Tampilkan postingan dengan label Kang said. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kang said. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 12, 2014

Ketua PB NU Said Aqil Siraj: Tegas Mendukung Prabowo, Karena Jokowi Antek Asing




JAKARTA (voa-islam.com) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj menegaskan bahwa dia mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden pada pemilihan umum tahun ini. Said telah berani mengambil posisi dengan tegas mendukung Prabowo, karena melihat kualitas Prabowo sebagai pemimpin.

"Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi saya secara pribadi mendukung Prabowo," katanya di sela pelantikan Pengurus Cabang NU Kota Depok di Masjid Kubah Emas Depok, Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia, purnawirawan jenderal itu punya sikap tegas, keberanian, dan wibawa untuk membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Said Agil juga menyebut Prabowo sebagai sosok yang memikirkan rakyat kecil seperti petani, buruh, dan nelayan. Ia mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas yang bisa membawa bangsa berdaulat secara ekonomi.

"Kita juga harus berdaulat secara ekonomi, politik dan juga budaya. Jadi bukan hanya secara geografis saja," ucapnya, menegaskan. "Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor," ujarnya. Di dalam debat calon presiden sejak awal telah menegaskan menghentikan penguasaan sumber daya alam oleh asing. Prabowo di Medan juga menegaskan ingin ingin berdaulat secara ekonomi, politik, dan budaya.
Sementara itu, Jokowi bertekad mengundang fihak asing berinvestasi di Indonesia, termasuk perusahaan yang bergerak dibidang IT, seperti diungkapkan oleh Direktur Indeks Digital, Jimmi Kembaren mengatakan, asumsi Jokowi, kehadiran perusahaan asing bakal membuka ruang seluas-luasnya bagi pekerja kreatif di Tanah Air salah besar. Menurutnya, wacana yang digulirkan Jokowi justru berpotensi mematikan industri kreatif.

"Jokowi salah kaprah. Jokowi selalu menganggap perusahaan asing akan merekrut tenaga kreatif Indonesia. Padahal bukan mencari tenaga kreatif, tapi hanya mencari sales team. Masa kita cuma dijadikan pasar," kata Jimmi, di Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Sebelumnya, Jokowi meminta agar Twitter berinvestasi dan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Permintaan itu disampaikan ketika bertemu Peter Greenberger, Direktur Strategi Politik Global Twitter yang tengah mengunjungi Indonesia. Jokowi juga menyampaikan hal yang sama saat berkampanye.

Jimmi juga mengingatkan, dominasi asing hanya akan membuat Indonesia kembali terjajah. Menurutnya, konsep Jokowi sangat pro asing. Kalau Twitter buka kantor, hanya akan mempekerjakan 2-3 orang, paling banyak 10 orang.

"Itu pun sales team, investasi juga minimal sekali. Jadi, dampaknya tidak signifikan terhadap dunia ketenagakerjaan dan bahkan mengeruk kekayaan Indonesia," katanya.

Seharusnya, lanjut Jimmi, perusahaan-perusahaan lokal yang didorong agar berkembang. Seperti yang sudah dilakukan China dan Vietnam. Pemblokiran jejaring sosial asing pun sukses membuat jejaring sosial lokal berjaya di negeri sendiri. Seperti Baidu di China, atau CocCoc di Vietnam. Jokowi itu persis si embok 'Megawati', awalnya mengatakan cinta 'wong cilik', sesudah menjadi presiden, jelas-jelas membela 'Asing dan A Seng'. (afgh/dbs/voa-islam.com)

Selasa, Maret 12, 2013

Kang Said, Ingat Obama lupa sunnah Nabinya

Jumat pagi (8/3), warga Nahdliyyin di kota Konya, Turki, menemani Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bersama beberapa kiai berkunjung ke kota Maulana Jalaluddin Rumi.

Rombongan PBNU sudah selesai memenuhi undangan konferensi perdamaian untuk Afganistan yang diselenggarakan pada 4-5 Maret 2013 di Istanbul, dan memenuhi beberapa undangan di Ankara. Sejak pagi buta kiai yang akrab dipanggil Kang Said itu beserta rombongan langsung menuju kota Konya menaiki kereta cepat.

