Tampilkan postingan dengan label Mujahidin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mujahidin. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 23, 2015

Kisah kematian singa padang pasir


Ardha topan menulis 
Gugurnya Syaikh Umar Mokhtar rahimahumulloh sang Singa padang pasir dari Libya
beliau bertahun tahun berjihad melawan penjajah Fasis Italia hingga akhirnya tertangkap.
dialog Syekh Umar Mukhtar dengan seorang hakim Italia sebelum dieksekusi mati oleh penjajah:
Hakim: Tahukah kamu bahwa kamu akan dihukum mati?
Syekh Umar Mukhtar: ya..
Hakim: Saya sedih melihat kamu akan berakhir seperti itu.
Syekh Umar Mukhtar: sebaliknya, Inilah cara paling afdhal dalam mengakhiri hidupku ini.
(sang hakim mencoba untuk mempengaruhinya dengan memberikan pengampunan dengan syarat dia menulis untuk para pejuang lainnya agar tidak melawan italia lagi. lalu beliau melihat sang hakim, seraya berkata:
"sesungguhnya jari telunjuk ini yang selalu bersaksi di setiap sholat bahwa Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, tidak mungkin untuk menulis kalimat yang bathil")
Ardha Topan

Selasa, November 19, 2013

Allahu Akbar!!! Trio Mujahid Jepara Eksekusi Murtadin Penghujat Islam


JEPARA (voa-islam.com) – Arogansi murtadin yang menabur penodaan agama menuai badai. Omega Suparno (42), seorang murtadin dari kota ukir Jepara tewas mengenaskan dieksekusi trio mujahid setelah terbukti melecehkan Islam secara provokatif. Meski terancam hukuman mati oleh hukum thaghut, trio mujahid Jepara tak gentar di jalan Allah.
Murtadin naas warga desa Mayong Kidul, Mayong Jepara Jateng ini dieksekusi setelah melakukan penodaan agama terhadap mujahidin dengan melecehkan Al-Qur'an, Allah SWT, Nabi Muhammad dan Syariat Islam. Sedangkan trio mujahid Jepara yang mengeksekusi murtadin calon pendeta itu adalah Ustadz Amir Mahmud (29), Sony Sudarsono (29), dan Agus Suprapto (31).
Ustadz Amir Mahmud adalah alumnus pesantren tauhid terbesar di kotanya yang sudah malang-melintang di dunia jihad. Usai menamatkan pendidikan di pesantren tahun 2000, ayah seorang anak ini ditugaskan dakwah di Lombok, NTB. Tahun 2001, ketika bumi Ambon bergolak, ia terpanggil untuk berjihad selama 4,5 tahun membela kaum muslimin yang tertindas.
Sony Sudarsono adalah mujahid yang sudah malang-melintang berjihad hingga mancanegara. Ayah dua orang anak ini pernah mengikuti pelatihan jihad di Moro Pilipina. Sedangkan Agus Suprapto, warga Semper Barat, Cililing, Jakarta Utara, adalah mujahid yang pernah bergabung bersama kafilah i’dad di Aceh bersama Abu Umar. Ayah empat orang anak ini sempat menjadi buronan Densus 88 Antiteror karena jihadnya.
