Telah daftar 30 orang untuk zakat fitrah kurma kepada saya. Perorang 2 kilo setengah harganya murah Rp 85 000. Bagi yang ingin ikut silahkan transfer ke rek saya BCA 2160591725 atas nama Mahrus Ali. Insyaallah saya bagikan nanti kepada kaum fakir yang salih. Saya tidak mengambil sama sekali sebagaimana tahun tahun lalu.
Meluruskan Ritual-ritual Ahli Bid'ah yang dianggap Sunnah. Menggugat sholawat dan dzikir syirik. Menyampaikan pengkajian hadis secara jujur dan ilmiyah Pergilah ke blog ke II : www.mantankyainu2.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label zakat fitrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zakat fitrah. Tampilkan semua postingan
Rabu, Mei 29, 2019
Minggu, Juni 26, 2016
Zakat fitrah yang tepat adalah korma bukan beras
Di tulis oleh H Mahrus ali
Zakat fitrah kurma lebih tepat
Untuk bahan makanan pokok beras, saya sendiri belum menjumpai dalil yang akurat yang memperkenankan untuk zakat fitrah. Saya masih senang sami`na wa atho`na terhadap pilihan Rasulullah SAW dlm zakat fitrah sebagaimana hadis sbb :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ حُرٍّ وَعَبْدٍ ذَكَرٍ وَأُنْثَى صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ *
Ibnu Umar ra berkata :” Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bagi setiap orang kecil, besar , budak , merdeka atau lelaki dan perempuan satu gantang kurma atau gandum . Ibnu Umar ra sendiri selalu mengeluarkan zakat fitrah dengan kurma , terkadang gandum tapi jarang .Dan tiada satupun sahabat yang mengeluarkan zakat fitrah beras , lalu kita ikut mereka . Manusia lebih condong kepada pendapat yang nyeleot yang tidak ada dalilnya .بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ
Sesungguhnya perumpamaan ku dan umatku laksana seorang lelaki yang menghidupkan api ,lalu laron – laron dan serangga – serangga berjatuhan kepadanya . Aku pegang tempat ikatan sabukmu , sedang kamu mau masuk ke dalam api . Jadi ajaran hadis ini penyetop agar kamu tidak terbakar api Neraka . terserah kamu ingin ke surga atau sebaliknya .Bila ingin ke surga ,peganglah hadis , kamu akan tenang, sreg ,dan Allah membelamu .
Silahkan hubungi kami
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
https://www.facebook.com/mahrus
ali MKnu
watsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9
Sabtu, Agustus 01, 2015
Jawabanku untuk Yai Abu Lathyf Kelatin
Apakah
hadis ini bisa untuk batasan orang miskin kyai padahal sekarang cari
orang yang tidak punya persediaan makanan sehari semalam hapir tidak
ada, kemudian zakat fitrah itu yang penting sudah diserahkan kepada
pengumpul sebelum sholat iedzul fitri, dan pengumpul itu beras fitrah
kalau tidak tersalurkan, apa boleh dijual kemudian uangnya untuk
keperluan agama ,praktek yang demikian itu banyak selanjutnya orang yang
tidak mampu beli kurma 1 sho' atau 2 1/2 kg , apa tidak
wajib zakat fitrah mohon penjelasan kyai.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepadaku Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Yazid bin Jabir ia berkata, telah menceritakan kepadaku Rabi'ah bin Yazid telah menceritakan kepadaku Abu Kasybah As Saluli bahwa ia telah mendengar Sahl bin Al Hanzhaliyyah Al Anshari salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Uyainah dan Al Aqra' bertanya sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan Mu'awiyah menulis untuk (diserahkan pada) keduanya, Mu'awiyah kemudian menulisnya lalu distempel oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Setelah itu beliau memerintahkan agar surat dikirim kepada keduanya. Berkenaan dengan surat yang akan dikirim kepada Uyainah, Uyainah bertanya, "Apa di dalamnya?" Mu'awiyah menjawab, "Di dalamnya terdapat sesuatu yang aku diperintah untuk melakukannya." Maka Uyainah pun menciumnya seraya mengikatkannya dalam imamahnya, dan Uyainah adalah orang paling adil dari kedua laki-laki itu (dari Al Aqra'). Adapun berkenaan dengan surat yang dikirim untuk Al Aqra', maka A Aqra' pun berkata, "Aku membawa lembaran, tetapi aku sendiri tidak tahu apa yang tertulis di dalamnya, seperti lembaran Al Mutalammis." Mu'awiyah kemudian mengabarkan komentar keduanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk menunaikan hajatnya, lalu beliau melewati seekor unta yang sedang menderum di depan pintu Masjid sejak awal hari. Kemudian beliau melewatinya lagi saat waktu telah senja, dan unta itu tetap menderum di tempatnya. Maka beliau bertanya: "Di manakah pemilik unta ini?" beliau mencarinya namun tidak menemukan pemiliknya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Takutlah kalian kepada Allah berkenaan dengan binatang ini. Naikilah saat ia dalam keadaan sehat, dan kendarailah saat ia kekar (gemuk) sebagaimana yang tadi lagi mengabek. Dan sesungguhnya siapa meminta-minta sementara ia memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, maka sesungguhnya ia hanya menambah banyaknya api neraka jahannam." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, sesuatu apakah yang mencukupinya?" beliau menjawab: "Sesuatu yang dapat ia komsumsi untuk makan siang dan makan malamnya."
