Tampilkan postingan dengan label Bid`ah sesat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bid`ah sesat. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 12, 2016

Gafatar aliran sesat yg terlarang


 

Assalammualaikum........
Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenal Komunitas ini,Insya Allah saya akan membahas tentang ajaran sesat ini....



GAFATAR(Gerakan Fajar Nusantara)dideklarasikan pada tanggal 21 Januari 2011,yang diketuai oleh Mahful M Tumanurung,kalo kita perhatikan dengan seksama tentang Namanya,namanya Gerakan Fajar Nusantar,tapi koq sesat ya???
Nih saya akan Jelaskan,GAFATAR Adalah Suatu Komunitas pengganti KOMAR(Komunitas Millah Abraham),yang sudah lama dibubarkan karena sesat oleh MUI Depok beberapa Tahun yang Lalu,sebelum GAFATAR Ketahuan oleh VOA ISLAM,Saya sudah mengetahuinya terlebih dahulu,Karena saya adalah Mantan Pengikut GAFATAR DPP wilayah Provinsi Jawa Barat,waktu itu saya menjabat sebagai Sekretaris
DPL 1 Wilayah Sumedang,padahala Rumah saya ada di Bandung.....
Saya akan menceritakan waktu pertama saya gabung di Ormas Sesat Tersebut....

Kejadiannya sudah lama,saya gak inget kapan saya gabung,tetapi waktu pertama saya diajak itu pada Bulan Ramadhan tahun 2011 yang lalu,disana saya mendapatkan Ilmu tentang Islam,doktrin mereka adalah Bahwa Islam adalah DIEN,Bukan Agama,terus saya juga diajarkan tentang 7 Sisitem mereka,saya udah Lupa sistem-sistemnya apa aja,maklum saya udah lama keluar karena ada yang berbeda dari ajaran Islam yang dipeluk kita-kita ini,setelah beberapa Jam kita membahas tujuan Mereka,terus waktunya istirahat,nah keganjilan mereka dimulai dari sisni,mereka Tidak Melakukan Shaum Ramadhan,wah,bener-bener sesat nih,karena waktu itu bulan Ramdhan,harusnya mereka Shaumkan???mereka gak Shaum,malah mereka memakan Mie Instan didepan mata saya,mereka Bilang bahwa Shaum itu TIDAK Berguna,mereka bilang bahwa Ibadah-Ibadah Ritual Kita,seperti Shalat,Shaum,Zakat,Ibadah Haji,tau yang lain-lain itu tidak berguna Bila 7 Sistem mereka tersebut belum terlaksanakan di Indonesia,Alhamdulillah,saya Masih Shaum waktu itu,karena saya belum masuk Anggota mereka.....
Kesesatan mereka terus terlihat,dalam pembahasan selanjutnya setelah istirahat tersebut,mereka memaparkan bahwa Mereka Tidak mengakui Hadits sebagai pedoman mereka,alias mereka TIDAK percaya Hadits,ehm,makin menyimpang aja nih.........
terus,mereka Bilang bahwa Nabi Muhammad SAW/Rasulullah SAW Adalah ketrunan Fir'aun,terus,mereka tidak memakai Bahasa Arab gitu,kaya Assalammualaikum.wr.wb,mereka ganti dengan Damai Sejahtera,dsb.
woooooow,pernyataan mereka lebih buruk nih.........



Setelah pertemuan tersebut,1 Bulan setelahnyapun,saya Dilantik menjadi anggota mereka,dengan Janji dibawah:

Atas Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Saya Berjanji
1. Saya menyatakan janji ini kepada Allah disaksikan oleh penyampai risalah Allah yang bertanggung jawab (Ulangan 29:9-13)
2. Saya menyatakan janji ini secara sadar dan sungguh-sungguh ikhlas tiada paksaan dari siapapun juga (1 Petrus 5:1-3)
3. Saya menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan segala bentuk pengabdian selain kepada Allah dan sanggup mengemban tugas sebagai penyampai risalah Allah untuk mengajak manusia menegakkan jalan kebenaran di bumi allah (Yohanes 15:1-17, Matius 10:5-8, Matius 12:17-21)
4. Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzinah, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta dan tidak akan berbuat durhaka terhadap ajaran Allah. (Keluaran 20:1-17)
5. Saya siap menerima bimbingan dari penyampai firman Allah yang menjadi Pembina saya. (Kisah Para Rasul 8:30-31)
6. Kiranya Allah membenarkan janji yang saya nyatakan ini, serta membimbing saya menjadi ummat yang diberkati-Nya (Matius 9:35-38)
7. Segala puji bagi Allah, Tuan Semesta Allam, Allah Abraham. (Matius 22:32, Kejadian 13:14, Kejadian 17:1-8, 15-21, Matius 3:9-10).

Janjinya sih sebenernya gak semuanya gini,cuman janji tersebut mirip sama Janjinya GAFATAR Dulu.....
Mungkin itu saja yang bisa saya Share sekarang,saya gak bisa Share seluruhnya,soalnya saya Lupa,maklum udah lama saya gak ngikut mereka Lagi.....
Tapi,pesan saya,berhati-hatilah,cara mereka mengajak mereka sekarang sudah berubah,mereka sekarang memakai Bahasa yang "UNIVERSAL"atau bahasa yang sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.....
Terima Kasih atas perhatian Sobat Pembaca yang udah mau baca Artikel pendek ini,jangan Lupa,kalo Artikel ini bermanfaat,Share ke Sobat Muslim lainnya Juga,terus komentarnya Juga sangat saya butuhkan,untuk meningkatkan Kualitas Artikel buatan saya......
Akhir Kata,Wassalammualaikum...........

