Tampilkan postingan dengan label Syi`ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syi`ah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 17, 2016

Heboh! Tersebar Video Bukti Syiah Internasional Dukung PDIP dan Jokowi!

Syiahindonesia.com - Sebuah video menghebohkan beredar di Youtube, baru-baru ini. Dalam video khutbah Jumat berdurasi 19 menit itu, tokoh Syiah internasional Syed M Rizvi mengucapkan selamat atas terpilihnya caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jalaluddin Rakhmat sebagai anggota DPR RI. Pada menit ke-3:42, penulis Syiah ternama itu menyebut Jalaluddin dengan Jalaluddin Ar Rahmah.

Selain itu, Rizvi juga menyerukan kaum Syiah untuk mendukung Jokowi sebagai presiden Republik Indonesia. Menurutnya, jika Jokowi jadi presiden, maka syiah akan aman di Indonesia.

 


Anehnya, dalam video khutbah Jum’at 9 Mei 2014 itu, Rizvi beralasan bahwa mendukung Jokowi lebih baik daripada membiarkan Indonesia jatuh ke tangan ‘Wahabi.’ Padahal, jika yang dimaksudkan Wahabi adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab asal Arab Saudi, mereka tidak berpartai politik bahkan cenderung mengharamkan keterlibatan dalam partai politik.

Pada dasarnya, mulanya Syiah memang aliran yang berasal dari gerakan politik, yaitu tatkala mereka mulai berbuat fitnah di era Khilafah Utsman dan Ali bin Abi Thalib, baru kemudian berkembang menjadi gerakan ideologi. Karenanya pantas jika Syiah gampang berjalan di ranah politik, sebagai contoh Iran, ia adalah Negara Syiah terbesar yang berhasil melakukan ekspansi Syiah.

Jika benar bahwa Syiah sudah dalam berpolitik di Indonesia, maka pergerakan mereka bak bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Lihatlah Balikpapan! Beberapa hari lalu diberitakan bahwa 200 orang imigran Syiah asal Afghanistan telah tiba di kantor Imigrasi, Jalaludin Rahmat sebagai gembong Syiah berhasil menduduki kursi DPR, ormas ABI dengan tenang mengadakan mukhtamar, dan pergerakan-pergerakan Syiah yang lain, kesemua itu ada kaitannya dengan biokrasi pemerintah. Mereka mudah karena ada orang Syiah dalam parlement.

Terus waspada! Mulailah bertindak! Katakan Syiah sesat! Tolak Syiah di Indonesia! Jangan sampai Syiah mampu menyembelih anak-anak bangsa kita sebagaimana terjadi di Suriah sana! Wallahu musta'an (BERSAMA DAKWAH/Syiahindonesia.com)



Rabu, September 14, 2016

Situs Resmi Syiah Akui Ziarah ke Karbala Adalah Haji Alternatif, Pahalanya 70x Haji


Syiahindonesia.com - Jika dulu Syiah gencar untuk menjalankan taqiyah-nya didepan kaum muslimin. Sekarang Syiah mulai menunjukan belangnya kepada khalayak ramai, bahkan kepada dunia tentang hakikat penyimpangannya.

Melalui situs resmi Syiah, ABNA, Syiah mengakui bahwa ritual Haji di Karbala yang baru-baru ini heboh adalah alternatif dari ibadah Haji, bahkan menurut mereka ganjarannya lebih banyak 70 kali lipat ketimbang Haji di Makkah al Mukaramah.

Barred from Makkah by Saudi authorities, masses of Iranian Shiite faithful have converged on the holy Iraqi city of Karbala for an *alternative pilgrimage*. “The Saudi-Iranian conflict has forced Iranians to come to Karbala to visit the shrine of Imam Hussein,” Mussawi said, adding: *“For the Shiites, this is worth 70 hajj.”* tulis en.abna24 (11/9/16).


Bagi yang ingin melihat beritanya lebih lanjut, silahkan menuju link berikut: http://en.abna24.com/service/middle-east-west-asia/archive/2016/09/11/778258/story.html (nisyi/syiahindonesia.com)

Minggu, September 11, 2016

Jubir Syiah Hizbullah: Kami Akan Musnahkan Makkah dan Madinah!! (Video)

Syiahindonesia.com - Faiz Syakir, salah seorang juru bicara Hizbullah (Libanon, berbicara secara langsung dalam sebuah acara tv di OTV. “Hizbullah tidak akan dapat dimusnahkan. Hizbullah pasukan terkuat di kalangan negara-negara Arab. Lebih kuat daripada seluruh peradaban di dunia dari segi ekonomi, kekuatan militer dan sosial,” ujar Syakir, dan kemudian rekamannya juga beredar di youtube.


Pernyataan Syakir ini sehubungan dengan adanya ancaman Bandar bin Sultan—putera mahkota Raja Qatar yang akan menyerang Basyar al-Assad. “Apa lagi yang kalian pikirkan? Kami tidak takut pada ancaman itu? Bahkan kami tidak takut pada Saudi, sekalipun dengan seluruh kekuatannya, dari raja hingga rakyat mereka yang terakhir. Mereka pikir, mereka siapa?”

“Jika mereka membom Gunung Qasiun di Damaskus, pusat kekuatan militer Basyar, maka kami akan menyerang Mekah di depan kepala mereka sendiri!”

Wartawan yang hadir di situ sontak melontarkan pertanyaan, “Mekkah? Bukankah itu tempat suci bagi mereka?”

