Tampilkan postingan dengan label Gaddafi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaddafi. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 27, 2012

Dewan Fatwa Libya: Setiap pasal dalam konstitusi yang bertentangan dengan syariat Islam adalah batal




TRIPOLI (Arrahmah.com) – Dewan Fatwa Libya menegaskan bahwa setiap pasal dalam Undang-Undang Dasar baru Libya yang bertentangan dengan syariat Islam adalah batal. Dewan Fatwa Libya juga menyerukan urgensi menyertakan para ulama dalam penyusunan UUD baru Libya.
Hal itu disebutkan oleh Dewan Fatwa Libya dalam pernyataan sikap saat penutupan rapat Dewan Fatwa Libya, Ahad (25/11) malam di ibukota Tripoli. Rapat itu dihadiri oleh seluruh mufti cabang di seluruh kota dan propinsi Libya. Rapat dipimpin langsung oleh ketua Dewan Fatwa  syaikh Shadiq bin Abdurrahman Al-Ghuryani dan wakilnya syaikh Ghaits bin Mahmud Al-Fakhiri.
"Berkaitan dengan Undang-Undang Dasar Negara yang saat ini menjadi perhatian utama seluruh rakyat Libya, Dewan Fatwa menegaskan bahwa UUD harus menyatakan bahwa Islam adalah agama negara, syariat Islam adalah sumber perundang-undangan dalam UUD, setiap pasal yang bertentangan dengan syariat Islam adalah batal, pasal (syariat Islam) tersebut tidak bisa diamandemen, dan perlu ditegaskan ulama syariat harus diberi peranan dalam menyusun UUD, " demikian bunyi poin pertama dalam rekomendasi Dewan Fatwa.
Dewan Fatwa Libya merekomendasikan kepada Parlemen Libya untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki bidang peradilan dan hukum. Hal itu agar rakyat mendapatkan jaminan keamanan atas nyawa dan harta miliki mereka.
Dewan Fatwa Libya juga menuntut Parlemen Libya dan pemerintah Libya, "untuk segera menghentikan praktek-praktek riba dalam bank-bank secara khusus dan dalam praktek negara secara umum, serta praktek riba antar individu dan menganggap riba sebagai sebuah kejahatan."
Dewan Fatwa Libya merekomendasikan agar Parlemen Libya segera menetapkan undang-undang yang merubah bank-bank ribawi menjadi bank-bank Islam.
Pernyataan sikap Dewan Fatwa Libya juga menuntut pemerintah Libya untuk mengembalikan hak-hak yang dirampas pada masa pemerintahan periode sebelumnya, rezim tiran Moammar Qaddafi. Undang-undang perpajakan dan banyak pajak yang memberatkan rakyat juga harus ditinjau ulang dan dibatalkan.
(muhib almajdi/arrahmah.com)
Komentarku ( Mahrus ali): 
  Itu fatwa bagus sekali, bukan kurang bagus tapi sangat bagus, tiada keburukannya. Fatwa ini harus peraktekkan, bukan di biarkan saja atau tidak ditanggapi. Ia bersumber dari ayat:
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. …………….  Maidah 44
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik Maidah
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.  Maidah

Selasa, Desember 20, 2011

4 ton emas,500 juta dolar harta peninggalan Gaddafi

Sebuah laporan berita mengatakan bahwa perusahaan keamanan AS dan Barat mulai melakukan pencarian untuk berton-ton emas batangan dan perhiasan langka serta dana bernilai ratusan juta euro dan dolar, yang diyakini milik Kolonel Muammar Gaddafi, yang terkubur di gurun setelah jatuhnya Tripoli di tangan Dewan Transisi Nasional.
Surat kabar, "Al-Akhbar" Aljazair pada edisi Senin kemarin (19/12), mengutip satu sumber keamanan yang menyatakan bahwa pihak berwenang Niger telah menangkap dua warga Libya yang melakukan kerjasama dengan perusahaan keamanan AS yang berusaha mencari harta dan dana Gaddafi yang dicurigai terkubur di Sahara Barat Libya.
Surat kabar itu menunjukkan bahwa warga Libya, ditugaskan oleh perusahaan keamanan AS untuk menarik salah satu pemimpin intelijen Muammar Gaddafi, yang diyakini melarikan diri ke Niger selama beberapa minggu yang lalu, yang ia diyakini dekat dengan Gaddafi dan mengetahui keberadaan harta karun Gaddafi.
Laporan mencatat bahwa setidaknya 4 ton emas, dan uang kas senilai 200 hingga 500 juta dolar, yang dikendalikan oleh Kolonel Gaddafi dan sebagian besar hasil penarikan dari bank Libya - masih belum ditemukan.
Laporan juga mengungkapkan bahwa pesawat mata-mata Barat yang dilengkapi dengan detektor logam dan GPS satelit terbang di wilayah padang pasir Libya di dekat perbatasan dengan Tunisia dan Aljazair dalam upaya mwnemukan batangan emas milik Gaddafi yang disembunyikan.(fq/albawaba)
Sumber: eramuslim
Komentarku ( Mahrus ali ):
  Berita seperti itu sangat berbau politik, belum tentu realistis, mungkin benar, mungkin  sekali salah total. Tujuannya untuk mendiskriditkan Gaddafi dan rezimnya dan memuji kepada NTC dan pasukan Yahudi yang mendukungnya agar rakyat simpati kepada yahudi yang menggulingkan rezim Gaddafi yang kufur itu bukan rezim Islami. Kita hanya berpegangan kepada ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Sabtu, November 19, 2011