Niatan yang tadinya hanya ingin berziarah ke beberapa makam auliya di kota ini, ternyata disambut antusias oleh para ulama di Konya. Sukru Ozbugday, yang merupakan Mufti Konya langsung mengutus Mufti Meram, Ahmet Ozkan untuk mengundang rombongan dan menemani selama di Konya.

Selain menceritakan tentang apa itu NU, Kang Said juga menjelaskan panjang lebar mengenai hubungan antara Turki dan Indonesia. “Kami sangat senang dapat mengunjungi kota Konya. Maulana Jalaluddin Rumi sangat populer di kalangan Nahdliyyin. Alhamdulillah kami sekarang akan berziarah ke makam beliau. Walaupun waktu kami di Konya sangat terbatas, kami berharap hubungan ini akan terus berlanjut,” Kang Said.

Pertemuan ini begitu hangat, apalagi mustasyar PCINU Turki Dr. Seyit Bahcivan yang juga teman sekelas dengan KH. Said Aqil Siroj sewaktu dulu bersama-sama belajar di Ummul Qura University Mekkah juga hadir dalam pertemuan ini dan ikut menemani rombongan. Seakan ingin bernostalgia, DR. Seyit Bahcivan yang sejak awal lengket dengan sahabat lamanya ini pun diisengi oleh Kang Said.

“Ya Seyit, dimana janggutmu yang panjangnya se dada itu?. Mengapa sekarang kamu tak berjanggut?” canda Kang Said. Semua yang ada diruangan itu pun tertawa sembari melihat Dr. Seyit Bahcivan yang sudah tak berjanggut lagi.

Di akhir pertemuan singkat itu, Sukru Ozbugday memberikan cendera mata berupa hiasan seni bergambar bunga mawar yang merekah.

“Di Konya, bunga mawar adalah simbol cinta kepada Rasulullah SAW, Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah dapat mempersatukan kita dan umat muslim seluruhnya. Ujar Sukru Ozbugday berharap.

Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan menuju makam beberapa auliya. Maulana Rumi dan gurunya Syamsuddin at-Tibrizi atau yang lebih dikenal dengan Semsi Tebriz menjadi tempat pertama yang diziarahi.

KH Said Aqil Siroj sendiri yang langsung memimpin pembacaan tahlil dan doa. Rombongan juga menyempatkan berziarah ke makam seorang wali yang hidup sezaman dengan Rumi yaitu Sadruddin al-Konawi. Menyadari waktu singkat Kang Said di Konya, di sela-sela ziarah inilah pengurus PCINU Turki berdialog ringan dan menjelaskan kegiatan-kegiatan warga NU di Konya.

“Walaupun usia PCINU Turki masih dibilang baru terbentuk, Alhamdulillah kami istiqomah mengadakan kagiatan-kegiatan diniyyah. Termasuk sebulan yang lalu Alhamdulillah warga NU di Turki berkumpul di Konya untuk mengadakan kagiatan Maulid Nabi dan Harlah NU. Mohon doa dan dukungan kiyai supaya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat kami jalankan secara istiqamah dan bernilai barokah,” papar Abdul Ghaffar Chodri, wakil sekretaris Tanfidziyyah PCINU Turki.

“Kegitan-kegiatan positif seperti itu tentu saya dukung. Tapi yang paling penting ya itu tadi, teman-teman disini bisa mengerjakannya dengan istiqomah. Salam saya untuk teman-teman semua ya,” ujar Kang Said.

Sebelum kembali ke Istanbul dan terbang ke Indonesia, rombongan juga sempat membeli aksesoris berupa kucuk kur’an (Al-Qur’an super mini yang di Indonesia sering disebut Qur’an Istanbul). Nampaknya, bukan hanya para ulama Konya yang menghormati rombongan ini, pedagang yang menjual aksesoris ini pun sangat senang ketika tahu bahwa mereka adalah rombongan kiai dari Indonesia. Ini terbukti pedagang tersebut langsung memberikan 30 kucuk kur’an yang semuanya bersampul hijau sebagai hadiah.

Walaupun hanya tiga jam Kang Said dan rombongan berada di kota Konya, namun ini menjadi saat yang membahagiakan dan tak terlupakan bagi warga NU di kota Darwis ini.