Sanad hadis tsb menurut al bani dan al arnauth sahih.
Zakat fitrah itu untuk orang miskin , bukan untuk yg lain. Bila untuk gerakan dakwah, maka kaum fakir miskin tidak ada bagian. Dan kasihan mereka. Lalu siapa yg mengasihi mereka. zakat fitrah itu untuk mereka lihat hadis sbb:
Komentarku ( Mahrus ali ):
Barang kali, dua masalah yg anda tanyakan, makanya sy jawab dengan dua jawaban.
Yaitu hadis itu komteknya untuk orang – orang yg minta –minta bukan penerima zakat fitrah yg tdk minta – minta. Di sebutkan di al quran kaum nelayan tu termasuk orang fakir sebagaimana ayat sbb:
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sekalipun kaum nelayan itu ada yg kaya dan miskin. Tp kebanyakan mereka kaum miskin .
Untuk orang yg tdk mampu beli kurma zakat fitrah, maka tdk usah membelinya dan dia nanti akan di beri zakat itu. Allah berfirman:
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepadaku Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Yazid bin Jabir ia berkata, telah menceritakan kepadaku Rabi'ah bin Yazid telah menceritakan kepadaku Abu Kasybah As Saluli bahwa ia telah mendengar Sahl bin Al Hanzhaliyyah Al Anshari salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Uyainah dan Al Aqra' bertanya sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan Mu'awiyah menulis untuk (diserahkan pada) keduanya, Mu'awiyah kemudian menulisnya lalu distempel oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Setelah itu beliau memerintahkan agar surat dikirim kepada keduanya. Berkenaan dengan surat yang akan dikirim kepada Uyainah, Uyainah bertanya, "Apa di dalamnya?" Mu'awiyah menjawab, "Di dalamnya terdapat sesuatu yang aku diperintah untuk melakukannya." Maka Uyainah pun menciumnya seraya mengikatkannya dalam imamahnya, dan Uyainah adalah orang paling adil dari kedua laki-laki itu (dari Al Aqra'). Adapun berkenaan dengan surat yang dikirim untuk Al Aqra', maka A Aqra' pun berkata, "Aku membawa lembaran, tetapi aku sendiri tidak tahu apa yang tertulis di dalamnya, seperti lembaran Al Mutalammis." Mu'awiyah kemudian mengabarkan komentar keduanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk menunaikan hajatnya, lalu beliau melewati seekor unta yang sedang menderum di depan pintu Masjid sejak awal hari. Kemudian beliau melewatinya lagi saat waktu telah senja, dan unta itu tetap menderum di tempatnya. Maka beliau bertanya: "Di manakah pemilik unta ini?" beliau mencarinya namun tidak menemukan pemiliknya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Takutlah kalian kepada Allah berkenaan dengan binatang ini. Naikilah saat ia dalam keadaan sehat, dan kendarailah saat ia kekar (gemuk) sebagaimana yang tadi lagi mengabek. Dan sesungguhnya siapa meminta-minta sementara ia memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, maka sesungguhnya ia hanya menambah banyaknya api neraka jahannam." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, sesuatu apakah yang mencukupinya?" beliau menjawab: "Sesuatu yang dapat ia komsumsi untuk makan siang dan makan malamnya."