Eksekusi terhadap murtadin calon pendeta ini bermula pada bulan Oktober 2012, saat Ustadz Amir menerima pengaduan dari berbagai aktivis di Kudus, mengenai sepak terjang penginjil Omega Suparno setelah murtad meninggalkan Islam. Setelah murtad, jebolan pesantren Kudus yang sempat kuliah di IAIN Yogyakarta ini pindah kuliah ke Sekolah Tinggi Theologia Baptis Indonesia (STBI) Semarang untuk mengejar obsesi menjadi pendeta.
Setelah data, alamat dan identitas Suparno terkumpul, Ustadz Amir berkunjung ke rumah Suparno dengan misi untuk berdialog dan mengkonfirmasi latar belakang kemurtadannya, pada Selasa sore (11/12/2012).
Mulanya, dialog berjalan biasa saja seputar perkenalan. “Njenengan leres Mas Suparno, lulusan Ma’ahid yang pindah agama?” tanya Amir. (Apakah benar anda bernama Suparno, alumnus Ma’ahid yang sudah pindah agama?). “Inggih, leres,” jawab Suparno singkat. (Iya, benar).
Namun agenda dialog yang direncanakan tak semulus rencana awal. Dikonfirmasi baik-baik, Suparno malah ngelunjak. Dengan provokatif, ia memaparkan bahwa imannya dalam Kristen sudah mantap dan tidak bisa diganggu gugat lagi. Bahwa semua manusia hanya bisa selamat di surga bila mengimani Yesus sebagai tuhan dan juruselamat. Dosa manusia hanya bisa dibersihkan dengan tebusan kematian Yesus di ting salib, dan keselamatannya sudah dijamin 100 persen oleh Yesus.
Untuk mempertegas kesaksiannya, Supar –sapaan akrabnya– mengumbar pernyataan yang mendiskreditkan Al-Qur'an.  “Al-Qur'an itu tidak ada yang benar, salah semua. Kalau di sini ada Al-Qur'an, saya injak-injak saja,” ejeknya sambil memeragakan kaki menginjak-injak lantai rumahnya.
Tak puas menghina Al-Qur'an, Supar melanjutkan sasaran hujatannya kepada Allah SWT. “Allah itu sebenarnya kan tidak ada, Allah itu baru diadakan setelah adanya bangsa Arab,” ujar Amir menirukan Suparno.
Ketika topik pembicaraan beralih kepada kenabian Muhammad SAW, Supar menyebut Muhammad bukan seorang nabi, karena kualitasnya hanya selevel dengan Kiyai Jawa. “Nabi Muhammad itu tidak boleh dikultuskan, karena kenabiannya setara dengan gelar kiyai di Jawa,” tegasnya.
Tak ada titik temu, dialog diakhiri ketika azan magrib berkumandang. Sebelum berpisah, keduanya berjanji untuk melanjutkan dialog lagi esok harinya.
Dialog juga tak berjalan imbang, karena Supar sebagai tuan rumah mencecar Amir dengan pemaparan seperti orang pidato. “Saya gak banyak kesempatan bicara, karena Supar bicaranya gak berhenti-berhenti,” papar Amir kepada voa-islam.com sebelum Sidang di PN Jepara, Kamis (20/6/2013).
Muwati (40) adik kandung Suparno, membenarkan adanya pertemuan dialog Suparno dengan Ustadz Amir Mahmud sehari sebelum insiden eksekusi. “Nggih, rumiyen wonten tamu kalih, sanjange rencange teng Ma’ahid, tapi adik kelasipun,” ujarnya kepada voa-islam.com, Kamis (20/6/2013). (Iya, dulu ada dua orang tamu, katanya adik kelas Suparno di Ma’ahid).

