Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FPI. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 11, 2016

Sebarkan Gak Bakal Masuk TV Bro .. 2 Ton Daging Babi ILEGAL Siap Edar Yang Di Grebeg FPI Akhirnya Dimusnahkan Polisi - Commando

Sebarkan Gak Bakal Masuk TV Bro .. 2 Ton Daging Babi ILEGAL Siap Edar Yang Di Grebeg FPI Akhirnya Dimusnahkan Polisi - Commando
 Sebarkan Gak Bakal Masuk TV Bro .. 2 Ton Daging Babi ILEGAL Siap Edar Yang Di Grebeg FPI Akhirnya Dimusnahkan Polisi - Commando
C0MANDO.C0M - CIKARANG - Dikabarkan Jika Pihak Kepolisian Kab Bekasi Melakukan Pemusnahan Daging Babi Ilegal Pada Senin Siang Kemarin 29 Agustus 2016. Disebuah rumah kosong di Kampung Cikoronjo, Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Pemusnahan daging haram ini sendiri bermula dari hasil penggerebegan anggota FPI Dan LPI dari tangan seorang pengusaha Batak yang berinisial M.

Sebarkan Gak Bakal Masuk TV Bro .. 2 Ton Daging Babi ILEGAL Siap Edar Yang Di Grebeg FPI Akhirnya Dimusnahkan Polisi - Commando

Baca Juga Berita Terkini Lainnya :
Kronologi Bom Bunuh Diri di Gereja Katholik Santo Yosep, Medan Sumatra Utara - Commando
Tanggapan MUI Tentang Bom Gereja di medan, MUI : Ada Upaya Hancurkan Islam Di Indonesia
Pengebom Gereja Santo Yosep Medan Belum Di sunat padahal Sudah 18 Tahun Apa Benar Dia Islam Asli ? - Commando

Daging babi berbobot kurang lebih 2 Ton yang dikemas dalam ratusan kantong plastik ukuran 10 Kg didapat dari hasil penggrebekan yang dilakukan oleh MACAN LPI Cibarusah pada Sabtu malam (27/8) lalu .

Kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Bekasi kami imbau untuk senantiasa waspada dan turut berperan aktif mengawasi keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau tempat peredaran daging babi illegal, serta lebih selektif dalam membeli daging yang beredar di pasaran. Mengingat tempat-tempat peredaran daging Babi, Anjing dan binatang haram lainnya kerap kali dilakukan di tengah-tengah perkampungan Muslim.


Bukan sekali ini saja, pada tahun 2015 lalu FPI Bekasi Raya juga pernah melakukan sidak ke sebuah tempat jagal anjing dan babi hutan yang dagingnya dioplos dengan daging sapi dan dijual bebas di pasar secara bebas sehingga banyak dikonsumsi masyarakat.

Jumat, Juni 17, 2016

Didemo FPI, Gedung Kompas Dijaga Ketat Polisi



JAKARTA – Massa Front Pembela Islam berencana melakukan aksi dan mengepung kantor Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (16/6/2016). Alasannya karena Kompas dianggap telah melakukan kampanye anti-syari’at Islam.

Menyikapi rencana aksi tersebut, aparat kepolisian mengerahkan anggota untuk menjaga ketat lokasi.



FPI berencana melakukan aksi ke Kompas Gramedia karena melihat pemberitaan media tersebut tendensius. FPI menilai media grup Kompas menyebarkan berita negatif terkait razia dan penyitaan makanan dagangan warung Tegal milik Saeni di Kota Serang, Banten.

Aparat kepolisian menjaga ketat lokasi dengan menurunkan 60 personil polisi dari Dit Sabhara Polda Metro Jaya.

Ada 30 personil dari Polres Metro Jakarta Pusat,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, di Jakarta, Kamis (16/6/2016).

Dalam aksi ini, perwakilan FPI juga ingin bertemu perwakilan redaksi Kompas untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai latar belakang pemberitaan razia warung makan di Kota Serang.

Polisi berencana menambah jumlah personel pengamanan jika kondisi semakin panas.

“Untuk itu kami akan antisipasi kericuhan pada saat audiensi berlangsung,” jelasnya.

Diketahui, FPI geram terhadap Kompas Group. Alasannya karena media itu disebut telah melakukan kampanye anti-syariat Islam dengan melakukan framing kasus warteg di Kota Serang, Banten.

“Sehubungan dengan kampanye anti-syariat Islam dengan framing kasus warteg di Kota Serang Banten yang dilakukan dengan bombardir informasi negatif terhadap bulan suci Ramadhan oleh Kompas Group maka kami Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam akan meminta penjelasan langsung maksud dan tujuan dari framing pemberitaan grup Kompas,” demikian dalam surat tersebut.

Dalam surat itu disebutkan bahwa aksi protes itu akan dilakukan pada hari ini, Kamis (16/6/2016) pukul 13.00 WIB. (iy)


SUMBER: TEROPONG SENAYAN

Minggu, Februari 28, 2016

Ini Daerah - Daerah yang Menolak Kehadiran FPI





Indoheadlinenews.com - Pendiri Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, hari ini diagendakan mengunjungi Pondok Pesantren Romlah Asshomadiyyah di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Namun, beberapa hari sebelum Rizieq datang, warga Banyumas dari lintas elemen menyatakan menolak kehadirannya.

Aksi penolakan ini menambah daftar panjang deretan daerah yang sebelumnya menolak Rizieq Shihab. Dikutip dari Okezone, paling tidak, di tiga pulau besar Indonesia, ada daerah-daerah yang pernah menyatakan menolak kehadiran ormas dan pimpinannya itu.

Bahkan, di Kalimantan, Suku Dayak pernah mendeklarasikan perang apabila Rizieq Shihab menginjakkan kaki di Bumi Borneo tersebut. Berikut daerah-daerah yang pernah menolak kedatangan Rizieq Shihab dan FPI.

1. Banyumas

Rizieq Shihab dikabarkan hendak membuka cabang FPI di Banyumas. Namun, kabar itu dibantah oleh Pengasuh Ponpes Romlah Asshomadiyyah, H Slamet.

Meski demikian, warga Banyumas tetap menolak kedatangan Rizieq Shihab. Alasannya, Rizieq dengan FPI-nya kerap mengumbar kekerasan.

2. Purwakarta

Gara-gara memplesetkan sampurasun menjadi campur racun, ribuan warga Purwakarta, Jawa Barat, menggelar aksi menolak kehadiran Rizieq Shihab pada Kamis 17 Desember 2015. Rizieq dianggap sebagai sosok yang kerap memperkeruh suasana di tengah ketenangan masyarakat Purwakarta.

Buntut Rizieq Shihab memplesetkan sampurasun meluas sampai se seluruh Jawa Barat. 