Kamis, Juli 30, 2015

Jawabanku untuk Singopolo Bangil



 Pernah belajar di Dalwa Islamic Boarding School

Dia menulis :
Barangsiapa belajar kpd seorg guru, setelah lama belajar dia mengingkari ilmu dan perbuatan guru tersebut ( mendurhakainya) , apakah pantas murid yg durhaka mendapat ilmu manfaat? Dan bagaimana kita bisa mengikuti murid yg demikian ? Renungkanlah!
 Komentarku ( Mahrus ali ):
Perkataan tsb mungkin di arahkan kpd orang lain. Juga boleh juga untuk saya. Dan komentar  itu  di kolom komentar status sy Bila  untuk sy maka  sy jawab sbb:

Bagaimana  nasib sy bila  guru ahli bid`ah sy, terus saya ikuti keibid`ahannya. Sudh  tentu  saya akan sesat dengan sendirinya  tanpa  disuruh sesat.
Bagaimana nasib sy bila saya meninggalkan dalil  sahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengambil ajaran  guru yg menyalahi  dalil. Sudah tentu sy ini termasuk melanggar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk taat pd  guru tsb.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sy tinggalkan untuk mengambil guru ahli bid`ah. Ini sama dengan ihtihza`, menghina kpd Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Saya ingat firmanNya:
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tobat 65.
Bila  sy taat pd ajaran guru ahli bid`ah sampai mati, maka  sy mati  dlm keadaan ahli bid`ah, bukan ahli sunnah . Semoga Allah menyelamatkan sy dari padanya.
Saya harus menyelisihi guru sy yang ahli bid`ah untuk ikut dalil atau guru  ahlissunnah yg komit .
Anda menyatakan:
apakah pantas murid yg durhaka mendapat ilmu manfaat?

Komentarku ( Mahrus ali ):
Murid yg taat pd ajaran guru ahli bid`ah jelas mendapat ilmu kesesatan yg membahayakan kpd  kaum muslimin dan dirinya sendiri. Dan  murid yg durhaka kepada  guru ahli bidah dan membuang ajaran kebid`ahannya, lalu mengganti  dengan  ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  yg berdalil  akan bermanfaat  untuk  diri dam kaum muslimin. Ilmu sedemikian ini  dikatakan bermanfaat bukan berbahaya . Ini ilmu yg mencerahkan bukan ilmu kebid`ahan yg menggelapkan.
Tidak ada ilmu kebid`ahan yg bermanfaat. Seluruh ilmu kebid`ahan membahayakan. Cuman salah kaprah dikalangan ahli bid`ah istilah ilmunya tidak manfaat untuk  ilmu kebid`ahan yg ditinggalkan.
Ingat perkataan salaf kita :
Imam Ahmad pernah menyatakan: 

لاَ  تُقَلِّدْنِي وَلاَ  مَالِكًا وَلاَ  الثَّوْرِيَّ وَلاَ  الشَّافِعِيَّ
Jangan ikut kepadaku,atau Imam Malik, Tsauri atau Syafii.
Ali ra  berkata :
مَا كُنْتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقَوْلِ أَحَدٍ *
Aku  tidak akan meninggalkan sunah Nabi  S.A.W.    karena  perkataan orang “. [1]
Imam Malik berkata :
إنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ فَاعْرِضُوا قَوْلِي عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ
        Aku hanyalah manusia , terkadang pendapatku benar , di lain waktu kadang salah . Karena itu , cocokkan perkataanku ini dengan kitabullah dan hadis Rasulullah .

Imam Syafii yang menyatakan :
إذَا صَحَّ الْحَدِيثُ فَاضْرِبُوا بِقَوْلِي الْحَائِطَ وَإِذَا رَأَيْت الْحُجَّةَ مَوْضُوعَةً عَلَى الطَّرِيقِ فَهِيَ قَوْلِي .
Bila ada hadis sahih , maka  lemparkan perkataanku ke tembok . Bila kamu lihat hujjah telah berada di jalan , maka  itulah perkataan ku 
 لاَ تُقَلِّدْ دِينَك الرِّجَالَ فَإِنَّهُمْ لَنْ يَسْلَمُوا مِنْ أَنْ يَغْلَطُوا .
Dalam masalah agama,jangan ikut orang , sebab  mereka mungkin juga salah .

Anda menyatakan:


 Dan bagaimana kita bisa mengikuti murid yg demikian ? Renungkanlah!

Komentarku ( Mahrus ali ):
Mengikuti murid yg durhaka kepada guru ahli bid`ah lalu  taat pd  Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jelas lebih baik  dari pada mengikuti kpd murid yg sendiko dawuh kpd guru ahli  bid`ah yg boleh dikatakan penegak kebid`ahan
untuk mematikan sunnah.

