Tampilkan postingan dengan label zakat fitrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zakat fitrah. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 29, 2019

Bayar zakat fitrah kurma

Telah daftar 30 orang untuk zakat fitrah kurma kepada saya. Perorang 2 kilo setengah harganya murah Rp 85 000. Bagi yang ingin ikut silahkan transfer ke rek saya BCA 2160591725 atas nama Mahrus Ali. Insyaallah saya bagikan nanti kepada kaum fakir yang salih. Saya tidak mengambil sama sekali sebagaimana tahun tahun lalu.

Minggu, Juni 26, 2016

Zakat fitrah yang tepat adalah korma bukan beras


Di tulis oleh H Mahrus ali
Zakat fitrah kurma lebih tepat
Untuk bahan makanan pokok beras, saya sendiri belum menjumpai dalil yang akurat yang memperkenankan untuk zakat fitrah. Saya masih senang sami`na wa atho`na terhadap pilihan Rasulullah SAW dlm zakat fitrah sebagaimana hadis sbb :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ حُرٍّ وَعَبْدٍ ذَكَرٍ وَأُنْثَى صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ *
Ibnu Umar ra berkata :” Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bagi setiap orang kecil, besar , budak , merdeka atau lelaki dan perempuan satu gantang kurma atau gandum . Ibnu Umar ra sendiri selalu mengeluarkan zakat fitrah dengan kurma , terkadang gandum tapi jarang .Dan tiada satupun sahabat yang mengeluarkan zakat fitrah beras , lalu kita ikut mereka . Manusia lebih condong kepada pendapat yang nyeleot yang tidak ada dalilnya .
بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.
Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ
Sesungguhnya perumpamaan ku dan umatku laksana seorang lelaki yang menghidupkan api ,lalu laron – laron dan serangga – serangga berjatuhan kepadanya . Aku pegang tempat ikatan sabukmu , sedang kamu mau masuk ke dalam api . Jadi ajaran hadis ini penyetop agar kamu tidak terbakar api Neraka . terserah kamu ingin ke surga atau sebaliknya .Bila ingin ke surga ,peganglah hadis , kamu akan tenang, sreg ,dan Allah membelamu .

Silahkan hubungi kami 
088803080803( Smartfren). 081935056529 (XL )
 https://www.facebook.com/mahrus ali MKnu
watsApp 088803080803
BBM invite 5E6821C9

