Tampilkan postingan dengan label Baca burdah ketika akan berangkat haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baca burdah ketika akan berangkat haji. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 31, 2012

Berangkat haji antri panjang permainan politik?



JAKARTA - Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia melakukan pertemuan khusus untuk membahas solusi dan mekanisme pengelolaan haji. Dalam pertemuan ini, dihadiri oleh Menteri Agama (Menag)  Suryadharma Ali dan Menteri Agama Malaysia, Datuk Seri Jamil Khir Baharom.

"Alhamdulilah kita telah bertemu dan membahas dengan cukup santai. Pertemuan ini tetap formal tetapi dijalankan dengan santai dan rileks. Sangat bermanfaat. Dalam pertemuan ini, kita membahas tentang haji dan saling tukar informasi soal haji," ungkap Suryadharma di Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (15/5).

Menurutnya, kedua negara sepakat untuk membahas masalah pengelolaan haji ini disebabkan karena Indonesia dan Malaysia memiliki cukup banyak jamaah haji yang berangkat ke Arab Saudi setiap tahunnya. Disebutkan, Indonesia setiap tahunnya memberangkatkan jamaah haji mencapai 200 ribu orang jamaah. Sedangkan Malaysia, setiap tahunnya bisa mencapai 28 ribu jamaah.

"Kita cukup panjang memiliki antrian jamaah haji. Begitu pula Malaysia. Bahkan, masa antrian haji Malaysia bisa mencapai 30 tahun lamanya. Padahal, di Indonesia paling tidak (masa antrian) di bawah 12 tahun," jelas Suryadharma.

Sementara itu, Menteri Agama Malaysia, Datuk Seri Jamil Khir Baharom menerangkan, maksud kedatangannya ke Indonesia kali ini memang khusus untuk saling berbagi pengetahuan dengan pemerintah Indonesia mengenai pengelolaan haji.

"Tentunya, dengan jumlah jamaah yang cukup banyak, bukan hanya mekanisme pengelolaan saja yang dibutuhkan. Tetapi, teknis dan manajemen pengelolaan hajinya juga harus kuat. Ini yang ingin kita pelajari juga dari Indonesia," imbuhnya.
‪
Namun begitu,  Datuk Seri Jamil mengungkapkan, mekanisme pengelolaan haji di Malaysia dengan Indonesia tidak berbeda jauh. Yakni, jamaah juga mendapatkan subsidi dari Kerajaan Malaysia. "Kerajaan Malaysia memberikan subsidi sebesar 4000 RM, di mana total biaya berhaji di Malaysia sebesar 14 ribu RM. Jadi jamaah hanya bayar sekitar 10 ribu RM saja," imbuhnya.

Akan tetapi, pemerintah Malaysia telah mempercayakan pengelolaan haji pada suatu lembaga atau perusahaan tersendiri yang memang tugasnya khusus untuk mempersiapkan keberangkatan calon jamaah haji. "Hanya ini yang berbeda. Kalau di Indonesia, semua urusan haji masih di bawah kewenangan pemerintah Indonesia," tukasnya. (cha/jpnn)



 Komentarku ( Mahrus ali ):

  Saya tidak mengerti apakah anterian panjang masalah berangkat haji ini permainan politik  non muslim atau memang keadaan sesungguhnya harus begitu. Non muslim itu biasa melarang kaum muslimin untuk melaksanakan salat, mendirikan masjid sebagaimana  di Bali atau luar negri, melarang puasa sebagaimana di sebagian daerah China. Barang kali, antrian panjang untuk berangkat haji tehnis halus dari non muslim untuk mengurangi jamaah haji yang berangkat. Kita boleh lihat ayat sbb:
وَمَا لَهُمْ أَلاَّ يُعَذِّبَهُمُ اللّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُواْ أَوْلِيَاءهُ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُ إِلاَّ الْمُتَّقُونَ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ ﴿٣٤﴾
034. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai (nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Al anfal 75

 Dahulu kafir Quraisy juga pernah menghalangi Nabi dan sahabatnya untuk menunaikan ibadah haji, apakah ada kesamaan di era sekarang , non muslim juga membuat  olah keji yaitu menghalangi manusia ke baitullah dengan alasan yang rasional, bukan hurofat. Alasan itu mudah saja. Tiada sulit untuk bikin seratus alas an yang rasional. Yang penting intinya adalah kaum muslimin tertunda untuk melaksanakan ibadah hajinya.

Kamis, Mei 17, 2012

Korban untuk mayat.





Muhammad Niam dari /www.pesantrenvirtual.com/ menyatakan  sbb:


Berikut ketentuan ibadah yang boleh dilakukan untuk orang lain:
1. Ibadah murni fisik, seperti shalat dan zakat tidak boleh diniatkan untuk orang lain, karena ibadah ini tidak boleh digantikan oleh orang lain.
2. Ibadah murni harta seperti zakat dan Qurban: Syafi'ie mengatakan tidak boleh diniatkan untuk orang lain, baik yang masih hidup atau telah meninggal, terkecuali bila almarhum telah mewasiatkannya. Mazhab Maliki mengatakan makruh dan mazhab Hanafi dan Hanbali mengatakan boleh. Dalam sebuah hadist Rasulullah menyembelih dua ekar domba gemuk, satu untuk diri beliau dan satu lagi untuk umatnya yang beriman.(H.R. Dar Quthni)

