Tampilkan postingan dengan label Qur`an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Qur`an. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 26, 2017

Dahsyatnya Manfaat Membaca Al-Qur’an setelah Subuh dan Maghrib

Dahsyatnya Manfaat Membaca Al-Qur’an setelah Subuh dan Maghrib

PANJIMAS.COM – Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al-Qur’an sehabis Maghrib dan sesudah Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 % , karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari di samping itu ada tiga aktifitas sekaligus, membaca , melihat dan mendengar.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya:
 menyedikitkan makan,
 membiasakan melaksanakan ibadah salat malam,
 dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf

Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan :
• Fisiologis yang sangat besar
• Penurunan depresi, kesedihan,
• Memperoleh ketenangan jiwa,
• Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang- orang yang menjadi objek penelitiannya.

Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mndengarkannya.

Mari kita mulai luangkan waktu beberapa menit dari 24 jam di hari kita. Semoga bermanfaat buat kita semua bersama keluarga kita. Semoga kita kelak menjadi penghuni Surga, Aamiin Yaa Rabb.

Kamis, Oktober 27, 2016

Penistaan Qur’an, Surat Perwira TNI dari Malaysia: “Teriakan memilih ALLAH atau NYAWA Sudah Dikumandangkan!”




tni-siluetENERGY Surat Al-MAIDAH dari Pulau SERIBU bukan dari Pulau HAWAI atau MONACO

Assalaamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Hampir smua PEMIMPIN Negri ini mulai Panik…

Pejabat-pejabat negara, Partai Politik.. mulai berpikir.. what next ?

Insya Allah Termasuk PRESIDEN JOKOWI pun harus mencermati Situasi unpredictable!!!! KHUSUSNYA APARAT HUKUM POLRI…

Pimpinan seyogianya segera mengambil langkah Tegas, Cepat, Adil dan Transparans.

BARESKRIM MABES POLRI..Sibuk dapat Perintah segera membuat BAP.

di tambah dg tekanan mulai datang dr Ormas Islam..

unpredictable juga!!!!

Alangkah arifnya segera Pimpinan POLRI gunakan HATI NURANI nya..

Bukan Karena PERINTAH Atasan.

Jangan sekali mencoba merekayasa..

Ini Masalah ENERGI pemilik Dunia bukan manusia.

Mata pisaunya “QOLBU”

tidak perlu sampai S3.. atau lulus dr lembaga apapun di LN maupun Indonesia.

TNI Garda terdepan dan terakhir penjaga Bangsa ini..

Di sibukan setumpuk data inteljen..

mewaspadai situasi sudah menuju ke seluruh plosok tanah air..

demo bermunculan…

Ada indikasi waspadai DARURAT SIPIL dari salah seorang pakar inteljen..

bisa terjadi lebih dari itu..

Ini masalah Energy Pemilik Alam semesta..

bukan milik Penguasa Negara ini..

Mengalir pada hati Insan Muslim ..

tidak bisa di bendung dg Tehnologi apapun tercanggih di dunia ini..

Bebas pulsa..

Tuan-tuanku pemimpin..

pakailah Nurani mu..

157 Negara Islam Oki dan Muslim Dunia mulai merasakan getaran Energy surat Almaidah..

ini fakta..

Sabang sampai Marauke..

mulai terasa tanpa komando..

perintah apalagi Korlap dan Provokator.. ?

Pimpinan partai politik terdiam semua..

Yg sebelumnya jadi Artis media..

Bingung menunggu moment yang tak didugi ini semakin membesar tanpa komando..

Teriakan memilih ALLAH atau NYAWA sudah dikumandangkan..

“BALAI KOTA ATAU ISTANA..!!”..

Tidak bisa di hadapi Alut Sista..

sekalipun Negaran Asing membantu..

datangkanllah dari USA, RUSIA ataupun CHINA..

ENERGI AL-MAIDAH ini telah menembus hati sanubari para prajurit TNI dan prajurit Bhayangkara Islam..

Mulai dari Prajurit sampai Jenderal pun…

akan berpikir…

Mereka bukan Boneka hidup kawan..

memang pangkat mereka rendah..

tapi Hati Nurani mereka Tidak serendah pangkatnya..

suatu keyakinan hidupnya terluka…

dan sangat Sakral lebih dari Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Sumpah Bhayangkara…

ini ALQURAN…

keyakinan leluhur dan anak isterinya..

ciptaan ALLAH SWT…bukan manusia…

be carefull kawan..

potensial ancaman ini akan jadi real ancaman …

ini gelombang maya tanpa bisa dipegang dilihat…

tapi langsung dirasakan..

bergerak 24 jam terus menerus…

tanpa mengenal ruang dan waktu..

masuk ke Sanubari Insan Muslim INDONESIA..

Segera Tegakan Hukum dg Benar, Adil dan Terbuka..

Jangan sampai jatuh korban rakyat atau prajurit kita..

Kita tidak perang Agama..

Tapi oknum penista agama ISLAM inilah hrs segera ditindak segera..

Kenapa menuggu…?

Inilah.. Rakyat bertanya..

Ada Apa My Presiden..?

Umat Muslim dunia menanyakan masih pantaskah?

Negara Indonesia dikatakan sebagai negara pemeluk Islam terbesar di dunia?

Mana tindakan nyata dan cepat pemimpin yang katanya big Muslim?

Membohongi rakyat dengan kemunafikan..