Sabtu, Agustus 01, 2015

Jawabanku untuk Yai Abu Lathyf Kelatin

Apakah hadis ini bisa untuk batasan orang miskin kyai padahal sekarang cari orang yang tidak punya persediaan makanan sehari semalam hapir tidak ada, kemudian zakat fitrah itu yang penting sudah diserahkan kepada pengumpul sebelum sholat iedzul fitri, dan pengumpul itu beras fitrah kalau tidak tersalurkan, apa boleh dijual kemudian uangnya untuk keperluan agama ,praktek yang demikian itu banyak selanjutnya orang yang tidak mampu beli kurma 1 sho' atau 2 1/2 kg , apa tidak wajib zakat fitrah mohon penjelasan kyai.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepadaku Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Yazid bin Jabir ia berkata, telah menceritakan kepadaku Rabi'ah bin Yazid telah menceritakan kepadaku Abu Kasybah As Saluli bahwa ia telah mendengar Sahl bin Al Hanzhaliyyah Al Anshari salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa Uyainah dan Al Aqra' bertanya sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan Mu'awiyah menulis untuk (diserahkan pada) keduanya, Mu'awiyah kemudian menulisnya lalu distempel oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Setelah itu beliau memerintahkan agar surat dikirim kepada keduanya. Berkenaan dengan surat yang akan dikirim kepada Uyainah, Uyainah bertanya, "Apa di dalamnya?" Mu'awiyah menjawab, "Di dalamnya terdapat sesuatu yang aku diperintah untuk melakukannya." Maka Uyainah pun menciumnya seraya mengikatkannya dalam imamahnya, dan Uyainah adalah orang paling adil dari kedua laki-laki itu (dari Al Aqra'). Adapun berkenaan dengan surat yang dikirim untuk Al Aqra', maka A Aqra' pun berkata, "Aku membawa lembaran, tetapi aku sendiri tidak tahu apa yang tertulis di dalamnya, seperti lembaran Al Mutalammis." Mu'awiyah kemudian mengabarkan komentar keduanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar untuk menunaikan hajatnya, lalu beliau melewati seekor unta yang sedang menderum di depan pintu Masjid sejak awal hari. Kemudian beliau melewatinya lagi saat waktu telah senja, dan unta itu tetap menderum di tempatnya. Maka beliau bertanya: "Di manakah pemilik unta ini?" beliau mencarinya namun tidak menemukan pemiliknya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Takutlah kalian kepada Allah berkenaan dengan binatang ini. Naikilah saat ia dalam keadaan sehat, dan kendarailah saat ia kekar (gemuk) sebagaimana yang tadi lagi mengabek. Dan sesungguhnya siapa meminta-minta sementara ia memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, maka sesungguhnya ia hanya menambah banyaknya api neraka jahannam." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, sesuatu apakah yang mencukupinya?" beliau menjawab: "Sesuatu yang dapat ia komsumsi untuk makan siang dan makan malamnya."
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي أَبُو كَبْشَةَ السَّلُولِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ سَهْلَ ابْنَ الْحَنْظَلِيَّةِ الْأَنْصَارِيَّ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّ عُيَيْنَةَ والْأَقْرَعَ سَأَلَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَأَمَرَ مُعَاوِيَةَ أَنْ يَكْتُبَ بِهِ لَهُمَا فَفَعَلَ وَخَتَمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَ بِدَفْعِهِ إِلَيْهِمَا فَأَمَّا عُيَيْنَةُ فَقَالَ مَا فِيهِ قَالَ فِيهِ الَّذِي أُمِرْتُ بِهِ فَقَبَّلَهُ وَعَقَدَهُ فِي عِمَامَتِهِ وَكَانَ أَحْكَمَ الرَّجُلَيْنِ وَأَمَّا الْأَقْرَعُ فَقَالَ أَحْمِلُ صَحِيفَةً لَا أَدْرِي مَا فِيهَا كَصَحِيفَةِ الْمُتَلَمِّسِ فَأَخْبَرَ مُعَاوِيَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَوْلِهِمَا وَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَمَرَّ بِبَعِيرٍ مُنَاخٍ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ ثُمَّ مَرَّ بِهِ آخِرَ النَّهَارِ وَهُوَ عَلَى حَالِهِ فَقَالَ أَيْنَ صَاحِبُ هَذَا الْبَعِيرِ فَابْتُغِيَ فَلَمْ يُوجَدْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ ثُمَّ ارْكَبُوهَا صِحَاحًا وَارْكَبُوهَا سِمَانًا كَالْمُتَسَخِّطِ آنِفًا إِنَّهُ مَنْ سَأَلَ وَعِنْدَهُ مَا يُغْنِيهِ فَإِنَّمَا يَسْتَكْثِرُ مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا يُغْنِيهِ قَالَ مَا يُغَدِّيهِ أَوْ يُعَشِّيهِ

رواه أبوداود (1629) وأحمد (4/180) وابن شبّة في أخبار المدينة (911) وابن أبي عاصم في الآحاد والمثاني (4/104) وابن حبان (2/303 و8/187) والطبراني (6/97 رقم 5619) والآجري (1939) وأبونعيم في معرفة الصحابة (3/1310) والبيهقي (7/25) وابن عساكر (67/157 وفيه سقط)


