Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label Tawassul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tawassul. Tampilkan semua postingan
Minggu, Maret 31, 2024
Minggu, Juli 05, 2020
Kamis, Juli 02, 2020
Rabu, Juni 24, 2020
Senin, Juni 22, 2020
Kamis, Juni 18, 2020
Rabu, Juni 17, 2020
Selasa, Juni 16, 2020
Senin, Juni 15, 2020
Senin, Juni 08, 2020
Senin, Mei 04, 2020
Senin, Februari 25, 2019
Kamis, November 19, 2015
Kisah lemah di buat landasan tawassul dengan mayat.
-
Bambang Hendy Setiawan menukis :
Dalam diskusi di grub fb sekitar
akhir Juli (mengenai permintaan/berdoa kepada mayit), saya temui riwayat yang
dipakai penggemar tawasul. Dan saya baru ingat untuk menanyakan status atsar
ini. Saya curiga akan keshahihannya. Berikut riwayat yang telah saya copy dari
mereka:
=====
Diriwayatkan dari Utsman bin Hunaif bahwa ada seorang laki-laki datang kepada (Khalifah) Utsman bin Affan untuk memenuhi hajatnya, namun sayidina Utsman tidak menoleh ke arahnya dan tidak memperhatikan kebutuhannya. Kemudian ia bertemu dengan Utsman bin Hunaif (perawi) dan mengadu kepadanya. Utsman bin Hunaif berkata: Ambillah air wudlu' kemudian masuklah ke masjid, salatlah dua rakaat dan bacalah: “Ya Allah sesungguhnya aku meminta-Mu dan menghadap kepada-Mu melalui Nabi-Mu yang penuh kasih sayang, wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta Tuhanmu melaluimu agar hajatku dikabukan. Sebutlah apa kebutuhanmu”. Lalu lelaki tadi melakukan apa yang dikatakan oleh Utsman bin Hunaif dan ia memasuki pintu (Khalifah) Utsman bin Affan. Maka para penjaga memegang tangannya dan dibawa masuk ke hadapan Utsman bin Affan dan diletakkan di tempat duduk. Utsman bin Affan berkata: Apa hajatmu? Lelaki tersebut menyampaikan hajatnya, dan Utsman bin Affan memutuskan permasalahannya”. [HR. Al-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah. Doa ini dikutip oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Majmu' al-Fatawa, I/264, dan al-Tawassul wa al-Wasilah, II/199]
=====
Diriwayatkan dari Utsman bin Hunaif bahwa ada seorang laki-laki datang kepada (Khalifah) Utsman bin Affan untuk memenuhi hajatnya, namun sayidina Utsman tidak menoleh ke arahnya dan tidak memperhatikan kebutuhannya. Kemudian ia bertemu dengan Utsman bin Hunaif (perawi) dan mengadu kepadanya. Utsman bin Hunaif berkata: Ambillah air wudlu' kemudian masuklah ke masjid, salatlah dua rakaat dan bacalah: “Ya Allah sesungguhnya aku meminta-Mu dan menghadap kepada-Mu melalui Nabi-Mu yang penuh kasih sayang, wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta Tuhanmu melaluimu agar hajatku dikabukan. Sebutlah apa kebutuhanmu”. Lalu lelaki tadi melakukan apa yang dikatakan oleh Utsman bin Hunaif dan ia memasuki pintu (Khalifah) Utsman bin Affan. Maka para penjaga memegang tangannya dan dibawa masuk ke hadapan Utsman bin Affan dan diletakkan di tempat duduk. Utsman bin Affan berkata: Apa hajatmu? Lelaki tersebut menyampaikan hajatnya, dan Utsman bin Affan memutuskan permasalahannya”. [HR. Al-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah. Doa ini dikutip oleh Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Majmu' al-Fatawa, I/264, dan al-Tawassul wa al-Wasilah, II/199]
Komentarku
( Mahrus ali ):
Saya
kutupkan pernayatan Akhi Abu Muhammad
- Abdullah bin Jabir al Hamadi
dan saya ambil secara ringkas
belaka, tidak semuanya sbb:
أبو محمد، عبدالله بن جابر
الحمادي
وهذه القصةُ شاذةٌ لا
تصح؛ لما يلي:
أولاً/ أنَّ مدارَها على شَبيب بن سعيد، ولأهل العلم كلامٌ في روايته،
أولاً/ أنَّ مدارَها على شَبيب بن سعيد، ولأهل العلم كلامٌ في روايته،
Kisah tsb adalah ganjil, (tidak wajar , unik , nyeleneh tidak
populer ). Pertama pangkal
permasalahannya adalah pada seorang
perawi bernama Syabib bin Said . Para ulama masih mengkritik tentang riwayatnya.
ثانياً/نصَّ ابنُ عدي على أن
عبدَالله بن وهب قد حدَّث عن شبيب بمناكير.
وهذه القصة من رواية عبدالله بن وهب عن شَبيب.
وهذه القصة من رواية عبدالله بن وهب عن شَبيب.
Kedua: Ibnu Ady telah
menyatakan bahwa Abdullah bin Wahab
telah meriwayatkan hadis – hadis munkar dari Syabib . Sedang kisah di atas
adalah dari riwayat Abdullah bin Wahab
dari Syabib.
