Tampilkan postingan dengan label KH Said Aqil Siroj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KH Said Aqil Siroj. Tampilkan semua postingan

Jumat, Desember 30, 2016

Tolong Sebarkan! H Qosim Tertipu Kiai Said Aqil, Janji Bangun Islamic Center, Ternyata Bangun Seminari


Seminari

Masyarakat Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menuntut janji Prof Dr KH Said Aqil Siradj, yang juga Ketua Umum PBNU untuk mewujudkan janjinya membangun Islamic Center di kelurahan tersebut. Karena sudah sekian tahun janji itu tak pernah diwujudkan oleh Kiai Said. Malah tanah tersebut kini dibangun gedung seminari (Kristen).

‘’Masyarakat Karang Besuki Kota Malang berharap Kiai Said Said Aqil Siroj tidak ingkar janji, karena pembangunan Islamic Center, harapan pemilik lahan dan masyarakat sekitar. Bahkan saking senangnya pemilik lahan melepas tanah tersebut dengan harga yang sangat murah di bawah harga pasar, karena hitung-hitung amal jariyah apalagi yang membeli adalah seorang tokoh NU,’’ ujar Ketua Forum Independen Masyarakat Malang (FIMM), Subaryo, SH kepada wartawan di Malang, Sabtu (1/8).

Subaryo menceritakan kronologis kasus tanah seluas 1,8 hektar tersebut. Berdasarkan investigasi LSM yang dipimpinnya diperoleh sejumlah fakta, bahwa tanah tersebut semula milik H. Qosim, tokoh masyarakat kelurahan tersebut. H. Qosim adalah pengurus ranting NU Kelurahan Karang Besuki. Saat itu, H Qosim bermaksud menjual tanah miliknya itu.

Banyak yang menawar tanah tersebut. Cuma penawaran tertinggi datang dari yayasan seminari (Kristen) yang lokasinya memang tidak jauh dari lahan tersebut. Kabarnya yayasan seminari menawar Rp. 500 ribu per meter. Luas lahan milik H. Qosim yang hendak dijual seluas 1,8 hektar. Namun meski dapat penawaran cukup tinggi waktu itu, H. Qosim tak mau menjualnya karena yayasan tersebut adalah Yayasan Kristen.

Tak berapa lama, jelas Subaryo, muncul nama penawar baru yang mengaku KH. Said Aqil Siradj dari Jakarta. H Qosim tentu langsung paham siapa penawar baru itu karena ia juga pengurus NU ranting di kota Malang. Kiai Said Aqil Siradj adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Karena ditawar kiai NU maka H Qosim tak berpikir panjang. Dengan penuh takdzim ia langsung sepakat menjual tanahnya kepada Kiai Said Aqil. Apalagi Kiai Said beralasan tanah tersebut akan dipakai untuk pembangunan Islamic Center.



H Qosim langsung mendatangi kediaman Kiai Said di Malang. Selain di Jakarta Kiai Said Aqil memang dikabarkan memiliki rumah di Malang. Yaitu di Perumahan Araya Malang. Saking senangnya dibeli Kiai Said Aqil, akhirnya H Qosim ikhlas lahan tersebut dibeli dengan harga tak sampai Rp 100 ribu per meter.

Ringkas cerita, H. Qosim menerima uang Rp 1,3 Miliar dari lahan seluas 1,8 hektar tersebut. Padahal seandainya H Qosim menjual ke yayasan seminari menerima Rp 9 miliar. ‘’Karena untuk amal jariyah semacam wakaf untuk pembangunan Islamic Center maka H Qosim merelakan uang sekitar Rp 7 miliar lebih kepada Kiai Said,” kata Subargio yang dikenal sebagai tokoh LSM di Malang.

Namun betapa kecewanya H Qosim ketika tahu bahwa yang membeli tanah itu adalah pengusaha yang tak lain pengurus yayasan seminari yang pernah mengincarnya dulu. ”H. Qosim kaget dan hingga kini trauma dan depresi. Mungkin karena niatnya untuk amal jariyah tak kesampaian dia merasa berdosa. Wong niatnya untuk bangun Islamic Center, kok malah nyumbang untuk seminari,’’ papar Subaryo.

“Jadi Kiai Said hanya mediator atau semacam ‘’makelar’’. Persoalannya, tanah tersebut kini dikuasai pengusaha keturunan yang konon menjadi pengurus yayasan seminari tersebut,” kata Subaryo.


Kini H. Qosim jadi pembicaraan warga Karang Besuki, karena dia memang tokoh yang paling getol menolak untuk menjual lahannya ke seminari. Namun ternyata, akhirnya toh lahannya jatuh ke yayasan seminari juga. Karena itu hingga sekarang banyak warga yang mencibir dia, karena lahannya ternyata dijual ke seminari itu.

Selasa, Januari 19, 2016

Ustadz ABB : "Said Aqil Lebih Jelek dari Yahudi dan Komunis"


Oleh JurniscomKamis, 24 September 2015 14:41 WIB | 
Ustadz ABB : "Said Aqil Lebih Jelek dari Yahudi dan Komunis"
CILACAP (Jurnalislam.com) - Meskipun raganya terpenjara, namun ustadz Abu Bakar Ba'asyir masih memperhatikan perkembangan informasi seputar Islam dan umat Islam di dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah tanggapan beliau terkait pernyataan menyesatkan ketua PBNU Said Aqil Siroj baru-baru ini. Ustadz Abu mengatakan bahwa Said Aqil lebih jelek dari Yahudi dan Komunis.
"Saya tegaskan lagi bahwa Said Agil Siroj ini orangnya lebih jelek dari orang Yahudi dan Komunis," tegasnya kepada wartawan di Lapas Batu Nusakambangan, Rabu (23/9/2015).
Beliau menegaskan orang seperti Said Aqil ini lebih berbahaya bagi Islam, karena ucapannya didengar dan diikuti oleh banyak orang Islam di negeri ini.
Beliau juga menantang berdialog bagi siapa saja yang tidak setuju dengan pernyataannya tersebut.
"Apabila ada siapa saja baik ulama, mubaligh, ustadz, kyai atau orang islam yang membantah dan tidak setuju dengan keterangan saya, silahkan datang untuk berdialog dengan jujur," tandasnya.
Seperti diketahui, dalam sebuah rekaman audio ketua ormas Islam terbesar di Indonesia itu mengatakan bahwa orang berjenggot itu goblok dan kecerdasannya kurang.
Reporter : Abu Harits | Editor : Ally | Jurniscom

Selasa, November 10, 2015

CERAMAH SAID AQIL SIROJ FITNAH TOKOH AL-IRSYAD, MEWASPADAI IDEOLOGI SYU'UBISME.