قال الألباني: إسناده صحيح على شرط مسلم
تعليق شعيب الأرنؤوط : إسناده صحيح رجاله ثقات رجال الصحيح
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sanad hadis  tsb menurut al bani dan al arnauth sahih.
Zakat fitrah itu untuk orang miskin , bukan untuk yg lain. Bila untuk gerakan dakwah, maka  kaum fakir miskin tidak ada bagian. Dan kasihan mereka. Lalu siapa yg mengasihi mereka. zakat fitrah itu untuk mereka lihat hadis sbb:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
 Rasulullah SAW  mewajibkan zakat fitrah  sebagai pembersih orang yang berpuasa dari perbuatan sia – sia dan jima`  dan sebagai makanan  untuk orang – orang miskin . Barang siapa menunaikan nya sebelum salat , akan di terima sebagai zakat . Barang siapa menunaikannya setelah salat Id , sama dengan sedekah biasa[1]
    Muhammad bin Ali bin Muhammad Assyaukani  1173 , wafat 1250 H. berkata :
وَفِيْهِ دَلِيْلٌ عَلَى أَنَّ الْفِطْرَةَ تُصْرَفُ فِي الْمَسَاكِيْنِ دُوْنَ غَيْرِهِمْ مِنْ َمصَارِفِ الزَّكَاةِ كَمَا ذَهَبَ إِلَيْهِ الْهَادِي وَالْقَاسِمُ وَأَبُو طَالِبٍ   
    Hadis tersebut menunjukkan  bahwa zakat fitrah  khusus untuk orang – orang miskin bukan lainnya ,demikian  menurut Al Hadi , Qasim dan Abu Tholib [2]
Pertanyaan  anda aneh ,katanya  tidak ada orang miskin, lalu anda bilang: “selanjutnya orang yang tidak mampu beli kurma 1 sho' atau 2 1/2 kg , apa tidak wajib zakat fitrah mohon penjelasan kyai.”.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Barang kali, dua  masalah yg anda tanyakan, makanya sy jawab dengan dua jawaban.
Yaitu hadis  itu komteknya untuk orang – orang yg minta –minta bukan penerima  zakat fitrah yg tdk minta – minta. Di sebutkan  di al quran kaum nelayan tu termasuk orang fakir sebagaimana  ayat sbb:
أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. 79 Kahfi.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Sekalipun kaum nelayan itu ada yg kaya dan miskin. Tp kebanyakan mereka kaum miskin .
Untuk orang yg tdk mampu beli kurma zakat fitrah, maka tdk usah membelinya dan dia nanti akan di beri zakat itu. Allah berfirman:
مَا يُرِيدُ اللهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ
Allah tidak menginkan kesulitan kepadamu . [3]
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.[4]
لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا ‏
 Allah tidak memberikan beban kepada seseorang kecuali semampunya .






[1] HR Abu dawud  1609,1610
[2] Nailul author  255/4
[3] Al maidah

[4] 78 Al Haj.

 

Sabtu, Juli 25, 2015

Jawabanku untuk bpk Elang Bangkalan ke 4





Elang menulis :
KOK BISA BEGINI KNPA MBAH ????? grin emotikon

Sungguhh SANGAT TIDAK MASUK AQAL MBAH

COBA KITA LIHAT DULU PROFIL BELIAU

Biografi Perawi Hadits: Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah
Nama
Iyadl bin 'Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarah
Kalangan
Tabi'in kalangan pertengahan

Nasab
Al 'Amiriy Al Qurasyiy

-
Komentar Ulama
Yahya bin Ma'in
: Tsiqah
An Nasa'i
: Tsiqah
Ibnu Hibban
: disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
: Tsiqah

Jumlah Hadits

Imam Bukhari: 9
Imam Muslim: 9
Imam Abu Dawud: 6
Imam at Tirmidzi: 3
Imam an Nasa'i: 12
Imam Ibnu Majah: 6
Imam Ahmad: 17
Imam Malik: 1
Imam Darimi: 5

