Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 28, 2016

Tak Puasa, Jusuf Kalla Diingatkan Pelayan Kafe, Untuk Jadi Contoh Warganya! Begini Ceritanya





Kala itu, JK mengadakan kunjungan ke Spanyol sepulang dari Amerika Serikat. Karena merasa habis menempuh perjalanan jauh, JK memutuskan untuk tidak berpuasa.

“Begitu sampai di sana, saya diundang Duta Besar Indonesia main ke rumahnya. Saya lihat pukul 17.00 berarti sudah berbuka, ternyata di sana buka pukul 20.00,” tutur JK.

Karena merasa musafir, JK minta diantar ke sebuah kafe tak jauh dari kediaman dubes. Sesampainya di kafe, JK memesan kopi cappuccino sebagai pembuka.

Tapi, pelayan cafe kemudian mempertanyakan sesuatu kepada JK. “Anda Muslim, ya. Belum waktunya


berbuka, kata pelayan kafe,” imbuh JK.

Rupanya sang pelayan sadar rombongan ini adalah Muslim karena melihat salah satunya mengenakan kopiah. JK berusaha menjelaskan kalau dirinya musafir yang baru saja menempuh perjalanan jauh.

“Anda dari mana, dari Indonesia. Ke sini naik apa, pakai pesawat. Ah, Anda bukan musafir karena tinggal duduk saja,” kata JK menirukan dialog dengan sang pelayan.

Melihat perdebatan itu, sang duta besar menjelaskan kepada pelayan kalau lawan bicaranya itu adalah Wakil Presiden Indonesia. Keterangan itu justru semakin membuat pelayan ini bersikukuh tak memberikan minuman apa pun kepada JK.

“Justru karena Anda Wakil Presiden maka harus memberi contoh pada yang lain, kata pelayan itu,” lanjut JK.

Dari situ JK sadar, pelajaran tentang puasa justru tak didapatkannya dari negara Islam seperti Arab Saudi. Pelajaran itu justru didapat di Spanyol.

“Jadi ini pelajaran didapat justru di Madrid, bukan di Mekah,” pungkas JK.

Namun dari pernyataan JK ini ada nitizen yang mengatakan " Tujuan.. utama menjatuhkan dan menjelekan arab karena alergi arab... jadi wapres mbok ya yang cerdas dikit .." seperti ditulis oleh Indah Suryani  dikutip dari repelita.com


Sabtu, Juni 25, 2016

Hadis setan dibelenggu adalah munkar

Shohih Tafsir Ibnu Katsir menulis : Jadi kenapa terjadi maksiat dibulan ramadhan..? Karena orang yg sesat ini memang mengikuti hawa nafsu jelek yg di ilhamkan Allah pada mereka sebagaimana ayat berikut: "FA ALHAMAHAA FUJUURAHAA WA TAQWAAHAA" [maka Dia mengilhamkan kepadanya sifat fujur/sesat dan sifat/jalan ketakwaan] QS.91:8 Komentarku ( Mahrus ali ) : Ya benar, nafsu juga bisa mengajak ke jelekan. Tp di barengi dengan akal yg bisa mengarahkan manusia kpd kebaikan. Lalu akal dibekali agama yg baik , kadang di bekali dengan ajaran agama dengan pemahaman yg salah. Bila nafsu yg menggoda, masih lebih ringan di tangkal dari pd nafsu yg dibarengi setan. Bila setan tdk di belenggu untuk apa kita bc : Auudzu billahi minas syaithonir rajim. Agar setan tdk bisa menggoda kita, kita diperintah bc itu. Bila dibelenggu, mk untuk apa lg bacaan itu. Namun masalah kita ini adalah bukan nafsu itu. Masalah kita ini adalah setan di belenggu atau di lepas pd bulan Ramadhan. Dan hadis yg menjelaskan setan di belenggu adalah hadis munkar karena tafarrud pada Abu Suhail .
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب: كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس"
1، Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan hadis.( tafarrud ) 1. Ulama hadis dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat gharib ( nyeleneh ) Ulama hadis dahulu benci terhadap terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh ) dan hadis yang di riwayatkan oleh seorang perawi , lalu di anggap sebagai hadis yang terjelek sebagaimana di katakan oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu terjelek adalah yang gharib dan ilmu yang terbaik adalah yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ). Abdul hay al luknowi berkata:
 فكثيراً ما يطلقون النكارة على مجرَّد التَّفرُّد،
Sering kali mereka menyatakan hadis