UNtuk mendengar  ceramah  Said Aqil siraj , klik  disini: 

Ceramah Said Aqil Siraj 
Oleh: Maaher At-Thuwailibi.

Awalnya, saya ingin memberi judul tulisan ini dengan: "SAID AQIL SIROJ ADALAH ANJING".

Mungkin, anda menganggap bahwa kata-kata saya terbilang kasar. Karena masa' iya manusia di bilang anjing. Iya benar, wujudnya manusia, tetapi hatinya hati anjing.

Sebenarnya, kata-kata "anjing" di peruntukkkan kepada orang yang berhati anjing itu adalah suatu hal yang wajar. sebagaimana baginda Nabi mengatakan "anjing" untuk orang-orang khawarij yang sesat. Sehingga, kata-kata anjing saya peruntukkan kepada orang yang hatinya benar-benar hati anjing merupakan suatu prestasi yang selayaknya mendapatkan hadiah dan penghargaan istimewa.

Bagi pak polisi atau aparat hukum yang mengerti hukum seharusnya mengetahui mana orang yang layak di jerat oleh hukum. Orang yang melakukan pelecehan terhadap bagian-bagian dari agama ini, dan menistakan komunitas muslim yang menjadi bagian dari kemerdekaan bangsa ini, tentu layak di jerat oleh hukum. Bila perlu, lidahnya di potong.

Lagi-lagi, Imam besar Kaum Zindiq Nusantara, Said Aqil Siroj, pembangkit ideologi syu'ubisme, melakukan aksi bejad berupa propaganda yang mengandung fitnah luar biasa yang sangat provokatif. Kenapa saya katakan imam besar kaum zindiq? Ya, karena kaum Nahdhatul Ulama (NU) tidak pernah merasa punya imam yang moralnya cabul seperti dia... demikian pula Hadratus Syaikh KH.Hasyim Asy'ari (pendiri NU) pun tidak pernah mewarisi ajaran sesat seperti yang saat ini di suarakannya.

Imam-imam kaum NU sejati adalah KH.Luthfi Bashori, KH.Idrus Romli, KH.Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff, dll.

Menurut hemat saya, fitnah provokatif Said Aqil Siroj ini tidak layak di ucapkan oleh seorang kyai yang bergelar professor doktor.

Tersebar video rekaman ceramah Said Aqil Siroj di malang, yang diantaranya ia mengatakan:

* " Ada yang namanya Salim Bin Mubarok At-Tamimi, arab gendeng. Wahabi pasuruan yang tinggal di malang, dia mengajak orang ikut ISIS. tidak heran, yang membunuh Sayyidina Ali namanya Abdurrahman Bin Muljam At-Tamimi, pendiri mazhab wahabi Muhammad Bin Abdil Wahhab juga marganya At-Tamimi ".

* " Di cirebon ada pesantren wahabi namanya As-Sunnah, direkturnya namanya Salim Bajrie, pendirinya bernama Yusuf Ba'itsa, yang mendanai bernama Kholid Bawazier. Alumninya bukan hafal Al-Qur'an, bukan hafal kitab Alfiyyah, bukan pula hafal kitab Al-'Amrity, tetapi HAFAL CARA MERAKIT BOM ".

Said Aqil melanjutkan, " satu, namanya Saifuddin. Ngebom kantor polisi kota cirebon saat sholat jum'at. Alumni pesantren As-Sunnah wahabi.

Dua, namanya Sarifuddin. Dia ini termasuk yang ngebom hotel Ritz Carlton di jakarta. Itu juga keluaran pesantren As-Sunnah.

Dan yang ketiga, Namanya Ahmad Yusuf. itu yang ngebom gereja bettel Solo. Itu juga alumni pesantren As-Sunnah".

* Tidak ada yang bisa kita harapkan kemajuan-kemajuan islam dari negara-negara arab timur tengah. Yang kita bisa harapkan kemajuan adalah dari 'islam nusantara'.

Wallahi wallahi wallahi, ini adalah fitnah kotor, provokasi cabul yang tidak akan keluar kecuali dari lubang anus seeokor anjing rabies.

Untukmu Said Said Aqil Siroj...

PERTAMA: kau samakan antara Abdurrahman Bin Muljam si pembunuh Sayyidina Ali dengan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab At-Tamimi, kau kesankan bahwa Bani Tamim itu adalah ISIS yang sama jeleknya dengan para pembunuh Sayyidina 'ALI.

Alangkah bodohnya kau wahai Professor... gelar mu setinggi langit, tetapi daya intelektualmu tidak lebih dari celana dalam wanita.

Tidakkah kau tau seorang Sahabat Rasulullah yang mulia, seorang ksatria di masa Khalifah... dialah Al-Qo'qo' Bin Amr At-Tamimi.

Seorang sahabat Baginda Nabi yang mulia, yang di masa pemerintahan Abu Bakar ia tampil cemerlang di berbagai medan jihad. Hingga akhirnya Al-Qa'qa' bin Amr At-Tamimi menjadi satu-satunya orang yang dikirim oleh khalifah Abu Bakar sebagai bala bantuan kepada Khalid Bin Walid. Di sinilah ketangkasan Al-Qa'qa' bin Amr At-Tamimi yang benar-benar teruji seperti yang dikatakan oleh khalifah Abu Bakar, “Seorang Qa'qa' berbanding dengan 1.000 pasukan.” sehingga Kaum Muslimin pun meraih kemenangan gemilang dan berhasil menguasai kawasan Hirah di Iraq.

Bukan hanya itu, ia juga semakin terkenal di dunia islam saat dirinya membuat gentar pasukan Romawi dalam Perang Yarmuk di Syam. Bersama Ikrimah bin Abu Jahal, Al-Qa'qa' bin Amr At-Tamimi berhasil membakar semangat kaum Muslimin dalam menghadapi pasukan Romawi, hingga akhirnya meraih kemenangan. Kemenangan yang tercatat dalam sejarah Islam sebagai tonggak yang membuka gerbang bagi penaklukan-penaklukan Muslimin di luar Jazirah Arab.

Demikianlah sekilas tentang mujahid Rasulullah, bernama Qa'qa' Bin Amr yang bermarga "At-Tamimi".

Wahai Said Aqil, tidakkah kau pernah membuka matamu, membaca kitab Shahih Bukhori, demikian pula kitab shihih muslim.. disana terdapat sejumlah Hadits Rasulullah yang menyebutkan keutamaan Bani Tamim (Bangsa Arab bermarga At-Tamimi)...??

• Dalam kitab shahih bukhori dan shohih muslim, Nabi bersabda, "Bani Tamim adalah ummatku yang paling keras terhadap dajjal".

