Al Qur an digital

Selasa, Mei 31, 2011

KH Said Aqil Siroj kurang luas wawasan

sumber : NU online
19-03-2008
ABU TOMANG
  komentar KH Said Agil Siradj seputar kontroversi buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku kecewa atas ketidak hadiran H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) pada debat terbuka yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri, Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) lalu.

Kang Said—demikian panggilan akrabnya—menyebut Mahrus Ali berpikiran ‘kerdil’ karena tak berani mempertanggungjawabkan tulisan dalam bukunya. ”Dia itu berpikiran kerdil dan tidak yakin dengan kebenaran agama yang dijalaninya,” katanya kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (13/3) kemarin.

Menurut Kang Said, orang yang yakin dengan kebenaran, dia pasti berani menghadapi debat model apa pun dan menghadapi siapa pun. Jika memang diyakini sebagai kebenaran, katanya, penulisnya pasti tak keberatan karyanya dinilai orang lain yang lebih mumpuni.

“Seharusnya, ia akan berani mempertanggungjawabkannya tanpa ada perasaan ragu. Bukan malah sembunyi saat diajak adu argumentasi. Itu penakut namanya,” tandas Kang Said yang juga alumnus Universitas Ummul Qurra’, Mekah, Arab Saudi.

Kang Said juga meragukan tingkat keilmuan Mahrus Ali. Pasalnya, menurut dia, orang yang berilmu tinggi akan bersikap lebih bijak dan santun. Tetapi, buku tersebut justru menebar caci-maki dan penulisnya merasa paling pintar.

Ia mencatat dua hal penting dari kejadian pro-kontra yang diterbitkan La Tasyuk! Press itu. Pertama, penulisnya telah salah niat dalam menulis buku. Kedua, Mahrus Ali tidak berani bertanggung jawab secara intelektual. ”Orang seperti itu tidak layak diajak dialog, jelas sekali kurang bacaan,” pungkasnya.

Hal yang dilakukan Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dengan membuat buku bantahan berjudul Membongkar Kebohongan Buku: Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, kata Kang Said, merupakan tindakan yang benar.

“Tidak perlu dilakukan tindak kekerasan semacam penggerebekan. Cukup dibuat buku jawaban, tapi yang menulis tidak usah para kiai. Cukup anak-anak madrasah tsanawiyah atau madrasah aliyah saja,”
16-03-2008



Komentarku ( Mahrus ali ) :
Menurut Kang Said, orang yang yakin dengan kebenaran, dia pasti berani menghadapi debat model apa pun dan menghadapi siapa pun

Saat kaum muslimin di Mekkah tiada perintah perang melawan rezim jahiliyah , bahkan tindakan anarchi terhadap kaum muslimin yang di lakukan oleh masarakat Mekkah tidak di balas  , tapi  kaum muslim berhijrah ke Habasyah , apakah mereka itu tidak berani melawan  karena ajaran mereka itu salah . Saya pikir , ajaran benar bagaimanapun bila masih minoritas, sudah tentu pengikutnya tidak boleh melakukan perlawanan . dan ini bukan berarti sifat kerdil , tapi sekedar tehnis belaka yang nanti bisa di harapkan kemenangan .  Lalu turunlah perintah perang sebagaimana  ayat sbb:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ(39)
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.[1]
Nabi musa di serbu Firaun dan bala tentaranya lalu beliau lari bersama pengikut – pengikutnya  sampai ke tepi pantai , apakah Nabi Musa dan pengikutnya yang membawa kebenaran itu takut mati atau kerdil . Jelas Nabi Musa  masih di katakan  satria karena menyampaikan kebenaran yang berbeda dengan budaya  rakyat Fir`aun .

Tentang tudingan anda  bahwa buku mantam kiyai NU yang pertama itu menebar fitnah , maka tidak tepat . dan penilaian tersebut terlalu emosional dan tidak berlandaskan intelektual yang sehat , ya`ni tidak ilmiyah lagi .
 Sebab banyak dari kalangan pengikut Muhammadiyah , persis , LDII , salafy dan Al Irsyad yang menjadikan buku itu sebagai landasan hidup . Jadi buku itu dianggap rujukan . Bila di katakan penebar fitnah secara langsung menyatakan  bahwa ulama Saudi arabia juga menebar fitnah karena dalam buku itu banyak  mengutip dari pendapat ulama sana . Begitu juga akan bisa di katakan  bahwa ilmu hadis dan al Quran  penebar fitnah karena  isinya selalu menggunakan dalil  dari al Quran dan hadis .