Jumat, April 12, 2013

Cara membungkam mulut ahli bid`ah




نيل الأوطار - (ج 3 / ص 13)
فَعَلَيْك إذَا سَمِعْت مَنْ يَقُولُ هَذِهِ بِدْعَةٌ حَسَنَةٌ بِالْقِيَامِ فِي مَقَامِ الْمَنْعِ مُسْنِدًا لَهُ بِهَذِهِ الْكُلِّيَّةِ وَمَا يُشَابِهُهَا مِنْ نَحْوِ قَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : { كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ } طَالِبًا لِدَلِيلِ تَخْصِيصِ تِلْكَ الْبِدْعَةِ الَّتِي وَقَعَ النِّزَاعُ فِي شَأْنِهَا بَعْدَ الِاتِّفَاقِ عَلَى أَنَّهَا بِدْعَةٌ ، فَإِنْ جَاءَك بِهِ قَبِلْته ، وَإِنْ كَاعَ كُنْت قَدْ أَلْقَمْته حَجَرًا وَاسْتَرَحْت مِنْ الْمُجَادَلَةِ .
Bila kamu mendengar orang yang bilang ini bid`ah hasanah , hendaklah kamu bersikap melarang dengan berpegangan kepada dalil umum dan sesamanya,  semisal sabda Rasulullah SAW: “Setiap bid`ah sesat”. Lantas minta  dalil yang mentahsis atau mengecualikan bid`ah yang diperdebatkan itu, setelah disepakati ia adalah bid`ah. Bila dia datang dengan dalil, terimalah. Bila dia mengelak, maka kamu telah menutup mulutnya dengan batu dan kamu  bisa istirahat dari perdebatan. Nailul autar  13/3

Blog ke tiga
Peringatan: Bila mesin pencari diblog tidak berfungsi, pergilah ke google lalu tulislah:  mantan kiyai nu    lalu teks yang kamu cari
Mau nanya hubungi kami:
088803080803. 081935056529
Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1
                           Waru Sidoarjo
 

Sabtu, Desember 22, 2012

Hari Ibu ? Siapa Yang Memulai…






Apa sih sejarah dan makna dari Hari Ibu, dan kenapa tanggal 22 desember ditetapkan sebagai hari ibu? Mari kita cari tahu. Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskan ibu dari tugas rumah tangga yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Hari Ibu diperingati dengan berbagai alasan. Di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Ibu atau Mothers Day dirayakan pada bulan Maret. Hal itu berhubungan dengan kepercayaan mereka memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah atau mitologi Yunani Kuno. Di negara seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Belanda, Malaysia, dan Hongkong, Hari Ibu diperingati pada hari Minggu kedua bulan Mei. Karena hari itu pada 1870 seorang ibu aktivis sosial, Julia Ward Howe, mencanangkan pentingnya perempuan bersatu menghentikan Perang Saudara di Amerika yang belum berserikat.
 Sejarah hari ibu telah dikenal pasti sebagai perayaan musim bunga orang-orang Greece, sebagai penghormatan terhadap Rhea, ibu kepada tuhan mereka.
Masyarakat Inggris pada tahun 1600 merayakan hari yang mereka namakan sebagai “Mothering Sunday”. sebagian orang-orang Kristen akan berhenti memakan makanan tertentu karena alasan  dogma agama. Mereka beralasan amalan tersebut diciptakan karena sebagai penghormatan mereka terhadap Mother Mary. Mother Mary adalah Maryam, ibu kepada Nabi Isa Alaihissalam atau Jesus yang mereka anggap sebagai tuhan.
Saat hari itu juga, mayoritas rakyat inggris yang fakir dan miskin, bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka sanggup bekerja jauh meninggalkan keluarganya karena percaya bahwa Jesus akan memberikan kekayaan dan kesenangan dalam waktu itu. Menjelang hari Ahad keempat, mereka diliburkan oleh majikannya, dan pulang ke kampung untuk bertemu dengan ibu. Setiap ibu akan dihadiahkan dengan Mothering Cake atau kue hari ibu untuk merayakan hari tersebut.
Kemudian amalan dan tradisi ini menular ke seluruh dunia dan hingga kini disambut sebagai penghormatan kepada Mother Church. Mother Church dianggap sebagai kuasa spiritual yang agung yang memberi manusia kehidupan dan memelihara mereka dari keterpurukan. Sejak dari itu, perayaan Mothering Sunday telah bercampur aduk dengan upacara keagamaan gerejaan.  dan mejadi ritual agama penghormatan mereka terhadap ibu sama taraf dengan penghormatan mereka terhadap gereja.
 Di Amerika Serikat, Hari Ibu disambut seawal 1872 hasil ilham Julia Ward Howe. seorang aktivis sosial dan telah menulis puisi ” The Battle Hymn of The Republic” (TBHoTR). TBHoTR telah dijadikan lagu patriotik yang cukup populer di kalangan warga Amerika pada saat itu. Ungkapan “Hallelujah” dalam bait-bait lagu tersebut memberikan sentuhan kepada Kaum Yahudi dan Zionis  untuk menguasai politik dunia.