• Nabi bersabda, "Sesungguhnya Bani Tamim itu mempunyai kekuatan jiwa yang hebat, tetap pendirian dalam mempertahankan prinsip. Mereka juga adalah pembela KEBENARAN di akhir zaman".

• Rasulullah bersabda, "Kelompok yang paling banyak dimasukkan ke dalam syurga melalui jalan syafa'at seseorang ialah Bani Tamim ".

• Rasulullah bersabda, "Bani Tamim merupakan suku bangsa arab yang paling fasih berbahasa arab dibanding suku arab yang lain".

• Imam Al-Qurthubi mengatakan, "Bani Tamim adalah bangsa yang tidak akan terputus keturunan mereka hingga hari kiamat, bahkan Bani Tamim di akhir zaman nanti merupakan kelompok yang amat kuat berpegang dengan kebenaran serta memperjuangkannya".

• Al-Imam Ibnu Hazm menyatakan, "Bani Tamim adalah sebuah Qabilah terbesar dalam qabilah arab dengan jumlah kaumnya yang banyak serta rangkaian sukunya yang luas sehingga Bani Tamim dikatakan sebagai tonggak utama bagi bangsa arab secara keseluruhan".

Demikian sekelumit keutamaan Bani Tamim yang disebutkan baginda Nabi, wahai Professor tolol !! Buka matamu, baca kitab ! Baca sejarah ! Lihat fakta !! Jangan kau picik hanya mengungkap fakta segelintir oknum dari bani Tamim yang memiliki catatan hitam dalam sejarah. Ke mana akalmu wahai professor....

KEDUA: Kau mengatakan bahwa Pesantren As-Sunnah di cirebon direkturnya Salim Bajrie, Pendirinya Yusuf Ba'itsa, dan yang mendanai Khalid Bawazier. Pesantren ini menerbitkan Teroris yang ngebom di sejumlah rumah ibadah. Laa Haula Walaa Quwwata Illa billah.., sunguh keji fitnahmu wahai Professor.. semoga kau segera di beri hidayah oleh Allah, atau kau segera di matikan oleh Allah. Allahumma Aamiin...

Kekonyolanmu membuktikan kau adalah orang bodoh yang bergelar professor.

KAU CATAT INI WAHAI SAID AQIL :

Wallahi, aku tantang kau bermubahalah, langsung atau tidak langsung.. apabila semua yang kau sebutkan adalah benar dan aku salah, maka SEMOGA ALLAH MELAKNATKU DAN KELUARGAKU DI DUNIA DAN DI AKHIRAT.

namun bila apa yang kau ucapkan ini adalah tidak benar, dusta, atau karena kebodohanmu, maka sebaiknya kau segera bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada semua fihak yang telah kau fitnah dan kau cemarkan nama baiknya, atau ALLAH AKAN MELAKNATMU DAN KELUARGAMU DI DUNIA & DI AKHIRAT.

• Pondok pesantren As-Sunnah yang kau sebutkan tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada kaitannya dengan Ustadz Salim Bajeri.. Ustadz Salim Bajeri tidak pernah ada hubungan sama sekali dengan ponpes As-Sunnah yang kau sebutkan, apalagi menjadi durektur. Ustadz Salim Bajeri merupakan salah seorang tokoh senior dalam organisasi Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). tak ada sedikitpun hubungannya dengan ponpes As-Sunnah cirebon. Direktur ponpes As-Sunnah cirebon saat ini adalah Ustadz Muhammad Thaharah,Lc.

• Demikian pula tuduhanmu bahwa pendiri ponpes As-Sunnah cirebon adalah Ustadz Yusuf Ba'itsa, ini adalah tuduhan konyol. !!

Ustadz Yusuf Utsman Ba'itsa TIDAK PERNAH MENJADI PENDIRI ponpes As-Sunnah cirebon. Sampai thn 2000-an beliau masih di Tengaran sebagai pemimpin Pondok pesantren Al-Irsyad. Dan sekarang beliau sebagai Ketua Dewan Pumpinan Pusat Perhimpunan Al-Irsyad. Ustadz Yusuf Utsman Ba'itsa tidak pernah mendirikan yang namanya ponpes As-Sunnah di cirebon. Ini jelas fitnah konyol memalukan dari seorang kyai bergelar professor. bahkan sebelum Ustadz Yusuf Utsman Ba'itsa menginjakkan kakinya di Cirebon, Ponpes As-Sunnah itu sudah berdiri. Dan Pendiri ponpes As-Sunnah cirebon itu adalah Ustadz Ali Hijrah Rahimahullah.

• Kau juga mengatakan bahwa yang mendanai ponpes As-Sunnah itu adalah Khalid Bawazier, itu juga fitnah ! Khalid Bawazier adalah seorang pengusaha besar di Surabaya. Ia adalah salah seorang dermawan yang turut serta mendanai perintisan STDI Imam Syafi'i jember dan STAI Ali Bin Abi Thalib surabaya.... tidak ada kaitannya dengan Ponpes As-Sunnah cirebon. Ini membuktikan kejahilanmu dan kurangnya informasi yang kau miliki, wahai professor...!

• terkhir, setelah dua oknum Al-Irsyad yang kau fitnah dan kau kaitkan dengan 'terorisme' (Ustadz Yusuf Ba'itsa & Pak Khalid Bawazier) kini kau tuduh ponpes As-Sunnah sebagai ponpes yang menerbitkan para teroris yang di suruh hafal cara merakit bom..

Wallahi haadza buhtaanun 'adziim...!!

Ponpes As-Sunnah cirebon tidak pernah mengajarkan santri-santrinya merakit bom. Wallahi semoga tuduhanmu ini menjadi hujjah atasmu di hari kiamat nanti wahai professor... semoga Allah segera menghancurkanmu. !

Ponpes As-Sunnah adalah ponpes islami yang mengajarkan mazhab Syafi'iyyah, aqidah Salafiyyah. Banyak santrinya yang mendapat beasiswa di LIPIA dan Universitas Islam Madinah. Tak sedikitpun diantara mereka yang menjadi pelaku bom. Na'udzu billah...

Para pelaku bom sejumlah tempat ibadah yang kau sebutkan tidak pernah menjadi santri ponpes As-Sunnah cirebon apalagi menjadi alumni. Ini fitnah keji ! Nama-nama yang kau sebutkan itu adalah murid-muridnya seorang juru dakwah bernama Halawi Makmun Rahimahullah, ia pun sudah meninggal... Semoga Allah merahmatinya. Halawi Makmun tidak pernah ada hubungan dengan Ponpes As-Sunnah. Sedangkan ponpes As-Sunnah sendiri merupakan ponpes yang di dirikan oleh sejumlah da'i yang punya kedekatan dengan pemerintah dan termasuk komunitas pesantren yang anti terhadap gerakan Takfiri dan terorisme atau yang semacamnya. ALLAHU A'LAM.