.
ثالثاً/أن كلَّ مَنْ روى الحديثَ عن أبي جعفر لم يذكر هذه القصة، ومنهم شعبة بن الحجاج وهشام الدستوائي.
ثالثاً/أن كلَّ مَنْ روى الحديثَ عن أبي جعفر لم يذكر هذه القصة، ومنهم شعبة بن الحجاج وهشام الدستوائي.
Ketiga : Setiap
orang yang meriwayatkan hadis dari Abu Ja`far tidak mencantumkan kisah diatas ,
termasuk di antara mereka adalah Syu`bah
bin Al Hajjaj dan Hisyam ad dastawai.
الرواية الثانية/زيادة: "وإن كانت حاجةٌ ؛ فافعل مثل ذلك".
Riwayat kedua ada tambahan : Bila kamu punya kebutuhan lakukanlah spt itu.
وهذه الزيادة رواها ابنُ
أبي خيثمة في تاريخه من طريق حماد بن سلمة عن أبي جعفر الخطمي عن عمارة بن خزيمة
عن عثمان بن حُنيف.
ولم يرو هذه الزيادة أحدٌ ممن خرَّج الحديث من طريق حماد سوى ابن أبي خيثمة.
ثم إن شعبة بن الحجاج وهشاماً الدستوائي رويا هذا الحديث عن أبي جعفر الخطمي بدونها.
ولم يرو هذه الزيادة أحدٌ ممن خرَّج الحديث من طريق حماد سوى ابن أبي خيثمة.
ثم إن شعبة بن الحجاج وهشاماً الدستوائي رويا هذا الحديث عن أبي جعفر الخطمي بدونها.
Intinya tambahan itu dari perawi bernama Ibnu Abi
Khoitsamah. Tiada yang memberikan
riwayat tambahan itu kecuali dia.
وإنما أحببتُ التنبيه على هاتين الروايتين، لأنه قد يُستدل بهما على جواز التوسل بالنبي صلى الله عليه وسلم أو جاهه، وهما روايتان منكرتان.
Aku hanya
mengingatkan dua riwayat ini . Sebab terkadang di buat dalil bagi orang yang bertawassul pada Nabi atau pangkatnya
. Dan kedua riwayat itu adalah munkar. (
lemah )
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sanadnya sbb :
المعجم الكبير للطبراني - (ج 7 / ص 410)
-
حَدَّثَنَا طَاهِرُ
بن عِيسَى بن قَيْرَسٍ الْمِصْرِيُّ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا أَصْبَغُ بن
الْفَرَجِ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْمَكِّيِّ، عَنْ رَوْحِ
بن الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْخَطْمِيِّ الْمَدَنِيِّ، عَنْ أَبِي
أُمَامَةَ بن سَهْلِ بن حُنَيْفٍ، عَنْ عَمِّهِ عُثْمَانَ بن حُنَيْفٍ أَنَّ
رَجُلا،"كَانَ يَخْتَلِفُ إِلَى عُثْمَانَ بن عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ
تَعَالَى
المعجم الكبير للطبراني - (ج 7 / ص 410)
-
حَدَّثَنَا طَاهِرُ
بن عِيسَى بن قَيْرَسٍ الْمِصْرِيُّ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا أَصْبَغُ بن
الْفَرَجِ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْمَكِّيِّ، عَنْ رَوْحِ
بن الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْخَطْمِيِّ الْمَدَنِيِّ، عَنْ أَبِي
أُمَامَةَ بن سَهْلِ بن حُنَيْفٍ، عَنْ عَمِّهِ عُثْمَانَ بن حُنَيْفٍ أَنَّ
رَجُلا،"كَانَ يَخْتَلِفُ إِلَى عُثْمَانَ بن عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ
تَعَالَى
المعجم الصغير للطبراني - (ج 2 / ص 106)
-
حدثنا طاهر بن عيسى
بن قيرس المقري المصري التميمي ، حدثنا أصبغ بن الفرج ، حدثنا عبد الله بن وهب ،
عن شبيب بن سعيد المكي ، عن روح بن القاسم ، عن أبي جعفر الخطمي المدني ، عن أبي
أمامة بن سهل بن حنيف ، عن عمه عثمان بن حنيف «
-
دلائل النبوة للبيهقي
- (ج 6 / ص 354)
-
- أخبرنا أبو سعيد عبد الملك بن أبي عثمان
الزاهد ، رحمه الله ، أنبأنا الإمام أبو بكر محمد بن علي بن إسماعيل الشاشي القفال
، قال : أنبأنا أبو عروبة ، حدثنا العباس بن الفرج ، حدثنا إسماعيل بن شبيب ،
حدثنا أبي ، عن روح بن القاسم ، عن أبي جعفر المديني ، عن أبي أمامة بن سهل بن
حنيف
معرفة الصحابة لأبي نعيم الأصبهاني - (ج
14 / ص 81)
-
حدثنا أبو عمرو ، ثنا
الحسن ، ثنا أحمد بن عيسى ، ثنا ابن وهب ، أخبرني أبو سعيد واسمه شبيب بن سعيد من
أهل البصرة ، عن أبي جعفر المديني ، عن أبي أمامة بن سهل بن حنيف ، عن عمه عثمان
بن حنيف
Seluruh jalur riwayat di
hampir seluruh kitab hadis hanya
melalui Abu Ja1far al madini yaitu
tingkat enam dari orang – orang yang masih menjumpai yunior tabiin. Jadi di
masa beliau kisah itu masih tidak dikenal, apalagi di masa sahabat. Kisah
itu dikatakan nyeleneh sekali, tidak
populer dan masih satu orang yang tahu. Di masa beliau hanya beliau seorang yang mengerti
dan seluruh sahabat kecuali Usman
bin Hunaif sampai mati tidak kenal kisah itu.