Komentarku ( Mahrus ali ):

Wasiat untuk zakat atau kurban itu belum saya jumpai hal itu di lakukan oleh para  sahabat. Jadi baiknya  tidak usah wasiat yang nyeleneh itu.  Setelah meninggal dunia orang tidak di perintahkan lagi untuk mengeluarkan zakat atau berkorban. Bila di wasiatkan, maka  wasiat ini harus di jalankan  sebagaimana ayat:

مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ
Sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. [1]
Sayangnya  di sini adalah wasiat korban untuk mayat atau zakat untuk mayat belum ada contohnya, boleh di katakan bid`ah bukan sunah  dan tertolak, tidak diterima oleh Allah sekalipun dibenarkan oleh setan manusia   sebagaimana  hadis:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
Barang siapa mengada-ngadakan sesuatu dalam urusan agama yang tidak terdapat dalam agama maka dengan sendirinya tertolak  [2] 

Untuk  hadis Rasulullah   menyembelih dua domba gemuk yang di riwayatkan oleh Daroquthni, maka  saya tidak menjumpainya.
Ada hadis  sbb:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ذَبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الذَّبْحِ كَبْشَيْنِ أَقْرَنَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مُوجَأَيْنِ فَلَمَّا وَجَّهَهُمَا قَالَ إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ وَعَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ بِاسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ ذَبَحَ *
Dari Jabir bin Abdillah berkata: Pada hari Idul adha Nabi saw menyembelih dua kambing gibas yang bertanduk, kebanyakan bulunya putih dan di kebiri. Ketika  keduanya di hadapkan, beliau berdoa sbb:
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ عَلَى مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ وَعَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ بِاسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathorossamaawaati  wal`ardha alaa millati ibrahiim  haniifan wamaa ana minalmusyrikiin inna sholaatii wanusukii wamahyaaya  wamamaatii lillaahi robbil aalamiin  laa syariikalahuu  wabizaalika umirtu  wa`ana  minalmuslimin  Allohumma minka walaka wa`an muhammadin wa ummatih bismillah wallohu akbar  
              Aku menghadapkan wajahku ( Aku bertujuan dengan ibadahku ini )  untuk  Tuhan yang menciptakan langit- langit  dan bumi dengan berpegangan agama Ibrahim dan berpegangan  ajaran yang lurus. Dan aku tidak tergolong orang orang yang syirik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Allah Tuhan seru sekalian alam. Tiada sekutu bagiNya  dan karena itu, aku di perintah. Dan aku dari golongan  orang orang muslim. Ya Alloh, dariMu dan untukMu dari Muhammad dan umatnya, dengan nama Allah Allohu akbar.  Hadis lemah karena ada perawi Muhammad bin Ishak yang suka menyelinapkan perawi lemah, tertuduh syiah dan qadariyah dan Yazid bin Abu Hubaib yang suka memursalkan hadis.
Ada hadis lagi, Rasulullah SAW  bersabda kepada Aisyah ra:
هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ
Ambilkan pisau, asahlah  dengan batu. Aisyah mengasahnya . Rasulullah SAW  mengambil pisau  lalu mengambil domba, lalu di baringkan,lalu dipotong. beliau bersabda:
بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ
  Dengan nama  Allah, Ya Allah  korban ini dari Muhammad,keluarga Muhammad dan umat Muhammad [3]
Menurut lainnya, setelah menyembelih beliau bilang:
بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي
Dengan nama  Allah, Allah maha besar. Korban ini atas nama aku, dan umatku yang korbannya tidak sah [4]
Beliau sendiri menyatakan hadis ini  nyeleneh   Imam  Tirmidzi  berkata: “ sebagian argumentasi ulama` yang tidak mewajibkan korban hadis tsb. Tapi hadis lemah tidak bisa di buat sandaran.
Bacalah lagi diblog ke dua : www.mantankyainu2.blogspot.com



[1] Annisa  12
[2] HR Bukhori / Salat / 2499. Muslim / Aqdliah / 3242. Abu dawud/Sunnah / 3990. Ibnu Majah / Muqaddimah /14. Ahmad / 73,146,180,240,206,270/6
[3] Muslim 1967
[4] HR  Tirmidzi  1521 ,

