Tampilkan postingan dengan label Tanda kewalian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanda kewalian. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 20, 2012

Kisah Karomah ulama Jawa








1.    Mbah Cholil Bangkalan, Madura.


Suatu ketika Habib Salim bin Jindan berselisih pendapat dengan seorang Ulama. Manakah pendapat yang paling shahih dalam membaca ayat "Maliki yaumiddin",
"maliki" -nya dibaca "maaliki (dengan memakai alif setelah mim), ataukah "maliki" (tanpa alif).

Karena tidak ada titik temu, akhirnya mereka sepakat untuk sama-sama datang ke Kiai Keramat, Waliyullah, Mbah Cholil Bangkalan.

Ketika itu mahaguru para Kiai Pulau Jawa itu sedang duduk di dalam mushalla. Saat rombongan Habib Salim bin Jindan sudah dekat ke nushalla, sontak saja Mbah Cholil berteriak: "Maaliki yaumiddin, yaa Habib ! Maaliki yaumiddin, yaa Habib ! " menyambut kedatangan Habib Jindan.

Tentu saja dengan ucapan selamat datang yang "aneh" itu, teratasilah persoalan tersebut.
Sumber: http://nevadea.blogspot.com/2011/06/kisah-karomah-ulama-jawa.html
Komentarku ( Mahrus ali): 
Mengapa tidak baca salam dulu, bukankah Allah berfirman:
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: "salam"; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.( Al ahzab 44 )
           Baca an malaikat kepada penghuni surga  juga salam damai .
وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ
sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;  ( Arra`d 23 )
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
(sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.( Arra`d 24 )
Kalau sekedar menebak lalu bisa di katakan wali, maka ini kekeliruan yang nyata bukan kebenaran yang samar. Ahirnya pesulap Deddy  corbuser bisa di katakan wali dan penegak sunnah dan pengubur bid`ah yang tidak bisa menebak di anggap rendah derajatnya bukan tinggi derajatnya. Pada hal dia mujahid.  Wali itu dilihat perbuatannya apakah anti kebid`ahan dan kesyirikan dan senang kepada tuntunan dan menegakkan tauhid untuk melenyapkan kesyirikan. Pokoknya takwanya tinggi dan kedurhakaannya bisa di bilang minim sekali. Pegangilah ayat Allah dan lepaskan ayat setan.
عَلاَمَاتُ اْلوِلاَيَةِ وَشُرُوْطُهَا بَيَّنَهَا اللهُ فِي قَوْلِهِ) أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ) فَهَذِهِ هِيَ عَلاَمَاتُ اْلوِلاَيَةِ وَشُرُوْطُهَا اْلإِيْمَانُ بِاللهِ وَتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا تَقِيًّا كَانَ ِللهِ وَلِيًّا أَمَّا مَنْ أَشْرَكَ بِهِ فَلَيْسَ بِوَلِيٍّ ِللهِ وَهُوَ عَدُوٌّ ِللهِ كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى) مَنْ كَانَ عَدُوّاً ِللهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ) فَأَيُّ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ يَدْعُو غَيْرَ اللهِ وَيَسْتَغِيْثُ بِغَيْرِ اللهِ فِيْمَا لاَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلاَّ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّهُ مُشْرِكٌ كَافِرٌ وَلَيْسَ بِوَلِيٍّ ِللهِ وَلَوِ ادَّعَى ذَلِكَ بَلْ دَعْوَاهُ أَنَّهُ وَلِيٌّ مَعَ عَدَمِ تَوْحِيْدِهِ وِإِيْمَانِهِ وَتَقْوَاهُ دَعْوَةٌ كَاذِبَةٌ تُنَافِي اْلوِلاَيَةِ.
Tanda kewalian dan sarat – saratnya  di terangkan  dalam firman Allah :

أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ  هُمْ يَحْزَنُونَ(62)الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa..
Jadi sarat wali dan tanda – tandanya  adalah iman kepada Allah  bertakwa  kepada Allah azza  wajal . Barang siapa beriman , bertakwa  maka termasuk wali . Adapun orang yang syirik , maka  bukan waliyullah . Dia adalah musuhnya   sebagaimana  Allah taala  berfirman  :
مَنْ كَانَ عَدُوًّا ِللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
Setiap lelaki atau perempuan yang berdoa kepada selain Allah beristighosah kepada lainNya dalam hal yang hanya di kuasaiNya  ,sesungguhnya dia musrik kafir  dan bukan waliyullah  sekalipun dia mengaku demikian . Bahkan  pengakuannya bahwa dia wali sekapun  tanpa iman , tauhid  dan takwa adalah keliru dan bukan waliyullah .   


Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.

Senin, April 11, 2011

Tanda - tanda kewalian ke dua



Di tulis oleh H Mahrus ali
Dlm situs PBNU terdapat keterangan sbb :

GUS DUR WALI (25)
Wali yang Lari dari Hadapan Gus Dur
Ahad, 3 April 2011 08:25
Jakarta, NU Online
Wali memang kekasih Allah, tetapi diantara wali sendiri terdapat tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi tingkatan seorang wali, mereka yang posisinya lebih rendah akan lebih menghormatinya.

Kali ini, cerita salah satu karomah Gus Dur diungkapkan oleh Kiai Said Aqil Siroj saat menjalankan umrah Ramadhan, ketika Gus Dur masih menjadi ketua umum PBNU.

Kang Said menuturkan setelah sholat tarawih berjamaah, ia diajak oleh Gus Dur untuk mencari orang yang khowas (khusus), yang ibadahnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan malu mengharapkan pahala, meskipun itu tidak dilarang. Mereka sudah berprinsip, manusia datangnya dari Allah, maka dalam beribadah, tak sepantasnya mengharapkan imbalan.

Berdua bersama Gus Dur, mereka mengunjungi satu per satu kelompok orang yang memberi pengajian, ada yang jenggotnya panjang, ada yang kitabnya setumpuk dan mampu menjawab segala macam pertanyaan, ada yang jamaahnya banyak, tetapi semuanya dilewati.

Lalu sampailah mereka dihadapan seorang Mesir yang sederhana, surbannya tidak besar, duduk di sebuah sudut. Kang Said selanjutnya diminta oleh Gus Dur untuk memperkenalkan dirinya sebagai ketua umum Nahdlatul Ulama dari Indonesia

Tak seperti biasanya, orang Mesir terkenal dengan keramahannya, biasanya langsung ahlan wa sahlan ketika menerima tamu, tetapi yang satu ini bersikap agak ketus ketika ditanya.

Kang Said menyampaikan niat dari Gus Dur untuk meminta sekedar doa selamat dari orang tersebut.

Setelah berdoa ia langsung lari, dan menarik sajadahnya sambil berkata “Dosa apa aku ya robbi sampai engkau buka rahasiaku dengan orang ini”.

Kang Said berkesimpulan bahwa orang tersebut merupakan wali yang sedang bersembunyi, jangan sampai orang lain tahu bahwa ia adalah wali, tetapi ternyata kewaliannya diketahui oleh Gus Dur, yang derajat kewaliannya lebih tinggi, dan ia merasa rahasianya terungkap karena ia memiliki dosa. (mkf)[1]

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menyatakan :
Wali memang kekasih Allah, tetapi diantara wali sendiri terdapat tingkatan-tingkatan. Semakin tinggi tingkatan seorang wali, mereka yang posisinya lebih rendah akan lebih menghormatinya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Siapakah yang lebih mengerti bahwa seseorang lebih rendah di sisi Allah atau lebih tinggi kewaliannya . Ini ajaran karangan tanpa dalil  sedikitpun . Ajaran ini menyesatkan penulis dan  orang banyak. Perbedaan tingkatan itu ada tapi kita tidak mengetahuinya . Allah berfirman :
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [2]
 Siapa yang paling menjaga diri dari keharaman, paling aktif mengerjakan perintahNya paling mulia di sisi Allah. Manusia  juga memiliki tingkat  sebagaimana  ayat :
انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا
Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.[3]