Kisah sedemikian ini di golongkan dlm kisah yang
munkar, lemah sekali, bukan sahih dan
tidak boleh di buat pegangan tapi lepaskan saja. Bila di buat pegangan ,
maka keliru, tidak benar, sesat
menyesatkan dan tidak mengarahkan orang ke jalan yang lurus .
Tawassul dengan nabi atau pangkatnya di bolehkan oleh
ahli bid`ah , dilarang oleh ahlus sunnah . Ahli bid`ah menggunakan kisah munkar
untuk tawassul dengan mayat.. Tiada
landasan yang sahih. Bahkan ayat al quran menentangnya. Allah berfirman:
وَأَنَّ
الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Yang artinya, “Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu
adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya
di samping (menyembah) Allah” (QS Jin:18).
Kita diperintahkan oleh Allah agar
berdoa langsung tanpa tawassul pada Nabi shallahu alaihi wasallam sebagaimana ayat:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ
لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ
دَاخِرِينَ
Dan
Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". Ghofir 60
Termasuk disini
adalah orang yg tidak mau berdoa kpd Allah langsung tp harus menggunakan perantara para wali yg sudah meninggal dunia.
Dia tdk pernah berdoa langsung , bahkan anti padanya.
Dia tdk mau berdoa kecuali di kuburan dimuka para
wali. Dan tdk mau berdoa langsung pada
Allah. Dia termasuk orang yg nolak ayat Ghofir 60 di atas.
Di bawah ini kami tunjukkan hobby syi`ah
dalam berdoa , yaitu selalu bertawassul
dengan figur idola mereka sbb:
«بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللّهُمَّ إِنِّي أَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِأَحَبِّ اْلأَسْمَاءِِ إِلَيْكَ وَأَعْظَمِهَا
لَدَيْكَ وَأَتَقَرَّبُ وَأَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِمَنْ أَوْجَبْتَ حَقَّهُ
عَلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ وَعَلِيٍّ وَفَاطِمَةَ وَالْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ وَعَلِيٍّ
بْنِ الْحُسَيْنِ وَمُحَمَّدٍ بْنِ عَلِيٍّ وَجَعْفَرَ بْنِ مُحَمَّدٍ وَمُوْسَى
بْنِ جَعْفَرَ وَعَلِيٍّ بْنِ مُوْسَى وَمُحَمَّدٍ بْنِ عَلِيٍّ وَعَلِيٍّ بْنِ
مُحَمَّدٍ وَالْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ وَالْحُجَّةِ الْمُنْتَظَرِ صَلَوَاتُ اللّهِ
عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ، اكْفِنِي كَذَا وَكَذَا...»
Dengan nama Allah yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ya Allah ! Sesungguhnya
aku menghadap padaMu dengan nama yang Engkau sukai dan yang paling agung di
sisiMU . Aku mendekat dan bertawassul dengan orang yang haknya telah Engkau
wajibkan atas diriMU – yaitu dengan Muhammad , Ali, Fathimah, Hasan , Husain ,
Ali bin Al Husain , Muhammad bin Ali , Ja`far bin Muhammad , Musa bin Ja `far , Ali bin Musa , Muhammad bin Ali , Ali
bin Muhammad , Al Hasan bin Ali dan hujjah yang di nanti – nantikan – semoga
rahmat Allah terlimpahkan untuk mereka –
Cukupilah aku dengan ini ……….. dan ini….
Komentarku ( Mahrus ali ) :
Itulah tata cara orang – orang
syi`ah dalam bertawassul dengan memanggil figur – figur yang di idolakan bahkan mereka
anggap bahwa Allah punya hak untuk mengabulkan doa bila nama figur itu
di sebut dalam doa. Dan hal sedemikian ini belum ada tuntunannya dari hadis
yang sahih dan tiada sahabat yang melakukannya.