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي
الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ
جَابِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي أَبُو
كَبْشَةَ السَّلُولِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ سَهْلَ ابْنَ الْحَنْظَلِيَّةِ
الْأَنْصَارِيَّ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
أَنَّ عُيَيْنَةَ والْأَقْرَعَ سَأَلَا رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَأَمَرَ مُعَاوِيَةَ أَنْ
يَكْتُبَ بِهِ لَهُمَا فَفَعَلَ وَخَتَمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِدَفْعِهِ إِلَيْهِمَا فَأَمَّا
عُيَيْنَةُ فَقَالَ مَا فِيهِ قَالَ فِيهِ الَّذِي أُمِرْتُ بِهِ
فَقَبَّلَهُ وَعَقَدَهُ فِي عِمَامَتِهِ وَكَانَ أَحْكَمَ الرَّجُلَيْنِ
وَأَمَّا الْأَقْرَعُ فَقَالَ أَحْمِلُ صَحِيفَةً لَا أَدْرِي مَا فِيهَا
كَصَحِيفَةِ الْمُتَلَمِّسِ فَأَخْبَرَ مُعَاوِيَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِمَا وَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَمَرَّ بِبَعِيرٍ مُنَاخٍ
عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ ثُمَّ مَرَّ بِهِ آخِرَ
النَّهَارِ وَهُوَ عَلَى حَالِهِ فَقَالَ أَيْنَ صَاحِبُ هَذَا الْبَعِيرِ
فَابْتُغِيَ فَلَمْ يُوجَدْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ ثُمَّ
ارْكَبُوهَا صِحَاحًا وَارْكَبُوهَا سِمَانًا كَالْمُتَسَخِّطِ آنِفًا
إِنَّهُ مَنْ سَأَلَ وَعِنْدَهُ مَا يُغْنِيهِ فَإِنَّمَا يَسْتَكْثِرُ
مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَمَا يُغْنِيهِ قَالَ مَا يُغَدِّيهِ أَوْ يُعَشِّيهِ
رواه أبوداود (1629) وأحمد (4/180)
وابن شبّة في أخبار
المدينة (911) وابن أبي عاصم في الآحاد والمثاني (4/104) وابن حبان (2/303 و8/187) والطبراني (6/97
رقم 5619) والآجري (1939) وأبونعيم في معرفة الصحابة (3/1310) والبيهقي
(7/25) وابن عساكر (67/157 وفيه سقط)
قال الألباني: إسناده صحيح على شرط مسلم
تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده صحيح رجاله ثقات رجال الصحيح
Komentarku ( Mahrus ali ):قال الألباني: إسناده صحيح على شرط مسلم
تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده صحيح رجاله ثقات رجال الصحيح
Sanad hadis tsb menurut al bani dan al arnauth sahih.
Zakat fitrah itu untuk orang miskin , bukan untuk yg lain. Bila untuk gerakan dakwah, maka kaum fakir miskin tidak ada bagian. Dan kasihan mereka. Lalu siapa yg mengasihi mereka. zakat fitrah itu untuk mereka lihat hadis sbb:
فَرَضَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً
لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا
قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ
فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari
perbuatan sia – sia dan jima` dan
sebagai makanan untuk orang – orang
miskin . Barang siapa menunaikan nya
sebelum salat , akan di terima sebagai zakat . Barang siapa menunaikannya
setelah salat Id , sama dengan sedekah biasa[1]
Muhammad bin
Ali bin Muhammad Assyaukani 1173 , wafat
1250 H. berkata :
وَفِيْهِ
دَلِيْلٌ عَلَى أَنَّ الْفِطْرَةَ تُصْرَفُ فِي الْمَسَاكِيْنِ دُوْنَ غَيْرِهِمْ
مِنْ َمصَارِفِ الزَّكَاةِ كَمَا ذَهَبَ إِلَيْهِ الْهَادِي وَالْقَاسِمُ وَأَبُو
طَالِبٍ
Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah khusus untuk orang – orang miskin bukan
lainnya ,demikian menurut Al Hadi ,
Qasim dan Abu Tholib [2]
Pertanyaan anda aneh ,katanya tidak ada orang miskin, lalu anda bilang: “selanjutnya
orang yang tidak mampu beli kurma 1 sho' atau 2 1/2 kg , apa tidak wajib zakat
fitrah mohon penjelasan kyai.”.Komentarku ( Mahrus ali ):
Barang kali, dua masalah yg anda tanyakan, makanya sy jawab dengan dua jawaban.
Yaitu hadis itu komteknya untuk orang – orang yg minta –minta bukan penerima zakat fitrah yg tdk minta – minta. Di sebutkan di al quran kaum nelayan tu termasuk orang fakir sebagaimana ayat sbb:
أَمَّا
السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ
أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
Adapun
bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku
bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja
yang merampas tiap-tiap bahtera. 79 Kahfi.Komentarku ( Mahrus ali ):
Sekalipun kaum nelayan itu ada yg kaya dan miskin. Tp kebanyakan mereka kaum miskin .