Redaktur     : A. Khoirul Anam
Kontributor : Abdul Ghaffar Chodri

Komentarku ( Mahrus ali): 

Dalam masalah jenggot, rupanya kang Said ingat Obama dan lupa kepada sunnah nabinya, ingat setan lupa pada Allah, ingat budaya barat dan lupa pada  budaya para sahabat yang berjenggot.
Perintah Nabi Agar Memelihara Jenggot
Hadits pertama, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)
Hadits kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)
Hadits ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,
أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)
Hadits keempat, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)
Hadits kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى
Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)
Hadits keenam, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892)
Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh,
أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا
Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5)
 


blog ke tiga





Selasa, Juli 26, 2011

Saya tidak suka NU ?

ِAchmad mengatakan... dalam bab : Saya tidak suka KH Zainuddin MZ sbb:
Mantankyainu

Assalamu'alaikum

Saya hanya ingin bertanya satu hal kepada saudara...
Apakah anda begitu membenci ajaran NU?, sampai-sampai profile anda tulis Mantankyainu
Jawabanku (Mahrus ali )
Saya harus tidak suka kepada segala macam golongan dalam Islam , baik NU, Muhammadiyah , LDII, NII dll . Sebab bergolong – golong membikin lemah kaum muslinmin dan membikin lawan mereka kuat, setan senang dan Allah benci . Allah berfirman :
وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bergolong – golong  dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,  
 Saya ingin bahagia di akhirat dan saya takut siksaan yang berat atau ringan , karena itu saya harus meninggalkan golongan , tidak akan saya dekati dan tidak akan saya ambil lagi . Saya lebih baik ikut ayat ini :
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, kamu ( Muhammad ) tidak termasuk mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.[1]
Syaikh Muqbil bin Hadi al wadi`I berkata :
Top of Form
Bottom of Form
هَذَا وَأِنِّي أَنْصَحُ الْعُلَمَاءَ وَالْدُّعَاةَ إِلَى الْلَّهِ مِنْ أَهْلِ الْسُّنَّةِ أَنْ يُجِدُّوْا وَيَجْتَهِدُوْا فِيْ الْتَّحْذِيْرِ مِنَ الْحِزْبِيَّةِ الْمَشْؤُومَةِ الَّتِيْ فَرَّقَتْ شَمْلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَكُوْنُ الْتَّحْذِيْرُ عَلَى الاسْتِمْرَارِ لِأَنَّ عَمَلَ الْنَّبِيِّ صَلَّى الْلَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آَلِهِ وَسَلَّمَ كَانَ دِيْمَةً.
Saya akan memberikan nasehat kepada para ulama dan da`i kepada Allah dari ahlus sunnah agar berusaha dengan sungguh  untuk memberikan peringatan terhadap ormas dan partai yang tak menyenangkan yang telah memecah power kaum  Muslimin  dan hendaklah peringatan ini berkelanjutan  sebab amaliyah Nabi  SAAW  selalu kontinyu . [2]

Komentarku ( Mahrus ali )

  Ormas dan partai kelihatannya berdakwah , tapi dakwahnya bukan kepada ajaran Islam yang murni kaffah , tapi berdakwah kepada ajaran Islam yang mendukung ajaran golongannya . Inikan dakwah Islam atau dakwah kekufuran . Inikah dakwah untuk meningkatkan kekuatan Islam atau melemahkannya . Inikah  dakwah yang di benci Allah dan di senangi setan – setan manusia. Allah berfirman :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.[3]
   Ajaran Nabi selalu di benci kebanyakan manusia  dan ajaran setan selalu mendapat simpatisan yang banyak di mana tempat dan zaman .

  Untuk ajaran NU , saya senang kepada ajarannya yang benar dan benci kepada ajarannya yang menyimpang.
Sedang mantankyai Nu , bukan mantan ust Muhammadiyah  sebagai olah dari penerbit agar lebih komersial dan buku bisa lebih banyak di baca kalangan kaum muslimin dan saya pun memang awalnya menjadi kiai NU bukan kiyai LDII , jadi saya biarkan saja . lalu mendapat respon baik dari kalangan pembaca dan merupakan ciri tersendiri bagi bacaan mereka . Ini suatu hal yang tak terduga dan menguntungkan untuk dakwah kepada ajaran yang murni bukan dakwah kepada ajaran tradisional , budaya golongan .