Selasa, November 08, 2011

Mereka mati di jalan Allah kecuali ahli bid`ah yg syirik dan syi`ah


jamaah haji wukuf di Arafah
SURABAYA I SURYA Online - Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat hingga Senin pukul 20.19 waktu Arab Saudi atau Rabu (8/11) pukul 00.19 WIB sebanyak 143 orang. Dengan rincian 138 orang haji reguler dan lima orang haji khusus.  Dari jumlah itu terbanyak dari jamaah haji asal embarkasi Surabaya Jawa Timur.
Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama di Mekkah,  menunjukkan, jamaah yang meninggal terbanyak berasal dari embarkasi Surabaya yakni 33 orang, embarkasi Jawa Barat dan Solo masing-masing 20 orang, embarkasi DKI Jakarta 16 orang, embarkasi Medan dan Makassar masing-masing 12 orang, serta embarkasi Batam delapan orang.
Jamaah yang wafat di Mina tercatat 16 orang dan di Arafah dua orang, sehingga mereka wafat saat sudah menjalankan  wukuf saat puncak haji.
Sementara jamaah sisanya wafat sebelum wukuf di Arafah, yaitu di Mekkah 96 orang, di Madinah 24 orang, dalam perjalanan Indonesia menuju Arab Saudi empat orang, dan di Jedah satu orang.
Penyakit terbanyak yang diderita jamaah wafat adalah sistem sirkulasi 108 orang, sistem pernafasan 25 orang, serta penyakit endkrin nutrisi dan metal empat orang. Jamaah yang wafat terbanyak adalah pria sebesar 99 orang dan 44 orang jamaah wanita.
Dr Fatkhul Arif humas PPIH Embarkasi dikonfirmasi selasa (8/11/2011), membenarkan data tersebut. Menurutnya, dari data yang ada, Jamaah yang wafat terbesar karena faktor usia risiko tinggi (lanjut usia).
“Yang wafat, usai 60 tahun ke atas sebanyak 99 orang, disusul usia 50-59 tahun sebesar 36 tahun, usia 40-49 tahun sebesar tujuh orang serta dibawah 40 tahun satu orang,”jelasnya.
Komentarku ( Mahrus ali ) :
 Jamaah haji yang meninggal di tanah suci termasuk mati di jalan Allah, bukan di jalan setan, karena sedang melaksanakan haji yang di perintahkan oleh Allah dan di benci oleh setan manusia. Allah berfirman  dalam ayat:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji),  sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.[1]
   Kecuali bila jamaah haji tsb dari syi`ah yang syirik, ahli bid`ah dan syirik, maka terhapus seluruh upaya dan amaliahnya.. Allah berfirman dalam surat Zumar 65-sbb.
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum mu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.  
Nabi Muhammad saja bila menjalankan kesyirikan akan merugi dan amal perbuatannya terhapus,apalagi umatnya.


[1] ( 97 Ali imran )

Kamis, November 03, 2011

Marah Belum Diberangkatkan, Jamaah Haji Benghazi Libya Blokir Bandara


Sekitar 120 haji jamaah dari Benghazi memblokir landasan pacu bandara kota itu setelah sebuah pesawat Saudi Arabia batal datang untuk membawa mereka melakukan ibadah haji.
Para pria dan wanita yang marah, setelah menunggu selama hampir 18 jam untuk kedatangan pesawat Saudi, berjalan menuju landasan pacu dan menghentikan pesawat penerbangan dalam negeri lepas landas dari bandara Benina Benghazi, seorang koresponden AFP melaporkan dari landasan pacu.
Semua jamaah haji adalah keluarga dari pejuang tewas dalam pertempuran melawan pasukan Muammar Gaddafi sejak pemberontakan terhadap dia meletus di Benghazi, pada bulan Februari lalu dan berakhir dengan kematiannya pada 20 Oktober.
"Kami telah menunggu sejak pukul 5 pagi menunggu pesawat tiba, namun tidak ada berita. Tidak ada yang mengatakan kepada kami apa yang terjadi," Hafid Al-Jilali, koordinator untuk jamaah haji di Benghazi mengatakan kepada AFP.
Jilali peziarah lainnya, berteriak "Allahu Akbar", duduk di depan pesawat yang akan lepas landas menuju Tripoli sehingga memaksa pesawat membatalkan penerbangannya.
Jilali mengatakan peziarah juga memaksa dua pesawat militer untuk mendarat di bandara lain pada hari Sabtu lalu.
"Kami adalah anggota dari keluarga mereka yang tewas dalam revolusi dan ini adalah balasan yang kami peroleh," kata Adel Ali, seorang pengusaha dari Benghazi yang dalam perjalanan pertamanya naik haji bersama dengan ibunya.
"Ini bukan apa yang kami harapkan setelah kami memberikan darah kami untuk revolusi," tambahnya.
"Pemerintah harus memastikan bahwa jamaah haji benar diperlakukan dengan baik. Setiap peziarah di sini telah kehilangan seseorang atau keluarganya yang lain dalam revolusi."(fq/afp)
Eramuslim