Sebanyak 16 organisasi massa dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) menolak Rizieq Shihab masuk ke tanaH Sunda itu.

Plesetan kata sampurasun menjadi campur racun oleh Rizieq Shihab dinilai telah menghina bangsa Indonesia terutama masyarakat Jawa Barat.

3. Demak

Di Kota Wali ini, Banser Demak menolak rencana kedatangan Habib Riziq yang hendak mengisi pengajian di Kecamatan Bonang pada 8 Mei 2014. Rizieq Shihab ditolak Banser Demak dengan alasan salah satunya, Demak merupakan basis ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) yang mayoritas masyarakatnya warga Nahdlatul Ulama (NU).
Selain itu, Rizieq Shihab juga dianggap pernah menghina KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, salah satu tokoh sentral NU.

4. Tulungagung

Bergeser ke Jawa Timur, pada 28 Oktober 2014, ratusan demonstran bergerak mendekati lokasi seminar yang digelar Front Pembela Islam (FPI) Tulungagung di Gedung Balai Rakyat DPRD. Meski tidak mengganggu jalannya seminar, apaat kepolisian telah bersiaga agar tidak sampai terjadi bentrok.

5. Padang

Menyeberang ke Sumatera, di Padang pada 26 November 2013, puluhan warga dari Forum Anak Nagari (Forkan) Padang menggelar aksi penolakan kedatangan Rizieq Shihab, di Bandara Internasional Minangkabau. Rizieq Shihab dinilai hendak memprovakasi masyarakat Padang menolak investasi Lippo Group senilai Rp2 triliun di Padang.

6. Palangkaraya

Warga Dayak di Kalimantan menolak FPI beraktivitas di Kalteng dan menolak kehadiran Rizieq Shihab yang akan mengadakan tabligh akbar di Palangkaraya pada 11 Februari 2012. Dewan Adat Dayak Kalteng khawatir kehadiran FPI justru membuat masyarakat tak tenang.

Ratusan warga Dayak berkumpul di Bundaran Besar Palangkaraya, membentuk Barisan Pertahanan Adat Dayak Kalimantan Tengah.

Setelah mendekrasikan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat, mereka ke Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya mencegah Rizieq Shihab datang.

7. Samarinda

Kedatangan Rizieq Shihab dan rombongannya di Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai pembicara dalam tablig akbar dengan tema Menuju NKRI yang Bersyariah ditolak Gerakan 

Pemuda Kalimantan Timur Bersatu pada 25 Agustus 2014. GPKTB menyatakan kegiatan tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Kaltim dan prinsip Kebineka Tunggal Ika yang dianut oleh NKRI. (okezone.com)
 
 
Komentarku ( Mahrus ali ):
Aneh sekali mereka itu, orang Liberal, abangan, syi`ah , kelnik dan munafikin diterima  Riziq di tolak.

Minggu, November 24, 2013

Cenderung Syiah?

Cenderung Syiah?
  • Lafal “cenderung syiah” itu beda dengan menuduh syiah
  • Ada yang lebih galak terhadap Kaum Muslimin dibanding kepada Syiah

Dikhabarkan, ikhwah SDL (Sunnah Defence League) mendapat teror habis-habisan dari pihak syiah dan tekanan dari oknum (?) aparat. Teror tersebut berakhir dengan diblokirnya fan page Facebook SDL di: www.facebook.com/sunnahdefenceleague. Itu setelah SDL bersama sejumlah ormas Islam Sunni/Ahlusunnah mengadakan aksi upaya pembubaran Perayaan Asyura Syiah di Balai Samudera Kelapa Gading Jakarta,  Kamis (14/11/2013). Karena acara Asyura Syiah itu dinilai membangkitkan dendam terhadap Ahlus Sunnah.
Acara-acara Syiah agar dibubarkan, karena Syiah berkeyakinan pentingnya  mencaci sahabat Nabi. Keyakinan dan dipraktekkan Syiah dalam acara-acaranya  itu jelas menodai agama dan melanggar UU No 1 PNPS/69 KUHAP Pasal 165A tentang Penodaan Agama. Sehingga acara Asyura yang sedianya dilangsungkan di Surabaya Rabu 13 November 2013 telah dibatalkan dan tidak diberi izin oleh Polres Surabaya. (Langgar UU Penodaan Agama, Perayaan Asyuro Ditolak Polres Surabayahttp://www.nahimunkar.com/langgar-uu-penodaan-agama-perayaan-asyuro-ditolak-polres-surabaya/ ).
Ramainya penentangan terhadap acara Syiah Asyura dan rangkaiannya tampaknya cukup menghangat. Ditambah lagi dengan adanya terror dari syiah dan pemblokiran situs-situs atau blog atau fan page facebook yang anti syiah. Gangguan di dunia maya itu kemungkinan dari kelompok pro syiah. Masih pula ditambah dengan adanya sikap membiarkan acara-acara Syiah yang berisi penghujatan terhadap sahabat Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Hingga muncul tulisan: Dipertanyakan, Kenapa Tak Dibakar Mimbar Caci Maki Sahabat Nabi SAW di Perayaan Idul Ghadir Syiah http://www.nahimunkar.com/dipertanyakan-kenapa-tak-dibakar-mimbar-caci-maki-sahabat-nabi-saw-di-perayaan-idul-ghadir-syiah/.
Suasana itu tampak semakin menghangat ketika muncul  tantangan mubahalah dari seorang habib terhadap yang ia anggap menuduhnya syiah. Habib Rizieq Syihab menantang kepada siapapun yang menuduh dirinya sebagai Syi’ah untuk bermubahalah (sumpah agar laknat Allah turun kepada orang yang berdusta, -red-). Hal itu disampaikannya dalam acara tabligh akbar bertajuk “Menggalang ukhuwah Islamiyah dalam rangka menghadapi era globalisasi sesuai syari’ah” yang diselenggarakan di komplek Gedung Syari’ah dan Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Solo, Ahad (10/11/2013). (http://www.nahimunkar.com/habib-rizieq-instruksikan-lagi-bakar-mimbar-yang-untuk-cacimaki-sahabat-nabi/ ). Tantangan itu dalam pidato yang diantaranya tampak “membela” Ustadz Muzakir di Solo yang belakangan ini sering disebut-sebut sebagai orang yang nadanya membela syiah.
Berkaitan dengan masih hangatnya kasus syiah hingga blog-blog anti syiah pun diretas, khabarnya blog Umar Abduh termasuk kena gangguan. Seorang aktivis yang dekat dengan Umar Abduh (mantan anggota LPPI –Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) mengabarkan, beberapa waktu lalu blog umarabduh juga terganggu. Tidak dijelaskan, pihak mana yang mengganggunya.