Lembaga
Tetap Pengkajian Ilmiyah dan Fatwa Saudi dan dua tokoh ulama menyatakan sbb:
وَإِنْ كَانَتْ مُشْتَمِلَةً عَلَى
اْلإِسْتِغَاثَةِ بِغَيْرِ اللهِ أَوِ التَّوَسُّلِ إِلَى اللهِ ِبخَلْقِهِ فِي
الدُّعَاءِ كَمَا فِي قَصِيْدَةِ اْلبُرْدَةِ أَوْ فِيْهَا دَعَاوِى كَاذِبَةٌ
وَغُلُوٌّ فِي تَعْظِيْمِ الْمَخْلُوْقِ أَوْ فِيْهَا كَلِمَاتٌ لاَيُفْهَمُ
مَعْنَاهَا لِكَوْنِهَا أَعْجَمِيَّةً أَوْ رُمُوْزًا، فَلاَ يَجُوْزُ الذِّكْرُ
بِهَا بَلْ قَدْ يَكُوْنُ شِرْكًا كَاْلاِسْتِغَاثَةِ بِغَيْرِ اللهِ، وَدَعْوًى
أَنَّ اْلعَالِمَ لَمْ يُخْلَقْ إِلاَّ مِنْ أَجْلِ رَسُوْلِ اللهِ وَأَنَّ عُلُوْمَ الَّلوْحِ وَاْلقَلَمِ مِنْ عِلْمِهِ، إِلَى
غَيْرِ هَذَا مِمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَوْرَادُ الْمُتَصَوِّفَةِ
وَأَنَاشِيْدُهُمْ.
Bila
halaqah dzikir itu mengandung minta tolong kepada lain Allah atau tawassul
dengan mahluknya dalam berdoa
sebagaiamana yang tercantum dalam kasidah Burdah , atau beberapa
pengakuan yang palsu , berlebihan dalam mengagungkan mahluk
atau terdapat kata – kata yang tidak bisa di mengerti artinya karena ajam atau kode – kode tertentu ,
maka tidak boleh berdzikir dengannya .
Bahkan syirik seperti minta pertolongan kepada lain Allah dalam berdoa dan pengakuan
bahwa alam ini di ciptakan
karena Rasulullah SAW. Dan
pengetahuan dalam loh mahfudh atau pena di sana telah
di ketahui oleh Nabi SAW dan memang begitulah apa yang di muat dalam wirid ahli
tasawwuf dan kasidah – kasidah mereka. [1]
.
Sabtu, November 14, 2015
Jawabanku untuk Muhammad Syafii ke 5
Muhammad
Syafii sudahlaaah mari kita sesama muslim
bersatu dan merapatkan barisan,stop mencaci maki sesama muslim.
Komentarku (
Mahrus ali ):
Bersatu dengan muslim ahli bid`ah dan syirik
tidak akan terwujud . Kita tegakkan
sunnah , mereka tegakkan
kebid`ahan untuk tumbangkan sunnah. Kita
luruskan tauhid , mereka mengagungkan kuburan ngefan kesirikan .
Biarlah kita berpisah agar tidak
terjangkit virus ngefan kebidahan dan
kesyirikan. Kita ingat ayat ini:
قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا
أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ
الْفَاسِقِينَ
Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali
diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan
orang-orang yang fasik itu". Maidah 25
Anda menyatakan:
tidak usah mempermasalahkan masalah khilafiyah
tidak usah mempermasalahkan masalah khilafiyah
Komentarku (
Mahrus ali ):
Masalah
khilafiyah bila tidak di bicarakan, maka
manusia tidak tahu mana yang benar dan
mana yang salah di antara masalah hilafiyah itu, dan tidak paham
mana yang sunnah dan mana yang bid`ah , mana yang sirik dan mana yang tauhid. Para Nabi diutus untuk menjelaskan
mana yang benar dari masalah hilafiyah . Ingat ayat ini :
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً
وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ
مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا
فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ
الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا
اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ
إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Manusia
itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus
para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka
Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara
yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan
orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada
mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri.
Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang
hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu
memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. 213 Baqarah
Dalam ayat itu di jelaskan
para nabi di utus menerangkan kepada manusia mana yang benar dan mana yang
salah di antara masalah khilafiyah.
Bukan diam saja atau menyatakan sama benarnya. Kebenaran hanya satu bukan dua atau tiga. Allah berfirman:
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلَالُ
فَأَنَّى تُصْرَفُونَ
maka tidak ada
sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan
(dari kebenaran)?[1]
Bila mereka
diam, maka umat ini bingung dalam beragama, tiada paham yang jelas yang
memiliki landasan yang kokoh.
Dalam ayat itu juga di terangkan sbb:
فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ
آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي
مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Maka Allah
memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang
mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi
petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
Orang yang tahu mana yang benar di antara masalah khilafiyah sesuai dengan dalil adalah orang yang beriman.
Bagi orang kafir
akan tdak paham mana yang benar dari
masalah khilafiyah itu, lalu bengong, lalu bilang - emboh saya tidak paham dan tidak mengerti mana
yang benar.
Masalah
khilafiyah terkadang masalah syirik atau tauhid, hilaf dalam masalah islam atau
kafir. Masalah sedemikian ini harus di
tuntaskan dan harus tahu mana yang benar dan mana yang salah yang
cocok dengan dalil , bukan cocok dengan ajaran golongan sekalipun nentang dalil.