Minggu, Oktober 09, 2011

GP Ansor Siap Sweeping Pesantren Radikal



 
Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj dalam pidatonya saat Harlah di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), menegaskan, "NU memandang negara Indonesia bukanlah negara agama, negara etnik, atau negara sekuler, tetapi negara kebangsaan", tegasnya.
NU yang kepanjangan dari Nahdathul Ulama (Kebangkitan Ulama) itu, menurut Said Agil Siradj, ikut menjaga kelesatarian NKRI, yang berdasarkan Pancasila. Tidak terlintas sedikitpun dalam benak para ulama NU berikut pengurus NU di semua jajaran untuk mengubah dasar negara tersebut, tambahnya.
Meskipun, sesudah pemilu tahun 1955, di Konstituante, NU bersama-sama partai-partai Islam lainnya, termasuk Masyumi, berusaha dengan keras memperjuangkan Islam sebagai dasar negara, bukan Pancasila yang diperjuangkan NU sebagai dasar negara. Kemudian, Konstituante itu dibubarkan oleh Soekarno, di tahun 1959, dan kembali ke UUD '45.
Di awal berdirinya NU yang dipimpin KH.Hasyim Asy'ari, NU merupakan tulang punggung umat Islam dalam memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam dan syariah Islam, dan itu termaktub secara ekplisit dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Ini menjadi sejarah masa lalu Jam'iyah NU, yang berbasis di pesantren-pesantren yang dimiliki para kiai di selulruh Indonesia. Jadi jati diri NU itu awalnya merupakan 'milestone' (tonggak) kebangkitan ulama di Indonesia.
Dibagian lain, terkait dengan radikalisme, Said Aqil Siradj mengatakan, NU merupakan organisasi yang selalu memilih jalan tengah (wasath), tidak ekstrim, dan mendukung politik yang stabil. Tak hanya saat ini, lanjut Said, tetapi sepanjang perjalanannya, NU tidak pernah onar dan memberontak kepada negara.
Memang, NU mengalami perubahan yang radikal, sejak dipimpin oleh Abdurrahman Wahid, yang mengabdopsi pandangan-pandangan yang selalu menimbulkan "kontroversi", bahkan sering dikatakan melawan arus 'mainstreams' umat Islam. Di era reformasi Abdurrahman Wahid, yang menjadi cucu hadratussheikh Hasyim Asy'ari itu,  juga mendirikan partai, yang bernuansa kebangsaan yaitu PKB, yang sekarang dipimpin keponakannya Muahimin Iskandar. PKB tidak menggunakan azas Islam.
Sementara itu, organisasi yang merupakan underbow NU, yaitu Banser, menyatakan siap melakukan "sweeping" terhadap pesantren-pesantren radikal. "Kami akan membantu kinerja Densus 88 untuk memberantas teroris dengan cara sweeping pesantren radikal. Kami tangkap orang-orangnya dan kami serahkan ke Densus 88", tegas Gus Nuruzzaman, komandan Banser Cirebon.
Ketua GP Ansor Nusron Wahid, yang memimpin Apel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) saat puncak peringatan Harlah NU yang ke 77, di Parkir Senayan. Nusron Wahid, yang anggota DPR dari Golkar itu, menyatakan, GP Ansor melihat NKRI, Pancasila, dan UUD 1945, dan kebinekaan Indonesia adalah harga mati. Siapapun yang menganggunya akan berhadapan dengan GP Ansor. Ancaman radikalisme yang ada saat ini, lanjutnya ajaran yang sudah menghalalkan kekerasan atau terorisme, ujarnya.
Inilah penegasan NU dan GP Ansor saat berlangsungnya Harlah NU yang ke 77 di Gelora Bung Karno, yang memposisikan dirinya sebagai organisasi Jam'iyah kebangsaan. Seperti yang sudah diwariskan oleh mantan Presiden Abdurrahman WAhid, yang dilengserkan (diempeach) DPR/MPR karena kasusn korupsi "Brunei Gate" dan "Bulog Gate".
Bahkan, NU yang mengaku dirinya sebagai penjaga NKRI itu, tak mampu menyelamatkan asset negara yang sekarang sudah menjadi milik asing. Indonesia sebagai sebuah negara assetnya sudah habis, dan menjadi miliki asing. Bagiamana tanggung jawab NU? (mh)

Sumber: eramuslim.com

Komentarku ( Mahrus ali ) :

Dalam artikel itu di katakan :

Sementara itu, organisasi yang merupakan underbow NU, yaitu Banser, menyatakan siap melakukan "sweeping" terhadap pesantren-pesantren radikal. "Kami akan membantu kinerja Densus 88 untuk memberantas teroris dengan cara sweeping pesantren radikal. Kami tangkap orang-orangnya dan kami serahkan ke Densus 88", tegas Gus Nuruzzaman, komandan Banser Cirebon.
Komentarku ( Mahrus ali ) :

Mengapa seweeping pesantren radikal , dan manakah pesantren radikal itu . Apakah pesantren yang mengajarkan al quran dan hadis di katakan radikal , dan sekolah negri yang sama sekali tidak mengajarkan keduanya kecuali sedikit sekali di katakan paling baik , aliran lunak . Atau pesantren ahli bid`ah di katakan sebagai pak turut , melakukan perobahan setengah – setengah . Bagaimanakah dengan ayat :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( 208 Al Baqarah )
Dalam  suatu hadis di  jelaskan :
مَنْ رَأَى مُنْكَرًا فَاسْتَطَاعَ أَنْ يُغَيِّرَهُ بِيَدِهِ فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ بِلِسَانِهِ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيمَانِ
Barang siapa yang  melihat kemungkaran lalu bisa  merobahnya  dengan tangan , robahlah .Bila tidak mampu , maka dengan lidahnya . Bila tidak mampu dengan lidahnya  , cukup dengan  hati. Dan itulah iman  yang  paling lemah . 
  Imam Bukhori meriwayatkan dari Abdullah bin Masud  bahwa   Rasulullah     SAW   bersabda :
مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ اْلإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ
Setiap Nabi  yang di utus oleh Allah kepada suatu umat sebelum aku memiliki beberapa hawari  dan para sahabat yang mengambil sunahnya dan mengikuti perintahnya . Setelah  mereka  tumbuhlah  beberapa generasi  yang  mengatakan apa yang tidak di perbuat  dan melakukan apa yang tidak di perintah. Barang siapa yang berjihad  dengan tangannya  , adalah mukmin . Barang siapa berjihad dengan lidahnya  adalah mukmin . dan barang siapa berjihad dengan  hatinya  adalah mukmin . Setelah itu tiada sedikitpun iman  dalam hatinya  sekalipun sebiji    SAW i .  