Untuk orang yg tdk mampu beli kurma zakat fitrah, maka tdk usah membelinya dan dia nanti akan di beri zakat itu. Allah berfirman:
مَا يُرِيدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ
Allah tidak menginkan kesulitan kepadamu . [3]
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu
dalam agama suatu kesempitan.[4]
لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا
Allah
tidak memberikan beban kepada seseorang kecuali semampunya .
Sabtu, Juli 25, 2015
Jawabanku untuk bpk Elang Bangkalan ke 4
Elang menulis :
KOK BISA BEGINI KNPA MBAH ????? grin emotikon
Sungguhh SANGAT TIDAK MASUK AQAL MBAH
COBA KITA LIHAT DULU PROFIL BELIAU
Biografi Perawi Hadits: Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah
Nama
Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah
Kalangan
Tabi'in kalangan pertengahan
Nasab
Al 'Amiriy Al Qurasyiy
-
Komentar Ulama
Yahya bin Ma'in
: Tsiqah
An Nasa'i
: Tsiqah
Ibnu Hibban
: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
: Tsiqah
Jumlah Hadits
Imam Bukhari: 9
Imam Muslim: 9
Imam Abu Dawud: 6
Imam at Tirmidzi: 3
Imam an Nasa'i: 12
Imam Ibnu Majah: 6
Imam Ahmad: 17
Imam Malik: 1
Imam Darimi: 5
Komentarku ( Mahrus ali ):
KOK BISA BEGINI KNPA MBAH ????? grin emotikon
Sungguhh SANGAT TIDAK MASUK AQAL MBAH
COBA KITA LIHAT DULU PROFIL BELIAU
Biografi Perawi Hadits: Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah
Nama
Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah
Kalangan
Tabi'in kalangan pertengahan
Nasab
Al 'Amiriy Al Qurasyiy
-
Komentar Ulama
Yahya bin Ma'in
: Tsiqah
An Nasa'i
: Tsiqah
Ibnu Hibban
: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
: Tsiqah
Jumlah Hadits
Imam Bukhari: 9
Imam Muslim: 9
Imam Abu Dawud: 6
Imam at Tirmidzi: 3
Imam an Nasa'i: 12
Imam Ibnu Majah: 6
Imam Ahmad: 17
Imam Malik: 1
Imam Darimi: 5
Komentarku ( Mahrus ali ):
Iyadh bin Abdillah di katakan
sebagai perawi terpercaya oleh
siapapun , dia tetap menyendiri dlm meriwayatkan
hadis Abu said tadi.
Lihat komentar sy yg lalu :
Dari segi sanad, terdapat
tafarrud fis sanad pada seorang perawi bernama Iyadh pertengahan tabiin tingkat
3 wafat pd tahun 100 H. Jadi dimasa beliau hadis itu tdk dikenal, bahkan beliau
sendiri yg tahu. Ribuan tabiin sampai mati tidak tahu hadis itu, lalu
bagaiamana para sahabat dan tabiin
mengamalkannya. Seorang yg tahu hadis bisa mengamalkan. Namun orang yg tidak
tahu bagaimana bisa mengamalkannya.
Begitu juga dimasa sahabat, tidk
popuper hadis itu, nyeleneh dan hanya Abu said
sendiri yg tahu. Dan ini termasuk sisi kelemahnya.
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون
رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك
رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه
الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi
yang meriwayatkan hadis.( tafarrud )
1. Ulama hadis dahulu
tidak suka atau benci terhadap riwayat
gharib ( nyeleneh )
Ulama
hadis dahulu benci terhadap terhadap riwayat – riwayat yang gharib (
nyeleneh ) dan hadis yang
di riwayatkan oleh seorang perawi , lalu di anggap sebagai
hadis yang terjelek sebagaimana
di katakan oleh Imam Malik
rahimahullah: Ilmu terjelek adalah
yang gharib dan ilmu yang
terbaik adalah yang tampak yang
di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).
ِ
Anda menyatakan lagi:
LIHAT
SAJA KOMENTAR ULAMA BESAR TENTANGNYA
SERTA PARA MUHADDITSIN MENCANTUMKAN DALAM KITAB2NYA.
SERTA PARA MUHADDITSIN MENCANTUMKAN DALAM KITAB2NYA.