KETIGA: Kau mengatakan bahwa tidak ada yang bisa diharapkan kemajuan dari negara-negara arab...

Wahai professor, dari mana gelar S3 mu?
Dari negara arab atau negara barat ?

Dari mana gelar Doktor mu ?

Dari Arab atau dari Iran ?

Bukankah gelar S3 mu kau raih di negara arab ? Universitas Islam Ummul Quro mekkah, saudi arabia.... negara "wahabi" yang kau musuhi setengah mati... ??

Bukankah itu kemajuan wahai Professor ?? Saudi Arabia banyak mengorbitkan para sarjanawan dan cendikiawan-cendikiawan muslim yang berkarakter.

Kalau memang kau ksatria, lelaki sejati yang punya ideal diri dan memiliki konsistensi, kenapa tidak kau tanggalkan segala gelar dan title yang tersandang di ijazahmu ?

Kenapa tidak kau bakar ijazah S1,S2,dan S3 yang di berikamln universitas "wahabi" kepadamu, wahai keledai ..!!??

aku khawatir kau ini adalah antek missionaris atau antek PKI yang sengaja di susupi barat ke tengah komunitas ummat islam indinesia untuk memecah belah ormas besar, semisal NU. Karena, tidak ada intelijen yang menghendaki persatuan.. dimana-mana, mereka menginginkan perpecahan di tubuh kaum muslimin.

Trik mereka untuk menjauhkan ummat ini dari ajaran islam diantaranya adalah berupaya membentuk kebencian terhadap arab dan bangsa arab. Sehingga mereka terpaksa menciptakan komunitas sempalan dan menamainya dengan: "Islam Nusantara".

Sejatinya mereka hendak menghilangkan islam tetapi malu-malu dan tidak berani terus terang. Bermental banci. ! Bangsa arab selalu menjadi alasan untuk memusnahkan ideologi islam yang diturunkan dari langit ke tujuh.

Nabi diturunkan di Arab, Islam datang pertama kali di jazirah arab, Muhammad Bin Abdillah Nabi terakhir berbicara menggunakan bahasa arab, dan Al-Qur'an pun berbahasa arab (wahyu).

Dalam kitab-kitab literatur ada istilah Syu'ubiyyun atau Syu'ubisme. istilah bagi kelompok sesat yang membenci bangsa Arab. Membenci bahasa arab dan segala hal yang berbau arab.

Pada abad modern, kebencian dan sentimen terhadap bangsa Arab disebarluaskan oleh dua sekte sesat:

Pertama, oleh kaum orientalis. Yang kalau di indonesia orang-orang orientalis ini menggunakan topeng bernama "Jaringan Islam Liberal" (JIL) dan "Islam Nusantara".

Kedua, disebarkan oleh Syiah Majusiyyah, suatu aliran radikal yang lahir dari ras Persia. Persia yang sekarang menjadi negara Iran, adalah bangsa majusi yang sangat anti islam dan arab. Sejarah mencatat, pembunuh khalifah islam kedua (Sayyidina Umar Bin Khathab) adalah orang PERSIA !!

Saya khawatir Said Aqil Siraj ini versi modern dari sekte Syu'ubisme.

Allahu A'lam.

Minggu, September 22, 2013

DR Ainul Haris: Said Aqil Siradj Ketua Umum NU Sebar Fitnah

Umar Abduh: Tuding 12 Yayasan Salafi Wahabi Cikal Bakal Teroris, Said Aqil Munafik Sebut Yayasan Nida'ul Fithrah Cikal Bakal Teroris, Said Aqil Sebar Fitnah