Tapi ia hanya mendengar sekilas dan tidak mengikuti percakapan sampai akhir karena ada urusan lain. “Nopo sing dipermasalahke kulo boten semerap,” jelasnya. (Apa yang dibicarakan mereka saya tidak tahu).
...Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara, menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa...
Esoknya, Rabu malam (12/12/2012) Ustadz Amir bersama Sony dan Agus mengeksekusi murtadin Suparno di belakang Ruko Jember Kudus. Setelah tewas, mayat Suparno dibuang ke hutan jati di Jepara.
Selanjutnya mayat Suparno di area petak 106 hutan jati desa Jinggotan, kecamatan Kembang, kabupaten Jepara pada Kamis (13/12/2012).
Polisi baru bisa mengungkap identitas korban sepekan kemudian, pada Rabu (19/12/2012). Setelah pengambilan sampel tes DNA dan dibawa pulang, jenazah Suparno dibawa ke Gereja Injili Tanah Jawa (GITJ) Jepara dan langsung dimakamkan malam itu juga di makam Kristen setempat.
Akhirnya Ustadz Amir, Sony dan Agus dibekuk tim khusus Polda Jateng, Jumat (28/12) di Sragen dan Kudus.
...Saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa mujahid siap dipertaruhkan...
TEGAR MELAKSANAKAN SYARIAT
Kini, Ustadz Amir Mahmud, Sony Sudarsono, dan Agus Suprapto menjadi pesakitan di PN Jepara. Sidang pertama dengan agenda pembacaan Dakwaan digelar pada Kamis (13/6/2013). Ketiganya terancam hukuman mati, dengan jeratan pasal berlapis, antara lain: pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1), pasal 353 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1); pasal 351 KUHP jo pasal 55 ayat 1 (1).
Meski hukuman mati mengancam di depan mata, namun ketiga mujahid muda itu tak gentar. Mereka meyakini amaliah yang dilakukannya sebagai ibadah. “Melalui amaliah ini saya ingin menyampaikan pesan kepada para murtadin dan aktivis pemurtadan. Jangan sekali-sekali melecehkan Islam. Kalau Islam dihina, nyawa para mujahid siap dipertaruhkan!” tegasnya.
Jihad Trio Mujahid Jepara itu mendapat dukungan dari Front Pembela Islam (FPI). Pembina Laskar FPI Jawa Tengah, Ustadz Said Sungkar, menilai tindakan mereka sudah sesuai dengan nas Syariat yang memberikan sanksi kepada kaum murtadin.
“Sebagai kewajiban seorang Muslim, Rasulullah SAW mengatakan, "Man baddala dinahu faqtuluh" (Barangsiapa menukar agama maka bunuhlah dia). Karena di Indonesia tidak berlaku hukum Islam, maka daripada semua orang Islam berdosa, maka mereka mengambil alih tanggung jawab itu guna menyelamatkan umat Islam yang tidak menjalankan syariat,” jelasnya. “Memang, jika Syariat Islam berlaku maka yang berhak menentukan hukuman mati (kepada murtadin) adalah qadhi. Tapi karena tidak ada Syariat Islam, maka Syariat itu berlaku “manistatho’a.” Siapa yang mampu menjalankan, itu bisa,” tambahnya.
Ustadz Said bahkan memuji ketiganya sebagai pahlawan pemberani yang siap dengan segala resikonya. “Mereka adalah orang yang berani mengambil alih beban amanah yang seharusnya dipikul oleh negara. Tapi karena negaranya berkhianat kepada Syariat, maka mereka menyelamatkan Syariat agar tidak menjadikannya berdosa,” tandasnya.
...Dalam agama yang dianut para terdakwa membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia...
Senada itu, Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan SH menegaskan bahwa insiden eksekusi Trio Mujahid Jepara terhadap murtadin Suparno itu bukan kasus pembunuhan biasa. Pasalnya, eksekusi ini adalah respon para aktivis Islam terhadap tindakan provokasi murtadin Suparno yang melecehkan Islam dengan semena-mena. Karenanya, kasus ini tidak bisa diterapkan pasal Pembunuhan Berencana. “Ini bukan pembunuhan biasa, karena amat nyata dimulai dari provokasi kebencian terhadap agama lain oleh korban dengan menyudutkan dan menjelekkan agama lain,” tegasnya.
Michdan mengingatkan, di mata hukum, tindakan provokasi agama itu memiliki konsekuensi hukum. Dalam hukum Islam, sanksi terhadap orang yang melecehkan Allah dan Rasulullah adalah hukuman mati, dan pelaksanaannya dinilai ibadah.
“Keyakinan agama itu diajarkan sedemikian rupa, dan pelecehan agama itu memiliki konsekuensi secara hukum,” jelasnya. “Kasus ini betul-betul kasus penghinaan dan pelecehan, dan dalam agama yang dianut para terdakwa itu membenarkan tindakan yang dilakukan seperti itu. Dalam dalam keyakinan agama tersangka, ini adalah ibadah dia,” tandasnya. [a ahmad jundullah]

