Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syirik. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 13, 2015

Jawabanku untuk EMHA Ainun Najib




Kutipan dari perkataan EMHA Ainun Najib:
“Soal syirik itu kan haknya Allah yang mengetahui syirik, kufur hanya Allah yang punya hak bukan oleh manusia," tuturnya.
http://news.detik.com/berita/3094301/cak-nun-puji-tabligh-akbar-di-purwakarta-yang-padukan-islam-dan-budaya


Komentarku ( Mahrus ali ):
Syirik itu bukan hanya Allah yang mengetahui, tapi manusia juga harus tahu ajaran syirik dan tauhid. Bila tidak tahu  di dunia  sebelum mati,lalu menjalankan kesyirikan  maka  di akhirat akan berbahaya.
Syirik sudah dijelaskan oleh Allah  dan RasulNya dalam quran atau hadis dengan sejelas – jelasnya. Lalu bagaimana   di katakan  bahwa  syirik hanya Allah yang  tahu dan manusia  tidak paham  tentang hal itu. Ini sangat keliru dan tidak benar.
Masak Allah mengancam orang syirik  dengan neraka, lalu Allah  tidak menjelaskannya di dunia. Sungguh zalim Allah bila  tidak menunjukkan syirik kepada manusia di duna lalu memasukkan manusia  yang  syirik ke neraka. Ingatlah ayat sbb:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ
  Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.  An`am 130

Contoh  syirik.
Pernyataan Tuhan tiga.
    Bersumpah Dengan Selain Allah
Memakai Gelang dan Benang Penangkal
Mengalungkan Jimat
Ruqyah (Mantera atau Jampi yang syirik )
Sihir
Tanjim (Ramalan Perbintangan)
Perdukunan dan Ramalan
Bernadzar Untuk Selain Allah
Menyembelih Untuk Selain Allah
 Thiyarah (Berperasaan Sial Karena Melihat, Mendengar atau Bertemu Sesuatu / burung )
Tabarruk / Meminta Berkah Kepada Pohon dan Batu dll
Kata-kata Yang Mengesankan Syirik
Memberi nama dengan nama Allah atau dengan nama yang tidak layak kecuali hanya untuk-Nya.
Menamai manusia dengan nama Abd (hamba) selain Allah
Ghuluw (berlebihan) dalam Mengagungkan Nabi SAW ( prantara syirik )
.Ghuluw (berlebihan) dalam Mengagungkan Orang Salih ( prantara syirik )
Mengagungkan Kuburan ( prantara syirik )
Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid ( media  syirik )
Lebih detil lihat disini.

Tidak benar pernyataan Ainun Najib bahwa hanya Allah yang tahu  syirik sedang manusia  tidak paham kpdnya. Ini sangat menyesatkan dan tidak mengarah ke  jalan yang lurus.

Beribadah  tanpa dalil itu juga syirik, suatu misal puasa mutih, ngerowot dll.
Bila  puasa mutih itu di jalankan, maka orang yang melakukannya adalah musrik.
Allah  tidak memerintah puasa mutih, lalu  dia  mengerjakannya. Ibadah sedemikian ini termasuk syirik. Mestinya dia tidak menjalankannya . Allah berfirman:
قُلْ اِنَّمَا اَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحَى اِلَيَّ اِنَّمَآ اِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَّاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَّلاَ يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ اَحَدًا.


"Katakanlah (Ya Muhammad)!  Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahawa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.  Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". Al-Kahfi, 18:110.
Bergolong – golong , ber ormas , bermadzhab juga  syirik  sebagaimana ayat :
وَلاَ تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(31)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ(32)
janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.  31 -32 Rum.

Penyembah thaghut    musrik . Allah berfirman:
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Baqarah 257
  Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thaghut , yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Berdoa kepada selain Allah  sebagaimana  ayat:
بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَاءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ
(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).  41 an`am

Penyembah matahari   sebagaimana ayat:
فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَا أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ
   Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. An`am 78

Berkeyakinan ada penyelamat atau pelenyap kesedihan  selain Allah. Ini  juga syirik sebagaimana ayat:
قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ
Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya".  An`am 64
Penyembah berhala  sebagaimana ayat:
وَحَاجَّهُ قَوْمُهُ ۚ قَالَ أَتُحَاجُّونِّي فِي اللَّهِ وَقَدْ هَدَانِ ۚ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِ إِلَّا أَن يَشَاءَ رَبِّي شَيْئًا ۗ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: "Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku". Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?" an`am 80

Kaum Nabi  Ibrahim adalah penyembah berhala > Dan Ibrahim tidak  takut pada berhala – berhala mereka.

