Tampilkan postingan dengan label Gus Miek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gus Miek. Tampilkan semua postingan

Selasa, Oktober 04, 2011

Biografi KH Abdul Karim, Pendiri Pondok Lirboyo

Pertama kali menetap di Desa Lirboyo, ia langsung melantunkan adzan. Aneh, selepas itu, semalaman penduduk desa tak bisa tidur karena perpindahan makhluk halus yang lari tunggang langgang.

NAMA kiai ini KH Abdul Karim. Ia adalah pendatang dari Magelang yang kemudian diambil menantu Kiai Sholeh, Banjarmelati Kediri. Perpindahan Kiai Karim ke desa Lirboyo dilatarbelakangi atas dorongan dari mertuanya sendiri yang berharap dengan menetapnya Kiai Karim di Lirboyo akan menjadi tonggak penting syiar Islam di daerah itu. Gayung bersambut, kepala desa Lirboyo juga memohon kepada Kiai Sholeh agar berkenan menempatkan salah satu menantunya di desa Lirboyo. Dengan hal ini diharapkan Lirboyo yang semula angker dan rawan kejahatan menjadi sebuah desa yang aman dan tentram. Benar, selepas Kiai Karim melantunkan adzan, Desa Lirboyo bebas dedemit. Dan, tiga puluh lima hari setelah menempati tanah tersebut, Kiai Karim mendirikan surau mungil nan sederhana. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada 1910.

Secara garis besar Kiai Karim adalah pribadi yang sangat sederhana dan bersahaja. Ia juga gemar mela-kukan riyadlah mengolah jiwa alias tirakat. Kealimannya juga mulai terdengar ke luar daerah. Adalah bocah bernama Umar asal Madiun, yang menjadi santri pertama yang menimba ilmu dari Kiai Karim. Kedatangannya disambut baik oleh shahibul bait, karena kedatangan musafir itu untuk menimba pengetahuan agama. Selama nyantri, Umar sangat ulet dan telaten. Ia benar-benar taat pada Kiai.

Selang beberapa waktu ada tiga santri menyusul jejak Umar. Mereka berasal dari Magelang, daerah asal Kiai Karim. Masing-masing bernama Yusuf, Shomad dan Sahil. Tidak lama kemudian datanglah dua orang santri bernama Syamsuddin dan Maulana, yang sama-sama berasal dari Gurah Kediri. Seperti santri sebelumnya, kedatangan kedua santri ini bermaksud untuk mendalami ilmu agama dari Kiai Karim. Akan tetapi baru dua hari saja mereka berdua menetap di Lirboyo, semua barang-barangnya ludes disambar pencuri. Memang pada saat itu situasi Lirboyo belum sepenuhnya aman. Di Lirboyo masih ada sisa-sisa perbuatan tangan-tangan jahil. Akhirnya mereka berdua mengurungkan niatnya untuk mencari ilmu. Mereka pulang ke kampung halamannya.

Tahun demi tahun, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo semakin dikenal oleh masyarakat luas dan semakin dibanjiri santri. Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh Syamsuddin dan Maulana, dibentuk-lah satuan keamanan yang bertugas ronda keliling disekitar pondok.

Karena jumlah santri semakin membludak, dan musalla kecil tak lagi representatif, maka timbullah gagasan dari Kiai Karim untuk mendirikan masjid. Semula masjid itu amat sederhana, tidak lebih dari dinding dan atap yang terbuat dari kayu. Namun setelah beberapa lama masjid itu digunakan, bangunan itu mengalami kerapuhan. Bahkan suatu ketika masjid sederhana itu porak poranda disapu angin puting beliung. Akhirnya, KH Muhammad, kakak ipar Kiai Karim, berinisiatif membangun kembali masjid yang telah rusak itu dengan bangunan yang lebih permanen. Setelah bermusyawarah dan meminta izin pada KH Ma’ruf Kedunglo Kediri, dalam tempo peng-garapan yang tidak terlalu lama, masjid itu sudah berdiri tegak dan megah (pada masa itu) dengan mustakanya yang menjulang tinggi. Dinding serta lantainya terbuat dari batu merah, gaya bangunannya bergaya klasik, yang merupakan perpaduan model arsitektur Jawa kuno dengan Timur Tengah. Peresmian dilakukan pada tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1347 H. / 1928 M. Acara itu bertepatan dengan acara ngunduh mantu putri Kiai Karim yang kedua, Salamah dengan KH Manshur Paculgowang Jombang.

Murid Kiai Kholil Bangkalan

Kiai Karim lahir pada 1856, di sebuah desa terpencil bernama Diyangan Kawedanan Mertoyudan Magelang. Nama kecilnya adalah Manaf, putra ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Kiai Abdur Rahim dan Nyai Salamah. Pada saat Manaf berusia 14 tahun, mulailah ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain. Daerah pertama yang dituju adalah desa Babadan Gurah Kediri, lantas Karim meneruskan pengembaraannya di daerah Cepoko, 20 km arah selatan Nganjuk. Di sini Karim menuntut ilmu kurang lebih selama 6 Tahun. Selanjutnya pindah lagi ke Pesantren Trayang, Bangsri, Kertosono Nganjuk, untuk memper-dalam pengkajian ilmu al-Quran. Karena tetap haus ilmu, ia kemudian meneruskan pengembaraannya ke Pesantren Sono, sebelah timur Sidoarjo, sebuah pesantren yang ter-kenal dengan ilmu sharafnya. Tujuh tahun lamanya ia kerasan menuntut ilmu di pesantren ini. Periodenya selanjutnya diteruskan dengan nyantri di Pondok Pesantren Kedungdoro Surabaya. Era mondok yang paling berkesan adalah tatkala ia berguru pada ulama kharismatik yang menjadi guru para ulama Jawa dan Madura, Syaikhona Kholil Bangkalan. Tak tanggung-tanggung, Karim berguru di pesantren ini selama 23 tahun! Tak heran jika dalam usia yang terus bertambah, ia masih belum tertarik membina rumah tangga.