“Biarkan saya berbicara. Saya tidak peduli lagi semuanya. Ini fakta. Kami akan memusnahkan Mekkah dan Madinah, juga Jeddah dan Riyadh, dengan semua yang ada di dalamnya, yang tinggal dalam kota-kota ini. Ini fakta dan strategi kami. Keberadaan kami lebih penting dari ‘batu-batu’ dan ‘bukit-bukit’ mereka.”

Wartawan yang masih dalam keadaan terkejut, kembali bertanya, “Siapa yang akan memusnahkan Mekkah? Iran? Suriah? Hizbullah? Tempat itu adalah tempat suci bagi mereka…”

“Saya tidak akan mengatakannya. Tapi jika mereka mengancam kami, kami tahu bagaimana membalas ancaman itu,” demikian Syakir. (islampos/youtube/syiahindonesia.com)


Berikut videonya:

Senin, Agustus 15, 2016

Dr. Yusuf al-Qardawi Tegaskan Syiah Adalah Golongan Kafir



12963363_220189015009622_8486221077972801149_n



Jurnalmuslim.com - Ulama tersohor, Dr. Yusuf al-Qardawi telah menegaskan golongan Syiah sebagai golongan kuffar serta merupakan musuh umat Islam keseluruhannya.


Pernyataan tegas itu telah disebut oleh Yusuf al-Qardawi dalam satu wawancaranya dengan stasiun televisi al-Jazeera dalam acara 'Syari'ah dan Kehidupan,' Malaysia, pada bulan Juni tahun 2013 lalu.

Beliau berkata, golongan Syiah sebenarnya telah mengkhianati umat Islam. Hal itu terbukti dengan pembunuhan Umat Islam di Syria.

"Jangan panggil mereka Hizbullah, mereka selayaknya digelar Hizbusyaitan dan Allah tidak ada kaitan dengan mereka.

"Saya menyeru seluruh umat melawan kuffar dan Syiah di dalam Hizbullah. Mereka adalah kuffar tanpa sedikit keraguan. Mereka sedang menjalankan operasi etnik di Syria dengan tujuan membina negara Syria Barat di barat Syria," katanya dalam acara tersebut, lansir Utusan Online (02/08/2013).

Pernyataan al-Qardawi tentang isu tersebut menegaskan lagi siapakah Syiah sebenarnya terutama kesannya terhadap penyebaran pemahaman itu ke seluruh dunia termasuk Malaysia.


Malaysia beberapa tahun lalu memang dikejutkan dengan isu Syiah dan pada masa waktu yang sama juga terdapat tiga laporan khusus yang dibuat kepada Kepolisian Malaysia. (nisyi/jurnalmuslim.com)