Selasa, November 12, 2013

Allahu akbar, Jabhah Nushrah tewaskan lebih dari 110 tentara dan rebut ratusan roket di Homs Timur


 Allahu akbar, Jabhah Nushrah tewaskan lebih dari 110 tentara dan rebut ratusan roket di Homs Timur

Allahu akbar, Jabhah Nushrah tewaskan lebih dari 110 tentara dan rebut ratusan roket di Homs Timur
Siraaj Selasa, 8 Muharram 1435 H / 12 November 2013 16:00

Sebagian senjata berat yang diperoleh mujahidin dari gudang senjata Mahin
HOMS (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah melakukan dua serangan syahid terhadap markas Batalion Hagana rezim Nushairiyah Suriah di wilayah pinggiran Homs Timur pada Senin (21/10/2013). Serangan dua bom mobil berkekuatan 6 ton bom itu disusul penyerbuan mujahidin terhadap markas Batalion Hagana. Lebih dari 100 tentara rezim Nushairiyah Suriah tewas dalam serangan heroik tersebut. Mujahidin kemudian menyerang markas-markas militer dan kesatuan-kesatuan militer rezim Nushairiyah di wilayah Shadad. Besarnya konvoi bantuan militer demi konvoi bantuan militer rezim Nushairiyah ke wilayah Shadad memaksa mujahidin ditarik mundur ke desa Mahin. Atas izin dan taufik Allah semata, hal itu justru menjadi awal sebuah kemenangan yang besar. Dengan dukungan personil dan persenjataan dari kelompok-kelompok jihad lainnya, Jabhah Nushrah akhirnya berhasil merebut gudang-gudang senjata Mahin pada Selasa (5/11).
Ratusan roket, amunisi dan senjata berat berhasil dikuasai oleh mujahidin Jabhah Nushrah. Media massa revolusi memberitakan kesuksesan besar itu merupakan kerjasama Jabhah Nushrah dengan Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah, Batalion Maghawir Baba Amru dan sebuah kelompok jihad local Homs lainnya.
****
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Penjelasan no. 427 Perang Pintu-pintu Allah Tidak Tertutup: Merebut Gudang-gudang Senjata Mahin di Pinggiran Homs
Segala puji bagi Allah Yang Maha Merajai lagi Maha Tinggi, Yang telah memerintahkan kita untuk memutuskan perkara di antara manusia dengan keadilan dan mensyariatkan kepada kita untuk melawan penyerangan dengan balasan setimpal. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada orang yang senantiasa tersenyum lagi ahli berperang, nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa salam, juga atas seluruh keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du.
Target: Menyerang batalion-batalion dan gudang-gudang senjata rezim Nushairiyah Suriah di pinggiran Homs Timur, di antaranya gudang-gudang senjata Mahin yang merupakan gudang senjata terbesar di Suriah. Kelompok mujahidin yang berperang Jabhah Nushrah [semoga Allah menjayakannya] bekerja sama dengan beberapa kelompok jihad lainnya. Kronologi pertempuran Bersamaan dengan terbitnya fajar hari Senin, 16 Dzulhijah 1434 H/21 Oktober 2013 M, dua orang ksatria Jabhah Nushrah [semoga Allah menjayakannya] berangkat untuk menghantam Batalion Pasukan Penjaga Perbatasan [Hagana] di wilayah Hawarin dan Bi’r Gaz [sumur gas bumi], dekat wilayah Shadad —yang merupakan salah satu markas terkuat pasukan rezim Nushairiyah Suriah di kawasan pinggiran Homs Timur—. Kedua ksatria Jabhah Nushrah menghantam markas Batalyon Hagana dengan dua buah bom mobil yang memuat lebih dari enam ton bom. Dengan darahnya yang suci, keduanya membuka jalan penyerbuan bagi saudara-saudara mereka di beakang mereka, yang tidak ragu sedikit pun dalam menyerbu markas Pasukan Hagana. Mereka berangkat untuk menaklukan batalion tentara Nushairiyah dan markas-markas militernya. Mujahidin berhasil menyerbu ke dalam markas Batalyon Hagana dan membersihkannya sepenuhnya dari pasukan Hagana.