Pada saat berusia 40 tahun, Karim, yang mulai dipanggil kiai, memilih meneruskan pencarian ilmunya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, yang diasuh oleh sahabat karibnya semasa di Bangkalan, KH M Hasyim Asy’ari. Hingga pada suatu ketika Mbah Hasyim menjodohkan Kiai Karim dengan putri Kiai Sholeh dari Banjarmlati Kediri. Akhirnya pada tahun 1328 H/ 1908 M, Kiai Karim menikah dengan Siti Khodijah Binti KH Sholeh, yang kemudian dikenal dengan nama Nyai Dlomroh. Dua tahun kemudian Kiai karim bersama istri ter-cinta hijrah ke tempat baru, Lirboyo.

Sosok Kiai Karim dikenal sebagai sosok yang sangat istiqomah dan berdisiplin dalam beribadah, bahkan dalam segala kondisi apapun dan ke-adaan bagaimanapun. Hal ini terbukti tatkala menderita sakit, Kiai Karim masih saja istiqomah untuk mem-berikan pengajian dan memimpin shalat berjamaah, meski harus dipapah oleh para santri. Sebagai pengasuh ratusan santri, sikapnya yang kebapakan dan rendah hati, masih lekat diingatan para santri yang masih menangi zamannya.

Pernah, suatu ketika, ada pemuda yang berniat mondok di Lirboyo. Pakaiannya perlente sambil menen-teng koper, sebuah penanda kemewahan pada zaman itu. Di gerbang pondok, ia berpapasan dengan orang tua berpenampilan sederhana. Dengan seenaknya ia minta tolong pada orang tua itu untuk membawa-kan kopernya yang berat. “Antarkan aku ke ndalem Kiai Karim,” perintah-nya. Yang dimintai tolong segera mengiyakan. Setelah sampai di rumah kiai, orang tua itu meminta sang pemuda agar menunggu Kiai Karim barang sejenak. Alangkah terperanjatnya pemuda itu saat Kiai Karim muncul dari balik pintu ruang tengah, sebab orang tua yang ia suruh menenteng kopernya itu adalah Kiai Karim! Konon, saking malunya, pemuda perlente tersebut langsung mem-batalkan niatnya mondok di Lirboyo.

Mendung kedukaan menggelayut menaungi Lirboyo, saat Kiai Karim wafat pada 1954. Sepeninggal Kiai Karim, Ponpes Lirboyo dilanjutkan para menantunya, seperti KH Marzuqi Dahlan (adik KH Ihsan Dahlan Jampes, penulis Sirajut Thalibin), KH Mahrus Ali dan KH Jauhari. Adapun menantu yang lain, KH Abdullah mengasuh pesantren Turus Gurah Kediri, KH Manshur Anwar mengasuh pesantren Tarbiyatun Nasyiin Pacolgowang Jom-bang, sedangkan KH. Zaini mengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta.

Sekarang, pesantren yang menapak usia seabad ini dihuni sekitar 10 ribu santri. Diasuh secara kolektif oleh para cucu Kiai Karim, seperti KH Idris Marzuqi, KH Anwar Manshur, KH Imam Yahya Mahrus, KH Habibullah Zaini, dll.

* Dimuat di Majalah AULA edisi Pebruari 2010 dalam rubrik 'USWAH'
Sumber :

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kesan saya setelah baca  artikel di atas adalah KH Karim ulet , tidak mudah putus asa dalam mencari ilmu , mengajarkannya . Beliau mondok untuk mencari ilmu yang biasanya  tidak di ajarkan oleh ahli hadis Mekkah . yaitu ilmu ahli bid`ah yang di anggap ahlus sunnah oleh masarakat , bukan ahlus sunnah yang sesungguhnya . Menurut saya beliau ini adalah tokoh golongan dan termasuk ayat ini :
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.[1]
 Pada  hal kita  menjadi muslim bukan kafir, di larang keras mengikuti golongan  sebagaimana ayat :
وَلاَ تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(31)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.. Arrum 31-32


[1] Al an`am 159

Selasa, Juli 12, 2011

Binatang- binatang tunduk pada Gus Meik


Dalam http://zulfanioey.blogspot.com/2011/01/gus-miek-ketertundukan-binatang.htm terdapat keterangan sbb:

Sabtu, 22 Januari 2011

Gus Miek (Ketertundukan Binatang )