Anda juga menyatakan :
Hal yang dilakukan Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dengan membuat buku bantahan berjudul Membongkar Kebohongan Buku: Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, kata Kang Said, merupakan tindakan yang benar.
Dari sini kami tahu bahwa  kang Said akil Siraj tidak punya wawasan yang tepat , dia membenar kan buku LBM Jember yang sebgian isinya  adalah kesyirikan  yaitu minta  - minta pada mayat di perbolehkan . Pada  hal ia  jelas bersebrangan dengan ayat :
وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللهِ  مَنْ لاَ يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُون
Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (do`a) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) do`a mereka?[2]
Tiada satupun dalil yang memperkenankan  minta – minta kepada orang mati , dan manakah tuntunannya  bila hal itu di perkenankan , apakah bedanya dengan  penduduk Jahiliyah  yang minta  - minta kepada berhala  sebagai lambang figur idola yang saleh  dengan  minta  - minta di kuburan seorang tokoh atau wali . Jelas sama  .




[1]  Al haj 39
[2] Al ahqaf 5
Artikel Terkait

20 komentar:

  1. Assalamualaikum,....
    Sikap bapak menurut saya sangat tepat untuk tidak menghadiri acara tersebut, karena sesuai dengan yang alasan yang bapak berikan tersebut.
    Sebagaimana di lingkungan saya, betapa sulitnya memberikan pengertian pemahaman kepada jamaah yang rata-rata sudah berusia diatas setengah abad, kebanyakan mereka tidak sempat untuk mengkaji berbagai hal masalah agama, mereka menikmati ibadahnya tanpa memahami BIDAH.
    Terima ksih, pak teruskan berjuang di tengah masayarakat jahiliyah modern ..he..he..
    Wassalam...

    BalasHapus
  2. Semoga kita ini terus berjuang di jalan Allah bukan di jalan Thaghut

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum....
    Kalo menurut saya yang sangat awam, dalil surat Al Haj ayat 39 yang Bapak gunakan terlalu terburu-buru. Demikian juga analogi hijrah Rasulullah SAW dan para sahabat R.Hum.
    Apakah ini artinya kita telah dihalalkan berperang karena beda pendapat?
    Saya sangat bersimpati apabila Bapak berusaha keras menghidupkan Sunnah.
    Akan tetapi mari kita berbaik sangka kepada sesama Muslim. Apabila kita dizholimi, kita tunjukkan akhlaq yang terbaik yang dicontohkan Rasulullah SAW, para sahabat R.Hum dan Salafus Sholih Rah.A.

    BalasHapus
  4. Bukan masalah beda pendapat, tapi kita toleransi pendapat yang masih berpegangan kepada dalil . Bila menurut dalil di katakan syirik , maka kita ikut dalil bagaimana kita menghadapi orang syirik di saat kita tertindas dan di saat kita kuat atau kita bisa menguasai. Yang penting bagi kita bukan akal - akalan . Memang saat ini banyak yang mengaku Islam tapi amaliahnya penuh dengan kesyirikan . Allah berfirman :
    وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللهِ إِلاَّ وَهُمْ مُشْرِكُونَ
    Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah. Tepat sekali, kita tidak boleh akal-akalan dalam beragama. Akal fikiran digunakan untuk mengakui kekuasaan Allah sebagai pencipta alam semesta.
    Kita beragama harus berdasarkan dalil yaitu Qur'an dan Sunnah.
    Mereka telah menyatakan dalil yang juga didasarkan kepada Qur'an dan Sunnah, maka saya berprasangka baik kepada mereka. Semoga Allah merahmati Bapak, saya dan mereka dalam hal ini. Boleh jadi mereka telah berijtihad dengan seluruh kemampuan dan itulah hasil yang didapat. Jika ijtihad mereka keliru, alangkah baiknya jika kita bersama2 mendo'akan kepada Allah Azza wa Jalla agar mereka mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah....apa yang telah bapak lakukan sudah tepat...terus berjuang pak, teruskan menulis buku-buku untuk meluruskan peribadatan yang telah banyak menyimpang di tengah-tengah masyarakat islam...saya sudah mengoleksi beberapa dari buku bapak...