Komentarku
( Mahrus ali ):
Bila
hadis Abu Said yg tafarrud itu diterima,
maka redaksi hadisnya juga kacau belau dan hal ini sbg kelemahan. Apalagi bertentangan dengan
hadis Ibn Umar tadi
Anda
menyatakan: ..
TAMBAH TIDK MASUK AQAL LAGI APA LAGI TERDAPAT DALAM BUHORI MUSLIM KITAB PALING SHOHEH SESUDAHNYA...
HEHEHE..MBAH INI ADA ADA SAJA... grin emotikon
TAMBAH TIDK MASUK AQAL LAGI APA LAGI TERDAPAT DALAM BUHORI MUSLIM KITAB PALING SHOHEH SESUDAHNYA...
HEHEHE..MBAH INI ADA ADA SAJA... grin emotikon
Komentarku
( Mahrus ali ):
Tentang
adanya hadis lemah dalam sahih Bukhari dan Muslim anda perlu melihat , membaca dlm link sbb:
Saya kutipkan sedikit dari jawaban sy yang lalu sbb:
Muhammad al amin sbb:
اعلم
أن هناك أحاديثاً في
الصحيحين ضعفها علماءٌ محدثون كثر. وما
حصل إجماعٌ على صحة كل حديثٍ في الصحيحين، لا قبل البخاري ومسلم ولا بعدهما. فممن
انتقد بعض تلك الأحاديث: أحمد بن حنبل وعلي بن المديني ويحيى بن معين وأبو داود السجستاني
والبخاري نفسه (ضعف حديثاً عند
مسلم) وأبو حاتم وأبو زرعة الرازيان
وأبو عيسى الترمذي والعقيلي والنسائي وأبو علي النيسابوري وأبو بكر الإسماعيلي وأبو
نعيم الأصبهاني وأبو الحسن الدارقطني وابن مندة والبيهقي والعطار والغساني الجياني
وأبو الفضل الهروي بن عمار الشهيد وابن
الجوزي وابن حزم وابن عبد البر وابن
تيمية وابن القيم والألباني وكثير غيرهم. فهل كل هؤلاء العلماء قد مبتدعة متبعين غير
سبيل المؤمنين؟!
فالحديث
الذي يخرجه البخاري أو مسلم، ولا يخرجه أحمد، هو حديث غريب. وقد يكون صحيحاً وقد لا يكون.
ولكن هذه من الإشارات التي يجب الانتباه إليها.
Ketahuilah
bahwa banyak hadis dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim yang telah
dilemahkan oleh pakar – pakar ahli
hadis. Dan tidak terdapat Ijma` untuk mensahihkan setiap hadis dalam sahih Bukhari dan Muslim .
Baik dari Bukhari dan Muslim sendiri
atau ulama setelah keduanya.
Diantara
imam yang mengkritisi sebagaian hadis –
hadis tsb adalah Imam Ahmad bin Hambal , Ali bin Al madini, Yahya bin Ma`in , Abu Dawud al
Sijistani, Bukhari sendiri ( juga melemahkan hadis di sahih Muslim ), Abu Hatim, Abu Zar`ah al
raziyan, Abu Isa al Tirmidzi, al Uqaili, Nasa`I , Abu ali al Naisaburi , Abu
Bakar al Ismaili , Abu Nuaim al
asbihani, Abul Hasan al daroquthni, Ibnu Mandah, Baihaqi , al atthar , Al
Ghassani al jiyani, Abul fadhel al harawi bin Ammar al Syahid , Ibn Jauzi, Ibn Hazm , Ibn Abdil
bar, Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim , Al Bani dan masih banyak selain mereka.
Apakah
ulama – ulama yang telah disebut namanya itu ahli bid`ah, yang mengikuti jalan
kafirin atau bukan jalan mukmin.
Jawabanku ke 3 kpd Bpk Elang Bangkalan
Bpk Elang
menulis
ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ، ﻭﻗﺎﻝ
ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ : ﻫﻮ ﻣﺨﻴﺮ،
IMAM MALIK
JUGA MENGATAKAN BEGITU DAN IMAM HANAFI MEMBERI SOLUSI PILIHAN. MAKSUDNYA BOLEH
MENGGUNAKAN HARGA ATAU BAHANNYA..