Anda menyatakan :


Kang Said menuturkan setelah sholat tarawih berjamaah, ia diajak oleh Gus Dur untuk mencari orang yang khowas (khusus), yang ibadahnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan malu mengharapkan pahala, meskipun itu tidak dilarang. Mereka sudah berprinsip, manusia datangnya dari Allah, maka dalam beribadah, tak sepantasnya mengharapkan imbalan.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Kesdustaan yang sangat bila seseorang tahu orang yang khowas (khusus), yang ibadahnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan malu mengharapkan pahala, siapakah yang tahu isi hati orang lain , hanya Allah yang Maha  Tahu sebagaimana ayat :
يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.[4]
Sahabat saja tidak tahu isi hati orang lain  sebagaimana 
وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ(26)
sedang Allah mengetahui rahasia mereka.[5]
Para  sahabat saja dalam beribadah masih mengharapkan pahala dan surga. Masak seorang  wali melakukan sesuatu tanpa berharap pahala . Apakah dia mau di masukkan neraka . Bila mau  ber arti dusta . Bila tidak mau , ber arti masih mengharapkan pahala.
Lihat teladan wanita – istri Firaun masih berharap masuk surga  sebagaimana ayat :
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ(11)
Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim", Tahrim 11
Calon penduduk surga  juga berharap terhindar dari kejelekan  di hari akhirat sebagaimana ayat sbb :
إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا(10)
Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Al insan 10 .
   Dan seluruh nabi mengajari umatnya berdoa agar di masukkan surga dan terhindar dari api Neraka. Setahu saya hanya ajaran mistik yang sesat yang menyatakan hanya mencari rida Allah tanpa takut di masukkan neraka atau berharap di masukkan surga .

     Rasulullah SAW saja tidak mengerti isi hati orang , apakah Gus dur tahu hati orang . Apakah Gusdur melebihi Rasulullah SAW. Lihat ayat sbb :

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ اْلأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لاَ تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ(101)

"Dan antara orang-orang Arab yang di sekeliling kamu, mereka adalah orang-orang munafik; dan sebahagian daripada penduduk Kota menjadi berani dalam kemunafikan. Kamu tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahui mereka, dan Kami akan mengazab mereka dua kali, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar." (9:101)
  Di ayat itu di katakan bahwa Rasulullah SAW tidak tahu  orang munafik apalagi hatinya .

Anda menyatakan :

Setelah berdoa ia langsung lari, dan menarik sajadahnya sambil berkata “Dosa apa aku ya robbi sampai engkau buka rahasiaku dengan orang ini”.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Di suruh berdoa saja dia berkata  seperti itu , lalu mengatakan “Dosa apa aku ya robbi sampai engkau buka rahasiaku dengan orang ini”.
Ajaran seperti itu bukan ajaran ahli hadis tapi ajaran mistik . Kita ikut saja tuntunan , tidak perlu merahasiakan seluruh kebaikan di saat kemungkaran sudah meraja lela dan kekurangan teladan kebaikan lalu kita  rahasiakan kebaikan kita . Ini membuat masarakat kerisis teladan baik dan menjamur teladan jelek . Kita hanya mengikuti ayat :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ(29)لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ(30)

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri[6].

Anda menyatakan :

Kang Said berkesimpulan bahwa orang tersebut merupakan wali yang sedang bersembunyi, jangan sampai orang lain tahu bahwa ia adalah wali, tetapi ternyata kewaliannya diketahui oleh Gus Dur, yang derajat kewaliannya lebih tinggi, dan ia merasa rahasianya terungkap karena ia memiliki dosa. (mkf)[7]

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Saya tidak tahu , orang tsb dan Gusdur menjadi wali . Prinsip saya sederhana saja. Bila Gusdur wali maka  tidak akan benci FPI dan mencintai kristen, Dia tidak akan mendukung Inul ngebor di mimbar musik di saat Oma Irama gencar menyerangnya dan tidak setuju kepadanya.











[1] http://www.nu.or.id/page.php
[2] Al hujurat 13
[3] AlIsra` 21
[4] At taghobun 4
[5] Muhammad 26
[6] SURAH FAATHIR 29-30
[7] http://www.nu.or.id/page.php

Tanda- tanda kewalian ke satu



Di tulis oleh H Mahrus ali
Dalam situs PBNU  terdapat keterangan sbb :

GUS DUR WALI (27)
Ulama Terbesar Saudi pun Hormati Gus Dur
Rabu, 6 April 2011 12:41
Jakarta, NU Online
Ulama yang sangat dihormati di Saudi Arabia, dalam satu negara yang menganut faham Wahabi, Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, yang muridnya tersebar di seluruh dunia, memberi penghormatan pribadi kepada Gus Dur ketika berkunjung ke kediamannya.

Besarnya pengaruh ulama yang mendalami mazhab Maliki ini telah berlangsung sejak dahulu. Lima orang kakek pendahulunya merupakan pemuka mazhab Imam Maliki di Makkah. Raja Saudi Arabia Faishal, tak akan membuat kebijakan terkait dengan Masjidil Haram sebelum berkonsultasi dengannya.

Ia belajar di Al Azhar Mesir dan memperoleh gelar Doktor pada usia 25 tahun, yang merupakan orang Saudi pertama yang mencapai gelar akademik tertinggi pada usia termuda. Sebagai seorang akademisi, ia telah mengarang lebih dari 100 kitab. Muridnya tersebar di seluruh dunia, terutama berasal dari Indonesia, Malaysia, Mesir, Yaman dan Dubai. Mereka yang belajar di pesantrennya difasilitasi penuh olehnya.

Alawi Al Maliki meninggal tahun 2004 dan upacara penguburannya merupakan yang terbesar dalam 100 tahun belakangan. Radio Arab Saudi selama tiga hari penuh hanya memutar al Qur’an untuk menghormatinya.

Ayahnya, Sayid Alwi Al Maliki adalah guru dari pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. Dia juga pernah menjadi guru besar di Masjidil Haram pada 1930-an dan 40-an dan merupakan ulama terbesar pada zamannya. Banyak ulama sepuh dari Nahdlatul Ulama yang menimba ilmu dari Sayid Alwi Al-Maliki yang merupakan ahli hadist.

Penghormatan kepada Gus Dur, yang waktu itu masih menjabat sebagai ketua umum PBNU, oleh orang terhormat ini dituturkan oleh KH Said Aqil Siroj, yang waktu itu menemaninya bersama Ghofar Rahman, sekjen Gus Dur dalam satu kunjungan ke Mekkah.

Sebagai ulama terkemuka, Sayyid Maliki selalu dikunjungi oleh tamu dari berbagai negara. Waktu Gus Dur datang ke kediamannya, di ruang tamu sudah banyak sekali orang yang mengantri.

Begitu Gus Dur datang, ia langsung dipersilahkan masuk, bahkan diajak berbincang di kamar tidur pribadinya, bukan di ruang tamu. Gus Dur dikasih uang, arloji mewah dan barang berharga lainnya sebagai tanda penghormatan.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said mengggambarkan, “Begitu hormatnya mereka berdua. Dan mereka bukan orang sembarangan,” (mkf)

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Anda menyatakan :
Raja Saudi Arabia Faishal, tak akan membuat kebijakan terkait dengan Masjidil Haram sebelum berkonsultasi dengannya.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Alangkah baiknya bila anda sebutkan dari sumber media setempat , siapa tahu bahwa berita itu seperti kabar burung. Untuk lebih validnya anda sebutkan refrensi media setempat . Sehingga kita para pembaca ini puas dan mantap , dan menunjukkan penulisnya jentle


Anda menyatakan :
Alawi Al Maliki meninggal tahun 2004 dan upacara penguburannya merupakan yang terbesar dalam 100 tahun belakangan.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
   Belum tentu benar , karena waktu penguburan syaikh Bin Baz dan Al Utsaimin jauh lebih ramai pelayatnya dari pada Syaikh Muhammad bin Al wi al maliki .
Ramai pelayat bukan bukti yang nyata bahwa mayatnya  orang saleh , karena itu banyak bintang film meninggal dunia yang di iringi ribuan pelayat melebihi kiyai yang saleh yang meninggal dunia. Ini realita yang ada di hadapan kita.

Anda menyatakan lagi :
Dalam pertemuan tersebut, Kiai Said mengggambarkan, “Begitu hormatnya mereka berdua. Dan mereka bukan orang sembarangan,” (mkf)

Komentarku ( Mahrus ali ) :
  Pernyataan anda itu hanya penilaian peribadi dan sepihak . Lihat komentar majlis Ulama  Saudi sbb :
    بَيَانُ هَيْئَةِ كِبَارِ اْلعُلَمَاءِ بِالضَّالِّ مُحَمَّدٍ عَلَوِي الْمَالِكِي ، وَنَصُّ قَرَارِهَا الْمُرَقَّمُ 86 فِي 11|11|1401 هـ فِي الدَّوْرَة السَّادِسَةِ عَشْرَةَ الْمُنْعَقَدَةِ بِالطَّائِفِ فِي شَوَّالٍ عَامْ 1400 هـ :
Teks pernyataan para Ulama senior Saudi arabia  kepada orang sesat Muhammad Alawi Maliki
teks No resolusi 86 11 | 11 | 1401 H pada sidang  keenam belas yang diadakan pada bulan Oktober di Taif pada tahun 1400:
    نَظَرَ مَجْلِسُ هَيْئَةِ كِبَارِ الْعُلَمَاءِ فِيْمَا عَرَضَهُ سَمَاحَةُ الرَّئِيْسِ الْعَامِ ِلادَارَاتِ الْبُحُوْثِ اْلعِلْمِيَّةِ وَاْلاِفْتَاءِ وَالدَّعْوَةِ وَاْلاِرْشَادِ ، مِمَّا بَلَغَهُ مِنْ أَنَّ لِمُحَمَّدٍ عَلَوِي مَالِكشيّ نِشَاطاً كَبِيَْراً مُتَزَايِداً فِي نَشْرِ اْلبِدَعِ وَالْخُرَافَاتِ ، وَالدَّعْوَةِ اِلَى الضَّلاَلِ وَاْلوَثَنِيَّةِ ، وَأَنَّهُ يُؤَلِّفُ اْلكُتُبَ وَيَتَّصِلُ بِالنَّاسِ ،
Dewan Ulama Senior melihat apa yang di sampaikan  oleh Ketua umum dari departemen  penelitian, fatwa , dakwah bahwa ada berita   tentang Muhammad Alawi Maliki telah sangat aktif dalam penyebaran bid`ah,  takhayul, dan ajakan untuk kesalahan dan penyembahan berhala, dan dia menulis buku-buku dan koneksi dengan orang-orang ,
 وَيَقُوْمُ بِالأَسْفَارِ مِنْ أَجْلِ تِلْكَ اْلأُمُوْرِ ، وَاطَّلَعَ عَلَى كِتَابِهِ الذَّخَائِرِ الْمُحَمَّدَيَّةِ ، وَكِتَابِهِ الصَّلَوَات الْمأثُوْرَة ، وَكِتَابِهِ أَدْعِيَةٌ وَصَلَوَاتٌ ،

Dia mengembara ke mana – kemana  untuk hal di atas. Dia  mengerti bukunya Dzakhoir Muhammadiyah,  buku karya nya  shalawatSimak
Baca secara fonetik
 Yang ma`tsur dan bukunya  : Doa dan Sholawat ".[1]
  Sungguh sangat di harapkan bila ada kekeliruan agar di betulkan atau memberikan nasehat yang baik  sebab bila telah mati , maka tiada guna nasehat atau peringatan.