Putra mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi di tangkap


REPUBLIKA.CO.ID,TRIPOLI - Saif al-Islam, putra mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi, ditangkap di Sebha, Libya selatan. Demikian kata seorang perwira di dewan militer mengumumkan di ibu kota Libya, Tripoli, pada Sabtu.
"Kami telah menangkap Saif," kata Bobkar Bobmala, seorang perwira militer dari Dewan Transisi Nasional (NTC), kepada wartawan pada konferensi pers. "NTC akan memberikan rincian lebih lanjut dalam beberapa jam."
Dia menambahkan bahwa Saif diduga dikirim ke Zintan. Sebuah kota sekitar 100 kilometer di barat daya Tripoli. "Ini adalah saat bersejarah bagi Libya yang baru lahir," kata seorang tentara bernama Assad Arabi.
Assad mengatakan bahwa Saif dan ayahnya begitu banyak membunuh orang. Sekarang saatnya bagi keduanya untuk membayar kembali.
Berita-berita itu muncul sehari sebelum NTC diperkirakan akan mengumumkan daftar pemerintah baru transisi pada Ahad. Di Tripoli, ribuan warga keluar dari rumah dan kantor-kantor mereka untuk merayakan penangkapan Saif. Mereka melambaikan bendera dan senjata.
Saif telah melarikan diri sejak pasukan NTC mengambil alih Tripoli pada akhir Agustus. Saif dicari oleh Pengadilan Pidana Internasional yang mengeluarkan surat perintah penangkapan dirinya pada 27 Juni. Surat penangkapan juga dikeluarkan kepada Muammar Qaddafi serta Abdullah al-Senussi, mantan kepala intelijen dalam rezim Qaddafi, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam menindak aksi-aksi protes anti-Qaddafi.
Redaktur: Didi Purwadi
Sumber: Antara/Xinhua-0ANA
Komentarku ( Mahrus ali ) :
  Rezim Gaddafy adalah rezim yang pro sosialis anti barat dan anti Islam juga. Meski kuat saat berkuasa, sekarang menjadi lemah tak berdaya ketika kekuasaan itu di cabut oleh Allah untuk di berikan kepada orang lain. Ingat firmanNya:
قُلِ اللهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. [1]
. Allah  yang menghinakan atau memuliakan  sebagaimana  ayat :
وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.[2]


[1] Ali imran 26
[2] Ali imran 26

Kamis, November 10, 2011

Mahmud Jibril: Gaddafi Dibunuh Atas Perintah dari Pihak Ketiga


Mantan Perdana Menteri Libya Mahmud Jibril menyampaikan keyakinannya bahwa pasukan asing memerintahkan eksekusi terhadap Kolonel Muammar Gaddafi.
Dalam sebuah pernyataan mengejutkan, Mahmud Jibril, saat ini duduk di kursi Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya, mengatakan ia meyakini bahwa Kolonel Gaddafi dibunuh atas perintah dari pihak ketiga.
Jibril berkata bahwa ia berharap "mereka tidak membunuh orang yang menembak Kolonel Gaddafi, dan segera ditangkap, karena banyak rahasia di balik pembunuhan Gaddafi yang bisa terungkap."
Ia juga menambahkan bahwa "orang ini (yang membunuh Gaddafi) memiliki hubungan dengan beberapa negara dan para pemimpinnya."
Sementara menekankan ia tidak memiliki bukti yang jelas tentang pembunuhan tersebut, Jibril mengatakan bahwa Gaddafi ditangkap dan tetap hidup untuk sementara waktu. "Setelah serangan di wajahnya, ia tiba-tiba tewas," katanya menambahkan.
Dia melanjutkan untuk mengungkapkan keyakinannya bahwa pihak ketiga "mungkin suatu Negara, atau Presiden atau pemimpin dalam cara apapun yang ingin membunuh Gaddafi, agar tidak terungkap banyak rahasia yang hanya Gaddafi mengetahuinya."(fq/maltatoday)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
   Demikianlah perilaku politikus yang munafik bukan politikus yang jujur dan konsis kepada ajaran Islam, bukan ajaran kufur. Dulu menjadi teman akrab dengan Gadafi karena kemaslahatan bukan karena Allah, setelah kemasalahatan lenyap, berobah menjadi bahaya menghadang. Teman akrab itu berobah haluan, lalu berbalik arah dari teman akrab menjadi musuh. Dulu memuji karena kepentingan bukan karena Allah, sekarang mencaci, mencela karena kepentingan juga, bukan karena Allah. Hal ini terjadi di dunia bukan di akhirat. Apalagi di akhirat. Lihat ayat tentang hal itu sbb:
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.[1]
Baca lagi disini:
28 Okt 2011
04 Nov 2011
25 Okt 2011
28 Okt 2011



[1] Az zukhruf 67