SASIlustrasi/ usdllh
  • “Secara data apa yang dinyatakan oleh Kiai Said itu sudah memfitnah. Ironisnya, kesalahan data itu diulang-ulang  Kiai Said sejak awal menghembuskan isu tersebut beberapa tahun yang lalu,” kata Dr Ainul Haris kepada itoday, Senin (02/09) malam.
  • Data keduabelas yayasan yang disebut Said Aqil juga banyak yang salah. Di antaranya menyebut ketua yayasan al-Sofwa Maman Abdurrahman dan Farid Uqbah. “Padahal yang benar ketuanya adalah Abu Bakar Altway,” jelas Ainul Haris, yang 10 tahun silam aktif menulis di majalah Panji Masyarakat itu.
Ainul Haris mengajak semua pihak untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statemen yang belum jelas dan tanpa klarifikasi. Apalagi menyangkut isu yang sangat sensitif, seperti isu terorisme dan wahabi. Ia mengajak semua pihak  untuk bersikap ilmiah, berbicara berdasarkan data dan mendudukkan setiap masalah secara benar.
Nasihat Doktor yang disertasinya tentang Wahabi
Khusus tentang Wahabi yang oleh sebagian kelompok dituding sebagai biang terorisme, Haris menegaskan itu semua tidak benar. Ainul Haris mengajak umat Islam untuk mempelajari ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari karya beliau sendiri, bukan berdasarkan kata orang yang cenderung membenci bahkan menfitnah.
Hal itu dikatakan Ainul Haris, karena ia telah melakukan penelitian doktoralnya tentang ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari berbagai sumber primer terutama karya Muhammad Ibn Abdul Wahhab yang berjumlah belasan jilid. Ia menegaskan, dari penelitiannya tersebut, ia tidak mendapati ada satu pun ajaran Ibn Abdul Wahhab yang menyimpang. Sebaliknya, puluhan ulama diberbagai belahan dunia menganggapnya sebagai mujaddid (pembaharu Islam).  Ainul Haris meulis penelitian doktoralnya dalam disertasi berjudul Pemikiran Muhammad Ibn Abdul Wahhab tentang Kenabian, dan berhasil dipertahankan di hadapan tujuh profesor di IAIN Surabaya hingga ia dinyatakan lulus doktor dengan predikat cumlaude .
Yang membantah Said Aqil Siradj bukan hanya Dr Ainul Haris, tapi ada juga yang sampai menyatakan Said Aqil Siradj munafik atas lontaran terhadap 12 yayasan salafi wahabi tanpa data dan fakta yang benar itu.
Inilah beritanya.
***
 Tuding 12 Yayasan Salafi Wahabi Cikal Bakal Teroris, Said Aqil Munafik
itoday - Pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj hanya didasarkan kebencian dengan menuding 12 yayasan Salafi Wahabi sebagai cikal bakal terorisme.
 Demikian dikatakan pengamat intelijen dan terorisme, Umar Abduh kepada itoday, Senin (26/0).
 Menurut Umar, pernyataan Said itu bukan didasarkan fakta dan data. “Itu pernyataan orang munafik tanpa dasar. Pemerintah saja tidak pernah merekomendasikan 12 yayasan itu sebagai cikal bakal teroris,” ungkap Umar.
 Kata Umar, laporan keuangan yayasan Salafai Wahabi di Indonesia sangat terkontrol dengan baik oleh Badan Intelijen Negara (BIN). “Justru dana NU yang tidak terkontrol, dana NU dari mana saja, proyek-proyek tidak jelas,” papar Umar.
 Umar mengatakan, dalam sejarahnya Salafi Wahabi yang ada di Indonesia itu tidak pernah memberontak di Indonesia. “Salafi Wahabi itu menghormati pemerintah dan tidak akan menjadi teroris. Mereka hanya keras persoalan kuburan, bid’ah, syirik dan khurafat,” jelas Umar.
 Selain itu, Umar juga mengkritik NU yang suka menjilat dengan pemerintah. “Tradisi NU itu tidak ada yang radikal, tetapi menjilat pemerintah atau penguasa,” papar Umar.
 Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KH Said Aqil Siradj menuding 12 yayasan Salafi Wahabi yang ada di Indonesia menjadi cikal bakal terorisme.
 ”12 yayasan Islam sebagai Salafi Wahabi, penebar benih radikal dan teror yang mengajarkan doktrin pengeboman di Indonesia,” kata Kiai Said, Kamis (22/08).
 Kata Kiai Said, salah satu yayasan Salafi Wahabi di Indonesia yang bisa menjadi cikal bakal teroris yaitu Yayasan Al-Fitroh, beralamat di Perumahan Galaxi Ruko 26-30, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya. Yayasan ini diketuai Ainul Haris.
 Kiai Said melanjutkan di Jakarta juga ada, Yayasan Al-Sofwa di Lenteng Agung, Jakarta Selatan diketuai Maman Abdurrahman dan Farid Uqbah
 Kata Kiai Said, ajaran Salafi Wahabi juga ada di Jalan Kali Tanjung, Kecamatan Grahsan, Cirebon, Jawa Barat dibawah Yayasan As-Sunnah.
 Kiai Said menegaskan salafi Wahabi memang tak mengajarkan cara mengebom. Tapi mereka Islam radikal. Mereka menganggap ziarah kubur itu bid`ah dan menuduh warga NU kafir sehingga halal untuk dibunuh.
 ”Ajaran mereka sedikit lagi jadi teroris. NU tegaskan tak terlibat terorisme. NU akan melawan dan siap di belakang Presiden bubarkan ormas radikal,” pungkas Kiai Said.
 Itoday.Co.Id
Monday, 26 August 2013 17:36 Achsin
***
Sebut Yayasan Nida’ul Fithrah Cikal Bakal Teroris, Said Aqil Sebar Fitnah
 itoday - Mantan Ketua Yayasan Nida’ul Fithrah, KH Ainul Haris menilai pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj tentang adanya 12 yayasan beraliran keras yang patut diwaspadai, sebagai pernyataan salah kaprah.
 ”Secara data apa yang dinyatakan oleh Kiai Said itu sudah salah kaprah dan memfitnah. Ironisnya, kesalahan data itu diulang-ulang  Kiai Said sejak awal menghembuskan isu tersebut beberapa tahun yang lalu,” kata Ainul Haris kepada itoday, Senin (02/09) malam.
 Alumni Pesantren Gontor itu membantah pernyataan KH Said Aqil Siradj seusai melantik pengurus baru PWNU Jawa Timur.
 Saat itu, Said Aqil mengatakan pihaknya mensinyalir adanya 12 yayasan Salafi-Wahabi penebar benih radikal,  cikal bakal teroris di tanah air dan mengajarkan doktrin pengeboman di Indonesia. Di antaranya ia juga menyebut nama yayasan al-Fitroh, beralamat di Perumahan Galaxi Ruko 26-30, Jl, Arif Rahman Hakim, Surabaya yang diketuai oleh Ainul Haris.
 Lanjut Haris, nama yayasan tersebut adalah Yayasan Nida’ul Fithrah, beralamat di Ruko Galaxi Bumi Permai Blok G6-16 Jl, Arif Rahman Hakim No. 20-36 Surabaya. Haris juga menegaskan bahwa saat ini dirinya bukanlah Ketua Yayasan Nida’ul Fithrah. Ketua Yayasan Nida’ul Fithrah sekarang adalah Muhammad Nur Yasin.
 ”Di awal meruyaknya isu terorisme, yayasan Nida’ul Fithrah termasuk salah satu yayasan yang getol mendakwahkan kepada masyarakat bahwa terorisme bukanlah ajaran Islam. Nida’ul Fithrah beberapa kali menyelenggarakan kajian dan ceramah umum, di antaranya di radio, membagikan buku-buku secara cuma-cuma  berisi fatwa ulama yang mengecam keras tindakan terorisme dan menegaskan bahwa terorisme bukanlah ajaran Islam,” papar Kiai Haris.
 Selain itu, lanjut dia, Nida’ul Fithrah juga membantu pemerintah membentengi anak-anak mahasiswa dari berbagai penyimpangan tersebut dengan mengelola Pondok Mahasiswa Thaibah Putra dan Putri. Santrinya adalah mahasiswa ITS, Unair, Unesa, dan berbagai perguruan tinggi swasta yang ada di Surabaya.  “Oleh karena itu, apa yang disampaikan Kiai Said adalah tuduhan yang tidak berdasar bahkan suatu fitnah,” tegas Haris.
 Ainul Haris mengajak semua pihak untuk berhati-hati dalam mengeluarkan statemen yang belum jelas dan tanpa klarifikasi. Apalagi menyangkut isu yang sangat sensitif, seperti isu terorisme dan wahabi. Ia mengajak semua pihak  untuk bersikap ilmiah, berbicara berdasarkan data dan mendudukkan setiap masalah secara benar.
 Khusus tentang Wahabi yang oleh sebagian kelompok dituding sebagai biang terorisme, Haris menegaskan itu semua tidak benar. Ainul Haris mengajak umat Islam untuk mempelajari ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari karya beliau sendiri, bukan berdasarkan kata orang yang cenderung membenci bahkan menfitnah.  
 Hal itu dikatakan Ainul Haris, karena ia telah melakukan penelitian doktoralnya tentang ajaran Muhammad Ibn Abdul Wahhab langsung dari berbagai sumber primer terutama karya Muhammad Ibn Abdul Wahhab yang berjumlah belasan jilid. Ia menegaskan, dari penelitiannya tersebut, ia tidak mendapati ada satu pun ajaran Ibn Abdu Wahhab yang menyimpang. sebaliknya, puluhan ulama diberbagai belahan dunia menganggapnya sebagai mujaddid (pembaharu Islam).  Ia mempertahankan penelitian doktoralnya tersebut di hadapan tujuh profesor di IAIN Surabaya dan ia dinyatakan lulus doktor dengan predikat cumlaude .
 Ainul Haris menegaskan, seharusnya kaum muslimin Indonesia, terutama para pemimpinnya berusaha keras mengajak umatnya memahami dan mendalami agamanya secara benar,  membangun pekerjaan-pekerjaan besar di berbagai bidang yang bermanfaat untuk umat dan berusaha untuk membangun kesatuan dan persatuan umat di atas kebenaran untuk mencapai kejayaannya, bukan dengan lontaran statemen-statemen yang tidak perlu bahkan destruktif,  sehingga merugikan berbagaik pihak, dan kaum muslimin secara umum.
 Menurut Haris yang menyelesaikan S-1nya di Fakultas Syari’ah LIPIA Jakarta, data keduabelas yayasan yang disebut Said Aqil juga banyak yang salah kaprah. Di antaranya menyebut ketua yayasan al-Sofwa Maman Abdurrahman dan Farid Uqbah. “Padahal yang benar ketuanya adalah Abu Bakar Altway,” jelas Ainul Haris, yang 10 tahun silam aktif menulis di majalah Panji Masyarakat itu.
 Yayasan Nida’ul Fithrah adalah yayasan resmi yang memiliki legalitas hukum dari Kemenkumham. Kegiatan Nida’ul Fithrah meliputi dakwah, sosial dan pendidikan. Dalam seluruh kegiatannya, Nida’ul Fithrah selalu meniti di atas manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah  sebagaimana yang dipahami dan diteladankan oleh as Salafush Shalih yaitu sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
 Yayasan Nida’ul Fithrah kini membina ratusan masjid, pondok pesantren, perguruan tinggi, sekolah, majlis taklim, instansi pemerintah dan swasta di berbagai wilayah di Indonesia yang telah bekerjasama dengan yayasan di bidang dakwah, sosial dan pendidikan. Di antaranya pelatihan aqidah untuk guru-guru Pondok Modern Gontor, pelatihan da’i se-Kalimantan bekerjasama dengan Hidayatullah Pusat,  pelatihan para imam masjid  bekerjasama dengan masjid-masjid di lingkungan TNI AL Surabaya. Ainul Haris sampai saat ini juga tercatat sebagai penasihat Masjid Ibrahim bin Muhammad yang terletak di Kompleks Angkatan Laut Semolowaru Bahari, Surabaya.
 Dalam kegiatan sosial, Nida’ul Fithrah di antaranya pernah membagi-bagikan sembako untuk masyarakat tidak mampu di Bangkalan bekerjasama dengan TNI AL Surabaya dan Pemkab Bangkalan. Hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakil Bupati Bangkalan, Ketua dan beberapa anggota DPRD Bangkalan, Kiai Alawi Muhammad dan beberapa pimpinan Pondok Pesantren di Madura.
 itoday.co.id, Monday, 02 September 2013 19:29 Achsin
 (nahimunkar.com)