Komentarku ( Mahrus ali ):
Iyadh bin Abdillah  di katakan  sebagai perawi terpercaya  oleh siapapun , dia tetap menyendiri  dlm meriwayatkan hadis  Abu said tadi.
Lihat komentar sy yg lalu :
Dari segi sanad, terdapat tafarrud fis sanad pada seorang perawi bernama Iyadh pertengahan tabiin tingkat 3 wafat pd tahun 100 H. Jadi dimasa beliau hadis itu tdk dikenal, bahkan beliau sendiri yg tahu. Ribuan tabiin sampai mati tidak tahu hadis itu, lalu bagaiamana  para sahabat dan tabiin mengamalkannya. Seorang yg tahu hadis bisa mengamalkan. Namun orang yg tidak tahu bagaimana bisa mengamalkannya.  Begitu juga  dimasa sahabat, tidk popuper hadis itu, nyeleneh dan hanya Abu said  sendiri yg tahu. Dan ini termasuk sisi kelemahnya.
- كراهية المتقدمين لرواية الغريب:
كان المتقدمون من علماء الحديث يكرهون رواية الغرائب وما تفرد به الرواة، ويعدونه من شَرِّ الحديث، كما قال الإمام مالك رحمه الله: "شَرُّ العلم الغريبُ، وخيرُ العلم الظاهرُ الذي قد رواه الناس" 1،
Hukum hanya seorang perawi yang meriwayatkan  hadis.( tafarrud )
1.    Ulama hadis  dahulu tidak suka atau benci terhadap riwayat  gharib ( nyeleneh )
Ulama hadis dahulu benci  terhadap  terhadap riwayat – riwayat yang gharib ( nyeleneh )  dan  hadis yang  di riwayatkan   oleh seorang  perawi , lalu di anggap   sebagai  hadis yang  terjelek  sebagaimana  di katakan   oleh Imam Malik rahimahullah: Ilmu  terjelek  adalah  yang gharib  dan  ilmu yang  terbaik adalah  yang tampak yang di riwayatkan oleh manusia. ( banyak ).


ِ
Anda menyatakan lagi:
LIHAT SAJA KOMENTAR ULAMA BESAR TENTANGNYA
SERTA PARA MUHADDITSIN MENCANTUMKAN DALAM KITAB2NYA.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Bila hadis Abu Said yg tafarrud  itu diterima, maka  redaksi hadisnya  juga kacau belau dan hal ini  sbg kelemahan. Apalagi bertentangan dengan hadis Ibn Umar tadi

Anda menyatakan: ..

TAMBAH TIDK MASUK AQAL LAGI APA LAGI TERDAPAT DALAM BUHORI MUSLIM KITAB PALING SHOHEH SESUDAHNYA...

HEHEHE..MBAH INI ADA ADA SAJA... grin emotikon

Komentarku ( Mahrus ali ):
Tentang adanya hadis lemah dalam sahih Bukhari dan Muslim  anda perlu melihat , membaca  dlm link sbb:
Saya kutipkan  sedikit dari jawaban sy yang lalu sbb:
Muhammad al amin sbb:

اعلم أن هناك أحاديثاً في الصحيحين ضعفها علماءٌ محدثون كثر. وما حصل إجماعٌ على صحة كل حديثٍ في الصحيحين، لا قبل البخاري ومسلم ولا بعدهما. فممن انتقد بعض تلك الأحاديث: أحمد بن حنبل وعلي بن المديني ويحيى بن معين وأبو داود السجستاني والبخاري نفسه (ضعف حديثاً عند مسلم) وأبو حاتم وأبو زرعة الرازيان وأبو عيسى الترمذي والعقيلي والنسائي وأبو علي النيسابوري وأبو بكر الإسماعيلي وأبو نعيم الأصبهاني وأبو الحسن الدارقطني وابن مندة والبيهقي والعطار والغساني الجياني وأبو الفضل الهروي بن عمار الشهيد وابن الجوزي وابن حزم وابن عبد البر وابن تيمية وابن القيم والألباني وكثير غيرهم. فهل كل هؤلاء العلماء قد مبتدعة متبعين غير سبيل المؤمنين؟!
فالحديث الذي يخرجه البخاري أو مسلم، ولا يخرجه أحمد، هو حديث غريب. وقد يكون صحيحاً وقد لا يكون. ولكن هذه من الإشارات التي يجب الانتباه إليها.
Ketahuilah bahwa banyak hadis dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim yang telah dilemahkan  oleh pakar – pakar ahli hadis. Dan tidak terdapat Ijma` untuk mensahihkan  setiap hadis dalam sahih Bukhari dan Muslim . Baik  dari Bukhari dan Muslim sendiri atau ulama setelah keduanya.
Diantara imam yang mengkritisi  sebagaian hadis – hadis tsb adalah Imam Ahmad bin Hambal , Ali bin  Al madini, Yahya bin Ma`in , Abu Dawud al Sijistani, Bukhari sendiri ( juga melemahkan hadis  di sahih Muslim ), Abu Hatim, Abu Zar`ah al raziyan, Abu Isa al Tirmidzi, al Uqaili, Nasa`I , Abu ali al Naisaburi , Abu Bakar al Ismaili , Abu  Nuaim al asbihani, Abul Hasan al daroquthni, Ibnu Mandah, Baihaqi , al atthar , Al Ghassani al jiyani, Abul fadhel al harawi bin Ammar  al Syahid , Ibn Jauzi, Ibn Hazm , Ibn Abdil bar, Ibn Taimiyah, Ibn Qayyim , Al Bani dan masih banyak selain  mereka.
Apakah ulama – ulama yang telah disebut namanya itu ahli bid`ah, yang mengikuti jalan kafirin atau  bukan jalan mukmin.

Jawabanku ke 3 kpd Bpk Elang Bangkalan












Bpk Elang menulis
ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ، ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ : ﻫﻮ ﻣﺨﻴﺮ، 
IMAM MALIK JUGA MENGATAKAN BEGITU DAN IMAM HANAFI MEMBERI SOLUSI PILIHAN. MAKSUDNYA BOLEH MENGGUNAKAN HARGA ATAU BAHANNYA..





Komentarku ( Mahrus ali ):
Sy cek di link ini
atau di kitab Majmu` syarah al Muhaddzab ada masalah penting yg tdk di cantumkan yaitu kalimat sbb:

المجموع شرح المهذب (6/ 144)
·       وَقَالَ أَبُو حَنِيفَةَ هُوَ مُخَيَّرٌ وَعَنْ أَحْمَدَ رِوَايَةٌ أَنَّهُ لَا يُجْزِئُ إلَّا الْأَجْنَاسُ الْخَمْسَةُ الْمَنْصُوصُ عَلَيْهَا التَّمْرُ وَالزَّبِيبُ وَالْبُرُّ وَالشَّعِيرُ وَالْأَقِطُ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ
Abu Hanifah berkata: Boleh pilih baginya  antara mengeluarkan zakat fitrah dengan uang  atau dengan bahan makanan.
Salah satu riwayat Imam Ahmad menyatakan bahwa tidak diperkenankan  untuk zakat fitrah kecuali lima jenis yg sudah  di nas  dlm hadis  yaitu  kurma, kismis , bur , gandum ( syair ) dan keju , wallhu a`lam.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Salah satu riwayat dari pendapat Imam Ahmad ini tdk memperkenankan  zakat fitrah dengan beras, tapi harus lima jenis yg telah di cantumkan dalam hadis tadi.
Lima jenis yg di sebut  dalam hadis  itu tidak mencantumkan  beras, mengapa  kita mengeluarkan zakat fitrah beras berdasarkan hadis itu.
Ini namanya penyelewengan, bukan  kejujuran atau mengambil maksud hadis yg sebenarnya tpi  keliru dlm memahami hadis.
Kurma, keju, kismis itu bukan makanan pokok, dan dikeluakan untuk zakat fitrah menurut hadis yg di bawakan oleh bpk Elang itu  .
Lalu dengan dalil mana beras digunakan untuk  mengeluarkan zakat fitrah.
Apa lagi  hadis yg menyebutkan  lima macam makanan atau bahan makanan itu adalah hadis yg lemah.