Mujahidin kemudian menyerang wilayah Shadad, sehingga terlibat baku tembak sengit dengan markas-markas militer dan kesatuan-kesatuan militer rezim Nushairiyah di dalam wilayah Shadad, sampai akhirnya mujahidin berhasil membebaskan semuanya dari pasukan Nushairiyah. Segala puji bagi Allah semata. Rezim Nushairiyah Suriah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk merebut kembali wilayah Shadad. Rezim Nushairiyah mengirim konvoi bantuan militer demi konvoi bantuan militer, sehingga mujahidin terpaksa mundur dari wilayah Shadad dan kembali ke desa Mahin, “agar Allah menetapkan perkara yang pasti akan terjadi.”
Baku tembak sengit terus berlanjut di antara kawasan Shadad dan desa Mahin. Sampai akhirnya dengan taufik Allah semata, mujahidin memutuskan untuk membuka front gudang-gudang senjata di Mahin. Maka berdatanganlah bantuan dan dukungan dari kelompok-kelompok jihad Islam, sehingga pertempuran dahsyat berlangsung sampai hari Selasa, 2 Muharram 1435 H/5 November 2013 M. Di awal tahun baru hijriyah inilah gudang-gudang senjata Mahin seluruhnya jatuh ke tangan orang-orang yang berhak menguasainya, yaitu mujahidin Islam. Semua isi gudang berupa amunisi, roket, dan senjata menjadi harta rampasan perang di tangan wali-wali Allah, mujahidin, demikian kami menganggap mereka dan Allah-lah Yang menilai amal mereka.
Hasil pertempuran:
1. Lebih dari 100 tentara rezim Nushairiyah Suriah dan milisi Syiah bayarannya tewas oleh serangan dua bom syahid, yang disusul oleh penyerbuan mujahidin ke dalam markas Batalion Hagana. Kita berdoa kepada Allah semoga menerima kedua pelaku serangan bom syahid dan meninggikan kedudukan keduanya di dalam surga.
2. Puluhan tentara rezim Nushairiyah Suriah, di antaranya beberapa perwira tinggi, tewas dalam pertempuran menaklukkan gudang-gudang senjata Mahin.
3. Merebut sepenuhnya gudang-gudang senjata Mahin di pinggiran Homs Timur, di mana mujahidin memasukinya dengan pekikan takbir dan tahlil. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Allah Ta’ala menakdirkan seorang kolonel dan beberapa tentara rezim Nushairiyah Suriah berhasil melarikan diri dari gudang-gudang senjata Mahin sebelum mujahidin merebutnya secara penuh. Maka mujahidin mengejarnya dengan maksud menangkapnya, dengan izin Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengalahkan. Perwira militer dan tentara-tentaranya tersebut telah banyak menyiksa dan menindas kaum muslimin di Homs.
***
Saudara-saudara kalian, mujahidin, masih terus menorehkan peperangan-peperangan dahsyat dan kepahlawan-kepahlawanan dengan darah mereka di kawasan pinggiran Homs Timur. Mujahidin terlibat baku tembak sengit dengan sisa-sisa pasukan rezim Nushairiyah dan menghadang konvoi-konvoi militer yang tiap hari dikirim oleh rezim Nushairiyah dalam usaha-usaha mereka yang gagal —dengan pertolongan Allah semata— untuk merebut kembali gudang-gudang senjata Mahin dan wilayah sekitarnya. Kami menyampaikan kabar gembira kepada penduduk kami, kaum muslimin, bahwa semua senjata dan amunisi di gudang-gudang senjata Mahin ini —dengan izin Allah Ta’ala— akan menjadi bahan bakar Peperangan Memecahkan Blokade rezim Nushairiyah Suriah terhadap wilayah Homs dan Ghautah Timur, dan sebagai bantuan bagi seluruh front pertempuran terbuka lainnya melawan pasukan rezim Nushairiyah durjana di negeri Syam. Allah Ta’ala semata yang mengaruniakan taufik.
“Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya.” (QS. Yusuf [12]: 21)
Jabhah Nushrah Yayasan Media Al-Manarah al-Baidha’
Jangan melupakan kami dalam doa Anda Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam
Jum’at, 5 Muharram 1435 H/8 November 2013 M
- See more at: http://www.arrahmah.com/jihad/allahu-akbar-jabhah-nushrah-tewaskan-110-tentara-rebut-ratusan-roket-homs-timur.html#sthash.YfiWEsUJ.dpuf

