata: Kami mohon perlindungan dengan Allah , kami tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun untuk kali kedua atau ketiga sehingga sebagian mereka hampir-hampir berubah .
 Maka Allah berfirman: Apakah di antara kamu dan Allah terdapat tanda-tanda yang membuat kamu dapat mengenaliNya?
Mereka menjawab: Ya! Lalu disingkaplah betis dan setiap orang yang bersujud kepada Allah dengan ihlas sudah pasti bisasujud dengan izin Allah sedangkan orang yang bersujud karena  takut atau untuk pamer maka Allah akan mengencangkan punggung orang tersebut sehingga tidak bisa  bersujud. Setiap kali hendak bersujud, dia terjungkelke belakang
 Kemudian apabila mereka mengangkat kepala, Allah telah berupa gambaran yang mereka lihat pertama kali tadi.  Allah pun berfirman: Akulah Tuhan kamu.
Mereka menyahut: Engkau Tuhan Kami! Kemudian dibentangkan sebuah jambatan di atas Neraka Jahannam dan syafaat di berikan .
Mereka mengucapkan: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Kemudian ada yang bertanya Rasulullah s.a.w: Wahai Rasulullah, apakah jambatan itu? Rasulullah s.a.w bersabda: Ia merupakan tempat yang licin. Terdapat kaitan besi dan besi berduri. Di Najd terdapat tumbuhan berduri yang disebut Sakdan. Maka seperti itulah besi-besi berkait tersebut. Orang-orang mukmin melintasi jambatan tersebut ada seperti kedipan mata,  kilat,  angin, burung dan seperti kuda atau unta yang berlari kencang. Mereka terbagi  tiga kelompok: Selamat dan tidak mengalami  rintangan, selamat tetapi terpaksa menempuh banyak rintangan dan terkoyak serta yang terus terjerumus ke dalam Neraka Jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah bebas dari azab Neraka, maka demi zat yang menguasai diriku  tidak ada orang yang sangat minta kepada Alllah , melebihi orang-orang mukmin yang mencari kebenaran daripada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih berada di Neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami,

sesungguhnya dulu mereka berpuasa bersama kami, menunaikan salat dan mengerjakan Haji.
 Allah berfirman kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kamu kenal  karena  wajah-wajah mereka tidak di makan api .
Banyak orang  yang dapat dikeluarkan dari Neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separuh betis dan lututnya.
Orang-orang mukmin itu berkata: Wahai Tuhan kami, tidakkah ada lagi yang tertinggal di dalam Neraka setelah Engkau perintahkan untuk dikeluarkan.
Allah berfirman: Kembalilah, siapa saja yang kamu temukan di hatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat satu dinar, maka keluarkanlah.
Mereka dapat mengeluarkan  manusia. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, Kami tidak tahu apakah masih ada di Neraka seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan.
Allah berfirman: Kembalilah, siapa saja yang kamu temukan dihatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat setengah dinar,  keluarkanlah.
 Mereka dapat mengeluarkan manusia lagi.
Setelah itu mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak tahu, apakah di sana masih ada orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan.
Allah berfirman: Kembalilah, siapa saja yang kamu temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meskipun hanya seberat zarah, maka keluarkanlah.
 Bertambah banyak  lagi yang dapat dikeluarkan.
Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak tahu adakah  pemilik kebaikan.


Sesungguhnya Abu Said al-Khudri berkata: Jika kamu tidak mempercayaiku mengenai Hadis ini,  bacalah firman Allah ayat 40 surah An-Nisa' :
 Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah dan jika ada kebaikan sebesar zarah, nescaya Allah akan melipat gandakannya serta memberikan dari sisiNya pahala yang besar.
 Allah s.w.t berfirman: Para Malaikat telah memberikan syafaaat , para nabi dan orang-orang mukmint. Tinggal  Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Lalu Allah mengambil segenggam  dari Neraka dan mengeluarkan sekumpulan orang yang sama sekali tidak pernah melakukan kebaikan. Mereka telah menjadi arang. Kemudian mereka dilempar ke sebuah sungai di pintu Surga, yang disebut Sungai Kehidupan. Seterusnya mereka keluar seperti tumbuhan kecil yang tumbuh setelah banjir. Bukankah kamu sering melihat tumbuhan kecil di celah-celah batu atau pohon, bagian yang terkena sinaran matahari akan berwarna sedikit kekuningan dan hijau, sedangkan yang berada di bawah tempat teduh akan menjadi putih?
Para Sahabat berkata : Seakan-akan engkau pernah mengembala di gurun.
Rasulullah s.a.w  bersabda: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalung, sehingga para ahli Surga dapat mengenali mereka: Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam Surga, tanpa amalan yang mereka kerjakan dan juga tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kamu ke dalam Surga, apa-apa yang kamu lihat,  adalah untuk kamu.
Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, Engkau telah berikan kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di dunia
. Allah berfirman: Di sisiKu ada pemberian untuk kamu yang lebih baik daripada pemberian ini.
 Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini? Allah berfirman: RidaKu, lalu Aku tidak memurkai kamu setelah ini buat selama-lamanya[1]