 Pada tahun 1907 Anna Jarvis dari Philadelphia telah memulai kampanye untuk melancarkan Hari Ibu. Ia pun telah berhasil mempengaruhi Mother’s Church di Grafton, Sehingga west Virginia merayakan dan meramaikan Hari Ibu pada hari ulang tahun kedua kematian ibunya, yaitu pada hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Semenjak saat itu, Hari Ibu dirayakan setiap tahun di Philadelphia.
Anna Jarvis dan pendukungnya telah menulis surat kepada menteri, pengusaha dan ahli-ahli politik agar Hari Ibu disambut secara meluas di seluruh wilayah. Usaha mereka telah berhasil sepenuhnya pada tahun 1911 dan hari tersebut disambut baik oleh hampir seluruh wilayah Amerika. Pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson, secara resmi Hari Ibu sebagai Hari cuti umum dan harus rayakan pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei. Biarpun sebahagian besar negara-negara di dunia menyambutnya pada hari yang berlainan, tetapi negara seperti Denmark, Finland, Itali, Turki, Australia, dan Belgium masih merayakannya pada setiap hari Ahad kedua dalam bulan Mei.
Bagaimana dalam Islam ?
Islam, tanpa mengenal hari tertentu, mewajibkan setiap anak selalu mengistimewakan seorang Ibu. Mungkin kita tidak pernah menyadari, begitu banyak yang telah dilakukan seorang Ibu. Ibu mengandung kita selama 9 bulan 10 hari, berjuang melawan rasa sakit ketika melahirkan, mengesampingkan waktu istirahatnya untuk menyusui, juga merawat ketika kita sehat apalagi saat sakit, dan banyak lagi hal lainnya yang mustahil dapat kita hitung dan kita balas seluruh pengorbanannya.
“Seandainya kita diberi kemampuan membayar setiap tetes ASI, tidak akan ada seorang pun yang dapat melunasi jasa Ibu seumur hidup kita”, Sabda Rosululloh.
Untuk itu, Islam begitu mengistimewakan seorang Ibu, seperti yang banyak kita temui di dalam al-Quran, hadis, dan kisah-kisah teladan.
Allah SWT berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’,” (QS al-Isrã’ [17]: 23-24).
Bila hal itu dijelaskan, maka perayaan hari ibu tidak diperbolehkan. Tidak boleh mengadakan simbol-simbol perayaan seperti kegembiraan, kebahagiaan, penyerahan hadiah dan lain sebagainya. Seorang muslim wajib memuliakan agamanya dan bangga dengannya dan hendaknya membatasi diri dengan ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dalam agama yang lurus yang telah diridloi Allah Ta’ala untuk hamba-Nya, tidak ditambah maupun dikurangi.
Seorang muslim seharusnya tidak ikut-ikutan, Tetapi haruslah membentuk kepribadiannya sesuai dengan ketentuan syari’at Allah Azza wa Jalla, sehingga menjadi ikutan, bukan sekedar menjadi pengikut, menjadi contoh bukan yang mencontoh. Karena syari’at Allah –alhamdulillah- adalah sempurna dilihat dari sisi manapun, sebagiaman firman Allah:

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku-ridloi Islam itu menjadi agama bagimu” (QS. Al-Maidah: 3).

Haknya seorang ibu lebih besar daripada sekedar disambut sehari dalam setahun. Bahkan seorang ibu mempunyai hak yang harus dilakukan oleh anak-anaknya, yaitu memelihara dan memperhatikannya serta menta’atinya dalam hal-hal yang tidak maksiat kepada Allah Azza wa Jalla disetiap waktu dan tempat. (-DYP-)
Sumber: eramuslim
Komentarku ( Mahrus ali): 

Di katakan dalam artikel tsb sbb:
Hal itu berhubungan dengan kepercayaan mereka memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah atau mitologi Yunani Kuno.
Kemudian amalan dan tradisi ini menular ke seluruh dunia dan hingga kini disambut sebagai penghormatan kepada Mother Church. Mother Church dianggap sebagai kuasa spiritual yang agung yang memberi manusia kehidupan dan memelihara mereka dari keterpurukan

Komentarku ( Mahrus ali): 
Jelas sekali bukan samar lagi, bahwa peringatan hari Ibu untuk memperingati dewa dan tokoh figur non muslim, bukan tokoh muslim. Memperingati tokoh muslim saja tidak diperkenankan bukan di anjurkan apalagi tokoh non muslim. Segala macam peringatan dan perayaan yang tiada tuntunannya harus di hentikan, bukan dilestarikan> Kita beragama mengikuti tuntunan dan membuang kebid`ahan, ikuti saja ayat sbb:
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Dikatakan dalam artikel tsb sbb:
Seandainya kita diberi kemampuan membayar setiap tetes ASI, tidak akan ada seorang pun yang dapat melunasi jasa Ibu seumur hidup kita”, Sabda Rosululloh.

Komentarku ( Mahrus ali): 
Saya belum tahu hadis itu mulai lahir sampai sekarang.

Senin, November 28, 2011

Tiga setan berjubah dan bersorban tersesat di kuburan


                 

Makam SYEIKH ABDUL MALIK (TOK PULAU MANIS)


REPUBLIKA.CO.ID, KUALA TERENGGANU - ''Tiga pria bersorban dan berjubah itu merayu sambil menangis terisak-isak kepada saya. Mereka minta ditunjukkan jalan keluar dari makam Tok Pulau Manis setelah semalam berputar-putar karena tidak nampak pintu keluarnya," kata Imam Masjid Pulau Manis, Kori endut, seperti dikutip myMetro.

Kori (68) menceritakan perihal tiga lelaki yang berpura-pura menjadi orang alim. Dengan memakai sorban dan jubah, ketiganya mendatangi makam ulama terkenal, Syeikh Abdul Malik Syeikh Abdullah, yang terletak di Kampung Pulau Manis, Serada, Kuala Terengganu. Tapi, niat mereka datang ke sana untuk meminta wangsit nomor buntut.

Ketiga lelaki berusia 40 tahunan tersebut, menurut Kori, datang lengkap dengan memakai sorban dan jubah guna mengelabui orang. Karena, mereka sesungguhnya datang untuk meminta nomor buntut di kuburan ulama yang lebih dikenal sebagai Tok Pulau Manis itu.