Rabu, Juli 06, 2016

Jawabanku untuk Ust Dodi El hasymi

  Ust Dodi El Hasyimi memposting sbb:   Mbah Mahrus mungkin kurang lengkap baca keterangan Imam Ibnu Hajarnya....   Al-Hafiz Ibn Hajar Al-’Asqalani rahimahullah memetik kata-kata Al-Khattabi rahimahullah (388H):
   نجد من جهة المشرق، ومن كان بالمدينة كان نجده بادية العراق ونواحيها وهي مشرق أهل المدينة، وأصل نجد ما ارتفع من الأرض وهو خلاف الغور فإنه ما انخفض منها، وتهامة كلها من الغور ومكة من تهامة  
Maksudnya: “Najd itu di sebelah timur, sesiapa yang berada di Madinah maka najdnya ialah pendalaman negeri Iraq dan persekitarannya yang menjadi arah timur (bagi) penduduk Madinah. Ini kerana asal (perkataan) najd (dari segi bahasa) ialah kawasan tanah tinggi yang menjadi lawan kepada ghaur yang bermaksud kawasan tanah rendah (lembah), sedangkan Tihamah keseluruhannya adalah lembah dan Makkah pula termasuk sebahagian dari Tihamah”   Kemudian, Al-Hafiz Ibn Hajar mengomentari kata-kata Al-Khattabi dengan katanya
:   وعرف بهذا وهاء ما قاله الداودي إن نجدا من ناحية العراق فإنه توهم أن نجدا موضع مخصوص وليس كذلك بل كل شيء ارتفع بالنسبة إلى ما يليه يسمى المرتفع نجدا والمنخفض غورا.  
Maksudnya: “Dan dengan ini dapat diketahui kelemahan pendapat Ad-Dawudi yang waham (menyangka) bahawa najd itu suatu tempat khusus di sebelah Iraq, sedangkan ia bukan sedemikian, bahkan setiap (tempat) yang tinggi berbanding sekelilingnya, (maka) dinamakan yang tinggi itu najd manakala yang rendah pula ghaur”.   Al-’Asqalani, Ahmad Ibn ‘Ali Ibn Hajar, Fath Al-Bari Bi Sharh Sahih Al-Bukhari, Dar Al-Ma’rifah, Beirut, 1379H, 13: 47.   Komentarku ( Mahrus ali ) : Disitu Ibnu Hajar hanya menyatakan spt itu dari segi bahasa kalimat Najed sj. Bukan Najed yg di maksud dlm hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam . Lihat kalimat sy dulu :  Ibn Al atsir dlm kitab Nihayah menyatakan:
  وفي (النهاية) لابن الأثير ومن كان في المدينة كان نجده بادية العراق فنجد المرادة بالحديث العراق، 
Orang yg berada di kota Medinah , maka Najednya adalah gurun sahara / padang pasir Irak ( bukan Riyadh ).  Najed yg di maksudkan dalam hadis adalah di Irak.
     حدثنا الحسن بن علي المعمري ثنا إسماعيل بن مسعود ثنا عبيد الله بن عبد الله بن عون عن أبيه عن نافع عن ابن عمر : أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : اللهم بارك لنا في شامنا، اللهم بارك في يمننا، فقالها مراراً، فلما كان في الثالثة أو الرابعة، قالوا: يا رسول الله! وفي عراقنا؟ قال: إنّ بها الزلازل والفتن، وبها يطلع قرن الشيطان  
Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin ‘Aliy Al-Ma’mariy[2] : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil bin Mas’uud[3] : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Aun[4], dari ayahnya, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami”. Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, dari juga ‘Iraaq kami ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sana lah muncul tanduk setan.    Hadis ini mirip sekali degan riwayat Ibnu Umar yg menyebut Najed sbb:
  عَنْ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ : ( اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا وفِي يَمَنِنَا . قَالُوا : وَفِي نَجْدِنَا ؟ قَالَ : اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَأْمِنَا وفِي يَمَنِنَا . قَالُوا : وَفِي نَجْدِنَا ؟ قَالَ : هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالْفِتَنُ ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ ) رواه البخاري (1037) ومسلم (2905) ، واللفظ للبخاري .   فضائل الصحابة لأحمد بن حنبل (2/ 904) - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، قثنا أَزْهَرُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ: أنا ابْنُ عَوْفٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي شَامِنَا اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا» ، قَالُوا: وَفِي نَجْدِنَا قَالَ: " هُنَالِكَ الزَّلَازِلُ، وَالْفِتَنُ، وَمِنْهَا أَوْ قَالَ: بِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ ".
- Intinya : ………………….., Para sahabar berkata : Begitu juga Najed kami . Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Di sana terdapat bencana dan fitnah . Di situlah munculnya tanduk setan .
  -  مسند أحمد ت شاكر (5/ 330) "قال الخطابي: القرن الأمة من الناس يحدثون بعد فناء آخرين
Al Khatthabi berkata: Qarnus syaithan adalah generasi yg tumbuh silih berganti.  Komentarku ( Mahrus ali ) : Tp sy kurang sreg dengan pendapat Imam Al Khatthabi . Sebab dlm sebagian rwayat di katakana dua tanduk setan. Lalu apakah bisa di artikan dua genarasi setan. Lalu apa maksudnya dua genarasi itu. Karena itu sy masih suka dengan arti tanduk setan bukan generasi setan.
     مختصر صحيح الإمام البخاري (1/ 310) 4) قلت: أي عراقنا كما في بعض الروايات الصحيحة، وبذلك فَسَّرَهُ الخطّابي والعسقلاني كما بينته =
  Najed sebagaimana di terangkan oleh Ibn Hajar al asqalani dan al Khatthabi adalah padang sahara Irak. Kata al albani. Bukan Najed yg dekat dg Riyadh , kataku :
  تخريجات وتحذيرات من أحاديث مشهورات (ص: 3) وقال الشيخ العلامة الألباني - رحمه الله - في تخريجه لكتاب فضائل الشام ودمشق لأبي الحسن الربعي (ص26) : فيستفاد من مجموع طرق الحديث أن المراد من نجد في رواية البخاري ليس هو الإقليم المعروف اليوم بهذا الاسم ، وإنما هو العراق ، وبذلك فسره الخطابي والحافظ ابن حجر العسقلاني ... وقد تحقق ما أنبأ به عليه السلام ، فإن كثيرا من الفتن الكبرى كان مصدرها العراق ... فالحديث من معجزاته صلى الله عليه وسلم وأعلام نبوته .ا.هـ.
 Intinya ……………, Syaikh al albani berkata : Dari banyak koleksi jalur riwayat , mk dengan tegas bisa di ambil kongklosi bahwa maksud Najed dlm riwayat Bukhari itu bukan daerah yg populer saat ini dengan nama itu . Tp Irak. Demikian lah komentar Al Khatthabi dan al asqalani . Sungguh apa yg di nubuwatkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam menjadi realita . Sesungguhnya banyak fitnah - fitnah besar, sumbernya dari Irak . Hadis ini tergolong dari mu`jizatnya dan tanda kenabiannya. Ust Abdullah bin Muhammad Ziqail menulis :
  تخريجات وتحذيرات من أحاديث مشهورات (ص: 3)   من استقرأ التاريخ علم أن مصداق هذه الأحاديث قد وقع منذ زمن الصحابة ومن بعدهم فكان قتل عثمان رضي الله عنه على أيدي أهل العراق ومن ما لأهم من أجلاف أهل مصر ، ومن العراق ظهر الخوارج ، والشيعة ، والرافضة ، والباطنية ، والقدرية ، والجهمية ، والمعتزلة .