Lafal “cenderung syiah” itu beda dengan menuduh syiah

Di dunia maya, blog umarabduh dituduh oleh para penulis komentar di facebook sebagai pihak yang menuduh seorang habib. Ketika habib itu menantang mubahalah siapa saja yang menuduhnya syiah, serta merta ada tudingan di dunia maya terhadap Umar Abduh. Apakah memang Umar Abduh menuduh tokoh itu sebagai syiah atau tidak, sang tokoh sendiri tidak menyebutnya.
Sementara itu ada tudingan di dunia maya pula terhadap Hartono Ahmad Jaiz dianggap menuduh sang habib. Padahal habib itu sendiri tidak menyebutnya (tidak menyebut nama Hartono). Maka Hartono Ahmad Jaiz kemudian menulis artikel sebagai jawaban tudingan yang dilontarkan para penulis komentar di dunia maya tersebut. Artikel itu berjudul TANTANAGN MUBAHALAH HABIB RIZIEQ dimuat di nahimunkar.com http://www.nahimunkar.com/tantangan-mubahalah-habib-rizieq-syihab/. Intinya, tantangan mubahalah itu terserah saja kepada Pak Habib untuk mengajak/ menantang siapa saja, namun kalau persoalannya menyangkut Hartono Ahmad Jaiz dengan adanya tulisan di nahimunkar.com, maka  agar ditentukan mana poin-poin yang dipersoalkan lalu dikemukakan hujjah dan dibicarakan. Bila saling ngotot dan sudah buntu jalannya, maka baru mubahalah dengan ditentukan poin yang dimasalahkan. Jadi mubahalah itu kalau sudah buntu dan tetap saling ngotot.
Perlu diketahui, tulisan di nahimunkar.com itu hanya menyebut cenderung syiah, dengan mengutip beberapa ungkapan sang habib hasil wawancara media dan hal lainnya; bukan menuduh sang habib sebagai syiah. Yang dikutip nahimunkar.com itu sudah beredar sekian lama dan bukan hanya satu media, serta belum pernah ada ralat ataupun pencabutan pendapat sang habib yang telah beredar itu.
Perlu dicermati, lafal “cenderung syiah” itu beda jauh dengan syiah. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu di Jakarta ada satu seminar antara Islam dan Nasrani. Dr Sanihu dan Hartono Ahmad Jaiz (Islam) berhadapan dengan Dr Sinaga dan Pendeta Andreas (Nasrani). Dr Sinaga kurang lebihnya mengaku dirinya dalam hal Ketuhanan cenderung seperti Ketuhanan dalam Islam. Jadi saya juga Islam, ungkapnya. Lalu Hartono Ahmad Jaiz menjawab, Islam secara bahasa : ya. Tapi secara istilah : tidak/bukan. Kemudian ditimpali Dr Sanihu, bahwa Dr Sinaga seperti itu artinya orang Nasrani perlu jadi liberal untuk jadi Islam. Sebaliknya, kalau orang Islam kok liberal, maka justru akan cenderung/ dekat dengan Nasrani. (Rekaman seminar itu pernah beredar luas, hingga ketika Hartono Ahmad Jaiz berceramah di Masjid Agung Purbalingga Jawa Tengah beberapa tahun lalu, ada kakek-kakek yang menemui dan menyebut terkesan akan jawaban terhadap Dr Sinaga yang Nasrani. Kakek ini mengaku telah menonton di video).
Pantas dicermati, di dalam pergaulan kalangan tokoh, ada seorang pendeta bernama Pdt. Victor Immanuel Tanja, MTh, PhD. Dia semasa hidupnya pernah mengaku bahwa dirinya di kalangan jemaat gereja dijuluki sebagai  MUI-nya kaum Kristen Protestan, karena kedekatannya dengan Islam, baik pergaulan maupun pemikiran. Itu diakui sendiri oleh Sang Pendeta itu kepada penulis laporan ini ketika ada konferensi antar agama di Bali dulu. Sebagaimana dari kalangan Islam ada juga tokoh yang mereka sebut Pendetanya orang Islam, karena dekatnya dengan kaum walan tardho (Yahudi dan Nasrani), baik  secara kiprahnya maupun pemikirannya, hingga walau tidak mencopot Islamnya namun tokoh itu diberi gelar Laskar Kristus dari pihak Nasrani. Hingga setelah tokoh itu meninggal, ternyata diadakan upacara tahlilan (upacara bid’ah peringatan orang meninggal) di gereja Jombang Jawa Timur. (Doakan Gus Dur, Umat Berbagai Agama Gelar Yasinan & Tahlilan di Gereja http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/12/31/12598/doakan-gus-dur-umat-berbagai-agama-gelar-yasinan-tahlilan-di-gereja/)
Menjalani lakon seperti itu di antaranya diperankan dengan lebih galak terhadap kaum Muslimin yang dianggap musuhnya dibanding kepada orang syiah atau bahkan orang kafir sekalipun, karena telah menjadi temannya. Di saat kaum Muslimin sedang gencar-gencarnya berlawanan dengan Syiah, orang yang entah menirukan mendiang itu atau tidak, kurang lebihnya juga sama. Lantas mau dibilang apa?
(nahimunkar.com)

Selasa, November 19, 2013

Habib Rizieq akui foto dirinya bersama beberapa tokoh Syiah -



 http://cdn.ar.com/images/stories/2013/11/habib-rizieq-di-iran-tim.jpg

foto Habib Rizieq Syihab yang ramai beredar di dunia maya
JAKARTA (Arrahmah.com) - Beredarnya foto Habib Rizieq Syihab di dunia maya dengan beberapa tokoh Syiah akhir-akhir ini mengundang tanda tanya besar di kalangan umat Islam Indonesia. Bila hal ini dibiarkan terus tanpa ada penjelasan resmi dari pihak yang mendapat sorotan, dikhawatirkan akan ada fitnah-fitnah lanjutan yang menimpa umat Islam ini. Naudzubillah min dzalik
Alhamdulillah Imam besar Front Pembela Islam ini cepat merespon akan hal itu. Dia  membenarkan foto dirinya dengan beberapa tokoh yang di dalamnya terdapat beberapa orang Syiah. Hal ini diungkapkan langsung oleh Habib Rizieq Syihab dalam broadcast yang beredar pagi hari ini, Rabu, yang menurut sumber arrahmah.com adalah resmi dari Habib Rizieq Syihab.
Berikut ini adalah paparan Habib Rizieq, kami tampilkan seutuhnya, dengan beberapa bahasa singkatan, dan penggunaan huruf kapital yang digunakannya disempurnakan redaksinya, tanpa mengurangi kandungan isinya.
Habib Rizieq Syihab:
Asalamualaikum. Betul! Itu foto ana (foto di atas red) dan kawan-kawan saat kunjungan ke Iran selama sepekan pada bulan Mei 2006 untuk lihat program nuklir Iran.

