Tampilkan postingan dengan label penghinaan agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penghinaan agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 05, 2016

Kapoldasu Perintahkan Lepas Umat Islam yang Ditahan di Tanjung Balai




KABARHUKUM-Medan | Alhamdulillah, kabar gembira datang dari Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu). Pada Jumat (5/8/2016) ini, Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso telah memerintahkan Kapolres Tanjung Balai AKBP Ayep W Gunawan , untuk menangguhkan penahanan dan melepaskan umat muslim yang sedang ditahan oleh Polresta Tanjung Balai pasca kerusuhan di Tanjung Balai.

Demikian hasil pertemuan antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut (PWMSU) dan tokoh-tokoh Tanjung Balai dengan Kapolda, pasca shalat Jumat tadi. Hadir Ketua PWMSU Abdul Hakim Siagian, Ketua Majelis Hukum dan HAM Faisal Piliang MHum beserta tim advokasi PWMSU di antaranya Zefrizal SH dan rekan, serta tokoh-tokoh Tanjung Balai seperti Sulben Siagian, Fadli Nurzal dan lainnya.

Faisal menegaskan, perintah dari Kapoldasu tersebut langsung dilaksanakan oleh Kapolres. “Pak Kapoldasu dalam pertemuan tadi telah memerintahkan Kapolres untuk menangguhkan penahanan dan melepaskan mereka yang ditahan di Polres Tanjung Balai,” ungkap Faisal.

Menurut dia, kini di tahanan Polresta masih ada 13 umat Islam yang ditahan setelah kemarin 5 orang sudah dibebaskan pada tahap awal. “Jadi dari ke-13 orang tersebut, 12 orang akan dilepaskan, sementara satu orang lagi masih ditahan karena terkait kasus UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Tapi kami telah meminta dan akan terus memerjuangkan agar seluruhnya dibebaskan. Itu tujuannya,” tegas Faisal.

Ditambahkannya, perintah Kapolda itu tampaknya langsung dilaksanakan oleh Kapolresta. “Tadi baru saja tim advokasi dari Muhammadiyah Sumut telah ditelepon penyidik di Polresta Tanjung Balai untuk kasus ini dan diminta untuk menghubungi keluarga agar membuat surat permohonan penangguhan penahanan. Jadi saya kira, secepatnya saudara-saudara kita akan bebas kembali. Insya Allah kalau tidak ada halangan, malam ini,” terang dia lagi.

Untuk tahap selanjutnya, Muhammadiyah Sumut akan mengusut tuntas penyelesaian kasus ini. “Kami akan terus meminta agar kasus ini ditangani dengan memakai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial dan bukannya pidana. Jadi ada musyawarah antar masyarakat,” tegas Faisal.

Muhammadiyah Sumut sendiri akan terus mengawal ini. “Tim advokasi dari Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Sumut terus bekerja dalam kasus ini. Kita akan kawal terus,” tegas dia. (*)


MASJID DI PAPUA DIBAKAR!!! JIKA ANDA MUSLIM, MOHON DI SEBAR LUASKAN, SEBAIK-BAIKNYA SEORANG MUSLIM, JIKA AGAMANYA DIHINA, IA AKAN MARAH DAN RELA MENGORBANKAN NYAWA SEKALIPUN,


 





Sebejat-bejatnya Seorang Muslim, Jika Agamanya Dihina, Ia Akan Marah dan Rela Mengorbankan Nyawa Sekalipun

Berita Islam 24H - Sebejat-bejatnya seorang muslim, jika agama Islam dihinakan, ia akan marah-semarahnya, dan rela melakukan apa saja untuk membela agamanya. Termasuk mengorbankannya nyawa sekalipun. Begitulah seorang muslim, karena keimananya itu lah menggetarkan hatinya untuk siap mati demi agama Allah SWT.

Jadi begini, sebelum saya melanjutkan ulasan tulisan ini alangkah baiknya membaca postingan Ustadz Felix Siauw terlebih dahulu. Karena inspirasi menulis ini pun karena membaca postingan beliau.

1. berkaitan dengan insiden “Pembakaran Masjid di Papua” | ini jelas bagian kedzaliman besar yang harus dikecam dan diambil tindakan

2. kita memahami betul reaksi ummat Muslim yang sangat menyayangkan hal ini | apalagi kejadian ini terjadi disaat shalat Ied Fitri

3. dan perkara ini dalam Islam adalah bagian kedzaliman yang sangat besar | yaitu menghalangi manusia dari beribadah kepada Allah Swt

4. Dan siapa yang lebih aniaya dari orang yang menghalangi menyebut nama Allah di masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya? (QS2:115)

5. kejadian pembubaran shalat Ied dan pembakaran masjid di Papua ini | menunjukkan pada kita beberapa pelajaran yang bisa diambil