Barang siapa yg mengamati sejarah , maka akan tahu realita hadis – hadis iu telah terealisir sejak era sahabat dan gerenasi setelahnya. Terbunuhnya Usman ra juga di tangan penduduk Irak dan para pendukungnya / suport nya dari kalngan ektrimis penduduk Mesir.  Dari Iraklah startnya kaum Khawarij, Syi`ah , Rafidhah , Batiniyah, Qadariyah , Jahmiyah dan Mu`tazilah    Komentarku ( Mahrus ali ) : Lantas dari Najed yg berdekatan dengan Riyadh scr realita malah sbg start gerakan tauhid, meruntuhkan syirik , pembasmi bid`ah, menegakkan sunnah. Dan jarang terjadi bencana atau fitnah agama yg membingungkan umat Islam atau menyesatkan sebagaimana di lakukan oleh firqah Syi`ah, Khawarij , Mu`tazilah , Jahmiyah dll. Apakah layak Najed yg berhampiran dengan Riyadh ini di juluki dengan tanduk setan? Tentu tidak dan sekali lagi tidak. Padang sahara Iraklah yg layak untuk julukan itu.    Ust Abdullah bin Muhammad Zuqail menulis
 تخريجات وتحذيرات من أحاديث مشهورات (ص: 3)  محمد بشير السهسواني في كتابه : صيانة الإنسان عن وسوسة الشيخ دحلان . - حكيم محمد أشرف سند هو في كتاب : أكمل البيان في شرح حديث نجد قرن الشيطان  - Komentarku ( Mahrus ali ) : - Itulah dua nama kitab yg menjelaskan dengan detil tentang maksud Najed adalah Irak bukan Najed yg berdekatan dengan kota Riyadh sebagaimana di tuduhkan kalangan syi`ah. -    وفي هذا القدر كفاية للرد على أولئك الرافضة - قبحهم الله - في تلبيسهم على الناس لهذا الحديث .    Sekianlah sudh cukup untuk merespon para Rafidhah / syi`ah , semoga Allah menjelekkan mereka dlm pembauran mereka kpd manusia dengan hadis itu.  Ust. Dedy Elhasyimi menulis lg :    Kemudian, Al-Hafiz Ibn Hajar mengomentari kata-kata Al-Khattabi dengan katanya:   وعرف بهذا وهاء ما قاله الداودي إن نجدا من ناحية العراق فإنه توهم أن نجدا موضع مخصوص وليس كذلك بل كل شيء ارتفع بالنسبة إلى ما يليه يسمى المرتفع نجدا والمنخفض غورا. 
 Maksudnya: “Dan dengan ini dapat diketahui kelemahan pendapat Ad-Dawudi yang waham (menyangka) bahawa najd itu suatu tempat khusus di sebelah Iraq, sedangkan ia bukan sedemikian, bahkan setiap (tempat) yang tinggi berbanding sekelilingnya, (maka) dinamakan yang tinggi itu najd manakala yang rendah pula ghaur”.   Komentarku ( Mahrus ali ) : Sanggahan Ibn Hajar pd Ad-dawudi itu sebetulnya berfokus pd sudut pandang yg berbeda.  Ibn Hajar memandang dari sudut asal arti kalimat Najed yaitu sahara sbg lawan lembah. Sedang Addawudi – pengarang kitab Nasihah – syarah Bukhari memandangnya dari sudut riwayat hadis. Keduanya di benarkan, tdak bisa di salahkan.  Intinya Najed menurut Ibn Hajar sahara padang pasir bukan lembah. Dan Imam Dawudi menyatakan Najed bagian dari Irak.  Ibn Hajar memandangnya dari segi bahasa dan Addawudi memandangnya dari sudut riwayat.  Karena itu, menurut saya pendapat Imam Dawudi itu tetap kuat, bukan lemah > ia di dukung oleh Al Khatthabi dan Ibn atsir dlm kitab nihayah
.    صحيح مسلم (8/ 181) - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ وَوَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى وَأَحْمَدُ بْنُ عُمَرَ الْوَكِيعِىُّ - وَاللَّفْظُ لاِبْنِ أَبَانَ - قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ يَقُولُ يَا أَهْلَ الْعِرَاقِ مَا أَسْأَلَكُمْ عَنِ الصَّغِيرَةِ وَأَرْكَبَكُمْ لِلْكَبِيرَةِ سَمِعْتُ أَبِى عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ الْفِتْنَةَ تَجِىءُ مِنْ هَا هُنَا ». وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ « مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ ». وَأَنْتُمْ يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ وَإِنَّمَا قَتَلَ مُوسَى الَّذِى قَتَلَ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ خَطَأً فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ (وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَاكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنَّاكَ فُتُونًا) قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عُمَرَ فِى رِوَايَتِهِ عَنْ سَالِمٍ لَمْ يَقُلْ سَمِعْتُ.
   (Salim bin Abdullah bin Umar berkata: Wahai penduduk Irak, alangkah anehnya kalian suka bertanya dosa kecil , dan alangkah anehnya kalian paling suka menjalankan dosa besar ., aku pernah mendengar ayahku, Abdullah bin Umar berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Sesungguhnya fitnah itu muncul disini -ia menunjukkan tangannya ke arah timur- dari arah terbitnya dua tanduk setan. Kalian saling menebas leher satu sama lain. Musa hanya membunuh orang yang ia bunuh berasal dari keluarga Fir'aun itu karena tidak sengaja lalu Allah 'azza wajalla berfirman padanya: 'Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan." (Thaahaa: 40) Ahmad bin Umar berkata dalam riwayatnya: Dari Salim, ia tidak menyebut: Aku telah mendengar. HR Muslim.  Dalam suatu riwayat sbb
:  جامع الأصول في أحاديث الرسول (10/ 71) «يا أهل العراق ما أسأَلَكُم عن الصغيرةِ ، وأجْرأَكم على الكبيرةِ
Wahai penduduk Irak , mengapa kalian bertanya masalah kecil dan alangkah beraninya kalian menjalankan dosa besar.    Komentarku ( Mahrus ali ) : Lihat pernyataan Anak Abdullah bin Umar di arahkan kpd penduduk Irak bukan penduduk Najed di Saudia.  Jadi tepatlah bila Najed letak tanduk setan itu adalah di lokasi Irak bukan Saudia sebagaimana tudingan miring Syi`ah dan ahli bid`ah kpd gerakan missi syaikh Muhammad bin Abd wahhab.  Mengapa tuduhan tanduk setan itu tdk di arahkan kpd syi`ah, khawarij, mu`tazilah, jahmiyah di Irak . Malah di arahkan kpd missi tauhid, pemberantas syirik. Ini logika terbalik, tdk lurus dan jalan bengkong bukan jalan yg lurus. Ingatlah firmanNya:
  وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".    Syaikh Muhammad Asyraf al Hindi menulis:
  قد كان بلد الشيخ اليمامة ولم تكن اليمامة مشرق المدينة ، بل مشرق العراق ، فليست مشرق المدينة ، ولا هي وسط المشرق بين المدينة والعراق ، بل اليمامة شرق مكة المشرفة اهـ
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showt... 
 Sungguh kota Syaikh Muhammad bin Abd Wahab adalah Yamamah. Dan yamamah bukkan arah timur Medinah tp arah timur Irak , bukan arah timur Medinah . Yamamah juga bukang pertengahan sblh timur antara Medinah dan Irak. Yamamah adala arah timur Mekkah yg mulia.    Komentarku ( Mahrus ali ) : Syaikh Muhammad Asyraf al Hindi tdk membenarkan bila Najed Yamamah itu di katakana sbg arah timur Medinah. Jg tdk layak sbg lokasi tanduk setan . Beliau sangat menyalahkan hal itu