Sebelah kiri ana Ayatullah Ali Taskhiri Ulama Syiah Iran yang sering wakili Iran dalam dialog Internasional Sunni – Syiah, dia tokoh Syiah moderat yang sering disebut Dr. Yusuf Al-Qordhowi dlm kitabnya. 
Kanan ana Ulama sunni Hanafi Iran, ana lupa namanya. Ujung kanan Dr.Abdul Mu’thi saat itu Ketua Pemuda Muhammadiyah, saat ini kalau tidak salah beliau salah satu Ketua PP Muhammadiyah, di sebelahnya Uan Shahab. Ujung kiri Dr. Imam Daraquthni Tokoh Muda Muhammadiyah pendiri Partai Matahari Besar (PMB), hingga kini kalau tidak salah masih jadi pengurus di PP Muhammadiyah. Di belakang Haddad Alwi, ada Ir.Iqbal Sullam kini Sekjen PBNU. Duduk di bawah ada dr.Yose pendiri Mer-C bersama Hasan Dalil. 
Kenapa ? Apakah ada yang aneh ? Kan ana sudah kasih tahu secara terbuka bahwa ana dan kawan-kawan pernah ke Iran beberapa tahun lalu. Apa ada yang sengaja eksploitasi foto tersabut untuk benarkan tuduhan ana Syiah? Mereka bodoh dan kekanak-kanakan.
Jangan panik, tenang saja. Kasih tahu saja mereka dengan santai bahwa foto ana dengan ulama Wahabi ada, dengan para pendeta ada, dengan rahib ada, dengan preman ada juga, dengan LDII pun ada, dengan Ahmadiyah saat dulu dialog ada juga, bahkan dengan monyet pun ada saat ana ke kebun binatang Ragunan. Apa itu semua berarti ana golongan mereka?
Kalau mereka berani dan yakin benar dengan tuduhan mereka, suruh saja mereka semua sekaligus untuk mubahalah dengan ana. ‘Afwan wa syukron.”
Waspada propaganda musuh Islam yang selalu mencari celah untuk memecah belah persatuan Ummat. 
Fitnah Syiah 
Belakangan ini  Habib Muhammad Rizieq Syihab gencar mendapat tuduhan bahwa dia adalah seorang yang cenderung Syiah (tasyayu’). Bahkan ada sebagian kalangan yang dengan yakin memfitnah Habib Rizieq sebagai seorang Syiah.
Salah satu hal yang membuat kalangan penuduh itu begitu yakin adalah beredarnya sebuah foto yang menunjukkan Habib Rizieq sedang berpose bersama sejumlah tokoh Syiah di Iran.
Habib Rizieq sendiri, lansir SuaraIslamOnline dalam berbagai kesempatan telah menyampaikan kepada umat bahwa dirinya dan ormas yang dipimpinnya, FPI, adalah ahlussunnah wal jamaah. Secara lebih rinci Habib Rizieq menyampaikan dalam bidang akidah mengikuti Imam Asy’ari, sedangkan dalam bidang fiqh mengikuti Imam Syafi’i. Bagi kalangan yang masih ngotot menuduhnya sebagai seorang Syiah, Habib Rizieq secara terbuka telah menantang mereka untuk bermubahalah (bersumpah saling laknat). (azm/arrahmah.com)

Jumat, Oktober 25, 2013

Ahok tolak himbauan Mendagri untuk kerjasama dengan FPI



JAKARTA (Arrahmah.com) – Wagub DKI Jakarta Ahok  langsung menolak untuk mengikuti himbauan  Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi agar Pemerintah Daerah (Pemda) merangkul dan bekerjasama dengan ormas, termasuk Front Pembela Islam (FPI). Ahok menganggap imbauan itu lelucon.
“Kerja sama makan siang bareng?” ujarnya sinis
Ahok mengaku bingung dengan kerja sama yang diimbau Mendagri. Ia mempertanyakan kerja sama seperti apa yang diharapkan Mendagri bila Pemda perlu bekerja sama dengan FPI.
Sebelumnya, Mendagri menegaskan bahwa FPI adalah aset bangsa. Mendagri mencontohkan, salah satu kiprah FPI adalah membantu korban tsunami di Aceh.
Menurut Mendagri, dalam civil society, pemerintah bisa bekerjasama dengan media, LSM ataupun ormas. “Ada prinsip di pemerintahan modern, pemerintah itu lebih banyak mengemudi dibanding mendayung. Jadi jangan ada, baik media, LSM, atau ormas yang tidak bekerja sama dengan pemerintah demi kepentingan bangsa. Itulah civil society. Selama ini kan seolah-olah ini pihak yang mengkritik dan ini yang dikritik. Kalau bersama-sama itu tidak ada lagi,” tegasnya.
(azmuttaqin/arrahmah.com)

Sabtu, September 14, 2013

Hari ini aksi sejuta umat Islam untuk tegakkan fatwa MUI dan tolak Miss World -



AKARTA (Arrahmah.com) – Forum Umat Islam (FUI) yang didalamnya tergabung 60 ormas Islam, akan menggelar aksi damai di Bundaran HI tepatnya di depan hotel Grand Hyatt Jakarta hari ini Sabtu (14/9/2013).
Unjuk rasa itu bertema Aksi damai sejuta umat Islam untuk tegakkan Fatwa MUI dan tolak Miss World. Aksi akan dimulai pada pukul 13.00 WIB.
Seruan untuk unjuk rasa ini datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Umat Islam dan Front Pembela Islam dan Majelis Mujahidin. Kaum Muslimin diserukan untuk hadir saat unjuk rasa ini. “Ajak keluarga, kerabat, sahabat, dan jama’ah serta masyarakat sebanyak-banyaknya,” bunyi seruan itu.
Kepada segenap peserta aksi dihimbau juga untuk membawa perlengkapan ibadah serta bekal. Karena seperti yang dituturkan Habib Rizieq saat orasi pada aksi unjuk rasa tolak Miss World Jum’at (6/9/2013), umat Islam besiap-siap untuk menginap di Hotel Grand Hyatt demi menggagalkan ajang Miss World di Indonesia.
(azmuttaqin/arrahmah.com)


Komentarku ( Mahrus ali): 

Gerakan mereka itu termasuk mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan. Jadi sangat di anjurkan dan tidak dilarang sampai kapanpun. Mereka ini termasuk di jalan Allah dan mereka yang menghalanginya  termasuk di jalan setan. Sangat senang sekali bila HT , salafy , atau jamiiyah NU  dan Muhammadiyah, LDII  ikut mereka. Ingatlah firmanNya:

Perintah untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. 'Ali `Imran 3:104

Ummat Islam membawa misi amar ma'ruf nahi munkar
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. 'Ali `Imran 3:110
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. At-Taubah 9:71
Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49).
Peringatan:Mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami:
088803080803( Smartfreand ). 081935056529 (XL ) atau  08819386306   ( smartfreand )
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1

Senin, September 09, 2013

Milisi Sipil dan Pemberantasan Kemungkaran





 
             
Milisi Sipil dan Pemberantasan Kemungkaran  




Pemberantasan Kemungkaran di Indonesia. Jakarta, Jum'at 6 September 2013 [FOTO; arrahmah.com]
Oleh : Ustadz Irfan S. Awwas
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin
(Arrahmah.com) - EKSISTENSI milisi swasta di Indonesia sudah dikenal sejak awal kemerdekaan. Ketika Mohamad Natsir menjabat sebagai Perdana Menteri, milisi swasta dijadikan sebagai bagian dari alat pertahanan negara, yang kemudian dikembangkan oleh KSAD AH. Nasution menjadi sistem pertahanan rakyat semesta.
Dari sinilah sebenarnya istilah pertahanan sipil (Hansip), termasuk Pam Swakarsa (Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa) berasal. Sekarang bermetamorfose menjadi Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) dengan tugas merencanakan, melaksanakan, mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan tugas-tugas ketentraman dan ketertiban umum serta penegakan peraturan Daerah.
Jadi, milisi sipil bukan hal asing dalam sistem pertahanan dan keamanan RI. Setiap negara memiliki kewajiban melindungi rakyat melalui program pertahanan, ketahanan dan keamanan. Pertahanan rakyat semesta, sesungguhnya merupakan kewajiban setiap warganegara untuk menjaga keamanan serta mempertahankan keutuhan negaranya.
Keberadaan milisi swasta, nampaknya masih dianggap relevan hingga sekarang, mengingat ketidak mampuan aparat keamanan mengatasi gangguan keamanan di tengah-tengah masyarakat. Pengamanan swakarsa dianggap efektif untuk membantu polisi, sebagai tanggung jawab warga, terutama untuk kepentingan yang lebih spesifik, yaitu antisipasi terorisme.
Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri, Progo Nurdjaman, pernah menyatakan bahwa Pam Swakarsa akan dibentuk di tiap daerah, sebagai kontribusi pemerintah daerah, disamping TNI dan kepolisian. Alasannya, jika mengandalkan aparat keamanan, dengan luas geografis begitu besar, tidak mungkin tanpa bantuan masyarakat. Maka memfungsikan Pam Swakarsa, adalah agar pengawasan keamanan dapat menjadi lebih efektif, sebagai bentuk partisipasi masyarakat.
Menjadikan ketidak mampuan aparat keamanan mengatasi ancaman dan mencegah kemungkaran, sebagai alasan melegalkan milisi sipil lebih diterima logika akal sehat. Ketimbang membiarkan kemungkaran dan kemaksiatan dengan alasan ekonomi, HAM dan semacamnya.
Bukankah dengan alasan yang sama pula, ketidak mampuan polisi memberantas korupsi, maka dibentuklah Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK). Ketidak mampuan Mahkamah Agung memperbaiki moral hakim pengadilan, maka dibentuk Komisi Yudisial (KY), dan kegagalan aparat keamanan menanggulangi terorisme, dibentuklah Densus 88 yang justru paling banyak melakukan pelanggaran hukum dan kemanusiaan.
Saat ini, sudah 68 tahun Indonesia merdeka, kita menyaksikan kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan. Pemerintah gagal memperbaiki moral bangsa, sehingga judi, prostitusi, minuman keras, narkoba merajalela. Begitu parahnya kerusakan moral melanda generasi muda, sampai-sampai departemen pendidikan di Sumsel mengusulkan perlunya tes keperawanan bagi siswi SLTA.
Begitupun maraknya aliran sesat seperti Syi’ah, Ahmadiyah, LDII dllnya membuktikan semakin bertambah banyak kemungkaran. Belum lama Irsyad Manji, seorang aktivis lesbianisme dari Amerika bikin kisruh di Indonesia. Dia mengatakan Al-Qur’an telah diedit oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian kasus Lady Gaga penyanyi dari Amerika yang mengusung setanisme (penyembah iblis, syetan).
Kebingungan mengatasi segala kemungkaran itu, membuat menteri kesehatan Nafsiah Mboi malah mempromosikan kondom untuk remaja, agar para korban zina tidak hamil, dan tidak tertularnya penyakit kelamin. Antisipasi tersebut sungguh pasti membuahkan kerusakan yang lebih besar, mengatasi kemungkaran dengan cara mungkar.
Pertanyaannya, jika pemerintah bertekad membebaskan masyarakat dari ancaman kekerasan, teror dll. Lalu siapa yang akan menyelamatkan Indonesia dari ancaman kemungkaran dan kemaksiatan seperti judi, prostitusi, minuman keras dengan segala kerusakan yang ditimbulkannya? Ancaman kekerasan tidak lebih besar bahayanya daripada ancaman kemungkaran. Kekerasan hanya menyakiti fisik, tapi kemungkaran merusak jiwa dan raga.

Milisi Swasta dan Pelanggaran Hukum

Bangkrutnya sebuah peradaban, antara lain disebabkan merajalelanya kemungkaran dan kemaksiatan. Ketika pemerintah lalai atau mengabaikan pemberantasan kemungkaran, maka menjadi kewajiban masyarakat untuk memberantasnya. Bagaimana jika penguasa sendiri yang melakukan kemungkaran, siapa yang akan memberantasnya?
Di Indonesia, segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan seperti korupsi, narkoba, judi, prostitusi, gratifikasi seks, minuman keras, termasuk dalam golongan penyakit masyarakat. Apabila penyakit ini tidak diberantas, maka akan menyebar sehingga menimbulkan kerusakan dan kehancuran secara merata.
وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Wahai kaum mukmin, janganlah kalian membiarkan adanya kemungkaran di sekitar kalian. Sebab jika adzab Allah turun, tidak hanya menimpa orang-orang yang berbuat kemungkaran saja, bahkan juga menimpa orang-orang shalih yang berada di tengah mereka. Ketahuilah bahwa adzab Allah itu sangat keras.” (Qs. Al-Anfal, 8: 25)
Pemberantasan kemungkaran yang dilakukan ormas Islam, misalnya yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) haruslah dipandang secara obyektif. Banyak kalangan yang menilai, bahwa sweeping tempat maksiat, yang dilakukan ormas Islam sebagai pelanggaran hukum, karena menimbulkan tindakan anarkis atau kekerasan. Sehingga mereka menggugat eksistensi ormas yang dikategorikan melakukan kekerasan terhadap pelaku maksiat dan aliran sesat, dan menuntut pembubaran ormas dimaksud.
Gugatan seperti ini, biasanya diteriakkan oleh komunitas liberal beserta kelompok dirivatnya seperti Gerakan Beda Isme, Indonesia Tanpa Diskriminasi, Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Mereka menjadi pembela ahli maksiat dan aliran sesat atas nama demokrasi dan hak asasi.
Tidak sekadar melindungi pelaku maksiat, tapi lebih jauh lagi, memfasilitasi pencegahan pelaksanaan ajaran Islam melalui Perda seperti: Perda pandai membaca Al-Qur’an, Perda Anti minuman keras, Perda Zakat, Perda anti maksiat, Pengesahan UU anti Pornografi dan Pornoaksi.
Apabila sweeping tempat maksiat seperti kasus Sukorejo Kendal, kemudian tuntutan pembubaran Syi’ah di Sampang, Ahmadiyah di Cikesik, dan penolakan pembangunan gereja Katolik Stanislaus Koska Bekasi yang terbukti berakhir bentrok, sebagai pelanggaran hukum. Apakah judi, prostitusi, minuman keras, narkoba, bukan termasuk pelanggaran hukum? Mengapa para pembela kemungkaran dan kemaksiatan itu tidak menuntut penutupan tempat maksiat itu?
Di Indonesia pelanggaran hukum, baik hukum negara maupun hukum agama, dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Anggota polisi jadi bandar judi banyak. Anggota DPR jadi pelanggan rumah bordil, pemabuk juga tidak sedikit. Sama tidak sedikitnya pejabat menteri jadi koruptor.
Mengadili Islam dan ormas Islam menggunakan parameter demokrasi dan hak asasi, sementara menolak melakukan sebaliknya. Mengadili dan mengoreksi demokrasi dan hak asasi manusia menggunakan parameter Islam, jelas diskriminatif dan menyesatkan.
Akibatnya, ketika terjadi penembakan dan pembunuhan tersangka teroris oleh polisi tanpa pengadilan, para pembela HAM tidak terusik, seakan atas nama teroris membunuh dengan melanggar hukum/HAM tidak masalah. Ketika terjadi bentrokan karena penolakan warga atas pembangunan gereja, kelompok liberal menuduh ormas Islam menghalangi pembangunan rumah ibadah, padahal penolakan masyarakat karena adanya pelanggaran terhadap aturan negara dan kesepakatan bersama.
Begitupun, serangan preman terhadap FPI di Kendal, tersebar opini yang menyesatkan. Sweeping FPI melanggar hukum sehingga terjadi bentrokan dengan warga masyarakat. Padahal yang terjadi masyarakat maksiat alias preman menyerang FPI, tetapi opini yang tersebar memosisikan korban kekerasan sebagai pelaku kekerasan.
Inilah ketidak adilan yang dikembangkan kaum liberal karena kebencian. Dengarlah nasihat Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai kaum mukmin, nyatakanlah kebenaran karena Allah, dan jadilah saksi yang adil. Janganlah kebencian kalian pada suatu kaum menyebabkan kalian berbuat tidak adil kepada mereka. Berbuat adillah kalian, karena keadilan itu menjadikan manusia lebih dekat kepada Allah. Taatlah kepada Allah, sungguh Allah akan memberitahukan balasan atas semua perbuatan kalian.” (Qs. Al-Maaidah, 5: 8)
Ketika polisi gagal memberantas kemungkaran, adanya milisi sipil seperti FPI sangat membantu. Jika aparat negara bertanggungjawab, melaksanakan tugasnya secara profesional maka yakinlah ormas-ormas itu tidak akan sibuk-sibuk melakukan sweeping. 
Anehnya, masih ada yang berpendapat tidak perlu ada campur tangan negara dalam penegakan moral dan agama. Ketika masyarakat yang sadar akan kewajibannya memberantas kemungkaran, dan tidak adanya tindakan hukum atas mereka karena polisi sengaja membiarkan aksi kekerasan oleh ormas tertentu, dicurigai karena dibekingi petinggi keamanan.