04 Mei 2011
01 Jun 2011
01 Jun 2011
18 Jul 2011
18 Jul 2011
05 Okt 2011
05 Okt 2011



Jumat, September 02, 2011

Kesaksian Mantan Pendeta Hindu Tentang Ritual ahli bid`ah

Senin, 04 Juli 2011

Sumber :  Salah satu member kami http://dakwatussalam.blogspot.com/


Awalnya saya diajak sorang teman untuk menyaksikan video mualaf, yaitu kesaksian seorang mantan pemeluk Hindu yang akhirnya masuk Islam (nama beliau sekarang Ustadz Abdul Aziz). Sebenarnya sangat banyak kesaksian semacam ini, namun yang menarik sang mantan Hindu ini juga mengritisi  tentang ritual sebagian masyarakat Islam khususnya di Indonesia yang mana banyak praktek-praktek ibadah yang sebenarnya tidak landasan dalam al Quran maupun al Hadits yang keduanya merupakan sumber hukum Islam.
Berikut ini rangkuman isi VCD yang saya saksikan dengan teman saya.
  •   Sepak terjang beliau sebelum masuk Islam
Beliau dulunya adalah seorang Romo Suringgih (orang yang disucikan) yang berkasta Brahmana sekaligus sarjana Agama Hindu dari Bali. Sungguh hanya karena kemurahan, rahmat dan hidayah Alloh lah beliau bisa memeluk agama Islam. Pada awalnya beliau mempelajari ilmu Yoga Samadi di Pure Lumajang bersama teman-teman beliau lainnya. Dan akhirnya beliau berhasil menguasai ilmu tersebut. Dengan ilmu tersebut mereka mengelabui dan memurtadkan umat Islam secara sembunyi-sembunyi / tersirat dan masuk ke dalam agama Hindu.
Namun akhirnya gerakan beliau tercium oleh dai-dai dari umat Islam yang tentu saja menjadi penghalang gerakan pemurtadan beliau. Kemudian belau mengadukan masalah tersebut pada Romo Pinandita. Kemudian Romo Pinandita meminta beliau untuk menyempurnakan ilmu Yoga Samadinya dengan mempergunakan mantram trayambakam. Menurut romo tadi, siapapun yang mengamalkan ilmu Yoga Samadi dengan mempergunakan mantram trayambakam dan berpuasa selama 7 hari 7 malam, maka dia akan mendapatkan kekuatan supernatural (supranatural) dari Tri Murti (3 manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wangsa; Dewa Brahma, Wisnu, Shiwa).
  •  Kisah masuk Islam
Dalam ritual yang beliau lakukan, pada hari ke 1, 2,3  beliau terus membaca mantram trayambakam tadi, kemudian pada malam hari yang ke 3 beliau diuji Tuhan dengan ribuan nyamuk yang hendak menyerangnya. Kemudian beliau bacakan mantram trayambakam nyamuk itupun hilang.
Di hari yang ke 5 beliau diuji lagi dengan datangnya bau busuk dari tubuh beliau, namun bau busuk itupun hilang setelah dibacakan mantram trayambakam.
Pada malam hari yang terakhir beliau berdebar-debar hatinya membayangkan bagaimana wujud Tuhannya, dan membayangkan bagaimana beliau bisa sungkem pada Dewa-Dewa beliau. Hal itu berlangsung samapi larut malam, sekitar jam 02.00 dinihari. Setelah melewati jam 02.00 dinihari hatinya tidak lagi berdebar-debar namun menjadi bergoncang sangat kuat. Akan tetapi Tuhan juga belum hadir. Akhirnya beliau diuji Tuhan dengan Suara Takbir; Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar wa lillahilham..
Karena awalnya beliau memusuhi Islam, bahkan ritual yang beliau lakukan inipun bertujuan untuk memperkuat pengaruhnya dalam memurtadkan kaum muslimin, dan beliau sadar betul bahwa besok bukanlah hari raya Idul Fitri / Idul Adha kaum muslimin, maka suara takbir beliau lawan dengan mantram trayambakam.
Namun suara takbir tersebut bukan hilang, akan tetapi semakin lama semakin kuat, semakin lama semakin jelas. Kejadian itu tidak lantas membuat beliau langsung masuk Islam.
Keesokan harinya beliau melakukan pembatalan ritualnya dengan makan dan minum. Sore harinya beliau ke rumah bibinya yang beragama Islam. Di sana beliau membaca buku pasholatan milik bibinya. Di lembar pertama dari buku itu, beliau membaca arti do’a iftitah; kabirau wal hamdulillahi katsirou wa subhanallohi bughrotau wa ashila…
Setelah membacanya, beliau gemetar sampai-sampai keluar keringat dingin. Barulah beliau merasakan bahwa suara takbir saat malam ritualnya adalah pertanda dia harus masuk Islam. Beliau dapat merasakan bahwa Islam sangat damai sangat bahagia. Akhirnya beliau masuk Islam dengan dibimbing seorang ustadz. Subhanalloh wal hamdulillah.
Namun beliau masih sembunyi-sembunyi dalam menjalankan agama Islam. Akhirnya keluarga beliau mengetahui ke-islaman beliau. Belaupun mendapat ujian yang berat dengan ke-Islaman beliau sampai ancaman bunuh dari paman beliau.
Namun akhirnya dengan pertolongan Alloh beliau mampu melewati ujian tersebut. Bahkan keluarga beliau dan saudara-saudara beliau akhirnya masuk agama Islam. Subhanalloh wal hamdulillah.
Karena dulu beliau banyak memurtadkan kaum muslimin menjadi pemeluk Hindu, maka setelah beliau Islam beliupun mensyahadatkan sekitar 272 pemeluk Hindu menjadi pemeluk agama Islam.
 Kritikan beliau tentang ritual sebagian masyarakat muslimin