[1] Al an`am 159
[2] Maqtal jamilue eahman  1/37
[3] Al an`am 122

Minggu, Juli 17, 2011

HARLAH KE-85 NU Prihatin dengan Wajah Islam Bermuka Garang

17/07/2011 17:58

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memprihatinkan munculnya gerakan-gerakan yang mengancamkan keutuhan bangsa dan menampilkan Islam dengan muka garang. Karena itu, NU yang berfaham ahlussunah wal jamaah tampil dengan sikap tasamuh, tawasuth dan tawazun, akan berdiri tegak mempertahankan kedaulatan bangsa ini.

Di samping itu, lanjutnya, NU akan menebarkan Islam rahmatan lil alamin yang ramah, tidak eksklusif, apalagi separatis di tengah keragaman dan kemajemukan bangsa ini. Bahkan ikut serta dalam perdamaian dunia. 

“Indonesia merupakan negara berketuhanan. Tapi bukan negara agama, dan juga bukan negara sekuler. Dengan demikian, NU konsisten menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara. Setia pada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI” tegasnya, disambut tepuk tangan warga nahdliyin.

Kang Said menambahkan, kami melanjutkan tokoh-tokoh NU berjuang mendirikan bangsa ini. Dan sejarah membuktikan, NU tak pernah berbuat onar apalagi separatis terhadap NKRI. Tapi sayangnya, ada sementara orang yang tidak tahu, pura-pura tidak tahu, dan tidak mau tahu.

Di akhir pidatonya yang berlangsung pukul 13.30, ketua PBNU akan tetap mendukung pemerintah jika pro rakyat. Tapi jika tidak, NU akan mengkritiknya dengan cara hikmah.

Puncak Harlah NU ke 85, dipusatkan di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Ahad, 17/07. Jalanan yang mengarah ke Senayan dipenuhi sapanduk dan poster Nahdlatul Ulama. 

Tribun penonton dihiasi gambar tokoh-tokoh organisasi terbesar di negeri ini, yang pernah mendarmabaktikan perjuangannya untuk mendrikan bangsa ini. Ratusan ribu warga nahdliyin, dengan atribut-atribut berlogo Nahadlatul Ulama, memadati lapangan sepak bola terbesar ini. Mereka datang dari berbagai wilayah seluruh Indonesia. 

Selain itu, tokoh-tokoh sufi dunia dari berbagai tarekat, menyaksikan rapat akbar ini. Diantaranya Syekh Hisyam Khabani dari Amerika, Syekh Rajab dari Syiria didampingi Habib Luthfi bin Yahya dan tokoh-tokoh NU lainnya.

Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Abdullah Alawi
Komentarku ( Mahrus ali )
Anda menyatakan :
“Indonesia merupakan negara berketuhanan. Tapi bukan negara agama, dan juga bukan negara sekuler. Dengan demikian, NU konsisten menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara. Setia pada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI” tegasnya, disambut tepuk tangan warga nahdliyin.

Komentarku ( Mahrus ali )
Menurut pemahaman saya , berketuhanan itu ber arti negara yang beragama . Bukan negara yang tidak berketuhanan  yaitu negara PKI atau komunis.  Apalagi dikatakan berketuhanan yang Maha Esa, arahnya ke negara Islam . Sebab agama lainnya Tuhannya tidak Maha Esa. Barang kali itulah yang di kehendaki oleh pendiri negara ini .
Bila menurut pemahaman anda  , negara ini bukan negara agama , ber arti negara komunis atau boleh di katakan negara kafir. Dan ini kehendak sebagian orang sekarang yang tidak cocok dengan kehendak kebanyakan pendiri negara ini . lalu anda katakan : NU konsisten  kepadanya  dan setia kepada NKRI yang  tidak beragama ini atau yang jahiliyah ini . Saya  tidak berani menyatakan seperti itu hawatir menyesatkan umat, bukan mengajak mereka ke  arah jalan yang di ridai oleh Allah karena pernyataan itu hanyalah merelakan kepada Thaghut dan setan - setan manusia , dimana kaum mukmin sejati benci kepadanya . Marilah kita kembali kepada ayat :
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?[1]
وَلاَ تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنْصَرُونَ(113)
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.




[1] Alma idah  50

Selasa, Mei 03, 2011

Kang Said Pertanyakan Status MUI, Ormas atau Majelis Fatwa


Jumat, 30 November 2007 17:52
Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mempertanyakan status Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurutnya, lembaga tersebut tidak jelas statusnya, sebagai organisasi kemayarakatan Islam atau majelis fatwa. Sementara, perannya ia nilai terlalu besar.

“Kalau ormas, mana massanya. Kalau sebagai semacam majelis fatwa, tapi kok terlalu lebar dan besar perannya,” gugat Kang Said—begitu panggilan akrabnya—kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (30/11).

Menurut Kang Said, perannya terasa semakin begitu besar menyusul munculnya sejumlah aliran ‘sesat’ yang marak belakangan ini. Lembaga tersebut, katanya, begitu mudah memutuskan dan mengeluarkan “fatwa sesat” terhadap sebuah aliran yang dinilai menyimpang.

Tak hanya kepada aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Moshaddeq yang difatwa sesat beberapa waktu lalu, tetapi juga kepada beberapa paham, ajaran atau aliran yang dianggap di luar kebiasaan. Parahnya lagi, katanya, fatwa tersebut dikeluarkan seakan-akan tanpa pengkajian mendalam terlebih dahulu.

Alumnus Universitas Ummul Qurra’, Mekah, Arab Saudi, itu membandingkan keberadaan MUI dengan mufti di Arab Saudi. “Mufti di Arab Saudi itu statusnya sebagai majelis fatwa, bukan ormas. Tapi mereka mengeluarkan satu fatwa setiap tahun. Berbeda dengan MUI, yang bisa mengeluarkan 11 fatwa dalam satu tahun. Itu pun fatwanya haram semua,” terangnya.

Ia berpendapat, kondisi itu akan berbahaya bila status MUI tidak diperjelas dan perannya tidak dibatasi, terutama berkaitan dengan begitu mudahnya memfatwa sesat. Keberadaannya akan semakin melebar dan menyentuh wilayah aliran kebatinan yang jumlahnya sangat besar.

“Bisa-bisa melebar ke aliran kebatinan dan difatwa sesat juga. Padahal, jumlah aliran kebatinan di Indonesia ini ada 320, ada yang berkeyakinan tidak perlu salat 5 waktu, yang penting ingat kepada Allah SWT, dan sebagainya. Banyak sekali. Kalau itu juga jadi urusan MUI, maka MUI akan lebih sibuk dari pada presiden,” paparnya.

Dalam hal menilai sebuah paham menyimpang atau tidak, baginya ada batasan-batasan yang cukup tegas. “Bagi saya, batasannya adalah Rukun Islam, Rukun Iman serta hal-hal yang disepakati para ulama dan umat Islam dan tidak bisa diperdebatkan lagi. Kalau keluar dari itu, maka dianggap sesat atau menyimpang,” jelasnya.

Meski demikian, kata Kang Said, batasan-batasan itu tetap harus melewati pengkajian mendalam terlebih dahulu. “Jadi, tidak asal memfatwa sesat. Tidak asal memerintahkan; ‘tangkap’. Dikaji dulu secara mendalam,” pungkasnya. (rif)

Komentar:

abdurrosyad menulis:
Alhamdulillah, Pak Kyai, masih ada ulama seperti Pak Kyai yang saling mengingatkan sesama Ulama, sehingga mudah-mudahan Islam menjadi rahmatalilalamin, dan rahmat Allah turun di bumi Indonesia.
Sebab yang mengetahui kelebihan dan kekurangan ulama ya ulama juga. Yang mengetahui wali ya wali juga. Karena mungkin mereka sudah pada tingkatan ilmu dan kealimannya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Peringatan dari kang Said ini menurut saya salah alamat . Mestinya bila fatwa MUI benar , mengapa tidak di dukung . Bila keliru , mana fatwa MUI yang keliru , lalu di bicarakan . Ini pernyataan membikin kalangan awam bingung

Ahmad Fatih menulis:
Saya tambahkan untuk Kang Said, kalau dalam hal menilai sebuah paham menyimpang atau tidak, bagi saya ada batasan-batasan yang cukup tegas. batasannya adalah Rukun Islam, Rukun Iman, dicontohkan oleh Rasulullah serta sesuai dengan aturan Allah SWT. Kenapa Kang Said mempermasalahkan MUI, kenapa bukan paham yang digunakan di negara ini. Apa pahamnya sudah sesuai dengan Rukun Imam dan Rukun Islam? Apa pernah dicontohkan oleh Rasulullah? Apa sudah sesuai dengan aturan Allah? Kenapa malah ngurus MUI?