Ingatlah firmanNya:
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ
كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah, “Tunjukkanlah
bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.”[2]
Anda menyatakan:
toh masing2 punya dalil
toh masing2 punya dalil
Komentarku (
Mahrus ali ):
Orang LDII, ahli
bid`ah, salafy, Muhammadiyah , ahli syirik
dan tarekat juga akan bilang seperti itu. Bahkan orang Hindupun ngaku benar, biksu ngaku benar
dan pendeta Kristiani juga ngaku benar. Tidak ada dari mereka
yang ngaku salah. Kebenaran adalah satu
bukan semuanya khilaf.
Walaupun masing
–masing punya dalil, mesti ada dalil
yang kuat dan lemah. Kadang dalil di pelintir dan tidak di artikan yang benar. Kadang akal – akalan.
Kunci kita
ini adalah mengikuti teladan Rasulullah
shallahu alaihi wasallam.
Suatu misal
orang berkata tahlilan setelah
kematian punya dalil. Maka kita cukup mengatakan buktikan bahwa Rasulullah shallahu alaihi
wasallam dan para sahabatnya mengadakan tahlilan setelah kematian . Bila tidak ada , mka kita
tidak usah gubris argumentasinya.
Kita cukup ikut Rasulullah shallahu alaihi wasallam saja yang tidak mengadakan tahlilan setelah kematian.
Ikutilah ayat
ini:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ
اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ
غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
“Katakanlah, jika
kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)
Anda menyatakan:
wahai kaum muslimin,musuh2 kita banyak diluar sana,jngn sampai kita berpecah belah hanya karen a masalah ini
sekali lagi saya serukan
BERSATULAH UMAT ISLAM
ALLAHU AKBAR
Komentarku (
Mahrus ali ):
Kita
ahlissunnah dengan ahli bid`ah di fron tidak pernah bersatu. Di dunia maya,
tidak bersatu . Di dunia nyata pun tidak bersatu.
Lihat saja ahli
bid`ah banyak yang dukung thaghut, anti penerapan sariat Islam
dalam suatu negara. Bahkan memerangi mereka.
Waktu rezim Soekarno saja ahli bid`ah ikut Nasakom , ikut group
rezim bersama Soekarno dan anti gerakan
yang menginginkan sariat Islam tegak
dibumi pertiwi.
Jawabanku untuk Muhammad Syafii ke 4.
Jawabanku
untuk Muhammad Syafii ke 4.
Ibnu
Safrani berkata:
فالحديث على هذا شاذ .
أما أن الدواعي تتوافر على نقله فللتالي :
1- أنه علم من أعلام النبوة لو كان ، والغالب في مثل ذلك الانتشار .
2- أن المدينة مرت بقحط في فترات متعددة ، ولم يستعمل الناس ذلك ، فلو كان معروفاً لما تركوه .
3- أن فيه تغيير لبناء المسجد ، فلو كان لنقل كما تنقل أخبار ما يفعل ببناء المسجد .
أما المتن فلا شك أنه منكر ، فأين عمر بن الخطاب والصحابة لما توسلوا بالعباس عن هذا ؟ ولم لم تخبرهم عائشة بذلك ؟
وإن قيل لعله قحط آخر ، فهذ ا يحتاج إلى تبيينه تاريخياً ، إضافة إلى أن ذلك لا ينفي النكارة ، فلم سكتت عائشة في القحط الأول ؟
أما أن الدواعي تتوافر على نقله فللتالي :
1- أنه علم من أعلام النبوة لو كان ، والغالب في مثل ذلك الانتشار .
2- أن المدينة مرت بقحط في فترات متعددة ، ولم يستعمل الناس ذلك ، فلو كان معروفاً لما تركوه .
3- أن فيه تغيير لبناء المسجد ، فلو كان لنقل كما تنقل أخبار ما يفعل ببناء المسجد .
أما المتن فلا شك أنه منكر ، فأين عمر بن الخطاب والصحابة لما توسلوا بالعباس عن هذا ؟ ولم لم تخبرهم عائشة بذلك ؟
وإن قيل لعله قحط آخر ، فهذ ا يحتاج إلى تبيينه تاريخياً ، إضافة إلى أن ذلك لا ينفي النكارة ، فلم سكتت عائشة في القحط الأول ؟
Atas
dasar ini hadis tsb adalah syadz (
nyeleneh , ganjil sekali tunggal , tidak
wajar, tidak dikenal di kalangan sahabat ).
Motif untuk mengutip kisah itu sbb :
- Ia salah satu tanda kenabian bila benar begitu . Biasanya masalah sedemikian ini akan menyebar.
- Kota Medinah mengalami paceklik beberapa kali dan orang – orang tidak menggunakan hal itu. Bila hal itu di kenal di kalangan mereka, maka mereka akan melakukannya.
- Masalah itu mengandung perobahan pembangunan masjid . Bila benar akan ada berita yang kita kutip sebagaimana berita tentang renovasi masjid.
Untuk redaksi hadis, maka tidak diragukan
lagi kemungkarannya Dimana UMar bin Al Khatthab
dan para sahabat ketika mereka bertawassul pada al albbas ( yang masih hidup ) dan tidak melakukan seperti
itu> Mengapa Aisyah tidak memberitahu
hal itu padanya.
Bila dikatakan , barang kali ada paceklik
lain. Hal ini butuh data historisnya . Walaupun demikian , redaksi hadis masih munkar . Dan
mengapa Aisyah diam saja waktu paceklik pertama kali.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Hadis
tsb dari segi sanad cacat sebagaimana di paparkan tadi.