Beliau sebagai mantan pemeluk Hindu, beliau telah mempelajari kitabkitab agama Hindu seperti Bagawakita, Yajur Weda, Rik Weda, Sama Weda dll selama kurang lebih 25 tahun dan beliau juga sebagai sarjana agama Hindu. Sehingga tidak diragukan lagi kemampuan beliau dan penguasaan beliau tentang ajaran agama Hindu.
Setelah beliau masuk agama Islam, beliau melihat banyak ritual yang dilakukan masyarakat Islam yang tidak bersumber dari Quran dan Hadits tapi bersumber dari agama Hindu.

1.     Dalam agama Hindu, sapi merupakan binatang yang dihormati, karena sapi (kerbau putih) merupakan kendaraan/tunggangan Bhatara Siwa. Namun pada masyarakat Islam tepatnya di daerah Solo, Jawa Tengah masih ada sapi yang diagungkan dan dianggap membawa berkah bahkan diberi gelar Kiyai. Yaitu sapi yang bergelar kiyai slamet.
2.     Dalam agama Hindu, ketika memberangkatkan mayat ke kuburan, terdapat tradisi brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada Dewa di Nirwana. Namun tradisi brobosanpun ternyata masih dilakukan umat Islam, pada hal tersebut tidak ada dasar/dalil dari al-Quran dan Hadits. Selain brobosan, dalam ritual agama Hindu, dalam prosesi pemberangkatan jenazah, juga terdapat ritual memberi payung di atas kepala jenazah dan di atas keranda jenazah dikasih roncean bunga. Dan hal inipun juga dilakukan oleh masyarakat Islam hal tersebut tidak ada dasar/dalil dari al-Quran dan Hadits.
3.     Dalam agama Hindu, mereka meyakini bahwa roh anak yang belum baligh (meninggal saat masih kecil/belum dewasa) pulang ke rumah pada saat hari raya. Sebagai penghormatan orang tua pada roh anak, maka orang tua menyediakan kupat/ketupat. Kupat diapasang di atas pintu, atau di kamar tengah atau dibagi-bagikan kepada tetangga pada saat hari raya. Dan masyarakat Islam ternyata juga melakukan ritual ini pada saat hari raya, tepatnya setelah hari raya Idul Fitri yang biasa disebut hari raya kupatan. Padahal al-Quran dan Hadits tidak memberikan tuntunan tentang kupatan tersebut.
4.     Dalam agama Hindu, dalam prosesi menuju alam Nirwana menghadap Ida Sang Hyang Widi Waksa mencapai alam Moksa, diperintahkan melakukan selametan atau kirim do’a, 1 hari, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, mendak pisan, mendak pindo dan nyewu. Dan hal inipun juga dilakukan oleh masyarakat Islam hal tersebut tidak ada dasar/dalil dari al-Quran dan Hadits.

Dasar ritual-ritual tersebut tidak terdapat dalam al-Quran maupun as-Sunnah, namun terdapat dalam kitab-kitab maupun buku-buku agama Hindu, seperti;
  • Kitab Mahanarayana Upanisad,
  • Buku Ritual-Ritual Hindu dalam budaya Jawa karya Prof. Dr. Ida bedande Adi Suripto, seorang Duta dari agama Hindu untuk negara Nepal, India, Vatikan dan Roma. Dan sekarang menjabat sebagai sekretaris PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia). Bahkan dalam buku ini juga tedapat tatacara agama Hindu dalam merawat kandungan seorang ibu, seperti nelonan, tingkepan dsb.
  • Kitab Sama Weda hal. 373 ayat 1,
  • Kitab Samhita, buku satu, baga satu, hal 20, dalam kitab-kitab itu jelas disebutkan untuk melakukan pengorbanan dan kirim doa pada orang tua pada hari ke 1, ke 3, ke 7, ke 40, ke 100, mendak pisan, mendak pindo dan nyewu.
Dan masih banyak lagi kritikan yang beliau jelaskan. Yang pada intinya ritual-ritual tersebut adalah ternyata berasal dari agama Hindu dan sama sekali tidak terdapat sandaran dari al Quran maupun as Sunnah.


Komentarku ( Mahrus ali )