Menyatakan Isa sebagai  Tuhan  sebagaimana ayat:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.  Maidah 72

Fanatik kepada pendapat ulama yang mengalahkan dalil.  Ini kesyirikan yang membudaya dan harus di lenyapkan, sebagaimana ayat:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
 “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh  menyembah Ilah Yang Maha Esa, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (at-Taubah:31)
Meyakini ada yang mampu mendatangkan angin selain Allah atau memberi petunjuk di kegelapan darat  dan laut  , Allah berfirman:
أَمَّن يَهْدِيكُمْ فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَن يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ ۚ تَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). Naml 63

Meyakini  ada pencipta  selain Allah sebagaimana ayat:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).  Qashas 68

Meyakini ada  yang  mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan  selain Allah. Allah berfirman:
للَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. Rum 40

Berdoa kepada selain Allah  sebagaimana ayat :
ذَٰلِكُم بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ ۖ وَإِن يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا ۚ فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ
   Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ghafir 12

Meyakini ada yang   bisa memberi safaat di akhirat selain apa yang  telah ditetapkan oleh dalil sebagaimana ayat:
لَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah). 94 al an`am

Menjadikan jin  sebagai pelindung dan berdoa kepadanya  sebagaimana ayat:
وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. An`am 100

Taat kepada orang yang  membantah agama  Islam  sebagaimana ayat:
وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.al an`am 121

Komentarku ( Mahrus ali ):
Ajaran agama Islam ini sudah final, sudah benar, bila di salahkan  orang yang  ahli bantah lalu anda ikut padanya maka anda dalam hal ini  tidak bertauhid lagi tapi sudah masuk ke ranah kesyirikan. Karena itu, jangan ikut padanya tapi ikutilah  dalil Allah ini.
Meyakini  ada yang  bisa memberi petunjuk kepada kebenaran selain Allah  sebagaimana ayat :
قُلْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ ۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا يَهِدِّي إِلَّا أَن يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekuturmu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakanlah "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? Yunus  35

Meyakini ada Tuhan di langit dan bumi  selain Allah sebagaimana ayat:

قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ
bil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa". Ra`d 16



Selasa, Oktober 27, 2015

Jangan baca kasidah ini



يَارَبِّ باِلْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَناَ    وَاغْفِرْلَناَ مَامَضَى ياَوَاسِعَ الكَرَمِ
Wahai Tuhanku dengan  Rasul  yang terpilih , jadikanlah tujuan – tujuan kami tercapai dan ampunilah dosa – dosa kami yang telah lampau  wahai Tuhan yang luas kemurahanNya  ( Minta pengampunan dan tercapai tujuan dengan kehurmatan Nabi saw, syair tsb juga sirik sekali  ).

Ada beberapa kemungkinan arti syair tsb.
1.     Wahai Tuhanku  tujuan – tujuanku  bikinlah tercapai sebab Muhammad yang  terpilih……………………….
Arti sedemikian ini arti lahiriah , harfiah , tanpa di takwil. Ia arti leterlek dan apa adanya tanpa meng ada – ada. Ia arti  textual  bukan kontekstual.
Arti sedemikian ini rentan terhadap akidah, tidak membangun akidah yang  baik tapi merusak akidah yang  baik menjadi jelek.  Akidah  yang  lurus bertauhid menjadi  bengkong yang   syirik.
   Doa itu mohon pada Allah agar tujuan tercapai sebab Muhammad saja bukan dengan sebab rahmatMu atau anugrahMu atau KemurahanMu.
  Doa  sedemikian ini doa yang  terlarang karena ada ayat:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ ِللهِ فَلاَ تَدْعُوا مَعَ اللهِ أَحَدًا
Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu berdoa kepada  seseorangpun di dalamnya di samping berdoa kepada Allah.[1]
Bila  berdoa kepada Allah , jangan menyebut nama  seseorang baik nabi atau lainnya. Tapi berdoalah langsung pada Allah  sebagaimana ayat:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".[2]
2.     Wahai Tuhanku  tujuan – tujuanku  bikinlah tercapai sebab cintaku kepada  Muhammad yang  terpilih………………..