Kamis, Agustus 29, 2013

Tokoh jihad Yordan: Rencana serangan Barat terhadap Suriah untuk mengagalkan proyek Daulah Islam



AMMAN (Arrahmah.com) – Tokoh gerakan jihad Yordania menyatakan serangan Barat yang diprediksikan terhadap Suriah menargetkan “proyek Daulah Islam” yang telah dibangun oleh gerakan jihad di Suriah selama dua setengah tahun ini, laporan koran elektronik Yordania Wathan pada Selasa (27/8/2013).
Pemimpin menonjol gerakan Salafi Jihadi Yordania, Syaikh Muhammad Syalabi Abu Sayyaf mengatakan serangan militer Barat tidak menargetkan rezim Bashar Asad yang kekuatan militernya mulai terbatas pada pasukan darat akibat serangan-serangan mematikan mujahidin. Namun serangan militer Barat menargetkan “proyek Daulah Islam”.
Dalam pernyataannya yang dimuat oleh situs Yordania, Khabirni, Abu Sayyaf menegaskan bahwa “serangan militer Barat yang ditunda-tunda dan terlambat itu memiliki tujuan-tujuan politis, sebenarnya tidak memiliki kepedulian terhadap rakyat Suriah yang telah dibantai selama dua setengah tahun”.
Abu Sayyaf menegaskan bahwa kelompok Jabhah Nushrah yang memiliki lebih dari 100 anggota dari warga Negara Yordania akan membalas setimpal setiap pihak yang menyerangnya.
Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyah, Harakah Al-Fajr al-Islamiyah, Harakah Al-Mutsanna al-Islamiyah, Daulah Islam Irak dan Syam, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Suriah bertujuan menegakkan Daulah Islamiyah di Suriah pasca tumbangnya rezim Nushairiyah Suriah. Secara fakta pemerintahan Daulah Islamiyah telah berjalan di propinsi Aleppo melalui lembaga Haiah Syar’iyah.
Rezim Nushairiyah Suriah semakin sempoyongan setelah basis utama pendukungnya di provinsi Lattakia menerima pukulan-pukulan mematikan mujahidin Islam dan mujahidin FSA sejak pekan keempat bulan suci Ramadhan 1434 H atau awal Agustus 2013 M. Belasan desa Nushairiyah, termasuk kota kelahiran Bashar Asad yaitu Qaradahah, telah jatuh ke tangan mujahidin.
Rezim Nushairiyah Suriah yang panik membalasnya dengan melakukan pembantaian massal dengan senjata kimia di distrik Ghautah Timur, provinsi pinggiran Damaskus dan kota Moadamiyah asy-Syam, provinsi Damaskus pada Rabu (21/8/2013). Lebih dari 1700 warga sipil muslim gugur dan 6000 lainnya cedera akibat serangan biadab tersebut.
Namun mujahidin Islam dan mujahidin FSA melakukan serangan balasan yang membuat rezim Bashar Asad sempoyongan di ibukota Damaskus. Bom mobil Jabhah Nushrah meluluh lantakkan posko militer Tha’mah di jalan raya Zamalka – Qabun, jalan raya yang menuju ibukota Damaskus pada Kamis (22/8/2013) pagi. Jabhah Nushrah juga menghujani desa-desa Nushairiyah di pinggiran Lattakia dengan 28 roket.
Sementara itu sembilan kelompok jihad, dipelopori Daulah Islam Irak da Syam, melancarkan operasi gabungan “gunung api pembalasan”. Selama dua hari, Senin (26/8/2013) dan Selasa (27/8/2013), mujahidin menembakkan lebih dari 100 roket dan mortar terhadap lebih dari 26 markas militer, asrama militer, dan posko militer rezim Nushairiyah Suriah di Damaskus. Gedung kedutaan besar Rusia di Damaskus tidak luput dari serangan mujahidin.
Tanpa ada serangan darat dan laut dari militer AS dan Barat sekalipun, rezim Nushairiyah Suriah telah sempoyongan oleh serangan-serangan mujahidin. Serangan militer AS dan Barat, jika benar akan dilakukan, bertujuan untuk merealisasikan tujuan-tujuan politis AS dan Barat sendiri. AS dan Barat ingin mencuri hasil jihad mujahidin Suriah. (muhibalmajdi/arrahmah.com)
Komentarku ( Mahrus ali): 
Memang benar keterangan diatas, Yahudi tidak akan rela adanya  pemerintahan yang menggunakan UU Qurani , mereka sangat benci dan akan memeranginya. Mereka ingin negara tsb menggunakan UU setan saja sampai hari kiamat. Mereka senang menginjak UU Allah dan mengjunjung hukum Yahudi . Ingatlah ayat ini:
الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yg beriman berperang di jalan Allah, & orang-orang yg kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adl lemah.