Karena tersandera oleh “UANG HARAM” pemimpin munafik!

Lihat nyata hampir semua pemimpin munafik panik..

Islam, Kristen, Katholik,Budha, Hindu dan Khong Hu Chu panik..

Kenapa sampai merambah kemana-mana?

Menyangkut sendi kehidupan berbangsa dan bernegara IPOLEKSOSBUDHANKAM begitu cepat?

Bahkan kemunafikan yang sudah basi pun 10, 20, 30 tahun lalu..

Mulai baunya tercium dimunculkan..

Dana2 Haram KKN tanpa diminta muncul sendiri..

Pejabat Negara dan Politik KKN…

tanpa diminta saling tuding perang IT dan Cyber utk pencitraan bertebaran di media on line…

why why why..?

Hanya Menghina surat Almaidah saja cuma satu ayat..

hanya ayat 51..

Kenapa panik..?

Itupun lokasinya cuma di Pulai Seribu…

Bukan Hawaii atau Monaco…?

Oh…KAU TELAH menghina “Energi-KU”

Ingat 1000 kali rekayasa manusia..

Sekalipun jabatannya Presiden.. presiden.. presiden..

TIDAK …TIDAK.. Tidak akan menghambat

Ini energi surat Al Maidah..

Ini rekayasa ALLAH Subhanahu Wata’aala..

Dengan caranya..

Silahkan dikaji dengan teori apapun yang terhebat di dunia ini..

Cuma kau hina surat Al Maidah-KU..

Yang hanya dihadiri 150 orang di pulau seribu..

Bukan Hawai.. atau Monaco..

Tapi ingat..

Yang hinakan AKU, ALLAH-mu..

Rasakan energi Al Maidah-KU..

Suatu bukti KUturunkan Al Quran itu benar..

Partai mana terhebat di Indonesia ini..?

Baik PDIP, GOLKAR, GERINDRA, HANURA, PAN, PKB, NASDEM, DEMOKRAT, PPP, PKS dll..

Pernahkah Mampu Menggetarkan INDONESIA..

Bahkan DUNIA..

Dalam waktu sesingkat ini..?

Tanpa biaya kampanye..

dan dana atau bahan kontak untuk membius rakyat..

Mencari masa demi ambisi atas nama adil dan sejahtera..

Yang setelah menang akhirnya ter dholimi juga?

Dibandingkan dengan surat Al Maidah..

tdk ada apanya..

tidak promosi..

IT.. cyber dll..

TV Internasional Lokal Nasional maupun kampung?

hanya butuh hitungan Hari..

TANPA BIAYA….

TANPA UANG HARAM..

TANPA PROMOSI..

TANPA REKAYASA PROVOKATOR..

apalagi KEKUATAAN ASING

Entah dengan teori Conspiracy atau yang lg ngetrend PROXIMITY WAR lah..

terlalu jauh…

ini yang luka Qolbu Rakyat Muslim Indonesia..

Negara Republik Indonesia..

sdh jelas…

NOW or NEVER my President..

because tomorrow.. tomorrow.. tomorrow to be late.

Dan khusus utk PEMIMPIN ISLAM MUNAFIK..

SOMBONG sekali..

dan.. BERANI sekali menaksir surat Al Maidah ciptaan Tuhannya..

Kau hargai berapa surat Almaidah itu…?

RUPIAH, DOLLAR, EURO, POUNDSTERLING, YUAN CHINA..?

1T, 10T, 12T, 40T, atau 1 milyar T Rupiah..?

Luar biasa hanya karena uang haram..

Telah merasuk Qolbu para ulama muslimku..?

Dan ditonton Live langsung Umat Islam Indonesia..

dan begitu cepat merambah ke Dunia..

SHUBHANALAH …

Tapi lihat.. lihat.. lihat..

Bukan saja Indonesia ku getarkan..

Dunia kugetarkan..

Dalam waktu singkat..

Akhirnya semua penduduk Indonesia mulai merasakan dampaknya..

Dari asal agama apapun..

Kau bukan berhadapan dengan KERTAS KU..

Yg mudah kau sobek-sobek kau injak-injak seperti pembungkus sambal terasi..

Kau taruh di tempat sampah..

dan kau katakan “AKU BOHONG”..

Jangan kau lihat hanya dg mata phisikmu cuma KERTAS yang kau CETAK..

Lalu kau jadikan benda buku di sebut AL-QUR’AN..

Ini hanya “ZAT KU”..

Berbentuk buku Al-QUR’AN terbuat dari kertas…

Tapi yang kau harus lihat” KANDUNGAN SIFATKU”..

yang tersirat dalam “ZAT KU”…

Gunakan “QOLBU” mu harus “BERSIH”..

Karena disana telah KU beri RUH untukmu..

Dan hanya RUH mu yang mampu berhubungan dengan AKU..

bukan PHISIK mu..

Sesungguhnya Allah SWT menurunkan AL-QUR’AN untuk semua Umat..

Bukan saja utk Islam..

Terbukti semua Umat beragama di Indonesia ini mulai merasakan dampaknya..

Semoga Damai dan Sejahtera Indonesiaku..

ISLAM adalah RAHMATAN LILALAMIN..

UNTUK SELURUH DUNIA DAN SEISINYA..

Aamiin…Aamiin.. Aamiin..