 munkar disebabkan tafarrud saja . ( satu perawi yang meriwayatkan bukan dua atau tiga ).
Hadis setan di belanggu mungkar dan bertentangan dengan ayat:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.[1] Ketika akan bc al quran, kita diperintahkan untuk bc auudzubillahi minas syathonir rjim ……………., dan tidak ada keterangan kecuali di bulan Ramadhan. Bila bgt , mk ketika bc al quran di bulan Ramadhan tdk usah bc auudzu billahi …………………….., karena setan dibelenggu. Syaik As suba`I telah merumuskan tanda kelemahan hadis sampai tujuh belas point. Yang nomer sembilan sbb:
 9ـ ألا يخالف القرآن
“Hadis itu harus tdk bertentangan dengan al quran” .
Bila setan di belenggu , maka para dukun yg punya khadam jin tidk bisa beroperasi pd bulan Ramadhan. Realitanya, mereka masih mampu mendatangkan jin atau setannya. Kebanyakan khadam dukun itu jin yg jahat atau setan yg menyesatkan. Kadang di medsos , ada teman kita yg ngomongnya sangat jelek. Sedimikin ini bila tdk ada setan, mk mudah diredakan. Bila setan di belenggu , maka setan tdk akan bisa mendatangi Abu hurairah yg lagi menjaga tumpukan kurma pd malam hari sebagaimana kita terkenal dlm sahih bukhari.
مختصر صحيح الإمام البخاري (2/ 107) تَعلَمُ مَن تُخاطِبُ منذُ ثلاثِ ليالٍ يا أبا هُريرةَ؟ ". قال: لا. قال: "ذاكَ شيطانٌ".
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Km tahu siapakah yg kamu ajak bicara sejak tiga malam , wahai Abu Hurairah Abu Hurairah menjawab: Tdk . Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : Itu adalah setan. HR BUkhari. BIla setan dibelenggu di bulan Ramadan , mk setan tdk akan mendatangi Abu Hurairah yg menjaga kurma fitrah di bulan Ramadhan. [1] Annakhel


setan tidak di belenggu di bulan Ramadhan

Assamualaykum syekh. Pernah sy tuangkan artikel setan tdk dibelenggu di bln ramadhan, kemudian sy dikritik, dg dikirimin 2 artikel tentang setan dibelenggu dlm 2 situs salafy, lalu sy lihat hadisnya, sama dg hadis yg lg khilaf. Tp satu pertanyaan yg bikin sy ga bs jwb pd prinsipnya,yaitu : apakah org yg mengkritiknya sekaliber bukhari-muslim??? Dilihat dr pertanyaan itu ya ga ada, 2 imam itu tlah wafat klo mau cek ulang. Dan anggapan sbgian ahli ilmi, kitab sahih bukhari adalah yg paling sahih setelah alqur'an. Gmn nanggapi hal spt itu syekh
Komentarku ( Mahrus ali ) :

Jawablah
Kebenaran itu hrs lebih dihargai  dari pada figur. Dan  figuritas ini  yg merusak bangsa lalu  dan akan merusak bangsa sekarang . Yaitu taklid buta dan seolah apa yg  di hadis Bukhari dan Muslim mesti benar. Haram salah.
Ust.  Abdullah bin Duraid menyatakan:
وكلمة صحيح التى يذكرونها على أى حديث فى أحد الصحيحين كلمة خطيرة - و ليسوا وحدهم الذين يذكرونها هكذا فهو مصطلح قديم - فكيف يكون حديثاً صحيحاً وقد عارض الأصح منه دون القدرة على الجمع جمعاً يقبله عقل اللبيب ؟!
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=7294
Kalimat sahih  yg mereka sebutkan untuk  hadis yg berada di sahih BUkhari atau Muslim  sangat membahayakan.
Dan bukan mreka sj yg menyebutkan spt itu. Ia  budaya atau istilah  masa lalu
Bgm  dikatakan sahih , kalau memang  ada yg lebh  sahih lagi dan   mereka tdk mampu mengumpulka riwayat yg layak yg diterima oleh akal orang yg cerdas.
Mestinya artikel itu di bantah dg ilmiyah bukan spt perkataan orang kafir  sbb:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ ءَابَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?