Senin, Juni 04, 2012

Habib Selon menyatakan: Periksakan otak Said Aqil Siraj ke dokter


Eramuslim.com | Media Islam Rujukan, Front Pembela Indonesia (FPI) menegaskan organisasi yang dipimpin Habib Rizieq membela Islam dan negara.

"Kasih tahu Aqil Siradj, FPI membela agama dan negara. Pembelaan agama yang dilakukan Said Aqil Siradj yang mana? padahal seoarang kyai," kata Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI)  Jakarta, Habib Salim Assegaf atau Habib Selon kepada itoday, Sabtu (2/6).

Habib Selon justru nilai Ketua Umum PBNU itu menghancurkan negara dengan membolehkan Lady Gaga konser di Indonesia.

"Justru Said Aqil itu menghancurkan bangsa dengan membolehkan konser Lady Gaga dan menjamin iman warga NU tidak terpengaruh konser Lady Gaga. Nabi Muhammad saja tidak menjamin umatnya. Gagasan inilah yang merusak agama dan bangsa," paparnya. 

Habib Selon menyarakan KH Said Aqil diperiksa otaknya ke dokter. "Saya sarankan otak Aqil Siradj diperiksa dokter," pungkas Habib Selon.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dalam acara sambutan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Ketua Umum PBNU yang juga Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siradj mengatakan, “Ketika itu Soekarno, Muhammad Hatta, Jenderal Soedirman bertanya kepada KH. Hasyim di Tebu Ireng, apa hukumnya membela tanah air. Jadi bukan membela Islam, seperti FPI. Tapi membela Tanah Air.”, Jumat lalu.(fq/itoday)
Komentarku ( Mahrus ali ):

Sepengetahuan saya dari pernyataan KH Said Aqil Siraj selalu membela kekufuran dari pada membela Islam, bahkan menjunjung kekufuran , lalu menginjak Islam
Membela tanah air yang asas UUnya sekuler adalah kedurhakaan bukan ketaatan kepada Allah. Membela UU sekuler  ber arti  ganyang UU Quran. Pada  hal hidup dan mati kita bukan untuk sekuler tapi untuk Islam, bukan untuk setan – setan manusia tapi untuk Allah. Ingatlah ayat sbb:
اِنَّ صَلاَتِيْ قُلْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ للهِ رَبِّ الْعَالِمِيْنَ . لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ


“Katakanlah! Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta Allam. Tiada sekutu bagiNya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang petama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)
[1]