''Mereka tidak dapat menemukan jalan keluar setelah melakukan kegiatan pemujaan. Kejadian ini menimpa setiap orang yang melakukan perbuatan khurafat di kuburan tersebut,'' ujar Kori yang bertanggung jawab menjaga kuburan yang terletak sekitar 50 meter dari Masjid Pulau Manis itu.
Karena tidak menemukan pintu keluar, ketiganya semalam hanya berputar-putar mengelilingi kuburan. Mereka semalam menangis terisak-isak meminta bantuan. Pada keesokan paginya sekitar pukul 7, Kori datang ke makam setelah mendengar tangisan ketiga pria tersebut.
Redaktur: Didi Purwadi

Judul asli: Akibat Minta Nomor Buntut, Tiga Pria Bersorban Tersesat di Kuburan

Komentarku ( Mahrus ali ):
    Kuburan di jadikan tempat pengaduan biasa sekali di lakukan oleh ahli bid`ah dan syirik, apalagi untuk minta nomer buntut yang haram itu dan mungkin mereka malu minta kepada Allah agar mendapatkan nomor buntut yang haram, lalu mereka mencari wisik di kuburan. Dan biasanya wisik itu bukan dari Allah tapi dari setan, apalagi wisik nomer. Mereka sekalipun mengenakan gamis dan sorban, hakikatnya mereka hanya menunjukkan penampilan orang saleh, hakikatnya mereka adalah orang jelek di sisi Allah, baik di mata setan manusia dan jin. Ingat firmanNya:
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا
Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".[1]


[1] Al isra` 62

Senin, Oktober 17, 2011

Minta hujan dengan ritual yang di haramkan

BLITAR I SURYA Online - Ada cara unik yang dilakukan warga Dusun Sumberagung, Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, tatkala minta hujan. Mereka menggelar adu kekuatan dengan beradu cambuk di atas panggung.
Cambuk terbuat dari sapu lidi yang sudah dianyam kecil menyerupai cambuk sapi. Setiap peserta yang sedang berhadapan bertelanjang badan di atas panggung, diiringi gamelan. Setiap orang mendapat jatah mencambuk lawannya tiga kali. Setelah itu ganti pasangan lainnya.
Meski banyak yang terluka karena terkena cambuk, tak ada jatuh korban atau luka serius. Sebab, luka itu segera akan sembuh bila sudah disentuh oleh guru silatnya, yang berjaga-jaga di bawah panggung.
Rifa`i alias Miskam (41), ketua panitia mengatakan, ritual yang disebut warga setempat dengan Tiban ini sudah berlangsung turun-temurun sejak nenek moyang mereka setiap minta hujan. Itu dilakukan khusus warga laki-laki karena acara ini mengadu andrenalin.
Acara ini akan digelar sampai 17 hari. Diharapkan, selama acara itu berlangsung, hujan akan turun. Peserta yang ingin tampil ternyata cukup banyak. Pada hari keempat Senin (17/10/2011), rata-rata setiap hari diikuti sekitar 70 orang. Karena itu, meski sebelum 17 hari turun hujan, acara tersebut tak serta merta dihentikan, mengingat peserta banyak.
Penulis : imam taufiq
Editor : Rudi Hartono
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Ritual seperti itu tiada dalilnya – ya`ni budaya bid`ah yang sesat sepengetahuanku dalam ajaran agama Islam bukan ajaran Kristen , Budha , Hindu atau Konghucu .
Ia budaya leluhur yang kafir bukan leluhur yang muslim , karena itu sayang sekali bila di ikuti oleh kaum muslimin . Ber arti mereka ikut budaya kafir . Dan ini tidak diperkenankan .Ia sebagaimana  omongan orang kafir sbb :
قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ   
26.74. Mereka menjawab: "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".
Kita sudah punya cara untuk minta hujan dengan berdoa kepada Allah  atau melakukan salat Istisqa` .

Sabtu, Oktober 01, 2011

Wanita -wanita di minta telanjang bulat dlm ritual


Sembilan Penganutnya Ditangkap 
Bone:Sembilan penganut aliran sesat di  Bone, Sulawesi Selatan, ditangkap, Ahad (25/9). Aliran ini mengharuskan kaum perempuan tampil tanpa busana alias telanjang bulat.
Terbongkarnya “komplotan” aliran sesat ini berawal ketika warga memergoki mereka tengah menggelar ritual. Ada yang ganjil dalam ritual itu: semua wanitanya tampak bugil.
Lebih dari itu, perempuan yang mengikuti ritual terus dipukuli. Bahkan nyaris dibakar. Beruntung, sebelum benar-benar dibakar, warga dan polisi cepat mendobrak pintu rumah tempat ritual digelar.
Sempat ada perlawanan, tapi tak lama. Polisi lalu menggelandang semua pengikut aliran “aneh” ini ke Markas Kepolisian Sektor Tanete Riatang. Sedang dua anggota yang nyaris dibakar dibawa ke rumah sakit.(ICH)
Nasional / Senin, 26 September 2011 00:28 WIB /Metrotvnews.com
Komentarku ( Mahrus ali ) :

Orang tsb setahu saya menggunakan ilmu sihir bukan sekedar  ritual , tapi ada khadam jin yang akan datang dan akan di manfaatkan untuk sihir . Sarat telanjang  itu layak sekali di lakukan karena setan atau iblis itulah yang memerintah.