Salam

“ENERGY SURAT AL-MAIDAH dari Pulau SERIBU bukan dari Pulau HAWAII atau Pulau MONACO”..

Wassalam.. Rahmatilah kami ya Allah.. tak lupa Shalawat utk Baginda Rasulullah Muhammad SAW.



Tulisan dari Perwira TNI yang sedang di Malaysia

(Alumni Akabri Laut 82)

(jk/ppy)


Share on: Facebook or Twitter

Kamis, Februari 18, 2016

Koran Terkemuka Yunani Bagikan Al-Qur'an Gratis kepada Para Pembacanya



Koran Terkemuka Yunani Bagikan Al-Qur'an Gratis kepada Para Pembacanya

ATHENA, YUNANI (voa-islam.com) - Salah satu surat kabar terkemuka Yunani pada hari Ahad (14/2/2016) telah mendistribusikan Al-Qur'an kepada para pembacanya untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa Kristen Ortodoks tersebut.
Sebagai bagian dari rangkaian untuk mendistribusikan satu kitab suci sebagai suplemen gratis setiap pekan, surat kabar Yunani To Vima mendistribusikan terjemahan kita suci Al-Qur'an bahasa Yunani pekan ini.

Ini adalah pertama kalinya di Yunani di mana kitab suci umat Islam didistribusikan dalam domain publik.

Ada lebih dari 300.000 Muslim yang tinggal di Yunani, yang sebagian besar terdiri dari "minoritas Muslim" yang diakui secara resmi yang berasal dari etnis Turki dan Pomaks, bersama dengan etnis Albania. (st/aa)


Senin, Februari 08, 2016

Dedengkot JIL Ini Sebut Al-Qur'an Hanya Pendapat Seorang Pengarang




156064_475
Orang-orang yang mengaku dirinya Islam Liberal di Indonesia semakin hari semakin membuat ulah dan memancing perdebatan saja. Seperti dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla kembali mengeluarkan pendapat yang memancing perdebatan. Kali ini ia menafsirkan ajaran Alquran dengan sesukanya.
Lewat dialog dengan salah satu followernya di akun twitter, ketika dinilai sesukanya dalam menafsirkan ajaran Alquran, dengan enteng ia menjawab bahwa Alquran itu isinya hasil pendapat para pengarang.
“90% Quran yg ada dlm sejarah Islam memakai pendapatnya pengarang. Kalau ngga pake pendapat, ya ndak bisa.” Jawabnya. Dialog ini terkait dengan pendapat ulil ketika membandingkan Islam Nusantara dengan salah satu ajaran didalam agama kristen, yaitu ajaran Katolik.
“Jadi perbandingannya: Islam Nusantara paralel dg Katolik. Islam liberal dg Protestan liberal. Islam “Jonru” dg Protestan fundamentalis,” ujarnya melalui akun Twitter, @ulil.



Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila isi al quran ini dari pendapat manusia , maka perlu ditanyakan manusia siapa ?
Dan tidak ada yang  mampu menjawabnya . Mengapa  begitu ? Sebab al quran ini murni dari Allah, buan bikinan Nabi shallahu alaihi wasallam, apalagi bikinan manusia biasa yang bukan Rasul juga bukan Nabi.
Bila al quran ini bikinan manusia , lalu mana  firman Allah ? Dalam al quran  juga dijelaskan sbb:
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ بَلْ لاَ يُؤْمِنُونَ
Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَلاَ تَمْلِكُونَ لِي مِنَ اللهِ شَيْئًا هُوَ أَعْلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ كَفَى بِهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Qur'an)", Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Qur'an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Perkataan Ulil itu persis dengan  perkataan orang kafir bukan perkataan orang mukmin> Dia menyatakan  isi al quran dari manusia bukan  dari Allah.

Rabu, Desember 30, 2015

Inilah Pembuat Terompet ‘Alquran’ yang Beredar di Jawa Tenga



 
KENDAL – Beredarnya terompet berbahan kertas sampul Al-Quran di salah satu minimarket di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah akhirnya menemui titik terang.
Pemilik CV Ashfri Adv, Al Ashfrihana mengatakan selaku produsen terompet tersebut, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kepada umat muslim.

BACA: Ratusan Terompet dari Sampul Alquran Dijual di Alfamart

Menurutnya, kejadian tersebut murni karena kurangnya pengawasan di bagian produksi, sehingga menggunakan bahan kertas sampul tersebut. Ia juga menegaskan, sudah menarik seluruh terompet produksinya termasuk yang dijual di toko Alfamart di wilayah Kendal.

Al Ashfrihana juga mengaku siap bertanggung jawab atas produk yang telah dibuat perusahaannya.

"Kami memohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat atas kejadian ini," ujar Al Ashfrihana dalam keterangannya, lansir Okezone, Senin (28/12/2015).

Sementara itu, Coorporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Nur Rachman menegaskan kejadian tersebut telah ditindaklanjuti dengan menarik seluruh persediaan terompet tersebut di Alfamart wilayah Kendal.

“Kami sudah konfirmasi dengan produsen sekaligus supplier (pemasok) terkait, agar secepatnya dilakukan penarikan produknya di toko-toko kami. Saat ini, bisa dipastikan tidak ada lagi produk tersebut di toko kami,” tegas Rachman.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi terkait hal tersebut, serta akan lebih berhati-hati dalam memilih pasokan produk di tokonya.