6. pertama, saat Muslim mayoritas,mereka disudutkan dengan dalil toleransi | namun saat minoritas, mereka ditekan dengan dalil demokrasi

7. saat Muslim menjadi mayoritas, kita dipaksa mengorbankan akidah dengan dalil toleransi | membiarkan seluas-luasnya syiar agama lain

8. sebaliknya saat Muslim minoritas, kita dipaksa juga, menghormati yang banyak | juga dengan mengorbankan akidah, mengorbankan agama

9. kedua, lalainya negara memberikan jaminan perlindungan hukum | harusnya hal seperti ini ditindak keras agar tidak menyebar pada yang lain

10. bagaimanapun hal sepert ini berbahaya dalam menyulut konflik antar masyarakat | adalah peran negara untuk memberikan keadilan bagi ummat

11. hanya saja, hukum di negara ini memang rancu, mengapa? | karena tidak diterapkan syariat Islam untuk mengaturnya

12. dalam sistem hukum yang bukan berdasar Islam, baik ummat Muslim ataupun Non-Muslim | sama-sama terancam keberadannya, tidak aman

13. tapi dalam sistem Islam, Islam menjamin dan melindungi semua bentuk ibadah | apapun agamanya, akan dilindungi dan dijamin oleh Islam

14. lalu bagaimana kita menyikapi insiden kedzaliman di Papua ini? | ada beberapa juga yang perlu kita pegang sebagai panduan

15. pertama, harus adil dengan membatasi bahasan hanya pada insidennya dan pelakunya saja | bukan mengeneralisasi dan meluaskan masalah

16. karena kita Muslim dan kita diajarkan Allah dan Rasul-Nya | kita tidak membalas perlakuan dzalim dengan kedzaliman juga

17. kedua, setiap kedzaliman harus dihilangkan, dan ini adalah peran negara | maka negara harus mengambil langkah tegas terhadap insiden ini

18. pelakukanya diusut, ditindak dan dihukum setimpal agar jadi peringatan buat yang lain | dan dijamin agar tidak terjadi hal yang sama


19. ketiga, yang terpenting, kesadaran


bahwa tidak akan ada kebaikan menyeluruh | tanpa penerapan syariat Islam secara total di negeri ini

20. sebab hanya syariat Islam yang bisa memberikan jaminan keadilan | karena hukumnya datang dari Yang Maha Adil, Allah Swt

21. haruskah membalas dengan kekerasan? tentu tidak | karena amal fisik itu bagiannya negara yang punya kekuasaan, alat fisik

22. karenanya penting sekali Khilafah yang menerap syariat | agar konflik seperti ini tidak berterus dan berpanjang

23. yang terakhir, kita doakan saudara kita Muslim Papua dan dimanapun mereka minoritas | semoga Allah kuatkan dan mudahkan mereka

24. semoga Allah berikan ganjaran terbaik atas keistiqamahan mereka | dan balasan terbaik berupa ridha-Nya, juga bagi kita semuanya

akhukum @felixsiauw.

Ada banyak komentar di postingan tersebut dari para likers fan page Ustadz Felix Siauw. Dan ini lah, komentar seorang pemuda berambut gondrong juga bertindik itu menjadi pusat perhatian. Atas komentarnya, ia pun dibanjiri like sebanyak 1,274 dan 175 komentar balasan.

“Ustadz, lihatlah Rambut saya Gondrong, saya suka musik Cadas, saya akui bahwa saya bukanlah orang yg taat agama TETAPI jika Islam sudah diINJAK-INJAK diNISTAKAN di perlakukan SEMENA-MENA seperti ini, DEMI ALLAH, Saya siap JIHAD, Saya siap membela kehormatan Islam dengan NYAWA SAYA. Allahuakbar!!” tulis Muhammad Denis di postingan fanpage Ustadz Felix Siauw.

Membaca komentarnya, hati saya pun ikut bergetar. Dan langsung saja melihat ke profil facebooknya. Setelah saya amati, pemuda gondrong tersebut memang benar-benar peduli terhadap agama Islam.

Di dinding facebooknya pun ia sering membagikan berita-berita tentang Islam. Dan status-satus faceboknya pun terkesan apa adanya, jujur, serta lucu.

Saya menilai begitu, karena sungguh beda orang menulis status mencari perhatian, sama orang yang banyak bicara, dan sama orang yang apa adanya. Dan pemuda penyuka musik cadas ini jujur dan apa adanya.

Bicara tentang agama memang sensitif sekali. Karena itu juga saya berhati-hati dalam berpendapat. Mengingat, tulisan ini bukan agama Islam saja yang membaca, tetapi agama lain juga, termasuk agama Nasrani yang berkaitan dengan permasalahan ini.

Saya percaya, tidak semua penganut agama Kristen itu berpikiran dan bertindak sedengki perbuatan atas pembakaran Masjid di Tolikara. Bahkan saya berkeyakinan kuat, mereka juga turut prihatin atas peristiwa tersebut. Jadi kalau sebagian umat Muslim langsung bertindak untuk membalas, itu bisa menyulut peperangan antar agama.