Biasanya ahli bid`ah agar terhindar  dari kesyirikan mentakwil  syair tsb dengan  kalimat seperti itu  ya`ni “sebab cintaku kepada  Muhammad yang  terpilih………………..”

  Ini takwilan bukan arti sebenarnya. Apa benar maksud penyair seperti itu  atau bukan , wallahu a`lam.  Hal itu seperti ada  kalimat  seperti ini :
Wahai Tuhanku  tujuan – tujuanku  bikinlah tercapai sebab berhala lata.
Lalu agar terhindar dari kesyirikan lalu di takwil “ sebab benci dengan berhala lata “.

Atau orang bilang : Aku meyembah berhala Lata”
Agar tidak syirik , lalu di takwil  maksudnya  : Aku menyembah Allah yang  menciptakan orang yang  membuat behala Lata “.
Paling tepat , tidak usah bc doa  seperti syair  itu , tapi berdoalah dengan kalimat  yang  ma`tsur  - yang  jelas ada  tuntunannya , jangan tuntunan yang masih  kabur , belum jelas sahihnya.   
Kita ikut Rasulullah shallahu alaihi wasallam dalam  menjalankan shalat, puasa berdoa  dll. Tidak boleh  mengikuti Rasulullah shallahu alaihi wasallam dalam shalat saja lalu dalam berdoa  menyelisihinya. Kita ikut ayat:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[3]
Para  Nabi , sahabat , imam madzhab empat  dan seluruh  ulama‘ saleh tidak mengajarkan doa dengan  perantara  kehurmatan dan derajat orang mati. Kita tidak punya  pegangan dari Al Quran atau hadis yang membolehkan  doa semacam itu. Kita ikuti saja ajaran  Allah dan tuntunan Nabi SAW dalam berdoa.
Karena itu , tiada  hadis yang mengajarkan doa seperti itu
Komisi fatwa dan irsyad kerajaan Saudi menyatakan:

أَنْ يَسْأَلَ الله بِجَاهِ أَنْبِيَائِهِ أَوْ وَلِيٍّ مِنْ َأوْلِيَائِهِ بِأَنْ يَقُوْلَ: (الَّلهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِجَاهِ نَبِيِّكَ أَوْ بِجَاهِ الْحُسَيْنِ) مَثَلاً فَهَذاَ لاَ يَجُوْزُ؛ لِأَنَّ جَاهَ أَوْلِيَاِء الله وَإِنْ كَانَ عَظِيْمًا عِنْدَ الله وَخَاصَّةً حَبِيْبُنَا مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم غَيْرَ أَنَّهُ لَيْسَ سَبَبًا شَرْعِيًّا وَلاَ عَادِيًّا لِاسْتِجَابَةِ الدُّعَاءِ؛ وَلِهَذاَ عَدَلَ الصَّحَابَةُ حِيْنَماَ أَجْدَبُوا عَنِ التَّوَسُّلِ بِجَاهِهِ صلى الله عليه وسلم فيِ دُعَاءِ اْلاِسْتِسْقَاءِ إِلَى التَّوَسُّلِ بِدُعَاءِ عَمِّهِ اْلعَبَّاسِ مَعَ أَنَّ جَاهَهُ عليه الصلاة والسلام فَوْقَ كُلِّ جَاهٍ، وَلمَ ْيُعْرَفْ عَنِ الصَّحَابَةِ رضي الله عنهم أَنَّهُمْ تَوَسَّلوُا بِهِ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ وَفَاتِهِ وَهُمْ خَيْرُ اْلقُرُوْنِ وَأَعْرَفُ النَّاسِ بِحَقِّهِ وِأَحَبُّهُمْ لَهُ.
Seseorang minta pada Allah dengan pangkat nabi – nabiNya atau wali – waliNya. Dia berkata : Ya Allah ! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu  dengan pangkat NabiMu atau pangkat Husain …….. ini tidak boleh. Sebab pangkat wali – wali Allah sekalipun agung disisi Allah , lebih – lebih kekasih kita Muhammad SAW, tapi tidak merupakan sebab syar`i atau tradisi  untuk  doa yang di kabulkan. Karena itu , para sahabat ketika musim peceklek  tidak bertawassul kepada Nabi waktu doa istisqa` tapi minta doa kepada pamannya Al abbas  pada hal pangkat Nabi di atas seluruh pangkat. Dan tidak dikenal di kalangan sahabat bahwa mereka bertawassul kepada Nabi SAW setelah wafatnya . Pada hal mereka hidup dimasa terbaik dan manusia yang lebih mengerti tentang hak Nabi SAW  dan paling senang kepadanya. [4]