Sumber: OKEZONE

Rabu, Maret 05, 2014

Daarul Qur'an Ajak Pekerja Hongkong Menghafal Qur'an




HONGKONG (voa-islam.com) - Ahad, 23 Februari 2014, bertempat di Masjid Koowloon, Hongkong, sekitar 2000 orang menjubeli ruang aula yang hanya berkapasitas 1000 orang. Apa boleh buat, panitia “Hongkong Menghafal” memutuskan acara dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang.
Tamu dari Indonesia yang hadir pada acara tersebut memang istimewa. Dialah Wirda Mansur, putri pertama Ustadz Yusuf Mansur yang namanya sudah melekat di hati para pekerja Indonesia di Hongkong.
Dihadapan jamaah yang umumnya pekerja migran wanita Indonesia, Wirda menyuntikkan motivasi pentingnya menghafal Al-Qur’an. Penghafal 30 juz Qur’an itu mengutip sebuah hadits yang artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesunguhnya Al-Qur’an itu akan memberi syafaat pada hari kiamat nanti.”
Dengan gaya ceramah yang cukup piawai, ia juga membagi tips cara mudah menghafal Qur’an seperti yang sudah dilakukannya selama ini.
“Setan akan terus menggoda kita saat kita mau membaca Al-Qur’an apalagi menghafalnya. Tapi semua godaan itu harus dilawan,” kata Wirda bersemangat. Ia mencontohkan, godaan ngantuk di pengajian yang harus dilawan.
‘’Apa godaan saat mengaji?’’tanya Wirda.
‘’Ngantuuuk,’’ jawab spontan jamaah sambil tertawa.
‘’Nah,ngantuk itu tidak selalu karena kita butuh tidur. Ngantuk bisa jadi godaan setan, maka harus dilawan!’’ tandas Wirda.
Ia lalu memberi tips sebelum menghafal Qur’an, yaitu dengan membaca sholawat 10 kali, Al Fatihah 10 kali, dan Istighfar 100 x. ‘’Al-Quran itu suci maka saat kita membaca dan mengafalnya harus dalam kondisi suci. Dengan cara begitu maka setan nggak akan mampu mengganggu,’’ tutur Wirda yang saat ini telah menjadi seorang Hafidzoh.
Wirda mengungkapkan, menghafal Al-Qur’an harus dilakukan rutin, misalnya 5 ayat perhari atau semampunya. Yang penting, kontinyu dilakukan. Lebih baik sedikit tapi istiqomah, daripada banyak tapi belang-bentong.
Tak lupa Wirda mengingatkan, jangan sampai kita menyia-nyiakan waktu karena begitu berharganya waktu.
Usai Wirda tampil, giliran KH Ahmad Kosasih menyapa jamaah. Ketua Dewan Syariah PPPA Daarul Qur’an ini mengupas kandungan Surat Al Fatir ayat 29: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rizki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharap perniagaan yang tidak akan merugi.”
Kyai Kosasih menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an sesuai pesan surat tersebut. Ia juga memberikan tips agar tidak berat dalam membaca Al Qur’an. ‘’Biasakan dan siapkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur’an, seperti setiap ba’da sholat lima waktu,’’ katanya.
Selanjutnya KH Ahmad Kosasi membeberkan betapa pentingnya sholat. Ibadah ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban sebagai seorang muslim. ‘’Jika sholat hanya untuk menggugurkan kewajiban, ibaratnya seperti orang dagang tapi tidak mendapatkan keuntungan. Modal yang digunakan untuk berdagang kembali seperti semula,’’ Kyai Kosasih memberi tamsil.
Ia melanjutkan, semua pedagang pasti berharap keuntungan, maka dari itu sholatnya jangan hanya sholat wajib saja dan juga jangan berfikir bahwa sholat kita hanya untuk menggugurkan kewajiban.
‘’Kesempatan dalam sholat itu ada sholat sunnah rowatib qobliyah ba’diyah, serta sholat-sholat sunnah lainnya. Bahkan dalam sehari kita punya 7 waktu sholat yang terdiri dari subuh, dhuha, dzuhur, ashar, magrib, isya’ dan tahajjud. Dengan 7 waktu sholat tersebut maka kita berharap kepada Allah keuntangan dalam kehidupan ini,’’ urai Kyai Kosasih.
Setelah membaca Qur’an dan sholat,sempurnakan amal dengan menginfakkan sebagian rizki. ‘’Bersedekah itu sepertinya rizki kita berkurang, namun sejatinya tidak menurut Allah. Karena Allah akan melipatgandakannya,’’ kata Kyai. Insya Allah dengan ketiganya ini maka Allah akan menganugerahkan perniagaan yang tidak pernah merugi.
Diakhir ceramahnya, KH Ahmad Kosasih mengajarkan doa agar bisa dan nggak berat dalam membaca dan menghafal Al Qur’an.
Narasumber ketiga Ustadz Anwar Sani. Dalam paparannya ia menceritakan kisah inspiratif Syech Ammar Bugis. Orang ini cacat dan lumpuh nyaris total, kecuali lidah dan matanya saja yang bisa digerakkan untuk memberi isyarat berkomunikasi.
Namun dengan keterbatasannya itu,Syech Ammar Bugis mampu menghafal Al Qur’an 30 juz hanya dalam waktu 2 tahun.
Ustadz Anwar Sani mengungkapkan kehadiran Syech Ammar Bugis di Masjid Istiqlal Jakarta dalam Pengajian Bulanan bersama Ustadz Yusuf Mansur. Saat itu, Syech Ammar Bugis meminta dua doanya diaminkan oleh ribuan jamaah yang hadir. Yang pertama,Syech Amar mohon diberi kesempatan beberapa detik saja agar tangannya bisa digerakkan,sehingga beliau bisa memegang Mushaf Al-Qur’an dengan sempurna. Dan kedua, beberapa detik saja agar Allahmemberi kesempatan dapat menggerakkan kakidan seluruh anggota tubuhnya sehingga ia bersujud dengan sempurna.
Kisah ini membuat jamaah yang hadir tercekat haru, bahkan banyak yang menitikkan airmata. Mereka merasa malu, karena dengan kesempurnaan tubuhnya, selama ini masih malas sholat dan mengaji apalagi menghafal Qur’an.
Dipenutup sesi, Ustadz Anwar Sani menceritakan kisah-kisah keajaiban sedekah, termasuk yang dia alami sendiri. Hal ini memotivasi jamaah untuk secara spontan menyedekahkan sebagian hartanya guna mendukung program PPPA Daarul Qur’an.
Sebelum acara diakhiri dengan doa penutup, KH Ahmad Kosasih beserta istri, Ustadz Anwar Sani dan juga Wirda meresmikan gerakan “Hongkong Menghafal”. Jamaah asal Indonesia diajak menghafal Qur’an, dan Insya Allahbulan Mei mengikuti Wisuda Akbar Hongkong Menghafal Qur’an.
‘’Insya Allah PPPA Daarul Qur’an akan menempatkan seorang Ustadzah yang akan mendampingi para pekerja migran Hongkong menghafal Qur’an,’’ kata Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, Anwar Sani.
Berta selaku ketua panitia acara dan Koordinator Rumah Tahfidz Qur’an Hongkong, berharap agar melalui gerakan ini para pekerja migran lebih baik kehidupannya.
Ustadz Anwar Sani mengatakan, gerakan “Hongkong Menghafal” akan dikembangkan ke negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan Taiwan. Di negara-negara itu, ada simpul-simpul donatur PPPA Daarul Qur’an yang siap menggerakkan Program Tahfidz Qur’an. (jabir/voa-islam/ansa/bowo)
Komentaku ( Mahrus ali ):
Sayang sekali, realita  bukan hayalan, faktual sekali bukan  fiktif, kebanyakan penghapal al Quran adalah kalangan ahli bid`ah, ahli syirik  bukan ahlis sunnah dan tauhid. Enggan mengikuti ajaran yang berdalil, malah mendukung berbagai kebid`ahan dan menghindari kelompok ahlis sunnah yang aktif menegakkan sunnah dan membasmi kebid`ahan. Fenomena  ini memperihatinkan, bukan menyenangkan, awas jangan sampai termasuk ayat ini:
مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ(5)
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.[1]
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? . Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.[2]

Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami: 088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL ) Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim






[1] Jumat 5
[2]  23 As shof

Kamis, Juli 11, 2013

Kapan al Quran diturunkan




Perbedaan Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar 
02/10/2007

Di tukia oleh KH A Nuril Huda
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU)

Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.
Namun begitu, Nuzulul Qu’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan, sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan. Mengapa bisa berbeda?
Allah SWT berfirman,
 
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr 1-5).
Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar?
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya; baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (HR. Ath-Thabrani).
Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar, dan bukan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Yaitu  surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.
Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.
KH A Nuril Huda
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU)
KH Arwani Faisal
Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU

Komentar:
Penulis beritahukan gambar jabal nur sbb :

yusuf suharto menulis:
1. menurut hadis riwayat Imam Ahmad, bahwa diturunkannya Alquran itu pada 24 Ramadhan. Disinilah kemudian dapat difahami bahwa meski Lailatul Qodr itu dipinta Rasul dicari pada sepuluh terakhir Ramadhan, tetapi tidak musti harus pada tanggal ganjil. Kita berpendapat,bahwa Nuzul atau Tanzil Quran dari Lauh Mahfudz ke bait Izza pada tgl ini ( 24 Ramadhan/Lailatul Qodr ) secara global.
2. Nuzul yang tgl17 Ramadhan, disamping usulan ulama' Indonesia antara lain H. Agus Salim ( bertepatan dan ditepatkan momentum kemerdekaan RI tgl 17 ) memang memiliki landasan kuat yakni tafsiran dari surah alAnfal ayat 41. Dimana Alquran diturunkan pada yawm Furqon ( hari pembeda antara yg benar dan yg batil, yakni pada perang badar ) itu bertepatan tgl17 Ramadhan. Bedanya,pada 17 Ramadhan ini, Quran yang diturunkan adalah dari Bait Izza ke Rasul secara bertahap dan merupakan tahapan pertama turun, yakni ayat Al 'Alaq di Gua Hira'.

Sunarko menulis:
Gimana kalau tulisan Arabnya tidak usah di tampilkan? karena munculnya terbalik

Redaksi NU Online menulis:
Assalamualaikum
Pak Sunarko, tampilan tulisan Arab website insyaallah selalu benar (tidak terbalik). Hanya saja ketika dicopy ke program word di computer yang belum diinstal program arabic maka tulisan Arabnya akan terbalik. Demikian tanggapan dari redaksi. Maksud hati, selain sebagai situs berita, kami ingin menjadikan website ini sebagai sarana belajar bersama dan saling timbal balik antar sesama warga Nahdliyyin. Terimakasih. Wassalam.