Ketika gus miek baru mulai bisa merangkak, saat itu ibunya membawa ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar dan panen kelapa, bayi itu ditinggalkan sendirian di sisi kebun, tiba-tiba dari semak belukar muncul seekor harumau. Spontan sang ibu berlari menjauh dan luapa bahwa bayinya tertinggal. Begitu sadar, sang ibu kemudian berlari mencari anaknya. Tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ibunya melihat harimau itu duduk terpaku di depan sang bayi sambil menjilati kuku-kukunya seolah menjaga sang bayi. Peristiwa ketertundukan binatang ini kemudian berlanjut hingga Gus Miek dewasa. Di antara kejadian itu adalah Misteri Ikan dan Burung Raksasa. Gus mike yang sangat senang bermain di tepi sungai Brantas dan menonton orang yang sedang memancing, pada saat banjir besar Gus Mik tergelincir ke sungai dan hilang tertelan gulungan pusaran air. sampai beberapa jam, santri yang ditugaskan menjaga Gus Miek, mencari di sepanjang pirnggiran sungai dengan harapan Gus miek akan tersangkut atau bisa berenang ke daratan. Tetapi, Gus Miek justru muncul di tengah sungai, berdiri dengan air hanya sebatas mata kaki karena Gus Miek berdiri diatas punggung seekor ikan yang sangat besar, yang menurut Gus Miek adalah piaraan gurunya. Pernah suatu hari, ketika ikut memancing, kail Gus Miek dimakan ikan yang sangat besar. Saking kuatnya tenaga ikan itu, Gus Miek tercebur ke sungai dan tenggelam. Pengasuhnya menjadi kalang kabut karena tak ada orang yang bisa menolong, hari masih pagi sehingga masih sepi dari orang-orang yang memancing. Hilir mudik pengasuhnya itu mencari Gus Miek di pinggir sungai dengan harapan Gus Miek dapat timbul kembali dan tersangkut. Tetapi, setelah hampir dua jam tubuh Gus Miek belum juga terlihat, membuat pengasuh itu putus asa dan menyerah. Karena ketakutan mendapat murka dari KH. Djazuli dan Ibu Nyai Rodyiah, akhirnya pengasuh itu kembali ke pondok, membereskan semua bajunya ke dalam tas dan pulang tanpa pamit. Dalam cerita yang disampaikan Gus Miek kepada pengikutnya, ternyata Gus Miek bertemu gurunya. Ikan tersebut adalah piaraan gurunya, yang memberitahu bahwa Gus Miek dipanggil gurunya. Akhirnya, ikan itu membawa Gus Miek menghadap gurunya yaitu Nabi Khidir. pertemuan itu menurut Gus Miek hanya berlangsung selama lima menit. Tetapi, kenyataannya Gus Miek naik ke daratan dan kembali ke pondok sudah pukul empat sore. beberapa bulan kemudian, setelah mengetahui bahwa Gus Miek tidak apa-apa, akhirnya kembali ke pondok. Pada suatu malam di ploso, Gus Miek mengajak Afifudin untuk menemaninya memancing di sungai timur pondok Al Falah. Kali ini, Gus Miek tidak membawa pancing, tatapi membawa cundik. Setelah beberapa lama menunggu, hujan mulai turun dan semakin lama semakin deras. Tetapi, Gus Miek tetap bertahan menunggu cundiknya beroleh ikan meski air sungai brantas telah meluap. Menjelang tengah malam, tiba-tiba Gus Miek berdiri memegangi gagang cundik dan berusaha menariknya ke atas. Akan tetapi, Gus Miek terseret masuk ke dalam sungai. Afifudin spontan terjun ke sungai untuk menolong Gus Miek. Oleh Afifudin, sambil berenang, Gus Miek ditarik ke arah kumpulan pohon bambu yang roboh karena longsor. Setelah Gus Miek berpegangan pada bambu itu, Afifudin naik ke daratan untuk kemudian membantu Gus Miek naik ke daratan. Sesampainya di darat, Gus Miek berkata “fif, ini kamu yang terakhir kali menemaniku memancing. Kamu telah tujuh kali menemaniku dan kamu telah bertemu dengan guruku. “Afifudin hanya diam saja. Keduanya lalu kembali kepondok dan waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi.

Komentarku ( Mahrus ali )
Dalam artikel itu di katakan :

Ketika gus miek baru mulai bisa merangkak, saat itu ibunya membawa ke kebun untuk mengumpulkan kayu bakar dan panen kelapa, bayi itu ditinggalkan sendirian di sisi kebun, tiba-tiba dari semak belukar muncul seekor harumau. Spontan sang ibu berlari menjauh dan luapa bahwa bayinya tertinggal. Begitu sadar, sang ibu kemudian berlari mencari anaknya. Tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi. Ibunya melihat harimau itu duduk terpaku di depan sang bayi sambil menjilati kuku-kukunya seolah menjaga sang bayi. Peristiwa ketertundukan binatang ini kemudian berlanjut hingga Gus Miek dewasa.

Komentarku ( Mahrus ali )
Anehnya ibunya tahu begitu jelas kepada  harimau yang menjilati kuku – kuku gus miek , ber ati jaraknya dekat dan harimau itu rupanya akrab juga dengan ibunya sehingga tidak mau melalap  tubuhnya .
Kalau tentang harimau bisa tunduk sering kali kita lihat ketika menonton sirkus , harimaunya bahkan ular – ularnya begitu tunduk kepada majikannya . Ini hal yang biasa dan tiada yang menyatakan bahwa pemain sirkus itu wali . Seluruh keaniahen  di dalam artikel itu bila  kita vonis dengan gegabah lalu kita katakan Gus miek itu wali , kita ber arti kurang belajar , dan kita ini seperti orang awam yang bila melihat keanehan sedemikian lalu kagum dan menganggap orang yang mengeluarkan kanehan itu wali . Pada hal , kalau kita keliru , lalu kita menyatakan waliyullah karena  keanehan tersebut , kita sebarkan , kita  agungkan . Tahu – tahu dia adalah waliyus syaitan , apa jadinya kita ini akan dikatakan  oleh orang –orang perlu belajar lagi dia.
وَقَالَ اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ : ( لَوْ رَأَيْتُ صَاحِبَ بِدْعَةٍ يَمْشِي عَلَى الْمَاءِ مَا قَبِلْتُهُ ) . فَلَمَّا بَلَغَ ذَلِكَ الشَّافِعِي -رَحِمَهُ الله- قَالَ: (إِنَّهُ مَا قَصَّرَ لَوْ رَأَيْتُهُ يَمْشِي عَلَى الْهَوَاءِ مَا قَبِلْتُهُ)
Allaits bin Sa`ad berkata : Bila aku melihat ahli bid`ah  berjalan di atas air, aku tidak akan menerimanya  ( ya`ni hadis riwayatnya  tidak akan ku terima karena  tidak bisa di percaya )
Pernyataan  itu sampai kepada Imam Syafi`i lalu beliau berkata : Benar apa yang di katakan oleh Allaits bin sa`ad, seandainya aku melihatnya terbang di udara, aku tidak akan menerimanya. [1]
Seorang penyair berkata :

إِذَا رَأَيْتَ شَخْصًا قَدْ يَطِيْرُ   وَ فَوْقَ مَاءِ الْبَحْرِ قَدْ يَسِيْرُ
وَلَمْ يَقِفْ عَلَى حُدُوْدِ الشَّرْعِ   فَإِنَّهُ مُسْتَدْرَجٌ وَ بِدْعِيٌّ
Bila kamu melihat seseorang terkadang   terbang di angkasa
Dan  terkadang berjalan di atas laut
Tapi tidak memperhatikan sariat ( banyak sariat yang di langgar )
Maka dia  termasuk orang yang di perdaya dan ahli bid`ah.