   Kisah tsb mirip sekali dengan ayat :
Al-An'am (6) : 88
ذَلِكَ هُدَى اللّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
6.88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Kebanyakan orang dan jarang sekali di antara mereka yang mengerti bahwa  mereka salah pengertian ketika ada  non muslim masuk Islam , yaitu cukup baca sahadat di lidah tidak mengurus kelanjutannya  . Pada hal perintahnya tidak cukup itu – kurang banyak , Dia harus masuk Islam secara  keseluruhan  tidak setengah – setengah sebagaimana ayat :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. ( 208 Al Baqarah
  Ada orang non muslim lalu masuk Islam dengan di saksikan di muka kiyai ahli bid`ah bukan kiyai ahli hadis dan al quran . Dia masuk Islam , keluar dari agama nenek moyangnya  dan mengikuti titual ahli bid`ah bukan ahli hadis. Ritual itu  kebanyakan mengandung kesyirikan tersembunyi - maksudnya  kesyirikam yang hanya di mengerti kalangan orang yang mampu  berbahasa arab . Bagi orang yang  bisa banyak bahasa di dunia  tapi tidak bisa berbahasa arab , maka tetap  dia tidak mengerti dengan ritual syirik itu bukan ritual tauhid . Ini bahaya bukan kesalamat baginya di dunia apalagi di akhirat . Ini termasuk orang yang mencebur kepada kesyirikan bukan menghindarinya , tapi tidak tahu apa itu syirik dan apa itu tauhid . Ini mirip dengan ayat :
أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.( Fathir 8 ) .
Kalau masuk Islam , keluar dari agama leluhur , pelajarilah quran dan hadis , tinggalkan kitab Injil atau Wedanya   atau kitab – kitab ahli bid`ah yang kayaknya baik , tapi menjerumuskan .Carilah guru yang konsis kepada keduanya , tinggalkan  guru yang amaliyahnya bertentangan dengan keduanya  sekalipun mengenakan pakaian orang alim . Dia adalah setan manusia berbaju orang saleh untuk menipu pandangan kalangan awam -bukan kalangan orang alim yang  konsis kepada kedua pusakanya  yaitu quran dan hadis.Allah berfirman : 
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. [1]



[1] ( Attaubah 34 ) .

  

Rabu, Agustus 24, 2011

Pandangan Negatif Masyarakat Finlandia Terhadap Islam Menguat


Rabu, 24 Agustus 2011 20:53 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, HELSINKSI – Pandangan negatif masyarakat Finlandia terhadap Islam semakin menguat. Kondisi itu terkuak dalam sebuah studi tentang sikap masyarakat negeri itu terhadap berbagai agama.

Menurut hasil survei, agama Kristen mendapatkan apresiasi positif di kalangan masyarakat Finlandia. Padahal mereka cenderung mengapresiasi ajaran Buddha dan Hindu ketimbang Kristen. Sementara Islam merupakan agama yang paling dikritisi masyarakat Finlandia.

Hanya enam persen dari responden yang menyatakan sikap positif terhadap Islam. Sisanya, dengan tegas memandang negatif. "Hanya sedikit imigran Muslim di Finlandia dibandingkan negara Eropa lainnya. Karena itu mereka, terutama media massa menyampaikan gambaran yang kasar dan negatif tentang Islam," papar Kimmo Ketola, peneliti dari Gereja Research Institute, seperti dikutip dari Yfi.fi, Rabu (24/8).

Meski demikan, kata Kimmo, pandangan masyarakat Finlandia terhadap agama-agama asing telah berubah lebih baik selama beberapa dekade terakhir. Memang lebih baik, tapi tidak untuk Islam. "Ketika mereka ditanya apakah siap menerima orang-orang dari agama lain ke dalam keluarga mereka atau sebagai wakil partai mereka, dalam hal ini Finlandia termasuk bangsa penuh prasangka," kata Kimmo.

Untuk urusan pernikahan juga demikian, hanya empat persen warga Finlandia gigih menentang ide menikahi seseorang dari keyakinan lain.

Serupa dengan negeri tetangga mereka, Finlandia cukup antipati terhadap agama. Disebutkan dalam survei, empat dari lima warga Finlandia menganggap orang-orang dengan keyakinan agama yang kuat cederung tidak toleran. Sementara tiga dari lima  warga Finlandia berpikir agama condong membawa konflik ketimbang perdamaian.

Kimmo mengatakan sulit membedakan antara kesalehan dan ekstrimisme agama. Meski sebagian besar penduduk Finlandia menganut Gereja Lutheran Injil. Aliran yang sebenarnya cukup moderat. Namun hasil studi menyatakan lain. Sebab hanya delapan persen dari warga Finlandia menganggap mereka cukup religius. Namun hanya lima persen yang percaya pada Tuhan tanpa keraguan. Sementara sepuluh persen mengatakan mereka tidak percaya pada Tuhan.
Komentarku ( Mahrus ali )
Kebanyakan manusia itu tidak suka kebenaran , senang mengikuti kekeliruan dan kesalahan menurut Islam bukan menurut akal pikiran dan tradisi leluhur . Minim sekali di antara mereka yang senang menerima kebenaran menurut Allah bukan menurut setan manusia dan jin . Mayoritas menolak dan menerima solusi yang cocok dengan hawa nafsunya , bertentangan dengan ajaran agama. Lihat firman Allah :
لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ(78)
Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu. Zukhruf 78
19 Apr 2011
13 Apr 2011
25 Jul 2011
30 Mei 2011