ESTI SULIS menulis:
Subhanallah,mudah2an aja artikel ini bisa menjadi petunjuk bagiku yg sdg mencari cahaya hati. Amien.

Rw021.wordpress.com/
Secara qath-i ; Memang tidak ada kepastian mengenai kapan datangnya Lailatul Qadar, suatu malam yang dikisahkan dalam Al-Qur’an “lebih baik dari seribu bulan”.
Ada Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, meyebutkan bahwa Nabi pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab: “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud).
Namun menurut hadits lainnya yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan: “Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).
Dan menurut pendapat yang lain, Lailatul Qadal itu terjadi pada 17 Ramadhan, 21 Ramadhan, 24 Ramadhan, tanggal gasal pada 10 akhir Ramadhan, Dan lain-lain.
Paling tidak ada tiga keutamaan yang digambarkan peristiwa lailatul qodar[1]




Komentarku ( Mahrus ali ): :
Ada hadis sbb :
 (21) حَدَّثَنَا وَكِيْعٌ قَالَ ثَنَا إِسْرَائِيْلُ وَأَبُوْهُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ حُجَيْرٍ التَّغَلُّبِي عَنِ اْلاَسْوَدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ اِلْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ لَيْلَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ فَإِنَّهَا صَبِيْحَةُ بَدْرٍ يَوْمَ اْلفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ.
……………………Dari Abdullah bin Mas`ud berkata : Carilah lailatul qadr pada tanggal 17,  sesungguhnya  ia paginya perang Badar yaitu hari perpisahan antara kebatilan dan kebenaran  hari pertemuan  antara  kelompok kafir dan muslim.  [2]
Al Hakim juga meriwayatkannya  dan beliau menyatakan :
-            هَذَا حَدِيْثٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخْرِجَاهُ »
Ini hadis menurut persaratan periwayatan  Bukhari dan Muslim  dan keduanya tidak meriwayatkannya.  [3]
Komentarku ( Mahrus ali ): :
  Sanadnya  sbb :  Bercerita kepada kami Abu Ishak  dan Abul Husain  lalu berkata :  Bercerita kepada kami  Abu awanah,  dari Abu Ishak  dari Al aswad dari Abdullah …………[4]
    Bila  maksud Al aswad dalam sanad tersebut adalah al aswad bin Yazid maka benar,  dia adalah perawi  Bukhari dan Muslim.  Namun  dalam kitab Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah  396 / 2 ternyata  al aswad di sana di cantumkan  nama   orang tuanya yaitu Ali .  Dengan  demikian,  sanad ini terputus dan Ibnu Mas`ud  tidak punya  murid bernama  Al aswad bin Ali.  Selain itu,  ada lagi sanad yang terputus antara Muhammad bin Qutaibah dan Abu Awanah.  Di mana Muhammad bin Qutaibah tidak pernah berguru kepada Abu Awanah.  terus manakah yang di benarkan antara kedua sanad  tersebut.  Dan keduanya juga cacat.  Jadi ia lemah.  Seandainya  orang bilang sahih,  maka  ia sekedar perkataan Ibnu Mas`ud dan Rasulullah    tidak pernah menyatakan seperti itu.  
-            تَعْلِيْقُ الذَّهَبِي قِي التَّلْخِيْصِ : عَلَى شَرْطِ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٍ
Komentar Imam Dzahabi  dalam kitab at talkhis : Ia  sesuai dengan persaratan perawi Bukhari dan Muslim.  
Komentarku ( Mahrus ali ):  Tidak tepat,  sebab Muhamad bin Qutaibah bukan perawi Bukhari  dan Muslim,  silahkan cek sendiri,  apakah ada perawi bernama Muhammad bin Qutaibah dalam perawi Bukhari dan Muslim dalam kitab sahihnya.  Selain itu juga ada  sanad yang terputus.  Sudah  cukup di buat peringatan bahwa  penyusun kutubut tis`ah tidak mencantumkan nya dalam kitab mereka.  
Namun ada  atsar sahih dari Abdullah bin Mas`ud dengan sanad sbb :
8976 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن عَلِيُّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بن مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الأَسْوَدِ بن يَزِيدَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ،
قَالَ:"الْتَمِسُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ لِسَبْعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، صَبِيحَةَ يَوْمِ بَدْرٍ: يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَفِي إِحْدَى وَعِشْرِينَ وَفِي ثَلاثٍ وَعِشْرِينَ، فَإِنَّهَا لا تَكُونُ إِلا فِي وِتْرٍ".