[1] Jin 18
[2]  Ghofir 60
[3] Ali Imran  31
[4] Komisi fatwa dan irsyad kerajaan Saudi 4217

Rabu, Oktober 21, 2015

Ritual pembawa kesyirikan










 



Komentarku ( Mahrus ali ):
Ritual seperti itu membahayakan akidah, tidak menyelamatkan. Menyesatkan umat dan tidak mengarahkan kepada ajaran yang  lurus  dari al quran maupun hadis.
Larung itu  ajaran Buda bukan ajaran Islam.
Mintalah segala nya pada Allah agar laut   tetap aman  dan tidak bikin banjir.
Ingatlah ayat  ini:  
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللهِ  إِنْ أَرَادَنِيَ اللهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.Zumar 38


Senin, September 14, 2015

Jawabanku ke 2 untu Oryza Abu Qutaibah Al-Hanbali




Oryza Abu Qutaibah Al-Hanbali menulis :Saya setuju dg pak kyai, yg mngucapkannya dg mengetahui maknanya maka dia kafir lagi musyrik. Yg ga stuju dg hal ini cm orang yg ga paham tauhid dan hakikat syahadat. Tp kalo yg ngucapin gak tau maknanya maka yg saya tau ini adalah penghalang pengkafiran, yaitu intifa'ul qashdi, spt org yg mengucapkn kekufuran dg bahasa yg dia ga tau artinya.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Jadi membaca :
يَا رَسُولَ اللهِ سَلاَمٌ عَلَيْك # يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَا جِيْرَةَ اْلعَالَمِ # يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَاْلكَرَمِ
Ya Rasulallah.. salamun Alaik.
Ya Rafi’a Syani wad Daraji
‘Atfata yaji ratal Alami
YA Uhailaljudi wal karomi.

Wahai  Rasulullah ! kesejahteraan untukmu
Wahai orang yang berderajat tinggi ( wahai yang  memiliki urusan tinggi dan tangga / derajat  )
Aku mohon belas kasihmu wahai  Rasul  pelindung alam

Wahai  dermawan

Syair tsb  syirik , pembacanya musyrik dan akan langgeng di Neraka.

Menurut Oryza Abu Qutaibah Al-Hanbali  tidak , dosanya bisa di ampun karena pembacanya  tdk mengerti  artinya .

Saya ( Mahrus  ali ) komentari mengapa dia tidak belajar  atau bertanya kepada ulama agar mengerti  maksudnya.
Sayang dia sibuk keduniaan , lalu masalah agamanya terabaikan.
Sayang dia ikut ulama  ahli bid`ah  dan anti ulama ahlis sunnah  waktu di dunia. Akhirnya beban berat di akhirat yang  dia alami.
Banyak ahli bid`ah dan syirik yang  tidak mengerti tuntunan sampai mati. Dia hanya paham ilmu ahli  bid`ah lalu benci kepada apa yang  berbau  ahlis sunnah. Bila  di sebut ahlis sunnah, dia punya image wahabi.
Dia didunia menjalankan berbagai kebid`ahan dan kesirikan karena  tidak paham tuntunan yang  asli, lalu mati, apakah dia di ampun ?
Bila di ampun , maka lainnya  iri dan seluruh ahli bid`ah  yang  syirik  itu yang  kebanyakan tidak mengerti  tuntunan asli akan di ampun di masukkan ke surga.
Rugi sekali orang yang  mencari ilmu lalu mengerti  tuntunan dan tidak mengamalkannya.  Dia mati lalu dosanya  tidak di ampun.
Kalau begitu, jangan belajar  ilmu agama saja . Mari  tidak belajar agar nanti di akhirat amalan kita banyak yang  di ampun. Mari menjadi orang bodoh saja . Inilah paham yang  sesat.
Ahli bid`ah dan syirik  tidak ngerti tuntunan, mengapa  tidak belajar  sewaktu di dunia? Atau bertanya  kepada orang alim .