Warok Jogorogo XV menulis:
Saya heran banget knapa yaa kok kalo bicara menyangkut MUI Kang Said dan beberapa tokoh NU (tdk semua) kelihatan banget slalu memojokan ? bahkan di beberapa kesempatan kelihatan emosional ? knapaaa ? Saya sbg warga NU jadi bingung..? Padahal jelas2 di MUI itu ada jg orang2 NU sprt Mbah Kyai Sahal, Mbah Kyai Ma'ruf. Apa Kang Said tidak mandang beliau2 ini yaa ? Apa Kang said tidak pernah silaturahmi dng Ulama2 NU yg di MUI ? Bicara dr hati ke hati dng Mbah Kyai Sahal atau Mbah Ma'ruf atau yg lain ? Knapa sih ulama2 sekarang kalo ada beda pendapat, selisih paham gampang banget saling memojokan mengeluarkan pernyataan2 yg bernada permusuhan.. mengobral omongan di media masa, koran, radio, televisi, internet dsb. Bahkan yg menyedihkan lagi demi beberapa uang receh mau-maunya di undang di acara2 TV untuk diadu dng ulama lain. terus berantem beradu argument dan dalil.. terus jadi bahan tontonan seluruh rakyat negri ini. Anehnya lagi moderatornya Non Muslim ! SUNGGUH SANGAT-SANGAT MEMALUKAN..! EMANG DIBAYAR BERAPA SIIH SAMA STASIUN TV.. MASYAALLOH ! Ini sungguh bertolak belakang dng tuntunan Salafus-shalih dan ajaran ASWAJA.. Kalo para shohabat2 Nabi, Ulama2 salafus-shalih dan para waliulloh termasuk walisongo kalo ada masalah biasa diselesaikan dng penuh rasa ukhuwah Islamiyah dng damaii..dng sejuuuk.. di Masjid ! sekali lg di Masjid ! Bukan diselesaikan di masmedia atau di pasar. Saya yakin Kang said lebih paham masalah ini. Karena Kang Said kan orang pinter dan intelek.. dibanding saya yg cuma warga NU biasa yg masih bodoh dan ndeso ini.. suwun.

Aly Masyhar menulis:
kalau menurut kulo, bagus dan setuju dengan apa yang diutarakan oleh kang said. menerut kulo, memang MUI itu seharusnya dipertegas statusnya, kita tahu sendiri bahwa MUI itu didirikan oleh orde baru beserta dengan ICMI guna mendisiplinkan umat islam.., bahkan dalam hati saya kadang terbesit, bubarkan saja MUI itu.., sebab fatwanya akan menimbulkan konflik yang sangat besar dalam masyarakat../ semisal fatwa sesat baru-baru ini,.. kalau kita tinjau kaya-kaya MUI itu islam yang bener sendiri, masalah keagamaan kan mengikuti pengalaman pribadi-pribadi seorang, kata Gus Dur, maka tidak bisa dipaksakan..
selain itu, dengan adanya fatwa MUI, karena MUI adalah tangan kanan negara dalam hal keagamaan islam dan pastinya memihak pada yang berkuasa, menjadi legitimasi penghalalan pendiskriditan seseorang. benar yang dikatakan Gus Dur kemarin, bahwa penagkapan Musoddeq oleh MUI adalah min jumlatin kriminal.., wallahu a'lam (SANTRI NAKAL LIRBOYO)
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Sebetulnya masalahnya adalah mudah sekali , mana fatwa MUI yang kamu anggap menyimpang , tunjukkan dan mana dalilmu . Bila anda  tidak punya argumentasi yang kuat atau dalil yang akurat  lebih baik diam dan jangan bikin bingung umat .

Ahmad menulis:
KH Agil Siraj alumni Ummul Quraa' ? apa beliau termasuk wahabi? karena katanya Ummul Quraa' itu sarangnya wahabi. Benarkah?