Sanadnya
juga tafarrud . Maksudnya hadis kuburan Rasul dilobangi lalu bisa
tembus ke langit bisa bikin hujan itu
hanya melalui jalur sanad itu , tiada
jalur lainnya. Sanadnya sbb:
Sanadnya menurut
Darimi sbb: Bercerita kepada kami Abun
Nu`man , bercerita kepada kami Sa`id bin
Zaid , bercerita kepada kami Amar bin
Malik Annukri , bercerita kepada kami Abul Jauza` : Aus bin Abdillah
berkata :
Sanad sedemikian
termasuk nyeleneh , fard mutlak dan ini menurut pakar hadis salaf tanda kelemahan.
Abdul hay al luknowi berkata:
فكثيراً
ما يطلقون النكارة على مجرَّد التَّفرُّد،
Sering kali mereka menyatakan hadis munkar disebabkan tafarrud saja . (
satu perawi yang meriwayatkan bukan dua atau tiga ).
-
كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون
رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك
رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه
الناس" 1،
Hukum
hanya seorang perawi yang meriwayatkan
hadis.( tafarrud )
1. Ulama hadis dahulu tidak suka atau benci terhadap
riwayat gharib ( nyeleneh )
Ulama
hadis dahulu benci terhadap terhadap riwayat – riwayat yang gharib (
nyeleneh ) dan hadis yang
di riwayatkan oleh seorang perawi , lalu di anggap sebagai
hadis yang terjelek sebagaimana
di katakan oleh Imam Malik
rahimahullah: Ilmu terjelek adalah
yang gharib dan ilmu yang
terbaik adalah yang tampak yang
di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).
Komentarku
( Mahrus ali ):
Mengapa kisah turun hujan karena atap kuburan Rasulullah
shallahu alaihi wasallam dilobangi itu
hanya di riwayatkan satu orang , bukan dua atau
tiga. Tiada tabiin yang tahu . Mayoritas sahabat dan tabiin
tidak paham kisah itu. Bila mereka paham pasti mereka lakukan seperti apa yang tertera
dalam kisah itu.
Abdul
hay al luknowi berkata:
فكثيراً ما يطلقون
النكارة على مجرَّد التَّفرُّد،
Sering
kali mereka menyatakan hadis munkar
disebabkan tafarrud saja . ( satu perawi yang meriwayatkan bukan dua atau tiga
).
- كراهية
المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من
علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث،
كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ
الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum
hanya seorang perawi yang meriwayatkan
hadis.( tafarrud )
1. Ulama hadis
dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat gharib ( nyeleneh )
Ulama
hadis dahulu benci terhadap terhadap riwayat - riwayat yang gharib (
nyeleneh ) dan hadis yang
di riwayatkan oleh seorang perawi , lalu di anggap sebagai
hadis yang terjelek sebagaimana
di katakan oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu terjelek
adalah yang gharib dan
ilmu yang terbaik adalah yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia.
( banyak ).
ــ أوس بن عبد الله الربعى ، أبو الجوزاء البصرى (
من ربعة الأزد )
Mengapa
tabiin di Medinah tidak paham kisah
hujan turun karena kuburan Rasulullah
shallahu alaihi wasallam terbuka, malah
tabiin dari Basrah yang tahu.
Mestinya tabiin penduduk Medinah lebih tahu dulu. Dan masalah sedemikian ini
cepat menyebar, sulit di bendung .Mengapa jarang orang yang ngerti
saat itu. Mengapa di antara
tabiin hanya Aus bin Abdillah yang paham
kisah itu.
ولهذا
نقول إنه ينبغي لطالب العلم أن ينظر أن من قرائن الإعلال والرد للأحاديث، في
تفردات الكوفيين والعراقيين على وجه العموم،
مجلة البحوث الإسلامية
مجلة البحوث الإسلامية
Karena ini, kami katakan:
Layak sekali bagi thalib ilm untuk melihat bahwa sebagian tanda cacat dan
tertolaknya beberapa hadis adalah tafarrudnya perawi Kufah dan Irak secara umum
( seperti Zahdam – orang Basrah ).
Majalah buhus Islamiyah.
Majalah buhus Islamiyah.
Jadi kisah itu
dari segi sanad cacat dan dari redaksi hadis juga
munkar. Bila masih di paksa untuk
di sahihkan, maka ajaran shalat Istisqa
dan berdoa minta hujan tidak ada
faedahnya, buka saja atap kuburan Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Dan
jangan di tutup lagi agar tdak
terjadi kemarau panjang lagi.
Ini
hurafat, hadis tsb meng ada – ada , bukan realita , lemah tidak
sahih, mengagungkan kuburan dan
menyepelekan ajaran shalat Istisqa. Bila
di percaya merusak akal, tidak melurusaknnya di atas akidah yang baik. Tapi
jadi bengkong akidah.