THA`IFAH Manshurah atau Tha`ifah Zhahirah bukan golongan yang terus menerus menelan  kekalahan adalah satu kelompok dari umat Islam yang mendapat pertolongan Allah bukan  golongan yang mendapat laknatNya.  dan mereka merupakan manusia-manusia pilihan Allah bukan pilihan  setan – setan manusia yang pro thaghut. Mereka  selalu ada sejak masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampai hari kiamat. Mereka adalah orang-orang yang berakidah sesuai pemahaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau bukan  golongan yang mengkafirkan sahabat  dan banyak  bid`ahnya. Mereka  menjauhi dosa-dosa besar dan dosa kecil semampu mereka, berusaha mengamalkan sunnah mulai dari yang paling kecil hingga yang besar dan jelas sikap fanatiknya pada Islam, anti nasionalisme dan pemetakan berdasarkan ras dan daerah. Hanya satu yang menyatukan mereka yaitu akidah Islam dan permusuhan terhadap thaghut.
Salah ciri mereka yang jelas terlihat adalah bahwa mereka berperang di jalan Allah. Sekali lagi saya menggunakan kata perang (قِتَال) bukan jihad yang masih bisa diinterpretasikan lain selain angkat senjata membunuh atau dibunuh musuh. Mereka berperang di jalan Allah bukan di jalan rezim korup.
Berikut beberapa riwayat tentang tha`ifah manshurah yang mengandung tegas kalimat qital (berperang) di jalan Allah.
1.Hadits Jabir bin Samurah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
“Agama ini akan selalu tegak dimana ada sekelompok kaum muslimin berperang membelanya sampai hari kiamat.”
(HR. Muslim, no. 1922 dalam kitab Al-Imarah, Musnad Ahmad, no. 20985).
Isnadnya hasan karena dalam sanadnya ada Simak bin Harb dimana haditsnya hasan bila bersendirian.

2.Hadits Jabir bin Abdullah yang juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, nomor 1923:
“Harun bin Abdullah dan Hajjaj bin Asy-Sya’ir menceritakan kepadaku, keduanya berkata, Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami, dia berkata, Ibnu Juraij berkata, Abu Az Zubair mengabarkan kepadaku, bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang berperang di atas kebenaran dan menang sampai hari kiamat.”