.  عند العرب نجود كثيرة ذكرها الحموي في معجم البلدان: (5/265) وصاحب تاج العروس (2/509) وذكروا
منها: نجد البرق باليمامة ونجد خال ونجد اجاء ونجد العقاب بدمشق ونجد اليمن ونجد الحجاز ونجد العراق

 . Ada tujuh nama Najed spt di atas sebagaimana dlm kamus MU`jamul buldan , lalu mengapa hanya Najed yamamah tempat Syiakh Muhammad bin Abd Wahab yg dikatakan tanduk setan , bukan Najed di Irak dll.
  المراد بنجد في هذا الحديث هي [ بادية العراق ] أو [ نجد العراق ] ال ابن عبد البر في التمهيد : (1/279) : Ibn Abd bar juga menyatakan bahwa Najed yg tercantum dlm hadis adalah sahara Irak

atau Nejd Irak. ( Bukan Saudia ).

    - مقتل ذى النورين رضي الله عنه..والجميع يعلم ان ما من فتنة جاءت فيما بعد الا ولها صلة مباشرة اوغير مباشرة بمقتله..وقد قتل رضى الله عنه على ايدى غوغاء قدموا من العراق... 2-مقتل الحسين بن على فى العراق.وكان هذا الحدث قاصمة الظهر للروافض..انعزلوا بعدها عن المسلمين وبدأوا مسلسل المكر والكيد.. 3-ظهور امهات البدع بالبصرة والكوفة وهى ثلاث: بدعة التفلسف وبدعة الاعتزال وبدعة التصوف. 4-قدوم التتار من المشرق وهدمهم لبغداد عاصمة العراق...وقد كانت فتنة التتار شديدة جدا حتى ان بعض المؤرخين-ولعله ابن الاثير-قال لا استطيع الكلام عن هذه الفتنة الا مرغما... 5-خروج القرامطة من العراق وافسادهم فى الحرم وسرقة الحجرالاسود وقتلهم للحجاج.. 6-ثورة صاحب الزنج.

Intinya …………kematian khalifah Usman bin Affan juga oleh demonstran Irak………….. juga kematian Husain bin Ali di IRak , bid`ah – bid`ah yg besar juga lahir di Irak spt Tasawwuf, falsafah dan muktazilah , Kedatangan Tatar juga dari arah timur lalu menghancurkan Baghdad. Keluarnya tatar , revolosi Zinj.  (Maaf ini terjemahan global belaka, ringkasan ).    Manakah yang banyak fitnah yg membingungkan agama , Najed Irak atau yg di Saudia? Sdh tentu di Irak lebih banyak. Paling nyata adalah fitnah Syi`ah di kalangan ahlus sunnah.  Bersambung…………………     ,"n

Sabtu, Juni 18, 2016

Pemerintah Bahrain Tutup Kantor Syiah di Manama





Syiahindonesia.com - Pengadilan negeri Bahrain mengumumkan penutupan markas Syiah di Bahrain, Al-Wefaq National Islamic Society. Otomatis, seluruh aktivitas dan kegiatan di dalamnya juga harus dihentikan. Semua aliran dana yang mengalir ke lembaga itu juga diambil alih.


“Berdasarkan kepentingan yang mendesak, markas Al-Wefaq National Islamic Society akan ditutup. Semua dana yang ada akan diambil alih oleh kementerian,” kata Menteri Kehakiman Bahrain seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (15/06).

Dalam hal ini, Departemen Kehakiman Bahrain menjelaskan alasan penutupan lembaga tersebut. Pihak kementerian menyatakan bahwa lembaga itu memiliki prinsip hukum dan dasar-dasar kewarganegaraan yang bertentangan dengan koeksistensi, toleransi dan menghormati orang lain. Selain itu, Al-Wefaq National Islamic Society juga bekerja berdasarkan kerangka politik agama (Syiah) dan pihak asing (Iran).

“Tanggung jawab utama pemerintah adalah untuk menjaga negara dan keamanan rakyatnya dalam rangka untuk mencapai ketenteraman semua warga yang ada,” imbuh pernyataan dari kementerian.