Respons Aparat terhadap Kasus Maksiat

Mengapa kemaksiatan sulit diberantas, sekalipun negara menyatakan bahwa judi, prostitusi, minuman keras adalah penyakit masyarakat? Apakah pekat ini sengaja dipelihara, untuk tujuan yang tidak sekadar finansial, tapi untuk merusak masyarakat? Siapa pelindung kermungkaran dan kemaksiatan sehingga sulit sekali diberantas, bahkan mustahil ditutup lokasi judi, prostitusi, narkoba, sekalipun melanggar ajaran agama dan UU negara?
Di negara yang berKetuhanan Yang Maha Esa dan mengaku menghormati nilai-nilai agama ini, prilaku mungkarat dan maksiat merajalela, sungguh memprihatinkan. Maraknya segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran di Indonesia, mengingatkan banyak orang pada logika sesat mantan Gubernur DKI Ali Sadikin. Dalam wawancara dengan Majalah Tempo, 21-27 Maret 2005, Ali Sadikin terang-terangan menyatakan demi judi, saya rela masuk neraka.”
“Saya ingin bersikap realistis dan tidak munafik. Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977), saya melegalkan judi karena pemda tak punya anggaran cukup. Padahal saat itu butuh banyak uang untuk membangun sekolah, puskesmas, dan jalan. Alim ulama semua meributkan, tapi saya bilang ke mereka:
“Kalau mengharamkan judi, bapak-bapak kyai semua ini kalau keluar pesantren naik helikopter saja. Jangan menginjakkan kaki di jalan yang dibangun Pemprov. Soalnya, jalan-jalan semua saya bangun dari uang judi. Jadi, jalan di Jakarta juga haram.”
Ia juga menyatakan: “Ya! Saya tahu judi itu haram. Tapi kita harus memikirkan masyarakat kecil. Demi judi, saya rela masuk neraka. Tapi saya yakin Allah mengerti apa yang saya perbuat. Saya jengkel dengan orang-orang yang mengaku Islam itu. Mereka merasa dirinya malaikat. Mereka masih berpikir seperti abad ke-15.”
Ia juga mengaku terus terang, dialah yang membuat lokalisasi pelacuran di Kramat Tunggak (sebelum akhirnya Gubernur Sutiyoso merubuhkannya dan menggantinya dengan Jakarta Islamic Center).
“Ya. Saya yang membuat lokalisasi di Kramat Tunggak. Soalnya, ketika itu banyak berkeliaran “becak komplet” yang isinya wanita tunasusila. Daripada berkeliaran di jalan, lebih baik dibuat lokalisasi khusus. Sekarang juga banyak ABG di mal-mal yang menjadi wanita tunasusila. Mengapa tidak kita lokalisasi saja? Itu lebih baik. Saya heran Pemda DKI dan DPRD menutup Kramat Tunggak. Saya sudah bilang ke Sutiyoso, “Memang nanti Sutiyoso masuk surga. Kalau saya, sih, akan masuk neraka,” kata Ali Sadikin.
Tokoh Masyumi yang ‘sezaman’ dengan Ali Sadikin, Mr. Mohammad Roem dalam catatannya di “Bunga Rampai Sejarah”, mengkritik sikap Gubernur yang urakan ini.
Menurutnya, Ali Sadikin juga pernah menyatakan: “Sembahyang 1000 kali tidak dapat menghasilkan uang satu juta rupiah.” Waktu memberikan sambutan di Panti Asuhan di wilayah Lenteng Agung (1973), menurut Roem, Ali Sadikin menyatakan di depan wartawan: “Kalau panti asuhan ini menginginkan perbaikan jalan, apakah tahu berapa biayanya untuk jarak sepanjang 7 km. Biayanya adalah 140 juta. Dari mana uangnya? Apakah bisa dari tajuk rencana surat-surat kabar?”
Ali Sadikin telah menanam pohon kejahatan menggunakan otoritas pemerintah, dan tumbuhan itu sekarang beranak pinak sehingga sulit diberantas. Dampak buruk dari judi telah merusak masyarakat. Ali Sadikin mengorbankan moral masyarakat hanya untuk bangun jalan. Lalu digunakan untuk apa pajak masyarakat, dan dana lain yang dipungut dari rakyat, sehingga memosisikan para penjudi dan pelaku maksiat sebagai orang paling berjasa untuk membangun negara? Ali Sadikin adalah gubernur paling bertanggung jawab atas kebobrokan moral rakyat akibat judi dan zina. Kelak di akhirat para penjudi dan penzina yang masuk neraka akan menuntut tanggungjawab Ali Sadikin.
Logika sesat Ali Sadikin banyak menginspirasi pejabat negara. Firman Allah:
وَإِذْ يَتَحَاجُّونَ فِي النَّارِ فَيَقُولُ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعاً فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا نَصِيباً مِنَ النَّارِ * قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُلٌّ فِيهَا إِنَّ اللهَ قَدْ حَكَمَ بَيْنَ الْعِبَادِ
“Ketika kaum Fir’aun bertengkar dalam neraka, maka para pengikut Fir’aun berkata kepada para pembesarnya yang congkak: “Sungguh dahulu kami menjadi pengikut kalian. Apakah sekarang kalian dapat menyelamatkan kami dari adzab neraka?” Para pembesar Fir’aun yang congkak berkata: “Kita semua sama-sama menanggung derita adzab di neraka ini. Sungguh Allah telah selesai mengadili perkara para hamba-Nya.” (Qs. Al-Mukmin, 40: 47-48)
Bagaimana antispasi dan strategi melawan kemungkaran? Pemerintah harus melenyapkan segala sumber kemaksiatan sekecil apapun. Menjadikan milisi atau ormas sebagai mitra pemerintah dalam pemberantasan kemungkaran, bukan menganggapnya musuh atas nama anti kekerasan sementara melindungi para pelaku kemungkaran.
Apabila penegak hukum, dalam hal ini polisi, menjalankan tugas pengamanan dan penegakan hukum dengan adil. Berani menindak tegas atas siapa pun yang melanggar hukum, baik terhadap ormas yang melakukan aksi anarkis maupun terhadap tempat hiburan malam yang tidak mau mematuhi aturan hukum yang berlaku, maka sweeping ormas mungkin tidak diperlukan lagi.
(Ukasyah/arrahmah.com)



