langit malam mengatakan...
Begini, Ulama madzhab empat seperti Imam Syafi'i itu juga ahli hadits dan kebanyakan ulama Indonesia juga mengikuti madzhab beliau Lalu knp msh dianggap ahli bid'ah????? Padahal Ulama2 di Indonesia selalu menjadikan literatur kitab2 syafi'iyyah sebagai rujukan. Apakah ulama sekaliber imam syafi'i itu dianggap ahli bid'ah lalu dari sisi mana bid'ahnya? Padahal beliau juga berijtihad langsung dari qur'an dan hadits. Apakah ijtihad beliau diragukan padahal keilmuan beliau sudah diakui para ulama.Dalam Surah Al Anbiya' dijelaskan:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
bukankah itu mnunjukkan bahwasanya orang yang tidak tahu harus bertanya dan mengikuti kepada orang yang berilmu. masalahnya siapakah orang yang berilmu? apa kriteria orang yang berilmu? sebenarnya kalo bs, saya juga mau ijtihad langsg ke qur'an dan hadits, tp saya takut salah ijtihad krn utk memahami qur'an dan sunnah prlu mnguasai bbrapa cabang ilmu spt bhs arab, nahwu, shorof, badi', ma'ani, bayan, mantiq, dll.
Ulama2 besar spt imam nawawi, imam rofi'i, imam ibnu hajar, imam romli, imam ghozali, imam suyuthi, dll mereka mengakui bahwa diri mereka itu hanya pengikut imam madzhab bukan sebagai mujtahid. Itu mnunjukkan bahwa diri mereka belum sampai tingkatan mujtahid, lalu knp mreka mnjadi pngikut madzhab kalau memang bid'ah?????
Apakah mereka tak mmhami Alqur'an dan sunnah scara mndalam sehingga mereka tdk bs membedakan mana yg ahli bid'ah mn yg tdk ataukah bagaimana????? Apakah orang awam seperti saya ini boleh dan sah berijtihad kpd al qur'an dan hadits dan apakah ijtihad saya akan tetap dibenarkan walaupun berbeda bahkan bertentangan dengan para Ulama tersebut? Kalau memang boleh apakah syarat2 dan ketentuan berijtihad trhdap Alqur'an dan sunnah????? lebih baik mana antara saya ijtihad sendiri atau saya mengikuti hasil ijtihad ulama?
Dan apakah orang spt anda sdah trmasuk orang yang sah dan dprbolehkan untuk ijtihad lgsg kpd qur'an dan hadits? Apakah yang dimaksud bid'ah itu karena tidak ada (tdak tertera / tdak tercantum) di dalam qur'an dan hadits ataukah yang dimaksud bid'ah itu karena tdak berdsar pada qur'an dan hadits(brtindak dan mnntukan ssuatu tanpa mengikuti anjuran kitab dan sunnah)?????
Ini skdar contoh: mnrut ijtihad imam syafi'i niat mnjadi syarat sahnya ibahadah sdangkan mnrut imam hanafi niat hanya mnjadi kesempurnaan saja. Padahal Rasululloh hanya berkata: إنما الأعمال بالنيات tidak menyinggung masalah sah dan kesempurnaan. dan jelas sekali bahwa pendapat dua Ulama ini tidak tercantum dalam qur'an maupun hadits. Apakah pendapat imam syafi'i dan imam hanafi tersebut yang dikategorikan sebagai bid'ah. Padahal pendapat beliau berawal dari ijtihad beliau ysng brdsar pada qur'an dan hadits. itu cuma contoh kecil yang pembahasannya sangat panjang, masih banyak contoh hasil ijtihad para Ulama spt halnya doa orang yang hidup trhdap orang yg sdah mati akan trsampaikan, tawassul kpd orang yg tlah wafat, tentang dunia tasawwuf, dll yang kesemuanya itu berdsar (sesuai) pada qur'an dan hadits walaupun tidak trcantum di dalamnya karena diibaratkan Alqur'an dan sunnah itu sumber mata air dan ijtihad adalah kegiatan mengalirkan air trsebut mlalui aliran2 dan pipa2 agar mudah dimanfaatkan dan dikonsumsi. Dg kt lain qur'an dan sunnah itu baku sedangkan ilmu fiqh, ushul fiqh, qowaid fiqh, tauhid, tasawwuf, dll adalah turunan, hasil dari pengklasifikasian oleh para ulama yang jelas bukan alqur'an dan hadits tapi tetap merujuk dan brdsar pd qur'an dan hadits..... Bagaimana pendapat anda tentang semua ini dan bagaimana anda menyikapinya. Tolong di jawab dengan rinci walaupun dicicil...... Trima Kasih atas krjasamanya, wal 'afwu minkum, Wassalamu'alaikum...........