Komentarku
( Mahrus ali ):
Sy cek di
link ini
atau di
kitab Majmu` syarah al Muhaddzab ada masalah penting yg tdk di cantumkan yaitu
kalimat sbb:
المجموع شرح المهذب
(6/ 144)
·
وَقَالَ أَبُو حَنِيفَةَ هُوَ مُخَيَّرٌ
وَعَنْ أَحْمَدَ رِوَايَةٌ أَنَّهُ لَا يُجْزِئُ إلَّا الْأَجْنَاسُ الْخَمْسَةُ
الْمَنْصُوصُ عَلَيْهَا التَّمْرُ وَالزَّبِيبُ وَالْبُرُّ وَالشَّعِيرُ
وَالْأَقِطُ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
Abu
Hanifah berkata: Boleh pilih baginya
antara mengeluarkan zakat fitrah dengan uang atau dengan bahan makanan.
Salah
satu riwayat Imam Ahmad menyatakan bahwa tidak diperkenankan untuk zakat fitrah kecuali lima jenis yg
sudah di nas dlm hadis
yaitu kurma, kismis , bur ,
gandum ( syair ) dan keju , wallhu a`lam.
Komentarku
( Mahrus ali ):
Salah
satu riwayat dari pendapat Imam Ahmad ini tdk memperkenankan zakat fitrah dengan beras, tapi harus lima jenis yg telah di
cantumkan dalam hadis tadi.
Lima jenis yg di sebut dalam hadis
itu tidak mencantumkan beras,
mengapa kita mengeluarkan zakat fitrah
beras berdasarkan hadis itu.
Ini
namanya penyelewengan, bukan kejujuran
atau mengambil maksud hadis yg sebenarnya tpi
keliru dlm memahami hadis.
Kurma,
keju, kismis itu bukan makanan pokok, dan dikeluakan untuk zakat fitrah menurut
hadis yg di bawakan oleh bpk Elang itu .
Lalu
dengan dalil mana beras digunakan untuk
mengeluarkan zakat fitrah.
Apa
lagi hadis yg menyebutkan lima
macam makanan atau bahan makanan itu adalah hadis yg lemah.
Hadis
Abu Said itu redaksinya kacau, lemah lihat disini:
Komentarku
( Mahrus ali ):
Kesimpulan
dlm link tsb sbb:
Abu Said
Al Khudri menuturkan: “Di zaman Nabi saw, kami mengeluarkan zakat fitrah
sebanyak satu sha’ makanan, atau satu sha’ buah kurma, atau satu sha’
gandum, atau satu sha’ kismis. ( empat
macam makanan atau bahan makan ).
صحيح
مسلم - دار الجيل (3/ 69)
كُنَّا
نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ ثَلاَثَةِ أَصْنَافٍ : الأَقِطِ ، وَالتَّمْرِ ،
وَالشَّعِيرِ.
2.Kami mengeluarkan zakat fitrah dari tiga
macam: keju , kurma dan gandum. ( tiga macam makanan )
..,
intinya dalam riwayat ketiga ini malah disebutkan zakat fitrah boleh
dengan salah satu dari lima
macam : Kurma, Gadum, Kismis, Keju dan makanan. ( lima macam )
Komentarku ( Mahrus ali ):Bagaimana bisa di sahihkan, redaksinya kacau belau, sulit di cari perkataan Abu Said yg asli dan yang palsu dengan tambahan perawi lain. Ini namanya kacau matan hadis, redaksinya sulit dipahami karena kacau. Bisa di salah pahami, lalu menyesatkan kita. Kita kembali kpd pakem musthalah:
وَذُو
اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنٍ مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ
اْلفَنِ
Kekacauan sanad atau
redaksi termasuk mudhtharib menurut ahli mustholah hadis.Elang menulis lagi :
OH ia...
Ngomong ngomong hadits yg anda bawakan itu setelah saya cek anda mendlaifkan
hadits said alhudri tentang zakat fitrah pakek kurma atau gandum atau kismis
karna ada perawi IYADL BIN ABDILLAH..
INI MALAH TAMBAH MUSYKIL HUJJAH ANDA.
KARNA DISISI LAIN ANDA BERSIKOKOH MENGGUNAKAN HADITS ZAKAT FITRAH HARUS KURMA TPI DISISI LAIN ANDA MALAH MENDAIFKAN HADITSNYA....
INI MALAH TAMBAH MUSYKIL HUJJAH ANDA.
KARNA DISISI LAIN ANDA BERSIKOKOH MENGGUNAKAN HADITS ZAKAT FITRAH HARUS KURMA TPI DISISI LAIN ANDA MALAH MENDAIFKAN HADITSNYA....