Di akhirat  segala alasan  di tolak , lihat ayat sbb:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ
(yaitu) hari yang tiada berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la`nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.  Ghafir 52
فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ
Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.[1]  Rum 57

Karena itu ahli bid`ah yang   tidak    ngerti  tuntunan akan berbahaya  di akhirat.
Banyak kalangan kristiani  yang tidak mengerti ajaran tuntunan Rasulullah shallahu alaihi wasallam  akan  di ampun dosanya kelak  di akhirat dan akan di masukkan ke dalam surga. Dan ini salah  sekali, tidak benar, sesat menyesatkan  dan tidak mengarahkan kepada kebenaran.

  


[1] Arrum 57

Selasa, September 01, 2015

Pembatal-pembatal ke-Islam-an



Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang dikategorikan sebagai pem-batal ke-Islam-an, namun para ulama banyak menyebutkan sepuluh pem-batal yang paling berbahaya dan paling banyak dikerjakan ummat.
Pembatal-pembatal ke-Islam-an tersebut adalah:
1. Syirik atau mengadakan sekutu dalam beribadah kepada Allah –Sub-hānahu wa Ta’ālā–.
2. Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai wasīlah (perantara) dalam doa, syafa’at dan tawakkal.
3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, menyangsikan kekafiran mereka atau malahan membenarkan keyakinan mereka.
4. Meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– adalah lebih sempurna dan lebih baik.
Mengganggap suatu hukum atau undang-undang selainnya lebih baik daripada syari’at Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama– dan lebih mengutamakan hukum thāghūt daripada hukum Rasulullah –Shal-lallahu ‘alayhi wa Sallama–. Apabila ada seseorang meyakini bahwa un-dang-undang yang dibuat manusia lebih utama dan lebih baik dari-pada syari’at Islam, maka ia telah kafir.
Demikian pula apabila ia menganggap bahwa syari’at Islam sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman, atau bahkan berang-gapan bahwa agama Islam hanya menyangkut hubungan ritual antara hamba dengan Rabbnya dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan masalah duniawi. Demikian pula apabila seseorang memandang bahwa pelaksanaan syari’at Islam, misalnya masalah rajam dan qishash, sudah tidak sesuai lagi dengan peradaban modern (atau Hak Asasi Manusia). Begitu pula mereka yang beranggapan bahwa seseorang diperboleh-kan untuk tidak berhukum dengan hukum atau syari’at Allah –Subhā-nahu wa Ta’ālā– dalam hal sosial kemasyarakatan dan hukum-hukum lainnya, maka ia telah kafir, meskipun belum sampai pada keyakinan bahwa hukum yang dianutnya lebih utama dari hu-kum Islam.
5. Membenci hal-hal yang berasal dari Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, walaupun mengamalkannya.
6. Mengolok-olok sebagian ajaran yang dibawa Rasulullah –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–, seperti pahala atau balasan yang akan diterima.
7. Melakukan sihir, karena pelakunya dihukumi kafir.
8. Loyal terhadap orang kafir serta memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang musyrik untuk memerangi kaum muslimin.
9. Beranggapan bahwa manusia boleh keluar dari syari’at atau ajaran Nabi Muhammad –Shallallahu ‘alayhi wa Sallama–.
10. Berpaling dari agama Allah –Subhānahu wa Ta’ālā–, baik karena tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya.