Tampilkan postingan dengan label Kesyirikan dalam lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesyirikan dalam lagu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 15, 2011

Lagu dangdut ‘Hamil Duluan’ di cekal

SURABAYA | SURYA - Lagu dangdut ‘Hamil Duluan’ yang dinyanyikan Tuty Wibowo kembali menuai cekal. Setelah KPID Jawa Tengah, kini giliran KPID Jawa Timur melarang pemutaran dan penayangan lagu tersebut, baik di radio maupun televisi, karena dinilai seronok dan bermuatan pornografi.
Selain lagu Hamil Duluan, beberapa lagu serupa lain yang juga dicekal adalah Watu Cilik (Shodiq dan Ratna Antika), serta Lubang Buaya (Minawati Dewi). Sedangkan lagu Iwak Peyek yang dinyanyikan Eny Sagita, kini masih dalam perdebatan.
Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jatim, Dony Maulana Arief mengatakan, isi lagu-lagu yang dicekal tersebut bertentangan dengan UU 32/2002 tentang Penyiaran, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
”Pasal yang dilanggar terutama Pasal 19 P3SPS,” ujar Dony kepada Surya, Jumat (14/10).
Dalam pasal tersebut ditegaskan, bahwa sebuah program siaran, baik lagu atau klip video dilarang memuat lirik dan adegan gambar yang bermuatan seks secara eksplisit atau vulgar. Sebuah program siaran juga dilarang memuat adegan tarian, gerakan tubuh dan atau lirik yang dapat dikatagorikan cabul atau membangkitkan gairah seks, serta merendahkan perempuan sebagai obyek seks.
”Setelah kami teliti, lagu Hamil Duluan, Watu Cilik, dan Lubang Buaya memenuhi unsur di Pasal 19 tersebut. Makanya semua lembaga penyiaran (LP) di Jatim kita himbau untuk tidak memutarnya,” tegas mantan ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Surabaya ini.
Seperti diketahui, lirik lagu Hamil Duluan memang seolah berisi ajakan untuk seks bebas. Lagu ini justru dinyanyikan dengan riang, ketika seorang remaja hamil sebelum menikah. Berikut sebagian liriknya:
awalnya aku cium-ciuman
akhirnya aku peluk-pelukan
tak sadar aku dirayu setan
tak sadar aku ku kebablasan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran tidurnya berduaan
ku hamil duluan sudah tiga bulan
gara-gara pacaran suka gelap-gelapan
Sedangkan lagu Watu Cilik dan Lubang Buaya di dalamnya berisi kata-kata yang melambangkan alat kelamin laki-laki dan perempuan. Berdasarkan hal itulah, KPID Jatim lantas mengeluarkan Surat Edaran (SE) berupa larangan memutar tiga lagu itu kepada LP radio dan televisi se-Jatim.
Dony mengatakan, jika imbauan untuk tidak memutar dan menayangkan lagu porno tersebut tidak diindahkan, KPID akan memanggil lembaga penyiaran bersangkutan. ”Kalau tetap tak digubris, program siarannya akan dihentikan,” ancam dia.
Mantan wartawan Radio BBC ini menambahkan, larangan pemutaran tiga lagu porno itu muncul bermula dari laporan masyarakat yang disampaikan ke KPID, baik melalui pesan singkat (SMS) maupun telepon. Menyikapi keluhan itu, KPID kemudian meneliti isi ketiga lagu itu. Dan hasilnya, mereka menyimpulkan, lirik ketiga lagu itu memicu asosiasi negatif dan seksual bagi pendengarnya.
Ketua Bidang Kelembagaan dan Sosialisasi KPID Jatim, Surya Aka menambahkan, berdasar SE larangan itu, sebuah stasiun televisi swasta di Surabaya yang memutar lagu Hamil Duluan dalam acara ‘Stasiun Dangdut’ telah dipanggil. ”Alhamdulillah setelah kami klarifikasi dan jelaskan, mereka berjanji tak akan lagi memutar lagu Hamil Duluan,” katanya.
Dony menimpali, selain lagu Hamil Duluan, Watu Cilik, dan Lubang Buaya, dirinya yakin masih banyak lagu-lagu lainnya yang syair dan liriknya memuat pornografi. Untuk itu, kalau ada masyarakat yang mendengar atau melihat lagu tersebut disiarkan atau ditayangkan di stasiun radio maupun televisi yang ada di 38 kabupaten/kota, pihaknya minta segera melaporkannya ke KPID.
”Saya jamin, pengaduan masyarakat pasti akan kami tindak lanjuti secepatnya,” janjinya.
Lalu, bagaimana dengan masyarakat yang menikmati secara pribadi? Ditanya demikian, Dony menegaskan, hal itu tidak ada larangannya, selagi aktifitas mereka memang tak ada kaitannya dengan lembaga penyiaran. Misalnya, ketika berada di rumah, orang memutar lagu tersebut lewat ponsel atau VCD.
Demikian juga jika lagunya dibawakan dalam sebuah acara tertentu karena undangan perorangan atau kelompok. ”Yang kami tangani bukan lagunya, tapi program isi siaran oleh Lembaga Penyiaran,” tandasnya.
Ketua KPID Jatim Fadjar Arifianto menambahkan, selain ketiga lagu tersebut, ada satu lagu lagi yang kini tengah dibahas. Yakni lagu berjudul Iwak Peyek, yang dinyanyikan Eny Sagita, asal Nganjuk.
Namun masih terjadi perdebatan, karena isi lagu itu cenderung merendahkan orang lain. “Itu masih kami bahas,” katanya.
Seperti tiga lagu lainnya, lagu ini juga sering diputar. Isinya memang seperti merendahkan orang lain. berikut liriknya :
iwak peyek iwak peyek
iwak peyek sego tiwul
sampek elek sampek tuwek
sampek matek sagita mentul
Ada juga bagian lirik lainnya :
neng kene sagita asolole
adoh-adoh aku tekan pace
sagita ayo diamanke
yen wes aman joged asolole
Ada sebagian kalangan yang menyebut penggunaan kata ‘asolole’ inilah yang berasosiasi dengan hal yang jorok. Dulu kata ini digunakan untuk memulai aksi kesenian tradisional jaranan. Namun sekarang berubah pada makna yang merujuk pada sosok pekerja seks.
Fajar berharap, pencekalan lagu-lagu bernuansa porno yang akan melibatkan 16 orang anggota tim monitoring di Jatim tersebut, diikuti KPI pusat. ”Jangan sampai jomplang, di sini sudah diawasi yang di pusat malah tidak,” ungkapnya.
Santai
Sementara itu, penyanyi lagu Hamil Duluan, Tuty Wibowo menanggapi santai kabar pencekalan terhadap lagunya itu oleh KPID Jatim. “Saya cuma bisa menerima dengan besar hati larangan tersebut. Saya tidak berbuat apa-apa, ya diterima saja,” terang Tuty, dilansir Inilah.com, Jumat (14/10).
Tuty tak menampik jika dirinya kecewa atas larangan tersebut. Apalagi alasannya karena lagu Hamil Duluan dinilai mengandung lirik yang porno. “Padahal menurut saya, lagu Hamil Duluan itu mendidik. Ini kan seperti imbauan, agar jangan pacaran sembarangan. Tapi memang dinyanyikannya ada unsur komedi,” lanjut Tuty.
Pakar komunikasi Redi Panuju menilai, keputusan KPID mencekal lagu dangdut yang menyajikan konten vulgar sudah tepat. “Ini sebuah keberanian. Tindakan preventif perlu dilakukan agar isi siaran tv maupun radio bisa lebih sehat,” tutur dosen Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya ini.
Meski demikian, agar lebih efektif, Redi berpendapat, seharusnya sebelum keputusan dibuat, KPID mengajak elemen masyarakat lain untuk berdiskusi. Misalnya, dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), akademisi dan pihak penyelenggara siaran. “Ini penting agar menjadi kesepahaman bersama bahwa masyarakat harus dilindungi dari sajian konten yang tidak sehat,” katanya.
Pada bagian lain, beberapa lembaga penyiaran yang dihubungi Surya siap menjalankan imbauan KPID tersebut. Bahkan, sebelum ada imbauan, mereka sudah menyadari ikhwal konten lagu yang tidak mendidik itu.
“Awalnya ya memang sempat diputar, tapi setelah itu kami stop karena kami merasa lirik lagunya tidak pantas. Bahkan, untuk itu kami sengaja menghapus lagu-lagu tersebut dari hard disk komputer,” ucap Agus Hadi Praja, Kepala Bagian Penyiaran Radio KDS8 Malang.
Hal senada juga disampaikan manajemen Radio Suara Giri FM dan Malang TV. “Kalau ada pemirsa atau pendengar yang meminta memutarkan lagu vulgar, dapat dialihkan ke lagu lainnya,” sebut Resa, staf Manajemen Radio Suara Giri FM.
Penangung jawab program siaran MalangTV, Saiful Arif mengatakan, program musik dangdut yang ditayangkan di televisi lokal tersebut mempunyai aturan jelas. Yakni melarang menyanyikan lagu-lagu bersyair porno.
Sebelum Jawa Timur, kasus pencekalan lagu bernuansa porno juga terjadi di Jawa Tengah. Pekan lalu, KPID setempat mencekal empat lagu dangdut serupa. Di antaranya Hamil Duluan (Tutty Wibowo), Belah Duren (Julia Perez), Tragedi Tali Kutang (Cak Dikin), dan Wanita Lubang Buaya (Minawati Dewi).
“Lirik-lirik lagu tersebut sangat tidak pantas didengarkan, karena tidak ada isinya. Hanya berbicara mengenai seks dan perempuan. Untuk itu kami menghentikan penyiarannya di Jawa Tengah, baik televisi maupun radio lokal,” ujar Zainal Abidin, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng.
Penulis : uji/tof/pra/st18/st17/st38
Editor : Sugeng Wibowo
Komentarku ( Mahrus ali ) :
  Memang lagu yang porno itu harus di larang bukan malah di anjurkan untuk di putar karena ada ayat sbb :
لاَ يُحِبُّ اللهُ  الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللهُ  سَمِيعًا عَلِيمًا(148)

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[1]
وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ(224)أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ(225)وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ(226)إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?,kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.[2]
Baca lagi :
08 Apr 2011
06 Apr 2011
07 Apr 2011





[1] Alnisa` 148
[2] Syuara` 221- 227

Kamis, April 07, 2011

Kesyirikan dalam lagu Indonesia raya .




Di tulis oleh H Mahrus ali

Ada kata – kata yang berbahaya bagi kaum muslimin dalam lagu kebangsaan kita – Indonesia raya . karena itu , saya sebagai muslim harus amar ma`ruf nahi mungkar agar termasuk ayat :
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, [1]
Rasulullah SAW  juga bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Barang siapa diantaramu melihat kemungkaran , robahlah dengan tangannya . Bila tidak mampu ,cukup  dengan lidahnya . Bila  tidak mampu cukup dengan hatinya  dan itulah iman yang paling lemah . [2][3]
   Ikutilah pembahasan kami sbb :

Lirik Lagu Indonesia Raya  di ciptakan oleh W.R. Supratman dan saya kurang mengerti apa agama pencipta lagu itu ?   Lagunya  sbb :

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya


 Komentarku ( Mahrus ali ) :
Untuk kata – kata sbb :

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
 Kata  - kata  itu mendukung secara tegas terhadap negara Jahiliyah – negara  yang sekuler , tidak berpegangan kepada  landasan al quran bahkan hukum – hukumnya banyak yang bertentangan dengan hukum al quran. Hukum- hukumnya adalah warisan hukum Belanda yang pernah menjajah kita. Dan ternyata  hukum itu tidak menjamin kemakmuran kita bersama. Kata – kata " Hiduplah Indonesia Raya " mendukung kemungkaran  , kita hawatir termasuk ayat :
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.[4]
Atau kita termasuk ayat sbb :
كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.[5]
      Bila  ada lagu itu  di baca , saya tidak ikut membaca dan saya benci kepadanya karena ada ayat :
وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
Dan Allah menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, [6]
  Kita di perintahkan benci kepada kemungkaran, malah kita bilang :
Tanahku negriku yang kucinta
     Pada hal negri kita ini adalah negri kufur , apakah kita layak benci kepada negri Islam dan cinta kepada negri kufur . Inilah yang perlu saya ingatkan kepada seluruh kaum muslimin sebelum ajal merenggut mereka.  Apalagi kata – kata sbb :

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

  Kata –kata Bangunlah jiwanya. Bangunlah badannya.Untuk Indonesia Raya adalah kalimat syirik yang menghapus keimanan dan membikin kita terjungkel ke neraka sekalipun kita melakukan salat, puasa dan zakat . Kata – kata  itu mendorong kita untuk setia bela negri kita yang jahiliyah ini  sekalipun kita  harus menumpahkan darah terahir kita. Ini bertentangan dengan ayat :
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْءَانِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya Allah telah membeli diri dan harta orang-orang mu’min, dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.[7]
   Allah telah membeli harta dan jiwa  kita  untuk berperang di jalan Allah agar kita mendapatkan surganya , lalu kita berperang untuk jalan Thaghut sebagaimana ayat :
الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.[8]
Membela negara Jahiliyah dimanapun kita berada  baik di Indonesia , Mesir , Yaman atau Al jazair , akan menjadikan kita kafir karenanya . Dan nistalah kehidupan kita di dunia dan akhirat.
Ingatlah firmanNya :
. مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya),[9]
  Inilah sekedar pesan dan kesan saya agar kita bisa hidup di dunia  dan akhirat dengan selamat. Kepada pembaca , kami  selalu menanti kritikan yang bersifat membangun agar kita terhindar dari kesalahan fatal . Kami siap merevisi bila ada kekeliruan.


[1]  Attaubah 71
[2] Muttafaq alaih.


[4] Attaubah 67
[5] Al Maidah 79
[6]  Al Hujurat  7
[7] Attaubah 111
[8] Annisa`  76
[9] ( Al Ahzab 23)

Rabu, April 06, 2011

Kesyirikan dalam lagu padamu negri

Di tulis oleh H Mahrus ali

   Salah satu pintu ke syirikan dan kekufuran adalah lagu sbb :

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
Pencipta Lirik dan Lagu : Kusbini

Kata – kata  yang paling berbahaya di sini adalah " Bagimu negeri jiwa raga kami "
Maksud kata – kata itu adalah : Kami siap membela negri ini  dengan jiwa raga kami  hingga ajal menjeput kami . Tidak perduli aral yang melintang atau bahaya yang menghadang , kami tetap membela negri Jahiliyah ini sampai titik darah penghabisan. Ber arti kami mati bukan untuk bela agama Allah  tapi kami mati untuk bela negri kami yang anti dengan hukum Allah . Pantas kah  kami di masukkan ke surgaNya , sudah tentu kami akan di masukkan ke dalan nerakaNya. 
Kata – kata " Bagimu negeri jiwa raga kami " bertentangan dengan sikapku sebagai muslim :
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,[1]

قَالَ مُجَاهِد فِي قَوْله " إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي " النُّسُك الذَّبْح فِي الْحَجّ وَالْعُمْرَة .
Mujahid berkata : Maksud ayat : Inna sholaatii wanusukii ".  Nusuk adalah menyembelih hawan hadyu atau kurban waktu menjalankan haji dan Umrah .  Tafsir Ibn Katsir 296/5

Jadi mati dan hidupku untuk Allah bukan untuk setan atau apa yang menggembirakan kepada setan.

           Saya sendiri sering mendengar presiden menyatakan bahwa negara kita  bukan negara Islam , tapi negara  Nasional yang berfalsafahkan panca sila. Bukankah  Gus Dur sendiri juga sering berkata  seperti itu . Karena  itu, bila negri ini di perintah untuk ikut peraturan dan undang – undang Islam akan di bantai banyak kalangan.  DPR sendiri tidak setuju bila piagam Jakarta di kembalikan kepada asalnya , apalagi bila negara  memakai undang – undang dan peraturan Islam .
Salah satu media mencantumkan berita sbb :   
    Anehnya  delapan  fraksi di  DPRD Nusatenggara Timur ( NTT)  menolak dengan tegas upaya kelompok tertentu memasukkan kembali piagam Jakarta  dalam amandemen UUD 1945”. Kami menolak hal itu karena membawa  kecemasan yang dalam  bagi rakyat NTT.” kata juru bicara  kedelapan fraksi itu  Drs Simon Hayon ( FPDI).  [2]       
Tuesday Mar 29

Putri pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengatakan dalam sebuah forum masyarakat bahwa Malaysia adalah negara sekuler dan bukan negara Islam.

Nurul Izzah Anwar, 30, perempuan terkemuka yang menjadi anggota parlemen termuda dan wakil ketua People’s Justice Party yang menjadi partai oposisi, berbicara pada 5 Maret kepada lebih dari 200 orang dari semua agama dalam sebuah pertemuan di Kuala Lumpur.

Negara kita Indonesia  berlandaskan  hukum- hukum warisan Belanda . Seluruh negara yang menggunakan hukum warisan penjajahnya  seperti Mesir menggunakan  hukum warisan Prancis , Al Jazair juga menggunakan hukum warisan Prancis . Negara tsb adalah negara Jahiliyah bukan negara Islam yang menggunakan hukum al Quran . Allah berfirman :
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?[3]
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. …………….  

   Saya  sampaikan sedemikian ini , karena saya kasihan kepada kaum muslimin yang selalu aktif menjalankan salat , puasa , ber ahlak baik , melakukan haji , tapi seluruh amalan mereka terhapus sebab mengatakan kalimat syirik  " Bagimu negri jiwa raga kami ". Allah berfirman :
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ(65)
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[4]
Semoga tulisan ini  bermanfaat, bila ada kekeliruan berilah masukan yang berguna dan semua kritik yang membangun selalu kita harapkan.
















[1] Al an`am 162
[2] Duta masarakat  2/10/2001

[3] Alma idah  50
[4] Azzumar 65