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menyatakan :
saya juga mau ijtihad langsg ke qur'an dan hadits, tp saya takut salah ijtihad krn utk memahami qur'an dan sunnah prlu mnguasai bbrapa cabang ilmu spt bhs arab, nahwu, shorof, badi', ma'ani, bayan, mantiq, dll.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ijtihad itu tiada dalilnya , jangan berijtihad tapi ittiba`lah . Lihat dalam artikel sbb :
22 Feb 2011
22 Feb 2011
Dan ingatlah bahwa setiap ijtihad ulama, jika benar akan mendapatkan dua pahala. Dan jika mereka keliru, maka kekeliruan mereka dimaafkan sekaligus mereka akan diberi ganjaran satu pahala. (Sebagaimana dalam ...
Anda menyatakan :
Itu mnunjukkan bahwa diri mereka belum sampai tingkatan mujtahid, lalu knp mreka mnjadi pngikut madzhab kalau memang bid'ah?????
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jangan ikut madzhab tapi ittiba`lah , nanti kamu akan jadi ahli bid`ah yang ngaku ahlus sunnah bukan ahlus sunnah yang hakiki sebagaimana realita bukan mereka – reka atas pengikut madzhab Syafiiyah , bahkan banyak bukan sedikit yang terjun ke dunia syirik anti tauhid dan mau keluar , tidak bisa dan ada yang tidak mau di keluarkan .
Baca lagi disini : seluruhnya sudah terjawab:
Bermadzhab
Anda menyatakan :
Kalau memang boleh apakah syarat2 dan ketentuan berijtihad trhdap Alqur'an dan sunnah????? lebih baik mana antara saya ijtihad sendiri atau saya mengikuti hasil ijtihad ulama?
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ittiba`lah , jangan bermadzhab , mana dalilnya ber ijtihad . Mana dalilnya boleh bertaklid.
Anda menyatakan :
Apakah pendapat imam syafi'i dan imam hanafi tersebut yang dikategorikan sebagai bid'ah. Padahal pendapat beliau berawal dari ijtihad beliau ysng brdsar pada qur'an dan hadits. itu cuma contoh kecil yang pembahasannya sangat panjang,
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Jangan berpendapat dalam beragama , ia di larang karena termasuk membikin sariat sendiri . Allah berfirman :
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللهُ وَلَوْلاَ كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيم
Apakah mereka mempunyai sekutu - sekutu selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih.[1]
Anda menyatakan :
masih banyak contoh hasil ijtihad para Ulama spt halnya doa orang yang hidup trhdap orang yg sdah mati akan trsampaikan,
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Doa sampai pada orang mati itu ada dalilnya bukan ijtihad dari para ulama . Dalilnya sbb :
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِاْلإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.[2]
Anda menyatakan :
tawassul kpd orang yg tlah wafat, tentang dunia tasawwuf, dll yang kesemuanya itu berdsar (sesuai) pada qur'an dan hadits walaupun tidak trcantum di dalamnya karena diibaratkan Alqur'an dan sunnah itu sumber mata air dan ijtihad adalah kegiatan mengalirkan air trsebut mlalui aliran2 dan pipa2 agar mudah dimanfaatkan dan dikonsumsi.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Untuk tawassul dengan mayat , sudah saya bahas dengan lengkap . Bacalah disini :
22 Apr 2011
22 Apr 2011
PostHeaderIcon Kesesatan LBM NU Jember ke empat. Kamis, April 21, 2011 | Diposkan oleh Mantankyainu | Edit Entri. Di tulis oleh H Mahrus ali. Kisah tawassul Imam Malik. Dan bantahannya. KH.Abdullah Syamsul arifin ...
17 Apr 2011
17 Apr 2011
Kesesatan LBM NU jember ke tiga 17 Apr 2011 pertanyaanmu itu seperti orang yang bertanya apa orang ahli fikih , tehnik , ahli komputer , ahli besi , ahli ngelas , ahli lukis itu ? Bila kamu bisa menjawabnya , nanti kamu saya ...
17 Apr 2011
17 Apr 2011
Kesesatan LBM NU jember ke dua. Minggu, April 17, 2011 | Diposkan oleh Mantankyainu | Edit Entri. Di tulis oleh H Mahrus ali. Tim penulis LBM NU Jember menulis : Karena ikut Nabi Isa , maulid di adakan. Tim penulis LBM ...
10 Apr 2011
10 Apr 2011
Kesesatan LBM NU jember ke satu. Sabtu, April 09, 2011 | Diposkan oleh Mantankyainu | Edit Entri. Di tulis oleh H Mahrus ali. Tim penulis LBM NU Jember menyatakan lagi : Allah SWT juga berfirman : وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ ...
Bacalah terus sampai kepada kesesatan LBM NU Jember ke 35 Insya Allah
Anda menyatakan :
Dg kt lain qur'an dan sunnah itu baku sedangkan ilmu fiqh, ushul fiqh, qowaid fiqh, tauhid, tasawwuf, dll adalah turunan, hasil dari pengklasifikasian oleh para ulama yang jelas bukan alqur'an dan hadits tapi tetap merujuk dan brdsar pd qur'an dan hadits..
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Dalam kitab Ushul fiqih , fiqih , tauhid , dan tasawwuf ada yang benar dan banyak juga kekeliruannya .