Komentarku
( Mahrus ali ):
Sy
mengharuskan zakat fitrah dengan kurma
atau gandum bukan dengan hadis Abu Said yg lemah itu, tapi dengan hadis Ibnu
Umar yg sahih dan muttafaq alaih sbb:
مشكاة المصابيح (1/ 570)
-[1] (مُتَّفق عَلَيْهِ)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى
الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ
الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاس إِلَى
الصَّلَاة
Dari Ibnu Umar ra berkata :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah satu sha` kurma atau satu sha` gandum atas hamba , orang merdeka,
lelaki, perempuan, anak kecil dan orang besar
dari kaum muslimin . Beliau memerintah agar di tunaikan sebelum manusia keluar untuk menjalankan salat id. Muttafaq alaih
Disini di jelaskan zakat fitrah dengan kurma atau gandum, tidak boleh
dengan lainnya spt beras dll.
Hadis Abu said yg
menjelaskan zakat fitrah boleh dengan
tiga/empat/ lima
macam tadi bila disahihkan bertentangan dengan hadis muttafaq alaih iBnu Umar
yg mengharuskan zakat fitrah dari dua
macam yaitu kurma atau gandum sj.
Baik di hadis Ibnu Umar atau Abu said tidak ada keterangan makanan
pokok yg populer. Jadi ia tdk
boleh digunakan untuk zakat fitrah. Bila makakan pokok beras dibolehkan untuk
zakat fitrah, sy tdk tahu dalilnya.
Jawabanku untuk Bpk Elang dari Bangkalan - seri ke 2
Elang
menulis sbb:
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﻘﺮﺭ ﻋﻨﺪ
ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ، ﻭﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺘﻤﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ
ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺳﺎﺳﺎً ﻟﻠﻐﺪﺍﺀ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻣﺜﻞ ﺍﻷﺭﺯ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻤﺢ ﺃﻭ ﺍﻟﺸﻌﻴﺮ
ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ، ﻭﻟﻴﺲ
ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺍﻟﺴﻜﺮ ﻭﺍﻟﺰﻳﺖ ﻭﺍﻟﺰﺑﺪ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺇﺩﺍﻣﺎً ﺃﻭ
ﺣﻠﻮﻯ ﻭﻟﻮ ﻛﺜﺮ
ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﻔﺮﺩﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺍﺕ ﻭﺣﻠﺖ ﻣﺤﻞ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﻲ
ﺍﻻﻗﺘﻴﺎﺕ، ﺃﻭ ﺃﺧﺮﺟﺖ
ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﻗﻴﻤﺔ ﺯﻛﺎﺓ
ﺍﻟﻔﻄﺮ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ : ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﺍﻷﺻﺢ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ،
ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ، ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ : ﻫﻮ ﻣﺨﻴﺮ،
-----------------
-----------------
Terjemahan bebasnya
SESUNGGUHNYA YG DIREKOMENDASIKAN ( YG DITETAPKAN ) MENURUT ULAMA AHLI FIQIH ADALAH BHWA ZAKAT FITRAH ITU DIKELUARKAN DARI BAHAN MAKANAN POKOK NEGERI DAN DIKELUARKAN DARI MAKANAN YG MENJADI KBUTUHAN ( KEBIASAAN ) ORANG DIPAGI HARI ( SARAPAN ) DAN SORE HARI ( DINER ) MISALNYA BERAS KISMIS GANDUM DAN SEMISALNYA.
DAN BUKAN SPERTI GULA KEMIRI SODA DAN SEMISALNYA YG DICATAT SEBAGAI LAUK ATAU GARAM WALAUPUN DIA SERING MEN KONSUMSINYA.KECUALI BAHAN2 TERSEBUT TERPISAH MASING MASING DAN BAHAN ITU MENEMPATI FUNGSIONAL DARI SELAIN BAHAN TERSEBUT SEBAGAI KEBUTUHAN POKOK,ATAU ZEKAT FITRAH BISA DIKELUARKAN DG TIMBANGAN HARGA MENURUT PENDAPAT YG MENBOLEHKAN ZAKAT FITRAH DG HARGA,DAN IMAM NAWAWI MENEGASKAN DALAM KITAB MAJMU' BELIAU ULAMA SYAFIIYAH "BAHWA KAMI MENYEBUTKAN PALING BAIK ZAKAT FITRAH ITU MENGGUNAKAN MAKANAN POKOK NEGERI"
IMAM MALIK JUGA MENGATAKAN BEGITU DAN IMAM HANAFI MEMBERI SOLUSI PILIHAN. MAKSUDNYA BOLEH MENGGUNAKAN HARGA ATAU BAHANNYA..