Allah berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.[1]
Iblis memerintah wanita untuk telanjang dan Allah memerintahnya untuk menutupi seluruh tubuhnya ketika keluar dari rumahnya. Hukuman bagi tukang shir di Saudi adalah di penggal lehernya  karena termasuk orang  yang berbuat  kerusakan di atas bumi  sebagaimana  ayat :
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ(33)
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, Maidah  33.
Bacalah lagi di sini :
23 Sep 2011


[1] Annur 21

Senin, Agustus 01, 2011

Jawabanku untuk Rais Syuriah PBNU



    Membaca niat untuk puasa Ramadhan


Abu Sa’id Satria Buana menyatakan :

Melafazkan Niat
Melafazkan niat ketika hendak melaksanakan puasa Ramadhan adalah tradisi yang dilakukan oleh banyak kaum muslimin, tidak terkecuali di negeri kita. Di antara yang kita jumpai adalah imam masjid shalat tarawih ketika selesai melaksanakan shalat witir mereka mengomandoi untuk bersama-sama membaca niat untuk melakukan puasa besok harinya.
Perbuatan ini adalah perbuatan yang tidak di contohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga orang-orang saleh setelah beliau. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.[1]
Abu Ihsan Al-Atsari

  Melafalkan niat: "Nawaitu shauma ghadin...." untuk berpuasa yang biasa dibaca setelah sahur.
Tidak ada satupun riwayat dari sahabat maupun tabi'in yang menyebutkan bahwa mereka melafalkan niat puasa seperti ini.



KH Ma'ruf Amin Rais Syuriah PBNUmenyatakan :
Agar ibadah puasa yang kita laksanakan selama bulan suci Ramadlan ini, dapat diterima oleh Allah SWT, hendaknya ibadah puasa tersebut memenuhi syarat-syarat sahnya puasa. Yang lebih penting lagi adalah niat. Niat harus benar-benar ikhlas, semata-mata karena Allah SWT kemudian tidak disertai dengan perilaku yang membatalkan puasa.
Lafal niat ini sangat penting diucapkan oleh seseorang yang akan melaksanakan ibadah puasa. Oleh karena itu, ada baiknya jika setiap malam seusai shalat tarawih berjamaah secara bersama-sama melafalkan niat puasa semata-mata karena Allah SWT.
Rasulullah SAW memberi bimbingan bahwa Allah Maha Pencemburu (ghayyur) jika seorang hamba berniat puasa bukan karena Allah, tapi karena niat yang lainnya.[2]

Komentarku ( Mahrus ali ) :
Rais Syuriah PBNU menyatakan
Lafal niat ini sangat penting diucapkan oleh seseorang yang akan melaksanakan ibadah puasa. Oleh karena itu, ada baiknya jika setiap malam seusai shalat tarawih berjamaah secara bersama-sama melafalkan niat puasa semata-mata karena Allah SWT.
Komentarku ( Mahrus ali )
Lalu mana dalilnya  setelah salat taraweh di adakan membaca  niat bersama .Bolehkah beragama tanpa dalil ?  jelas dilarang melakukan sesuatu tanpa dalil . Allah berfirman :
  وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

               Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui dalilnya . Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. [3]

 Bila ada  dalilnya  maka  kita akan menerima karena  ada  ayat :
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
 Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah;( Al Hasyr 7 )
قُلْ أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلاَّ الْبَلاَغُ الْمُبِينُ
Katakanlah: "Ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada  Rasul ; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban  Rasul  itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta`at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban  Rasul  itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang."[4]  

Jadi kita memerlukan tuntunan , bukan pendapat ulama atau Juhala` di mana Rasulullah   atau para sahabat yang  melafalkan niat setelah taraweh . Sebab  teladan umat Islam ini adalah Rasulullah  . Bukan ulama  , tokoh masarakat atau mudin apalagi Abu Jahal.

Udin berkomentar :
  Maafkalo sahur menunjukkan niat mau berpuasa, lalu kenapa pula Nabi mewajibkan melakukan niat di malam hari, bahkan tidak sah kalau niat nya siang hari
Bagaimana kalau sahurnya brniat agar tidak lapar di siang hari apakah sah puasanya
?
Permasalahan lapadz Nawaetu
..jangan terlalu dipermasaalahkan, apalalgi langsung dicap Bidah, banyak ulama yang mengatakan kalau mengucapakan niat itu sunat,bukankah Ulama pewarits Nabi..
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Bila melafalkan niat tidak di katakan bid`ah tapi dikatakan sunnah  , mana dalilnya  . Sebab di katakan bid`ah bukan sunnah, karena ulama bukan kalangan awam  telah mencari dalil – dalilnya dari al quran dan hadis  tidak di jumpai mulai dulu hingga kini . Bila  di katakan melafalkan niat itu adalah sunah Rasulullah   , maka ulama  akan  dusta  , apakah layak  seorang muslim bukan kafir atau munafik  berdusta  kepada umat  , apalagi para ulama . Allah bukan thaghut berfirman ;
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلاَمِ وَاللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ(7)
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.[5]
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ: «إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِي إِلَى الجَنَّةِ، وإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا. وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ الله كَذَّابًا».


1675. Abdullah ibnu Mas’ud ra menuturkan : “Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya perkataan yang benar akan membawa seorang kepada kebajikan, dan kebajikan akan membawa seorang ke dalam surga. Jika seorang terus menerus berkata yang benar sampai ia dikenal sebagai seorang yang jujur. Sesungguhnya perkataan yang bohong akan membawa seorang pada keburukan, dan keburukan akan membawa seorang ke dalam neraka. Jika seorang terus menerus berkata bohong sampai ia dikenal sebagai seorang pembohong.” (Bukhari, 78, kitabul adab, 29, bab firman Allah : “Yaa ayyuhal ladziina aamanu it taqullaha wakuunuu maa’ash shaadiqqin.” / hai orang-orang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dan jadilah kalian orang-orang yang berkata benar).
Al albani menyatakan : Hadis tsb Muttafaq alaih  lihat di buku karyanya : Misykatul mashobih 4824 ( 13 )

Bila ada  ulama bukan santri  calon ulama  yang menyatakan melafalkan niat  adalah sunat, bukan bid`ah  maka  perlu dalil dan sampai akhir zaman tidak akan dijumpai dalilnya kecuali dalil – dalilan , ayat – ayatan dan ayat – ayat setan .


Musafir laut berkata :
  Akh Fahmi ysh,
Silakan Antum memeriksa terlebih dahulu di kitab-kitab hadits manapun. Antum tidak akan menemukan hadits-hadits shohih yang berisi bacaan khusus untuk niat sebelum shoum. Cukuplah niat itu ditanamkan dalam hati pada malam hari, atau paling lambat ketika hendak makan sahur. Jika rasanya niat itu belum mantap, bukankah Rosululloh mengajarkan bacaan BISMILLAH sebelum makan dan melakukan setiap amal sholih. Walloohu a
lam bish-showaab. [6]
Komentarku ( Mahrus ali ):
 Siapa kah yang menganjurkan niat bukan membid`ahkan ketika akan sahur bukan setelah tarowwe , tiada  sahabat , ulama  ahli hadis yang melakukan seperti itu kecuali ulama ahli bid`ah yang beromocorah dengan kesyirikan  .  Ada  hadis  sedemikian  :

عَنْ‏ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  ‏، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   يَقُولُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لاِمْرِى مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ؛ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar ibnu Khatab ra menuturkan : “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan setiap orang tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan karena Rasul-Nya, maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Baragsiapa yang berhijrah untuk meraih dunia atau untuk menikahi seorang wanita, maka hijrahnya akan sampai pada yang ia inginkan.” (Bukhari, 83, Kitabul Aiman Wan Nudzur, 23, bab niat dalam Aiman).
Allu`lu` wal marjan 613/1 Al albani berkata : Muttafaq alaih
Lihat di kitab karyanya : Sahihut targhib wattarhib, nomer hadis 1330

Para  sahabat dan tabiin mengerti hadis itu , tapi mereka  tidak melakukan niat setiap setelah salat witir atau taraweh , juga tidak melafalkan niat ketika  sahur atau setelahnya . Maksud hadis adalah niat lillah ta`ala . Bukan niat di haruskan tiap malam  bulan ramadhan . dan memang ketika saya di pesantren dulu bukan ketika saya di Mekkah atau Medinah, saya juga di ajari begitu . Bahkan ada  ulama  yang  memperkenankan  sekali saja berniat  puasa pada  bulan  Ramadhan  yaitu di awal bulan  dan tidak harus tiap malam .  Saya dulu  , okey – okey, norok bontek  boy nyaman ungguan  . Dan saya   yang masih ahli bid`ah dulu menganggap benar semuanya  dan  boleh di ikuti semuanya .

Ternyata  anggapan saya seperti itu sekedar  pendapat saya  yang terdapat di lubuk hati saya tanpa dalil . Bila  di kembalikan kepada  ayat dan hadis ternyata saya dan lain saya  tidak menjumpai sandaran yang kuat  . Untuk hadis  segala  amal  perbuatan tergantung niatnya  itu  bukan  begitu perakteknya  dan juga  bukan apa yang telah di katakan sebagian  ulama . Tapi  niat dalam perbuatan  itu lillahi ta`ala  atau untuk lainnya  - uang , wanita , kedudukan   , pujaan manusia  .  Karena itu  ,  dalam hadis di katakan : Bila hijrahnya  untuk Allah  dan rasulNya , maka  akan di terima oleh Allah dan hijrahnya mengarah kepada keduanya  . Dan barang siapa  berhijrah bukan untuk Allah dan rasulNya tapi untuk  wanita yang di kawininya  , maka  hijrahnya  bukan untuk Allah tapi untuk wanita itu .

Biasanya amalan bid`ah tidak bisa di niati  untuk Allah, tapi biasanya untuk kepentingan pribadi – states, uang , wanita dll .  Karena  Allah tidak memerintahnya  . Suatu misal , saya melakukan puasa mutih  tidak makan makanan yang ada rohnya -untuk Allah , saya melakukan puasa pati geni untuk Allah , saya puasa empat puluh hari  untuk Allah , saya melakukan puasa  sarat kekebalan untuk Allah , maka   jelas di salahkan  dan tiada  dalilnya, sebab dalil kebid`ahan tsb tidak ada dan Allah tidak memerintahnya  .Salah sekali kita minta pahala pada Allah  karena  Allah  tidak memerintah , tapi budaya manusia atau budaya lingkungan begitu . Ini termasuk riya` .

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

  Dari Abu Hurairah ra  berkata : “   Rasulullah  saw,   bersabda  :   Allah  tabaraka wa taala  berfirman : “ Aku tidak butuh sekutu . Barangsiapa   menjalankan suatu  pekerjaan syirik , Aku  tinggalkan dengan sekutunya “. [7]
Bahkan amal perbuatan semenjak kecil terhapus  sebagaimana ayat:

  لئن أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[8]


Nasrul  berkomentar :
  kal pusa senen kamis bacaanya gimana ya????///
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Untuk melafalkannya  memang sulit dan  tiada  tuntunannya  , segala macam bacaan niat adalah bid`ah tertolak di sisi Allah di terima di sisi Iblis . Karena itu kebid`ahan di terima oleh kalangan ahli bid`ah , di senangi Iblis , di tolak oleh ahli hadis  dan di senangi Allah . Dalam suatu hadis  di jelaskan :
إِنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَإِنَّ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنِ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلاَلَةٍ لاَ تُرْضِي اللهَ وَرَسُولَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا
Barang siapa menghidupkan sunnahku yang telah di matikan setelah aku meninggal dunia akan mendapat pahalanya dan pahala  orang yang menjalankannya tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka dan Barangsiapa menjalankan bid`ah sesat yang tidak merelakan kepada Allah dan  Rasul Nya akan mendapat dosanya dan  dosa orang yang melakukannya  tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun .[9]