Theodore Muchlis menulis:
Komentar Kang Said ttg MUI berlebihan. Fatwa MUI ttg aliran sesat merujuk kepada Al Quran dan hadits Rasul, Kang Said itu merujuk kemana? Rasul sendiri mencap Musailamah dengan cap al Kaddzab alias pembohong besar, bahkan belia mengatakan antara aku dan hari kiamat nanti akan muncul dajjalun kaddzaabun jumlahnya 30 orang, di antara mereka adalah Musailamah. Nah apa Kang Said akan mengatakan, wah Rasulullah itu terlalu cepat memvonis sesat! Atau Kang Said akan mengatakan Nabi Muhammad itu terlalu besar peranannya! Masyaallah, kayaknya Kang Said ini buat ukuran sendiri. Dan jelas statem,ent Kang Said sangat memojokkan MUI dan Islam itu sendiri dan cenderung membela Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan, dimana aqidah Kang Said? Kalau KHalifah Abu Bakar Siddiq menjalankan perintah Rasulullah untuk Musailamah dan pengikutnya, yakni harus dibunuh bila tidak mau bertobat, tentu Kang Said sudah pwrnah baca kisahnya dalam kitab Al Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir, bagaimana KHalifah ABu Bakar r.a. mengirim pasukan kepada Bani Hanifah yang berkomunitas 40 ribu murtaddin pendukung Musailamah. APa Kang Said juga mengatakan ABu bakar keterlaluan. Ingat Kang Said Abu Bakar, adalah Khalifah Amirul Mukmini, yang perintahnya jelas tidak menyimpang dari ajaran Rasulullah saw. dan eprintahnya diikuti oleh para sahabat. lalu Islam darimana yang dianut Kang Said? Dari Asia Foundation atau dari AS, sami mawon Kang. Tobat dan istighfar Kang. Ruju' ilal haq. Wass

alatif menulis:
Kalau ulama2 merujuk kpd al quran, bukan kepada kitab2 sejarah nabi dan sahabat2, tapi kepada Al quran, maka yang berhak menjudge atau menentukan ajaran sesat adalah ALLAH saja, rasul dan ulama2 tidak berhak mengeluarkan fatwa sesat seperti ayat di bawah ini;

Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6:159.

As for those who divide their religion and break up into sects, thou hast no part in them in the least: their affair is with Allah: He will in the end tell them the truth of all that they did.

Ayat ALLAH inilah pegangan kita semua.baru umat Islam yg berbeda beda dapat hidup damai dan harmoni dlm perbedaan2.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Setahu saya fatwa MUI itu masih baik dan saya belum tahu penyimpangannya . MUI itu majlis ulama sudah tentu harus memberikan solusi terbaik untuk umat dan yang sesaui dengan ajaran Allah , sangat beda dengan ajaran setan. Fatwanya harus cocok dengan al quran dan hadis dan akan di senangi  oleh kaum muslimin dan di benci oleh orang – orang yang suka melakukan dosa. Dalam suatu ayat di jelaskan :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.[1]


[1] Al an`am 122

Senin, April 25, 2011

Kang Said lupa riwayat hidupnya


Di tulis oleh H Mahrus ali
Dalam situs PBNU  terdapat keterangan sbb :
Kang Said: Tudingan Bid’ah dan Syirik Jadi Bibit Terorisme
Senin, 25 April 2011 13:02
Semarang, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menekankan, sejak awal NU menolak paham ekstrem yang  sering mengkafirkan kelompok lain dan menyulut perang saudara diantara umat Islam sendiri.

Lebih dari itu, kebiasaan suka menuding orang lain dengan sebutan bid’ah, syirik dan sebagainya, lanjutnya, merupakan bagian dari ideologi radikal yang menjadi bibit terorisme.

“Kalau sudah menuduh orang lain bid'ah, musyrik atau kafir, maka orang akan menghalalkan darah orang lain. Siapapun bisa dibunuh oleh mereka,” katanya.

Ketua Umum PBNU menyampaikan hal itu di hadapan ribuan warga Nahdliyin dalam acara peringatan hari lahir (Harlah) ke-85 NU yang digerlar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gunungpati, Sabtu (23/4) kemarin di Lapangan Banaran, samping kampus Unnes, Gunungpati, kemarin.

Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, juga menjelaskan bahwa Islam bisa mengubah Arab yang jahiliyah menjadi berperadaban maju. Generasi umat Islam terdahulu merintis berbagai karya di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun anehnya, lanjut Kang Said, beberapa kelompok kalangan Islam di zaman modern ini hendak menghancurkan semua itu dengan mengharamkan segala ilmu dan hasil karya para ulama. (moi)

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menyatakan :


Lebih dari itu, kebiasaan suka menuding orang lain dengan sebutan bid’ah, syirik dan sebagainya, lanjutnya, merupakan bagian dari ideologi radikal yang menjadi bibit terorisme.