    BalasHapus
  7. Anda yang menyatakan :
    Boleh jadi mereka telah berijtihad dengan seluruh kemampuan dan itulah hasil yang didapat. Jika ijtihad mereka keliru, alangkah baiknya jika kita bersama2 mendo'akan kepada Allah Azza wa Jalla agar mereka mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabat
    Baca,ah sekalilagi di : MANTAN KYAI NU: Hukum Ijtihad
    22 Feb 2011

    BalasHapus
  8. bid'ah ??? pasti dholalah (tersesat). permasalahannya pemahaman bid'ah yang masih belum satu definisi.

    BalasHapus
  9. Baca di
    MANTAN KYAI NU: 35 CD pengajian mantan kiyai NU
    14 Jun 2011
    MANTAN KYAI NU: Hancurlah dalil bid`ah hasanah
    03 Agt 2011
    Dan carilah artikel saya tiada bid`ah hasanah di blog ini .

    BalasHapus
  10. sebenarnya datang itu lebih baik, daripada saling menyalahkan bukan di depan orangnya!kalau pendapat anda yang benar namun di tolak oleh mereka,usaha anda sudah cukup,namun bila anda tidak datang itu menunjukkan anda kurang berani!alasan anda di atas kurang tepat.karena ini bukan antara kafir vs islam, namun saling menasehati dalam kebenaran!!!

    BalasHapus
  11. Mengapa selalu mengandalkan massa , jawablah buku dengan buku , artikel di internet dengan artikel juga kan lebih ilmiyah sebagaimana para imam dulu bukan orang - orang sekarang . Sudah cukup Ahmad Jaiz ketika selesai dialog di lempari botol , cangkir di UIN Jakarta . Quraisy syihab setelah berdialog , kantornya di rusak . Apa layak orang muslim melakukan seperti itu . Bacalah artikel ini dulu :
    MANTAN KYAI NU: Ayo diskusi dengan saya satu persatu
    26 Jul 2011
    MANTAN KYAI NU: Mengapa saya tidak datang di debat terbuka di ...
    14 Agt 2011
    MANTAN KYAI NU: Mau anda apa dengan NU ini???
    30 Jul 2011
    Jawablah artikel dan buku saya dulu agar umat tahu kegeniusan umat Islam , dan masalah ajaran dan kekeliruan ahli bid`ah tidak bisa di selesaikan dalam dialog sehari dua hari , tapi butuh bulanan , kalau ingin fair , bukan mengandalkan massa. kalau sehari dua hari , jadinya seperti yang di alami Ahmad Jaiz.

    BalasHapus
  12. teruslah berjuang menegakkan sunnah pak kyai...kakek dan orang tua saya tokoh NU sekali di di Tasikmalaya, namun seiring referensi dari kitab maktabah -syamilah,,, sejumlah kritisi saya terhadap ajaran2 NU di lingkungan saya yang saya rasa telah banyak keluar dari sunnah.... saya tetap di NU namun NU khittah 26... lanjutkan pak kyai..saya sangat mendukung

    BalasHapus
  13. Semoga Allah menjaga kita dan anda lalu di beri hidayah ke jalan lurus

    BalasHapus
  14. Kalau orang ngerti takkan bikin olah seperti itu.Tapi akan diam dan selalu berpegangan kepada ilmunya bila berbicara

    BalasHapus
  15. terus berjuang demi kbnrn ustdz,jgn mnyerh dngn kmunits yg lbh bsr tp ra bnr
    Allahuakbar

    BalasHapus
  16. sebenarnya saya sediktpun tdk ragu bhw dalil yg dibacakan kaum wahabi itu memang Al quran dan Sunnah..., hanya saja saya sedikitpun tdk ragu mengatakan bhw pemahamannya tentang Al quran dan Sunnah sangat Dangkal...sedangkal-dangkalnya Pemahaman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk boezmedy limbua
      Lalu pemahaman yang dalam itu bagaimana? Tunjukkan.

      Hapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan