Tampilkan postingan dengan label Awas Gerakan Pencucian Otak NII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awas Gerakan Pencucian Otak NII. Tampilkan semua postingan

Senin, September 12, 2011

Menguak Misteri Panji Gumilang Al Zaytun

Kisah Al Zaytun kembali mewarnai ranah politik di negeri ini, setelah Panji Gumilang ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (2/7/2011) kemarin. Pimpinan pondok pesantren (ponpes) di wilayah Indramayu itu dibidik dengan pasal pemalsuan dokumen atas laporan mantan bawahannya, Imam Supriyanto. Imam mengaku sebagai eks Menteri Peningkatan Produksi NII (Negara Islam Indonesia) KW9, sebuah gerakan ‘makar’ yang menghebohkan Indonesia selama bertahun-tahun.
Ketika diperiksa Mabes Polri selasa pekan pekan lalu, Panji menegaskan bahwa tidak ada pemalsuan surat seperti yang dituduhkan Imam. Panji juga membantah tudingan dirinya menjadi Imam NII KW9. Ia datang ke Mabes Polri selasa lalu didampingi Pengacaranya, Ali Tanjung, setelah mangkir dari panggilan pertamanya pada 23 Juni 2011.
Panji menolak dikait-kaitkan dengan NII. Dia mengungkapkan bahwa NII sudah tamat sejak 1962. Nasibnya sama seperti PKI: tidak ada tempat di negeri ini. Ia heran, mengapa dirinya selalu dikait-kaitkan dengan NII.
Namun, cerita Panji itu bertolak belakang dengan kisah yang dipaparkan Imam. Ia meyakini Panji Gumilang terlibat dalam jaringan Negara Islam Indonesia, bukan hanya terkait dugaan pemalsuan dokumen kepengurusan Yayasan Pesantren Indonesia. “Penyidik mestinya mengembangkan pemeriksaan ke makar,” ujar mantan Menteri Peningkatan Produksi NII itu.
Imam melaporkan Panji ke polisi setelah namanya dicoret dalam struktur pengurus Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang menaungi Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Imam dan Panji adalah pendiri YPI. Imam menegaskan, dirinya sudah menjelaskan berbagai hal mengenai posisi Panji sebagai pemimpin Negara Islam Indonesia (NII) saat diperiksa penyidik. Selain itu, ia juga sudah memberikan berbagai barang bukti keterlibatan Panji dalam NII.
Imam mengaku sudah bekerja dengan Panji di NII sejak 1988. Perjalanannya dengan pimpinan ponpes Al Zaytun itu sudah diceritakannya ke penyidik itu. Termasuk dokumen-dokumen, pidato pertanggungjawaban Panji di hadapan majelis syuro, catatan hasil sidang dewan syuro tentang pengangkatan imam, kabinet, anggota legislatif, dan lain-lain. 
Selain itu, terungkapnya jaringan NII wilayah Jawa Tengah memperlihatkan NII masih aktif serta memperkuat keterlibatan Panji. Sebab, kata Imam, ada bukti tanda terima dari Gubernur NII Jateng ke Menteri Keuangan NII sebelum diterima Panji. Imam berharap Panji Gumilang mendapat sanksi setimpal. Setelah itu, Imam berniat membenahi dan meluruskan pesantren Al Zaytun.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin pun meyakini bahwa pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jabar, adalah pemimpin NII KW 9. Din juga menyebut wali ideologis di NII KW 9 sangat dipatuhi daripada wali biologis. Din menegaskan bahwa dari pengakuan mantan NII KW 9, pemimpinnya adalah pemimpin Al-Zaytun.
Berdasarkan fakta-fakta yang ada tersebut, Din Syamsuddin menilai seharusnya Panji Gumilang ditahan karena tuduhan melakukan kegiatan makar, menyangkut NII KW 9. Bukan sekedar pemalsuan dokumen. (HP. Diolah dari berbagai sumber)
Opini Seputar NII KW9 dan Al Zaytun:
- Dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat resah dengan merebaknya kembali isu Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9) yang disertai maraknya penipuan, pemerasan, pencucian otak berkedok doktrin agama terhadap ratusan mahasiswa sebuah universitas ternama di Pulau Jawa.
- NII Crisis Center, lembaga yang didirikan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban penipuan NII KW 9, mengaku telah menerima 400 laporan mengenai orang hilang.
- Menurut Sekretaris Gerakan Tokoh Lintas Agama Salahuddin Wahid (Gus Solah), para korban cuci otak NII KW 9 mengaku bahwa NII KW 9 adalah Al Zaytun.
- Menurut Imam Supriyanto, mantan Menteri Peningkatan Produksi NII KW9, banyak yang direkrut menjadi anggota dan ditargetkan mencari uang. Uang yang dikumpulkan mencapai miliaran rupiah per bulan dan pernah disimpan di Bank Century atas nama Abu Maarif, yang tidak lain adalah Panji Gumilang.
- Menurut pengamat intelijen Andi Widjojanto, ada yang meyakini NII hanya merupakan bentukan intelijen era Ali Moertopo, guna menyusupkan BAIS ke tubuh NII. Tapi ada juga yang meyakini NII ini adalah penerus NII yang didirikan Kartosoewirjo.
- Menurut Ketua Majelis Umat Islam (MUI) Amidhan, pihak MUI telah melakukan penelitian di Al Zaytun pada 2002 dan menengarai ada kaitan dengan NII KW 9. Yang diteliti MUI terkait Al Zaytun adalah soal pemahaman, dan hasilnya ditemukan adanya pemahaman yang menyimpang dari pemahaman Islam yang dianut MUI. Penyimpangannya misalnya soal zakat dan soal nabi.

Cikal Bakal NII
NII dahulu dikenal dengan nama Darul Islam atau DI. Organisasi ini bermula dari gerakan politik yang diproklamasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1949. Tujuan dari gerakan ini adalah menjadikan Indonesia sebagai negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara.
Dalam perkembangannya, NII menyebar di beberapa wilayah. Setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan tersebut dianggap sudah berakhir. Meski muncul gerakan-gerakan yang memakai nama sejenis atau menggunakan nama Islam pasca tahun tersebut, tapi itu bukan dari orang-orang NII Kartosoewirjo.
Sisa-sisa pejabat NII Kartosoewirjo yang masih hidup hingga kini hanya empat orang. Di antaranya adalah Adah Jaelani, Masduki, dan Abdul Fathah. Mereka sudah sepenuhnya tidak berniat lagi untuk beraktivitas melanjutkan perjuangan DI/TII. Karena itu, dengan merebaknya kembali NII KW 9, mereka berharap agar hal ini tidak dikait-kaitkan dengan NII Kartosoewirjo.
Memang konsep negara juga telah berbeda. Jika NII Kartosoewirjo ingin menegakkan Syari'at Islam dan menjalankan kenegeraan sesuai Al-Qur`an, NII-KW 9 dianggap hanya produk kepentingan politik tertentu.
Al Zaytun dan Panji Gumilang
Pondok Pesantren Al-Zaytun atau lebih dikenal dengan nama Ma’had Al-Zaytun (MAZ) didirikan oleh Abu Toto alias Syekh Abdus Salam Panji Gumilang pada 1996 dan diresmikan oleh mantan Presiden Habibie pada 27 Agustus 1999. Kini, pesantren termegah di Asia Tenggara seluas 1.200 hektare yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat, itu memiliki 7.400 siswa yang datang dari seluruh provinsi di Indonesia dan dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, Somalia, dan Afrika Selatan.
Nah, siapakah Panji Gumilang? Tidak banyak orang yang tahu tentang riwayat hidupnya. Ia jarang tampil di depan publik dan amat susah menemuinya. Ia tercatat pernah belajar di Pondok Pesantren Modern Gontor. Di buku induk santri sekitar tahun 1960-1961, terdapat file nama santri Abdul Salam bin Rasyidi, lengkap dengan tanggal lahir dan biodata penting.
Data tersebut diduga kuat sebagai nama asli Syekh AS Panji Gumilang. Inisial AS adalah Abdul Salam yang lahir di desa Sembung Anyar, kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur. Di Gresik ia tinggal di jalan Imam Rasyidi, nama ayahnya sendiri. Adik kandungnya, Abdul Waahib Rasyidi, menjadi Kepala Desa Sembung Anyar.



Komentarku ( Mahrus ali )
    NII Syekh Abdus Salam Panji Gumilang penuh dengan nuansa politik Thaghut bukan Islami lagi – bertentangan dengan ayat :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus  Rasul  pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan ( Rasul - Rasul ) Nahel 36
Baca lagi  artikel di bawah ini :
30 Apr 2011
Pengamat Sejarah Darul Islam/NII Solahudin mengatakan, mengapa keberadaan NII KW9 tetap eksis saat ini salah satunya karena memang dipelihara oleh penguasa. Eksistensi NII KW9 yang mempunyai banyak pengikut membuat politikus tertarik ...

28 Apr 2011
Jakarta - Beragam cara yang dilakukan Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengirim wanita berjilbab ke aneka tempat umum seperti SPBU dan ATM untuk meminta ...
03 Mei 2011
Pemimpin tertinggi atau presiden dalam Negara Islam Indonesia (NII) disebut sebagai khalifah atau Imam. Saat ini khalifah NII dipegang oleh Panji Gumilang, pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. ...
14 Mei 2011
VIVAnews - Pengikut komunitas Negara Islam Indonesia (NII) memiliki cara sendiri untuk menunaikan ibadah haji. Dalam Islam, mereka yang menunaikan ibadah haji akan berangkat ke Tanah Suci Mekah di Arab Saudi. ...


Rabu, September 07, 2011

Polri Selidiki Kasus Bom Pesantren

Republik Indonesia (Polri) terus menyelidik kasus meledaknya bom di Pondok Pesantren Umar bin Khattab di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (11/7).
“Kami masih menunggu hasil penyelidikan awal yang sudah dilakukan. Sementara satu orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, kita ikuti saja perkembangannya,” kata Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo usai mengikuti upacara penutupan latihan Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Singapura (Singapore Armed Forces/SAF) dalam penanggulangan bencana alam dan pemberian bantuan kemanusiaan “ASEAN Humanitarian Assistance Disaster Relief Exercise” 2011 di Markas Komando Divisi Infanteri-1/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis.
Mengenai jenis bom yang digunakan, ia pun belum bisa berbicara banyak karena dirinya masih menunggu hasil olah TKP, dan penyelidikan oleh Polda Nusa Tenggara Barat.
Timur Pradopo mengatakan kasus meledaknya bom itu diduga terkait dengan penyerangan terhadap petugas kepolisian, yang terjadi tak lama sebelum meledaknya bom di pesantren tersebut.
“Hal itu terkait dengan kasus polisi yang jadi korban itu di salah satu polsek, saya kira bagian dari pada itu,” katanya.
Polri juga mengejar pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Umar bin Khattab yang diduga melarikan diri pasca ledakan bom menewaskan satu orang pengajarnya, Firdaus.
“Sekarang tim melanjutkan pencarian ke arah yang kemungkinan dia lari,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ketut Untung Yoga di Jakarta, Kamis.
Brigjen Ketut Untung Yoga mengatakan awalnya polisi mencari pimpinan Ponpes Umar bin Khattab guna berkoordinasi terkait kronologis peristiwa ledakan bom.
Namun petugas tidak menemukan pimpinan Ponpes Umar bin Khattab di lokasi yang berhubungan dengan kegiatan pesantren tersebut.
Untung tidak menyebutkan identitas pimpinan Ponpes Umar bin Khattab maupun lokasi yang diduga tempat pelariannya.
Untung menuturkan rumah pimpinan Ponpes Umar bin Khattab sempat terbakar, Kamis (14/7) sekitar pukul 05.00 Wita, namun warga sekitar berhasil memadamkan sumber pada pukul 10.00 Wita.
Berdasarkan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti berupa sembilan bom molotov, beberapa senjata tajam, puluhan ketapel dan anak panah, buku tentang jihad dan cakram padat atau “video compact disc” (VCD) tentang deklarasi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di Bekasi, Jawa Barat.
Kemudian polisi menemukan bekas ledakan pada lantai keramik pecah (creater), serta peralatan/bahan membuat bom, seperti solder, avometer, belerang dan pipa.
Saat ini, penyidik masih menginterogasi tujuh orang yang diduga mengetahui peristiwa peledakan bom.
Sebelumnya, ledakan bom terjadi di Ponpes Umar bin Khatab di Desa Sila, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, Senin (11/7) sekitar pukul 15.30 Wita, menewaskan pengajar santri maupun bendahara ponpes tersebut, Firdaus.
Sejumlah warga masyarakat setempat dan penghuni Ponpes Umar bin Khattab melarang polisi memasuki lokasi kejadian.
Komentarku ( Mahrus ali )
Kancah  politik itu adalah kancah kedustaan bukan kejujuran, maling teriak maling itu sudah biasa- tidak aneh lagi dan  jarang terjadi orang baik teriak maling. . Orang jujur malah di buat tidak jujur atau di tuduh penghianat  itu politik Belanda sejak dulu yang anti Islam . Anehnya kristen ,dan agama lainnya di anggap baik terus .
Sudahlah , ingat firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لاَ يَأْلُونَكُمْ خَبَالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ا‏ ْلآ‏يَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. 

Bacalah artikel ini : 
30 Apr 2011
30 Apr 2011
Boleh jadi NII itu di rawat oleh Inteljen sendiri , gunanya untuk menangkapi aktivis muslim sebagaimana kasus teroris di mana – mana sejatinya bukan untuk bela Islam , tapi bela agama – agama yang batil. Dengan adanya kasus terorisme ...
11 Mei 2011
11 Mei 2011
Jadi inteljen itu sudah tahu aktivitas NII , dan memang di buat untuk mencoreng NII sendiri sehingga rakyat masih tetap mempertahankan NKRI yang berlandaskan hukum warisan Belanda dari pada mendirikan negara yang ...
14 Mei 2011
Ahirnya thoghut yang berkoar – koar dan actor intelektualnya menurut Gus Sholah adalah jangan – jangan inteljen sendiri . Banyak teori untuk mempertahankan NKRI berlandaskan warisan hukum Belanda yang di jadikan ...


Kamis, April 14, 2011

Awas Gerakan Pencucian Otak NII


Di tulis oleh H Mahrus ali
Dalam detik com terdapat artikel sbb :
Awas Gerakan Pencucian Otak NII(3)
NII Kedoknya Islam, Ajarannya Setan 
Deden Gunawan,Iin Yumiyanti - detikNews
Sukanto, Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center

Jakarta - Laila Febriani (Lian) yang hilang dari rumah dan menjadi hilang ingatan ditengarai  menjadi korban pencucian otak. Pelaku pencucian otak diduga kuat adalah kelompok Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW 9).

"Kalau saya melihat peristiwa pencucian otak yang terjadi belakangan ini, seperti kasus Lian, ini dilakukan NII. Sebab cara perekrutannya identik dengan kelompok tersebut. Begitu juga targetnya," kata pengamat intelijen Wawan Purwanto.

Ketua Tim Rehabilitasi NII Crisis Center (NCC) Sukanto menyatakan lebih dari 1.000 orang menjadi korban pencucian otak aliran menyimpang ini. Modus yang dialami para korban NII ini mirip dengan yang terjadi pada Lian.

Sukanto sendiri orang yang sudah malang melintang di NII. Dia direkrut NII setelah lulus SMA pada tahun 1996 dan pernah menjabat sebagai camat NII wilayah Tebet, Jakarta Selatan. Setelah keluar dari NII, Sukanto dan rekannya sesama mantan NII, Ken Setiawan membentuk NII Crisis Center didirikan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban NII sekaligus sebagai gerakan anti-NII. "Kasus Lian menurut saya ini NII juga. Modusnya sama," kata Ken Setiawan.

Gerakan pencucian otak yang dilakukan NII sangat rapi dan terorganisir. Dalam gerakan ini ada struktur layaknya negara. Pemimpin tertinggi atau presiden dalam NII disebut sebagai khalifah atau imam. Saat ini, khalifah NII dipegang oleh Abdussalam Panji Gumilang, pemimpin Pondok Pesantren Al Zaitun, Indramayu.

Banyak korban NII menyebut khalifah NII saat ini adalah Panji Gumilang. Pun Ketua MUI Ma'ruf Amin yang pada 2002 melakukan penelitian Ponpes Al Zaitun memberikan pernyataan yang sama. "Kami menemukan persamaan kaitan dalam kepemimpinan NII dan Ponpes Al Zaitun, yakni Panji Gumilang," kata Ma'ruf Amin.

Namun Ponpes Al Zaitun menyatakan sejauh ini tidak ada pernyataan Panji Gumilang yang memimpin Ponpes termegah di Asia Tenggara itu sebagai pemimpin NII. Al Zaitun ditegaskan sepenuhnya konsen pada masalah pendidikan. "Beliau tidak pernah ada pernyataan. Beliau sibuk mengurus pendidikan,beliau guru yang mengajar," kata Sekretaris Pesantren Al Zaitun Abdul Halim kepada detikcom.

Selain presiden, NII juga memiliki sejumlah menteri. Saat ini ada 11 kementerian di NII. Kemudian ada gubernur, bupati, camat, lurah hingga ketua RW dan Ketua RT.

"Ya kalau dikonfirmasi ke Al Zaitun mereka pasti akan bilang kita ini lembaga pendidikan. Tapi Panji Gumilang itu memang imamnya NII," kata Sukanto, mantan camat NII wilayah Tebet  itu.

Bachtiar Rivai, mantan wakil camat NII untuk wilayah Karanganyar, Kebumen juga menyatakan Panji Gumilang atau Abu Toto merupakan pemimpin NII.

Meski memiliki struktur tidak ubahnya sebuah negara, karena NII merupakan gerakan bawah tanah maka jaringan ini beroperasi dengan sel tertutup. Sesama camat belum tentu kenal dengan pejabat NII lainnya. Anggota seringkali hanya mengenal perekrut dan gurunya. Sementara petinggi negara mereka tidak diberi tahu, mereka hanya diwajibkan percaya saja. Dan dalam NII, semua nama sudah bukan lagi nama aslinya.

"Kalau pemimpinnya Panji Gumilang pernah disebut pas acara NII. Tapi kalau pejabat lain saya tidak tahu karena dirahasiakan, kita hanya diminta percaya saja," kata Bachtiar.

Sama dengan pemerintahan Indonesia, menjadi pejabat di NII juga mendapatkan gaji. Bila pemerintahan membayar gaji dari pajak, NII membayar gaji pejabatnya dari infaq anggotanya yang disebutnya sebagai warga negara. Tentu saja gaji teratas dimiliki oleh khalifah. "Sebagai wakil camat saya mendapat Rp 150 ribu. Itu pada tahun 1996," cerita Bachtiar.

Tapi meski mendapat gaji, uang itu tidak bisa mencukupi kebutuhan Bachtiar. Karena sebagai wakil camat dia juga terkena kewajiban mengumpulkan uang sedekah untuk NII minimal Rp 2 juta sebulan. Bila setoran wajib ke NII tidak memenuhi target, maka sang pejabat pun tidak mendapatkan gaji bahkan dihitung berutang.

"Kalau utang tidak mampu dibayar ya berutang lagi. NII ini tidak ada bedanya dengan bank kredit," kata Bachtiar.

Sukanto menuturkan tujuan utama NII yang katanya mendirikan negara Islam semua hanya bohong. Yang sebenarnya tujuan NII hanyalah mengumpulkan uang bagi pemimpinnya."Uang setelah dikumpulkan dari warga dengan berbagai cara ya diserahkan untuk dimiliki atau dikorupsi pimpinan. Tidak pernah itu kemudian sungguh-sungguh akan membangun negara Islam," kata Sukanto.

Demi pengumpulan dana itulah berbagai cara dihalalkan oleh NII. Setiap orang yang direkrut oleh NII diwajibkan melakukan hijrah. Untuk hijrah tersebut harus membersihkan dosa dengan membayar sejumlah uang.

"Jumlahnya tergantung. Sebenarnya kalau di Jakarta Timur tidak banyak bisa hanya Rp 200 ribu untuk biaya hijrah. Tapi masalahnya calon diprovokasi. Kan di situ ada beberapa orang lainnya yang mendoktrin korban dan mereka akan bilang mislanya kalau saya sudah 20 tahun ya kalau membersihkan diri mandi habisnya sekitar Rp 10 juta. Nah di situ korban kemudian hanya mengikut saja," kisah Ken Setiawan.

Setelah membersihkan diri dari dosa, warga NII masih dikenai infaq wajib per bulan. Saat zaman Bachtiar, tahun 1996,  ia harus membayar setiap bulan Rp 50 ribu sebagai infaq untuk negara. Selain infaq masih ada banyak biaya lainnya yang harus dikeluarkan seperti uang pembinaan dan sebagainya.

Untuk setoran kepada NII, bila warga tidak lagi bisa membiayai dari uangnya sendiri, mereka diajarkan melakukan berbagai tindakan kriminal. Tindakan kriminal tersebut menjadi halal dengan alasan yang jadi sasaran tindakan adalah orang kafir karena bukan anggota NII. Perbuatan kriminal tersebut mulai dari membuat proposal fiktif, menipu dan bahkan merampok.

Waktu menjadi lurah di Kayu Putih, Distrik Pulo Gadung, Jakarta Timur,  Ken Setiawan memimpin pembantu rumah tangga (PRT) yang melakukan penipuan di rumah-rumah mewah. "Saat itu saya bisa mengumpulkan emas semeja dari aksi para PRT itu," kenang Ken yang setelah keluar dari NII sibuk berdagang ini.

Ken yang sudah bertobat dari NII ini menyimpulkan meskipun berkedok Islam, sesunguhnya ajaran NII adalah ajaran setan. Semua cara dihalalkan demi uang.[1][2]

   Komentarku ( Mahrus ali ) :
  Dalam artikel itu di jelaskan :
             Dan dalam NII, semua nama sudah bukan lagi nama aslinya.

            Komentarku ( Mahrus ali ) :
  Kebohongan seperti itu bukan sifat orang mukmin . Kita telah membaca kisah para rasul dan sahabat – sahabatnya  bila berjuang untuk agama Allah harus menghindari kedustaan . Dan harus berani  resiko mental  dan fisik dari musuh – musuh Allah  atas kejujuran ini . Bukankah Allah berfirman :
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللهِ  أَلاَ إِنَّ نَصْرَ اللهِ  قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: " Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.[3]

Dalam ayat lain dijelaskan tentang ujian iman , Allah berfirman :

1أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ(2)وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ(3)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.[4]

Perjuangan dengan  menggunakan kedustaan itu persis dengan strategi komunis atau Syi`ah  dll . Untuk para  rasul  dan para nabi tidak melakukan demikian .

 Dalam artikel itu di jelaskan :


Uang setelah dikumpulkan dari warga dengan berbagai cara ya diserahkan untuk dimiliki atau dikorupsi pimpinan. Tidak pernah itu kemudian sungguh-sungguh akan membangun negara Islam," kata Sukanto

         Komentarku ( Mahrus ali ) :
           Bila benar demikian , alangkah jeleknya gerakan seperti itu mengatasnamakan Islam . Dan tokoh – tokohnya  suka menjarah  uang rakyatnya.

           Dalam artikel itu dikatakan :       
            

"Jumlahnya tergantung. Sebenarnya kalau di Jakarta Timur tidak banyak bisa hanya Rp 200 ribu untuk biaya hijrah. Tapi masalahnya calon diprovokasi. Kan di situ ada beberapa orang lainnya yang mendoktrin korban dan mereka akan bilang mislanya kalau saya sudah 20 tahun ya kalau membersihkan diri mandi habisnya sekitar Rp 10 juta. Nah di situ korban kemudian hanya mengikut saja," kisah Ken Setiawan.

            Komentarku ( Mahrus ali ) :
                Pencucian  dosa dengan bayar uang itu adalah perampokan , penipuan dan hasilnya uang haram . Dosa  di ampun oleh Allah  tanpa  mengeluarkan uang , cukup dengan bertobat  sebagaimana  firmanNya :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu".[5]
     Bila  dosa besar , maka  harus tobat .Seorang yang menghindari dosa – dosa besar , maka  dosa – dosa kecil akan di ampun . Allah berfirman :
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا(31)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).[6]
Boleh jadi dosa di ampun karena mati sahud  sebagaimana hadis sbb:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ *
    Dari Abdullah bin Amar , sesungguhnya Rasulullah SAW  bersabda : “ Seluruh dosa orang syahid diampun kecuali hutang “. [7]

  Dalam artikel itu di katakan:

Untuk setoran kepada NII, bila warga tidak lagi bisa membiayai dari uangnya sendiri, mereka diajarkan melakukan berbagai tindakan kriminal. Tindakan kriminal tersebut menjadi halal dengan alasan yang jadi sasaran tindakan adalah orang kafir karena bukan anggota NII. Perbuatan kriminal tersebut mulai dari membuat proposal fiktif, menipu dan bahkan merampok

 Komentarku ( Mahrus ali ) :\
Mungkin anda berpegangan kepada ayat ini :
وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir[8]
  Namun maksud ayat itu bukan dengan jalan penipuan atau gerakan di bawah tanah sebagaimana  yang di lakukan oleh kalangan orang – orang penakut , licik , suka menipu tapi di hadapinya dengan gentle , terang – terangan , perang  dll .

Dalam artikel itu di terangkan :

Waktu menjadi lurah di Kayu Putih, Distrik Pulo Gadung, Jakarta Timur,  Ken Setiawan memimpin pembantu rumah tangga (PRT) yang melakukan penipuan di rumah-rumah mewah. "Saat itu saya bisa mengumpulkan emas semeja dari aksi para PRT itu," kenang Ken yang setelah keluar dari NII sibuk berdagang ini.

Komentarku ( Mahrus ali ) :
  PRT adalah perbuatan yang haram .Perempuan harus menutupi  seluruh tubuhnya , auratnya harus di tutup dan waktu menjadi PRT  wanita harus melanggar hukum menutupi aurat ini , lalu di suruh mencuri harta majikannya . Ini bukan ahlak yang di ajarkan Islam . Cara ini  bukan cara Rasul tapi penyamun . Bukan saja bid`ah tapi haram.
Ada hadis sbb :
Muhammad bin Ishak dengan sanadnya yang sampai kepada Abdullah bin Abbas berkata : “ Para sahabat berkata :” Ketika mendengar Abu Sofyan datang dari kota Syam Rasulullah SAW mendelegasikan kaum muslim kepada mereka lalu bersabda:” Ini adalah kafilah onta  Quraisy,pergilah kepada mereka barang kali Allah memberikan kemenangan kepadamu. Lantas  sebagian mereka merasa keberatan dan sebagaian lagi setuju . Mereka tidak mengira bahwa tindakan ini akan memicu peperangan. Abu Sofyan mendengar hal ini , lalu menyuruh Dhomdhom  bin Amar Al Ghiffari untuk pergi ke Mekkah dan memerintahnya untuk menghubungi kaum Quraisy dan  memberitahukan kepada mereka agar mengumpulkan orang – orang  untuk menjaga harta benda mereka yang masih dalam perjalanan. Beliau memberitahukan kepada mereka  bahwa Muhammad dan sahabatnya akan  mengganggu teman temannya. Dhomdhom bin Amar pergi ke Mekkah dengan cepat. Dan Rasulullah SAW juga pergi bersama sahabat – sahabatnya hingga sampai di suatu lembah bernama  Dzufran , lalu datanglah berita bahwa kaum Quraisy telah siap untuk datang demi menyelamatkan kafilah perniagaannya.

         Rasulullah SAW bermusawarah kepada  sahabatnya dan memberitahukan tentang aktivitas  kaum Quraisy. Abu bakar berkata:” Lanjutkan  rencanamu “. Umar berdiri lalu berkata :” Setuju atas rencanamu “. Al Miqdad bin  Amar berdiri lalu berkata:” Wahai Rasulullah  !Kerjakan  perintah Allah kepadamu , kami selalu  bersamamu . Demi Allah ! Kami tidak berkata sebagaimana perkataan  Banu Israil  kepada Nabi Musa :” Pergilah kamu dan Tuhanmu . Sesungguhnya kami berdiam disini”. Tapi kami berkata:” Pergilah dan kami bersamamu untuk  berperang. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar. Bila kamu mengajak kami pergi ke Barkul Ghimad – kota di Habasyah- kami akan mengikutimu dan berperang bersamamu”. Rasul bersabda:” Bagus “. Beliau mendoakan baik kepadanya. Rasul bersabda  lagi :” Wahai manusia! Berikan pendapatmu”. Kali ini Rasul menghendaki sahabat Ansor sebab mereka berjumlah banyak. Ketika berbaiat di Aqobah , mereka berkata:” Kami akan membelamu bila kamu telah sampai di Medinah. Bila kamu di Medinah , kami akan membelamu sebagaimana kami membela kepada anak – anak dan istri – istri kami”.

         Rasulullah SAW  hawatir  terhadap sahabat Ansor tidak memberikan pertolongan di luar kota Medinah. Lantas Saad bin Muadz berkata:” Seolah anda  berkehendak kepada kami , wahai Rasulullah !”. Rasul menjawab : “ Ya”.
Saad berkata:” Sungguh kami telah beriman kepadamu , membenarkanmu , dan bersaksi bahwa ajaran Allah yang kamu bawa adalah benar. Kami telah berjanji kepadamu untuk patuh dan taat. Kerjakanlah perintah Allah. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar. Seandainya kamu membawa kami ke laut , lantas kamu memasukinya  , kami akan mengikutimu dan tiada seorang pun dari kami yang ketinggalan. Kami  siap untuk terjun bersamamu melawan musuh. Kami adalah figur  yang sabar dalam peperangan,  bersemangat ketika  bertemu musuh. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu kesungguhan kami dan tindakan kami sehingga kamu akan puas. Berangkatlah  dengan nama  Allah”. Rasulullah SAW  bergembira mendengar pernyataan Saad. Lantas beliau bersabda:’
"سِيْرُوْا عَلَى بَرَكَةِ الله وَأَبْشِرُوا فَإِنَّ الله قَدْ وَعَدَنِي إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ وَالله لَكَأَنِّي الآنَ أَنْظُرُ إِلَى مَصَارِعِ الْقَوْمِ"
Berangkatlah dengan berkah Allah. Dan bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah menjanjikan aku untuk mendapat salah satu diantara dua kelompok. Demi Allah! Seolah aku melihat tempat kematian kaum “.[9]
        Ibnu Katsir memberikan komentar tentang maksud” sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu “.Kamu menghendaki kelompok  yang tidak bersenjata, tidak berkekuatan dan tidak mampu berperang menjadi milikmu yaitu kafilah perniagaan Abu Sofyan. Namun  Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir[10]
Hadis itu belum saya , namun sumbernya  dari Muhammad bin Ishak yang mudallis , hati saya masih ragu . Insya Allah akan saya kaji secara  total .

Ini foto Pondok Zaitun di Indaramayu …………..







[1] http://www.detiknews.com/read/2011/04/14/164235/1617696/159/nii-kedoknya-islam-ajarannya-setan?nd991107159
[2] Detik com
[3] Al Baqarah 214
[4]  Alankabut 2-3
[5]  ( Attahrim 8 )

[6] Annisa`  31
[7] HR Muslim / 1886/  Ahmad / Musnad / 711

[8]  Al anfal 8

[9] Riwayat Al aufi dari Ibnu Abbas ,  begitu juga  Assudi, Qatadah , Abdur rahman bin Zaid bin Aslam dan banyak kalangan ulama salaf dan kholaf.


[10]  Tafsir Ibnu Katsir /Al anfal 8