Imam Syafii berkata :
إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى اْلمَاءِ وَيَطِيْرُ فِي الْهَوَاءِ فَلاَ تَغْتَرُّوا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوا أَمْرَهُ عَلىَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
Bilakamu sekalian melihat seorang lelaki berjalan di atas air atau terbang di udara , maka jangan terpedaya dengannya ,hingga kamu cocokkan perilakunya  dengan al quran dan hadis

Untuk Nabi Khodhir yang katanya gurunya itu tidak tepat , karena nabi khodhir sudah meninggal  dunia sebagaimana ayat :

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

“Kami tidak menjadikan seorang pun sebelum engkau (hai Nabi), hidup kekal abadi.” (al-Anbiya’: 34)
Untuk masalah itu bacalah artikel ini di blog ini juga : MANTAN KYAI NU: Gus Miek Bertemu KH. Dalhar, Watucongol  Jumat, Juni 03, 2011


Ditegur


[1] Majalah buhuts al islamiyah  151/15

Senin, Juli 11, 2011

Zainuddin MZ Sosok Penyejuk Bangsa, tapi tunggu dulu

Redaktur : Syaifullah Amin

 Selasa, 5 Juli 2011 14:16 WIB | 671 Views

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah kalangan, baik politisi maupun profesional menyebut KH Dr Zainuddin MZ sebagai sosok penyejuk bangsa yang tak pernah lelah memberi kontribusi bagi penguatan kerukunan antarumat.

Demikian kesimpulan pendapat yang dihimpun ANTARA News dari dua politisi dan dua profesional di Jakarta, Selasa, sehubungan wafatnya KH Dr Zainuddin MZ setelah dirawat intensif di RS Pertamina.

Ke-4 warga yang dihubungi terpisah untuk memberikan komentarnya itu masing-masing Fayakhun Andriadi (Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI), Angelina Sondakh (Anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI), Edward Waleleng (profesional pajak), dan Stevan Obaja Voges (profesional foto).

"Almarhum telah menunjukkan baktinya yang positif dalam membangun semangat kebersamaan di antara umat beraneka latar belakang di Indonesia," kata Fayakhun Andriadi, anggota Komisi I DPR RI.

Sementara itu, Angelina Sondakh yang bertugas di Komisi X DPR RI menilai, almarhum KH Zainuddin MZ seorang pendidik masyarakat yang berwibawa dan nasionalis.

Di tempat terpisah dua profesional berbeda latar Edward Waleleng dan Stevan Vogez berpendapat, KH Zainuddin MZ sebetulnya merupakan salah satu sosok ulama penting yang piawai dalam membangun spirit kejuangan bangsa.

"Dia tak hanya milik Muslim, tetapi seluruh rakyat, karena almarhum mampu memberikan mutiara-mutiara kata orisinil khas Indonesia, yang langsung bisa dicerna dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat kita yang majemuk," kata Edward Waleleng.

Hal senada juga dinyatakan Stevan Vogez dengan mengucapkan selamat jalan ulama besar masa kini menuju tempat peristirahatan abadi.
Komentarku ( Mahrus ali ):

Bila mereka memberikan penilaian positif kepada KH Zainuddin MZ , maka hakikatnya dari pandangan mereka yang segitulah ilmu mereka dari segi agama .
Setahu saya , para nabi itu di senangi oleh orang beriman dan di benci kalangan orang – orang yang berlumuran dosa , apalagi kaum munafikin . Lihat ayat sbb :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا(31)
Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.[1]
Lihat para nabi akan di benci oleh orang – orang yang berlumuran dosa .tapi di senangi sama orang – orang yang mukmin , dimusuhi kalangan munafikin . Bila seorang da`I malah di cintai kalangan ahli bid`ah yang sembilan puluh persen syirik , sudah tentu bukan kekasih Allah dan orang syirik , munafik , orang – orang banyak dosa adalah musuh Allah , bukan kekasihNya . Karena itu , celaka sekali orang yang senang di senangi kalangan mereka. Allah berfirman :
وَ يُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.  ( 6 Al Fateh )
 .
Dalam artikel itu di jelaskan :
"Dia tak hanya milik Muslim, tetapi seluruh rakyat, karena almarhum mampu memberikan mutiara-mutiara kata orisinil khas Indonesia, yang langsung bisa dicerna dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat kita yang majemuk," kata Edward Waleleng.
Komentarku ( Mahrus ali )
Pada hal mayoritas rakyat Indonesia itu ahli bid`ah yang kebanyakan  syirik lihat ayat sbb :
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللهِ إِلاَّ وَهُمْ مُشْرِكُونَ
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).[2]
 Ayat itu menjelaskan kebanyakan manusia adalah syirik , jarang sekali yang bertauhid. Kebanyakan mereka itu musuh Allah . jarang sekali yang menjadi kekasihNya . Itulah paham dari ayat Al quran , bukan dari pendapat kaum nasionalis , munafikin dan kaum yang suka menyatakan extrimis kepada orang yang komitmen kepada al quran.
Bila seorang da`i menjadi idola mereka , ini tanda  bahwa  da`i tersebut menerangkan ajaran agama Islam yang kiranya di senangi mereka  dan menyimpan ajaran agama yang bertentangan dengan ajaran budaya mereka . Da`i sedemikian ini termasuk ayat :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلاً أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.[3]
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَعِنُونَ(159)
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila`nati Allah dan dila`nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela`nati,[4]
Karena itu , jangan punya keinginan menjadi da`i kayak gitu , tapi inginlah menjadi da`i yang di senangi  kalangan ahli hadis , di benci ahli bid`ah , munafikin , nasionalis dan LSM yang kafir.
      