Rabu, Juni 22, 2016

Bila setan di belenggu mk Allah menyalahi janjiNya

Bila setan di belenggu mk Allah menyalahi janjinya . Sebab Allah pernah memberikan janji kpd setan  yg diterangkan dlm kitab yg mulia sbb:
Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,
( 37 )   Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
( 38 )   sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,
( 39 )   Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
( 40 )   kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". ( yg menghindari kebid`ahan dan hanya mengikuti ajaran Islam yg murni )
( 41 )   Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

 ( 42 )   Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
Al Hijr 36- 42.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Allah telah memberikan kebebasan  kpd Iblis untuk menjerumuskan manusia mulai  dulu sampai  hari manusia di bangkitkan dari kubur. Perjanjian  ini  diberikan oleh Allah dan diterima oleh setan. Dan Allah tidak akan menyalahi janjiNya. Sdh tentu  di bulan Ramadhan  dan dimanapun , meski di Mekkah dan Medinah , setan ttp berupaya  untuk  menjerumuskan manusia. Bila  setan dibelenggu  dlm sebulan sj, mk Allah merusak perjanjianNya dan ini tdk mungkin bagiNya.
Jadi masalah setan di belenggu itu menyalahi beberapa ayat. Jangan dipercaya lagi, dustakan sj.



Hormati yang tidak puasa ?


Written By A TV on Thursday, 16 June 2016 | 15:09

Tebar Suara | Perang Urat Saraf antar Pihak yang Pro dan yang Kontra dengan  kasus penertiban warung yang buka di siang hari pada bulan puasa (Ramadhan) di Kota Serang, Banten beberapa waktu yang lalu sepertinya memang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Berbagai macam argumen dan logika terus saja dikeluarkan oleh kedua kubu. Pihak yang Kontra terhadap kebijakan tersebut dan mendukung salah seorang "korban" (sementara kubu satunya menyebutnya sebagai Pelanggar PERDA) penertiban, yaitu Saeni pun kian agresif membentuk opini untuk mendesak agar Peraturan Daerah (PERDA) terkait larangan berjualan makanan dan minuman di siang hari pada bulan puasa yang bertebaran di beberapa Daerah di Indonesia segera dicabut oleh Pemerintah Pusat, melalui KEMENDAGRI.

Tindakan pihak yang kontra tersebut --yang saban hari terus saja diblow-up oleh beberapa media mainstream-- pun seakan kian mendapatkan angin segar dari Pemerintah Pesat, bahkan Presiden dan Mendagri (diwakili Dirjen) telah datang langsung ke kediaman Saeni untuk memberikan bantuan materil. Terakhir, beberapa elite politik "narsis" lain pun dikabarkan akan segera melakukan hal yang sama.

Sampai saat ini, sang pemilik Warung Tegal (Warteg) yang terkena penertiban itu pun terus saja diposisikan sebagai korban yang tertindas oleh kebijakan Pemko setempat, padahal ada banyak sekali fakta di lapangan yang ternyata sangat kontras dengan apa yang selama ini santer diberitakan, misalnya tentang keadaan ekonomi sang pemilik warteg itu yang diisukan sangat miskin, padahal menurut informasi yang dihimpun Radar Banten dari Petugas Satpol PP Kota Serang, Saeni merupakan Pedagang Warteg yang tidak masuk kategori miskin. Bahkan di Kota Serang Saeni diketahui memiliki Tiga Cabang Warteg, yakni di daerha Cibagus, Kalidawas dan Tanggul.

Publik atau Netizen dinilai oleh Petugas Satpol PP Kota Serang yang enggan namanya dipublish itu hanya melihat dari kulitnya saja, tanpa melihat kronologis atau mekanisme pelaksanaan penertiban. Mengenai penyitaan makanan milik Saeni, kata dia, tidak semua ditahan dan tidak untuk dimusnahkan. Namun Saeni diminta untuk bisa mengambilnya kembali setelah pukul 16.00 WIB untuk dijual kembali sesuai dengan PERDA yang ada, tapi sampai saat ini KTP miliknya saja tidak mau diambil, Saeni tidak datang ke kantor untuk mendapatkan pembinaan, tandasnya.

Sementara di lain pihak, publik (netizen) yang mendukung Penegakan PERDA itu pun tidak tinggal diam, seakan ingin menjadi penyeimbang terhadap pemberitaan oleh berbagai media yang dinilai berat sebelah dan sangat  menyudutkan Pemko Serang khususnya dan ummat Muslim pada umumnya. Dengan kreatifitas yang dimilikinya, kubu yang pro ini lantas memanfaatkan aplikasi foto editor untuk membuat meme (sindiran teks bergambar) lalu mengunggahnya ke berbagai media sosial.