Mari kita Istigfar dulu, biar adem ayem dada ini. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, dan terlepas dari segala bentuk godaan jin maupun manusia. Amin.

Kalau kita umat Muslim langsung gegabah, lalu untuk apa pemerintah kita gaji? Enak benar para pejabat-pejabat itu. Biar mereka yang urus!

Dan beri kesempatan dengan mendesak pemerintah agar permasalahan pembakaran Masjid Tolikara bisa diselesaikan sampai ke akar-akarnya. Dan biarkan penegak hukum yang menghukum oknum-oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

Sekarang tugas kita adalah bagaimana membangun Masjid itu agar kembali berdiri, dan bila perlu 1000 kali lebih megah dari sebelumnya. Itu sebagai tanda umat Islam di seluruh Indonesia maupun dunia benar-benar peduli atas musibah rumah Allah ini.

Rekening dompet duafa sudah menyebar siap untuk menyalurkan sumbangan dari kita. Tinggalnya kita, siap menyumbang untuk membangun Masjid Tolikara tidak?


Dan terakhir, pemuda yang siap berjihad tadi pun dipenuhi permintaan perteman di facebooknya

Rabu, Agustus 03, 2016

Polisi Diminta Bebaskan Warga yang Dituding Pelaku Pengerusakan Vihara




Islamedia – Aktor papan atas Bollywood India Salman Khan meminta acara reality Show Bigg Boss 8 dihentikan sementara saat terdengar suara Adzan berkumandang.

Kejadian menarik ini berhasil diabadikan dalam sebuah video dan telah diunggah pada 2014 yang lalu ke Youtube dengan judul ‘Salman Khan STOPS Bigg Boss 8 LAUNCH for Azaan’.

Dalam video berdurasi 3:19 menit tersebut nampak Salman Khan memberikan kode kepada pembawa acara untuk menghentikan acara sementara dan acara dilanjutkan kembali setelah Adzan selesai.

Situs bersamaislam.com menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Salman Khan menggambarkan sisi religius dari seorang super star India, nama besar tak menghilangkan identitasnya sebagai seorang Muslim.


Bagi yang ingin menyaksikan langsung dapat mengunjungi link video berikut ini.

Aktor Bollywood Ini Hentikan Acara Saat Azan Berkumandang




Islamedia – Aktor papan atas Bollywood India Salman Khan meminta acara reality Show Bigg Boss 8 dihentikan sementara saat terdengar suara Adzan berkumandang.

Kejadian menarik ini berhasil diabadikan dalam sebuah video dan telah diunggah pada 2014 yang lalu ke Youtube dengan judul ‘Salman Khan STOPS Bigg Boss 8 LAUNCH for Azaan’.

Dalam video berdurasi 3:19 menit tersebut nampak Salman Khan memberikan kode kepada pembawa acara untuk menghentikan acara sementara dan acara dilanjutkan kembali setelah Adzan selesai.

Situs bersamaislam.com menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Salman Khan menggambarkan sisi religius dari seorang super star India, nama besar tak menghilangkan identitasnya sebagai seorang Muslim.

Bagi yang ingin menyaksikan langsung dapat mengunjungi link video berikut ini.

Selasa, Januari 12, 2016

Lagi Pelecehan Islam! Anggota FPI Depok Temukan Loyang Kue Berlapis Al-Quran



Lagi Pelecehan Islam! Anggota FPI Depok Temukan Loyang Kue Berlapis Al-Quran

DEPOK (voa-islam.com)—Pelecehan terhadap Islam kelihatannya tidak pernah selesai. Kalau ini alumunium tutup loyang kue yang dilapisi tulisan ayat-ayat dalam Al-Quran ditemukan di Toko Harapan Baru di Pasar Dewi Sartika, Pancoranmas Depok, Jawa Barat.
Adalah Abdul Rochim, anggota Front Pembela Islam (FPI) Depok yang menemukannya. Senin (11/1/2016) Abdul Rochim bermaksud berbelanja membeli panci. Saat itu ia tidak sengaja menemukan di dalam karung di toko tersebut, tutup loyang dilapisi lembaran ayat suci Al-Quran.
“Yang menemukan loyang itu tanpa sengaja, ada anak laskar saat mau beli panci. Kami juga sudah mediasi minta keterangan bagaimana loyang oven itu bisa dijual dengan lapisan surat Alquran,” kata Mantan Ketua FPI Depok Idrus Al Gadri, Selasa (12/1/2016) seperti dikutip Okezone.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polresta Depok untuk mengembangkan kasus ini. “Pemiliknya sudah berbicara kepada kami. Setahu kami, semalam tempat itu sudah digerebek Polres,” ucap Idrus.