Bacalah lagi diblog ke dua : www.mantankyainu2.blogspot.com



[1] muhammadzaki.wordpress.com/.../kemungkaran-berzanji/

Sabtu, Februari 04, 2012

Dr KH Said Aqil Siradj plin plan



Perjalanan hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya (istiqamah).
Karena itu, dahulu Nabishallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa memohon keteguhan hati kepada Allah:“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatikudi atas agama-Mu.” Dan ini mungkin salah satu hikmah yang dapat anda petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah Azza wa Jalla agar senantiasa menunjuki anda jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran
Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di berbagai media. Said Aqil Siradj mengatakan bahwa ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni.
Untuk menguatkan klaimnya ini,Said Aqil merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Umm Al Quro di Arab Saudi. Menurutnya: "Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat."
Pernyataan Said Aqil ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, pada Mukaddimah disertasi S3 yang ia tulis semasa ia kuliah di Universitas Umm Al Quro, hal: tha’ (ط) Said Aqil menyatakan: “Telah diketahui bersama bahwa umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial dan idiologi menghadapi berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham sekuler,kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal syi’ah, Qadiyaniyah (Ahmadiyyah), Bahaiyah dan selanjutnya tasawuf.”
Pernyataan Said Aqil pada awal dan akhir disertasi S3 nya ini menggambarkan bagaimana pemahaman yang dianut oleh Universitas Umm Al Quro. Bukan hanya Syi’ah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya menyimpulkan bahwa paham tasawuf juga menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu pada akhir dari disertasinya, Said Aqil menyatakan: “Sejatinya ajaran tasawuf dalam hal “al hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) berasalkan dari orang-orang Syi’ah aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim Syi’ah meyakini bahwa Tuhan atau bagian dari-Nya telah menyatu dengan para imam mereka, atau yang mewakili mereka. Dan idiologi ini sampai ke pada para pengikut Sekte Syi’ah berawal dari pengaruh ajaran agama Nasrani.”(Silatullah Bil Kaun Fit Tassawuf Al Falsafy oleh Said Aqil Siradj 2/605-606)
Karena menyadari kesesatan dan mengetahui gencarnya penyebaran Syi’ah di Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan pada awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi Umat Islam dari paham yang sesat dan menyesatkan.
Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan pembela Syi’ah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar yang dulu ia kawatirkan mengancam Umat Islam di negeri tercinta ini?
Dr. Muhammad Arifin Badri,
Dosen Tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).
Sumber: eramuslim.
Judul asli :Dr Said Aqil Siradj Dulu dan Kini
Komentarku ( Mahrus ali ):
    Orang yang tidak berpegangan dengan al quran,  sama dengan orang yang tidak memiliki landasan yang kokoh, dia hanya memiliki landasan yang rapuh, bangunannya rapuh juga. Dia tidak mau memiliki landasan sekalipun memiliki harta banyak. Dia mirip dengan ayat ini:
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ ﴿٤٥﴾
045. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Tobat.    Tobat.
 Atau dia masuk dalam kelompok kaum munafikin yang di sebutkan dalam kitab suci sbb:
إِذَا جَاءكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ ﴿١﴾
001. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. Al Munafiqun
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ ﴿٤﴾
004. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?. Al Munafiqun.

 

Bacalah lagi disini:

26 Jun 2011

08 Jun 201
08 Jun 2011


Senin, Oktober 10, 2011

Ajaran salafy racun , kata KH. Said Aqil Siradj


Oleh: Artawijaya
Wartawan dan Penulis Buku
Pasca serangan bom bunuh diri di GBIS Kepunton Solo, perbincangan mengenai kaitan antara terorisme dan doktrin Wahabi kembali mencuat di media massa. Setidaknya hal itu tercermin dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj pada harian Republika (3/10/2011). Artikel berjudul "Radikalisme, Hukum, dan Dakwah" ini menarik untuk dicermati, karena KH Said Aqil telah mengaitkan antara pergerakan dakwah Wahabi dengan radikalisme. Beliau bahkan membuat istilah baru tentang dakwah Wahabi, yaitu "ideologi puritanisme radikal."
Kita tentu bersyukur, seorang ketua umum sebuah organisasi massa besar seperti KH Said Aqil Siradj begitu peduli terhadap teror bom yang banyak menimbulkan korban dari masyarakat yang tak bersalah. Bahkan sebenarnya bukan hanya KH Said Aqil Siradj, tokoh yang sering dikait-kaitkan dengan kasus terorisme seperti KH. Abu Bakar Ba'asyir (ABB) pun mengecam aksi bom di Cirebon dan Solo sebagai tindakan ngawur yang jauh dari pemahaman syariat. Pada beberapa kesempatan, ABB menyatakan bahwa Indonesia adalah wilayah aman yang karenanya Islam harus ditegakkan lewat cara-cara damai.
Ada beberapa hal yang perlu dikritisi dari artikel Kiai Said di atas, yang terkesan seperti menabur angin, mengenai siapa saja yang dianggap sebagai Wahabi. Dalam beberapa alineanya, artikel tersebut bahkan seperti mengumbar stigma yang gebyah uyah. Jika tak dikritisi, tulisan tersebut bisa menimbulkan ragam penafsiran di masyarakat dan generalisasi terhadap kelompok yang dituduh mengusung dakwah Wahabi. Sehingga hal ini bisa berpotensi memicu konflik sosial di akar rumput, sebagaimana terjadi pada sebuah pengajian hadits di Klaten, Jawa Tengah, yang nyaris dipaksa bubar karena dianggap bagian dari dakwah Wahabi.
Diantara kalimat yang bisa menimbulkan bias pemahaman dan stigma dari tulisan KH Said Aqil adalah, "Kita bisa mencermati pergerakan paham Wahabi di negeri kita yang secara mengendap-endap telah memasuki wilayah pendidikan dengan menyuntikkan ideologi puritanisme radikal, semisal penyesatan terhadap kelompok lain hanya karena soal beda masalah ibadah lainnya. Di berbagai daerah bahkan sudah terjadi 'tawuran' akibat model dakwah Wahabi yang tak menghargai perbedaan pandangan antar-muslim. Model dakwah semacam ini bisa berpotensi menjadi 'cikal bakal' radikalisme."
Pada alinea lain, KH Said Aqil mengusulkan agar dilakukan "sterilisasi" masjid-masjid yang berpotensi menjadi sarang kelompok puritan radikal, sebuah kelompok yang menurutnya seringkali menimbulkan "tawuran" di tengah masyarakat. Dalam kesempatan lain, KH Said Aqil bahkan meminta masyarakat untuk mewaspadai 12 yayasan dari Timur Tengah yang ditengarai mendapat suntikan dana dari kelompok Wahabi. Tulisan KH. Said Aqil Siradj yang dimuat dalam harian ini seolah menyatakan bahwa memerangi ideologi teror sama dengan memerangi ideologi puritan radikal yang diusung oleh kelompok yang ia sebut sebagai Wahabi. Kelompok yang saat ini menurutnya mengendap-endap di dunia pendidikan, membawa suntikan beracun berisi "ideologi puritan radikal".
Antara Wahabi dan Terorisme
Stigma Wahabi merujuk pada sosok ulama abad ke-18 bernama Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimy An-Najdi. Gerakan dakwahnya mengusung tajdid dan tashfiyah (pembaharuan dan pemurnian) akidah kaum muslimin dari beragam kemusyrikan dan amaliah yang tidak diajarkan oleh Islam. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah seorang dai yang tak pernah menyebut kiprah dakwahnya dengan penamaan dakwah Wahabi atau tak pernah mendirikan organisasi dakwah bernama Wahabi. Istilah Wahabi baru muncul belakangan, itupun dengan tujuan stigmatisasi oleh mereka yang tak setuju dengan pemikiran yang diusung dalam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.
Di Indonesia, stigma Wahabi juga pernah dilekatkan pada ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (Persis). Tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, Syaikh Ahmad Soorkati, A. Hassan, dianggap sebagai pengusung paham Wahabi di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol pun pernah disebut sebagai pengusung dakwah Wahabi. Baik Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ataupun generasi dakwah selanjutnya di seluruh dunia yang sepaham dengan pemikirannya tak pernah ada yang dengan tegas menyatakan dirinya sebagai Wahabi.
KH. Said Aqil Siradj dalam tulisannya tak menjelaskan siapa saja atau kelompok mana saja yang masuk dalam kategori puritan radikal pengusung dakwah Wahabi. Ia hanya menjelaskan, kelompok tersebut tak menghargai perbedaan dan mudah memberikan label sesat pada sesama Muslim lainnya. Sama tak jelasnya, ketika ia melontarkan pernyataan bahwa ada 12 yayasan milik Wahabi yang perlu diwaspadai yang kini beroperasi di Indonesia. Apa saja yayasan itu, kenapa perlu diwaspadai, adakah pelanggaran baik dari sisi hukum nasional ataupun hukum Islam dari 12 yayasan tersebut sehingga layak untuk diwaspadai tak pernah dijabarkan. Sekali lagi, apa yang dilontarkan KH Said Aqil seperti menabur angin, menerpa siapa saja yang dianggap sebagai Wahabi.
Jika merujuk pada banyak kasus yang terjadi di basis-basis NU, maka kelompok puritan radikal atau Wahabi yang dimaksud KH Said Aqil adalah mereka yang membid'ahkan tahlilan, tawassul, ziarah kubur, maulid Nabi, dan amaliah lainnya yang menjadi tradisi di kalangan Nahdhiyyin. Kriteria inilah yang sering diungkapkan oleh KH Said Aqil di media massa ketika menyoroti kiprah kelompok yang ia sebut sebagai "Wahabi". Namun, adakah kaitannya antara kelompok yang berdakwah untuk menjauhi bid'ah dalam urusan ibadah dengan kelompok teroris?
Nyatanya seluruh ormas Islam di Indonesia, baik yang meyakini bolehnya tahlilan atau tidak, sepakat bahwa aksi pengeboman di zona damai adalah perbuatan yang diharamkan Islam, apalagi pemboman yang terjadi di tempat ibadah. Bom yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan jihad tentu mencoreng nama Islam. Islam mengajarkan syariat jihad dengan batasan dan aturan yang ketat dan rinci. Jihad tidak mengedepankan hawa nafsu dan serampangan. Jihad sangat menghargai nilai-nilai dan hak asasi manusia, termasuk di dalamnya hak-hak sipil. Dalam perang, musuh yang menjadi target adalah para combatan dan basis-basis militer, bukan orang-orang sipil, fasilitas umum, dan tempat-tempat ibadah.
Akhirul kalam, menyebut dakwah Wahabi sebagai kontributor aksi teror bom tak pernah bisa dibuktikan dengan jelas. Stigmatisasi itu tak lebih daripada memukul bayang-bayang. Kita tentu tak sepakat dengan sekelompok orang yang mudah mengkafirkan muslim lainnya hanya karena urusan khilafiyah. Kita juga tak setuju dengan pola-pola dakwah yang eksklusif, merasa paling benar, dan jauh dari nilai-nilai akhlakul karimah. Jika ada perbedaan dalam urusan dakwah, maka selesaikan dengan jalan dialog. Begitupun jika terjadi perbedaan pendapat dalam hal furu'iyah maka kedepankanlah sikap tasamuh (toleran). Stigmatisasi yang tak jelas di tengah prahara terorisme akan menambah beban masalah yang melebar ke mana-mana. Selain persoalan ideologi yang menyimpang, akar dari terorisme adalah ketidakadilan global yang melanda negeri-negeri Muslim. (Dimuat di Harian Republika, 7 Oktober, 2011)
Sumber : Eramuslim. com
Komentarku ( Mahrus ali ) :