[1] Al furqan 31
[2] Yusuf 106
[3] Al Baqarah 174
[4] Al baqarah

Rabu, Juli 06, 2011

Saya tidak suka KH Zainuddin MZ

Pendapat Aneh Saya tentang Zainuddin MZ

| 05 July 2011
12 dari 13 Kompasianer menilai aktual

Saya tau dari tulisan orang lain (sumber: lupa)
Yang ingin saya tulis adalah pendapat saya tentang Zainuddin MZ.
Bukan bidoata statistiknya.
Sejak pertama mendengar kaset ceramah Zainuddin MZ, saya langsung suka. Sehingga sejak saat itu beberapa koleksi ceramahnya selalu saya putar setiap sore menjelang azan Magrib. Bahkan suatu kali (1995) saya pernah cabut dari pekerjaan saya tanpa izin, karena ingin mendengar show akbar Zainuddin MZ di lapangan Imam Bonjol Padang, yang waktunya juga bertepatan pada hari kerja.
Kenapa saya suka?
Karena saya merasa terhibur dan semangat setiap mendengar ceramahnya. Saya merasakan Islam yang lapang dari dakwahnya. Bahkan lebih dari itu, dakwahnya bagi saya sekaligus sebagai suplemen psikologis ketika suasana hati saya lagi sedih dan pesimis.
Tapi waktu terus berjalan ….
Hingga saya banyak membaca. Dan akhirnya rajin menulis di dunia maya seperti saat ini, dimana tulisan saya juga banyak dibaca. Dan oleh sebagian pembaca dinilai begitu inspiratif. MAKA
….
Bagaimana pendapat akhir saya tentang Zainuddin MZ dalam kaitannya dengan pemahaman akan Islam?
Bagi saya, Zainuddin MZ adalah seorang orator ulung. Apapun model pemahaman yang disajikannya tetap memikat. Karena dia sangat menguasai teknik orasi. Dia memiliki daya pukau yang tinggi dalam presentasi. Banyak orang begitu kaya akan materi, tapi karena tidak menguasai teknik penyajian, maka pidato, ceramah dan orasinya menjadi tidak merangsang.
Begitu juga dengan sebuah tulisan. Banyak orang begitu hafal berbagai teori dan kutipan Tapi tulisannya tidak seksi. Tidak merangsang minat baca. Apa sebab?


Itulah yang dimiliki Zainuddin MZ.
Dia begitu lincah meramu materi ceramahnya.
Dia punya inner beauty orasi. Sens of komunikasinya sangat tinggi.
Membayangkan sosoknya, dengan gaya khas ceramahnya, mengingatkan saya pada konsep “ekstasi komunikasi” Jean Baudrillard. Masa, begitu terobsesi dengan nikmatnya sebuah komunikasi. Masa, terbius. Lagi, lagi, lagi dan lagi. Tidak soal apa isi yang dibicarakan, asal setiap melakukan kontak komunikasi selalu terasa nikmat. Yang penting adalah bagaimana mengemas sebuah isi. Bagaimana menyajiakan sesuatu agar menjadi memikat.
Dan konsep ekstasi komunikasi inilah yang dikelola dalam budaya popular. Budaya konsumeristik. Budaya show, shoping, even dan sejenisnya, adalah bentuk nyata dari prinsip ekstasi komunikasi. Masa, para klien, konsumen, larut dan asyik masyuk dengan produk-produk yang diluncurkan. Meskipun mereka tidak sadar semua itu untuk apa. Karena rasa sakaw akan kenikmatan itu sudah begitu membiusnya. Lagi, lagi dan lagi ….
Bagi saya,
Itulah yang paling khas pada Zainuddin MZ.
Dia seorang orator ulung.
Soal kedalamam materi kajian keislaman?
Saya tidak mencari jawabannya pada Zainuddin MZ.
Komentarku ( Mahrus ali )

Benar apa yang anda sampaikan , saya walaupun jarang mendengarkan ceramah KH Zainuddin MZ , saya sudah bisa menilai , KH Zainuddin MZ  sekalipun materi yang di bahas menarik , mudah mengendalikan massa , dan orang awam banyak yang kagum tapi bagi orang yang mendalami ilmu hadis ,  beliau ini nihil, kurang modal dalam bidang ini dan sering menyampaikan kedustaan pada Rasulullah SAW. Banyak kisah yang beliau sampaikan hanya sekedar kisah yang missinya hanya  menyenangkan masarakat dan bila di cari refrensinya  tidak ada. Boleh  di kata beliau ini bikin hadis palsu . Contohnya banyak dan akan saya sampaikan di blog sendiri . Saya  juga ingin mengumpulkan ceramahnya . Salah satunya yang pernah saya dengar kisah sbb:

 