8976.Bercerita kepada kami Muhammad bin Ali,  Bercerita kepada kami  Sa`id bin Mansur,  Bercerita kepada kami  Abu Awanah  dari Abu Ishak  dari Al aswad bin Yazid  dari Ibnu  Mas`ud ra berkata :
Carilah lailatul qadr pada tanggal 17 Ramadhan  - yaitu  hari perang Badar = hari al furqan  - hari ketika dua golongan bertemu,   dan pada tgl 21,  23.  Ia  selalu  pada tanggal ganjil.   HR Thabrani [5]
Komentarku ( Mahrus ali ): : Dari segi sanad  sahih,  dan dari segi  pendukungnya,  saya tidak menjumpai hadis yang  di katakan oleh Nabi    bahwa  lailatul qadr  pada  tanggal  17 Ramadhan.  Ia sekedar pendapat ibnu Mas`ud.   Dan  saya  butuh  lafazh dari Nabi secara  husus  yang menyatakan  seperti itu,   saya  tidak menjumpainya.  
Ada orang bilang   bahwa pendapat sahabat adalah tauqifi,  artinya  dia tidak akan berbicara sesuatu yang tidak rasional kecuali telah mendengar dari Nabi .  
Komentarku ( Mahrus ali ): : Pernyataan  seperti  itu menyimpulkan bahwa pendapat sahabat harus di terima,  mesti benarnya,  siapa yang menentangnya keliru dan akan  sesat,  lalu bagaimanakah bila  sahabat Rasulullah   sendiri menentangnya,   siapakah diantara keduanya yang di benarkan > Bila perkataan sahabat itu  salah,  siapakah yang bertanggung jawab ?.  Sayyidina Umar bin Al Khatthab itu adalah sahabat Rasulullah  .  Kadang beliau mengeluarkan pendapat,  kadang benar,  suatu saat juga keliru. Umar pernah membatasi maskawin wanita lalu di tentang oleh seorang wanita dan Umar mengakui kesalahannya dan membenarkan wanita itu.   Ada hadis sbb :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ صَالِحٍ ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ ، عَنْ عَلِيٍّ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ : ( إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ اْلفُرْقَانِ (1) ) « يَعْنيِ بِالْفُرْقَانِ : يَوْمَ بَدْرٍ ، يَوْمٌ فَرَّقَ اللهُ بَيْنَ الْحَقِّ وَاْلبَاطِلِ » « هَذَا حَدِيْثٌ صَحِيْحُ اْلإِسْنَادِ ، وَلَمْ يُخْرِجَاهُ »
Dari Abdullah bin Shaleh  dari Muawiyah bin Shaleh dari Ali bin Abu Thalhah  dari Ibnu Abbas  ra  tentang firman Allah azza wajal  :
إِنْ كُنْتُمْ ءَامَنْتُمْ بِاللهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ
jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan,.[6]
Al furqan  adalah hari perang Badar,  dimana  Allah telah membedakan antara kebenaran dan kebatilan.  
Imam Al Hakim menyatakan  hadis tsb sanadnya sahih,   tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.  [7]
Komentarku ( Mahrus ali ): :   Atsar tersebut memiliki beberapa  kelemahan  karena perawi – perawi sbb
Ali bin Abu Thalhah  menurut Ibnu  Hajar,  beliau adalah perawi yang selalu berkata benar tapi sering keliru,  kata Ibnu Hajar.   
Imam Dzahabi menyatakan :   Banyak riwayat yang mungkar  dari padanya.
Abu Hatim  dari  Duhaim menyatakan  : Dia tidak mendengar tafsir sama sekali  dari Ibnu Abbas.  
Ya`qub berkata : Dia perawi lemah,  madzhabnya  tidak baik
Imam  Bukhari mengutip riwayat Muawiyah  dari Ali bin  Abu Thalhah  dari Ibnu Abbas  beberapa riwayat  yang beliau cantumkan  dalam kitab tarajum,  tapi tidak menyatakan langsung  dari Ibnu Abbas [8]  Imam Nasai menyatakan dia adalah perawi yang lemah.
Ada  hadis lagi sbb :
-            عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ فِي قَوْلِهِ: {يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ اْلتَقَى الْجَمْعَانِ} قَالَ: كَانَتْ بَدْرٌ لِسَبْعَ عَشَرَةَ مَضَتْ مِنْ رَمَضَانَ.
-            رَوَاهُ الطَّبْرَانِي. وَإِبْرَاهِيْمُ لَمْ يُدْرِكْ ابْنَ مَسْعُوْدٍ.
Dari Ibnu Mas`ud tentang  firmanNya 
يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ اْلتَقَى الْجَمْعَانِ
Hari furqan – yaitu hari ketika dua kelompok bertemu.  
Ibnu Masud menyatakan : Hari itu adalah perang Badar  tanggal  17  Ramadhan. [9]
Hr Thabrani dan beliau sendiri menyatakan  hadis lemah karena  sanadnya  terdapat perawi Ibrahim yang tidak berjumpa  dengan Ibnu Mas`ud.  
Sanadnya dari Ibrahim dari Kibnu Mas`ud …………….sbb;
- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن عَلِيٍّ الصَّائِغُ الْمَكِّيُّ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بن مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بن عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ،