Hadis Abu Said itu redaksinya kacau, lemah lihat disini:

Komentarku ( Mahrus ali ):
Kesimpulan dlm link tsb sbb:
Abu Said Al Khudri menuturkan: “Di zaman Nabi saw, kami mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan, atau satu sha’ buah kurma, atau  satu sha’ gandum, atau satu sha’ kismis.  ( empat macam makanan atau bahan makan ).
صحيح مسلم - دار الجيل (3/ 69)
كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ ثَلاَثَةِ أَصْنَافٍ : الأَقِطِ ، وَالتَّمْرِ ، وَالشَّعِيرِ.
2.Kami mengeluarkan zakat fitrah dari tiga macam:  keju , kurma dan gandum. ( tiga macam makanan )
.., intinya  dalam riwayat ketiga ini malah disebutkan zakat fitrah boleh dengan salah satu dari lima macam : Kurma, Gadum, Kismis, Keju dan makanan. ( lima macam )
Komentarku ( Mahrus ali ):
Bagaimana bisa di sahihkan, redaksinya kacau belau, sulit di cari perkataan Abu Said yg asli dan yang palsu  dengan tambahan perawi lain. Ini namanya  kacau matan hadis, redaksinya sulit dipahami karena kacau. Bisa di salah pahami, lalu menyesatkan kita. Kita kembali kpd pakem musthalah:
وَذُو اخْتِلاَفِ سَنَدٍ أَوْ مَتْنٍ    مُضْطَرِبٌ عِنْدَ أُهَيْلِ اْلفَنِ
      Kekacauan sanad atau redaksi termasuk mudhtharib menurut ahli mustholah hadis.
Elang menulis lagi :
OH ia... Ngomong ngomong hadits yg anda bawakan itu setelah saya cek anda mendlaifkan hadits said alhudri tentang zakat fitrah pakek kurma atau gandum atau kismis karna ada perawi IYADL BIN ABDILLAH..
INI MALAH TAMBAH MUSYKIL HUJJAH ANDA.
KARNA DISISI LAIN ANDA BERSIKOKOH MENGGUNAKAN HADITS ZAKAT FITRAH HARUS KURMA TPI DISISI LAIN ANDA MALAH MENDAIFKAN HADITSNYA....

Komentarku ( Mahrus ali ):
Sy mengharuskan  zakat fitrah dengan kurma atau gandum  bukan dengan hadis  Abu Said yg lemah itu, tapi dengan hadis Ibnu Umar yg sahih dan muttafaq alaih   sbb:

مشكاة المصابيح (1/ 570)
 -[1] (مُتَّفق عَلَيْهِ)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاس إِلَى الصَّلَاة
Dari Ibnu Umar ra berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan  zakat fitrah satu sha` kurma atau  satu sha` gandum atas hamba , orang merdeka, lelaki, perempuan, anak kecil dan orang besar  dari kaum muslimin . Beliau memerintah agar di tunaikan  sebelum manusia  keluar untuk menjalankan salat id. Muttafaq alaih
Disini di jelaskan zakat fitrah dengan kurma atau gandum, tidak boleh dengan lainnya spt beras dll.
Hadis  Abu said yg menjelaskan  zakat fitrah boleh dengan tiga/empat/ lima macam tadi bila disahihkan bertentangan dengan hadis muttafaq alaih iBnu Umar yg mengharuskan zakat fitrah dari  dua macam yaitu kurma atau gandum sj.
Baik di hadis Ibnu Umar atau Abu said tidak ada keterangan  makanan  pokok yg populer. Jadi ia  tdk boleh digunakan untuk zakat fitrah. Bila makakan pokok beras dibolehkan untuk zakat fitrah, sy tdk tahu dalilnya.