Muhammad
Syafii makanya jangan suka mengutak-atik dalil
dg akal antum sendiri,jadi bingung sendiri kaaaan
kumpulkan semua dalil baru dech kita lihat apa pendapat ulama
Komentarku ( Mahrus ali ):
kumpulkan semua dalil baru dech kita lihat apa pendapat ulama
Komentarku ( Mahrus ali ):
Dalil itu bila
di biarkan saja akan berbahaya , tidak membikin selamat. Harus di kaji lagi
hadis itu agar tahu lemahnya. Bila tidak di utak utik, maka lemahnya dikira
sahih lalu dipercaya begitu saja dan rusaklah akidah umat.
Kita bahas dalil itu satu persatu dan silahkan ambil
lagi hadis tawassul bil mauta yang
lain akan kita tunjukkan kelemahannya .
Anda menyatakan
:
jangan bikin
kesimpulan sendiri dalam memahami dalil nanti antum malah bingung sendiri
Komentarku (
Mahrus ali ):
Anda bikin
kesimpulan mengikuti ulama ahli
bid`ah dan syirik malah kacau,
bingung , ilmumu ngambang , bukan ilmu
yang mendasar , dan akidahmu tergoncang , tidak mantap dengan landasan
tauhid pada Allah bukan mengagungkan kuburan .
Karena itu ,
ambillah kesimpulan yang cocok
dengan dalil bukan yang menentangnya.
Jawabanku untuk Muhammad Syafii ke 3
Muhammad
Syafii kalau antum masih ngotot ini saya
kasih hujjah lagi:
Dari Aus bin Abdullah;"suatu hari dikota madinah mengalami kemarau panjang,lalu datanglah penduduk madinah ke Aisyah(janda rasulullah) mengadu tentang kesulitan tersebut,lalu aisyah berkata:
"lihatlah kubur nabi muhammad lalu bukalah sehingga tidak lagi atap yg menutupinya dan langit terlihat langsung" lantas mereka pun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta gemuk,maka disebutlah itu tahun gemuk (HR.IMAM DARIMI)
kitab musnad as-shahabah menjelaskan status atsar diatas sebagai berikut:"syeikh husein berkata"perawinya adalah orang-orang tsiqah"(MUSNAD AL-SHAHABAH,XIII/76)
coba,apa pendapat antum tentang riwayat diatas?
Dari Aus bin Abdullah;"suatu hari dikota madinah mengalami kemarau panjang,lalu datanglah penduduk madinah ke Aisyah(janda rasulullah) mengadu tentang kesulitan tersebut,lalu aisyah berkata:
"lihatlah kubur nabi muhammad lalu bukalah sehingga tidak lagi atap yg menutupinya dan langit terlihat langsung" lantas mereka pun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta gemuk,maka disebutlah itu tahun gemuk (HR.IMAM DARIMI)
kitab musnad as-shahabah menjelaskan status atsar diatas sebagai berikut:"syeikh husein berkata"perawinya adalah orang-orang tsiqah"(MUSNAD AL-SHAHABAH,XIII/76)
coba,apa pendapat antum tentang riwayat diatas?
Komentarku (
Mahrus ali ):
Asal hadisnya
sbb:
عَنْ أَبِى الْجَوْزَاءِ
أَ ْوسٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ : قُحِطَ أَهْلُ الْمَدِيْنَةِ قَحْطًا
شَدِيْدًا فَشَكَوْا إِلىَ عَائِشَةَ فَقَالَتْ : اُنْظُرُوا قَبْرَ النَّبِيِّ
فَاجْعَلُوا مِنْهُ كَوًّا إِلَى السَّمَاءِ حَتىَّ لاَ يَكُوْنُ بَيْنَهُ
وَبَيْنَ السَّمَاءِ سَقْفٌ قَالَ : فَفَعَلوُا فَمُطِرُوا مَطَرًا حَتىَّ نَبَتَ
اْلعُشْبُ وَسَمِنَتِ اْلإِبِلُ حَتىَّ تَفْتَقِطُ مِنَ السَّحْمِ فَسُمِّيَ عَامَ
اْلفَتْقِ ( أَخْرَجَهُ اْلإِمَامُ الدَّارِمِى ج : 1 ص : 43)
Dari Aus bin
Abdullah: "Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu
datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang
kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi Muhammad
s.a.w. lalu bikinlah lobang sehingga
tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung", maka
merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput
tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk" (Riwayat Imam
Darimi)
Sepengetahuan
saya , saya jumpai hadis tsb hanya di
sunan Darimi. Saya tidak mendapatkannya di sahih Bukhori , Sahih Muslim , Sunan
Tirmidzi , Nasai , Ibnu Majah , Abu
Dawud maupun Imam Ahmad atau al
mustadrak .
Sanadnya sbb:
-
حَدَّثَنَا أَبُو
النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مَالِكٍ
النُّكْرِىُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْجَوْزَاءِ : أَوْسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
Sanadnya menurut
darimi sbb: Bercerita kepada kami Abun
Nu`man , bercerita kepada kami Sa`id bin
Zaid , bercerita kepada kami Amar bin Malik Annukri , bercerita kepada kami Abul Jauza` : Aus bin Abdillah
berkata :
Hadis tsb menurut al bani lemah.