Bahrain sendiri merupakan negara kepulauan di Teluk Persia yang sangat akrab dengan negara Arab Saudi dan Qatar. Antara Bahrain dan Arab Saudi juga memiliki sistem perpolitikan yang sama, yakni menjalankan sistem monarki konstitusional yang dikepalai oleh raja. (kiblat)



Senin, Juni 13, 2016

Syi`ah kafir atau muslim

El Fajr Muhammad bertanya  sbb:
Menurut anda, apakah syiah itu kafir? mohon penjelasannya.
Sy jawab  ada  orang memposting  sbb:

_ كذبوا القرآن عندما برئ القرآن عائشة الطاهرة رضي الله عنها وارضاها في القرآن

بغض النظر إتهام النبي صلى الله عليه وسلم بعرضه وانه تزوج عاهرة ومن هذا القصد
بعد كلامك هذا مايحتاج نجاوب ولكن عندي كم سؤال

ناس يقولون الله نزل الرسالة على محمد بالغلط

وناس يبيحون الزنا

وناس يقولون ان علي يحيي الموتى

وناس يسبون أصحاب رسول الله

وناس يقذفون زوجات النبي صلى الله عليه وسلم

أبعد هذا تبحثين عن دليل على كفرهم ؟؟
Orang – orang syi`ah mendustakan  al quran ketika al qura menyatakan   Aisyah ra adalah wanita bersih  dari tuduhan zina dan Allah telah rela padanya.
 Syi`ah juga menuduh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   kawin dengan penzina. 
Dari perkataan mu ( yg menyatakan syi`ah muslim atau kafir ) tidk perlu di jawab . Tp aku punya pertanyaan :
Syiah mengatakan : Allah menurunkan risalah pd Muhammad keliru, memperbolehkan zina, Ali ra menghidupkan orang mati, mencaci maki sahabat Nabi  shallallahu alaihi wasallam , menuduh istri  Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   berzina. Apakah  setelah ini anda  ingin mencari dalil atas kekufuran mereka.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Orang syi`ah juga melecehkan ayat ini :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ(100)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. 100 Tobat
Sebab, syi`ah mengkafirkan Abu bakar dan Umar yg note bennya adalah muhajirin  dan  mengkafirkan  juga  mayoritas sahabat yg termasuk juga  sahabat Anshar. Allah  rela kpd mereka lalu syi`ah mengkafirkannya. Ber arti syi`ah buang ayat itu.  Inilah yg bikin syi`ah kafir. INgatlah  firmanNya:
مَا يُجَادِلُ فِي ءَايَاتِ اللَّهِ إِلاَّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَلاَ يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ(4)
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. Ghofir 4


Selasa, Juni 07, 2016

33 mata-mata Iran dan "Israel" ditangkap di Arab Saudi


33 mata-mata Iran dan "Israel" ditangkap di Arab Saudi

JEDDAH (Arrahmah.com) – Otoritas intelijen Saudi telah menangkap 33 mata-mata yang terkait dengan “Iran” dan “Israel” dalam tiga tahun terakhir dan mengajukan mereka ke pengadilan.

Di antara mereka yang ditangkap adalah 30 orang Arab Saudi, 1 orang Iran, 1 orang Afghanistan dan 1 orang Yordania, sebuah publikasi lokal melaporkan, sebagaimana dilansir Arab News, Senin (6/6/2016).

1 orang Yordania tersebut diketahui berkerja menjadi mata-mata untuk badan intelijen Mossad “Israel”, sementara yang lainnya terkait dengan SAVAK (Organisasi Intelijen dan Keamanan Nasional) Iran.

Para mata-mata tersebut memberikan informasi yang bersifat sensitif kepada boss mereka di Iran dan “Israel” dengan imbalan uang, kata laporan itu. Bahkan beberapa dari mereka telah menerima pelatihan untuk mencapai tujuan mereka.

Menurut laporan, mata-mata tersebut melakukan kontak komunikasi dengan para pejabat senior di Iran dan “Israel”. Hal itu juga membuktikan bahwa mata-mata dari Yordania itu berkomunikasi dengan perdana menteri “Israel”, sementara mata-mata yang lainnya telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pengadilan Kriminal Khusus di Riyadh menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara terhadap mata-mata dari Yordania, dan kemudian dia akan akan dideportasi.

Para tersangka lainnya sedang diadili oleh Pengadilan Kriminal Khusus.


(ameera/arrahmah.com)

Sabtu, Mei 14, 2016

Tahun ini Iran larang warganya untuk haji ke baitullah



Syiahindonesia.com - Republik Syiah Iran melarang warganya pergi ke Arab Saudi tahun ini untuk melakukan ibadah haji tahunan, seorang pejabat Iran mengumumkan seperti dikutip kantor berita internasional Al Arabiya News Channel, Kamis (12/05/2016).

Menurut Associated Press (AP), Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati, menyalahkan Arab Saudi yang gagal "menyelesaikan masalah keamanan" dalam diskusi panjang berbulan-bulan antara kedua negara.

Jannati mengatakan dalam komentar yang dilansir AP, "Mereka [Saudi] tidak menerima proposal kami mengenai penerbitan visa atau keamanan dan transportasi para peziarah Iran."

Ketegangan antara dua kekuatan regional tersebut bahkan meningkat tajam tahun lalu, saat terjadi peristiwa yang mengakibatkan kematian jamaah dari berbagai negara pada musim haji kemarin karena ulah jamaah Haji Iran.


Beberapa pejabat Saudi, telah meminta Iran untuk berhenti 'mempolitisasi' kecelakaan ini, namun hubungan diplomatik antara kedua negara benar-benar terputus saat Iran gagal melindungi Kedutaan Saudi di Teheran dari massa yang menyerang dan membakar kedutaan,  setelah  Riyadh mengeksekusi tokoh Syiah Saudi.

Keputusan Iran menimbulkan pertanyaan karena haji adalah kewajiban agama dan salah satu dari "lima pilar" Islam, setiap Muslim berbadan sehat perlu menunaikan ibadah haji ini setidaknya sekali dalam hidup mereka, dan tidak ada tanda-tanda bahwa Riyadh tidak akan menyambut peziarah dari Iran tahun ini.