Kesabaran Rasulullah Ketika Diludahi

Bukan hanya sekali saja Nabi dihina. Bahkan ada seorang wanita tua yang berani mencerca Nabi. Setiap kali Nabi melintas muka rumahnya, kala itu pula si wanita meludahkan air liurnya, “cuh,cuh,cuh.” Peristiwa itu berulangkali terjadi, bahkan hampir setiap hari.
Suatu kali, ketika Nabi lewat di depan rumahnya, si wanita tadi tak lagi meludahinya. Bahkan, batang hidungnya saja tak kelihatan pula. Nabi pun menjadi “kangen” akan air ludah si wanita tadi. Karena penasaran, Nabi lantas bertanya kepada seseorang, “Wahai Fulan, tahukah engkau, dimanakah wanita pemilik rumah ini, yang setiap kali aku lewat selalu meludahiku?”
Orang yang ditanya menjadi heran, kenapa Nabi justru menanyakan, penasaran, dan tak sebaliknya merasa kegirangan. Namun, si Fulan tak ambil peduli, oleh karenanya ia segera menjawab pertanyaan Nabi, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa si wanita yang biasa melidahimu sudah beberapa hari terbaring sakit?” Mendengar jawaban itu Nabi mengangguk-angguk, lantas melanjutkan perjalanan untuk ibadah di depan Ka’bah, bermunajat kepada Allah Pemberi Rahmah.
Sekembalinya dari ibadah, Nabi mampir menjenguk wanita peludah. Ketika tahu, bahwa Nabi, orang yang tiap hari dia ludahi, justru menjenguknya, si wanita menangis dalam hati. “Duhai betapa luhur budi manusia ini. Kendati tiap hari aku ludahi, justru dialah orang pertama yang menjenguk kemari.” Dengan menitikan air mata haru bahagia, si wanita bertanya, “Wahai Muhammad, kenapa engkau menjengukku, padahal tiap hari aku meludahimu?”
Nabi menjawab, “Aku yakin, engkau meludahiku karena engkau belum tahu tentang kebenaranku. Jika engkau mengetahuinya, aku yakin engkau tak akan lagi melakukannya.”
Mendengar ucapan bijak dari amnusia utusan Allah swt ini, si wanita menangis dalam hati. Dadanya sesak, tenggorokannya serasa tersekat. Lantas, setelah mengatur nafas akhirnya ia dapat bicara lepas, “Wahai Muhammad mulai saat ini aku bersaksi untuk mengikuti agamamu.” Lantas si wanita mengikrarkan dua kalimat syahadat.[1]
(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta.)
Kisah itu juga pernah saya dengar dari KH Zainuddin dalam ceramahnya . Saya hawatir , beliau ini tergolong hadis :
إِنَّ كَذِبًا عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ
مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
    Sesungguhnya berbuat bohong kepadaku tidak sebagaimana  kebohongan kepada seseorang . Barang siapa berbuat kedustaan  kepadaku dengan sengaja bertempatlah di tempat duduknya di neraka ( masuk nerakalah ) 
Al quran juga  ikut mendukungnya  sebagaimana  firman Allah :
  وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [2]
  Kisah seperti itu membikin kaum muslim hina dan nantinya  kaum kafir akan menginjak kita , bila kita di injak sekali  , kita sabar . Mereka akan menempeleng kita , lalu kita sabar lagi. Kita lebih baik ikut firman Allah sbb :
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. (Attaubah  73 ,Attahrim 9  ).
Syaikh Muhammad Jamil Zinu berkata :
مؤلفات محمد بن جميل زينو - (ج 5 / ص 18)
 رَجُلٌ صُوْفِيٌّ آَخَرُ أَرَادَ أَنْ يُرَبِّيَ نَفْسَهُ وَيُذِلَّهَا ، فَحَمَلَ كِيْسًا فِيْ رَقَبَتِهِ وَمَلَأَهُ جَوْزًا ، وَخَرَجَ إِلَى الْسُّوْقِ ، وَكَانَ كُلَّمَا مَرَّ صَبِيٌّ قَالَ لَهُ : أُبْصُقْ عَلَى وَجْهِيَ حَتَّى أُعْطِيَكَ جَوْزَةً : (فَاكِهَةٌ يُحِبُّهَا الْأَطْفَالُ) فَيَبْصُقُ الْصَبِيُّ عَلَى وَجْهِ الْشَّيْخِ فَيُعْطِيْهِ جَوْزَةً ، وَهَكَذَا كَانَ الْبُصَاقِ مِنْ أَوْلَادِ الْشَّوَارِعِ يَتَوَارَدُ عَلَىَ وَجْهِ الْشَّيْخِ طَمَعًا فِيْ أَخْذِ الْجَوْزَةِ ، وَالْشَّيْخُ الصُّوْفِيُّ مَسْرُوْرٌ ، وَعِنْدَ سَمَاعِيْ لَهَاتَيْنِ الْقِصَّتَيْنِ كِدْتُ أَتَمَيَّزُ غَيْظاً ، وَضَاقَ صَدْرِيْ مِنْ هَذِهِ الْتَرْبِيَةِ الْفَاسِدَةِ الَّتِيْ يَتَبَرَّأُ مِنْهَا الْإِسْلَامُ الَّذِيْ كَرَّمَ الْإِنْسَانَ بِقَوْلِهِ تَعَالَىْ :
((
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيَّ آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ... )). " سُوْرَةُ الْإِسْرَاءِ 70  "
Lelaki ahli tasawwuf lain ingin mendidik dirinya dan menghinakannya. Dia membawa tas di leher dan mengisinya  dengan buah pala, dan pergi ke pasar.. Setiap ada anak lewat , dia  berkata kepadanya: Ludahilah wajahku,  aku memberikan buah pala (buah dicintai oleh anak-anak). Lantas  anak itu meludai  wajah orang tua itu lalu di beri buah pala. Begitu  seterusnya ludah itu datang silih berganti ke wajah orang tua itu dengan harapan mengambil buah pala. dan orang tua sufi senang. Ketika saya mendengar cerita ini saya hampir tidak menahan kemarahan, dadaku sesak terhadap pendidikan rusak  yang asing bagi Islam yang  menghormat manusia , Allah  Maha tinggi berfirman:
((Dan saya telah menghormati anak-anak Adam dan memberi mereka transportasi di darat dan laut ...)). "Al-Isra '70"……………..Karya Syaikh Jamil Zinu hal 18/5

     Ceramah ahli bid`ah , setahu saya banyak kedustaannya .
Bersambung . …………………..


[1] ttp://abizakii.wordpress.com/2010/05/03/kesabaran-rasulullah-ketika-diludahi/#comment-753
[2] Al isra` 36 Al isra` 36

Senin, Juli 04, 2011

Fota - foto kota kelahiran Al albani



Masjid di kota Shkoder
Masjid di kota Shkoder
Masjid di Shkoder

Danau di Shkoder

Sebuah vila atau istana 

Jembatan 

Foto dari atas. 
Gambar dari Udara













Kamis, Juni 30, 2011

Gadis masuk Islam lalu dipenjara

PERJALANAN MENUJU ISLAM
Saturday, Aug 9, 2008/
Posted by: Maureen_for group islammenjawab
Aku terbayang saat-saat dimasa SMP ku yang dianggap sebagian guruku, aku adalah sosok jiwa murid yang liar dan terlalu agresif dalam mempertanyakan sesuatu tentang keyakinanku sendiri. Saat itu aku berdebat dengan salah satu suster pengajar di SMP khatolik tempatku menimba ilmu. Perdebatan tentang Doktrin Trinitas merupakan awal ku menemukan pancaran jiwa yang selama ini kucari-cari.