Apakah kamu bermaksud orang – orang Muhammadiyah , LDII , salafi yang suka membid`ahkan , menyatakan syirik memiliki idiologie radikal dan menjadi bibit terorisme. Buktikan siapa kalangan Muhammadiyah , Salafi dan LDII  yang menjadi teroris. Malah bukti realita yang ada , orang yang menjadi pengebom hotel Matriot, Greja , atau masjid di Cirebon  itu bukan dari tiga golongan itu .realitanya aktor intelektual yang baru di temukan dari kalangan wartawan TV Global yang tidak dari tiga golongan itu dan tidak suka membid`ahkan.
Carilah pernyataan yang lain untuk mengayomi umat ini , dan membikin hati tenang  dan tidak mengadu domba seperti anda .   KH Hasyim Muzadi dulu saat memimpin NU  betul – betul bisa mengayomi umatnya dan beliau sering duduk bersama dengan Din Syamsuddin . Kamu sendiri juga lupa sejarahmu , kamu tidak bisa memperoleh titel doktoral kalau tidak mengemis kepada kerajaan Saudi Arabia yang memberi makan, minuman dan ilmu agama kepadamu . Banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Saudi arabia  lalu pulang tidak seperti kamu yang tak tahu diri .  Sekarang kamu sudah memperoleh jabatan ketua PBNU lalu kamu menjelekkan ormas dan golongan yang mendapat bantuan dari arab Saudi atau negara  timur tengah.  Maaf ya, kalau anda memang bisa memaafkan . Saya ini mandiri , makan dan minum saya  dari jerih payah sendiri , tidak pernah mendapat bantuan dari negara – negara arab atau timur tengah.

Anda menyatakan :

“Kalau sudah menuduh orang lain bid'ah, musyrik atau kafir, maka orang akan menghalalkan darah orang lain. Siapapun bisa dibunuh oleh mereka,” katanya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Buktikan siapa dari kalangan salafy yang kamu tuduh wahabi , dan Muhammadiyah atau LDII yang pernah menjadi teroris . Jangan asal ngomong doang  tanpa bukti nanti menjadi pemicu permusuhan dan perang saudara di kalangan kaum muslimin .dan kamu buruk sangka pada kaum muslimin .

Anda menyatakan lagi :
Namun anehnya, lanjut Kang Said, beberapa kelompok kalangan Islam di zaman modern ini hendak menghancurkan semua itu dengan mengharamkan segala ilmu dan hasil karya para ulama. (moi).
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kelompok mana itu yang menghancurkan semua itu . Orang yang suka membikin bid`ah itulah yang mengubur tuntunan dan orang yang suka bikin kesyirikan yang suka menghancurkan tauhid. 

 Sekarang saya tunjukkan gambar - gambar Universitas Ummul quro  dan fasilitas belajar dan sosial serta pengajaran  di mana Kang Said dulu pernah di biayai oleh kerajaan Saudi arabia hingga bisa mengenyam ilmu di sana. Tapi dasar tidak tahu diri  , sekarang tidak cocok dengan ajaran - ajaran guru - gurunya bahkan anti pada ajaran mereka. 

                        Logo Universitas Ummul qura tempat Kang Said belajar di Saudi arabia dengan bea siswa dari sana



                      Mahasiswi di universitas Ummul Quro Mekkah 


                        Universitas Ummul quro dari luar 
                       Halaman Universitas Ummul quro Mekkah 



 
                               Di halaman  Kampus Jamiah 


 
        Gedung untuk belajar di Universitas Ummul quro Mekkah 

                                 Ruang untuk pendidikan seni 

 
                         Ruang untuk pengumuman 


 
                              Ruang pelayanan sosial 



   
             Ruang baca dan perpustakaan Universitas Ummul quro Mekkah 


 
                  Lorong – jalan di Universitas Ummul quro Mekkah 


 
Tempat cuci muka di muka Toelet Universitas Ummul quro Mekkah 



 
                     Musholla Universitas Ummul quro Mekkah 

 
                 Tempat istirohat Universitas Ummul quro Mekkah 

 
                      Aula Universitas Ummul quro Mekkah 


                        Aula Universitas Ummul quro Mekkah 

                 
                      Universitas Ummul quro Mekkah