Kementerian Haji Saudi merilis sebuah pernyataan pada hari Kamis menekankan pada ketelitian Arab Saudi dalam melayani para tamu Dua Masjid Suci, menambahkan bahwa para pemimpin dan pemerintah Saudi yang "terhormat" akan memberikan layanan kepada jamaah dan pengunjung dari seluruh bangsa.

Kementerian itu juga mengatakan mereka memperluas undangan setiap tahun kepada semua pihak yang bertanggung jawab untuk urusan haji di negara-negara Arab dan mayoritas muslim, juga  negara-negara minoritas Muslim, untuk membahas pengaturan dan kebutuhan para peziarah, termasuk Iran.

Pernyataan kementerian menambahkan bahwa pihaknya telah bertemu dan berdiskusi dengan kepala komite urusan haji Iran bulan lalu, mengenai persyaratan dan pengaturan yang diperlukan peziarah Iran dalam melakukan haji tahun ini.

"Tetapi delegasi Iran menolak menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan persiapan haji tahun ini ... dan bersikeras dengan tuntutan mereka."

Ia menambahkan bahwa, "Pihak-pihak yang melarang warganya melaksanakan haknya (untuk menunaikan ibadah haji) akan bertanggung jawab atas keputusan mereka di hadapan Allah dan umat muslim seluruh dunia." (jurnalislam)

Senin, Mei 02, 2016

Mantan Murid Jalaluddin Rakhmat Membongkar Pintu Jebakan Syiah


Ternyata Jalaluddin Rakhmat dedengkot syiah (IJABI) bukan hanya ditinggalkan oleh isterinya yang bahkan mengumumkan perceraiannya di media sosial; kini mantan muridnya ada yang justru membongkar apa yang disebut pintu jebakan syiah dalam bentuk buku dan diedarkan pula di internet.
Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya berguru pada Jalaluddin Rakhmat selama kurun waktu [ sekitar ] tahun 92 hingga 98. Meski kehadiran saya tidak rutin setiap minggu pagi, namun semoga kekeliruan  ilmu yang saya dapati waktu itu, bisa memberi kejelasan bagi kita semua. Dan semoga buku kecil ini mampu memberi pemahaman yang tepat tentang apa itu Syiah, sehingga kita bisa sama sama membendung arus Syiah di Indonesia. Amin.
Surabaya, Sepetember 2015
 Ika Rais
Demikian akhir kata dari pendahuluan buku Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat’ yang diposting di http://muhammadsaw.info
Selamat menyimak kutipan sebagian dari buku kecil ini berupa kata pengantar penulisnya.
***

Pintu Jebakan Syiah Dalam Menjerat Umat [1]