Jawabanku untuk Bpk Elang dari Bangkalan - seri ke 2







Elang menulis  sbb:


ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﻘﺮﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ، ﻭﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺘﻤﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺳﺎﺳﺎً ﻟﻠﻐﺪﺍﺀ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻣﺜﻞ ﺍﻷﺭﺯ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻤﺢ ﺃﻭ ﺍﻟﺸﻌﻴﺮ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ، ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺍﻟﺴﻜﺮ ﻭﺍﻟﺰﻳﺖ ﻭﺍﻟﺰﺑﺪ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﺎ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺇﺩﺍﻣﺎً ﺃﻭ ﺣﻠﻮﻯ ﻭﻟﻮ ﻛﺜﺮ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﻔﺮﺩﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺍﺕ ﻭﺣﻠﺖ ﻣﺤﻞ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻻﻗﺘﻴﺎﺕ، ﺃﻭ ﺃﺧﺮﺟﺖ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﻗﻴﻤﺔ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ : ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﺍﻷﺻﺢ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ، ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ، ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ : ﻫﻮ ﻣﺨﻴﺮ،
-----------------


Terjemahan bebasnya

SESUNGGUHNYA YG DIREKOMENDASIKAN ( YG DITETAPKAN ) MENURUT ULAMA AHLI FIQIH ADALAH BHWA ZAKAT FITRAH ITU DIKELUARKAN DARI BAHAN MAKANAN POKOK NEGERI DAN DIKELUARKAN DARI MAKANAN YG MENJADI KBUTUHAN ( KEBIASAAN ) ORANG DIPAGI HARI ( SARAPAN ) DAN SORE HARI ( DINER ) MISALNYA BERAS KISMIS GANDUM DAN SEMISALNYA.
DAN BUKAN SPERTI GULA KEMIRI SODA DAN SEMISALNYA YG DICATAT SEBAGAI LAUK ATAU GARAM WALAUPUN DIA SERING MEN KONSUMSINYA.KECUALI BAHAN2 TERSEBUT TERPISAH MASING MASING DAN BAHAN ITU MENEMPATI FUNGSIONAL DARI SELAIN BAHAN TERSEBUT SEBAGAI KEBUTUHAN POKOK,ATAU ZEKAT FITRAH BISA DIKELUARKAN DG TIMBANGAN HARGA MENURUT PENDAPAT YG MENBOLEHKAN ZAKAT FITRAH DG HARGA,DAN IMAM NAWAWI MENEGASKAN DALAM KITAB MAJMU' BELIAU ULAMA SYAFIIYAH "BAHWA KAMI MENYEBUTKAN PALING BAIK ZAKAT FITRAH ITU MENGGUNAKAN MAKANAN POKOK NEGERI"
IMAM MALIK JUGA MENGATAKAN BEGITU DAN IMAM HANAFI MEMBERI SOLUSI PILIHAN. MAKSUDNYA BOLEH MENGGUNAKAN HARGA ATAU BAHANNYA..

Komentarku ( Mahrus ali ):

Kekeliruan dlm terjemahan sbb:

Terjemahan bpk Elang:
ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ
DARI BAHAN MAKANAN POKOK NEGERI

Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Dari makanan pokok negri/ kota  yg populer.
Terjemahan bpk Elang:
ﻭﺗﺨﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺘﻤﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺳﺎﺳﺎً ﻟﻠﻐﺪﺍﺀ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ
DAN DIKELUARKAN DARI MAKANAN YG MENJADI KBUTUHAN ( KEBIASAAN ) ORANG DIPAGI HARI ( SARAPAN ) DAN SORE HARI ( DINER )

Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Dan zakat fitrah di keluarkan dari makanan pokok manusia  untuk makan siang dan malam.
Terjemahan bpk Elang:
ﻣﺜﻞ ﺍﻷﺭﺯ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻤﺢ ﺃﻭ ﺍﻟﺸﻌﻴﺮ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ
MISALNYA BERAS KISMIS GANDUM DAN SEMISALNYA.
Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Seperti beras, gandum atau syair ( sebangsa gandum bukan kismis ) dan sesamanya.
Terjemahan bpk Elang:
ﻭﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺍﻟﺴﻜﺮ ﻭﺍﻟﺰﻳﺖ ﻭﺍﻟﺰﺑﺪ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ
DAN BUKAN SPERTI GULA KEMIRI SODA DAN SEMISALNYA
Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Maksudnya bukan gula, minyak , keju dan sesamanya.
Terjemahan bpk Elang:

ﻣﻤﺎ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﺇﺩﺍﻣﺎً ﺃﻭ ﺣﻠﻮﻯ    ﻭﻟﻮ ﻛﺜﺮ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻪ
YG DICATAT SEBAGAI LAUK ATAU GARAM WALAUPUN DIA SERING MEN KONSUMSINYA
Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Dari apa yg di anggap sebagai lauk atau manisan walau sering di pakai (di  kosumsi )

Terjemahan bpk Elang:
ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺍﻧﻔﺮﺩﺕ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺍﺕ ﻭﺣﻠﺖ ﻣﺤﻞ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻻﻗﺘﻴﺎﺕ
KECUALI BAHAN2 TERSEBUT TERPISAH MASING MASING DAN BAHAN ITU MENEMPATI FUNGSIONAL DARI SELAIN BAHAN TERSEBUT SEBAGAI KEBUTUHAN POKOK

Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Kecuali bahan – bahan makanan  tsb dipisah sendiri – sendiri dan ia  sudah di fungsikan sebagai bahan makanan pokok sebagaimana yg lain.
Terjemahan bpk Elang:

ﺃﻭ ﺃﺧﺮﺟﺖ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻘﻴﻤﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺇﺧﺮﺍﺝ ﻗﻴﻤﺔ ﺯﻛﺎﺓ ﺍﻟﻔﻄﺮ،
ATAU ZEKAT FITRAH BISA DIKELUARKAN DG TIMBANGAN HARGA MENURUT PENDAPAT YG MENBOLEHKAN ZAKAT FITRAH DG HARGA,
Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Atau bahan – bahan  makanan tsb (gula, minyak , keju dan sesamanya) di keluarkan dengan cara di golongkan  bab  qimah ( bab harga )  menurut pendapat yg memperkenankan  mengeluarkan zakat fitrah dengan uang ( harganya belaka ).
Komentarku ( Mahrus ali ):
Bahan – bahan makanan (gula, minyak , keju dan sesamanya ) boleh dikeluarkan untuk zakat fitrah  yg seharga dengan makanan  yg boleh dikeluarkan untuk zakat fitrah.
Terjemahan bpk Elang:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻫﻮ ﻣﻦ ﻓﻘﻬﺎﺀ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ : -----------------
DAN IMAM NAWAWI MENEGASKAN DALAM KITAB MAJMU' BELIAU ULAMA SYAFIIYAH
Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
DAN IMAM NAWAWI MENEGASKAN DALAM KITAB MAJMU' BELIAU ULAMA ahli  fiqih  SYAFIIYAH



ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﺍﻷﺻﺢ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻔﻄﺮﺓ ﻣﻦ ﻏﺎﻟﺐ ﻗﻮﺕ ﺍﻟﺒﻠﺪ،

"BAHWA KAMI MENYEBUTKAN PALING BAIK ZAKAT FITRAH ITU MENGGUNAKAN MAKANAN POKOK NEGERI"



Komentarku ( Mahrus ali ):
Yg benar sbb:
Kami ingatkan, paling sahih menurut kami adalah wajib mengeluarkan zakat fitrah dari makanan  pokok yg umum.