Kamis, Maret 24, 2011

Membaca burdah ketika akan berangkat haji





Di tulis oleh H Mahrus ali

Biasanya  orang yang berangkat haji di iringi dengan bacaan burdah mulai pagi hingga  calon jamaah haji berangkat dengan mengendarai mobil .
Budaya ini masih baru , ya`ni ketika saya masih kecil , , dan saya yakin budaya ini tiada tuntunannya . Saya tidak menjumpai masarakat Saudi , pengikut Muhammadiyah , LDII atau salafi ketika berangkat haji di iringi dengan lantunan burdah . Jelas  bacaan burdah trade merk golongan tertentu. [1]
Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiyah dan Fatwa Saudi dan dua tokoh ulama menyatakan sbb:
وَإِنْ كَانَتْ مُشْتَمِلَةً عَلَى اْلإِسْتِغَاثَةِ بِغَيْرِ اللهِ أَوِ التَّوَسُّلِ إِلَى اللهِ ِبخَلْقِهِ فِي الدُّعَاءِ كَمَا فِي قَصِيْدَةِ اْلبُرْدَةِ أَوْ فِيْهَا دَعَاوِى كَاذِبَةٌ وَغُلُوٌّ فِي تَعْظِيْمِ الْمَخْلُوْقِ أَوْ فِيْهَا كَلِمَاتٌ لاَيُفْهَمُ مَعْنَاهَا لِكَوْنِهَا أَعْجَمِيَّةً أَوْ رُمُوْزًا، فَلاَ يَجُوْزُ الذِّكْرُ بِهَا بَلْ قَدْ يَكُوْنُ شِرْكًا كَاْلاِسْتِغَاثَةِ بِغَيْرِ اللهِ، وَدَعْوًى أَنَّ اْلعَالِمَ لَمْ يُخْلَقْ إِلاَّ مِنْ أَجْلِ رَسُوْلِ اللهِ وَأَنَّ عُلُوْمَ الَّلوْحِ وَاْلقَلَمِ مِنْ عِلْمِهِ، إِلَى غَيْرِ هَذَا مِمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَوْرَادُ الْمُتَصَوِّفَةِ وَأَنَاشِيْدُهُمْ.
Bila halaqah dzikir itu mengandung minta tolong kepada lain Allah atau tawassul dengan mahluknya dalam berdoa  sebagaiamana yang tercantum dalam kasidah Burdah , atau beberapa pengakuan yang palsu , berlebihan dalam mengagungkan  mahluk  atau terdapat kata – kata yang tidak bisa di mengerti artinya  karena ajam atau kode – kode tertentu , maka  tidak boleh berdzikir dengannya . Bahkan syirik  seperti minta  pertolongan kepada  lain Allah dalam berdoa dan pengakuan bahwa  alam ini  di ciptakan  karena Rasulullah SAW. Dan  pengetahuan dalam loh mahfudh atau pena di sana  telah di ketahui oleh Nabi SAW  dan memang  begitulah apa yang di muat dalam wirid ahli tasawwuf dan kasidah – kasidah mereka. [2]

 Biasanya  bacaan burdah itu di lagukan oleh seorang perempuan yang bersuara merdu dan bisa menggetarkan hati , apalagi  bagi pendengar yang mengerti artinya.  Saya mengetahui wanita yang melantunkan dengan penuh semangat , lalu di selingi dengan kasidah syirik sbb:
هُوَ الحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفاَعَتُهُ    لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الأَهْوَالِ مُقْتَحِمٍ
Dia ( Muhammad ) kekasih yang syafaatnya selalu di harap  pada setiap  bahaya  yang menimpa
 Kesyirikan disini  pernyatan bahwa Muhammad  satu figur yang  syafaatnya di harapkan untuk melenyapkan segala  bahaya dan penderitaan  didunia  maupun akhirat bukan Allah . Ia bertentangan dengan ayat :

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.[3]
 Ia juga bertentangan dengan ayat :
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [4]
Rasulullah SAW dan para sahabatnya  ketika berangkat haji juga tidak di iringi dengan lantunan lagu suara wanita ,lihat hadis sbb:
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ خَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  مِنَ الْمَدِيْنَةِ إِلَى مَكَّةَ، فَكَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِيْنَة
سَأَلَهُ يَحْيَى بْنُ أَبِيْ إِسْحقَ قَالَ: أَقَمْتُمْ بِمَكَّةَ شَيْئًا قَالَ أَقَمْنَا بِهَا عَشْرًا


.Anas ra menuturkan: “Kami pernah keluar bersama Nabi saw dari Madinah ke kota Mekah., beliau saw selalu melakukan shalat dua rakaat-dua rakaat sampai kami tiba di Madinah.”
Yahya ibnu Abi Ishaq bertanya kepadanya: “Apakah kalian sempat mukim di Mekah?”
Jawab Anas ra: “Kami sempat mukim di Mekah selama sepuluh hari.”[5]

  Dalam hadis tsb , Rasulullah SAW keluar untuk haji tanpa diiringi lantunan lagu kasidah apapun . Dari pada terjun ke kubang kesyirikan maka tinggalkanlah burdah itu dan jangan ikut orang banyak . Allah melarangnya . Allah  berfirman :
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي اْلأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ  إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [6]
Allah berfirman :
وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ
Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.[7]   Maksudnya  mayoritas manusia awam dalam hal agama.



[1] Boleh juga di lihat di bab : Membaca  burdah yang penuh kesyirikan  atau  di buku kami  “ Mantam kiyai NU menggugat dzikir dan sholawat syirik “. 


1.     [2] Encyplopedia Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiyah dan Fatwa Saudi  949

[3] Fathir 2
[4] Yunus 107
[5] Bukhari, 18, kitab Tafsir shalat, 1, bab mengqashar shalat dan berapa lamakah mukim sampai dibolehkan mengqashar shalat?  Allu`lu` wal marjan 200/1 Al albani berkata : Muttafaq alaih  Lihat di kitab karyanya : Misyaktul  mashobih  298/1 nomer hadis 1336.
[6]  ( Ali imran 116 ) , .
[7] Atthur 47