Beberapa buah meme yang sempat terpantau oleh GOOLERAMPOE.com beredar luas di media sosial dan lumayan menggelitik yang membacanya, tentunya juga bakal bingin "nyesek" pihak yang kontra tersebut, termasuk didalamnya Pemerintah Pusat, diantaranya sebagai berikut:
  • Meme 1

  • Meme 2

  • Meme 3

  • Meme 4


  • Meme 5

  • Meme 6

  • Meme 7






  • Meme 9



    • Meme 10
    • Meme 11
    • Meme 12
    Hormati orang yang lagi nonton bola.
    Demikian. Semoga publik di negeri ini lebih realistis, tidak serta-merta reaktif dan bijak dalam menyikapi setiap persoalan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. (Goole Rampoe) [tebarsuara.com]

    Selasa, Juni 21, 2016

    Setan tdk dibelenggu di bulan Ramadhan

    مختصر صحيح الإمام البخاري (1/ 549)
    5 - عَنْ أَبي هُريرةَ رضيَ الله عَنْهُ قالَ: قالَ رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم -:
    "إذَا دَخَلَ رَمَضانُ فُتِحَتْ أَبوابُ السَّماءِ، (وفي روايةٍ: أبوابُ الجنةِ)، وَغُلِّقتْ أَبوابُ جَهَنَّمْ، وَسُلسِلَتِ الشَّياطينُ".
    Dari  Abu Hurairah ra  berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam   bersabda: Bila masuk bulan Ramadhan, mk pintu – pintu langit ( dlm satu riwayat pintu – pintu surga ) dan pintu – pintu jahannam  di tutup  dan setan – setan di rantai. HR Bukhari.
    صحيح البخاري (3/ 25)


    -         
    -        السنن الكبرى للنسائي (3/ 94)
    -    - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ، مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»
    -         Komentarku ( Mahrus ali ) :
    -         Dari perawy yg sama tentang setan di belenggu itu , ternyata redaksi hadisnya menurut Imam Nasai sbb: …………….., “pintu – pintu rahmat di buka” bukan pintu langit atau  pintu  surga. Lalu mana  yg benar dari sabda Nabi  shallallahu alaihi wasallam .
    -          
    -        السنن الكبرى للنسائي (3/ 94)
    -    - أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ فِي حَدِيثِهِ عَنِ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي أَنَسٍ، أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»، قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: رَوَاهُ ابْنُ إِسْحَاقَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ
    -         Menurut  riwayat yg sama  dari Abu hurairah  di atas , malah tdk di sebut pintu – pintu rahmat dibuka. Tp pintu – pintu surga yg di buka.
    -          
    -        السنن الكبرى للنسائي (3/ 95)
    -    - أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمِّي، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ أَبِي أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ»
    -         Komentarku ( Mahrus ali ) :
    -         Riwayat di atas , mlh menggunakan kalimat : “ pintu – pintu neraka “, bukan pintu jahannam .
    -         Lantas mana  yg benar.

    -         
    -        السنن الكبرى للنسائي (3/ 95)
    -    - أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمِّي قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، قَالَ: وَذَكَرَ مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنْ أُوَيْسِ بْنِ أَبِي أُوَيْسٍ، عَدِيدِ بَنِي تَيْمٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «هَذَا رَمَضَانُ قَدْ جَاءَكُمْ تُفَتَّحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ، وَتُسَلْسَلُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ» قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ: هَذَا الْحَدِيثُ خَطَأٌ، وَلَمْ يَسْمَعْهُ ابْنُ إِسْحَاقَ مِنَ الزُّهْرِيِّ، وَالصَّوَابُ مَا تَقَدَّمَ ذِكْرُنَا لَهُ
    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Riwayat di atas, Imam nasai menjelaskan bahwa perawi Ibn Ishak tdk mendengar  dari Imam Zuhri .
    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Ber arti  sanadnya terputus , tdk bersambung . Mesti ada  perawi lain antara Ibn Ishak dan Imam Zuhri . Ber arti lemah hadis tsb, tdk sahih.
    المنتخب من مسند عبد بن حميد ت مصطفى العدوي (2/ 337)
    -   ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، ثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ لِأَصْحَابِهِ يُبَشِّرُهُمْ: "قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ؛ مَنْ حُرِمَ خَيْرُهَا فَقَدْ حُرِمَ".
    Dlm riwayatdi atas , mlh ada banyak tambahan:
    Pntu neraka jahim  di tutup ( bukan pintu jahannam  sebagaimana hadis  semula ).
    Di dalamnya  ada keterangan “ malam yg lebih baik dari pd seribu bulan. Barang siapa yg  tdk mendapatkannya , maka sama dengan tdk mendapat kebaikan”. ( Hadis  tsb  hasan ).
    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Tambahan itu  dari nabi atau perawi ? ini yg bikin pusing orang yg mencari kebenaran untuk meninggalkan kesaahan. Walaupun  orang yg tdk mikirkan hal ini tenang – tenang sj.