Apakah aku liar jika aku mempertanyakan sesuatu yang belum kuyakini kebenarannya ?. Apakah aku agresif jika aku mempertanyakan sesuatu yang tidak sanggup diterima oleh akal sehatku ?

Dalam Doktrin Trinitas disebutkan Tuhan 1 dalam 3, namun disaat yang bersamaan dikatakan Tuhan 3 dalam 1. Mana yang benar ? 1 dalam 3 ataukah 3 dalam 1 ? Pertanyaanku ini menimbulkan kemarahan dari para pengajar disekolahku, dan mereka mencapku sudah kemasukan roh jahat. Aku pun tak terima dikatakan demikian, hingga akhirnya pun dilaporkan kepada pihak orang tuaku dan gereja.

Sejak itulah aku jadi jarang ke gereja, namun aku lebih memilih membaca buku-buku agama tentang ketuhanan. Berbagai buku theologi, buku agama dari berbagai agama dan injil berbagai versi aku baca. Namun aku tidak menemukan jawaban yang memuaskan.

Hingga pada suatu hari, saat aku berjalan di pusat buku bekas di kwitang, Senen - Jakata, aku melihat sebuah buku dengan judul "Mempertanyakan Ketuhanan Yesus". Buku itu berisi tentang perdebatan seorang Mahasiswa Nasrani dengan seorang Kyai asal Bangkalan Madura dari Muhammadiyah, Kyai Mudhori yang sangat piawai dan hafal isi bibel luar dalam.

Perdebatan selama 3 hari itu akhirnya dimenangkan oleh kyai Mudhori dengan cara yang sangat masuk diakal. Kyai tersebut menggunakan Bibel untuk menggugah pikiran pemuda tersebut dan semuanya masuk akal. Akupun akhirnya puas setelah membaca buku itu. Akhirnya aku menemukan jawaban yang selama ini kucari-cari.

Mulailah saat itu pun aku akhirnya lebih tertarik mempelajari Islam, Agama yang dulu sempat kubenci, namun kini aku sangat mencintai. Berbagai buku Islam pun akhirnya menjadi koleksi pribadiku tanpa pernah papaku mengetahui.

Setelah hampir setahun aku pun akhirnya masuk dalam Islam. Agama yang saat ini ku anut, tanpa paksaan siapa pun. Keresahan yang selama ini senantiasa mengayut jiwaku, kini telah berlalu.

Aku pun mengucapkan sumpah dengan membaca "Dua Kalimah Syahadat" disaksikan teman-teman SMU ku yang seiman pada 13 November 2007. Aku menangis Haru dalam pelukan teman-temanku, guruku, dan para santri yang menghadiri Bai'at ku. Aku bahagia, akhirnya aku menemukan Mutiara cinta dari Allah SWT berupa Hidayah yang tak terhingga.

Setelah semua berlalu, akhirnya kepindahan keyakinanku pun diketahui oleh papaku. Aku diusir dari rumah, mamaku menangis dan memintaku untuk meminta maaf pada papaku serta kembali pada Khatolik. Namun aku tetap berpendirian teguh untuk tetap pada keimananku. hingga akhirnya aku pun pergi kerumah teman SMU ku. Disana aku disambut dengan Cinta dan kasih sayang yang tulus dari keluarga temanku. "Bunda" sebutan untuk ibu temanku yang kini telah menjadi guru, sahabat dan mama baruku selalu mengajarkanku tentang Islam. Mulai dari mengaji hingga membahas Hadist.

Aku pun semakin dekat dengan bunda, dia lah sosok ibu yang baik dan penuh cinta. Aku dipelihara diantara keluarga yang shakinah, Mawwaddah dan warrohmah. Beliau tidak hanya mengajarkanku agama Islam, namun juga ilmu lainnya serta ilmu berdagang, hingga aku bisa memiliki uang sendiri tanpa melupakan sekolahku.

Namun beberapa bulan kemudian, tepatnya 10 Juni 2008 aku dijemput paksa oleh anak buah papaku yang seorang perwira kepolisian di polda Lampung. Aku Menangis, meronta, bukan karena aku tidak mau berpisah dengan Bunda dan keluarganya, namun aku takut, aku takut tak kuat menghadapi Ujian dari Allah.

Kini aku pun bagai terpenjara dalam rumah papaku. Segala Fasilitas Komunikasi tak lagi bisa kunikmati. Aku bagai pesakitan dipenjara, yang hanya bisa berdo'a sampai kapankah Ujian ini berlalu. Orangtuaku sering membawakan para pastur untuk menasihatiku, namun aku tetap tak bergeming dan memilih Islam sebagai bagian yang tak akan kulepaskan.

Kini dikamarku aku hanya bisa melihat dunia luar dari balik jendela kamarku, kini aku hanya bisa menggunakan komputer dikamarku agar bisa berkomunikasi dengan teman-temanku. Kini aku hanya bisa berharap dan berdo'a, Kapankah Ujian ini berakhir.

Aku yakin Allah sangat mencintaiku, hingga Allah menguji keimananku, ketabahanku, dan kecintaanku pada Nya.
Komentarku ( Mahrus ali )
Saya sarankan agar anda tetap tabah ,dan ingatlah di dunia ini banyak orang baik yang telah mengalami apa yang anda alami , bahkan lebih berat ,  begitulah dunia bagi kaum yang beriman . Allah menguji mereka sebagaimana ayat :
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.[1]
Dilain ayat , Allah berfirman :
:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.[2]
      Berdoalah , dan ketahuilah . Begitulah nasib orang yang ayahnya kristen . Hal itu dari dulu dan di mana saja orang tinggal , Seluruhnya itu bukan kehendakmu atau orang tuamu , tapi  semata ujian orang yang beriman . Berdoalah , Allah akan memberikan jalan keluar . Ingat firmanNya :
اَمَّنْ يُّجِيْبُ الْمُضْطَرَّ اِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوْءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ اْلاَرْضِ اَاِلَهٌ مَّعَ اللهِ قَلِيْلاً مَّا تَذَكَّرُوْنَ.