. Tulisan KH. Said Aqil Siradj yang dimuat dalam harian ini seolah menyatakan bahwa memerangi ideologi teror sama dengan memerangi ideologi puritan radikal yang diusung oleh kelompok yang ia sebut sebagai Wahabi. Kelompok yang saat ini menurutnya mengendap-endap di dunia pendidikan, membawa suntikan beracun berisi "ideologi puritan radikal".
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Inna lillah wainna ilaihi rajiun , orang gila tak seperti itu bila berkata atau menulis ,Masak  ajaran Islam yang murni di anggap beracun lalu ajaran ahli bid`ah di anggap obat yang manjur . Ini pemikiran yang perlu di kencangkan , bukan tambah di buat silang . Kita harus berpegangan kepada ayat :
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. ( Al  Hijr  94 )
Begitu juga ayat :
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلاَّ اللهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan.[1]    
Di dalam artikel itu di katakan lagi :
Di Indonesia, stigma Wahabi juga pernah dilekatkan pada ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (Persis). Tokoh-tokoh seperti KH Ahmad Dahlan, Syaikh Ahmad Soorkati, A. Hassan, dianggap sebagai pengusung paham Wahabi di Indonesia. Bahkan, jauh sebelum itu, pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol pun pernah disebut sebagai pengusung dakwah Wahabi. Baik Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ataupun generasi dakwah selanjutnya di seluruh dunia yang sepaham dengan pemikirannya tak pernah ada yang dengan tegas menyatakan dirinya sebagai Wahabi.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Apakah ajaran Muhammadiyah, Al-Irsyad, dan Persatuan Islam (Persis).di anggap wahabi , lalu perlu di waspadai dan ajaran kristen , Budha , Ahli bid`ah di junjung dan perlu di kembangkan ? .
Ingatlah firman Allah  sbb :
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ(8)
Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.
Sekali lagi, apa yang dilontarkan KH Said Aqil seperti menabur angin, menerpa siapa saja yang dianggap sebagai Wahabi.
Dalam artikel itu di katakan:
Kita tentu tak sepakat dengan sekelompok orang yang mudah mengkafirkan muslim lainnya hanya karena urusan khilafiyah
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kita kafirkan orang yang menurut dalil kafir , dan kita katakan muslim orang yang menurut dalil muslim . Ingatlah ayat allah .
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.[2]
Baca lagi di sini :
02 Okt 2011
01 Jun 2011
01 Jun 2011
21 Apr 2011


[1]  ( Al ahzab 39 )
[2] An nur 51