Komentarku ( Mahrus ali ): : Maksudnya ada sanad yang terputus  ya`ni ada perawi yang tidak di sebutkan antara  Ibrahim dan Ibnu Mas`ud.  Boleh jadi perawi itu terkenal dusta  hingga  tidak di cantumkan  agar  orang – orang menyatakan  kisah itu sahih.  
-            وَرُوِيَ عَنْ زَيْدٍ بْنِ أَرْقَمَ ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ لَيْلَةِ اْلقَدْرِ ، فَقَالَ : لَيْلَةُ تِسْعَ عَشْرَةَ - مَا يَشُكُّ - وَقَالَ يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقضى الْجَمْعَانِ
Di riwayatkan dari Zaid bin Arqam,   bahwa beliau di tanya  tentang lailatul qadr,  lalu berkata : Ia malam sembilan belas ……….. tidak di ragukan lagi.  Lalu berkata  : Itulah hari al furqan pada  hari dua kelompok bertemu ( kaum Qurasy dan kaum muslimin )
Al Baihaqi memberikan komentar : Itu tidak populer,  sebab menurut pendapat yang populer adalah pada  tanggal  tujuh belas Ramadhan menurut ahli kisah peperangan.  [10]
Komentarku ( Mahrus ali ): : Ulama  ahli hadis kurang sreg kepada  kisah – kisah yang di sampaikan oleh  ahli maghozi – ulama  ahli kisah tentang peperangan.  
Ia juga di cantumkan dalam kitab Ittihaful khiyarah al maharah  38/3  namun di katakan  sanadnya lemah. mauquf – bukan hadis Rasulullah ,  karena perawi bernama  Huth.  nomer 274
وَرَوَى جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ كاَنَ يَتَحَرَّى لَيْلَةَ اْلقَدْرِ لَيْلَةَ تِسْعَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى وَعِشْرِيْنَ وَثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ
Ja`far bin Muhammad  meriwayatkan dari ayahnya ( Muhammad ) bahwa  Ali bin Abu Thalib selalu mencari lailatul qadr  di malam  19,  21  dan 23  Ramadhan.  
Komentarku ( Mahrus ali ):  :   Ayah Ja`far belum tentu berjumpa dengan Ali bin Abu Thalib karena  dia adalah cicitnya  dan belum ada data  yang mengatakan seperti itu.   Dan  paling penting adalah kutubut tis`ah tidak mencantumkan kisah itu,   dan  jarang sekali kitab hadis atau syarahnya yang mencantumkannya.  Jadi  kisah itu belum tentu benar.  [11]
 Nasab Ja`far  bin Muhammad bin Ali bin Husain bin  Ali bin Abu Thalib.  
Syaikh Ali bin Abu bakar al haitsami berkata :
بَابٌ فِي لَيْلَةِ اْلقَدْرِ (329) حَدَّثَنَا كَثِيْرٌ بْنُ هِشَامٍ ثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بَرْقَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلاً مِنْ قُرَيْشٍ يَقُوْلُ كَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ الزُّبَيْرِ يَقُوْلُ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي لَقِيَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِهَا أَهْلَ بَدْرٍ قَالَ يقُوْلُ اللهُ عَزَّوَجَلَّ * (وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ اْلفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانُ) * قَالَ جَعْفَرُ بَلَغَنِي أَنَّهَا لَيْلَةُ سِتَّ عَشْرَةَ أَوْ سَبْعَ عَشْرَةَ
Bab lailatuil qadr  329.  Bercerita kepada kami Katsir bin Hisyam lalu berkata : Bercerita kepada kami Ja`far bin Barqan berkata : Aku mendengar seorang lelaki  Quraisy berkata : Abdullah bin Zubair  berkata : Malam  pertemuan Rasulullah   dengan kaum Qurasiy pada perang Badar adalah  firman Allah azza wajal  :
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ اْلفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانُ
…………  dan apa yang kami turunkan kepada hamba kami pada hari al furqan yaitu hari dua golongan bertemu ( ya`ni golongan  kafir dan muslim ) [12]

Komentarku ( Mahrus ali ): :
Perawi bernama  Ja`far bin Barqan tidak berjumpa dengan  Abdullah bin Zubair tapi melalui seorang lelaki Quriasy yang belum jelas identitasnya dan ini termasuk cacat  dalam  sanad hadis sehingga kisah itu tidak akurat.  Jadi jarak antara Abdullah bin Zubair dan Ja`far bin Barqan itu sangat jauh,  mestinya  dari Azzuhri kepada Ja`far bin Barqan itu ………………. Jadi  dia  itu murid Zuhri  atau  orang yang semasa dengannya .
Syaikh Ahmad bin Abu bakar bin Ismail Al Bushairi mencantumkan pendapat Abdullah bin Zubair  dalam kitab karyanya  Ittihaful khiyarah 38/3 dan menyatakan mauquf ( lemah ) karena perawi  yang tidak di sebut namanya.  
 Ternyata  setelah kita kaji,   kita tidak menjumpai hadis sahih tanpa cacat  yang menyatakan bahwa  malam 17 Ramadhan adalah  malam lailatul qadar.  Dan sekedar malam itu juga malam al Quran  di turunkan  tidak ber arti,  bahwa  dalam malam tersebut terdapat lailatul qadar dan ini bila  tidak ada dalilnya maka sekedar pendapat belaka yang fungsinya sejak dulu sampai sekarang dan di mana saja adalah boleh di tolak 

Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smart freand) 081935056529 ( XL )
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo. Jatim.

 





[1] w021.wordpress.com/
[2] Mushonnaf Ibnu Ani Syaibah  396 / 2
[3] Al mustadrak 84/10
[4]Al mustadrak 84/10

[5] Mu`jam thabrani 148/8
[6] Alanfal41
[7]  Al musgtadrak alas sahihaini 91/10
[8] Mausuah ruwatil hadis  4754
[9] Al mu`jam al kabir karya Thabrani 147/8
[10] Dalail;un nubuwah 132/3 .
[11] Al tamhid  206 / 2
[12] Bughyatul harits 115/1