Lihat disini:
ضعيف الإسناد موقوف الألباني التوسل 126
لا يصح الألباني أحكام الجنائز 335
إسناده ضعيف الألباني مشكاة المصابيح 5894
Ust. Abd rahman al faqih berkata:Hadis tsb lemah karena tiga perkara.
هذا
سند ضعيف لا تقوم به حجة لأمور ثلاثة:
أولها: أن سعيد بن زيد وهو أخو حماد بن زيد فيه ضعف.
أولها: أن سعيد بن زيد وهو أخو حماد بن زيد فيه ضعف.
قال فيه الحافظ في "التقريب": صدوق له أوهام.
وقال
الذهبي في "الميزان": (قال يحيى بن سعيد: ضعيف،
وقال السعدي: ليس بحجة، يضعفون حديثه،
وقال
النسائي وغيره: ليس
بالقوي،
وقال أحمد: ليس به بأس، كان يحيى بن سعيد لا
يستمرئه).
، ولو صح لم تكن فيهr
، ولو صح لم تكن فيهr
Intinya:
Perawi bernama Said bin Zaid lemah
menurut Ibnu Hajar, Dzahabi, Sa`di , Nasa`I .
Komentarku
( Mahrus ali ):
وَ قَالَ عَلِىٌّ ابْنُ الْمَدِيْنِى : سَمِعْتُ يَحْيَى
بْنَ سَعِيْدٍ يُضَعِّفُ سَعِيْدَ بْنَ زَيْدٍ فِى الْحَدِيْثِ جِدًّا .
Ali bin Al madini berkata: Aku mendengar Yahya bin sa`id sangat
melemahkan Sa`id bin zaid dalam hadis
وَ قَالَ ابْنُ
حِبَّانَ : كَانَ صَدُوْقًا حَافِظًا مِمَّنْ كَانَ يُخْطِىءُ فِى اْلأَخْبَارِ وَ
يَهِمُ حَتَّى لاَ يُحْتَجُّ بِهِ إِذَا انْفَرَدَ .
Ibnu Hibban berkata : Sa`id bin zaid suka berhkata benar , hafidzh ,
juga sering keliru dalam menyampaikan
hadis hingga tidak bisa di buat hujjah
bila sendirian .
وَ قَالَ الدَّارُقُطْنِى : ضَعِيْفٌ . اهـ .
Daroquthni bilang : Dia lemah [1]
Hadis tsb tidak menjelaskan tawassul dengan
Rasulullah SAW , juga tiada doa di dalamnya . Ia menjelaskan suruh buka
atap kuburan , lalu turunlah hujan . Kisah ini mirip dengan hurafat ,
sulit sekali di pahami . Dengan melobangi atap kuburan Rasulullah SAW lalu
hujan turun ? Ber arti kuburan
Rasulullah SAW yang ber atap itu
membikin kenistaan atau kemarau panjang?
Abd rahman al faqih melanjutkan tulisannya
lagi:
وثانيهما:
أنه موقوف على عائشة وليس بمرفوع إلى النبي حجة، لأنه يحتمل أن
يكون من قبيل الآراء الاجتهادية لبعض الصحابة، مما يخطئون فيه ويصيبون، ولسنا ملزمين بالعمل بها.
Keduanya hadis tsb adalah mauquf ( bukan Nabi
shallahu alaihi wasallam yang bersabda )
tapi Aisyah dan tidak bisa di buat hujjah. Sebab ia mungkin sekali termasuk
ijtihad sebagian sahabat yang
mungkin benar juga mungkin keliru
dan kita tidak di wajibkan menjalankannya.
وثالثها: أن أبا النعمان هذا هو محمد بن الفضل، يعرف بعارم، وهو وإن كان ثقة فقد اختلط في آخر عمره.
Ketiga
: Sesungguhnya Abu Nu`man ini adalah
Muhammad bin Al Fadhl terkenal dengan
nama Arim. Bila dia perawi terpercaya
maka dia kabur hapalannya ketika lansia.
وقد قال شيخ الإسلام ابن تيمية : (وما روي عن عائشة رضي الله عنها من فتح الكوة من قبره إلى السماء، لينزل المطر فليس بصحيح، ولا يثبت إسناده،
Sungguh
Syaikhul Islam Ibn Taimiyah menyatakan : Kisah
yang diriwayatkan dari Aisyah
tentang atap kuburan yang di buka / dilobangi agar hujan turun , tidak sahih, sanadnya juga tidak valid.
Komentarku
( Mahrus ali ):
Hadis itu merusak akidah agar berdoa pada Allah
ketika terjadi paceklik , dan ia mengajak pengagungan kuburan. Bila sahih berakibat orang – orang akan membuka
atap kuburan para wali ketika terjadi paceklik sebagai kiasan mereka. Saat
ini akidah mereka bobrok, tidak berdiri atas tauhid
yang murni tapi tauhid yang palsu
dan syirik murni, Dari hadis lemah, orang akan terjerumus ke neraka dan
tidak bisa masuk ke surga.
Sampai
sekarang kuburan Rasulullah shallahu alaihi wasallam tidak di buka ketika
terjadi paceklik yang sangat.
Bersambung
……………
Langganan:
Postingan (Atom)