    سنن ابن ماجه ت الأرنؤوط (2/ 559)
     - حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ، حَدّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: "إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَنَادَى مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ (2) وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ" (3).
    Menurut riwayat Ibn Majah ada tambahan  sbb:
    Ada pengundang: Wahai orang yg mau kebaikan, majulah  . Wahai orang yg mencari kejelekan tahanlah . Allah punya beberapa orang yg dimerdekakan dari Neraka. Dan hal itu terjadi  setiap malam.
    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Tambahan tsb dari perkataan Nabi  shallallahu alaihi wasallam  atau  dari perawi. Dan hal ini masih kabur, tdk jls. Bgmn  bila tambahan itu dari perawi yg tdk valid.
    سنن ابن ماجه ت الأرنؤوط (2/ 559)
    (3) حديث صحيح، وهذا إسناد حسن من أجل أبي بكر بن عياش، فحديثه لا يرقى إلى الصحة، وقد ضُعًف في الأعمش، ولم يخرج له الشيخان شيئًا من روايته عن الأعمش.
    Al arnauth memberikan komentar: Hadis  tsb sahih . Dan ini  sanad hasan karena perawi bernama  Abu bakar bin  Ayyasy. Hadisnya tdk bisa naik ke derajat sahih. Malah di lemahkan karena Abu bakar meriwayatkan dari Al a`masy . Dan Imam Bukhari dan Muslim  tdk meriwayatkan riwayat Abu bakar dari Al a`masy. 
    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Boleh jadi hadis  tsb lemah karena perawi Abu bakar tadi yg meriwayatkan dari A`masy.
    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Hadis tentang  setan di belenggu di bulan Ramadhan ternyata kacau belau redaksinya, ada tambahan dan pengurangan dari perawi. Hadis sedemikian ini bila di sahihkan, mk bertentangan dengan kaidah musthahul hadis yg menyatakan:
    وَذُو اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنٍ    مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ اْلفَنِ
          Kekacauan sanad atau redaksi termasuk mudhtharib menurut ahli mustholah hadis.
    Pada hal  , hadis  - hadis  td sama  dari  Abu Hurairah bukan orang lain. Mestinya sama, nyatanya beda, lalu mn sebenarnya yg  perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  , sulit di ketahui, sangat kabur dan membingungkan.

    Dalam  hadis  - hadis  di atas , sulit ditentukan mana perkataan nabi yg benar dn mn yg perkataan perawi. Arti sama  - yaitu setan  di belenggu. Tp kalimat dr beberapa  riwayat  beda spt ini:
    صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ
    وَسُلسِلَتِ الشَّياطينُ".

    وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ
    Intinya : Seluruh artinya  setan di belenggu . tp kalimatnya sangat beda , lalu mn yg asli dari nabi dn yg palsu.  Sulit ditentukan. Hal ini sinyal kelemahan hadis itu.