Komentarku ( Mahrus ali ):
Kekeliruan dlm terjemahan sbb:
Terjemahan bpk Elang:
ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ
DARI BAHAN
MAKANAN POKOK NEGERI
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Dari
makanan pokok negri/ kota yg populer.
Terjemahan bpk Elang:
ﻭﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺘﻤﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ
ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺳﺎﺳﺎً ﻟﻠﻐﺪﺍﺀ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ
DAN
DIKELUARKAN DARI MAKANAN YG MENJADI KBUTUHAN ( KEBIASAAN ) ORANG DIPAGI HARI (
SARAPAN ) DAN SORE HARI ( DINER )
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Dan zakat
fitrah di keluarkan dari makanan pokok manusia
untuk makan siang dan malam.
Terjemahan bpk Elang:
ﻣﺜﻞ ﺍﻷﺭﺯ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻤﺢ ﺃﻭ
ﺍﻟﺸﻌﻴﺮ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ
MISALNYA
BERAS KISMIS GANDUM DAN SEMISALNYA.
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Seperti beras, gandum atau syair (
sebangsa gandum bukan kismis ) dan sesamanya.
Terjemahan bpk Elang:
ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺍﻟﺴﻜﺮ
ﻭﺍﻟﺰﻳﺖ ﻭﺍﻟﺰﺑﺪ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ
DAN BUKAN
SPERTI GULA KEMIRI SODA DAN SEMISALNYA
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Maksudnya bukan gula, minyak , keju dan
sesamanya.
Terjemahan bpk Elang:
ﻣﻤﺎ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺇﺩﺍﻣﺎً ﺃﻭ
ﺣﻠﻮﻯ ﻭﻟﻮ ﻛﺜﺮ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ
YG DICATAT
SEBAGAI LAUK ATAU GARAM WALAUPUN DIA SERING MEN KONSUMSINYA
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Dari apa
yg di anggap sebagai lauk atau manisan walau sering di pakai (di kosumsi )
Terjemahan bpk Elang:
ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﻔﺮﺩﺕ ﻫﺬﻩ
ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺍﺕ ﻭﺣﻠﺖ ﻣﺤﻞ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻻﻗﺘﻴﺎﺕ
KECUALI
BAHAN2 TERSEBUT TERPISAH MASING MASING DAN BAHAN ITU MENEMPATI FUNGSIONAL DARI
SELAIN BAHAN TERSEBUT SEBAGAI KEBUTUHAN POKOK
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Kecuali bahan
– bahan makanan tsb dipisah sendiri –
sendiri dan ia sudah di fungsikan
sebagai bahan makanan pokok sebagaimana yg lain.
Terjemahan bpk Elang:
ﺃﻭ ﺃﺧﺮﺟﺖ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﻦ
ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﻗﻴﻤﺔ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ،
ATAU ZEKAT
FITRAH BISA DIKELUARKAN DG TIMBANGAN HARGA MENURUT PENDAPAT YG MENBOLEHKAN
ZAKAT FITRAH DG HARGA,
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Atau bahan
– bahan makanan tsb (gula,
minyak , keju dan sesamanya) di keluarkan dengan cara di golongkan bab
qimah ( bab harga ) menurut
pendapat yg memperkenankan mengeluarkan
zakat fitrah dengan uang ( harganya belaka ).
Komentarku ( Mahrus ali ):
Bahan – bahan makanan (gula, minyak
, keju dan sesamanya ) boleh dikeluarkan untuk zakat fitrah yg seharga dengan makanan yg boleh dikeluarkan untuk zakat fitrah.
Terjemahan bpk Elang:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ : -----------------
DAN IMAM
NAWAWI MENEGASKAN DALAM KITAB MAJMU' BELIAU ULAMA SYAFIIYAH
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
DAN IMAM
NAWAWI MENEGASKAN DALAM KITAB MAJMU' BELIAU ULAMA ahli fiqih
SYAFIIYAH
ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﺍﻷﺻﺢ
ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﻣﻦ
ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ،
"BAHWA
KAMI MENYEBUTKAN PALING BAIK ZAKAT FITRAH ITU MENGGUNAKAN MAKANAN POKOK
NEGERI"
Komentarku
( Mahrus ali ):
Yg benar
sbb:
Kami
ingatkan, paling sahih menurut kami adalah wajib mengeluarkan zakat fitrah dari
makanan pokok yg umum.
Langganan:
Postingan (Atom)