Komentarku ( Mahrus ali ):
Di katakan dalam hadis itu
Allah berfirman kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kamu kenal  karena  wajah-wajah mereka tidak di makan api .
Komentarku ( Mahrus ali ):
Rasulullah SAW saja tidak bisa mengeluarkan penghuni Neraka  dari Neraka, apalagi kaum mukminin. Syafaat  itu bila ada, maka fungsinya adalah ketika  akan di masukkan ke dalam api Neraka. Bukan sesudahnya. Kita kembali saja kepada ayat:
أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي النَّارِ
Apakah (kamu hendak merubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?  Zumar 19
Kalimat hadis  yang begitu panjang ternyata  tidak terdapat dalam  hadis Bukhari, apalagi  kalimat : Wajah mereka tidak tersentuh api"
Di katakan lagi dalam hadis  itu:
Allah berfirman: Kembalilah, siapa saja yang kamu temukan di hatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat satu dinar, maka keluarkanlah.
Allah s.w.t berfirman: Para Malaikat telah memberikan syafaaat , para nabi dan orang-orang mukmint. Tinggal  Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Lalu Allah mengambil segenggam  dari Neraka dan mengeluarkan sekumpulan orang yang sama sekali tidak pernah melakukan kebaikan. Mereka telah menjadi arang.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Kalau mereka hanya berbekal iman dan tidak menjalankan salat sama sekali, maka  sudah tentu mereka takkan di masukkan ke dalam surga, nanti  kalangan orang – orang yang bersungguh – sungguh  dalam beribadah dan menghindari kedurhakaan dan  menjalankan salat sesuai  dengan tuntunan akan iri dan malas melakukannya. Sebab dengan bekal iman saja sudah bisa masuk surga. Dan  tidak di terjunkan ke jurang Neraka. Lalu bagaimana dengan ayat ini:
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا  إِلَّا مَنْ تَابَ
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan kecuali orang yang bertaubat.” (QS. Maryam: 59-60).
Dalam ayat lainnya disebutkan,
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al Maa’un: 4-5).
Juga dalam ayat lain,
 مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43)
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat” (QS. Al Mudatstsir: 42-43).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.”[2]
‘Umar berkata, “Tidak ada bagian bagi seorang pun dalam Islam jika ia meninggalkan shalat.” Ayyub As Sikhtiyani berkata seperti itu pula.
Diriwayatkan pula dari Al Jariri, dari ‘Abdullah bin Syaqiq, dari Abu Hurairah, ia berkata,
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ
“Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.”[3] Dikeluarkan oleh Al Hakim dalam mustadroknya dan juga dikeluarkan oleh Tirmidzi namun tidak disebutkan dari Abu Hurairah.
Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang lebih parah dari meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan juga dosa karena membunuh seorang mukmin bukan lewat jalan yang benar.”
Dalam  hadis  itu di jelaskan:
Rasulullah s.a.w  bersabda: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalung, sehingga para ahli Surga dapat mengenali mereka: Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam Surga, tanpa amalan yang mereka kerjakan dan juga tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kamu ke dalam Surga, apa-apa yang kamu lihat,  adalah untuk kamu.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Orang – orang yang tidak melakukan kebaikan sama sekali di masukkan ke surga, mengapa  tidak di masukkan ke Neraka  selamanya. Lalu bagaimana  dengan ayat ini:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8).
Komentarku ( Mahrus ali ):
Ayat tsb menunjukkan bahwa manusia  di dunia ini perlu di uji, bukan dibiarkan  seenaknya layaknya  hewan yang melata di bumi atau burung yang terbang di angkasa, bukan demikian sekali lagi bukan. Akan tetapi ada maksud dan tujuan yang indah yaitu beribadah dan agar Allah tahu manakah diantara manusia yang baik dan mana yang buruk. Lalu akan diberi balasan yang layak, bukan balasan yang tidak laik dan  tidak adil. Lihat ayat ini:


ولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا (75) خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (76)

“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al Furqon: 75-76
وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ , سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

“Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shobartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ro’du: 24
Ada  hadis  sbb:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

Allahumma inni as-alukal jannah wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an-taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo [Ya Allah aku meminta kepada-Mu surga dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkanku kepada surga. Aku pun meminta perlindungan-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan padanya. Aku memohon pula pada-Mu agar Engkau menjadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik] (HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad 1: 172. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih 

Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfren)
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1





[1] Muttafaq alaih  112 Al bayan
[2] HR. Ahmad 5: 346, Tirmidzi no. 2621, An Nasa’i no. 464, Ibnu Majah no. 1079. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.
[3] HR. Tirmidzi no. 2622 dan Hakim 1: 7. Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shahih. Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52.