Sahabat  Muadz bin Jabal berkata :
إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ فِتَنًا يَكْثُرُ فِيهَا الْمَالُ وَيُفْتَحُ فِيهَا الْقُرْآنُ حَتَّى يَأْخُذَهُ الْمُؤْمِنُ وَالْمُنَافِقُ وَالرَّجُلُ وَالْمَرْأَةُ وَالصَّغِيرُ وَالْكَبِيرُ وَالْعَبْدُ وَالْحُرُّ فَيُوشِكُ قَائِلٌ أَنْ يَقُولَ مَا لِلنَّاسِ لاَ يَتَّبِعُونِي وَقَدْ قَرَأْتُ الْقُرْآنَ مَا هُمْ بِمُتَّبِعِيَّ حَتَّى أَبْتَدِعَ لَهُمْ غَيْرَهُ فَإِيَّاكُمْ وَمَا ابْتُدِعَ فَإِنَّ مَا ابْتُدِعَ ضَلاَلَةٌ

  “ Sesungguhnya di masa mendatang banyak fitnah , harta meluber , qur`an mudah di peroleh ,hingga  orang mukmin , munafik , lelaki , perempuan , anak kecil, orang tua , budak orang merdeka bisa hafal . Ada orang berkata : “ Mengapa  masyarakat tidak ikut kepadaku . Aku telah bacakan Al Qur`an kepada mereka , tapi mereka  tidak mau mengikuti aku  hingga  membikin bid`ah  yang berbeda dengan ajaran al Qur`an . Berhatilah terhadap bid`ah , seluruhnya  sesat. [10]

   Kegemaran mayoritas manusia bukan minoritas mereka hanya mengikuti kekeliruan , kesalahan dan kebid`ahan , lalu  terorganisir menjadi beberapa  organisasi .Bahkan mengikuti syirik dan bila ada kesyirikan dalam ajaran golongannya akan di carikan dalil dengan hadis – hadis palsu , lemah  atau beberapa pendapat ulama yang keliru. Bila ada kebenaran  di golongan rivalnya akan di carikan dalil untuk menyalahkannya . Dan pendapat setiap ulama punya  kebenaran dan kekeliruan  , siapakah orang yang melakukan kebaikan dan kebenaran terus , lalu untuk apakah di anjurkan  istighfar  bila manusia hanya melakukan kebaikan doang . Allah berfirman :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ(45)قَالَ يَاقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ  لَوْلاَ تَسْتَغْفِرُونَ اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ(46)قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللهِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ(47)وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي اْلأَرْضِ  وَلاَ يُصْلِحُونَ(48)قَالُوا تَقَاسَمُوا بِاللهِ لَنُبَيِّتَنَّهُ وَأَهْلَهُ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ(49)وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ(50)فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ(51)فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُواإِنَّ فِي ذَلِكَ َلآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ(52)وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): "Sembahlah Allah". Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.Dia berkata: "Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat".Mereka menjawab: "Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu". Shaleh berkata: "Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji".Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.Mereka berkata: "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar".Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.[11]

Kang udin berkomentar :
  yang baca ga salah,
yang ga baca ga salah,
yang salah ya.. yang ga puasa tanpa alasan
udah tahu wajib ga puasa
dasar borokokok [12]
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Tidak boleh membenarkan keduanya atau menyalahkan keduanya . Salah satunya ada  yang salah dan yang lain di benarkan . Allahn berfirman :
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ
maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?[13]
وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا(17)
 Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.[14]
Sesat atau benar , lurus atau melenceng , bengkong atau kencang . Itulah pilihan yang harus di pilih satunya . Allah menerangkan :
وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ
Dan Kami telah menunjukkan kepada manusia  dua jalan.[15]
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
Sesungguhnya Kami telah menunjukkan manusia  jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.[16]  Manusia dalam hal ini ada yang ikut syariat Islam dan ada yang setengah – setengah , bahkan ada yang nasionalis dan ada pula yang kafir.
Yang baca  mesti keliru karena bid`ah dan harus di lemparkan ke  tong sampah atau bak lumpur lapindo karena  Rasulullah   bersabda :
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barang siapa mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya tertolak  [17] ( Bila  ingin amal perbuatan di terima lakukan amalan yang berdalil .
     Allah berfirman  :
أَلاَ ِللهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik dan bid`ah ).[18]






[2] www.nu.or.id
[3] Al isra` 36 Al isra` 36
[4] Annur  54
[5] As shof 7
[6] ausyiah275.blogsome.com
[7] HR Muslim / 2985/ Zuhud . Ibnu Majah  / 4207 / Zuhud .  Ahmad / Baqi musnad  muktsirin /7939
[8]   65 Azzumar
[9] HR Muslim 1017   Tirmidzi 26 77

[10] Nasai / 5400 / Adabul qudhot
[11] An Namel    45-53
[12] ausyiah275.blogsome.com
[13] Yunus 32
[14] Al Fateh 17
[15] Al Balad 10
[16] Al insan 3
[17] HR Bukhori / Salat / 2499. Muslim / Aqdliah / 3242. Abu dawud/Sunnah / 3990. Ibnu Majah / Muqaddimah /14. Ahmad / 73,146,180,240,206,270/6
[18] Zumar 3.