Jumat, September 06, 2013

Pernyataan sikap Forum Umat Islam tolak pagelaran Miss World di NKRI -



Demo FUI didepan kantor MNC
JAKARTA (Arrahmah.com) – Tirani minoritas, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kenekatan penyelenggara Miss World di Indonesia. Meski tak satupun elemen umat Islam di negeri ini yang ridho alias setuju atas ajang maksiyat umbar aurat Miss World, mereka tetap memaksakan kehendak minoritasnya atas mayoritas kaum Muslimin Indonesia.
Adalah Liliana Tanoesoedibjo istri bos MNC group Hary Tanoesoedibjo gembong dari acara maksiyat Miss World untuk digelar di Indonesia. Sikap arogansinya membuat dia tak peduli terhadap umat Islam. Karena itu Habib Rizieq dalam orasinya di Bundaran HI Jumat (6/9/2013) menyatakan umat Islam Indonesia akan siap perang terhadap penyelenggara Miss World ini, jika acara itu tetap digelar.
Sementara itu Forum Umat Islam yang beranggotakan tidak kurang 60 Ormas Islam menyerukan kepada seluruh alim ulama, pimpinan ormas, pimpinan parpol Islam, para pimpinan pesantren, Majelis Taklim, DKM, dan lembaga Islam lainnya, serta para pejabat muslim, aktivis Islam dan umat Islam pada umumnya untuk tidak berdiam diri terhadap acara kemaksiatan, kemungkaran, dan kezaliman pagelaran Miss World tersebut, tetapi proaktif untuk melakukan berbagai langkah menghentikan Miss World baik dengan lobby, delegasi, demonstrasi, maupun doa dan qunut nazilah agar acara maksiat besar tersebut gagal terlaksana.
Berikut adalah isi selengkapnya dari pernyataan sikap Forum Umat Islam tolak pagelaran Miss World di NKRI.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sehubungan dengan rencana pagelaran Miss World di Jakarta, Bali dan Bogor pada September 2013, yang merupakan bisnis amoral mengeksploitasi aurat perempuan demi mengeruk keuntungan semata, yang asal usulnya adalah kontes bikini dari Inggris sejak 1951 yang jelas tidak sesuai dengan budaya dan kesusilaan bangsa dan negara Indonesia yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kami tokoh dan pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menyatakan :
1.    Pagelaran Miss World bertentangan dengan dasar negara Ketuhanan Yang Maha Esa (UUD 1945 Pasal 29 ayat 1), yakni Allah yang Maha Kuasa (Pembukaan UUD 1945), yang telah melarang para wanita memamerkan auratnya kecuali kepada suami mereka (QS. An Nuur 31). 
2.    Pagelaran Miss World melanggar pasal kesusilaan dalam KUHP Pasal 281 dan 282 dan 10 SK Pelarangan Ratu-ratuan yang dikeluarkan oleh sejumlah Menteri, Dirjen, dan Gubernur.
3.    Pagelaran Miss World bukan budaya bangsa Indonesia sebagaimana dikatakan Presiden Soeharto tatkala menolak permintaan izin mengirim putri Indonesia ke kontes kecantikan dunia ke luar negeri.
4.    Pagelaran Miss World bertentangan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 287 tahun 2001 yang antara lain menyatakan : (1) memamerkan aurat, memakai pakaian ketat, melakukan gerakan-gerakan yang merangsang birahi, dll serta membiarkan diambil gambarnya dll… serta menyiarkan perbuatan haram tersebut dll adalah haram; (2) Membantu dan/atau membiarkan tanpa pengingkaran terhadap perbuatan-perbuatan yang diharamkan di atas adalah haram; (3) Mendesak kepada semua pihak untuk segera menghentikan segala bentuk aktifitas yang diharamkan sebagaimana dimaksud oleh bagian pertama fatwa ini dan melakukan taubat nasuha; (4) Mendesak dengan sangat kepada semua penyelenggara pemerintahan dan negara agar segera  melarang dan menghentikan segala bentuk perbuatan haram dimaksud fatwa ini serta tidak memberikan izin terhadap penyelenggaraan serta tidak menjadikan segala bentuk perbuatan haram dimaksud fatwa ini sebagai sumber pendapatan; (5) Mendesak kepada seluruh lapisan masayarakat, terutama tokoh agama agar turut serta secara aktif dan arif menghentikan segala bentuk perbuatan haram tersebut.
5.    Pagelaran Miss World yang dikomandani Liliana Hary Tanoesoedibjo, istri bos MNC Group yang punya TV MNC, Global, dan RCTI dan seorang politikus kutu loncat Hary Tanoesoedibjo yang menjadi Cawapres bersama Wiranto dari Partai Hanura jelas merupakan ajang kemaksiatan, kemungkaran, dan kezaliman yang besar yang dipaksakan kepada bangsa Indonesia demi keuntungan bisnis dan keuntungan politik jangka pendek dalam rangka meningkatkan popularitas pribadi tanpa memperhatikan dampak buruk bagi bangsa dan negara. Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa telah mengancam hal demikian dalam firman-Nya: “Dan peliharalah diri kalian  dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Alquran Surat Al Anfal ayat 25).
Oleh karena itu, kami  tokoh dan pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) meminta:
1.    Kepada pemerintah dan pejabat negara baik Presiden, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kapolri, Menteri Agama, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Bali, Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, dan para pejabat terkait penyelenggaraan Miss World agar mencegah dan menghentikan kemaksiatan, kemungkaran, dan kezaliman pagelaran Miss World dengan tidak mengizinkan dan atau membatalkan izin penyelenggaraannya di seluruh wilayah NKRI yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Kuasa.
2.    Kepada panitia penyelenggara Miss World agar menghentikan dan membatalkan penyelenggaraan kontes maksiat Miss World di seluruh wilayah NKRI dan bertaubat dengan taubatan nasuhah kepada Allah Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa.
3.    Kepada media massa agar tidak menyiarkan acara kemaksiatan, kemungkaran, dan kezaliman pagelaran Miss World yang akan merusak akhlak dan budaya masyarakat Indonesia yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Kuasa.
4.    Kepada seluruh alim ulama, pimpinan ormas, pimpinan parpol Islam, para pimpinan pesantren, Majelis Taklim, DKM, dan lembaga Islam lainnya, serta para pejabat muslim, aktivis Islam dan umat Islam pada umumnya untuk tidak berdiam diri terhadap acara kemaksiatan, kemungkaran, dan kezaliman pagelaran Miss World tersebut, tetapi proaktif untuk melakukan berbagai langkah menghentikan Miss World baik dengan lobby, delegasi, demonstrasi, maupun doa dan qunut nazilah agar acara maksiat besar tersebut gagal terlaksana.
5.    Kepada seluruh umat Islam untuk tidak memilih pasangan Capres-Cawapres Wiranto-Hary Tanoesudibyo selama mereka tidak menghentikan pagelaran Miss World yang dikomandani istri Hary Tanoesoedibjo yakni Liliana Tanoesoedibjo.
6.    Kepada seluruh tokoh umat beragama dan siapapun yang peduli dengan penjagaan moral bangsa agar bersuara menentang pagelaran maksiat Miss World yang menodai moral bangsa dan agama.
7.    Kepada Gubernur Bali dan pimpinan masyarakat Hindu Bali yang melakukan tindakan provokatif terhadap tokoh dan umat Islam hendaknya segera meminta maaf dan bertaubat sebelum datangnya adzab Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa meratakan adzab-Nya kepada mereka.    
Semoga rakyat dan bangsa Indonesia masih dilindungi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa  bilamana bangsa ini masih beriman dan bertaqwa kepada-Nya dan membuktikan keimanan dan ketaqwaan mereka dengan menghentikan pagelaran Miss World dan segala bentuk kemaksiatan, kemungkaran, dan kezaliman apapun.  Akhirnya marilah kita renungkan firman Allah SWT:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf 96).
Wabillahittaufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 Jakarta, 1 Dzulqaidah 1434 H / 6 September 2013
Forum Umat Islam
KH Muhammad Al Khaththath
Sekretaris Jenderal

 FORUM UMAT ISLAM:
Perguruan As Syafi’iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyyah, Hizb Dakwah Islam (HDI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Hidayatullah, Al Washliyyah, YPI Al Azhar, Majelis Mujahidin, Jamaah Anshorut Tauhid, Gerakan Reformis Islam (GARIS), MER-C, KISPA, Gerakan Pemuda Islam (GPI), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI), LPPD Khairu Ummah, Syarikat Islam (SI), Forum Betawi Rempug (FBR), Tim Pengacara Muslim (TPM), Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Adz Zikra, PP Daarut Tauhid, Korps Ulama Betawi, KAHMI, PERTI, Ittihad Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti Utang (KAU), PPMI, PUI, JATMI, PII, BMOIWI, Wanita Islam, Pesantren Missi Islam, Forum Silaturahmi Antar-Pengajian (FORSAP), Irena Center, Laskar Aswaja, Wahdah Islamiyah, Forum Ruju’ Ilal Haq, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia (PNUI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan organisasi-organisasi Islam lainnya.
(azmuttaqin/arrahmah.com)
Komentarku ( Mahrus ali): 
Mereka yang ikut andil dalam memberantas kemungkaran, bukan mengajak kemungkaran sebagaimana panitia Miss word ini adalah tergolong  umat terbaik dan panitia tsb tergolong umat terjelek dalam ayat ini;
كنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (Ali Imran: 110)
Allah berfirman dalam kisah Luqman,
وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17)
Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smart freand) 081935056529 ( XL )
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo. Jatim.