KATA PENGANTAR Dan DAFTAR ISI
Bismillahirrahmanirrahim.
Masih sangat banyak masyarakat awam yang belum mengenal ajaran Syiah secara benar dan tepat. Kebanyakan dari mereka hanya tahu bahwa Syiah berbeda dari Islam. Tapi apa bedanya, dan apakah syiah itu sesungguhnya, banyak masyarakat yang belum paham.
Bahkan tidak terkira pula banyaknya umat yang menyangka jika Syiah itu hanya semacam ‘mahzab’ dalam Islam. Tidak lebih dari itu.
Semua itu terjadi karena beragamnya sumber informasi dan massifnya media media sekuler liberal yang gencar menyuarakan ‘kebenaran’ Syiah.
Syiah adalah sebuah agama yang mengajarkan pada penganutnya bahwa Tuhan mereka adalah Allah yang telah memberi perintah kepada Nabi Muhammad untuk menunjuk Ali bin Abu Thalib dan keturunannya [ yang berjumlah 12 ] menjadi Imam umat Islam, menggantikanNabi Muhammad. tweet
Secara garis besarnya demikian. Saya pribadi, saya akan langsung menyebut Syiah adalah agama. Dan jelas, agama disini bukanlah agama Islam.
Karena memang sudah sejak awal, sejak seseorang berniat memeluk Syiah, maka dia berkeyakinan bahwa :
  • Tuhannya bukanlah Tuhan yang sama yang diimankan oleh umat Islam. Tuhan mereka adalah Tuhan yang memberi perintah kepada Nabi Muhammad bahwa pengganti beliau adalah Ali bin Abu Thalib dan keturunannya
  • Syahadatnya ditambah tambahi dengan bersaksi terhadap Ali, Fathimah, Hasan Husein dan mencaci Abu Bakar, Umar, Ustman dan Aisyah, kitabnya bukan Al Quran yang sekarang ini ada ditangan umat Islam sekarang ini.
  • Mereka membenci para sahabat Nabi.  Apa, bagaimana dan mengapa kita wajib memuliakan para sahabat, silahkan baca di link ini : Para Sahabat Nabi.
  • Mereka percaya, ada ayat ayat yang disembunyikan dalam Al Quran, yang dihilangkan ketika proyek pengumpulan Al Quran dilakukan pada jaman Sayyidina Ustman. Ayat ayat yang dihilangkan itu adalah ayat tentang pengangkatan Ali bin Abu Thalib  sebagai pengganti Nabi Muhammad yang sah.  ‘Tidak seorangpun mampu untuk mengaku bahwa padanya terdapat kumpulan Al Quran yang lengkap lahir dan batin selain orang orang yang mendapatkan wasiat [ yakni para Imam ]’.  Ushul al Kafi Juz I hal 136.
  • Mereka melaknat sahabat sahabat Nabi yang mulia karena dianggap berkhianat, makar, dan mendzolimi Ali
  • Tidak mempercayai seluruh hadis yang dinukil oleh imam imam hadis ahlu Sunnah, mereka hanya percaya dengan hadis yang diriwayatkan oleh imam imam mereka sendiri. Konsekuensi dari ketidakpercayaan itu adalah seluruh praktek ibadah mereka menjadi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh umat Islam. Mulai dari ibadah sholat, doa, puasa, haji,zakat
Disinilah letak kesalahan jika menyatakan bahwa perbedaan antara Syiah [ Imamiyah Itsma Asyariyah ] dengan Ahlusunnah adalah semata mata masalah khilafiyah furu’iyah saja.  Perbedaan ajaran Syiah sudah berada di wilayah prinsip sehingga masuk pada wilayah penyimpangan.
Apa saja detil perbedaan Syiah dengan Islam hanya akan dibahas secara ringkas di buku ini.
Karena buku ini hanya akan mengkhususkan pada pengenalan bagaimana trik Syiah dalam menjebak umat.  Bagaimana cara Syiah menggiring umat untuk secara perlahan lahan mengikuti ajaran mereka.
Saya pikir saat ini yang paling penting adalah umat menyadari apa apa saja pintu masuk Syiah dalam menarik simpati umat.
Kita harus betul betul paham trik trik tersebut, sehingga kedepan kita bisa membendung ajaran sesat ini dengan lebih mudah dan efektif.
Mungkin nanti akan ada sanggahan bahwa biar saja Syiah sesat, apa urusannya dengan kita? Jawabnya: tentu saja amat berkaitan dengan kita !
Karena ajaran Syiah itu sendiri telah menghancurkan seluruh sendi sendi akidah dan iman Islam.    Syiah telah memutarbalikkan fakta Islam.  Mereka melakukan penistaan terhadap banyak sahabat, bahkan juga menista Rasulllah karena telah memutar balikkan sabda sabda Nabi.  Mereka melakukan pembohongan. Mulai dari soal keimanan terhadapAllah SWT hingga masalah tatacara ibadah Islam. Disinilah kita perlu membendung ajaran Syiah dan membatasi ruang gerak mereka.
Dan yang lebih mengerikan, adalah karena agenda utama Syiah di banyak Negara, adalah melakukan kudeta terhadap pemerintahan resmi agar mereka bisa berkuasa.
Kita bisa mengambil contoh Iran, yang kini menjadi mercu suar dari ajaran Allah ini, lalu Libanon, Suriah, Yaman, Mesir, Turki [ sebelum Erdogan berkuasa ] dan hampir di seluruh Negara Afrika dan Timur Tengah sejatinya. Di Suriah dan Yaman bahkan telah terjadi pembantain demi pembantaian orang orang sunni yang dilakukan oleh Syiah.
Kekejaman orang orang Syiah hanya bisa disandingkan dengan kekejaman Israel. Mengapa? Ya karena  sejatinya Syiah berasal dari orang Yahudi. Yang kemudian disemai oleh orang Persia [ Iran ]
Syiah sesungguhnya adalah kerjaan orang orang Yahudi. Mereka ingin membendung bahkan ingin meruntuhkan kejayaanIslam, dengan cara membuat kekacauan dan makar terhadap pemerintahan yang sah umat Islam, pada waktu itu Islam dipimpin oleh khalifah Abu Bakar, Umar dan Ustman.
Dan kemudian ide licik ini disemai oleh Persia [ Iran ]. Ketika sudah di’ambil alih’ oleh orang orang Persia inilah, Syiah bukan hanya di back up, tapi juga dipelihara, dikembangkan dan disebar benihnya ke seluruh dunia.
Masyarakat Indonesia masih amat sangat banyak yang belum tahu apa itu Syiah.
Saya sendiripun ketika pertama kali bersinggungan dengan Syiah, waktu itu sekitar tahun 1993/ 94, saya sama sekali tidak tahu bahwa kajian kajian yang dipandu Jalaluddin Rakhmat di masjid samping rumahnya di Jalan Kebaktian [dulunya] Bandung, adalah kajian Syiah.
Padahal pada saat itu, status saya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi negri di Bandung.
Dan fakta, bahwa hampir seluruhnya murid murid yang hadir saat itu adalah juga mahasiswa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bergengsi di kota Bandung !
Anda bisa bayangkan, kalau mahasiswa yang notabene mewakili kalangan terpelajar, bisa juga di’kerjai’. Apatah lagi kalangan masyarakat awam ?
Dan masih banyaknya masyarakat yang belum paham Syiah, terbukti dari seringnya mereka bertanya : apa itu Syiah atau sesatnya Syiah itu dimana?
Untuk itulah buku ini sengaja saya tulis dalam bahasa yang diusahakan seringan mungkin agar mudah dipahami. Tidak mudah menulis sebuah topic yang berat kedalam bahasa yang ringan. Jadi seandainya pembaca masih ingin mengajukan pertanyaan lanjutan, sila email ke penerbit. InsyaAllah akan kami bantu sebisa mungkin.
Buku ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya berguru pada Jalaluddin Rakhmat selama kurun waktu [ sekitar ] tahun 92 hingga 98. Meski kehadiran saya tidak rutin setiap minggu pagi, namun semoga kekeliruan  ilmu yang saya dapati waktu itu, bisa memberi kejelasan bagi kita semua. Dan semoga buku kecil ini mampu memberi pemahaman yang tepat tentang apa itu Syiah, sehingga kita bisa sama sama membendung arus Syiah di Indonesia. Amin.
Surabaya, Sepetember 2015
by:  Ika Rais / muhammadsaw.info
(nahimunkar.com)