      "Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepadaNya dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?  Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain?)  Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)".". An-Naml, 27:62.



[1]  Al Mulk 2.

[2] Muhammad

Kisah pelawak Jayakarta masuk Islam


Group” (Berita yang luput dari Media)
Monday, Aug 11, 2008
Saya pernah membaca cerita dibalik kisah masuk Islamnya Pak Cahyono (Pelawak Jayakarta Group bersama Jojon, Uuk, dan Jhonny). Namun tak satupun cerita itu menceritakan kisah sesungguhnya dibalik hidayah yang diterima Pak Cahyono. (Baca http://www.geocities.com/kebenaran_islam/cahyono.html , http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/cahyono-mengapa-aku-pilih-islam.html dan beberapa blog yang lainnya) semuanya kisahnya nyaris 90% sama dan terkesan mengcopy.
Namun dalam kisah ini saya akan mengupas Rahasia dibalik Ke Islaman Pak Cahyono yang saya dapatkan langsung dari Beliau. Saya dipertemukan oleh seorang aktivis perempuan yang suka membaca blog saya di blogspot. Beliau terkesan dengan kisah saya, lalu kami dipertemukan. Saat itulah beliau bercerita panjang lebar bagaimana beliau mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
Saat itu Pak Cahyono sedang melakukan Misa di Gereja tempat beliau biasa beribadah. Didekat Gereja itu ada sebuah sebuah mesjid, dan dari arah mesjid itu ada suara Adzan Isya yang masuk keruangan Gereja tempat beliau beribadah. Suara adzan itu begitu merdunya dan sampai membuat hati beliau bergetar hebatnya. Bahkan suara adzan itu seakan-akan tiada pernah hentinya, sehingga ceramah Pastur pun seolah tidak terdengar oleh beliau, padahal pastur memakai speaker di Gereja.
Lalu bergegas beliau pulang kerumah dan menyiapkan pakaian yang akan beliau bawa dari rumah bila misi “Suci” beliau gagal. Setelah itu, Pak Cahyono memanggil anak-anak dan istrinya, lalu beliaupun berkata : “Saya akan masuk Islam karena saya takut masuk neraka, Apakah kalian mau ikut saya, atau kita berpisah ?” Tegas beliau. Spontan anak-anak dan istrinya pun kaget dan protes. Bahkan sang istri pun menuduh beliau telah memiliki Istri simpanan.
Akhirnya karena gagal menarik anak dan istrinya kepada Islam, Pak Cahyono pun meninggalkan rumah. Beberapa waktu kemudian beliau pun bercerai dengan istrinya. Saat itu muncul berbagai berita miring tentang perselingkuhan Cahyono dengan wanita lain, namun berita itupun terbantahkan dengan sendirinya karena memang tak pernah satu pun ada wanita lain seperti yang dituduhkan mantan istrinya kepada Pak Cahyono.
Ada lagi kisah yang sempat terlewat, sebelum beliau masuk Islam, pernah suatu waktu Almarhum Benyamin S berkata dengan nada humor, Almarhum berkata : “No, ente tau gak kalau saat ini kita bisa bersama-sama dan bercanda bareng, kalau nanti kita meninggal kita enggak akan pernah ketemu” lalu pak Cahyono pun bertanya : “lho Memangnya kenapa bang ?” Lalu Almarhum Benyamin S berkata lagi dengan nada candaannya : “Karena tempat ane nanti di surga, sedangkan ente di neraka”
Mungkin saat itu almarhum bercanda, namun apa yang terjadi saat itu Pak Cahyono hati tergetar dan ketakutan. Beliau berkata pada saya : “Tahu tidak dik, saat itu almarhum memang kelihatan seperti bercanda tapi beliaulah salah satu orang yang telah menyadarkan saya tentang azab neraka, Subhanallah… kata-kata itu sampai kini masih terngiang ditelinga saya lho dik “
Sepanjang beliau bercerita tentang perjalanannya menuju Islam, beliau selalu melakukan tasbih, suatu hal mungkin sulit dilakukan oleh seorang yang biasa-biasa saja, walau pun ilmu agamanya tinggi, belum tentu sanggup sambil bercerita dan bertasbih sepanjang hari. Bahkan saat dimobil menuju restoran tempat kami akan makan siang pun beliau selalu bertasbih.
Nah mungkin kisah ini tidak akan pernah saudara-saudaraku dapatkan diblog manapun. Karena beliau hanya bercerita pada orang-orang terdekatnya saja, bahkan pers pun luput mendapatkan kisah eksklusif ini, mungkin ini salah satu hidayah untukku yang bertemu dengan orang yang mempunyai kisah yang mirip (sama-sama Muallaf). Namun aku beruntung mendengarkan kisah ini langsung dari orangnya, yaitu Pak Cahyono.
Komentarku ( Mahrus ali )
Begitulah cahaya petunjuk bila sampai kepada seseorang tanpa memandang tingkat intelektual , states sosial , kasta , darah biru atau hijau , suku bangsa arab atau bukan , di Mekkah atau di Mexxico , Jepang atau Medinah . Seluruhnya itu terserah orangnya , lalu Allah mengabulkannya . Allah berfirman :
اللهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُم وَقُلُوبُهُمْ  إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka lunak di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi petunjuk baginya [1]
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ
)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.[2]
Karena  itu Abu jahal yang  arab itu kafir , dan orang Jawa  muslim .
Setelah itu , terserah orangnya  kemana  dia mau ikut . Bila  ke islam ahli bid`ah , ikut kegiatan dan aktivitas mereka , maka saya sayangkan . Sebab Islam ahli bid`ah banyak di campuri dengan ajaran tradisional Hindu . Jadi islamnya  itu setengah hindu , setengah Islam . Mereka menerima ajaran Islam yang cocok dengan ajaran golongan atau tradisi nenek moyang dan mencampakkan ajaran Islam yang hatinya berontak . Ingat firmanNya :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلاً
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),[3]




[1] Azzumar 23
[2] Qaf -37
[3] Annisa`  150