    Komentar  ahli hadis Aiman Shalih Sya`ban.
     [تعليق أيمن صالح شعبان - ط دار الكتب العلمية]
    صحيح: أخرجه أحمد (2/281) قال: حدثنا عبد الرزاق. قال: حدثنا معمر. عن الزهري (ح) وحدثنا يعقوب. قال: حدثنا أبي.، عن صالح. قال: قال ابن شهاب. وفي (2/357) قال: حدثنا سليمان. قال: أنبأنا إسماعيل. وفي (2/378) قال: حدثنا قتيبة بن سعيد. قال: حدثنا عبد العزيز بن محمد. وفي (2/401) قال: حدثنا إبراهيم بن إسحاق، قال: حدثنا ابن المبارك، عن يونس.، عن الزهري. وعبد بن حميد (1439) قال: أخبرنا عبد الرزاق. قال: أخبرنا معمر. عن الزهري. والدارمي (1782) قال: حدثنا أبو الربيع الزهراني. قال: حدثنا إسماعيل بن جعفر. والبخاري (3/32) قال: حدثنا قتيبة. قال: حدثنات إسماعيل بن جعفر. وفي (3/32) و (4/149) قال: حدثني يحيى بن بكير. قال: حدثني الليث، عن عقيل عن ابن شهاب. ومسلم (3/121) قال: حدثنا يحيى بن أيوب وقتيبة وابن حجر قالوا: حدثنا إسماعيل، هو ابن جعفر (ح) وحدثني حرملة بن يحيى، قال: أخبرنا ابن وهب. قال: أخبرني يونس عن ابن شهاب. (ح) وحدثني محمد بن حاتم والحلواني. قالا: حدثنا يعقوب. قال: حدثنا أبي، عن صالح، عن ابن شهاب. والنسائي (4/126) قال: أخبرنا علي بن حجر. قال: حدثنا إسماعيل (ح) وأخبرني إبراهيم بن يعقوب الجوزجاني. قال: حدثنا ابن أبي مريم. قال: أنبأنا نافع بن يزيد، عن عقيل عن ابن شهاب. وفي (4/127 و128) قال: أخبرنا عبيد الله بن سعد بن إبراهيم. قال: حدثنا عمي. قال: حدثنا أبي، عن صالح، عن ابن شهاب، (ح) وأخبرنا محمد بن خالد، قال: حدثنا بشر بن شعيب، عن أبيه، عن الزهري (ح) وأخبرنا الربيع بن سليمان في حديثه عن ابن وهب. قال: أخبرني يونس. عن ابن شهاب. (ح) وأخبرنا عبيد الله بن سعد، قال: حدثنا عمي. قال: حدثنا أبي، عن ابن إسحاق، عن الزهري.
    ثلاتتهم - ابن شهاب الزهري، وإسماعيل بن جعفر، وعبد العزيز بن محمد - عن أبي سهيل نافع بن أبي أنس، عن أبيه، فذكره.

    Komentarku ( Mahrus ali ) :
    Intinya riwayat tentang setan di belenggu diriwayatkan oleh siapapun  tetap sumbernya  dari satu orang yaitu Abu Suhail – Nafi` bin Abu Anas.

      ــ  نافع بن مالك بن أبى عامر الأصبحى التيمى ، أبو سهيل المدنى ، حليف بنى تيم ( عم مالك بن أنس ، و أخو أويس بن مالك )

    الطبقة : 4  : طبقة تلى الوسطى من التابعين
    الوفاة : بعد 140 هـ
    روى له : خ م د ت س ق
    مرتبته عند ابن حجر : ثقة
    مرتبته عند الذهبـي : ثقة مقرىء
    Hadis  tsb hanya  di riwayatkan oleh Nafi` bin Malik atau di sebut Abu  Suhail  yg wafat 140 H . Jadi sekitar  100 tahun  stlah Nabi  shallallahu alaihi wasallam  wafat , hadis  tsb masih blm di kenal kecuali satu orang yg tahu  yaitu  Abu Suhail.
    Para  sahabat jarang yg kenal hadis tsb sampai mati.
    Hadis setan di belanggu  itu bertentangan dengan ayat:
    فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
    Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.[1]
    Ketika akan bc al quran, kita diperintahkan untuk bc auudzubillahi minas syathonir rjim ……………., dan tidak ada keterangan kecuali di bulan Ramadhan. Bila bgt , mk ketika bc  al quran di bulan Ramadhan  tdk usah  bc auudzu billahi …………………….., karena  setan dibelenggu.

    Hadis  setan dibelenggu dibulan Ramadhan itu bertentangan  juga dengan ayat:
    ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
    Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Al a`raf.
    Dlm ayat  itu tdk ada keterangan kecuali bulan Ramadhan, setan tdk menggoda dlm bulan yg mulia itu. Ayt tsb menjelaskan setan akan menggoda banu Adam di sgl waktu dan tempat, bulan  Ramadhan atau lainnya. Dan tdk ada setan  dibelenggu di bulan apapun.
    Lihat sj setan manusia masih bebas berkeliaran untuk menggoda manusia , lalu  untuk apa  setan jin  di belenggu. Bila setan manusia bebas tanpa belenggu,mk layak sekali setan jin tetp  di biarkan bebas.
    Hadis  setan di belenggu  itu bertentangan dengan banyak ayat yg bila  sy sebut akan panjang sekali  dlm TS ini.
    Syaik As suba`I telah merumuskan tanda kelemahan hadis  sampai  tujuh belas point.
    Yang nomer sembilan sbb:
    9ـ ألا يخالف القرآن
    “Hadis itu harus tdk bertentangan  dengan al quran” .



    [1] Annakhel